Anda di halaman 1dari 12

11

BAB 3 DASAR PERANCANGAN

3.1 Spesifikasi bahan baku dan produk yang dihasilkan


3.1.1 Spesifikasi Bahan Baku
Dalam proses perancangan pabrik ini Bahan baku utama dalam pembuatan triacetin
adalah gliserol. Pada pabrik ini direncanakan, sumber bahan baku gliserol yang digunakan
berasal dari PT. Wilmar Group. PT. Wilmar Group yang terletak di Dumai memproduksi
dua jenis Gliserol yaitu Crude Gliserol dan Pure Gliserol dengan kapasitas sebesar 130.000
ton/tahun. Gliserol yang digunakan pada pabrik ini adalah crude gliserol, hal ini dikarenakan
gliserol yang sudah murni memiliki harga yang mahal.. Spesifikasi gliserol yang diproduksi
di PT. Wilmar Group adalah sebagai berikut:
Tabel 3.1 Spesifikasi Gliserol di PT. Wilmar Group
Crude Gliserol PT. Gliserol Setelah Gliserol Murni
Sifat Fisik
Wilmar Group Pemurnian (Referensi Merck)
Densitas(g/ml) 1,1414 1,2410 1,2620
Viskositas (Cp) 86,394 325,35 350
Kadar Gliserol (%) 85 98 99,5
Kadar Air (%) 10 2 0,5
Kadar Methanol (%) 1 - -
Kadar Impuritis (%) 4 - -
Warna Kuning Kecoklatan Bening Bening

Selain Gliserol, bahan baku lain yang digunakan dalam produksi triacetin adalah asam
asetat yang diperoleh dari PT. Indo Acidatama dengan kapasitas produksi 36.600 ton/ tahun
dan asetat anhidrat yang dipasok dari luar negeri dengan kapasitas 22.357 ton/tahun. Karena
sampai saat ini Indonesia belum memiliki pabrik yang memproduksi asetat anhidrat sehingga
masih harus diimpor dari negara-negara luar, seperti Australia, Amerika, Italia, Jerman, dan
Brazil. Asam asetat yang digunakan memiliki kemurnian 99.8 % bw dan asetat anhidrat
sebesar 99 % bw.

Pra-Rancangan Pabrik Triacetin dari Gliserol Kelompok XI/S. Ganjil/ 20017-2018


Made By Checked By Approved By
Suci Afrianti Sakinah Rhajani
Susilawati Rino Hasanatul Isra
Vivi Novriayani Yola Bertilsya Hendri
12

3.1.2 Spesifikasi Produk yang dihasilkan


Triacetin yang dihasilkan dari reaksi esterifikasi ini dilakukan proses pemisahan di
kolom distilasi dan dilanjutkan dengan penghilangan bau pada kolom deudorisasi. Dengan
demikian triasetin yang dihasilkan memiliki kemurnian yang cukup tinggi.
Tabel 3.2 Spesifikasi Triacetin yang Diinginkan
Sifat Fisik Triasetin
Densitas(g/ml) 1,1562
Viskositas (Cp) 17,4
Kadar Triasetin (%) 99,6 minimum
Kadar Air (%) 0,05 maximum
Kadar Asam Asetat (%) 0,002 maximum
Warna Bening

3.2 Sifat Fisika Kimia dam MSDS Bahan baku dan Produk yang dihasilkan
3.2.1 Sifat Fisika dan Kimia Gliserol
Tabel 3.3 Sifat Fisika Gliserol
Name Glycerol
Formula CH2OH-CHOH-CH2OH
Structure Molecul

Formula Weight 92,09


Form and color col.liq.
Specific gravity 1,26050/4
Melting Point C 17,9
Boiling Point C 290
Solubility in 100 parts
*Cold Water
*Hot Water
*Other Reagent i.
Critical point 850 k
Heat Capacity, Cp 221,9
(J/molK)(25C)
Viscosity (Pas) (120C) 1,069
Kemurnian 99,5 % bw
(Perry 7ed.1984)

Pra-Rancangan Pabrik Triacetin dari Gliserol Kelompok XI/S. Ganjil/ 20017-2018


Made By Checked By Approved By
Suci Afrianti Sakinah Rhajani
Susilawati Rino Hasanatul Isra
Vivi Novriayani Yola Bertilsya Hendri
13

1. Jika direaksikan dengan Sodium Acetate akan menghasilkan Triacetine dan Acetic
Anlydrid
2. Jika direaksikan dengan K2Cr2O dengan bantuan H2SO4 akan teroksidasi sempurna
menghasilkan CO2 dan H2O
3. Jika direaksikan dengan HNO3 dengan bantuan H2SO4 akan menghasilkan
Nitrogliserin dan air

3.2.2 Material Safety Data Sheet Gliserol


1. Identifikasi hazard
Gliserol berbahaya dalam kasus kontak kulit (iritan), kontak mata (iritasi), dan
menelan. Substansi dapat menjadi racun bagi ginjal. paparan substansi dapat membuat
kerusakan terhadap organ-organ.
2. Pertolongan pertama
Jika berkontak dengan mata, periksa dan buang kontak lensa. segera siram mata
dengan air yang banyak selama minimal 15 menit. Air dingin dapat digunakan. Dapatkan
pertolongan medis jika terjadi iritasi. Jika terkena kulit, Cuci dengan sabun dan air. hubungi
medis jika iritasi berkelanjutan. Air dingin dapat digunakan. Jika terhirup, dapatkan udara
segar. Jika tidak bernapas, berikan pernafasan buatan. Jika sulit bernapas, berikan oksigen.
Dan dapatkan pertolongan medis segera.
3. Data api dan ledakan
gliserin bertentangan kuat dengan Kromium trioksida, potasium Klorat atau kalium
permanganat dan dapat meledak jika bereaksi dengan senyawa ini. Peledak glyceryl nitrat
terbentuk dari campuran gliserin dan nitrat serta asam sulfat. Asam perklorat, oksida +
gliserin membentuk Ester perklorat pekat yang membentuk peledak. Gliserin dan klorin
dapat meledak jika dipanaskan.
4. Penanganan dan penyimpanan
Pencegahan: Jauhkan dari panas. Jauhkan dari sumber-sumber pengapian. jauhkan
semua peralatan yang mengandung bahan bahan berbahaya. Jangan menelan. Memakai
pakaian pelindung yang sesuai. Jika tertelan, mencari pertolongan medis segera.
Penyimpanan : Jaga agar wadah tertutup rapat. Jaga agar wadah di daerah berventilasi baik
dan Higroskopis.

Pra-Rancangan Pabrik Triacetin dari Gliserol Kelompok XI/S. Ganjil/ 20017-2018


Made By Checked By Approved By
Suci Afrianti Sakinah Rhajani
Susilawati Rino Hasanatul Isra
Vivi Novriayani Yola Bertilsya Hendri
14

3.2.3 Sifat Fisika dan Kimia Asam Asetat


Tabel 3.4 Sifat Fisika Asam Asetat

Name Acetic Acid


Formula C6H5CH2CO2H

Structure Molecule
Formula Weight 136,14
Form and color If.
Specific gravity 1,08180/4
Melting Point C 76-7
Boiling Point C 265,5
Solubility in 100 parts
*Water 1,6620
*Alcohol v.s.
*Ether v.s.
Heat Capacity, Cp (298,15 K) 123,1
Density 1,05 g/cm3
Viscosity 1,155 Cp
Kemurnian 99.8 % bw
(Perry 7ed.1984)
3.2.4 Sifat Fisika dan Kimia Asetat Anhidrat
Tabel 3.5 Sifat Fisika Asetat Anhidrat
Name Acetic Anhydride
Formula CH3-COOOCOOCH3
Structure Molecule

Boiling Point at 1 atm 139,5 oC


Critical Pressure 40,8 kg/cm2
Critical Temperature 332,8 0C
Melting Temperature -83,55
Solubility in water Hydrolisis
Heat Capacity, Cp (298K) 99,5
(J/mol K)
Density (25C) 0,85 gr/cm3
Kemurnian 99 % bw
(PDHG, 2011)

Pra-Rancangan Pabrik Triacetin dari Gliserol Kelompok XI/S. Ganjil/ 20017-2018


Made By Checked By Approved By
Suci Afrianti Sakinah Rhajani
Susilawati Rino Hasanatul Isra
Vivi Novriayani Yola Bertilsya Hendri
15

3.2.5 Sifat Fisika dan Kimia Triacetin


Tabel 3.6 Sifat Fisika Triacetin
Name Triacetin Reference
Formula C9H14O6 Pepe, Wenninger, and McEwen 2002
Structure Molecule Fessenden & Fessenden.1992

Formula Weight 218.21 NAS 1996


Melting point 780C Lewis 1993a : Budavari 1989
Boiling point 2580C Lewis 1993a : Grant 1972
Viscocity 17,4 Cp (T 250C) Fessenden & Fessenden.1992
Flash point 1450C Fessenden & Fessenden.1992
Specific gravity 1.160 Lewis 1993b
Stability Combustible Lewis 1993b
Density 1,1562 g/cm3 Fessenden & Fessenden.1992
Cp, liquid (J/mol0K) 389 Nilson and Wadso, 1986
(298K)
Kemurnian 99.5% bw Fessenden & Fessenden.1992

1. Larut dalam air, dapat tercampur dengan alkohol, eter, dan kloroform (NAS 1996;
Lewis 1993 a)
2. Larut dalam aseton, etanol, benzena, dan khloroform (Unichema Chemie B.V.
1994)
3. Larut dalam alkohol, eter, aseton, benzena, dan khloroform (Lide 1993)
4. Sedikit larut dalam air, alkohol sangat mudah larut,eter, dan pelarut organik lainnya

3.2.6 Material Safety Data Sheet Triacetin


1. Identifikasi hazard
Triacetin Berbahaya jika terkena kontak mata (iritasi), dan tertelan. Sedikit
berbahaya dalam kasus kontak kulit (iritan), inhalasi.
2. Tindakan pertolongan pertama
Jika terkena/Kontak mata,periksa dan buka kontak lensa. Segera basuh mata dengan
air mengalir selama 15 menit, menjaga agar kelopak mata tetap terbuka. Air dingin
dapat digunakan. Jangan gunakan salep mata. Mencari pertolongan medis.Setelah
berkontak dengan kulit, cuci segera dengan air yang banyak. Cuci kulit dengan sabun

Pra-Rancangan Pabrik Triacetin dari Gliserol Kelompok XI/S. Ganjil/ 20017-2018


Made By Checked By Approved By
Suci Afrianti Sakinah Rhajani
Susilawati Rino Hasanatul Isra
Vivi Novriayani Yola Bertilsya Hendri
16

non-abrasif. Berhati-hati untuk membersihkan lipatan, celah-celah, lipatan dan


pangkal paha. Air dingin dapat digunakan. Jika terjadi iritasi, dapatkan pertolongan
medis. Cuci pakaian yang terkontaminasi sebelum digunaka kembali.
Memungkinkan korban untuk beristirahat di area berventilasi baik. Mencari
pertolongan medis segera.Jika terkonsumsi, periksa bibir dan mulut untuk
memastikan jaringan yang rusak, indikasi yang mungkin bahwa bahan beracun
dikonsumsi;. Longgarkan pakaian ketat seperti kerah, dasi, sabuk atau ikat pinggang.
Jika korban tidak bernapas,dapatkan pertolongan medis segera.
3. Data api dan ledakan
Dapat terbakar pada suhu tinggi.
Suhu pengapian : 433C (811.4F)
Jika api masih kecil, gunaakan dry chemical powder. Jika terjadi kebakaran besar:
Menggunakan semprotan air, kabut atau busa

3.2.7 Sifat Fisika dan Kimia Monoacetin


Tabel 3.7 Sifat Fisika Monoacetin
Name Monoacetin
Formula C5H10O4

Structure Molecule
Boiling Point at 1 atm 153 C
Vapor Density 4,6
Vapor pressure (25C) 0,4 kPa
Molecular weight 134,13 gr/mol
Melting Point - 78 C
Specific Gravity 1,21
Flash Point 110C

3.2.8 Sifat Fisika dan Kimia Diacetin

Pra-Rancangan Pabrik Triacetin dari Gliserol Kelompok XI/S. Ganjil/ 20017-2018


Made By Checked By Approved By
Suci Afrianti Sakinah Rhajani
Susilawati Rino Hasanatul Isra
Vivi Novriayani Yola Bertilsya Hendri
17

Tabel 3.8 Sifat Fisika Diacetin


Name Diacetin
Formula C7H12O5

Structure Molecule
Boiling Point at 1 atm 259 C
Flash point 110.0 C
Melting point -300C
Density 1.184 g/ml
Specific Gravity 1,17
Vapor Denscity 6,1
Molecular Weight 176,17 gr/mol
Vapor pressure (250C) 0 kPa

3.2.9 Sifat Termodinamika


Tabel 3.9 Sifat Termodinamika
Acetic
Name Acetic acid Gliserol anhydride Triacetin
Formula C2H4O2 C9H14O6 C4H6O3 C9H14O6

Structure
Molecule

Suhu Kritis (Tc,


K) 704 723 569,15 704
Titik Didih (Tb,
K) 532,15 563,15 411,78 532,15
Titik Leleh (Tf,
K) 16,7 291,33 199,9 277,25
Tekanan Kritis
(Pc, bar) 57,86 40 46,81 23,1
Vc (cm3/mol) 171 264 290 625
(g/cm3) 0,3512 1,257 0,352 23,1
0,462 1,32 0,84 0,839
Hf (KJ/mol, -1252,7
298 K) -1252,7 -1252,7 -575,72
State Liquid Liquid Liquid Liquid
(Sumber : Yaws, 1997)

3.3 Rencana Kapasitas


Pra-Rancangan Pabrik Triacetin dari Gliserol Kelompok XI/S. Ganjil/ 20017-2018
Made By Checked By Approved By
Suci Afrianti Sakinah Rhajani
Susilawati Rino Hasanatul Isra
Vivi Novriayani Yola Bertilsya Hendri
18

Menurut data yang diperoleh dari Cina Market Analysys Report tahun 2016 bahwa
kebutuhan Triacetin dunia mendekati 110.000 ton/tahun dan permintaan Trisetin ini akan
terus meningkat setiap tahunnya Terutama pada negara-negara di Asia Pasifik seperti, Cina,
Jepang, India, Indonesia, Negara-Negara ASEAN dll.Selama ini, Pabrik Pembuatan
Triacetin banyak Berada di negara Cina Jepang, Jerman, Dan Amerika.Jiangsu
LemonChemical & Technology Co.,Ltd., Jiangsu Ruijia Chemistry Co.,Ltd., Yixing Kaixin
ChemicalCo.,Ltd. Adalah beberapa contoh pabrik pembuatan triacetin di China. Berikut
adalah Data Kapasitas Produksi Triacetin Pada beberapa Pabrik di Cina :

Tabel 3.10 Kapasitas produksi triacetin di industri

Kapasitas Produksi
Nama Perusahaan
Triacetin
Jiangsu Lemon Chemical &
Technology Co.,Ltd. 10.000 MT/yr
Jiangsu Ruijia Chemistry Co.,Ltd 33.000 MT/yr
Yixing Kaixin Chemical Co.,Ltd. 10.000 MT/yr

Pabrik yang akan kami dirikan memiliki Kapasitas Produksi Sebesar 10.000
MT/yr.Kapasitas produksi pada pabrik Triacetin ini ditentukan berdasarkan kapasitas
produksi Triacetin di beberapa perusahaan di cina. Dimana Pabrik di cina Rata-rata memiliki
kapasitas berkisar pada 10.000 MT/yr.

3.4 Lokasi Pabrik


Pemilihan lokasi pabrik akan sangat menentukan kelangsungan dan perkembangan
suatu industri. Berdasarkan pengamatan, Desa Guntung, kecamatan Medang kampai,
Dumai, Provinsi Riau merupakan lokasi yang sesuai untuk mendirikan pabrik Triacetin.

3.5 Faktor Utama dalam Pemilihan Lokasi Pabrik


3.5.1 Sumber Bahan Baku
PT. Wilmar merupakan lokasi sumber bahan baku yang terletak di desa pelintung,
kecamatan medang Kampai, Dumai, Riau yang berlokasi tidak jauh dari lokasi pendirian
pabrik yang akan direncanakan.

3.5.2 Letak Pasar


Pra-Rancangan Pabrik Triacetin dari Gliserol Kelompok XI/S. Ganjil/ 20017-2018
Made By Checked By Approved By
Suci Afrianti Sakinah Rhajani
Susilawati Rino Hasanatul Isra
Vivi Novriayani Yola Bertilsya Hendri
19

Triacetin merupakan produk yang secara luas dapat digunakan antara lain :
1. Industri makanan
2. Industri farmasi
3. Industri kosmetik
4. Bahan bakar aditif
5. Pelarut pada parfume
6. Tinta cetakh,cx/
7. Plastisizer untuk resin selulosa
8. Polimer dan ko-polimer
Provinsi Riau tepatnya Kota Dumai merupakan lokasi yang sangat strategis, yaitu
dekat dengan selat Malaka, yang merupakan pintu gerbang perdagangan. Asia Tenggara
khususnya, dekat dengan negara Malaysia dan Singapura yang merupakan negara tetangga
terdekat yang mempunyai banyak industri dan mempunyai industri. Dilihat dari letaknya
yang berdekatan dengan lokasi industri yang lain, sangat menguntungkan bila didirikan
pabrik didaerah Dumai, akan lebih memudahkan untuk pemasaran produk, baik ekspor
maupun impor.
3.5.3 Fasilitas Transportasi
a. Transportasi Darat
Riau merupakan wilayah berdataran rendah. Sehingga, untuk transportasi darat
sudah cukup memadai sehingga distribusi produk melalui darat dapat dilakukan terutama
untuk pemasaran produk Triacetin ke daerah-daerah yang dapat dijangkau dengan jalur
darat.
b. Transportasi Laut
Riau memiliki pelabuhan laut utama, yaitu pelabuhan Dumai yang letakya di ujung
utara Propinsi Riau, di Selat Malaka. Adanya pelabuhan ini memudahkan untuk distribusi
produk triacetin.
3.5.4 Tenaga Kerja
Karena letak Riau yang begitu strategis sebagai kawasan industri Sumatera, jadi Riau
merupakan salah satu daerah yang menjadi tujuan bagi tenaga kerja.

3.5.5 Utilitas

Pra-Rancangan Pabrik Triacetin dari Gliserol Kelompok XI/S. Ganjil/ 20017-2018


Made By Checked By Approved By
Suci Afrianti Sakinah Rhajani
Susilawati Rino Hasanatul Isra
Vivi Novriayani Yola Bertilsya Hendri
20

Fasilitas utilitas meliputi penyediaan air, bahan bakar dan listrik. Kebutuhan listrik
dapat dipenuhi dengan listrik dari PLN (Perusahaan Listrik Negara). Untuk penyediaan air
di Pabrik triasetin ini, dipilih dari air laut dan air sungai, karena lokasi pendirian Pabrik
triasetin berada di daerah Dumai yang dekatdengan selat malaka dan di Dumai terdapat 15
sungai. Sedangkan bahan bakar industri berupa minyak bumi, dapat dipasok dari Dumai,
yang terdapat tambang minyak bumi. Jarak lokasi pabrik ke daerah pemasok bahan baku
yang berada di PT Wilmaradalah 20.7 Km dan berjarak 22.6 Km dari pelabuhan Dumai.
Gambar berikut memperlihatkan peta lokasi kawasan pabrik Triacetin yang akan didirikan:
LOKASI PABRIK

Gambar 3.1 Peta lokasi Pabrik Triacetin

3.6 Potensi dan Penanggulangan Bahaya Bagi Kesehatan Pekerja


Pada perancangan pabrik triacetin, keselamatan kerja merupakan bagian dari
kelangsungan produksi pabrik dan aspek ini harus diperhatikan. Pencegahan kecelakaan
kerja pada dasarnya merupakan tanggung jawab para manajemen yang wajib memelihara
kondisi kerja yang selamat sesuai dengan ketentuan pabrik. Di pihak lain, para kepala urusan
wajib senantiasa mencegah jangan sampai terjadi kecelakaan. Umumnya kejadian
Pra-Rancangan Pabrik Triacetin dari Gliserol Kelompok XI/S. Ganjil/ 20017-2018
Made By Checked By Approved By
Suci Afrianti Sakinah Rhajani
Susilawati Rino Hasanatul Isra
Vivi Novriayani Yola Bertilsya Hendri
21

kecelakaan kerja disebabkan kesalahan manusia (human error), dimana penyebab


kecelakaan bermula pada kegiatan tidak selamat manusia itu sendiri.
Beberapa penanggulangan bahaya bagi pekerja antara lain:
a. Setiap karyawan bertugas sesuai dengan pedoman dan penuntun yang diberikan.
b. Setiap kecelakaan atau kejadian yang merugikan harus segera dilaporkan kepada
atasan.
c. Setiap peraturan dan ketentuan keselamatan dan kesehatan kerja harus dipatuhi
secermat mungkin.
d. Semua karyawan harus bersedia saling mengisi atau mengingatkan akan perbuatan
yang dapat menimbulkan bahaya.
e. Peralatan dan per lengkapan keselamatan dan kesehatan kerja dipakai (digunakan)
bila perlu.

Untuk mencegah terjadinya kecelakaan pada pabrik, ada beberapa hal penting yang
dapat dilakukan untuk mencegah kecelakaan diantaranya:
1. Penggunaan Alat Pelindung Diri (APD)
Alat Pelindung Diri (APD) merupakan suatu keharusan bagi para pekerja yang
mempunyai resiko yang dapat menyebabkan kecelakaan kerja maupun penyakit akibat kerja.
APD secara definisi dapat diartikan alat bantu perlindungan diri untuk mengurangi dan
mencegah resiko dan bahaya yang ditimbulkan saat melakukan pekerjaan. alat-alat
pelindung diri adalah :
Alat Pelindung Kepala (Helmet)
Alat Pelindung Mata (Eye Guard)
Alat Pelindung Telinga (Ear Plud Dan Ear Muff)
Alat Pelindung Pernapasan (Respirator)
Alat Pelindung Tangan ( Sarung Tangan )
Alat Pelindung Kaki ( Safety Shoes )
Pakaian Pelindung
Tali Dan Sabuk Pengaman

Pra-Rancangan Pabrik Triacetin dari Gliserol Kelompok XI/S. Ganjil/ 20017-2018


Made By Checked By Approved By
Suci Afrianti Sakinah Rhajani
Susilawati Rino Hasanatul Isra
Vivi Novriayani Yola Bertilsya Hendri
22

3.7 Aspek Perlindungan Lingkungan


Limbah merupakan hasil sampingan dari proses produksi suatu perusahaan. Jenis
limbah yang dihasilkan dari proses terdiri dari limbah padat, limbah cair dan gas. Ketiga
jenis limbah ini diolah dengan cara yang berbeda sebelum dibuang ke lingkungan. Salah satu
segi pengelolaan lingkungan adalah pengendalian pencemaran air yang salah satunya adalah
efek dari suatu kegiatan industri. Hal ini diatur dalam Undang-Undang No. 4 tahun 1982
yang memuat tentang ketentuan-ketentuan pokok pengelolaan lingkungan hidup, sedangkan
untuk pelaksanaan pengendalian pencemaran air dijelaskan dalam pasal 15 Peraturan
Pemerintah No. 20 tahun 1990.
Tujuan utama pengolahan air limbah ialah untuk mengurai kandungan bahan pencemar
di dalam air terutama senyawa organik, padatan tersuspensi, mikroba patogen, dan senyawa
organik yang tidak dapat diuraikan oleh mikroorganisme yang terdapat di alam.

Pra-Rancangan Pabrik Triacetin dari Gliserol Kelompok XI/S. Ganjil/ 20017-2018


Made By Checked By Approved By
Suci Afrianti Sakinah Rhajani
Susilawati Rino Hasanatul Isra
Vivi Novriayani Yola Bertilsya Hendri