Anda di halaman 1dari 6

1a. Difinisikan akuntansi berdasarkan orientasi proses dan orientasi pengguna !!

JAWABAN :

Definisi akuntansi berdasarkan orientasi proses, akuntansi adalah proses pencatatan, pebukuan,
pengelolaan serta pelaporan yang dianalisis data/ informasinya (keuangan) dalam suatu entitas naik
perusahaan ataupun organisasi. Akuntansi memiliki tugas yang kompleks karena meliputi segala macam
aktivitas seperti : 1. Pengidentifikasian informasi dlaam bentuk data yang memiliki fungsi/berperan dalam
pengambilan keputusan, 2. Memproses serta menganalisis data yang relevan, 3. Mengolah data menjadi
informasi yang handal.

Definisi akuntansi berdasarkan orientasi pengguna, akuntansi adlaah sebuah disiplin ilmu yang
digunakan untuk menyajikan sebuah informasi yang berkaitan dengan kegiatan/ aktivitas ekonomi secara
tepat dan efisien. Akuntansi keuangan diterapkan didalam sebuah entitas ( perusahaan/ organisasi).
Informasi yang dihasilkan berupa informasi (keuangan/ manajemen) atau hal-hal yang berkaitan tentang
entitas perusahaan/ organisasi tersebut. Informasi akuntansi digunakan dalam pengambilan kebijakan
entitas baik internal (manajemn/direksi) maupun eksternal (investor kreditor dll)

1b. Apa yang dimaksud dengan teori akuntansi , teori akuntansi normative dan positif ?

Jawaban :

Teori akuntansi adalah suatu konsep definisi dalil yang menyajikan secara sistematis gambaran fenomena
akuntansi yang menjelaskan hubungan antara variabel dengan variabel lainnya dalam struktur akuntansi
dengan maksud dapat menjelaskan dan meramalkan fenomena yang mungkin muncul.

Teori Akuntansi Normatif yang berbentuk Praktik Akuntansi Berterima Umum (PABU) merupakan acuan
teori dalam memberikan jalan terbaik untuk meramalkan berbagai fenomena akuntansi dan
menggambarkan bagaimana interaksi antar-variabel akuntansi dalam dunia nyata yang merupakan Fungsi
pendekatan Teori Akuntasi Positif. Teori normatif dianggap merupakan pendapat pribadi yang subjektif,
sehingga tidak dapat diterima begitu saja dan harus dapat diuji secara empiris agar memiliki dasar teori
yang kuat.

Teori akuntansi positif berupaya menjelaskan sebuah proses, yang menggunakan kemampuan,
pemahaman, dan pengetahuan akuntansi serta penggunaan kebijakan akuntansi yang paling sesuai untuk
menghadapi kondisi tertentu dimasa mendatang. Teori akuntansi positif pada prinsipnya beranggapan
bahwa tujuan dari teori akuntansi adalah untuk menjelasakan dan memprediksi praktik-praktik akuntansi
Pendekatan positif melihat pada mengapa praktik akuntansi dan/atau teori akuntansi berkembang
sebagaimana adanya dengan tujuan untuk menjelaskan dan/atau meramalkan peristiwa akuntansi.
Karenanya, pendekatan positif berusaha untuk menentukan berbagai faktor yang mungkin memengaruhi
faktor rasional dalam bidang akuntansi.
1c. pengakuan , pengukuran dan penyajian kejadian ekonomi yang terjadi dalam perusahaan didistilasi
(disaring) melalui system dan standar akuntansi jelaskan apa yang dimaksud !

JAWABAN :

PENGAKUAN : kewajiban diakui pada saat keharusahn telah mengikat akibat transaksi yang sebelumnya
terjadi. Kewajiban dapat diakui atas dasar kreteria pengakuan yaitu definisi, keterukuran, keterandalan
dan kebertatuan. Kam(hal119-120) mengajukan empat kaidah pengakuan untuk menandai pengakuan
kewajiban yaitu ketersediaan dasar hukum, keterterapan konsep daar konservatisme, ketertentuan
substansi ekonomi transaksi, dan keterukuran nilai kewajiban. Eempat kaidah tersebut dapat memberikan
pentunjuk tentang adanya bukti teknis untuk mengakui kewajiban.

PENGUKURAN : dasar pengukuran keajiban yang paling objektif adalah kostunai atau kos tunai imlisit.
Karena kewajiban merupakan cerminan dari asset, maka pengukurannya juga mengikuti pengukuran
asset.

PENYANJIAN : secara umum , kewajiban disajikan dalam neraca berdasarkan urutan kelancarannya
sejalan dengan set . PSAK NO 1 menggariskan bahwa asset lancer disajikan menurut urutan likuiditas
sedangkan kewajiban disajikan menurut urutan jatuh tempo. PSAK NO 1 menentukan bahwa semua
kewajiban yang tidak memenuhi kreteria sebagai kewajiban jangka pendek diklasifikasikan sebagai
kewajiban jangka panjang. Kreteria tersebut adalah a. diperkirakan akan diselesaikan dalam jangka waktu
siklus normal operasi perusahaan atau b. jatuh tempo dalam jangka waktu dua belas bulan dari tanggal
neraca.
2a. masalah utama dalam laporan keuangan adalah asimetri informasi, jelaskan jenisnya dan cara beri
contohnya !

a. Adverse selection yaitu salah satu ketidaksamaan informasi di mana seorang atau
sekelompokorang memperoleh keuntungan atau manfaat lebih dari informasi dibanding yang lain.
b. Moral hazard yaitu salah satu ketidaksamaan informasi di mana seseorang dapat memperoleh
keuntungan dari transakasi yang dilakukan. Salah satu alasan mengapa informasi asimetri berperan
penting dalam teori akuntansi bahwa pasar sekuritas adalah subjek pada permasalahan informasi
asimetri.
Contoh asimetri info (moral hazard)

Contoh yang paling sering disebut adalah pembeli premi asuransi mobil. Karena risiko biaya perbaikan
akibat tabrakan ditanggung oleh pihak perusahaan asuransi, maka perilaku pembeli asuransi itu berubah,
dari mengemudi secara hati-hati menjadi sembrono. Pengemudi tau ada perusahaan asuransi yang akan
menanggung risiko biaya perbaikan jika terjadi tabrakan.

Contoh asimetri info (adverse selesction)

Asuransi kesehatan

seorang yang mempunyai masalah kesehatan cenderung untuk masuk ke dalam asuransi ini, biaya rata-
rata merefleksikan hal ini, orang yang high risk persons membayar lebih rendah (underpay) dibandingkan
orang yang low risk karena membayar overpay

2b. Apa yang dimaksud dengan prilaku opportunitis dan kontrak efisien dalam hubungannya dengan
asimetri informasi !

JAWABAN:

Yang dimaksud dgn perilaku oppurtunis adalah mengacu pada pribadi, sifat atau dinamika kelompok
dalam menghadapi suatu kondisi dimana dalam posisi tertentu merasa mempunyai kesempatan atau
peluang lebih untuk melakukan sesuatu sesuai keinginan. Perilaku oportunistik merupakan perilaku yang
berusaha mencapai keinginan dengan segala cara bahkan cara ilegal sekalipun (Maryono, 2013). Lebih
jauh Maryono (2013) menyebutkan bahwa faktor yang mempengaruhi perilaku oportunistik adalah
kekuatan (power) dan kemampuan (ability). Perilaku oportunistik mengarah pada terjadinya adverse
selection (menyembunyikan informasi) dan moral hazard (penyalahgunaan wewenang).

Yang dimaksud dgn kontrak efisien adalah kontrak yang jelas untuk masingmasing pihak yang berisi
tentang hak dan kewajiban, dengan demikian dapat meminimumkan konflik keagenan. Masalah keagenan
ini dapat terlihat dalam aktivitas manajemen laba yang muncul pada laporan keuangan akibat adanya
asymmetric information. Asimetri antara manajemen (agen) dengan pemilik (principal) dapat
memberikan kesempatan kepada manajer untuk melakukan manajemen laba (earnings management)
dalam rangaka menyesatkan pemilik (pemegang saham) mengenai kinerja ekonomi perusahaan.
3a. apa yang dimaksud dengan dalil, konsep dan prinsip dalam akuntansi keuangan ??

Jawaban :

Dalil adalah asumsi dasar yang membahas lingkungan bisnis .

Konsep adalah hasil dari proses identifikasi mengelompokan dan interprentasi dari berbagai fenomena
atau kejadian. Jadi, konsep tidak merupakan bahan atau bagian dari proses formal dalam pembuatan
teori, tetapi dapat digunakan di dalam teori sebagai bagian dari suatu kesimpulan yang di proleh dari
kajian empiris .

Prinsip adalah pendekatan umum yang digunakan dalam penilaian dan pengakuan pristiwa-pistiwa
akuntansi . pada dasarnya prinsip terdiri atas : prinsip yang berorientasi pada input adalah ukuran umum
yang mengarahkan fungsi akuntansi. Dan prinsip yang berorientasi pada output melibatkan kualitas
tertentu tentang laporan keuangan dan harus ada azas yg berorientasi input dan dilaksanakan dengan
benar.

3b. sebut dan jelaskan dalil-dalil, konsep-konsep dan prinsip-orinsip yang mendukung kos !

1. Dalil dalil (postulates)


Beberapa dalil yang mendukung kos historis dan tujuan laporan keuangan sebagai berikut :
a. Dalil kontinyuitas usaha : dalil secara sederhana menyatakan bahwa jika tidak ada bukti yang
berlawanan, diyakini bahwa entitas akan terus menerus melakukan aktivitasnya. Asumsi tentang
kontinyuitas usaha dianggap mengandung ketidak pastian dan terlalu luas untuk menghasilkan
pilihan di antara system evaluasi, termasuk pembiayaan masa lalu.
b. Dalil periode waktu : kegiatan usaha, seperti hanya kegiatan manusia lainnya, dilaksanakan di
dalam kurun waktu tertentu.asumsi ini membentuk segmen tertentu di luar dari proses yang
berkelanjutan bagi komunitas bisnis .periode waktu adalah tahun bisnis atau kalender/ agenda
kerja \. Akibatnya laporankeuangan berisi pernyataan posisi keuangan, pendapatan dan arus kas
selama tahun ini.
c. Dalil kesatuan akuntansi : akuntansi dan bentuk legalnya memandang entitas bisnis bhwa entitas
terpisah dari pemiliknya akan tetapi terdapat dua persoalan penting yaitu :
- Masalah mendefinisikan entitas itu sendiri dan akuntansi untuk melihathubungan antar
bagian dalam entitas tersebut. Dengan kata lain apakah akuntansi digabungkan atau
menggunakan metode non- kombinatif dalam menunjukan hubungan yang ada.
- Masalah kedua yaitu bagaimana akuntansi melihat hubungan antara entitas dengan para
pemiliknya.
d. Dalil unit moneter: dalam ekonomi non-barter, uang yang berfungsi sebagaialat tukar. Akibatnya
uang menjadi standar utama dalam proses pengukuran. Jadi laporan keuangan disajikan dalam
satuan moneter dalam satuan waktu, untuk tujuan informasi akuntansi, unit moneter
diasumsikan stabil haruslah menjadi prinsip yang mendasae metode akuntansi .
4a. gambar dan jelaskan SFAC 8

4. Gambar dan jelaskan SFAC no. 8

A. Kualitas Fundamental
a) Relevan (relevance) : informasi keuangan yang relevan mampu membuat perbedaan dalam
keputusan yang dibuat oleh pengguna.
b) Representasi yang tepat (Faithful representation): untuk menjadi berguna, informasi
keuangan tidak hanya harus mewakili fenomena yang relevan, tetapi juga memiliki nilai
representasi memadai yang harus mewakili fenomena yang memiliki tujuan untuk diwakili.
B. Unsur kualitas:
a) Relevan (relevance) :
Nilai prediksi (predictive value): informasi keungan dikatakan memiliki nilai prediktif jika
dapat digunakan sebagai masukan bagi proses yang digunakan oleh pengguna untuk
memprediksi hasil masa depan.
Nilai konfirmatori (confirmatory value): informasi keuangan dikatakan memiliki nilai
konfirmasi jika itu memberikan umpan balik (menegaskan atau perubahan) tentang evaluasi
sebelumnya atau keduanya.
b) Representasi yang tepat (Faithful representation):
Lengkap (completeness): lengkap mencakup semua informasi yang diperlukan bagi
pengguna untuk memahami fenomena yang sedang digambarkan, termasuk semua deskripsi
yang diperlukan dan pejelasannya.
Netral (neutrality): netral akan menggambarkan seleksi atau penyajian informasi keuangan
yang tanpa bias.
Bebas dari kesalahan (free from error): tidak ada kesalahan atau kelalaian dalam deskripsi
fenomena, dan proses yang digunakan untuk menghasilkan informasi yang dilaporkan telah
dipilih dan diterapkan dengan tidak ada kesalahan dalam proses.
C. Kualitas ideal
a) Dapat dibandingkan (comparability): karakteristik kualitatif yang memungkinkan
pengguna untuk mengidentifikasi dan memahami kesamaan, dan perbedaan atara item-item
laporan keuangan.
b) Dapat diverifikasi (verifability): pengamat berpengetahuan dan independen yang berbeda
bisa mencapai konsensus, meskipun tidak selalu perjanjian lengkap, bahwa penggambaran
tertentu merupakan representasi setia.
c) Ketepatan waktu (timelines): memiliki informasi yang tersedia untuk pengambilan
keputusan dalam waktu yang akan mampu memengaruhi keputusan mereka.
d) Dapat dipahami (understandability): mengklasifikasikan, mengkarakterisasi, dan
menyajikan informasi secara jelas dan ringkas akan membuat informasi tersebut dapat
dimengerti atau dipahami.