Anda di halaman 1dari 2

PEMBERIAN ANESTESI SUB ARACHNOID BLOCK (SAB)

No. Dokumen No. Revisi Halaman

1/2
0
SPO.PAB.08
RSUD LAWANG
KABUPATEN MALANG

Ditetapkan tgl 01 Agustus 2016


Direktur
STANDAR
Tanggal Terbit
PROSEDUR
OPERASIONAL
01 Agustus 2016
(SPO)
Drg. MAHENDRAJAYA, MM. SpKG
NIP. 19661206 199203 1 004
Adalah pemberian obat anestesi lokal hiperbarik 0,5 % golongan
PENGERTIAN Bupivacaine atau isobarik golongan Ropivacaine, Lidocain 5 %
menggunakan jarum spinal ke dalam canalis serebrospinalis
Melakukan blok saraf untuk menghilangkan sensasi nyeri dan relaksasi
otot sesuai ketinggian blok diinginkan untuk pasien yang akan menjalani
TUJUAN
tindakan operasi di area tubuh dengan dermatom setinggi thoracal IV ke
bawah
Keputusan Direktur RSUD Lawang Malang Nomor
188.4/..../KEP/35.216/2016 tentang Pedoman Pelayanan Anastesiologi
KEBIJAKAN
dan Rawat Intensif di Rumah Sakit Umum Daerah Lawang Kabupaten
Malang
A. Persiapan alat dan obat :
1. Spinal set steril
2. Spuit 3 cc, 5 cc dan 10 cc
3. Alat Monitor pasien.
4. Penutup luka antiseptik
PROSEDUR 5. Jarum spinal no.27 atau sesuai kebutuhan
6. Obat-obatan Emergensi ( Sulfas Atropin, Ephedrin, Epineprin,
Dexamethasone )
7. Obat anestesi lokal hiperbarik 0,5%, Lidocain 5% atau isobarik
yang dibutuhkan
8. Obat anestesi lokal lidocain 2 %
9. Obat adjuvant sesuai kebutuhan (morphine, clonidine)

B. PersiapanPasien.
1. Jelaskan pada pasien tentang tindakan anestesi yang akan
dilakukan.
2. Atur posisi pasien tidur terlentang.

C. Pelaksanaan
1. Cuci tangan.
2. Pasien diberi penjelasan tentang tindakan yang akan
dilakukan.
PROSEDUR 3. Pasang monitor pasien: NBP, ECG, Saturasi O2
PEMBERIAN ANESTESI SUB ARACHNOID BLOCK (SAB)

No. Dokumen No. Revisi Halaman

2/2
0
SPO.PAB.08
RSUD LAWANG
KABUPATEN MALANG

4. Posisikan pasien duduk atau berbaring lateral dengan punggung


fleksi maksimal untuk analgesi spinal.
5. Identifikasi Lumbal 3 4
6. Desinfeksi dengan menggunakan Isodine dan alkohol 70 %.
7. Pasang doek lubang.
8. Infiltrasi menggunakan lidocain 2 % bila diperlukan.
9. Insersi jarum spinal sesuai ukuran sampai keluar cairan cerebro
spinalis.
10. Lakukan barbotage , bila terdapat cairan cerebrospinalis dan tidak
dijumpai darah kemudian diinjeksikan obat anestesi Spinal .
11. Pasien diposisikan terlentang kembali.
12. Evaluasi dan atur ketinggian blok.
13. Observasi tanda-tanda vital pasien
14. Catat jenis, dosis obat anestesi yang dimasukan
15. Catat perubahan tanda vital di lembar observasi
UNIT TERKAIT 1. Instalasi Kamar Operasi
1. Morgan, TextBook of Anestesiologi, third ed, 2007
2. Peter F Dunn, Guideline of Practical Anestesiologi Massachusette
REFERENSI
Hospital, third ed, 2007
3. Cynthia Wong, Spinal and Epidural Anesthesia, 2007