Anda di halaman 1dari 3

BAB I

PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang


PT. Amman Mineral Nusa Tenggara merupakan salah satu perusahaan yang
bergerak di bidang industri pertambangan bijih tembaga. Berlokasi di di bagian
Barat Daya Pulau Sumbawa, tepatnya di Kecamatan Sekongkang, Kabupaten
Sumbawa Barat, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB). menggunakan sistem
tambang terbuka (surface mining) dengan metode penambangan open pit.
Kegiatan penambangan dalam prakteknya akan menghasilkan limbah, baik
berupa limbah cair, padat dan gas/udara. Khusus untuk limbah cair berasal dari
kontaminasi antara air, oksigen dan material sulfida yang menghasilkan air asam
tambang. Salah satu cara untuk menanggulangi air tersebut agar tidak
terkontaminasi dengan aliran sungai menuju hilir, di PT. AMNT terdapat
bendungan Santong 3 yang berfungsi sebagai kolam penampungan air limpasan
dari proses penambangan.
Bendungan Santong 3 merupakan tipe bendungan urugan. Salah satu
permasalahan pada urugan adalah terdapatnya rembesan-rembesan yang melalui
inti bendungan urugan. Rembesan-rembesan itu dapat mengakibatkan kerusakan
yang cukup besar dan membahayakan stabilitas dari bendungan, khususnya lereng
bendungan itu sendiri. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan dengan memantau
air rembesan yang ada pada tubuh bendungan sehingga dapat dianalisis peforma
kestabilan lereng downstream bendungan santong 3.

1.2. Rumusan Masalah


Semakin tingginya muka air pada kolam santong 3 akan berpengaruh pada
ketinggian muka air tanah pada lereng bendungan. Sehingga akan mempengaruhi
kestabilan dari lereng bendungan itu sendiri. Maka dari itu perlu dilakukan analisis
pengaruh tinggi muka air kolam Santong 3 terhadap kestabilan lereng bendungan.
1.3. Tujuan Penelitian
Tujuan penelitian ini adalah:
1. Mengetahui kondisi kestabilan lereng bendungan saat ini
2. Mengetahui pengaruh tinggi muka air kolam terhadap kestabilan lereng
bendungan Santong
3. Menganalisis nilai faktor keamanan lereng bendungan dengan kondisi muka
air kolam terendah, tengah dan paling tinggi.

1.4. Batasan Masalah


1. Geometri bendungan mengikuti geometri desain awal.
2. Data sifat fisik dan mekanik material berdasarkan data dari PT. AMNT
3. Simulasi tinggi muka air tanah berdasarkan data hasil pengukuran VWP
(Vibrating Wire Pizionometer).

1.5. Metodologi Penelitian


Metodologi penelitian adalah langkah sistematis yang akan dilakukan untuk
dapat mencapai tujuan penelitian. Metodologi penelitian yang dilakukan adalah
sebagai berikut :
1. Observasi Lapangan
Observasi lapangan dilakukan untuk mengidentifikasi permasalahan yang
terjadi di bendungan kolam Santong 3.
2. Perumusan Masalah
Perumusan masalah diperoleh setelah melakukan identifikasi masalah.
3. Studi Literatur
Studi literatur dilakukan dengan cara mencari bahan-bahan pustaka yang
berkaitan dengan penelitian dari buku-buku maupun laporan penelitian yang
telah ada di Perpustakaan Program Studi Sarjana Teknik Pertambangan UPN
veteran Yogyakarta dan PT. AMNT.
4. Pengambilan Data
a. Data Primer
Data primer merupakan data yang diperoleh secara langsung dari hasil
pengamatan dilapangan. Data primer yang didapatkan pada saat
penelitian adalah data ......
b. Data Sekunder
Data sekunder merupakan data yang diperoleh secara tidak langsung,
yaitu dapat menyalin atau mengutip dari data yang sudah ada. Data
sekunder yang didapatkan saat peelitian, adalah :
1) Data geologi daerah penelitian
2) Peta lokasi penambangan dan kesampaian daerah
3) Data desain awal geometri bendungan
4) Data sifat fisik dan mekanik material bendungan
5) Data tinggi air bendungan
6) Data pengukuran tinggi air rembesan pada bendungan

5. Pengolahan dan analisis data


Pengolahan data dilakukan dengan melakukan perhitungan-perhitungan
secara teoritis dan menganalisis hasil olahan data tersebut dengan
menggunakan :
a. Pemilihan data monitoring VWP
6. Kesimpulan
Menarik suatu kesimpulan terhadap permasalahan yang diteliti dari hasil
pengolahan dan analisi data.

1.6. Manfaat Penelitian


Penelitian ini bermanfaat untuk memberikan informasi ke perusahan
mengenai pengaruh tinggi muka air kolam santong 3 terhadap kestabilan lereng
bendungan dan analisis kestabilan lereng dengan metode limit equilibrium untuk
mengetahu nilai dari faktor keamanan lereng bendungan kolam Santong 3.
Sehingga dapat menjadi acuan bagi perusahaan untuk menentukan batas maksimal
ketinggian muka air kolam.