Anda di halaman 1dari 5

NAMA : NI PUTU MITHA PRATIWI

NIM : 1515351002

AUDIT II

1. Sebutkan dan jelaskan tujuan audit siklus pemrosesan transaksi piutang dagang

Jawaban :

Terdapat delapan tujuan audit yang berkaitan dengan saldo piutang usaha (Arens et al. 2008 : 102-
104). Kedelapan tujuan tersebut adalah :

1. Piutang usaha dalam neraca saldo sama dengan jumlah file induk terkait, dan totalnya telah
ditambahkan dengan benar serta sama dengan buku besar umum. (Detail tie-in)
Hal ini dilakukan dengan menguji informasi yang ada pada aged trial balance sebelum
melakukan pengujian lainnya untuk memverifikasi bahwa populasi yang sedang diuji sesuai
dengan buku besar umum dan file induk piutang usaha. Auditor juga harus
melakukan tracinguntuk memverifikasi nama pelanggan, saldo dan umur piutang telah sesuai.

2. Piutang usaha yang dicatat ada. (Keberadaan)


Pengujian atas keberadaan dapat dilakukan dengan mengkonfirmasi saldo pelanggan. Selain
itu, dapat pula dilakukan dengan memeriksa dokumen pendukung untuk memverifikasi
pengiriman barang dan bukti penerimaan kas untuk menentukan apakah piutang telah tertagih.

3. Piutang usaha yang ada telah dicantumkan.( Kelengkapan)


Pengujian dapat dilakukan dengan mem-footing neraca saldo piutang usaha dan merekonsiliasi
saldo dengan akun pengendali pada buku besar. Kurang saji piutang usaha dan penjualan dapat
diungkap dengan uji substantif atas transaksi pengiriman yang telah dilakukan namun belum
tercatat dan dengan menggunakan prosedur analitis.

4. Piutang usaha sudah akurat. (Keakuratan)


Pengujian keakuratan dapat dilakukan dengan cara yang sama untuk tujuan keberadaan. Selain itu
auditor dapat melakukan pengujian terhadap debet dan kredit saldo pelanggan menggunakan
dokumen pendukung menyangkut pengiriman dan penerimaan kas.

5. Piutang usaha telah diklasifikasikan dengan benar.(Klasifikasi)


Pengujian dilakukan dengan me-review aged trial balance untuk piutang usaha yang material.
Selain itu auditor juga harus memverifikasi bahwa piutang usaha harus diklasifikasikan sebagai
akun tidak lancar dipisahkan dari akun reguler dan saldo kredit piutang usaha yang signifikan
diklasifikasikan kembali sebagai piutang usaha.

6. Pisah batas piutang usaha sudah benar.(Pisah batas)


Tujuan pengujian ini adalah untuk memverifikasi apakah transaksi yang mendekati akhir
periode akuntansi telah dicatat pada periode yang tepat. Hal ini penting karena akan mempengaruhi
laba periode berjalan. Salah saji pisah batas dapat terjadi untuk penjualan, retur dan pengurangan
penjualan dan penerimaan kas. Untuk ketiga hal ini auditor perlu untuk (1) Memutuskan kriteria
pisah batas yang tepat, (2) Mengevaluasi apakah klien memiliki prosedur yang memadai untuk
memastikan kelayakan pisah batas dan (3) Menguji apakah pisah batas sudah benar.

7. Piutang usaha dinyatakan pada nilai realisasi.(Nilai realisasi)


PABU mengharuskan penyajian piutang usaha disajikan pada jumlah yang akhirnya akan
tertagih, yaitu jumlah piutang usaha dikurangi penyisihan piutang tak tertagih. Auditor dapat
melakukan dengan membuat skedul audit yang menganalisis penyisihan piutang tak tertagih,
mereview pengujian pengendalian atas kebijakan kredit klien, memeriksa piutang tidak lancar
pada aged trial balance untuk menentuan mana yang belum dibayar sesudah tanggal neraca dan
dibandingkan dengan informasi serupa pada tahun sebelumnya. Pandangan mengenai
kolektabilitas piutang dapat diperoleh dengan memeriksa file kredit, diskusi dengan manajer kredit
dan mereview file koresponden klien.

8. Klien memiliki hak atas piutang usaha.(Hak)


Hal ini menjadi penting karena pada beberapa kasus sebagian piutang telah digadaikan sebagai
jaminan, dibebankan kepada orang lain, difaktorkan atau dijual dengan diskon.
2. Salah satu tujuan audit hutang adalah untuk menguji eksistensi keterjadian. Sebutkan dan jelaskan audit
prosedur untuk pengujian ini!

Jawaban :

Asersi tentang keberadaan atau keterjadian (existence or occurance) berhubungan dengan


apakah aktiva atau uang entitas ada pada tanggal tertentu dan apakah transaksi yang dicatat telah
terjadi selama periode tertentu. sebagai contoh, manajemen membuat asersi bahwa sediaan produk
jadi yang tercantum dalam neraca adalah tersedia untuk dijual. Begitu pula, manajemen mambuat
asersi bahwa penjualan dalam laporan laba-rugi menunjukkan pertukaran barang atau jasa dengan
kas atau aktiva bentuk lain (misalnya piutang) dengan pelanggan.

Tujuan Audit Untuk Keberadaan dan Keterjadian


Berkaitan dengan masalah keberadaan dan keterjadian (existence and occurrence), biasanya
auditor akan memastikan hal-hal sebagai berikut:
Validitas/pisah batas (cutoff): semua transaksi tercatat benar-benar telah terjadi selama periode
akuntansi.
Validitas (validity): semua aktiva, kewajiban, ekuitas adalah valid dan telah dicatat sebagaimana
mestinya dalam neraca.
Pada saat auditor memeriksa siklus penjualan dan penagihan, ia harus mengikuti tiga alur transaksi
utama, yaitu: penjualan kredit, penagihan, dan penyesuaian penjualan. Waktu dan perhatian yang
diberikan kepada tujuan audit ini tergantung pada kepentingan dan materialitas transaksi pada
proses bisnis inti entitas

3. Jelaskan prosedur analisis dalam audit siklus pemrosesan transaksi pengeluaran


Jawaban :

Siklus pengeluaran (expenditure cycle) terdiri dari aktivitas aktivitas yang berkaitan dengan
akuisisi dan pebayaran barang serta jasa. Aktivitas utama siklus pengeluaran adalah:

1. Membeli barang dan jasa transaksi pembelian,


2. Melakukan pembayaran transaksi pengeluaran kas.

Pembelian dan pengeluaran kas mempunyai pengaruh pervasif terhadap laporan keuangan.
Pengujian analitis merupakan hal yang efektif dalam mengidentifikasi akun akun siklus
pengeluaran yang mengandung salah saji. Prosedur analitis merupakan unsur risiko deteksi bahwa
prosedur analitis tersebut akan gagal mendeteksi kekeliruan yang material. Prosedur analitis yang
berfokus pada pembelian dan utang usaha akan memberikan informasi yang sangat dapat
diandalkan. Apabila perusahaan sedang berkembang, maka merupakan hal yang biasa untuk
memperkirakan pembelian, persediaan, dan utang usaha tumbuh pada tingkat yang konsisten.
Pengetahuan auditor tentang volume pembelian, dipadukan dengan pengalaman sebelumnya atas
lamanya hari perputaran utang usaha (jumlah rata rata yang dibutuhkan untuk menyelesaiakan
utang), berguna untuk mengestimasi utang tahun berjalan. Meskipun rasio seperti rasio lancar
mudah dihitung, namun risiko ini dapat berfluktuasi berdasarkan pengaruh dari siklus lainnya diluar
siklus pembelaian, seperti penjualan atau investasi.

Gambar Prosedur Analitis yang Umum Digunakan dalam Audit atas Siklus Pengeluaran

Rasio Rumus Signifikansi Audit


Jumlah Hari Rata rata Utang Usaha + Pengeluaran sebelumnya atas jumlah hari
Perputaran Pembelian x 365 hari perputaran utang usaha dipadukan dengan
Utang Usaha pengetahuan tentang pembelian sekarang dapat
bermanfaat dalam mengestimasi utang periode
berjalan. Semakin pendek periode dapat
menunjukkan masalah kelengkapan.
HPP HPP + Utang Usaha Jumlah ini akan berubah sekitar persentase yang
Terhadap sama dari tahun ke tahun, kecuali perusahaan
Utang Usaha merubah kebijakan pembayarannya.
Utang usaha Utang Usaha + Total Saldo utang usaha di luar neraca bermanfaat
Persentase Aktiva dalam membandingkan dengan data industri.
dari Total Penurunan rasio ini yang signifikan dapat
Aktiva menunjukkan masalah kelengkapan.
Rasio Lancar Aktiva Lancar + Kenaika yang signifikan atas rasio lancar
(current ratio) Kewajiban Lancar dibandingkan dengan pengalaman tahun
sebelumnya dapat menunjukkan masalah
kelengkapan. Namun rasio ini juga dapat
dipengaruhi oleh perubahan akun aktiva.
Rasio Cepat Aktiva Moneter Lancar + Kenaikan yang signifikan atas rasio lancar
(quick ratio) Kewajiban Moneter dibandingkan dengan pengalaman tahun
Lancar sebeluumnya dapat menunjukkan masalah
kelengkapan. Namun rasio ini juga dapat
dipengaruhi oleh perubahan akun aktiva.