Anda di halaman 1dari 3

Ringkasan Kasus:

Didirikan oleh Tim dan Nina Zagat, survei peringkat Zagat telah dikumpulkan dan
dipublikasi oleh pengunjung sejak tahun 1979. Zagat menerbitkan survei untuk restoran,
hotel, dan nightlife di 70 kota besar. Zagat mulai ada sejak awal tahun 1980, ketika menyukai
makanan, Zagat mulai menyusun daftar restoran favorit untuk konsumsi pribadi dan untuk
berbagi dengan teman dekatnya. Tapi, dengan adanya internet, e-commerce, dan mobile
technology, Zagat berusaha untuk menemukan model bisnis yang sesuai dengan perusahaan.

Untuk menghasilkan survei pertama, Zagat menyurvei 200 orang, dan jumlah
peningkatan terjadi dari waktu ke waktu. Eksekutif, turis dan New York foodies menjadi
daftar responden dalam penelitian. Karena keberhasilannya, Zagat memutuskan untuk
memempublikasikan survei miliknya dalam bentuk buku dan menjualnya hingga menjadi
bestseller. Pasangan tersebut juga mempublikasikan bukunya di kota-kota besar lainnya
seperti, Chicago, San Fransisco, dan Washington, D.C. Selain itu, Zagat membuka unit yang
menciptakan panduan custom untuk klien perusahaannya.

Ketika terjadi dotcom bubble, perusahaan kapitalis tertarik pada pengakuan brand zagat
dan merek zagat langsung terkenal dikalangan pecinta makanan, turis dan pemilik restoran.
Zagat merupakan salah satu perusahaan pertama yang mempopulerkan konten yang dibuat
oleh pengguna, mengumpulkan review restoran dari pembacanya, menggabungkan review
dan membuat rating. Perusahaan kapitalis melihat bahwa zagat mempunyai kesempatan
untuk memindahkan kontennya dari sistem offline ke online, web, dan mobile.

Banyak keputusan yang dihadapi oleh zagat dalam memindahkan konten mereka ke
web. Yang mereka pikirkan adalah berapa banyak biaya yang dikenakan untuk berbagai
konten tersebut. Mereka akhirnya memutuskan untuk melakukan pengenaan pembayaran
akses konten di dalam webnya. Banyak investor meragukan sistem berbayar yang dilakukan
oleh zagat. Hal ini dikarenakan akan memberikan kesempatan kepada pesaing seperti Yelp
yang menyediakan konten gratis untuk hasil pencarian di Google. Akhirnya, karena zagat
tetap mempertahankan sistem berbayar tersebut, zagat dikalahkan pesaing lain seperti Yel,
Groupon, Google Place dan web-web lainnya yang menawarkan konten gratis.

Tahun 2008, zagat mencoba menjual perusahaan mereka, tetapi gagal. Calon pembeli
lebih tertarik dengan Yelp yang memiliki potensi tumbuh lebih besar. Pada tahun 2011, zagat
tertinggal oleh Yelp dan situs gratis lainnya. Yelp memiliki pengguna yang lebih banyak
dibanding zagat. Zagat mengklaim bahwa webnya lebih banyak dikunjungi oleh para
pengguna, tapi perbedaan yang terlihat itu sangat signifikan.

Bulan September 2011, zagat melihat perubahan keberuntungan ketika Google


membayar untuk membeli perusahaannya. Google berusaha mencapai marketplace pencarian
lokal setelah gagal membeli Yelp pada tahun 2009,yang kemudian zagat menjadi daftar
perusahaan yang dibeli oleh Google. Pada kenyataannya, setelah kesepakatan Yelp tidak
dipenuhi, Google dan Yelp menjadi pesaing kuat. Yelp juga menuduh Google melakukan
kecurangan atas hasil pencarian untuk kebaikannya sendiri.

Pada tahun saat terjadinya akuisisi, Google dan zagat bekerja bersama untuk mereview
dari zagat dapat terlihat bersamaan dengan pencarian Google. Google menginginkan untuk
menggunakan pelanggan Zagat yang menghasilkan format panduan dan menerapkannya pada
setiap tempat yang dicari, misalnya: restoran, outlet, hotel, resorts, spa, golf, dan lainnya.

Pada Mei 2012, Google mengumumkan penyertaan panduan zagat dan review online
sebagai jasa baru yang digunakan, yaitu Google+ lokal. Dengan jasa yang diberikan, Google
berharap dapat lebih berkompetisi secara efektif dengan Yelp pada situs pencarian lokal.
Karena nilai dari Google melebihi dari yang lain, untuk pertama kalinya perusahaan
memutuskan menghilangkan pengenaan biaya bagi konten yang ada di zagat. Google
berharap dapat menggabungkan review Zagat dengan teknologi mapping untuk lebih bisa
bersaing dengan Yelp. Menyoroti perbedaan antara zigat dan Yelp, pada home page
zigat.com lebih efisien dengan jumlah minimal kotak pencarian dan link yang segera tersedia.
Sedangkan pada Yelp, pada halaman depan dari situs tersebut terlihat lebih ramai dan kurang
efisien dibandingkan dengan zagat, tetapi Yelp memiliki banyak konten yang segera tersedia
lebih besar.

Strategi Yelp yaitu menjual iklan lokal dimanapun bisnis berada dan menyediakan
konten gratis yang dananya dari penjualan iklan tersebut. Yelp juga lebih mengandalkan
review individu. Kelemahan dari pendekatan yang dilakukan Yelp adalah banyak review
yang jauh lebih lama dari review yang diperlukan. Review zigat memberikan kesan yang
lebih jelas dan lebih ringkas.

Investor percaya bahwa Yelp berada pada trajectory yang berbeda karena
mempunyai model bisnis yang unik. Zagat menjual konten untuk pelanggan dan perusahaan,
sedangkanYelp menjual iklan bisnis lokal. Banyak analis yang percaya bahwa potensi
pertumbuhan model bisnis Yelp akan sangat meningkat bila dibandingkan dengan model
bisnis zigat. Hak ini karena iklan merupakan alat yang berguna untuk bisnis kecil dalam
mempromosikan bisnisnya bukan hanya dikota besar.

Sebagian besar analis setuju bahwa zagat bisa dihindari dengan membuat upaya yang
lebih agresif untuk penggunaan digital. Zagat memperoleh pendapatan dari buku-survei di
New York. Sejauh ini, penggabungan Google dan Zagat telah berhasil, dan akan
memungkinkan kedua perusahaan untuk lebih bersaing dengan Yelp dalam pencarian lokal.
Akan tetapi, Google juga berharap menggabungkan zagat konten user generated model ke
Google+ akan membantu jaringan sosial untuk lebih bersaing dengan Facebook. Pada tahun
2014, Google membuat perubahan besar untuk aplikasi zagat, memperkenalkan sejumlah
fitur baru dan desain yang diperbarui, serta membatasai jumlah kota dimana aplikasi akan
bekerja.