Anda di halaman 1dari 6

Borang Portofolio Kasus Medikolegal

Nama Peserta: dr. Ella Shelvia


Nama Wahana: Rumah Sakit Umum Daerah Raden Achmad Basoeni Mojokerto
Topik: Aspek Kasus Medikolegal
Tanggal (kasus): 20 september 2016 No. RM: 091335
Nama Pasien: Sdr.IZ Nama Pendamping:
Tanggal Presentasi: - dr. Rizka Lina Manfaati, dr. Eko Yunita
Tempat Presentasi: -
Obyektif Presentasi:

Keilmuan Keterampilan Penyegaran Tinjauan Pustaka

Diagnostik Manajemen Masalah Istimewa

Neonatus Bayi Anak Remaja Dewasa Lansia Bumil

Deskripsi: Laki-laki 32 tahun, memar dibadan dan wajahnya

Tujuan: Aspek kasus medikolegal

Bahan bahasan: Tinjauan Pustaka Riset Kasus Audit

1
Cara membahas: Diskusi Presentasi dan diskusi Email Pos

Data pasien: Nama: Sdr. IZ Usia: 32 tahun Nomor Registrasi: 091335

Nama klinik: Instalasi Gawat Darurat RSUD Raden Achmad Basoeni


Terdaftar sejak: 20 september 2016
Mojokerto
Data utama untuk bahan diskusi:
1. Diagnosis/Gambaran Klinis: laki-laki usia 32 tahun datang ke igd datang ke Rumah Sakit untuk memeriksa kesehatannya terkait
memar yang ada di wajah dan badannya. Pasien mengaku sebagai korban kekerasan oleh temannya dengan membawa surat dari
kepolisian untuk memeriksa semua bagain yang terkena pukulan. Menurut keterangan korban luka-luka yang ada disebabkan oleh
penganiayaan yang terjadi pada dirinya pada 1 hari sebelum dia ke rumah sakit. Korban dipukul oleh temannya dengan benda tumpul
pada bagian wajah dan juga lengan. Sebelum hal ini terjadi, sempat ada pertengkaran antara korban dengan temanya. Kemudian tiba - tiba
memukul wajah, dan juga lengan korban.

2. Riwayat Pengobatan: -
3. Riwayat Kesehatan/Penyakit: Pasien tidak pernah seperti ini

4. Riwayat Keluarga: -
5. Riwayat Pekerjaan: Pasien bekerja sebagai wiraswasta
6. Riwayat Lingkungan Sosial dan Fisik : Pasien berasal dari keluarga dengan kesan sosial, ekonomi dan lingkungan
menengah ke bawah. Pasien bekerja sebagai wiraswasta

7. Riwayat alergi : disangkal


8. Lain-lain : pasien merokok maupun minum alkohol
Diagnosa kerja : Hematome regio facialis + brachium dextra e.c. trauma benda tumpul

2
Daftar Pustaka:

Ilmu Kedokteran Forensik FKUH


Hasil Pembelajaran:
1. Membuat deskripsi luka

2. Memberikan pertolongan pertama pada luka


3. 1.
Membuat kesimpulan hasil pemeriksaan dalam bentuk visum et repertum.

3
Rangkuman hasil pembelajaran portofolio:
1. Subjektif:

laki-laki usia 32 tahun datang ke igd datang ke Rumah Sakit untuk memeriksa kesehatannya terkait memar yang ada di
wajah dan badannya. Pasien mengaku sebagai korban kekerasan oleh temannya dengan membawa surat dari kepolisian untuk memeriksa
semua bagain yang terkena pukulan. Menurut keterangan korban luka-luka yang ada disebabkan oleh penganiayaan yang terjadi pada
dirinya pada 1 hari sebelum dia ke rumah sakit. Korban dipukul oleh temannya dengan benda tumpul pada bagian wajah dan juga lengan.
Sebelum hal ini terjadi, sempat ada pertengkaran antara korban dengan temannya. Kemudian tiba - tiba memukul wajah, dan juga lengan
korban. Riwayat kejadian seperti ini sebelumnya tidak pernah terjadi.
2. Objektif
Pemeriksaan Fisik
Status Internus
T = 120/70 mmHg, N = 84 x/menit, P = 18 x/menit, S = 36,90C
Inspeksi:
- Kepala : Tampak sebuah luka memas pada pipi bagian kiri. Luka berwarna merah keunguan, berukuran diameter satu
koma lima sentimeter dengan jarak dua koma lima sentimeter dari garis khayal yang menghubungkan kedua mata dan jarak lima
sentimeter dari garis tengah wajah.
- Leher : dalam batas normal
- Thorax : dalam batas normal
- Jantung : dalam batas normal
- Abdomen : dalam batas normal
- Ekstremitas : Tampak dua buah luka memar pada lengan kanan atas bagian luar. Luka pertama berwarna merah keunguan,
berukuran diameter dua sentimeter, dengan jarak dua sentimeter dari garis tengah depan lengan kanan dan lima belas sentimeter
dari siku kanan. Luka kedua berwarna merah keunguan, berukuran diameter dua sentimeter, berjarak satu sentimeter dari garis
tengah depan lengan kanan dan sepuluh sentimeter dari siku kanan.
- Genitalia : tidak dilakukan pemeriksaan
Pemeriksaan fisis neurologis dalam batas normal.
4
3. Assessment:
Kekerasan yang menyebabkan luka dapat dibagi menjadi tiga golongan yaitu :

1) Luka karena kekerasan mekanik (benda tajam, tumpul dan senjata api)
2) Luka karena kekerasan fisik (luka karena arus listrik, petir, suhu tinggi dan suhu rendah)
3) Luka karena kekerasan kimiawi (asam organik & anorganik, kaustik alkali dan logam berat)
Kekerasan Benda Tumpul
Benda-benda yang dapat mengakibatkan luka dengan sifat luka seperti ini adalah benda yang memiliki permukaan tumpul. Luka yang
terjadi dapat berupa luka memar (kontusio, hematom), luka lecet (ekskoriasi, abrasi) dan luka retak, robek atau koyak (vulnus laceratum).
Luka Memar (Kontusio/Hematom)

Memar adalah cedera yang disebabkan benturan dengan benda tumpul yang mengakibatkan pembengkakan pada bagian tubuh tertentu
karena keluarnya darah dari kapiler yang rusak ke jaringan sekitarnya, yang terjadi sewaktu orang masih hidup. Pada luka memar biasanya
permukaan kulit utuh, yang mengalami kerusakan adalah jaringan di bawah kulit. Benturan dengan benda tumpul ini termasuk pukulan
dengan tangan, jatuh pada permukaan yang datar, cedera akibat senjata tumpul.
Letak, bentuk dan luas luka memar dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti besarnya kekerasan, jenis benda penyebab (karet, kayu,
besi), kondisi dan jenis jaringan (jaringan ikat longgar, jaringan lemak), usia, jenis kelamin, corak dan warna kulit, kerapuhan pembuluh
darah, penyakit (hipertensi, penyakit kardiovaskuler, diatesis hemoragik). Bila kekerasan benda tumpul yang mengakibatkan luka memar
terjadi pada daerah dimana jaringan ikat longgar, seperti di daerah mata, leher, atau pada orang lanjut usia dan pada bayi, maka luka memar
yang tampak seringkali tidak sebanding dengan kekerasan, dalam arti memar lebih mudah terjadi dan seringkali lebih luas dan adanya
jaringan longgar tersebut memungkinkan berpindahnya memar ke daerah yang lebih rendah karena pengaruh gravitasi (brill hematoma).
Seorang dengan kekurangan vitamin K atau seorang penderita hemofilia, persentuhan yang ringan dengan benda tumpul dapat
menyebabkan luka memar yang luas.
Salah satu bentuk luka memar yang dapat memberikan informasi mengenai bentuk dari benda tumpul adalah apa yang dikenal dengan
marginal hemorrhages, misalnya bila tubuh korban terlindas ban kendaraan, dimana pada tempat dimana terdapat tekanan justru tidak
menunjukkan kelainan. Perdarahan akan menepi sehingga terbentuk perdarahan tepi yang bentuknya sesuai dengan bentuk celah antara
kedua kembang ban yang berdekatan. Hal yang sama misalnya bila seseorang dipukul dengan rotan atau benda yang sejenis, maka akan
tampak memar yang memanjang dan sejajar yang membatasi daerah yang tidak menunjukkan kelainan. Daerah antara kedua memar yang
5
sejajar dapat menggambarkan ukuran lebar dari alat pemukul yang mengenai tubuh korban. Hematom antemortem yang timbul beberapa
saat sebelum kematian biasanya akan menunjukkan pembengkakan dan infiltrasi darah dalam jaringan sehingga dapat dibedakan dari
lebam mayat dengan cara melakukan penyayatan kulit. Pada lebam mayat (hipostasis pascamati) darah akan mengalir keluar dari pembuluh
darah yang tersayat sehingga bila dialiri air, penampang sayatan akan tampak bersih, sedangkan pada hematom penampang sayatan tetap
berwarna merah kehitaman. Pada pembusukan juga terjadi ekstravasasi darah yang dapat mengacaukan pemeriksaan ini. Selain itu,untuk
membedakan luka memar dengan lebam mayat dapat dilihat dari lokasinya pada tubuh korban, di mana lebam mayat letaknya pada bagian
tubuh yang terendah.

4. Plan
Diagnosis
Hematom regio facialis + brachium dextra e.c. trauma benda tumpul

Penatalaksanaan
Asam mefenamat 3x500 mg
Kompres dingin untuk membantu mengurangi edem dan nyeri

Konsultasi:

Tidak diperlukan konsultasi dengan spesialis terkait.

Rujukan:
Pada kasus ini, rujukan tidak perlu dilakukan.