Anda di halaman 1dari 14

11/14/2016

Materi Kuliah Sewerage


PERENCANAAN PIPA SEWER

Perencanaan Pipa Pelayanan

Penentuan Model Jaringan


Model jaringan disesuaikan dengan konfigurasi tata letak
rumah dan jalan lingkungan atau gang, Penentuan model
sangat tergantung dari bentuk kawasan pelayanan dan arah
aliran diupayakan ke kawasan yang lebih rendah karena
sifat aliran adalah gravitasi (hindari penggunaan Pompa).
Luas jaringan sangat tergantung dari kondisi topografi
makin landai topografi lahan makin sedikit luas pelayanan
dan begitu sebaliknya

1
11/14/2016

General Scheme of Sewerage

Yard sewer network Quarter sewer network

General Scheme of Sewerage

I, II and III - water sheds (subcatchments); 1 - subcatchments borders; 2 - collectors of second


order; 3 - collectors of first order (submains);; 4 - main (trunk) collector; 5 - sewer pipeline
(external trunk); 7 - pressure sewer pipeline; 8 - wastewater treatment plant (WTP); 9 - sewer
discharge
4

2
11/14/2016

Kinds of Sewerage Schemes (Patterns)

Desain Hidrolis Pipa


Aktivitas 1 :
Desain dari layout sistem pipa air limbah terutama dikerjakan
pada peta topografi atau pada hasil print out foto udara.
Ketinggian kawasan, kemungkinan titik-titik pengaliran, jaringan
pipa air limbah eksisting (jika ada), tahapan perkembangan kota
dan lain-lain.
Perlintasan pipa air limbah dan saluran air hujan direncanakan
pada lokasi dimana ketinggian pipa air limbah lebih rendah dari
pada dasar saluran air hujan.

3
11/14/2016

Aktivitas 2 :
Sesudah desain dari sistem lay out, pipa air limbah dibagi
dalam ruas-ruas. Setiap pertemuan dua atau lebih ruas-
ruas disebut titik perhitungan.
Panjang ruas sekitar 200 500 meter, tidak melebihi 500
meter, tergantung pada layout dari sistem dan kawasan
area pelayanan/cakupan.
Besar dari area cakupan ditentukan oleh setiap titik
perhitungan. Perbedaan dibuat antara pemukiman, industri,
campuran dan kampung. Ini menyebabkan perbedaan
jumlah limbah dari area ini

Aktivitas 3:
Dalam aktivitas 2 ukuran /besaran dari area cakupan telah
ditentukan untuk setiap titik perhitungan.
Dari sini jumlah rata-rata dari air limbah pada hari
maksimum dapat dihitung

Aktivitas 4 :
Debit rata-rata selama jam maksimum dari hari maksimum
dapat hitung dengan mengalikan jumlah yang diturunkan dalam
aktivitas 3 dengan faktor puncak.
Nilai dari faktor puncak tergantung pada jumlah air limbah yang
dialirkan.

4
11/14/2016

Aktivitas 5:
Dari peta kontur, kemiringan permukaan tanah sepanjang
jalur pipa air limbah telah ditentukan.
Kemiringan pipa air limbah diusahakan sama dengan
kemiringan permukaan tanah. Dalam permukaan daerah
yang datar, kemiringan pipa air limbah sesuai dengan
kebutuhan kemiringan minimal

Desain Elevasi Pipa

Prinsip dalam mendesain elevasi pipa adalah dimulai


dari pelayanan terjauh yang paling ujung.
Dimasukan elevasi awal kemudian dikontrol pada
titik berikutnya disetiap manhole dengan beda tinggi
akibat kemiringan dengan rumus = jarak ( L) x
kemiringan ( I) didapat beda tinggi setiap ruas yang
ditinjau .
Disetiap belokan manhole elevasi harus dikurangi
akibat kehilangan tinggi tekan dengan rumus V2 /2g.

5
11/14/2016

BAGAN ALIR PERENCANAAN DIMENSI PIPA

MULAI

INPUT DATA
TARGET
PELAYANAN (JIWA)

KONSUMSI TIDAK
CEK DATA
AIR BERSIH
FINAL
(ambil 120 l/kap/hari))

BEBAN BOD YA
(ambil 40 gr/kap/hari)
HITUNG DEBIT HITUNG TOTAL BOD
RATA-RATA (Qr) ( 40 gr X jumlah penduduk)
RATA-RATA (ambil 80% kumsusi air bersih
KEMIRINGAN
KAWASAN
HITUNG MUTU BOD
RENCANAKAN BENTUK
YANG AKAN DIOLAH
JARINGAN PIPA
BEDA TINGGI ( total BOD / total air limbah)
DAN BERI NO RUAS
ELEVASI PELAYANAN
TERTINGGI DENGAN
ELEVASI PENGOLAHAN
HITUNG DEBIT HARI HITUNG DEBIT
MAKSIMUM Qmd ( Qr X 1,25) INFILTRASI Qinf ( pakai grafik
PENGGUNAAN MINIMUM ( 0,2 X Qr) Atau ambil 10 % Qr)
JENIS PIPA DAN
KEDALAMAN
PEMASANGAN
(> 0,8 < 2 M) HITUNG DEBIT
HITUNG DEBIT DESAIN
PUNCAK Qp=(Qmd X 5 )
Qd ( Qmd +Qinf)
JIKA PELAYANAN
< 1500 jiwa ATAU < 225 M3/hari
KOEFISIEN FAKTOR PUNCAK
ADALAH 5 HITUNG DIMENSI PIPA (do)
DAN KEMIRINGAN
PEMASANGAN (I)

CEK KECEPATAN
TIDAK
MINIMAL

YA
TETAPKAN PENGGUNAAN
SELESAI DIMENSI PIPA TIAP
RUAS YANG DITINJAU

EL A hulu V2/2g

EL B Hulu
Manhole A
I
EL A Hilir Manhole B

A B

6
11/14/2016

TABEL C PERHITUNGAN PIPA AIR LIMBAH

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11
Titik Panjang Area Debit Sambungan Debit Total Faktor Peak Debit Sloope Diameter Kecepatan
Perhitungan Ruas Pelayanan q Ruas Terhubung (Eq) P Peak, Q Rata-rata Ruas Pipa
(Ha) (L/det) (L/det) (L/s) ruas pipa (mm) (m/det)

Persamaan yang sering digunakan dalam


pipa sewer

Darcy-Weisbach

L v2
h fD
D 2g

Chezy

v C RS

7
11/14/2016

Hazen-William (untuk aliran bertekanan, dalam


pemompaan AB)

v 0,01093CHW R0,63S 0,54

Q 0,2785CHW D2,63S 0,54

Manning/Strickler
- Strickler:

v kStr R2 / 3S 1 / 2
- Manning:

v (1 / n) R 2 / 3 S 1 / 2

8
11/14/2016

Prandtl-Colebrook (Colebrook-White)

2,51 k / D
v 2 log
D 2 gDS 3,71
2 gDS

Tipe Saluran Sewer

9
11/14/2016

Umumnya, saluran yang digunakan saat ini dalam bentuk


circular.

Apabila digunakan saluran berbentuk circular, maka Pers.


Manning (pada kondisi saluran penuh) akan menjadi:

R = (0.25.D2)/( D) = 0.25D, sehingga

v = 0.397 . n-1 . D2/3 . S1/2, dan

Q = v . A = 0.397 . n-1 . D2/3 . S1/2 . 0.25 D2 .

= 0.3115 . n-1 . D8/3 . S1/2

Pada kondisi tidak penuh, dimana d (tinggi aliran)


< atau > 0.5, maka kondisi perhitungan menjadi:

10
11/14/2016

Sehingga perbandingan antara saluran dalam kondisi tidak penuh dan


penuh menjadi:

1 1
= 1 1 2

1
= 1

1

=

2/3

=

Dalam perhitungan sistem perpipaan air buangan, maka


bagian yang penting adalah memperhitungkan dimensi
(diameter) saluran dan mengecek slope/kemiringan
saluran.
Untuk saluran yang mengalir penuh atau setengah penuh
tidak terdapat banyak kesulitan untuk menentukan
dimensi pipa, tetapi untuk saluran dengan ketinggian
renang <0.5D atau >0.5D memerlukan analisa yang
agak panjang.
Tinggi renang saluran air buangan umumnya diambil
0.2D 0.8D
Untuk mempermudah perhitungan dapat dilakukan
dengan menggunakan bantuan grafik elemen hidrolis
untuk saluran sirkular

11
11/14/2016

Grafik ini terdiri dari tiga bagian: rasio d/D, nilai elemen
hidrolis (v/vf, Q/Qf, A/Af, R/Rf), dan garis yang
menunjukkan hubungan di antara keduanya
Pada perencanaan saluran, hal yang diketahui terlebih
dahulu adalah: debit puncak dan angka kekasaran Manning
untuk jenis pipa tertentu.
Dua data yang diasumsikan adalah tinggi renang (d/D) dan
Slope. Asumsi slope awal berdasar pada kemiringan medan
di lapangan, sedangkan tinggi renang diambil dari kriteria
desain.

12
11/14/2016

Contoh :
Sebuah saluran dengan debit 0.2 m3/det dan faktor puncak 2,
direncanakan mempunyai rasio d/D: 0.6. Slope medan 0.0002 dan angka
kekasaran Manning 0.015. Berapakah diameter pipa yang digunakan?

Penyelesaian:
Debit puncak: 0.2 m3/det x 2 = 0.4 m3/det,
Rasio d/D = 0.6, dengan grafik didapatkan rasio Q/Qfull = 0.69,
Qfull = Qpeak/0.69 = 0.4/0.69 = 0.58 m3/det

Dengan perumusan Manning:


Qfull = 0.3115 . n-1 . D8/3 . S0.5
0.58 = 0.3115 . (0.015)-1 . D8/3 . (0.0002)0.5, didapatkan
D = 1.29 m, digunakan pipa 1.2 m

13
11/14/2016

Cek kecepatan :
Qfull = 0.3115 . (0.015)-1 . (1.2)8/3 . (0.0002)0.5 = 0.48 m3/det
Qpeak/Qfull = 0.4/0.48 = 0.83

Dengan grafik, d/D = 0.69 ----> v/vfull = 1.13

vfull = Qfull/(0.25 d2) = 0.48/(0.25 1.22) = 0.42 m/det


vpeak = 1.13 x 0.42 m/det = 0.47 m/det

14