Anda di halaman 1dari 3

LAPORAN ANALISA SINTESA

Nama Mhs : NOFIA CAECILIA LAE Ruang : ICU


NIM : 20160305056 Tanggal : 23/08/2017

1. Identitas klien
Tn. W.H (40 thn) (RM. 385463)
2. Diagnosa medis
Keton Asidosis Diabetikum
3. Tindakan keperawatan dan rasional : Pemberian O2 melalui Nasal Canul
4. Diagnosa keperawatan
Ketidakefektifan Pola Nafas berhubungan dengan Adanya peningkatan usaha nafas
karena dispensasi tubuh terhadap banyaknya keton dalam tubuh
5. Data
a. Klien sejak awal bulan agustus klien sering merasakan sesak nafas yang hilang
timbul, lalu klien di bawah oleh keluaraga menuju RS. Ciputra dan di rawat tetapi
tidak ada perubahan berarti, lalu klien di rujuk lagi ke RSPAD. Gatot Soebroto
pada tanggal18/08/2017 masuk melalui UGD dan di rujuk ke ICU untuk observasi
padatanggal 19/08/2017 (jam. 04.00) karena klien dicurigai KAD, dengan hasil lab
yang menunjukan peningkatan keton dalam darah klein sehinggah harus masuk
ICU untuk diobservasi lebih lanjut. TTV klein : TD : 130/90mmHg N: 90 x/mnt
RR: 18 x/mnt S: 36,70C , TB : 174 cm BB : 70 Kg -Kesadaran : Composmentis
- GCS: 15, Sesak nafas (+), Penggunaan otot bantu nafas (+),Suara Nafas (+
Ronchi).

6. Prinsip Tindakan dan Rasional


a. Kaji kondisi umum klien, fungsi pernafasan (hitung RR klien, obserasi sesak klien),
observasi apakah adanya bunyi nafas klien, pantau irama pernafasan klien (cepat dan
dangkal)
Rasional: Untuk mengkaji tanda-tanda awal gangguan dan untuk mengkaji apakah
adanya bunyi nafas tambahan akibat adanya gangguan ini.
b. Atur posisi pasien fowler atau semi fowler
Rasional: Untuk meningkatkan ekspansi dada klien menjadi lebih bebas dalam
melakukan inspirasi maupun ekspirasi

c. Kolaborasi pemberian oksigen melalui nasal canul, sebanyak 3 Liter (pada awal
pemasangan), Persiapan alat : selang nasal canul dan O2
Rasional: Untuk membantu memenuhi kebutuhan oksigen klien agar tidak sesak dan
pola pernafasan kembali normal, pemberian awal 3 Liter di naikan secara bertahap
sesuai instruksi (dokter) sambil melihat hasil observasi dari keadaan klien
7. Tujuan Tindakan
Untuk membatu memenuhi kebutuhan oksigenasi klien guna mengatasi sasak klien dan
mengembalikan pola pernafasan klien kembali regular
8. Bahaya yang mungkin terjadi akibat tindakan tersebut dan cara pencegahannya
a. Klien mengalami iritasi pada rongga nasal klien karena pemberian oksigen melalui
nasal awalnya tidak dilakukan secara bertahap tetapi langsung pemberian O2 dengan
sebanyak mungkin
b. Klien dapat mengalami kondisi Hipokapneu akibat banyaknya O2 yang secara
berlebihan masuk dan tinggi dalam darah sehinggah CO2 rendah dalam darah, akibat
pemeberian O2 yang berlebihan tidak secar bertahap
c. Adanya bahaya penularan kuman penyakit dari selang nasal canul dan cairan
humidifier yang berganti-ganti orang atau tidak steril sehinggah menimbulkan
bersarangnya banyak bakteri penyebab penyakit, untuk itu penggunaan selang nasal
canul 1 selang untuk 1 pasien, dst

9. Analisa sintesa tindakan keperawatan b/d diagnosa keperawatan

Akibat tertekanya ruang dinding dada karena metastasi ca klien menyebabkan


Keterbatasan paru melalui dinding dada untuk melakukan ekspansi yang maksimal

Terjadinya pengembangan dinding dada yang tidak sempurna


Nyeri Dada, peningkatan usaha bernafas, klien sasak nafas,
pernafasan klien cepat dan dangkal

Perubahan posisi klien dengan pemberian posisi fowler/semifowler


guna meningkatkan ekspansi dada klein

Perbaikan kondisi lebih lanjut dengan kolaborasi pemberiaan Oksigenasi melalui


pemberian O2 (nasal canul) secara bertahap dengan 3 Liter sebagai awal pemberian,
kenaikan pemberian disesuaikan dengan kodisi klien hasil observasi dan instruksi dokter

10. Evaluasi (Hasil)


a. Sasak nafas klien berkurang, pernafasan cepat (-), pernafasan dangkal (-)
b. Klien mulai rileks bernafas
c. Ekspansi paru (+), belum terlalu maksimal seperti masih tertahan
d. Tidak ada bunyi nafas tambahan

Maknanya : Tindakan pemberian posisi semifowler/fowler dan pemasangan nasal canul


merupakan salah tindakan awal dalam mengatasi sesak yang dialami klien
terutama di IGD (catatan: Klien pulang dan hanya diminta control kepoli
penyakit dalam guna konsultasi terkait ca klien)