Anda di halaman 1dari 14

Critical Journal Review

ANALISIS LAJU DEFORESTASI HUTAN BERBASIS


SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS (STUDI KASUS PROVINSI PAPUA)

Diajukan Sebagai Tugas Mata Kuliah


Sistem Informasi Geografi
Dosen : Drs. Ali Nurman M,si

Oleh :

ARTA TINA N WARUWU


3152131027
C Reguler 2015

JURUSAN PENDIDIKAN GEOGRAFI


FAKULTAS ILMU SOSIAL
UNIVERSITAS NEGERI MEDAN
2017
Critical Journal Review

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur saya panjatkan kehadirat Tuhan YME atas segala rahmat dan hidayah
yang telah dilimpahkan-Nya, Sehingga saya dapat menyelesaikan Critical Journal Review ini
dengan baik,yang berjudul Analisis Laju Deforestasi Hutan Berbasis Sistem Informasi
Geografis (studi kasus provinsi papua).
Penulisan Critical Journal ini dimaksudkan untuk memenuhi tugas pada mata kuliah
Sistem Informasi Geografi yang diberikan oleh dosen kami yang terhormat bapak Drs.Ali
Nurman, M.Si selaku dosen pengampu.
Akhir kata, saya ucapkan terima kasih kepada dosen yang berperan serta dalam penulisa
critical book ini dari awal sampai akhir. Serta saya berharap agar critical journal ini dapat
bermanfaat bagi semua kalangan. Amin.

Medan , Oktober 2017

Arta Waruwu

i
Critical Journal Review

DAFTAR ISI

COVER

KATA PENGANTAR ............................................................................................... i

DAFTAR ISI . ii

1
IDENTITAS JURNAL ...
2
RINGKASAN ISI JURNAL .......................................................................................

KRITISI JURNAL
9
A. Kelebihan .......
B. Kelemahan ............. 9

KESIMPULAN DAN SARAN ...... 10

DAFTAR PUSTAKA ................................................................................................ 11

ii
Critical Journal Review

IDENTITAS JURNAL

Judul Jurnal : Analisis Laju Deforestasi Hutan Berbasis Sistem Informasi


Geografis (studi kasus provinsi papua)
Penulis : La Ode Muh. Yazid Amsah
Drs. H. Samsu Arif, M.Si,
Syamsuddin, S.Si, MT2
Volume : -

Tahun : 2000 - 2010


Jumlah Halaman : 15

1
Critical Journal Review

RINGKASAN ISI JURNAL

Abstrak
Kondisi kawasan hutan Provinsi Papua pada tahun 2009 jika dibandingkan dengan data
kawasan hutan pada awal tahun 2000, luasannya semakin berkurang akibat dari aktivitas pada
sektor kehutanan, pertanian, perkebunan, petambangan dan pemekaran wilayah. Berkurangnya
luasan hutan di Provinsi Papua diikuti oleh penurunan fungsi kawasan hutan, Hal ini dapat
menimbulkan dampak yang cukup besar dan sangat merugikan bagi penduduk setempat. Namun
seberapa luas pengurangan kawasan hutan belum terukur dengan pasti, sehingga perlu dilakukan
perhitungan perubahan luasan hutan dari tahun 2000 2009 agar dapat dilihat seberapa besar
laju pengurangan luasan kawasan hutan dalam kurun waktu tersebut. Untuk mengetahui seberapa
besar laju pengurangan hutan maka dilakukan analisis spasial dengan menggunakan Sistem
Informasi Geografis, dari analisis tersebut maka diperoleh laju perubahan luas hutan.
Pendahuluan

Kondisi kawasan hutan Provinsi Papua pada tahun 2010 jika dibandingkan dengan data
kawasan hutan pada awal tahun 2000, luasannya semakin berkurang akibat dari aktivitas pada
sektor kehutanan, pertanian, perkebunan, petambangan dan pemekaran wilayah. Namun seberapa
luas pengurangan kawasan hutan belum terukur dengan pasti, sehingga perlu diukur perubahan
luasan hutan dari tahun 2000 2010 agar dapat dilihat seberapa besar laju pengurangan luasan
kawasan hutan dalam kurun waktu tersebut. Berkurangnya luasan hutan di Provinsi Papua,
diikuti oleh penurunan fungsi kawasan hutan. Hal ini dapat menimbulkan dampak yang cukup
besar dan sangat merugikan bagi penduduk setempat. Terutama yang bermukim di sekitar pantai,
sungai, dan lembah atau di lereng pegunungan. Stern Review (2006) menyebutkan akibat
deforestasi dan degradasi memberi kontribusi 18% terhadap peningkatan emisi gas rumah kaca
secara global. Dengan demikian dapat mengakibatkan pergeseran iklim yang berdampak pada
penurunan kualitas lingkungan. Kondisi seperti ini menjadi ancaman serius bagi sumber
penghidupan masyarakat setempat, fungsi daerah aliran sungai, keberadaan keanekaragaman
hayati dan mengancam ketersediaan sumber daya alam di massa yang akan datang. Berdasarkan

2
Critical Journal Review
permasalahan di atas, maka tujuan penelitian ini yaitu mengidentifikasi luasan deforestasi
kawasan hutan antara tahun 2000 2009 di wilayah provinsi Papua.

Metode Penelitian
Lokasi Penelitian : Kawasan hutan Provinsi Papua
Alat dan Bahan :
1. Satu Unit Laptop
2. Satu Unit Printer
3. Gis
4. Office 2007
5. Excel 2007
6. Data Nama Kabupaten/Kota di Privinsi Papua
7. Data Tutupan Lahan Tahun 2000, 2003, 2006, 2009
8. Data Luas Kawasan Hutan
9. Data dan Peta Penggunaan Lahan
Studi Awal : Pengumpulan data dan studi pustaka mengenai daerah
penelitian serta bahan acuan guna mencapai tujuan penelitian.
Pengolahan Data : Pengolahan pada penelitian ini diawali dengan penyiapan data
digital penutupan lahan tahun 2000, 2003, 2006, dan 2009.

3
Critical Journal Review

4
Critical Journal Review
Hasil dan Pembahasan
Hasil Analisis Perubahan Hutan Tahun 2000-2003
Laju penutupan lahan kawasan hutan setiap periode tiga tahun bervariasi dari setiap
kabupaten yang ada di Provinsi Papua. Pada periode tahun 2000-2003 terlihat dari
gambar 2 dimana Kabupaten Kepulauan Yapen memiliki perubahan penutupan kawasan
hutan yang terbesar yaitu 243.276 Ha, Kabupaten Bouven Digoel sebesar 114.855 Ha,
Kabupaten Merauke sebesar 61.538 Ha, Kabupaten Asmat sebesar 49.221 Ha, dan
Kabupaten Mappi sebesar 33.298 Ha, itulah lima Kabupaten yang mengalami perubahan
hutan terbesar untuk rentang waktu antara 2000-2003.

Gambar 3. Peta Deforestasi Hutan Tahun 2000-2003

Gambar 4. Grafik Perubahan Hutan Tahun 2000-2003

5
Critical Journal Review

Hasil Analisis Perubahan Hutan Tahun 2003-2006


Pada periode tahun 2003-2006, terlihat dari gambar IV.3. Kabupaten Jayapura sebesar
123.237 Ha, Kabupaten Merauke sebesar 110.110 Ha, Kabupaten Bouvendigul sebesar
99.969 Ha, Kabupaten Asmat 86.773 Ha, dan Kabupaten Mappi sebesar 55.160 Ha,
itulah lima Kabupaten yang mengalami perubahan hutan terbesar untuk rentang waktu
antara 2003-2006.

Gambar 5. Peta Deforestasi Hutan Tahun 2003-2006

6
Critical Journal Review
Gambar 6. Grafik Perubahan Hutan Tahun 2003-2006

Hasil Analisis Perubahan Hutan Tahun 2006-2009


Periode tahun 2006-2009, terlihat dari gambar IV.3. Kabupaten Merauke sebesar 374.567
Ha, Kabupaten Bouvendigul sebesar 224.824 Ha, Kabupaten Mappi sebesar 139.472 Ha,
Kabupaten Memberamo Raya sebesar 126.657 Ha, Kabupaten Nabire sebesar 97.559 Ha,
itulah lima Kabupaten yang mengalami perubahan hutan terbesar untuk rentang waktu
antara 2006-2009.

Gambar 7. Peta Deforestasi Hutan Tahun 2006-2009

7
Critical Journal Review

Gambar 8. Grafik Perubahan Hutan Tahun 2006-2009

Kesimpulan
Dari hasil yang diperoleh di atas dapat disumpulkan beberapa hal sebagai berikut :
1) Lima daerah atau Kabuten yang mengalami deforestasi paling besar dari tahun 2000-2009
yaitu Kabupaten Marauke, Kabbupaten Mappi, Kabupaten Bouven Digoel, Kabupaten
Pegunungan Bintang, dan Kabupaten Yahu Kimo.
2) Pada rentan waktu dari tahun 2000-2009 deforestasi terbesar terjadi pada tahun 2006-2009
sebesar 216.816 Ha, lalu tahun 2003-2006 sebesar 72.400 Ha, dan tahun 2000-2003 sebesar
25.759 Ha.

8
Critical Journal Review

KRITISI JURNAL

A. Kelebihan
Kekuatan penelitian ini adalah pada metodenya, yakni dengan penyiapan data digital
penutupan lahan tahun 2000, 2003, 2006, dan 2009 dengan bagan alir yang ada di bagian
metode penelitian, dengan waktu yang sebentar. Penelitian ini menghasilkan informasi
yang akurat, yang dibutuhkan dalam mengetahui deforestasi hutan dikawasan Papua.

B. Kelemahan
Kelemahan pada jurnal ini ialah abstrak yang tidak tepat, tidak memuat tentang
persyaratan abstrak penelitian, penjelasan yang kurang pada tahapan penelitian dan data
sebatas untuk citra Landsat 7.

9
Critical Journal Review

KESIMPULAN DAN SARAN

A. Kesimpulan
Jurnal Analisis Laju Deforestasi Hutan Berbasis Sistem Informasi Geografis (studi kasus
provinsi papua) merupakan jurnal yang cocok untuk direview karena jurnal tersebut
memiliki kelemahan yang berbeda dengan jurnal lain, terutama pada abstrak namun jurnal
ini dapat dijadikan bahan untuk praktikum SIG.
B. Saran
Dalam menuliskan jurnal sebaiknya lebih memperhatikan abstrak serta penyajian hasil
penelitian yang mudah di pahami oleh pembaca.

10
Critical Journal Review

DAFTAR PUSTAKA

Rahmawaty, 2004, Hutan : Fungsi Dan Peranannya Bagi Masyarakat, Fakultas Pertanian
Program Ilmu Kehutanan Universitas Sumatera Utara, Sumatera.

Rancangan Tata Ruang Wilayah Provinsi, 2010, Proporsi Kawasan Hutan dan Air Provinsi
Papua, Papua

11