Anda di halaman 1dari 17

LAPORAN PENDAHULUAN

ASKEP PADA ANAK DENGAN MASALAH TROPIK


DAN INFEKSI : CAMPAK

DISUSUN OLEH :

NI WAYAN MUJANI (P07120216021)

NI PUTU NUR ADIANA DEWI (P07120216022)

(TK. 2A D4 KEPERAWATAN)

KEMENTERIAN KESEHATAN RI

POLITEKNIK KESEHATAN DENPASAR

JURUSAN KEPERAWATAN

2017
LAPORAN PENDAHULUAN
ASKEP PADA ANAK DENGAN MASALAH TROPIK DAN INFEKSI :
CAMPAK

A. DEFINISI
Campak adalah organisme yang sangat menular ditularkan melalui
rute udara dari seseorang yang terinfeksi pada orang lain yang rentan
(Smeltzer,2013). Penyakit campak adalah penyakit menular dengan gejala
kemerahan berbentuk mukolo papular selama tiga hari atau lebih yang
disertai panas 380cata lebih dan disertai salah satu gejala batuk, pilek, dan
mata merah (WHO,2009).
Morbili adalah penyakit virus akut, menular yang ditandai dengan
3stadium, yaitu stadium prodormal ( kataral ), stadium erupsi dan
stadiumkonvalisensi, yang dimanifestasikan dengan demam, konjungtivitis
dan bercakkoplik ( Ilmu Kesehatan Anak Edisi 2, th 1991. FKUI ).
Morbili adalah penyakit anak menular yang lazim biasanya ditandai
dengan gejala-gejala utama ringan, ruam serupa dengan campak ringan atau
demam, scarlet, pembesaran serta nyeri limpa nadi ( Ilmu Kesehatan Anak vo
2,Nelson, EGC, 2010)
Campak adalah suatu infeksi akut yang sangat menular ditandai oleh
gejala prodormal panas, batuk, pilek, radang mata disertai dengan timbulnya
bercak merah makulopapurer yang menyebar ke seluruh tubuh yang
kemudian menghitam dan mengelupas. (Fanani. 2009: 61-62).
Campak disebut juga rubeola, morbili, atau measles. Penyakit ini
ditularkan melalui droplet ataupun kontak dengan penderita. Penyakit
inimemiliki masa inkubasi 8-13 hari. Campak ditandai dengan gejala awal
demam,batuk, pilek, dan konjungtivitis yang kemudian diikuti dengan bercak
kemerahanpada kulit (rash). Dampak penyakit campak di kemudian hari
adalah kurang gizisebagai akibat diare berulang dan berkepanjangan pasca
campak, sindromradang otak pada anak diatas 10 tahun, dan tuberkulosis
paru menjadi lebihparah setelah sakit campak berat.
B. ETIOLOGI
Penyebabnya adalah virus morbili yang terdapat dalam sekret
nasofaring dan darah selama masa prodormal sampai 24 jam setelah timbuL
bercak-bercak.Virus ini berupa virus RNA yang termasuk family
Paramiksoviridae, genusMorbilivirus. Cara penularannya adalah dengan
droplet infeksi. Virus campak termasuk golongan paramyxovirus. Virus ini
berbentuk bulat dengan tepi yangkasar dan begaris tengah 140 mm,
dibungkus oleh selubung luar yang terdiri darilemak dan protein, didalamnya
terdapat nukleokapsid yang bulat lonjong terdiridari bagian protein yang
mengelilingi asam nukleat (RNA), merupakan srukturheliks nukleoprotein
yang berada dari myxovirus. Selubung luar seringmenunjukkan tonjolan
pendek, satu protein yang berada di selubung luarmuncul sebagai
hemaglutinin.
Virus Campak adalah organisme yang tidak memiliki daya tahan
yangkuat, apabila berada diluar tubuh manusia virus Campak akan mati.
Padatemperatur kamar virus Campak kehilangan 60% sifat infektisitasnya
selama 35 hari. Tanpa media protein virus Campak hanya dapat hidup
selama 2 minggudan hancur oleh sinar ultraviolet. Virus Campak termasuk
mikroorganisme yangbersifat ether labile karena selubungnya terdiri dari
lemak, pada suhu kamardapat mati dalam 20% ether selama 10 menit, dan
50% aseton dalam 30 menit.
Sebelum dilarutkan, vaksin Campak disimpan dalam keadaan kering
dan beku, relatif stabil dan dapat disimpan di freezer atau pada suhu lemari es
(2-8C; 35,6-46,4F) secara aman selama setahun atau lebih. Vaksin yang
telahdipakai harus dibuang dan jangan dipakai ulang.
Sebelum vaksinasi campak digunakan secara meluas, wabah campak
terjadi setiap 2-3 tahun, terutama pada anak-anak usia pra-sekolah dan anak-
anak SD. Jika seseorang pernah menderita campak, maka seumur hidupnya
dia akan kebal terhadap penyakit ini.
Kekebalan terhadap campak diperoleh setelah vaksinasi, infeksi aktif
dan kekebalan pasif pada seorang bayi yang lahir ibu yang telah kebal
(berlangsung selama 1 tahun).
Orang-orang yang rentan terhadap campak adalah:
bayi berumur lebih dari 1 tahun
bayi yang tidak mendapatkan imunisasi
remaja dan dewasa muda yang belum mendapatkan imunisasi

C. CARA PENULARAN PENYAKIT CAMPAK


Virus Campak ditularkan dari orang ke orang, manusia merupakan
satu-satunyareservoir penyakit Campak. Virus Campak berada disekret
nasofaring dan di dalamdarah minimal selama masa tunas dan dalam waktu
yang singkat setelah timbulnyaruam. Penularan terjadi melalui udara, kontak
langsung dengan sekresi hidung atautenggorokan dan jarang terjadi oleh
kontak dengan benda-benda yangterkontaminasi dengan sekresi hidung dan
tenggorokan.Cara penularan melalui droplet dan kontak, yakni karena
menghirup percikan ludah (droplet) dari hidung, mulut maupun tenggorokan
penderita morbili/campak.Artinya, seseorang dapat tertular Campak bila
menghirup virus morbili, bisa di tempat umum, di kendaraan atau di mana
saja. Penularan dapat terjadiantara 1 2 hari sebelumnya timbulnya gejala
klinis sampai 4 hari setelah timbulruam. Masa inkubasi adalah 10-14 hari
sebelum gejala muncul.Penularan virus Campak sangat efektif sehingga
dengan virus yang sedikitsudah dapat menimbulkan infeksi pada seseorang.

D. PATOFISIOLOGI
Penyebab campak adalah measles virus (MV), genus virus morbili,
famili paramyxoviridae. Virus ini menjadi tidak aktif bila terkena panas,
sinar,pH asam, ether, dan trypsin dan hanya bertahan kurang dari 2 jam di
udara terbuka. Virus campak ditularkan lewat droplet, menempel dan
berkembang biakpada epitel nasofaring. Virus ini masuk melalui saluran
pernafasan terutamabagian atas, juga kemungkinan melalui kelenjar air mata.
Dua sampai tiga hari setelah invasi, replikasi dan kolonisasi berlanjut
pada kelenjar limfe regional dan terjadi viremia yang pertama. Virus
menyebarpada semua sistem retikuloendotelial dan menyusul viremia kedua
setelah 5-7hari dari infeksi awal. Adanya giant cells dan proses peradangan
merupakandasar patologik ruam dan infiltrat peribronchial paru. Juga
terdapat udema,bendungan dan perdarahan yang tersebar pada otak.
Kolonisasi dan penyebaranpada epitel dan kulit menyebabkan batuk, pilek,
mata merah (3 C :coryza,cough and conjuctivitis) dan demam yang makin
lama makin tinggi. Gejalapanas, batuk, pilek makin lama makin berat dan
pada hari ke 10 sejak awalinfeksi (pada hari penderita kontak dengan sumber
infeksi) mulai timbul ruammakulopapuler warna kemerahan.
Virus dapat berkembang biak juga pada susunan saraf pusat dan
menimbulkan gejala klinik encefalitis. Setelah masa konvelesen pada turun
danhipervaskularisasi mereda dan menyebabkan ruam menjadi makin
gelap,berubah menjadi desquamasi dan hiperpigmentasi. Proses ini
disebabkan karenapada awalnya terdapat perdarahan perivaskuler dan
infiltrasi limfosit.

E. MANIFESTASI KLINIS
Masa tunas/inkubasi penyakit berlangsung kurang lebih dari 10-20 hari
dan kemidian timbul gejala-gejala yang dibagi dalam 3 stadium :
1. Stadium kataral (prodormal)
Stadium prodormal berlangsung selama 4-5 hari ditandai oleh
demamringa hingga sedang, batuk kering ringan, coryza, fotofobia
dankonjungtivitis. Menjelang akhir stadium kataral dan 24 jam sebelum
timbulenantema, timbul bercak koplik yang patognomonik bagi morbili,
tetapisangat jarang dijumpai. Bercak koplik berwarna putih kelabu,
sebesar ujungjarum dan dikelilingi oleh eritema.Lokalisasinya dimukosa
bukalisberhadapandengan molar dibawah, tetapi dapat menyebar tidak
teraturmengenai seluruh permukaan pipi. Meski jarang, mereka dapat
puladitemukan pada bagian tengah bibir bawah, langit-langit dan
karankulalakrimalis. Bercak tersebut muncul dan menghilang dengan
cepat dalam waktu 12-18 jam. Kadang-kadang stadium prodormal
bersifat berat karenadiiringi demam tinggi mendadak disertai kejang-
kejang danpneumoni. Gambaran darah tepi ialah limfositosis dan
leukopenia.
2. Stadium erupsi
Coryza dan batuk-batuk bertambah. Timbul eritema / titik
merahdipalatum durum dan palatum mole. Terjadinya eritema yang
berbentukmakula papula disertai dengan menaiknya suhu tubuh. Eritema
timbuldibelakang telinga dibagian atas lateral tengkuk, sepanjang rambut
danbagian belakang bawah. Kadang-kadang terdapat perdarahan primer
padakulit. Rasa gatal, muka bengkak. Terdapat pembesaran kelenjar getah
beningdisudut mandibula dan didaerah leher belakang. Juga terdapat
sedikitsplenomegali, tidak jarang disertai diare dan muntah. Variasi dari
morbiliyang biasa ini adalah Black Measles yaitu morbili yang disertai
perdarahanpada kulit, mulut, hidung dan traktus digestivus.
3. Stadium konvalesensi
Erupsi berkurang meninggalkan bekas yang berwarna lebih
tua(hiperpigmentasi) yang bisa hilang sendiri. Selain hiperpigmentasi
pada anakIndonesia sering ditemukan pula kulit yang bersisik.
Hiperpigmentasi inimerupakan gejala patognomonik untuk morbili. Pada
penyakit-penyakit laindengan eritema atau eksantema ruam kulit
menghilang tanpahiperpigmentasi. Suhu menurun sampai menjadi normal
kecuali bila adakomplikasi.

F. KOMPLIKASI
Pada anak yang sehat dan gizinya cukup, campak jarang berakibat
serius. Namun komplikasi dapat terjadi karena penurunan kekebalan tubuh
sebagai akibat penyakit Campak. Beberapa komplikasi yang bisa menyertai
campak:
1. Otitis media akut (infeksi telinga)
2. Infeksi bakteri : Pneumonia dan Infeksi telinga tengah
3. bronkopneumoni (infeksi saluran napas)
4. Ensefalitis (radang otak) terjadi pada 1 dari 1.000-2.000 kasus.
5. Bronkiolitis
6. Laringitis obstruksi dan laringotrakkhetis
7. Kadang terjadi trombositopenia (penurunan jumlah trombosit), sehingga
penderita mudah memar dan mudah mengalami perdarahan.
8. Diare
9. Kejang Demam (step)

G. PEMERIKSAAN DIGNOSTIK
Pada pemeriksaan darah didapatkan jumlah leukosit normal
ataumeningkat apabila ada komplikasi infeksi bakteri. Pemeriksaan antibodi
IgMmerupakan cara tercepat untuk memastikan adanya infeksi campak akut.
KarenaIgM mungkin belum dapat dideteksi pada 2 hari pertama munculnya
rash, makauntuk mengambil darah pemeriksaan IgM dilakukan pada hari
ketiga untukmenghindari adanya false negative. Titer IgM mulai sulit diukur
pada 4 minggusetelah muncul rash.
Sedangkan IgG antibodi dapat dideteksi 4 hari setelah rash
muncul,terbanyak IgG dapat dideteksi 1 minggu setelah onset sampai 3
minggu setelahonset. IgG masih dapat ditemukan sampai beberapa tahun
kemudian. Virusmeasles dapat diisolasi dari urine, nasofaringeal aspirat,
darah yang diberiheparin, dan swab tenggorok selama masa prodromal
sampai 24 jam setelahtimbul bercak-bercak. Virus dapat tetap aktif selama
sekurang-kurangnya 34 jamdalam suhu kamar.

H. PENATALAKSANAAN
Terdapat indikasi pemberian obat sedatif, antipiretik untuk mengatasi
demam tinggi. Istirahat ditempat tidur dan pemasukan cairan yang adekuat.
Mungkin diperlukan humidikasi ruangan bagi penderita laringitis atau
batukmengganggu dan lebih baik mempertahanakan suhu ruangan yang
hangat.
Penatalaksanaan Medis
Agar serangan campak tidak menjadi terlalu berat, kita bisa
melakukan hal-hal berikut berdasarkan fase-fasenya:
1. Masa Inkubasi
Fase inkubasi berlangsung sekitar 10-12 hari. Di fase ini agak sulit
mendeteksi infeksinya karena gejalanya masih bersifat umum bahkan
tidak terlihat sama sekali. Mungkin beberapa anak mengalami demam
tetapi umumnya anak tidak merasakan perubahan apa-apa. Bercak-
bercak merah yang merupakan ciri khas campak pun belum keluar.
Yang perlu dilakukan:
Jagalah keseimbangan gizi anak dengan baik agar daya
tahan tubuhnya tetap tinggi. Misalnya dengan makan sayur, buah,
serta menjaga kebugaran tubuhnya. Bila memang nantinya
campak benar-benar menyerang kemungkinan terjadinya tidak
akan terlalu parah.
2. Fase Prodormal
Adalah fase dimana gejala penyakit sudah mulai timbul seperti flu,
batuk, pilek, dan demam. Mata anak pun akan tampak kemerah-
merahan dan berair. Tak hanya itu, anak tidak bisa melihat dengan
jelas ke arah cahaya karena merasa silau (photo phobia). Ciri lain, di
sebelah dalam mulut muncul bintik-bintik putih yang akan bertahan 3-
4 hari. Beberapa anak juga mengalami diare. Satu-dua hari kemudian
timbul demam tinggi yang turun naik, berkisar 38-40,5 C. Di fase
kedua bercak merah belum muncul.
Yang perlu dilakukan:
Segeralah memeriksakan anak ke dokter ketika flu, batuk,
pilek, dan demam mulai muncul. Jangan sampai menunggu
munculnya bercak-bercak merah karena anak butuh pertolongan
secepatnya. Tindakan cepat sangat membantu untuk
mengantisipasi beratnya penyakit.
3. Fase Makulopapuler
Fase makulopapuler yakni keluarnya bercak merah yang sering
diiringi demam tinggi antara 38-40,5C. Awalnya, bercak ini hanya
muncul di beberapa bagian tubuh saja, biasanya di belakang telinga,
leher, dada, wajah, tangan dan kaki. Untuk membedakan dengan
penyakit lain, umumnya warna bercak campak akan sangat khas;
merah dengan ukuran yang tidak terlalu besar tapi juga tidak terlalu
kecil.
Biasanya, bercak merah akan memenuhi seluruh tubuh dalam
waktu satu minggu meskipun hal ini tergantung pula pada daya tahan
tubuh masing-masing anak. Pada anak yang memiliki daya tahan
tubuh baik umumnya bercak merahnya hanya pada beberapa bagian
saja. Tetapi pada anak yang memiliki daya tahan tubuh lemah, bercak
merahnya akan semakin banyak. Hal ini juga menunjukkan kalau
campak yang diderita anak termasuk berat.
Yang perlu dilakukan:
Tetaplah mengonsultasikan segala sesuatunya pada dokter.
Biasanya dokter akan mengusahakan agar bercak merah pada
anak tidak sampai muncul di sekujur tubuh. Bila memang sekujur
tubuhnya dipenuhi bercak, ini berarti campaknya cukup berat.
Apalagi jika sudah muncul gejala komplikasi, maka
konsultasikanlah ke dokter apakah anak perlu dirawat atau tidak.
Sebagian masyarakat beranggapan bahwa semakin banyak
bercak merah yang tampak semakin bagus karena berarti anak
akan cepat sembuh. Pendapat ini keliru karena kita sebenarnya
dituntut untuk lebih waspada. Tetapi bila diagnosis sudah
ditegakkan, dan tak ada komplikasi, anak cukup dirawat di rumah.
4. Fase Penyembuhan
Bila bercak merah sudah keluar, umumnya demam akan turun
dengan sendirinya. Selanjutnya bercak merah akan berubah menjadi
kehitaman dan bersisik, disebut hiperpigmentasi. Pada akhirnya
bercak akan mengelupas atau rontok atau sembuh dengan sendirinya.
Umumnya, dibutuhkan waktu hingga 2 minggu sampai anak sembuh
benar dari sisa-sisa campak.
Yang perlu dilakukan:
Tetap berikan obat yang sudah diberikan oleh dokter sambil
menjaga asupan makanan bergizi seimbang dan istirahat yang
teratur. Jangan pernah beranggapan kalau bercak merah sudah
berkurang dan gejalanya sudah hilang berarti virus campaknya
sudah musnah. Kita tetap perlu melanjutkan pengobatan sampai
anak benar-benar sembuh.
Penatalaksanaan Teraupetik :
1. Pemberian vitamin A
2. Istirahat baring selama suhu meningkat, pemberian antipiretik
3. Pemberian antibiotik pada anak-anak yang beresiko tinggi
4. Pemberian obat batuk dan sedativum
Penatalaksanaan Keperawatan :
1. Kebutuhan Nutrisi
Campak menyebabkan anak menderita malaise dan anoreksia.
Anak seringmengeluh mulut pahit sehingga tidak mau makan atau
minum. Demam yangtinggi menyebabkan pengeluaran cairan lebih
banyak. Keadaan ini jika tidakdiperhatikan agar anak mau makan
ataupun minim akan menambah kelemahan tubuhnya dan
memudahkan timbulnya komplikasi.
2. Gangguan suhu tubuh
Campak selalu didahului demam tinggi. Demam yang
disebabkan infeksi virus ini pada akhirnya akan turun dengan
sendirinya setelah campaknya keluarbanyak, kecuali bila terjadi
komplikasi demam akan tetap berlangsung lebihlama. Untuk
menurunkan suhu tubuh biasanya diberikan antipiretik dan jikatinggi
sekali diberiakan sedative untuk mencegah terjadinya kejang.
3. Gangguan rasa aman nyaman
Gangguan ini dirasakan anak karena adanya demam, tak enak
badan, pusing, mulut terasa pahit dan kadang muntah-muntah.
Biasanya anak juga tidaktahan meluhat sinar karena silau, batuk
bertambah banyak dan akan berlangsunglebih lama dari campaknya
sendiri. Anak kecil akan sangat rewel, pada waktumalam anak sering
minta digendong saja. Jika eksantem telah keluar anak akanmerasa
gatal, hal ini juga menambah gangguan aman dan kenyamanan
anak.Untuk mengurangi rasa gatal tubuh anak dibedaki dengan bedak
salisil 1% ataulainnya (atas resep dokter). Selama masih demam
tinggi jangan dimandikantetapi sering-sering dibedaki saja.
4. Resiko terjadinya komplikasi
Campak sering menyebabkan daya tahan tubuh sangat
menurun. Hal ini dapat dibuktikan dengan uji tuberculin yang semula
positif berubah menjadinegatif. Ini menunjukkan bahwa antigen
antibodi pasien sangat kurangkemampuannya untuk bereaksi terhadap
infeksi. Oleh karena itu, risikoterjadinya komplikasi lebih besar
terutama jika keadaan umum anak kurangbaik, seperti pada pasien
dengan malnutrisi atau dengan penyakit kronik lainya.
KONSEP DASAR ASUHAN KEPERAWATAN PADA ANAK DENGAN
INFEKSI CAMPAK

Pengkajian merupakan tahap awal dan landasan dalam proses keperawatan,


untuk itu diperlukan kecermatan dan ketelitian tentang masalah-masalah klien
sehingga dapat memberikan arah terhadap tindakan keperawatan. Keberhasilan
proses keperawatan sangat bergantuang pada tahap ini. Tahap ini terbagi atas:
A. Pengkajian
1. Anamnesa
a. Identitas Klien
Meliputi nama, jenis kelamin, umur rentan pada anak berumur 1-
14 th dengan status gizi yang kurang dan sering mengalami penyakit
infeksi, alamat, agama, bahasa yang dipakai, status perkawinan,
pendidikan, pekerjaan, asuransi, golongan darah, no. register, tanggal
MRS, diagnosa medis.
b. Identitas Penanggungjawab
Meliputi nama, jenis kelamin, umur, alamat, agama, bahasa yang
dipakai, status perkawinan, pendidikan, pekerjaan,
2. Keluhan Utama
Keluhan utama pada pasien dengan morbili yaitu demam terus-
menerus berlangsung 2 4 hari (Pusponegoro, 2004: 96). Anak masuk
rumahsakit biasanya dengan keluhan adanya eritema dibelakang telinga, di
bagian atas lateral tengkuk, sepanjang rambut dan bagian belakang bawah,
badan panas, enantema (titik merah) dipalatum durum danpalatum mole.
3. Riwayat Kesehatan Dahulu
Anamnesa pada pengkajian apakah klien pernah dirawat di Rumah
Sakitatau pernah mengalami operasi (Potter, 2005: 185). Anamnesa
riwayatpenyakit yang pernah diderita pada masa lalu, riwayat imunisasi
campak(Wong, 2003 : 657). Anamnesa riwayat kontak dengan orang
yangterinfeksi campak. (Suriadi, 2001 : 213). Biasanya Anak belum
pernahmendapatkan vaksinasi campak dan pernah kontak dengan
pasiencampak.
4. Riwayat Kesehatan Sekarang
Anamnesa adanya demam terus-menerus berlangsung 2 4 hari,
batuk,pilek, nyeri menelan, mata merah, silau bila kena cahaya (fotofobia),
diare, ruam kulit (Pusponegoro, 2004: 96). Adanya nafsu makan menurun,
lemah, lesu. (Suriadi, 2001: 213)
Pada anak yang terinfeksi virus campak biasanya ditanyakan pada
orangtua atau anak tentang kapan timbulnya panas, batuk,
konjungtivitis,koriza, bercak koplik dan enantema serta upaya yang telah
dilakukanuntuk mengatasinya.
5. Riwayat Kesehatan Keluarga
Dapatkan data tentang hubungan kekeluargaan dan hubungan
darah, apakah klien berisiko terhadap penyakit yang bersifat genetik atau
familial (Potter, 2005: 185).
6. Riwayat Imunisasi
Imunisasi apa saja yang sudah didapatkan misalnya BCG, POLIO
I,II,III; DPT I, II, III; dan campak.
7. Riwayat Nutrisi
Kebutuhan kalori 4-6 tahun yaitu 90 kalori/kg/hari.Pembatasan
kaloriuntuk umur 1-6 tahun 900-1300 kalori/hari. Untuk pertambahan
beratbadan ideal menggunakan rumus 8 + 2n.
Status Gizi
Klasifikasinya sebagai berikut :
Gizi buruk kurang dari 60%
Gizi kurang 60 % - <80 %
Gizi baik 80 % - 110 %

B. Pengkajian Fungsional Gordon


1. Pola Persepsi dan Pemeliharaan Kesehatan
Pada kasus campak akan timbul demam, batuk, sakit kepala, dan
konjungtivitis. Dan harus menjalani penatalaksanaan kesehatan untuk
membantu penyembuhan kulitnya. Selain itu, pengkajian juga meliputi
kebiasaan hidup klien seperti kontak langsung dengan penderita yang
dapat mengganggu kesehatan kulit (Ignatavicius, Donna D,1995).
2. Pola Nutrisi
Pada klien campak harus mengkonsumsi nutrisi melebihi
kebutuhan sehari-harinya seperti kalsium, zat besi, protein, vit. C, dan
lainnya untuk membantu proses penyembuhan kulit. Evaluasi terhadap
pola nutrisi klien bisa membantu menentukan penyebab masalah kulit.
3. Pola Eliminasi
Untuk kasus campak gangguan pada pola eliminasi, walaupun
begitu perlu juga dikaji frekuensi, konsistensi, warna serta bau feces pada
pola eliminasi alvi. Sedangkan pada pola eliminasi uri dikaji frekuensi,
kepekatannya, warna, bau, dan jumlah. Pada kedua pola ini juga dikaji ada
kesulitan atau tidak.
4. Aktivitas dan Latihan
Karena timbulnya nyeri, keterbatasan gerak, maka semua bentuk
kegiatan klien menjadi berkurang dan kebutuhan klien perlu banyak
dibantu oleh orang lain. Hal lain yang perlu dikaji adalah bentuk aktivitas
klien terutama pekerjaan klien. Karena ada beberapa bentuk pekerjaan
beresiko untuk terjadinya penularan campak dibanding pekerjaan yang lain
(Ignatavicius, Donna D, 1995).
5. Tidur dan Istirahat
Semua klien campak timbul rasa nyeri, keterbatasan sosialisasi,
sehingga hal ini dapat mengganggu pola dan kebutuhan tidur klien. Selain
itu juga, pengkajian dilaksanakan pada lamanya tidur, suasana lingkungan,
kebiasaan tidur. (Doengos. Marilynn E, 2002).
6. Sensori, Persepsi dan Kognitif
Pada klien campak daya rabanya meningkat terutama pada bagian
kulit yang terkena, sedangkan pada indera yang lain tidak timbul
gangguan. Begitu juga pada kognitifnya tidak mengalami gangguan.
Selain itu juga, timbul rasa nyeri akibat camapak (Ignatavicius, Donna D,
1995).
7. Konsep Diri
Dampak yang timbul pada klien campak yaitu timbul pernafasan
tidak efektif, saluran cerna terganggu, konjungtivtis, rasa cemas, rasa
ketidakmampuan untuk melakukan aktivitas secara optimal, dan
pandangan terhadap dirinya yang salah (gangguan body image)
(Ignatavicius, Donna D, 1995).
8. Seksual dan Reproduksi
-
9. Pola Peran Hubungan
Klien akan kehilangan peran dalam keluarga dan dalam
masyarakat. (Ignatavicius, Donna D, 1995).
10. Manajemen Koping Stress
Pada klien camapak timbul rasa cemas tentang keadaan dirinya,.
Mekanisme koping yang ditempuh klien bisa tidak efektif.
11. Sistem Nilai dan Keyakinan
Untuk klien campak tidak dapat melaksanakan kebutuhan
beribadah dengan baik terutama frekuensi dan konsentrasi. Hal ini bisa
disebabkan karena nyeri dan keterbatasan gerak klien

C. Pemeriksaan Fisik
Pemeriksaan fisik adalah mengukur tanda-tanda vital dan
pengukuranlainnya serta pemeriksaan semua bagian tubuh dengan
menggunakan teknikinspeksi, palpasi, perkusi, dan auskultasi. (Potter, 2005:
159)
1. Status kesehatan umum
Meliputi keadaan penderita, kesadaran, tinggi badan, berat badan, dan
tandatandavital.
2. Kepala dan leher
Inspeksi :
Kaji bentuk kepala, keadan rambut, kulit kepala, konjungtivitis,
fotofobia,adakah eritema dibelakang telinga, di bagian atas lateral
tengkuk, sepanjangrambut dan bagian belakang bawah.

Palpasi :
Adakah pembesaran kelenjar getah bening di sudut mandibula dan
didaerahleher belakang,
3. Mulut
Adakah bercak koplik di mukosa bukalis berhadapan dengan molar
bawah,enantema di palatum durum dan palatum mole, perdarahan pada
mulut dantraktus digestivus.
4. Thoraks
Inspeksi :
Bentuk dada anak, Adakah batuk, secret pada nasofaring, perdarahan
padahidung. Pada penyakit campak, gambaran penyakit secara klinis
menyerupaiinfluenza.
Auskultasi :
Ronchi / bunyi tambahan pernapasan.
5. Abdomen
Inspeksi :
Bentuk dari perut anak. Ruam pada kulit.
Auskultasi
Bising usus.
Perkusi
Perkusi abdomen hanya dilakukan bila terdapat tanda abnormal,
misalnya masa atau pembengkakan.
6. Kulit
Inspeksi
Eritema pada kulit, hiperpigmentasi, kulit bersisik
Palpasi
Turgor kulit menurun
D. DIAGNOSA KEPARWATAN
1. Gangguan integritas kulit b.d adanya rush (erupsi kulit)
2. Gangguan kebutuhan nutrisi kurang dari kebutuhan b.d anoreksia
3. Gangguan rasa nyaman : peningkatan suhu tubuh b.d proses
inflamasi/infeksi/virus.
E.