Anda di halaman 1dari 19

Mentoring Millenial Talents

Dani Daksinaputra, 18 September 2017


Populasi Dunia Berdasarkan Generasi

@Millenials (1977-1997
born) HBR*
@Gen X (1960s-1980s
born)
@Baby Boomers (1940-
1964 born)
@Silent Gen (1920-1940
born)
@Greatest Gen (1901-
1924 born)
Millenials di Indonesia
What is mentoring?

Mentoring is most often defined as a professional relationship in


which an experienced person (the mentor) assists another (the
mentee) in developing specific skills and knowledge that will
enhance the less-experienced persons professional and personal
growth
Didefinisikan sebagai hubungan professional antara karyawan
yang berpengalaman (mentor) dengan karyawan lain (mentee)
dalam meningkatkan keterampilan dan pengetahuan karyawan
yang kurang berpengalaman guna pertumbuhan profesi dan
pribadinya.
Mengapa Mentoring perlu ?,.
Jerry Lewis adalah mentor bagi Steven Spielberg,
Mariah Carey mentor bagi Christina Aguilera,
Steve Jobs adalah mentor bagi Mark Zuckerberg,
Maria Angelou adalah mentor bagi Oprah Winfrey
Persepsi Generasi Pekerja Terhadap
Mentoring

Millenials/Gen Y
Dunia Generasi Milenials
Source : HBR
Memilih & Mempersiapkan Mentor Internal
Jelaskan tujuan proses Mentoring
Mau berbagi pengalaman dengan Mentee
Sebagai bagian dari Job Enrichment bagi TALENT POOL organisasi
Mentoring Coaching, karena lebih fokus pada minat, nilai-nilai dan aspirasi dan
soft competencies.
Technology Savvy (tidak Gaptek),
Memiliki track record K.A.S.H yang positif Mentor adalah refleksi perusahaan.
Listening Skills
Terbuka untuk situasi reverse mentoring ! Terutama dalam bidang digitalisasi
MENTORING adalah proses belajar yang resiprokal.
Tidak @Baper !
Mempersiapkan Mentee
Mentor bersifat cross-functional.
Persiapan mental untuk berinteraksi dengan generasi yang berbeda.
Lakukan pertemuan (tidak terlalu formal) untuk membicarakan etika
bisnis secara umum di dalam perusahaan.
Jelaskan tujuan dari proses mentoring.
Tata-karma menyampaikan pendapat .
Lakukan kombinasi komunikasi med-sos dan tatap muka.
Pada Saat Sesi Mentoring
Luangkan waktu dan lakukan dalam suasana yang rileks, tidak
terburu-buru, serta jadwal yang tidak kaku.
Mulai dengan pertanyaan Apa yang anda pelajari dari .
Berikan kesempatan untuk menyampaikan pendapat dan saran pada
situasi yang telah dijalani.
Berikan saran-saran agar proses belajar bisa lebih optimum.
Sepakati poin-poin yang jadi tanggung jawab mentee dan mana yang
perlu dukungan mentor.
Gunakan fasilitas online, agar mentor bisa menjangkau beberapa
mentee.
Peran HR sebagai fasilitator Mentoring
Menyusun kebijakan dan ketentuan umum tentang Mentoring.
Menampung masukan dari mentor dan mentee,
Jelaskan pada mentor/mentee :
1. Setiap mentor/mentee memiliki keunikan masing-masing (proses mentoring tidak
bertujuan untuk Cloning)
2. Masing-masing bertanggung jawab atas kerahasiaan hubungan mentor-mentee.
3. Interaksi antara mentor-mentee, merefleksikan nilai-nilai perusahaan, mis. :
(P)assion, (R)espect, (I)ntegrity, (D)etermination, (E)xcellence (PRIDE).
4. Mentoring proses bertujuan untuk ENABLING bukan TO SOLVE, artinya mentee
didorong untuk MEMECAHKAN MASALAHNYA SENDIRI
Tergantung kondisi hubungan Mentor-Mentee, pertemuan bisa dilakukan
bersamaan ataupun terpisah !
Hubungan Mentoring & Talent Management (TM)
TM membantu organisasi memetakan Leaders yang dapat
dinominasikan sebagai mentor, berdasarkan K.A.S.H !
Tracking korelasi antara Mentoring & Talent Pool
Mentoring akan memperkaya informasi Talent Pool perusahaan
Talent Pool reviu dapat digunakan untuk refresh daftar Mentor-
Mentee untuk periode berikutnya
Masalah-masalah Umum Mentoring
Eksklusivitas vs Inklusivitas Mentee.
Mismatch antara Mentor dan Mentee selama periode mentoring.
Keterbatasan jumlah, waktu dan ruang mentor.
Gap antara aspirasi karir Mentee dengan kondisi actual.
MENTORING ADALAH BAGIAN DARI LEARNING & DEVELOPMENT
ORGANISASI