Anda di halaman 1dari 8

JURNAL BISNIS DAN MANAJEMEN -

FAKULTAS BISNIS DAN MANAJEMEN


UNIVERSITAS WIDYATAMA

Personal Brand Scale dalam Pemasaran Politik


Dwinto Martri Aji Buana

Universitas Widyatama
dwinto.marrri@widyataniaac.id

ABSTRAK
Politdc dan pemasaran telah menjadi kajian yang semakin menarik banyak peneliti saat ini.
Keduanya bahkan telah melebur dalam suatu disiplin baru yang disebut political marketing.
Konsep merek personal menjadi salah satu bahasan yang termasuk di dalam disiplin ini menjadi
bahasan yang masih jarang diteliti lebih lanjut relevansinya dalam konteks politik. Tujuan dari
peneltian ini adalah mengembangkan suatu skala pengukuran merek personal yang masih sangat
jarang dilakuhn hingga saat ini. Penelitian ini dilakukan dengan mengembangkan konsep yang
dikemukakan oleh Hughes (2007) d m Rampersad (20 11) untuk menyusun skala merek personal
yang kem+ian secara empiris diuji dengan menggunakan pendekatan confirmatoryfactor analysis
(CFA). Sebanyak 160 kuesioner disebarkan kepada responden yang merupakan pemilih p e d u di
Kota Bandung. Saran dan implikasi manajerial juga dibahas pada bagian akhir penelitian ini.

K&a kunck Merek Personal, Pemilu, ConJrmatory Factor Analysis

1. PENDAHULUAN yang diungkapkan kutipan berikut "political


marketing is crossdisciplinary fieM that
engages literature and practice in
Demokrasi dapat diartikan dengan
marketing, communication, and political
pemerintahan dari, oleh, dan untuk rakyat
science " (Lees-Marshment dan Marland,
(Olotu clan Ogunro, 2013 : 128; Mone dan
2012 : 334).
Bazini, 2013 : 403). Demokrasi di suatu
Salah satu konsep dan strategi yang
negara tumbuh dalarn perhdaan pendapat ada dan dikenal &lam bidang pemasaran
dengan debat dan diskusi sebagai adalah pemerekkan (branding). Dalam
penggeraknya (Osuagwu, 2008 : 793). Lebih
perkembangannya baik secara praktis
lanjut Olotu dan Ogunro (2013 : 128)
rnaupun teoritis, branding bukan hanya
mengungkapkan bahwa rakyat di suatu
digunakan dan dibahas dalam konteks
negara tidak dapat dkatakan demokratis
produk / jasa saja tapi juga untuk personal /
tanpa menjalankan sistem pemilihan yang
individu. Terbukti bahwa kini branding
independen sebagai salah satu faktor yang
tidak terbatas pada perusahaan atau produk
menambatkannya. Indonesia sebagai salah
dan jasa yang dimilikinya (Omojola, 2008 :
satu negara bersistem demokrasi telah 129). Rampersad (2008 : 34) menyatakan
dibuktikan dengan penyelenggaraan "everyone has a personal brand, but most
pemilihan umum (pernilu) yang hingga saat people are not aware of this m7d do not
ini masih dilakukan.
manage it strategically, consistenly, and
Politik dan pemasaran sangat jelas
eflectively ". Dalam konteks politik
merupakan dua ha1 yang jauh berbeda.
Indonesia, citra personal lebih dominan
Secara sejarah keduanya bukanlah istilah
dibandingkan dengan citra lembaganya
yang diasosiasikan (Mone dan Bazini, 20 13 :
(Rustandi, 2013 : 96).
399). Namun dalam perkembangannya,
Merek personal relatif sebuah
konsep politik dan pemasaran menjadi saling
fenomena baru &lam pemasaran dan masih
berkaitan dan melengkapi satu dengan
minim penelitian dalam area ini (Hughes,
lainnya. Di satu sisi politik memiliki 2007, p. 1114). Pendapat tersebut dikuatbn
pengaruh membentuk aksi pemasaran (Hutt,
pula oleh Awan et.al (2011 : 28) yang
Mokwa, & Shapiro, 1986 : 40) namun di sisi mengatakan meskipun telah banyak usaha
lainnya pemasaran memiliki pengaruh pada
yang dilakukan pada area branding namun
aksi politik (Brennan dan Hemeberg, 2008 :
sangat sedikit tulisan yang mengembangkan
559). Hal ini wajar karena merupakan suatu
personal brand khususnya dari sudut
kajian yang multidisiplin keilmuan seperti pandang literatur akademik. Beberapa
JURNAL BISNlS DAN MANAJEMEN
FAKULTAS BlSNIS DAN MANAJEMEN
UNIVERSITAS WDYATAMA

diantaranya secara empiris membahas terkait inforrnasi (information), dan ide (ideas).
pengaruh perbedaan nama terhadap persepsi Dan sepuluh ha1 tersebut salah satunya
- seseorang (hhrtinez, 20 13), merek personal adalah memasarkan orang (persons) yang
pada media sosial online (Kawano 62 Obu, dalam penelitian ini akan lebih lanjut dikaji
2013); (Harris & Rae, 201 1); dan dengan-istilah merek personal.
(Labrecque, Markos, & Milne, 201 l), dan (Nessmann, 2008, p. 8) mengatakan
merek personal selebriti 1 tokoh populer bahwa karakteristik branding sebuah produk
(Rampersad, 2008); dan (Schultz & Sheffer, juga dapat diaplikasikan pada orang. Senada
20 12). Penelitian lainnya seperti yang pula dengan pemyataan tersebut (Hughes,
dilakukan oleh (Isfahani, Aghdaie, & 2007, p. 1115) yang membahas teori ini,
Homaei, 20 1 1) mencoba untuk mengukur mengatakan merek persoml dapat juga
usaha yang dilakukan oleh seorang manajer digunakan dengan strategi merek yang ada
dalam memperoleh personal brand. sekarang. Dengan demikian, hal-ha1 yang
terkait bagaimana suatu produk dapat
, Wacker (2008 : 5) mengungkapkan diterima di pasar berlaku pula pada konteks
bahwa penelitinn empiris dilakukan untuk individu. Sehmgga muncul dan dapat
menguji ' sebuah teori dan ditemui beberapa istilah seperti 'people as a
mengembangkannya. Melihat adanya celah brand ', 'individual as a product :'branding
tersebut, @enelitian ini mencoba untuk people', dan lain sebagainya di dalam
meninjau lebih jauh pengukuran merek beberapa literatur. Sebagaimana ditegaskan
personal kandidat presiden dalam pemilu dengan pemyataan (Hughes, 2007, p. 1115)
untuk memperkaya konsep dan membangun yang menyatakan bahwa tidak ada alasan
teori pemasaran politik yang lebih luas. aspek-aspek lainnya dalam branding tidak
dapat dikernbangkan pada merek personal.
2. KERANGKA TEORITIS Sehingga teori merek personal dapat relevan
digunakan dengan teori dari produk yang
lndividu dan Merek selama ini telah banyak digunakan. (Awan,
Ebad, & Baig, 201 1, p. 30) memaparkan
Merek penting dalam pemasaran pula terkait istilah-istilah lain
sebuah produk karena tanpa merek sebuah (interchangeably) yang dipakai dalam
produk tidak akan terjual dengan baik di menyebutkan istilah personal branding
pasar (Venkataiah, 20 11, p. 75). Sedanglcan dengan 'self-branding ', 'seljlpositioning',
(Buana, 2009, p. 35) mengungkapkan pula atau 'individual branding'. Sedangkan untuk
dalam studinya bahwa disadari maupun keperluan penelitian ini, akan digunakan
tidak oleh seiap orang, pada kenyataaGYa istilah merek personal @ersonal branding)
kehidupan sehari-hari dikelilingi oleh merek untuk menunjukkan merek dari individu.
(brand) serta telah menjadi suatu bagian Berdasarkan studi literatur, tidak
yang tidak terpisahkan dalarn kehidupan ini. ada yang secara pasti rnenyebutkan oleh
Dinyatakan pula oleh (Rufaidah, 2007, p. 1) siapa konsep ini mulai dimuncukan &lam
bahka merek blah menjadi alat pernakan literatur akademik. Labrecque et.al, (201 1 :
yang paling p o w e r - l dalam pemasaran. 38) menyebutkan dalam jurnalnya bahwa
Dengan demikian, artinya perlu dipahami konsep merek personal pertama kali
bahwa kini merek telah berperan besar dipopulerkan oleh Tom Peters pada tahun
dalam keseharian manusia 'dalam 1997 dalam artikelnya 'The Brand Called
memasarkan dan mengkonsumsi sesuatu. You, ' has become increaringly important in
the digital age ". Sedangkan (Lair, Sullivan,
Pada masa sekarang ini, bukan & Cheney, 2005, p. 308) berpendapat bahwa
hanya produk dan perusahaan saja tapi juga personal branding sendiri munglun
individu telah menjadi merek (Yaman, 2012, diperkenalkan lebih awal dari itu yaitu pada
p. 182). Hal ini sejalan dengan apa yang tahun 1982 saat Dale Carnegie
diungkapkan di dalam bukunya oleh (Kotler memperkenalkan karyanya yang berjudul
& Keller. Marketing Management, 20 12, p. 'How to Win Friends and InJIuence People '.
27) mereka memaparkan bahwa di era saat Pendapat lainnya dari Awan et.al(2011 : 30)
ini ada 10 ha1 yang &pat dipasarkan, yaitu: menyebutkan bahwa konsep ini pertam kali
barang (goods), jasa (service), peristiwa diperkenalkan oleh A1 Ries dan Jack Trout
(evenl), pengalaman (experience), orang dalam buku yang berjudul "Positioning: The
@ersons), tempat (place), properti Rattle for your Mind" pada tahun 1980.
('properties), organisasi (organization), ~ a m bilak mengkaji berdasarkan pendapat
JURNAL BISNIS DAN MANAJEMEN
FAKULTAS BISNIS DAN MANAJEMEN
_
UNIVERSITAS WDYATAMA

Rampersad (2008 : 34) yang menyatakan brand meskipun telah lama populer
bahwa setiap orang merniliki personal brand (Hughes, 2007 : 1115). Oleh karena itu,
tetapi kebanyakan orang tidak Hughes mencoba mengajukan sebuah
menyadarinya, maka sebetulnya personal definisi personal brand yang diambil dari
brand eksistensinya ada seiring dengan hasil pengembangan definisi merek menurut
keberadaan rnanusia itu sendiri di kehidupan AMA tahun 2007. Di sisi lain, (Aaker, 1997)
ini, hanya saja secara literatur akadernik justru mengajukan suatu konsep yang
konsep ini mulai populer di beberapa dekade dinamakan 'brand personality ' dimana
belakangan ini. karakteristik manusia diasosiasikan pada
merek. Secara konseptual terdapat beberapa
Hingga pada tahap tersebut, karena defmisi personal brtmdng yang telah
kebaruan konsepnya, belum ada satu pun dikemukakan dari beberapa literatur dapat
yang mendefinisikan secara formal personal dilihat dalam tabel sebagai berikut:

Tabel 2.1
t Definisi Merek Personal
No Surnbcr Istilah & Definisi

2 (Hughes, 2007 : 1115) Personal Brand:


"Thereforeapersonal brand can be dejned as being a person,
nanie, term, sign, symbol or design, or a combination of these,
intended to identrfi the goods or services of one seller, or group of

4 (Karsudjono, Personal Branding:


Christiananta, & "Isan effort to buildpublic perception about what guarantee can

Pada wnelitian ini mencoba


mengkombinasi dua definisi personal Penelitian ini tidak menggunakan
branding dari Hughes (2007 : 1 1 15) dan d e f ~ s dari
i beberapa pendapat laimya dari
Rampersad (2008 : 34). Pendapat kedua ahli Aaker (1997 : 347), Isfahani et.al (2011 :
tersebut digunakan sebagai dasar penelitian 282), dan Karsudjono et.al (201 1 : 630)
ini, dikarenakan definisi tersebut memiliki dikarenakan konsep personal branding dari
cakupan yang menyeluruh dan lebih aktual para ahli tersebut secara pengkajian literatur
serta relevan untuk digunakan dalam dianggap telah tercakup dalam dua d e f i ~ s i
konteks yang ada dalam penelitian ini yang digunakan. Selain itu, pada Isfahani
khususnya dari Hughes (2007 : 1115) ef.al (20 I I : 282) konteks yang dilakukan
menggunakannya pada konteks pernilihan dalam penelitiamya terbatas pada sebuah
umum dalam negara demokrasi yang berarti perusahaan saja, artinya terdapat banyak
sama dengan yang dilakukan dalam perbedaan karakteristik yang relatif banyak
penelitian ini. Oleh karenanya, penelitian ini dengan yang dimaksud dalam penelitian ini.
menggunakan definisi personal branding
sebagai berikut: "nama, istilah, tanda, Metode Penelitian, Desain
simbol atau desain, atau kombinasi Penelitian dan Model Analisis
kesemuanya serta sintesis dari segala
ekspektasi, citra, dan persepsi yang Sampel
diciptakan seseorang dalam aka1 orang Lain
yang dirnaksudkan untuk mengidentifikasi Data diperoleh dari pemilih pemilu
dan membedakan dirinya dengan para presiden tahun 2014 di kota Bandung.
pesaingnya"
JURNAL BISNIS DAN MANAJEMEN
FAKULTAS BISNIS DAN MANAJEMEN
UNIVERSITAS WIDYATAMA

Metode sampling yang digunakan dalam menggunakan sojiware AMOS 19.


penelitian ini adalah multistage area Penelitian ini menggunakan lcriteria
sampling, yaitu metode sampling yang fit model dalam CFA yang umurn digunakan
rnelibatkan penggunaan sebuah kornbinasi diantaranya adalah: chi square, CMINDF,
dari dua atau lebih tektllk sampling RMR, TLI, CFI, GFI, NFI, AGFI, IFI. Hair
probabilitas (Zikmund et.al, 2013 : 399). et.al (2010 : 686) mengungkapkan bahwa
Dan hasil penyebaran secara tercetak "the most&ndamental absolutejit indices is
maupun online berhasil terkumpul sebanyak the x2 statistic". Dirnana Byrne (2010 : 75)
160 kuesioner. Cara penyebaran kuesioner menuliskan x2 (chi square) tersebut
tercetak dilakukan oleh surveyor dengan mengacu pada angka CMIN. Dalarn Latan
rnendatangi responden sertR didampingi (2013 : 51) disebutkan bahwa CMIN/DF
dalam pengisiannya. Sedangkan kuesioner atau sering disebut juga 'nonnal chi-square'
online disebarkan dengan memberikan akses merupakan ki-iteria yang dikembangkan oleh
atau link kuesioner melalui berbagai media Wheaton et.al (1977) dan model dapat
Cfacebook email, bbm, dan whatsapp). diterima bila memiliki nilai 5 2 menurut
Kuesioner menggunakan pengukuran Schumacker dan Lornax (2010 : 5). Hair
numerik semahtic d~serentialdengan angka et.al (2010 : 667) mengungkapkan bahwa
1 sarnpai 5 p i n , dimana terdapat d m kutub nilai Root Mean Square Error of
jawaban yaitu sangat negatif yang Approximation (RMSEA) yang baik masih
ditunjukkan dengan angka 1 hingga sangat diperdebatkan, namun beberapa penelitian
positif yang ditunjukkan dengan angka 5. sebelumnya menetapkan pada nilai 0.05 atau
Skala semantic di$erentia digunakan untuk 0.08. Sedangkan dalam penelitian ini
mengukur, slkap responden terhadap objek digunakan nilai yang direkomendasikan
ataupun individu (Sekaran & Bougie, 2010 : sebesar 0.05. Pengukuran lainnya dengan
150). menggunakan Comparatiw Fit Index (CFI)
dan Goodness of Fit Index (GFI) yang oleh
Model Testing Hair et.al (2010 : 667-669) dikatakan baik
bila angkanya lebih dari 0,90. Selanjutnya
Setelah dilakukan spesifikasi adalah Tucker Lewis Index (TLI),
terhadap model, penelitian ini menggunakan Incremental Fit Index @I), dan Normed Fit
confrmatory factor analysis (CFA) sebagai Index (NFI)yang oleh Latan (2013 : 67)
alat anaIisis dari merek personal. Byrne disebutkan nilai cut-off value dari masing-
(2010 : 6) mengungkapkan bahwa CFA masing sebesar 0,95. Sedangkan untuk
cocok digunakan saat peneliti telah memiliki factor loading yang baik Hair et.al (2010 :
pengetahuan mengenai struktur variabel 709) mengungkapkan sebaiknya 0.5 atau
laten. Sebagaimana yang dikatakan oleh lebih dan idealnya adalah 0.7 ke atas.
Hair et.al (2010 : 693) "CFA is used to
provide a coizfinnatory test of our 3 HASIL PENELITIAN DAN
measurement theory". Pada penelitian ini DISKUSI
dilakukan jenis CFAfrst orderfactor model
yang berarti kovarians diantara item yang Descriptive Statistic
diukur dijelaskan dengan satu faktor laten
(Hair et.al, 20 10 : 754). Byrne (20 10 : 97)
Tabel berikut menampilkan data
mengungkapkan pula bahwa CFA
profil 160 orang responden yang
merupakan alat ukur yang paling tepat
berpartisipasi dalam penelitian ini. Profil ini
diterapkan pada langkah-langkah yang telah
digunakan untuk memberikan pemahaman
dikembangkan sepenuhnya, dan struktur
yang lebih mendalam terkait dengan
faktor m&eka divalidasi. Adapun perangkat
jawaban responden pada instrumen yang
yang digunakan untuk pengolahan data
diberikan.
dalam penelitian ini adalah dengan
JURNAL BISNIS DAN MANAJEMEN -
FAKULTAS BISNIS DAN MANAJEMEN
UNIVERSITAS W D Y ATAMA

Tabel 3.1
------- -- -----
Profil Res~onden
-- - Penelitian
--- ---------.
Profil Frekuensi Persentase
Jenis Kelamin Laki-Laki 93 58 %
---..-..--- -- -.- pereen 67 42 %
Usia ------------ 17 - 27 72 --- 45 %

- - "" ----- . ,"


---
Status ---.- ~ e l ~ ~ e r u k a h 79 49 %
Pernikahan Sudah Menikah 81 51 %
Tingkat SD 4 3%
Pendidikan ----- SMP 2 1%
\
SMA 39 24 %
- D3lS 1 85 53 %
-"-

-
"+-.,

S2lS3 30 19 %
Pekerj- PelaHM_aksj~wa ---- 47 -. 30 %
PNS 13 8%
Karyawan Swasta ---------
47 29 % -
Wiraswasta 24 15 %
Lainnya 29 18 %
Keikutsertaan Belum
-------- Pernah 20 12-%-
- P e ~ h 140 88 %
Status ------------ Ya ----------- 24 15-%--
Kegertaian Bukan 136 85 %
Pendekatan -- --Berdasarkan
--------- Partai 14 9%
Memilih ---------Berdasarkan Sosok - 118 74 %
Lainnya 28 17

Secara deskriptif, profil responden angka hampir sarna yaitu 85%. Artinya
ditunjukkan pada tabel di atas. Beberapa ha1 responden didominasi oleh pemilih
yang dapat diketahui berdasarkan data berpengalaman clan juga pemilih yang non
responden tersebut bahwa mayoritas anggota partai tertentu Sedangkan bila
sebanyak 58% pemilih yang diteliti adalah dilihat secara pendekatan mernilih terlihat
laki-laki berpartisipasi dalam penelitian ini. sekali dari angka yang ada bahwa pemilih
Sedangkan secara usia responden lebih banyak yang memilih berdasarkan
kebanyakan dari kalangan usia 17-27 tahun, sosok yang mencalonkan diri hingga
yang berarti bahwa pemilih di Kota mencapai angka 74%.
Bandung didominasi oleh kalangan usia
rnuda. Selain itu, secara pendidikan juga Scale Development
rnenunjukkan bahwa pemilih didorninasi
dari kalangan terpelajar yang ditunjukkan Sebuah instrumen yang terdiri dari
dengan responden berpendidikan D3lS 1 7 item dikembangkan dalam studi ini.
sebanyak 53% atau lebih dari setengahnya. lnstrumen ini dikembangkan dari studi
Secara status pernikahan hampir seimbang literatur yang telah dilakukan sebelumnya.
yaitu 49% belum menikah dan sisanya sudah Kemudan mernadukan serta
menikah. Responden pada penelitian ini mengembangkan konsep yang dikemukakan
secara pekerjaan didominasi oleh oleh Hughes (2008) dan Rampersad (20 11)
pelajar/mahasiswa sebanyak 30% yang tidak mengenai merek personal. Instrumen ini
jauh berbeda dengan yang merniliki juga dikembangkan untuk keperluan konteks
pekejaan sebagai karyawan swasta penelitian merek personal pada pemilu
sebanyak 29%. Secara keikutsertaan dalam presiden. Beberapa penyesuaian item
pemilu responden yang pernah mengikuti dilakukan berdasarkan hasil dari prestest
pemilu jauh lebih besar angkanya yaitu yang dilakukan untuk mempejelas kalirnat
sebesar 88% dan responden yang bukan item yang diajukan kepada responden.
simpatisan salah satu partai pun memiliki
JURNAL BISNIS DAN MANAJEMEN
FAKULTAS BISNIS DAN MANAJEMEN
UNIVERSITAS WIDYATAMA

Nilai Standar Factor Lwding Item Penelitian

Keterangan: AVE =Average Variance Extracted, CR = Construct Reliability, SFL =


Staruiardized Factor Loadings

Setelah dilakukan pengolahan data 0,5 yang berarti menunjukkan konvergensi


penelitian dqngan menggunakan software yang mernadai (Hair et.al, 20 10 : 709-7 10).
AMOS 19.0 diperoleh hasil sebagaimana Selain itu, &ngan standar nilai loading
ditampilkqn pada tabel 2. Berdasarkan tabel faktor 0,5 yang sudah dapat dikatakan baik,
2 di atas 'dapat diketahui bahwa nilai CR maka seluruh item yang ada dalam
berada pada angka > 0,7 yang instrumen berada di atas angka tersebut.
mengindikasikan terdapat konsistensi Dengan demikian tidak ada item yang perlu
internal dan nilai AVE berada pada angka > dibuang dari hasil perhitungan ini.

Tabel 3
Hasil Uji Kelayakan Model
:,,i,L&-a
& - + & &% :.,:.CMIN CMIN/df
' l,%&;z":*A
RMR TU CFI GFI NFI AGFI
$.yjg i:: -:03$ ~ + ? - - g ~ ~ ' & j & : ? .ge@4:i:~-~g~~$~y:gfQ~
j;~
IF1 RMSEA
>gg$y-; :o?(j 2,<

independence 626.926 29.854 .520 .000 .000 .361 .000 .I48 .000 .426

Berdasarkan pada tabel di atas IMPLIKASI MANAJERLAL


dapat diketahui bahwa angka chi-square
c u h p hesar yang ditunjukkan oleh angka Kesimpulan
CMIN sebesar 21.343. Sedanakan untuk
C W d f atau 'nomkl chi-sq&' ada pada Tujuan dari penelitian ini untuk
angka 1,779 yang berada < 2, artinya model menguji instrumen merek personal yang
&pat diterima menurut Schumacker dan dikembangkan dari Hughes (2007) dan
Lomax (20 10 : 5) dalam Latan (20 13 : 5 1). Rampersad (201 1) ini telah tercapai. Merek
Begitupun untuk kriteria pengukuran personal telah menjadi salah satu faktor
kelayakan model lainnya yaitu RMR, TLI, penting dalam pemilihan umum bagi
CFI, GFI, NFI, AGFI, IF1 dan RMSEA seorang kandidat. Dengan menggunah uji
angkanya berada di atas nilai cut-ON yang validitas dan reliabilitas, hasil analisis faktor
berarti model ddcatakan j t . Model yang konfirmatori menunjukkan bahwa merek
dikembangkan ini fit untuk dan item yang personal dapat dijelaskan dengan cukup baik
digunakan dapat dijadikan sebagai alat ukur oleh 7 item yang diteliti. Sehubungan
yang menjelaskan merek personal dalam dengan temuan tersebut, pada bagian ini
konteks pemilu dan lebih khusus lagi pada irnplikasi manajerial yang dapat
pemilu presiden di Kota Bandung. dipertimbangkan oleh para kandidat dan
partai yang ikut dalam pemilihan umum
perlu memperhatikan dengan baik beberapa
faktor yang diteliti terkait merek personal
pada penelitian ini dalam melakukan
kampanye dan komunikasi dengan pemilih.
4 KESIMPULAN DAN Dengan demikian akan terbentuk merek
JURNAL BISNIS DAN MANAJEMEN .
FAKULTAS BISNIS DAN MANAJEMEN
UNIVERSITAS W D Y ATAMA

personal yang dipandang otentik dan jauh Basic Concepts, Applications, and
dari kepura-puraan. Sedangkan bagi Programming. Second Edition.
masyarakat yang khususnya adalah pexriilih New York: Routledge
temuan pada penelitian ini dapat dijadikan Hair, J. F., Black, W. C., Babin, B. J., &
sebagai dasar pertirnbangan dalam mernilih Anderson. (20 10). Multivariate
agar tidak teralihkan pada dasar Data Analysis: A Global
pertimbangan yang tidak substantif dan lebih Perspective. Seventh Edition.
terpengaruh pada sisi manipulatif dari Pearson Education, Inc., Upper
kandldat yang akan dipilih. Saddle River, New Jersey.
Namun dernikian, penelitian ini Harris, Lisa and Rae, Alan. (20 1 1). Building
memiliki keterbatasan dalam beberapa ha1 a personal brand through social
diantaranya adalah dilakukan pada ruang networking. Journal of Business
lingkup penelitian hanya terbatas tingkat Strategy, Vol. 32, No. 5, pp. 14-2 1
kota Bandung. Untuk memperluas manfaat Hughes A (2007), Personal Brands: An
skala h i maka pada penelitian selanjutnya Exploratory Analysis of Personal
dapat dilakukan pa& ruang lingkup yang Brands in Australian Political
lebih besar dan pada masyarakat yang MarketingAustralia and New
memiliki , perbedaan budaya. Dengan Zealand Marketing Academy
demikian dapat diketahui pengukuran yang Conference, University of Otago,
lebih tepat dengan melibatkan juga unsur Dunedin, December 3-5.
budaya di dalamnya dan memetakan Hutt, Michael D; Mokwa, Michael P; and
masyarakat atau dalam ha1 ini pemilih Shapiro, Stanley J. (1986). The
berdasarlcan budaya dalarn memandang Politics of Marketing: Analyzing
merek personal kandidat &lam pemilihan the Parallel Political Marketplace.
m u m . Selain itu, untuk keperluan penelitian Journal of Marketing, 50, 1, pp. 40-
selanjutnya perlu ditambahkan pula , 51
beberapa item lain yang dimungkrnkan dapat Isfahani, Ali Nasr, Aghdale, Seyed Fathollah
menjelaskan merek personal seperti visi, Amiri, and Homaei Reza. (20 11).
spiritualitas, komunikasi politik, clan Manager's Personal Brands (MPB):
kcberanian Dengan beberapa penarnbahan The Secret of Success or Failure.
tersebut diharapkan akan dihasillcan temuan International Journal of Business
yang lebih Iuas dan mendalam dalam and Social Science Voi. 2 No. 20;
menjelaskan merek personal. November 20 11, pg. 28 1-285
Karsudjono, Anthonius , Junianto,
DAITAR PUSTAKA Christiananta, Budiman, and
Eliyana, Anis. (2013). The
Aaker, Jennifer L. (1997). Dimensions of Influence Of Leader Self-Mastery,
Brand Personality. Journal of Leader Personalityand Leader
Marketing Research, Vol. XXXIV, Personal Brandingon Achievement
347-356 Motivation And Leader Candidate
Awan, Faisal Akber, Ebad, Shusma, and Performance: A Study At P.T.
Baig, Ebad. (201 1). The Myth of Mangium hgerah Lestari
Personal Branding. Journal of Kotabaru Regency, South
Marketing Philosophy & Practice, Kalimantan. Social Sciences and
Vol 1, No 1, pg. 28-36 Humanities, Vol. 4, No. 4, pg. 627-
Brennan, Ross and Henneberg, Stephan C. 640
(2008). Does political marketing Kawano, Yoshihiro and Obu, Yuka. (20 13).
need the concept of customer A Proposal for a Personal Branding
value?. kblketing Intelligence & Support Service in Social Media
Planning, Vol. 26, No. 6, pp. 559- Times, Journal of Contemporary
572 Eastern Asia, Volume 12, No. 2:
Buana, Dwmto Martri Aji. (2009). Co- 49-59
Branding dan Pengaruhnya Kotler, Philip and Keller, Kevin Lane.
Terhadap Brand Equity. Jumal (20 12). Marketing Management.
Bisnis dan Manajemen. Volume X, New York: Pearson Education
Nomor I, halaman 35-48 Labrecque, Lauren I., Markos, Ereni, and
Ryrne, Barbara M. (20 10). Structural Milne, George R. (20 11). Online
Equation odel ling with AMOS: Personal Branding: Processes,
JURNAL BISNIS DAN MANAJEMEN
FAKULTAS BISNIS DAN MANAJEMJ3N
UNIVERSITAS WDYATAMA

Challenges, and Implications. Personal Branding. Performance


Journal of Interactive Marketing Improvement, 47(6), 34-37.
25,37-50 Rampersad, H. (201 1). Matching your
Lair, Daniel J., Sullivan, Katie, and Cheney, personal brand to that of your
George. (2005). Marketization The employer. Training 62 Management
Recasting Of The Profesional Self. Development Methods. Vol. 25 No.
The Rhetoric and Ethics of 2, pp. 413-418
Personal Branding. Management Rufaidah, Popy. (2007). Branding the
Communication Quarterly, Vol. 18, nation: Indonesia as a Brand.
No. 3, February 2005,307-343 Worlung Papers in Business,
Lees-Mashment, Jennifer and Marland, Management and Finance, No.
Alex. (20 12). Canadian Political 200706
Consultants' Perspectives about Rustandi, Dedi. (20 13). Pencitraan Politik
Political Marketing. Canadian Daring: Strategi Memenangkan
Journal of Communication, Vol. Massa Digital Menjelang Pernilu
37, No. 2; pg. 333-343 2014. Halaman 93-1 18. Dalam:
Latan, Hen&. (2013). Model Persamaan Dinamika Komunikasi Politik
Struktural: Teori dan Implementasi Menjelang Pemilu 2014. Balai
;AMOS 21.0. Bandung : Penerbit Pengkajian dan Pengembangan
Alfabeta Komunikasi dan Informatika
Martinez, Jose A. (20 13). The influence of Bandung (BPPKI): Badan Litbang
names on perception about SDM Kementerian Komunikasi dan
professionals in Spain. Economics Mbrmatika
and Business Letters 2(2), 66-74 Schultz, Brand and Sheffer, Marry Lou
Mone, Klajdi & Bazini Evelina. (201 3). (20 12). Personal Branding Still in
Political Marketing Application By Future For Most Newspaper
Political Parties: A Framework For Reporters. Newspaper Research
Understanding Its Impact In Journal Vol. 33, No. 4, pg. 63-77
Democracy. Mediterranean Journal Sekaran, Uma 62 Bougie, Roger. (2010).
of Social Sciences. Vol. 4, No. 4, Research Methods for Business: A
pp. 399-404 Skill Building Approach. Fifth
Nessman, Karl. (2008). Personal Edition. John Wiley and Sons.
Communication Management: How Venkataiah. (20 11). Leadership Branding: A
to position people effectively. Conceptual Framework.
Tagungsbeitrag bei der International Journal of
Internationalen PR Tagung in Management & Business Studies,
Mailand, 16. -18. Oktober 2008 Pp. Vol. 1, Issue 3, pp. 74-77
1- 24 Wacker, John G. (2008). A conceptual
Oloty Olafemi Ayopo and Ogunro, Victor understanding of requirements for
Olukayode. (20 13). Political theory building research:
Marketing: An Effective Strategy guidelines for scientific theory
for Quality Leadership and building, Journal of Supply Chain
Sustainable Democracy in Nigeria. Management, vol. 44, number 3,
International Journal of Marketing pg. 5-15
Studies; Vol. 5, No. 1, pp. 128- 133 Yaman, Fikret. (20 12). Toplumda Ki9isel
Omojola, Oladokun. (2008). Audience Marka Olmak: Tikkiye'nin Kiaisel
Mmdset and Influence on Personal Markalan (english: Becoming
Political Branding. Journal of Personal Brand In Society:
Social Science, 16(2): 127-134 Personal Brands Of Turkey),
Osuagwu, Linus. (2008). Political Journal of the Human and Social
marketing: conceptualisation, Science Researches, Cilt. I, Sayl: 4
dimensions and research agenda. - Volume. 1, Issue: 4, pg. 182-197
Marketing Intelligence & Planning, Zikmund, William G; Babin, Bany J.; Carr,
Vol. 26, No. 7, pp. 793-8 10 Jon C.; and Griffin, Mitch. (2013).
Rarnpersad, H. K. (2008). A New Blueprint Business Research Methods. 9th
For Powerful And Authentic Edition. Cengage Technology Editon.