Anda di halaman 1dari 7

LABORATORIUM SISTEM TRANSMISI

NO. PERCOBAAN : 04
JUDUL PERCOBAAN : PEREDAMAN SALURAN 3.4 KM DENGAN PUPIN, DENGAN
DAN TANPA SUB-DIVISI

Disusun oleh :
SHANIA ELSA HANIFAH

KELAS / GROUP : TEKNIK TELEKOMUNIKASI 5A / 05


NAMA PRAKTIKAN : RIDHWAN KHAIRULLAH N. (1315030075)
NAMA KELOMPOK : 1. ERNI KARUNIA DWIYANTI (1315030039)
: 2. ISMALIA RAHAYU (1315030102)
: 3. SANDY SALOMO SIMATUPANG (1315030114)
: 4. SHANIA ELSA HANIFAH (1315030079)
TANGGAL PERCOBAAN : 5 SEPTEMBER & 12 SEPTEMBER 2017
TGL. PENYERAHAN LAP. : 19 SEPTEMBER 2017
NILAI :
DOSEN : YENNIWARTI RAFSYAM SST. MT

JURUSAN TEKNIK ELEKTRO


PROGRAM STUDI TEKNIK TELEKOMUNIKASI
POLITEKNIK NEGERI JAKARTA
2017

1
PEREDAMAN SUATU SALURAN 3,4 KM DENGAN PUPIN, DENGAN DAN TANPA
SUB DIVISI

1. TUJUAN PERCOBAAN

1. Mengukur distribusi peredaman, sepanjang saluran dua kawat simetris.


2. Mengukur tegangan masukan dan keluaran dari suatu saluran bila ujungnya terbuka dan
bila terterminasi.
3. Menentukan peredaman sebagai suatu fungsi frekuensi, dari nilai-nilai tegangan masukan
dan keluaran yang terukur dan menggambarkannya dalam sebuah grafik.
4. Mengevaluasi respon transfer dari saluran yang panjang dan merealisasi suatu simulasi
saluran pembicaraan telepon antara dua lokasi, termasuk hubungan ke masing-masing
subscriber (dalam hal ini langganan).
5. Mengenal dan mengevaluasi pengaruh dari saluran transmisi tanpa pupin, dengan sub- divisi
yang menggunakan kawat dengan diameter kecil, pada respon transfer sepanjang saluran
dengan pupin

2. DIAGRAM RANGKAIAN

Gambar 1

2
Gambar 2

3. ALAT ALAT YANG DIGUNAKAN


- 1 model saluran transmisi sepanjang 0.2 km (0.4 mm x seksi )
- 2 model saluran transmisi sepanjang 0.85 km (0.9 mm x seksi )
- 1 model saluran transmisi sepanjang 1.7 km (0.9 mm x seksi )
- I koil pupin 80 mH
- 2 buah resistor 200 ohm
- 1 buah resistor 600 ohm
- 1 panel lintasan universal
- 1 catu daya
- 1 buah function generator 0.2 Hz-200 KHz, 20 Vpp
- 1 buah osiloskop dual trace dengan masukan differensial
- 1 buah multimeter
- 2 probe tes, 10:1/1:1 yang dapat di switch
- 2 probe adapter
- 1 set kabel penghubung dan plug

3
4. PENDAHULUAN

Bila informasi dikirimkan sepanjang saluran transmisi melalui jarak yang telah ditentukan,
peredaman (yakni rugi-rugi energi listrik) harus tidak melebihi nilai-nilai yang telah di definisikan.

Sebagaimana digambarkan pada rangkaian ekuvalen dibawah ini, saluran dapat di


representasikan dan induktansi, yang dihubungkan seri serta sejumlah kapasitansi yang sangat
kecil dan konduktansi yang dihubungkan secara parallel.

Gambar 3

Resistansi R dari saluran tergantung pada diameter saluran dan bahan yang digunakan
dalam pembuatan kawat. Nilai R dituliskan dalam ohm/km.

Induktansi L, kapasitansi C dan konduktansi G semua tergantung pada jarak antar


saluran, diameter kawat, dan bahan isolasi yang digunakan.
Induktansi dituliskan dalam mH/km kapasitansi dalam nF/km dan konduktansi dalam
S/km.

Sebagai contoh, nilai tipikal saluran dengan isolasi plastik, dan diameter 0,9 serta 0,4 mm
diberikan sebagai berikut :

0.9 mm 0.4 mm

R = 57.8 ohm/km R = 262 ohm/km


L = 0.7 mH/km L = 0.7 mH/km
C = 34 nF/km C = 40 nF/km

4
Konstanta peredaman , dihitung dari :

R + G

+ +
2

Karena konduktansi G sangat kecil resultan peredaman a dapat diabaikan.

Dengan pentyederhanaan tersebut, konstanta peredaman hamper sama dengan peredaman

resistansi, R :

Bila induktansi L dapat dinaikkan maka konstanta peredaman saluran akan


menjadi

lebih kecil.

Dalam praktek, kenaikkan induktansi dapat dilakukan dengan memasang koil pupin
pada interval panjang saluran yang telah ditentukan.

Gambar 4

5
5. PROSEDUR MELAKUKAN PERCOBAAN

5.1 Buat rangkaian seperti yang ditunjukan Gambar 1. Ukur tegangan Ug dengan
mV meter atau dB meter dan usahakan agar tetap konstan selama percobaan
pada Ug =4 Vpp = 1.42 Vrms = 5.25 dBm. Ukur tegangan keluaran dari saluran
pada osiloskop, mengatur pada masukan differensial
Yakinkan, bahwa kedua kanal Y berada pada defleksi yang sama. Pasangkan
probe test 10:1 dengan hati-hati.
Lengkapi tabel pengukuran-pengukuran pada lembar kerja 1 dengan
menggunakan frekuensi yang ada
Dari nilai-nilai tegangan keluaran saluran yang terukur pada osiloskop dan
tegangan masukan konstan, hitung peredaman :


= 20 log []

Masukan nilai-nilai hasil perhitungan pada grafik, dalam lembar kerja 3.


5.2 Buat rangkaian seperti yang ditunjukan Gambar 2.
Tentukan peredaman seperti dalam poin 1, gunakan Tabel 2 pada lembar kerja 2.
Masukan nilai-nilai hasil perhitungan peredaman pada grafik yang sama pada
lembar kerja 3.
5 . 3 Apa yang dapat saudara simpulkan dari saluran dengan sub-divisi?
5 . 4 Dalam rentang frekuensi berapakah saluran transmisi ter-terminasi mempunyai
respon peredaman yang masih dapat diterima?
5 . 5 Cara apa yang dapat diambil untuk mengurangi peredaman dalam pita transmisi ?