Anda di halaman 1dari 7

PENGURUS DAERAH

HIMPUNAN PERAWAT KAMAR BEDAH INDONESIA (HIPKABI)


DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA
Sekretariat : Kamar Bedah Rs Pku Muhammadiyah Gamping Sleman
Jl Wates Km. 5,5 Gamping Sleman Yogyakarta Telp. 08562554580/08156859459
Website : www.hipkabijogja.org email : hipkabijogja@gmail.com / hipkabijogja@yahoo.com

LAPORAN RS : UGM Kelamin : P Nomor :


PENGHITUNGAN Nama : Ny. K Umur : 58 Tgl/bln/th : 23-08-2017
INSTRUMEN & Kelas/jaminan : I/BPJS OR. No : 08-48-14 Op. Ke : 1 (satu)
LAPORAN Praktekan : Ficktor R.P.S Trainer : Istiyani Operator : dr.Adam
OPERASI Sp.Ot
Tindakan operasi : Orif (TLC Plate) Peran praktikan : Instrumen Mandiri
Diagnosa medis : CF. Tibia Comunitive Sinistra

A. Persiapan Operasi
1) Linen set
Jenis linen set Jumlah
Doe
k besar
Doe
2
k sedang
3
Jas
4
operasi
4
Han
2
duk
Doe
k meja mayo

2) Set instrumen
JUMLAH
No INSTRUMEN DAN SPONGE +
Pra Int Post
an
1 Sponge holding forceps 1 1 - 1
2 Kidney tray (bengkok) 1 1 - 1
3 Bowl (kom) 2 2 - 2
4 Scalpel Handle no.3 1 1 - 1
5 Dressing forceps (doek klem) 5 5 - 5
6 Dissecting forceps (pinset anatomis) 1 1 - 1
7 Tissue forceps (pinset cirugie) 1 1 - 1
8 Ligature Scissors (gunting benang) 1 1 - 1
9 Metzenbaum scissors (gunting jaringan) 1 1 - 1
10 Hemoestatic forceps (klam arteri) 4 4 - 4
12 Retractor Langen Beck 2 2 - 2
13 kocher forceps 1 1 - 1
14 Raspatorium 1 1 - 1
15 Bone Reduction forceps with point (painted) 1 1 - 1
16 Bone serrated jaws forceps with spin lock 1 1 - 1
17 Bone curet (Curetase) 1 1 - 1
18 Hoohman retractor 2 2 - 2
19 Tapper cortical no 4,5 1 1 - 1
20 Tapper cancelous 1 1 - 1
21 Sleave 1 1 - 1
22 Depht gauge (penduga) 1 1 - 1
23 Drill + chuck 1 1 - 1
24 Screw driver 1 1 - 1
25 Screw cotical uk 4,5 mm no 26 3 3 3
26 Screw concelous uk 4,5 mm no 45 dan 50 1/2 1/2 1/2
27 Mata bor no 3,2 2 2 - 2
28 Nible 1 1 - 1
29 Lateral tibia Plate APN 6 holk 1 1 - 1
30 ESU 1 1 - 1
31 Needle holder 1 1 - 1
32 Bisturi No.10 1 1 - 1
33 Tube suction 1 1 - 1
34 Canula suction 1 1 - 1
35 Surgical gloves steril 4 4 - 4
36 Kassa 40 40 - 40
37 Elastis perban 1 1 - 1
38 Bender plate 1 1 - 1
39 Benang absorbsable plain gut 2.0 1 1 - 1
40 Benang absorbsable Cromic 0 1 1 - 1
41 Benang non absorbsable Silk 2.0 1 1 - 1
42 Framycetin sulphate (sofra-tulle) 1 1 - 1
43 Underpad steril 1 1 - 1
44 Hepavix 3 x 5 cm 1 1 - 1
45 NGT no. 16 1 1 - 1
46 Povidon iodin10% 1 1 - 1
47 Alcohol 70%
48 Cairan Nacl
49 Template 1
50 Selang Chateter no 18 1
51 Urine Bag 2
52 Spoit 10 cc 1
53 Agudes 1

3) Persiapan penunjang kamar operasi


Jenis alat Fungsi
Lampu Menyala
Mesin suction
Berfungsi normal
Meja operasi
Mesin ESU Berfungsi normal
AC Menyala
Mesin suhu dan kelembaban ruangan
Humidifier Menyala
Meja Mayo Berfungsi normal
Tiang Infus
Berfungsi normal
O2

B. Prosedur pembedahan appendiktomi


1) Perawa tsirkuler melakukan serah terima pasien dengan
perawat bangsal (konfirmasi identitas pasien, prosedur operasi, marking site, inform
consent tindakan bedah dan anastesi, alergi dan Riwayat Penyakit)
2) Perawat sirkuler melakukan sign in
Suda
No Tindakan h Belum
1 Pasien telah dikonfirmasikan
- Identitas pasien dan gelang pasien sudah
sesuai
- Lokasioperasi

- Prosedur
- Surat ijin operasi
2 Lokasi operasi sudah diberikan tanda
3 Mesin dan obat-obat anastesi sudah di cek
lengkap dan siap pakai
4 Pulse oximeter sudah terpasang dan
berfungsi
Ya Tidak
5 Apakah pasien mempunyai riwayat alergi
6 Kesulitan bernafas atau resiko aspirasi atau
menggunakan alat bantu pernfasan
7 Risiko kehilangan darah > 500 ml ( 7mg/kg
BB pada anak), Bila YA, direncankan akses
dan pemberian cairan intravena.
3) Mengantar pasien masuk kamar operasi dan baringkan
di meja operasi,yang sudah terpasang underpad non steril.
4) Setelah pasien dilakukan anastesi spinal, posisikan
pasien pada posisi supine. Perawat sirkuler memasang chateter urine no 16
sambung ke urine bag, dan serta pasang negative plate di bagian ektremitas bawah
(Muskulus Gastrocnemius.
5) Perawat instrumen melakukan tekhnik scrubbing,
gowning, gloving.
6) Perawat instrument mempersiapkan alat instrument dan
BMHP yang akan digunakan diatas meja mayo.
7) Perawat sirkuler mencuci daerah yang akan di insisi
dengan chlorehexidine 4%, selanjutnya perawat instrument melakukan tekhnik
aseptic dan antiseptic dengan menggunakan alcohol 70% dan povidon iodine 10%
pada daerah yang akan dilakukan insisi secara melingkar sekitar 20 cm dari daerah
insisi, dilakukan masing-masing sebanyak 3 kali.
8) Perawat instrument dan asisten melakukan tekhnik
Draping daerah medan operasi dengan memasang doek besar dan sedang dan jepit
menggunakan Doek klam dan pasang doek lubang, sehingga daerah yang akan di
insisi terlihat. Pasang monopolar cauter (ESU Monopolar) dan suction.
9) Perawat sirkuler melakukan time out:
No Tindakan Sudah Belum
1 Seluruh anggota tim memperkenalkan nama dan
perannya
2 Dokter bedah, dokter anestesi dan perawat
melakukan konfirmasi seacara verbal
- Nama pasien
- Prosedur

- Lokasi dimana insisi akan dibuat

3 Apakah antibiotik profilaksis sudah diberikan
- Nama antibiotk yang diberikan? Ceftriaxone
- Dosis antibiotic yang diberikan? 1 gram
4 Antisipasi kejadian kritis :
a. Review dokter bedah :
- langkah apa yang akan diakukan bila
Stop Operasi,
kondisi kritis atau kejadian yang tidak
Lapor anesthesia
diharapkan?
- lama operasi?
- antisipasikehilangandarah? 45 menit
i.
b. Review tim anastesia :
- Apakah ada hal khusus yang
Tidak ada
perlu di perhatikan pada pasien?
- Langkah apa yang dilakukan bila
Resusitasi
ada kondisi kritis atau kejadian tidak
diharapkan?
c. Review tim perawat :
- Apakah peralatan sudah steril?
Steril
- Adakah alat-alat yang perlu diperhatikan
Sudah tidak ada
khusus atau dalam masalah?
dalam masalah

10) Sebelum mulai anjurkan operator bedah untuk


memimpin doa, semoga operasi berjalan lancer.
11) Berikan tissue forceps (pinset sirurgies) terlebih dahulu
kepada operator untuk dilakukan pengecekan efek anastesi di bagian kulit,
slanjutnya berikan mess no.10 beserta Handle Messnya kepada operator untuk
dilakukan insisi pada kulit di daerah fraktur memanjang dari atas kebawah dan
berikan Klam Arteri, Kasa sterl dan Pen Cauter pada asisten untuk Kontrol bliding.
12) Selanjutnya berikan cauter ( Lina pan ) pada
operator untuk melanjutkan insisi di bagian subkutis berikan langen back pada
asisten untuk memperluas medan operasi, dan operator melanjut insisi lagi sampai
ke tulang yang fraktur, asisten tetap kontrol bliding.
13) Berikan respatorium pada operator untuk
memisahkan /diseksi jaringan periosteum yang melekat pada tulang tulang.
14) Berikan hoohman retraktor (kobra) pada operator
untuk mengantik hak langen back untuk memperluas medan oparasi.
15) Menyatukan ke-2 ujung tulang yang patah
dengan bone klem (sereated)
16) Jaringan yang menempel pada fraktur dibuang
dengan bone curret dan pean
17) Memasang reduction ditengah-tengah ujung
tulang yang patah
18) Berikan template pada operator untuk
menyesuaikan lekukan tulang yang akan dipasang.
19) Berikan lateral tibia plate APN 6 Holk pada
operator dan berikan bender untuk membengkokkan plate sesuai dengan tamplate
tadi.
20) Setelah plate di anggap sesuai dengan lekukan
tulang yang fraktur, plate di pasang di tulang yang fracture dan berikan bor dengan
mata bor 3,2 pada operator untuk member tulang.
21) Setelah dibor, berikan deep gauge (penduga)
pada operator untuk menentukan ukuran screw, selanjutnya berikan tapper cotical
untuk membuat alur screw padatulang yang jauh dari persendian dan tepper
concelous di berikan pada tulang yang dekat pada persendian.
22) Operator akan membor mulai dari atas ke bawah
sambil memasang screw sesuai ukuran.
23) Setelah screw terpasang semua bersihkan area
opersi dengan povidion iodine 10% dan Cairan Nacl.
24) Memasang drain dengan menggunakan selang
NGT No.18 dijahit menggunakan benang non absorbsable side no 1 cutting.
25) Perawat sirkuler melakukan Sign out :
No SIGN OUT Sudah Belum
1. Perawat melakukan konfirmasi secara verbal pada tim:

a. Prosedur bedah telah di catat, -


b. Perlatan, kasa, dan jarum telah dihitung
-
dengan benar.
Item Pra Intra +an Pasca
Instrumen 24 24 - 24
Kasa 50 50 - 50
Jarum 3 3 - 3
c. Spesimen telah diberikan label (termasuk nama
-
pasien dan asal jaringan specimen)
d. Adakah masalah dengan peralatan selama operasi -
2, Operator dokter bedah, dokter anastesi, perawat mereview

masala hutama apa yang harus di perhatikan untuk -

penyembuhan dan managemen pasien selanjutnya.

26) Berikan benang absorbsable vicryl no 1 tapper


beserta needle holdernya pada operator untuk menjahit fasia dan subkutis.
27) Berikan benang absorbsable monocryl 3/0
cutting beserta needle holdernya pada operator untuk menjahit kulit.
28) Membersihkan luka insisi operasi dengan NACL
dan lap kering dengan kasa kering dan tutup luka dengan steri-strip dan kasa serta
hifafix
29) Setelah di tutup perawat sikuler Memasang
sofban (elastis bandage).
30) Perawat sirkuler dan perawat anesthesia
memindah kan pasien ke berangkar dan antar pasien ke ruangan pemuluhan.
31) Perawat instrument membersihkan alat dan
membuang benda tajam pada box yang sudah disiapkan.
32) Operasi selesai

Visite

( )