Anda di halaman 1dari 8

TUGAS I GELOMBANG MIKRO:

MENJELASKAN CARA KERJA MICROWAVE BESERTA


KOMPONEN-KOMPONENNYA

Oleh:
Farradila Putri Yonatin
15/383170/PA/16830

Prodi Fisika
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam
Universitas Gadjah Mada
2017
PENDAHULUAN

Oven microwave banyak digunakan sebagai peralatan rumah tangga. Alat ini
kebanyakan digunakan di rumah dan restauran. Alasannya karena alat ini dapat memasak
makanan dalam waktu yang singkat. Selain itu, alat ini juga sangat efisien dalam memanfaatkan
listrik karena oven microwave hanya memanaskan makanan, bukan yang lainnya. Secara
umum, alat ini bekerja dengan memanfaatkan gelombang mikro.

Gelombang mikro merupakan gelombang elektromagnetik. Frekuensinya berkisar


antara 300 MHz (panjang gelombangnya 1 m) sampai 300 GHz (panjang gelombangnya 1
mm). Meskipun namanya gelombang mikro, gelombang ini tidak berdimensi mikrometer.
Berdasarkan konvensi internasional, oven microwave di rumah ataupun restaurant bekerja pada
frekuensi sekitar 2,45 GHz, dengan panjang gelombang 12,23 cm.

PRINSIP KERJA OVEN MICROWAVE SECARA DASAR

Oven microwave memanfaatkan gelombang mikro untuk memanaskan makanan.


Gelombang mikro merupakan gelombang radio. Dalam kasus ini, gelombang radio yang
digunakan memiliki frekuensi sekitar 2,5 GHz. Gelombang radio dengan frekuensi demikian
memiliki sifat yang menarik: dapat menyerap air, lemak, dan gula. Ketika melakukan
penyerapan, gelombang radio dikonversi secara langsung menjadi gerak atomic dan gerak
tersebut diubah menjadi panas. Hal tersebut mungkin dikarenakan frekuensi 2,5 GHz merupaka
frekuensi resonansi air. Selain sifat tadi, gelombang dengan kisaran frekuensi tersebut tidak
dapat diserap plastik, kaca, maupun keramik. Gelombang mikro dapat dipantulkan oleh logam.
Itulah kenapa logam dapat menyebabkan oven microwave meledak. Logam dapat
memantulkan gelombang mikro karena tidak terdapat penampung gelombang listrik dalam
konduktor yang disebabkan oleh konduktivitas konduktor yang tak terbatas.

Molekul-molekul dalam makanan terdiri atas dipol yang memiliki muatan positif di
satu sisi dan muatan negatif di sisi lainnya. Jika medan elektromagnetik ditempatkan di
sekitarnya, molekul-molekul tersebut akan berubah susunannya: muatan positif menuju kutub
negatif, dan muatan negatif menuju ke kutub positif. Dalam proses tersebut panas ditimbulkan
oleh gesekan antar molekul. Sesuai dengan frekuensinya, perubahan arah yang terjadi
disebabkan medan elektromagnetik adalah sebanyak sekitar 2500000000 kali dalam satu detik.
Akibatnya efisiensi panas dalam oven microwave sangatlah tinggi.
Pada penggunaan oven microwave dikenal istilah memasak dari dalam ke luar.
Maksud sebenarnya dari istilah tersebut ialah dengan oven biasa kerap didapati kue yang
gosong di bagian luarnya dan belum matang di bagian dalamnya jika dipanaskan dalam suhu
yang terlalu tinggi, namun tidak demikian halnya dengan oven microwave, makanan akan
masak di bagian luar maupun bagian dalam. Itu disebabkan karena pada oven biasa panas harus
bermigrasi dari bagian luar makanan ke bagian dalam makanan melalui konduksi, sementara
pada oven microwave gelombang radio dapat menembus makanan dan membuat molekul air
ataupun lemak tereksitasi secara merata di seluruh makanan. Dengan demikian tidak ada panas
yang harus bermigrasi dari luar ke dalam melalui kondyksu. Panasnya tersebar merata karena
amolekul-molekulnya tereksitasi secara bersama-sama. Akan tetapi, hal itu tetap ada batasnya.
Gelombang radio tidak dapat menembus dengan rata pada makanan yang tebal, dan terdapat
hot spots yang disebabkan gangguan gelombang.

FISIKA DARI OVEN MICROWAVE DAN CARA KERJA BAGIAN-BAGIANNYA

Gambar 1 menunjukkan oven microwave secara umum. Gelombang mikro dihasilkan


dalam magnetron yang menyediakannya lewat pandu gelombang ke dalam ruang memasak.
Ruang memasak berbentuk kotak di dalam oven memiliki dinding logam yang berperan
sebagai kandang Faraday (Faraday cage). Pintu depannya terbuat dari kaca and lubang
bohlam lampunya diselubungi kisi-kisi logam. Lubang pada kisi-kisi terbilang kecil
dibandingkan panjang gelombang dari gelombang mikro, sehingga kisi-kisi tersebut berperan
layaknya piringan logam.
Kebanyakan oven microwave memasak makanan pada meja putar yang berotasi dalam
ruangan, namun beberapa model menggunakan reflektor yang berotasi, yang berguna sebagai
pengaduk. Model yang lebih mahal juga memiliki thermometer, pemanggang, bahkan
pendingin.

Interaksi Oven Microwave dengan Logam

Gelombang mikro, bertolak pada dinding logam oven, berperilaku mirip dengan cahaya
yang mengenai cermin. Gelombang mikro diserap dengan sangar efektif karena medan listrik
dari gelombang berinteraksi dengan sangat kuat dengan electron-elektron bebas pada logam.
Pada model yang sederhana, perilaku electron digambarkan sebagai osilasi teredam. Electron-
elektron yang bergerak dipercepat memancar kembali gelombang elektromagnetik pada
frekuensi yang sama dan sefase, sehingga gelombang mikro dipantulkan secara sempurna:

Menghasilkan Gelombang Mikro dalam Magnetron

Gelombang mikro yang paling kuat dihasilkan oleh peralatan zat padat, seperti yang
digunakan pada telepon seluler, masih terlalu lemah untuk memasak. Karenanya pendaran
electron dalam tabung vakum di bawah efek kombinasi medan listrik dan medan magnet dibuat
mengikuti lintasan melengkung. Kebanyakan oven microwave menggunakan magnetron.
Pertama kali diciptakan pada 1921, dan ditingkatkan pada 194-, magnetron mampu
menghasilkan gelombang mikro kontinyu ataupun terputus-putus dengan daya mencapai
megawatts dan frekuensi antara 1 sampai 40 GHz. Efisiensinya sekitar 80% dan jangka
hidupnya 5000 jam.

Sebuah tabung katoda berada pada sumbunya, beberapa milimeter dari anoda bundar
yang berlubang (gambar 2). Di dalam anoda terdapat beberapa rongga yang dimaksudkan untuk
beresonasi pada frekuensi 2,45 Ghz. Tegangan senilai beberapa Kv diberikan sejajar dengan
sumbu sedemikian sehingga medan listrik dan medan magnet saling tegak lurus.

Elektron yang bertolak dari katoda awalnya bergerak dipercepat secara radial, tapi
karena terdapat medan magnet, mereka mulai mengikuti lintasan melingkar. Apabila medan
magentnya cukup kuat, elecktron tidak dapat mencapai anoda namun membantuk muatan yang
berotasi. Rongga resonan pada anoda berinteraksi dengan elektron melalui mempercepat atau
memperlambat gerak elektron, yang menyebabkan kumpulan elektron yang bergerak
mengelilingi katoda pada frekuensi gelombang mikro, yang kemudian berubah menjadi osilasi
terus-menerus dari rongga resonan. Bagian dari daya oven microwave diperoleh dari loop
terkopel.

Menghubungkan Magnetron dengan Ruang Memasak: Pandu Gelombang

Pandu gelombang membawa geombang mikro dari magnetron menuju ruang memasak.
Biasanya berupa tabung logam dari bagian menyilang yang berbentuk kotak. Efek dari syarat
batas dari tabung menyebabkan distibusi medan listrik dan medan magnet yang satu dari dua
arahnya tegak lurus terhadap sumbu, sebagaimana geombang diam. Hal ini mirip dengan
gelombang diam satu dimensi pada senar gitar. Sebagai akibatnya, terdapat panjang gelombang
maksimal, yang dapat disalurkan oleh pandu gelombang. Untuk arah tertentu yang tegak lurus
sumbu, ukuran tabung dalamnya setengah dari panjang gelombang maksimal. Oleh karena itu,
pandu gelombang berisi udara yang bekerja pada frekuensi 2,45 GHz (12,2 cm) harus memiliki
satu dimensi dalam yang lebih lebar dari 6,1 cm. Biasanya pandu gelombang punya ukuran
yang lebih kecil di arah yang tegak lurus. Mengisi pandu gelombang dengan dielektrik dapat
merubah frekuensi ambang dan panjang gelombangnya. Karena hanya dimensi dalam yang
lebih besar dari frekuensi ambang saja yang terpolarisasi setelah meninggalkan pandu
gelombang. Ketika gelombang dipantulkan di ruang memasak, derajat polarisasinya menurun.
Ruang Memasak: Kegunaan Meja Putar

Saat gelombang mikro sudah terkopel ke dalam ruang memasak, gelombang tersebut
akan secara efektif dipantulkan dinding logam. Gelombang-gelombang beresonasi di dalam
rongga dan membentuk gelombang diam. Analisis dari gelombang diam tersebut
disederhanakn oleh kenyataan bahwa panjang gelombang dari gelombang mikro hampir sama
dengan dimensi linear ruangan.

Oven microwave yang ideal mampu memasak makanan merata, namun ujung-ujung
simpul gelombang dari gelombang diam dapat menyebabkan makanan gosong di beberapa
bagian tapi tetap dingin di bagian yang lain. Homogenitas persebaran medan dapat diperkirakan
secara teoretik maupun didapat dari hasil eksperimen.

Gambar 4 menunjukkan persebaran intensitas dalam oven berdimensi 29cm x 29cm x


19cm. sebuah piringan kaca horizontal berlapis film tipis dari air diletakkan dalam oven
microwave (tanpa meja putar) dalam daya penuh (800 W) selama 15 detik. Gambar diperoleh
menggunakan kamera infrared pendeteksi panas. Dengan jumlah air yang sedikit, gambar
menunjukkan persebaran intensitas gelombang mikro dalam ruang kosong. Terdapat sruktur
horizontal yang mengindikasikan makanan tidak dimasak secara merata. Di situlah kegunaan
meja putar: rotasi meja putar akan menggerakkan makanan keluar masuk hot spots sehingga
makanan akan matang secara merata.
Absorpsi Gelombang Mikro oleh Air dalam Pemanasan Makanan

Gelombang elektromagnetik dapat diabsorpsi oleh zat dalam berbagai macam cara
tergantung pada panjang gelombangnya dan jenis zatnya (gas, cair, padat). Atom-atom bebas
dan molekul-molekul biasanya menyerap ultraviolet melalui ekstasi elektron di mana dalam
infrared, eksitasi dari vibrasi atau rotasi molekul mendominasi. Rotasi yang bebas dan tak
terganggu tidak dapat terjadi di dalam air cair menurut interaksinya dengan molekul-molekul
terdekat, namun zat padat dan cairan dapat menyerap gelombang mikro dikarenakan polarisasi
yang disebabkan osilasi eksternal medan listrik. Pada oven microwave, molekul air yang secara
elektrik dipolar menyerap sebagian besar energy gelombang mikro.

Di medan listrik berfrekuensi rendah dipol-dipol dengan mudah mengikuti perubahan


medan dan orientasinya berubah sefase dengan medan. Pada frekuensi yang lebih tinggi inersia
molekul dan interkasinya dengan molekul terdekat yang lain membuat perubahan orientasi
lebih sulit dan perubahan dipol-dipol tertinggal oleh medan. Sementara itu pada frekuensi yang
teramat tinggi (1-10 THz) molekul-molekul tidak lagi dapat bereaksi terhadap medan, dan
justru mengabsorpsi daya yang dapat berujung pada kerusakan dielektrik.

Secara kuantitatif, daya rerata microwave yang diserap dielektrik ialah:


REFERENSI

[1] Vollmer, M. 2004. Physics of the Microwave Oven in Physics Education 39 (74-81)

[2] Lee, S. Principles of Microwave Oven.