Anda di halaman 1dari 7

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Dalam ilmu ekonomi, faktor produksi adalah sumber daya yang digunakan
dalam sebuah proses produksi barang dan jasa. Pada awalnya, faktor produksi
dibagi menjadi empat kelompok, yaitu tenaga kerja, modal, sumber daya alam,
dan kewirausahaan. Namun pada perkembangannya, faktor sumber daya alam
diperluas cakupannya menjadi seluruh benda tangible, baik langsung dari alam
maupun tidak, yang digunakan oleh perusahaan, yang kemudian disebut sebagai
faktor fisik (physical resources). Selain itu, beberapa ahli juga menganggap
sumber daya informasi sebagai sebuah faktor produksi mengingat semakin
pentingnya peran informasi di era globalisasi ini. Secara total, saat ini ada lima hal
yang dianggap sebagai faktor produksi, yaitu tenaga kerja (labor), modal (capital),
sumber daya fisik (physical resources), kewirausahaan (entrepreneurship), dan
sumber daya informasi (information resources) (Gazali, 2013).
Dalam melakukan usaha pertanian, seorang pengusaha atau seorang petani
akan selalu berpikir bagaimana ia mengalokasikan input-input seefisien mungkin
untuk dapat memperoleh produksi yang maksimal. Cara pemikiran yang demikian
adalah wajar mengingat petani melakukan konsep bagaimana memaksimumkan
keuntungan (Gazali, 2013).
Dalam ilmu ekonomi cara berpikir demikian sering disebut dengan
pendekatan memaksimumkan keuntungan atau profit maximization Suatu
tindakan yang dapat dilakukan adalah bagaimana memperoleh keuntungan yang
lebih besar dengan menekan biaya produksi sekecil-kecilnya. Pendekatan seperti
ini dikenal dengan istilah meminimumkan biaya atau cost minimization. Hal ini
yang melatar belakangi dibuatnya makalah ini.
B. Rumusan Masalah
1. Apa yang dimaksud input-input
2. Bagaimana hubungan antara input-input
C. Tujuan Penulisan
1. Menegtahui Apa yang dimaksud input-input
2. Mengetahui bagaimana antara hubungan input-input

1
BAB II
PEMBAHASAN

A. Pengertian Input-Input
Menurut Joesron dan Fathorrozi (2003) produksi merupakan hasil akhir
dalam proses atau aktivitas ekonomi dengan memanfaatkan beberapa
masukan/input. Pengertian ini dapat dipahami bahwa kegiatan produksi adalah
mengkombinasikan berbagai input atau masukan untuk menghasilkan output.
Dalam kaitannya dengan pertanian, produksi merupakan esensi dari suatu
perekonomian. Untuk berproduksi diperlukan sejumlah input, dimana umumnya
input yang diperlukan pada sektor pertanian adalah adanya kapital, tenaga kerja
dan teknologi. Produksi merupakan konsep arus (flow concept), maksudnya
adalah produksi merupakan kegiatan yang diukur sebagai tingkat-tingkat output
per unit periode/waktu. Sedangkan outputnya sendiri senantiasa diasumsikan
konstan kualitasnya (Miller, et all.2000). Dalam istilah ekonomi faktor produksi
kadang disebut dengan input dimana macam input atau faktor produksi ini perlu
diketahui oleh produsen.
Input merupakan hal yang mutlak, karena proses produksi untuk
menghasilkan produk tertentu dibutuhkan sejumlah faktor produksi tertentu.
Misalnya untuk menghasilkan biji cabai dibutuhkan lahan, tenaga kerja, tanaman,
pupuk, pestisida, tanaman pelindung dan umur tanaman.
Hubungan antara input-input yaitu, variasi output yang dapat diperoleh
dengan menggunakan sejumlah input tertentu (dijelaskan dalam konsep kurva
kemungkinan produksi dan isorevenue).
Menurut Beattie dan Taylor (1996), terdapat tiga tipe produksi atas input
atau faktor produksi yaitu :
1. Increasing returns to scales yaitu apabila tiap unit tambahan input
menghasilkan tambahan output yang lebih banyak daripada unit input
sebelumnya.
2. Constant returns to scales, apabila unit tambahan input
menghasilkantambahan output yang sama dari unit sebelumnya.
3. Decreasing returns to scales, apabila tiap unit tambahan input menghasilkan
tambahan output yang lebih sedikit daripada unit input sebelumnya.

2
3
B. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Input-Input
Faktor-faktor yang mempengaruhi produksi disebut dengan input
dibedakan menjadi 2 kelompok (Soekartawi, 1990) anatar lain:
a. Faktor biologi, seperti lahan pertanian dengan macam dan tingkat
kesuburannya, bibit, varietas, pupuk, obat-obatan, gulma.
b. Faktor-faktor sosial ekonomi, seperti biaya produksi, harga, tenaga kerja,
tingkat pendidikan, tingkat pendapatan, resiko, dan ketidakpastian,
kelembagaan, tersedianya kredit dan sebagainya.
C. Substitusi antar Input
1. Interaksi fisik antar input
Interaksi fisik antar input dapat dilihat dari kemampuan substitusinya. Misal 3 ton
padi dapat diproduksi dengan kombinasi 1 ha lahan dengan 4 HKSP (Hari Kerja
Setara Pria) atau 2 ha lahan dengan 2 HKSP. Hal ini menunjukkan bahwa
sejumlah output dapat diproduksi dengan menggunakan berbagai kombinasi input
yang berbeda. Prinsip ini dikenal sebagai prinsip substitusi atau law of variable
factor proportion. Pendekatan grafis yang dapat digunakan untuk menjelaskan
pola hubungan tersebut adalah kurva isoproduk atau isokuan. Beberapa
karakteristik umum isokuan pada fungsi produksi usahatani adalah:
a. Isokuan merupakan pernyataan grafis fungsi produksi. Contoh Y=f (X1,X2)
bila Y dianggap konstan kombinasi X1 dan X2 dapat dicari
b. Slope isokuan menunjukkan jumlah input X2 yang dapat digantikan oleh
penambahan satu satuan input X1. Slope ini bernilai negatif sebab
penambahan salah satu input akan menyebabkan pengurangan input yang lain
c. Isokuan cembung terhadap titik asal. Hal ini menjelaskan marginal rate of
substitution atau slope kurva isokuan cenderung semakin kecil seiring
penambahan satu satuan faktor produksi untuk menggantikan faktor produksi
lainnya
d. DMRS (Diminishing Marginal Rate of Subtitution) tersebut merupakan
akibat dari prinsip Diminishing Marginal Returns dalam proses produksi
Konsep teoritis yang dapat digunakan untuk menjelaskan hubungan fisik
antar input adalah Returns to Scale(RTS).

4
2. Kombinasi input optimum
Kombinasi optimum dari input secara ekonomis ditunjukkan oleh rasio harga
masing-masing input. Harga masing-masing input menunjukkan seberapa banyak
input yang harus dibeli dengan total biaya produksi yang sama. Dengan kata lain
keuntungan maksimum dalam konteks ini didekati dengan konsep minimisasi.
Sebagaimana kasus titik optimum pada fungsi produksi, rumusan
matematis sederhana dapat membantu menjelaskan implikasi pola hubungan fisik
tersebut sebagai berikut:
1. Fungsi produksi dengan dua input dapat dituliskan Y= f(X1,X2)
2. Masing-masing input memiliki marginal physical product yang dituliskan
MPP1 = dY/dX1 dan MPP2 = dY/dX2
3. Lebih lanjut invers rasio dari kedua MPP tersebut adalah sama dengan
marginal rate of substitution (MRS) yang dituliskan
MPP1 / MPP2 = (dY/dXC)/(dY/dX2 )= dX2 / dX1 = MRS 12
4. Titik optimum MRS adalah sama dengan inverse ratio harga input (P1P2),
sehingga dapat ditulis:
MRS12 = MPP1 / MPP2 = P1P2
MPP1 / P1 = MPP2/ P2

5
BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan
Hubungan antara input-input yaitu, variasi output yang dapat diperoleh
dengan menggunakan sejumlah input tertentu yang dijelaskan dalam konsep kurva
kemungkinan produksi dan isorevenue.
fungsi produksi yaitu suatu fungsi yang menunjukkan hubungan antara
hasil produksi fisik (output) dengan faktor-faktor produksi (input). Mintensifikasi
adalah penggunaan lebih banyak faktor produksi tenaga kerja dan modal atas
sebidang tanah tertentu untuk mencapai hasil produyksi yang lebih besar.
Ekstensifikaasi adalah perluasan tanah pertanian dengan cara mengadakan
pembukaan tanah-tanah pertanian baru.
B. Saran
Seorang petani harus memegang prinsip-prinsip ekonomi dalam pertanian
agar dalam usaha tani dapat menguntungkan. Dalam usaha tani, seorang petani
sebaiknya mengalokasikan input seefisien mungkin dan memperoleh produksi
yang maksimal.

6
DAFTAR PUSTAKA

Aak. 1983. Dasar-Dasar Usaha Tani. Kanisius. Yogyakarta

Gazali, I. 2013. Prinsip Ekonomi Pertanian.


http://imampeternakanunhas.blogspot.co.id/2013/12/prinsip-prinsip-
ekonomi-dalam-usaha-tani_31.html. Diakses pada tanggal 12 April
2016

Mubyarto. 1987. Pengantar Ekonomi Pertanian. LP3S. Jakarta

Soekartawi. 2002 . Prinsip-Prinsip Dasar Ekonomi Pertanian. PT Rajagrafindo


Persada. Jakarta