Anda di halaman 1dari 53

Dibuat oleh Disetujui oleh (paraf)

METODE KERJA PIER HEAD


M Nur akromuzzaman Trias Setiawan Susilo Budi Utomo
METHOD OF STATEMENT
PEMBANGUNAN JALAN TOL Project Engineer
JAKARTA CIKAMPEK 2 ELEVATED
STA 9+500 STA 47+000 NO DOK : WI I1602- PM003 REV. 0 Engineering Dept Manager Project Manager

METHOD OF STATEMENT

TITLE: METODE KERJA PIER HEAD

CODE: WI I1602- PM003 REVISION: 00

R E V I S I O N S

KSO ( WASKITA and ACSET ) PT. VIRAMA KARYA


REV DESCRIPTION
OWNER
CREATION VERIFIED APPROVAL TECHNICAL APPROVA APPROVAL
VALIDATION L
/ / / / / / / / / /
0

/ / / / / / / / / /

/ / / / / / / / / /

/ / / / / / / / / /

/ / / / / / / / / /

Dilarang menyalin atau memperbanyak IK ini tanpa persetujuan dari Management System Dept. Head. Hal. 1 dari 53
METODE KERJA PIERHEAD
(RAMP 2 BOKS GIRDER)
METHOD OF STATEMENT
PEMBANGUNAN JALAN TOL
JAKARTA CIKAMPEK 2 ELEVATED
STA 9+500 STA 47+000 NO DOK : WI I1602- PM003 REV. 01

HARI / TANGGAL KETERANGAN PARAF

PARAF

METHODE ENGINEER ENGINEERING MANAGER PROJECT MANAGER

Dilarang menyalin atau memperbanyak dokumen ini tanpa persetujuan dari Management System Dept. Head. Hal. 2 dari 53
METODE KERJA PIERHEAD
(RAMP 2 BOKS GIRDER)
METHOD OF STATEMENT
PEMBANGUNAN JALAN TOL
JAKARTA CIKAMPEK 2 ELEVATED
STA 9+500 STA 47+000 NO DOK : WI I1602- PM003 REV. 01

PARAF

METHODE ENGINEER ENGINEERING MANAGER PROJECT MANAGER

Dilarang menyalin atau memperbanyak dokumen ini tanpa persetujuan dari Management System Dept. Head. Hal. 3 dari 53
METODE KERJA PIERHEAD
(RAMP 2 BOKS GIRDER)
METHOD OF STATEMENT
PEMBANGUNAN JALAN TOL
JAKARTA CIKAMPEK 2 ELEVATED
STA 9+500 STA 47+000 NO DOK : WI I1602- PM003 REV. 01

DAFTAR ISI

1. PENDAHULUAN 5
2. PRODUKSI PIER HEAD 7
2.1 SPESIFIKASI TEKNIS 7
2.2 DAFTAR PERALATAN PRODUKSI 10
2.3 METODE PRODUKSI 11
2.4 METODE PELETAKAN PIER HEAD 14
2.5 METODE PERBAIKAN PIER HEAD 15
2.6 METODE PENGIRIMAN PIER HEAD 17
3. PEKERJAAN PEMASANGAN PIER HEAD 20
3.1 PERALATAN 20
3.2 PERSONEL & TIM 20
3.3 PERSIAPAN PEMASANGAN 21
3.4 URUTAN PEKERJAAN PEMASANGAN PIERHEAD 23
4. PEKERJAAN STRESSING 27
4.1 URUTAN PEKERJAAN STRESSING 27
4.2 RINCIAN PROSEDUR PEKERJAAN 29
4.3 PEKERJAAN GROUTING 35

5. SAFETY 36
6. TRAFFIC MANAGEMENT 39
LAMPIRAN

PARAF

METHODE ENGINEER ENGINEERING MANAGER PROJECT MANAGER

Dilarang menyalin atau memperbanyak dokumen ini tanpa persetujuan dari Management System Dept. Head. Hal. 4 dari 53
METODE KERJA PIERHEAD
(RAMP 2 BOKS GIRDER)
METHOD OF STATEMENT
PEMBANGUNAN JALAN TOL
JAKARTA CIKAMPEK 2 ELEVATED
STA 9+500 STA 47+000 NO DOK : WI I1602- PM003 REV. 01

1. PENDAHULUAN
Metode ini menjelaskan pekerjaan pier head untuk proyek Jalan Tol Jakarta
Cikampek 2 elevated. Pekerjaan Pier head menggunakan sistem pracetak paska tarik.
Beton di cetak di pabrik dengan memberikan ruang untuk PC Strand sebagai bagian
dari perkuatan beton. PC strand berupa lilitan kabel dengan diameter tertentu dengan
jumlah tertentu. Pekerjaan kepala kolom ini dibagi dua area berdasarkan desain kepala
kolom dan metode yang digunakan.
a. Area Utara & Selatan, desain satu segmen dan crane sebagai metode alat angkat
b. Area Median , desain lima segmen dengan crane dan atau mini launcher sebagai
metode alat angkat.

Yang dibahas di metode ini adalah untuk area utara dan selatan.

Wilayah kerja pada proyek jalan tol Jakarta Cikampek 2 elevated ini dibagi menjadi 2,
yaitu wilayah kerja porsi PT. Waskita Karya dan wilayah kerja porsi PT. Acset Indonusa
Tbk, pembagian wilayah tersebut secara detail bisa dilihat pada gambar berikut :

Gambar 1.1 Wilayah kerja Jalan Tol Jakarta Cikampek 2 elevated

PARAF

METHODE ENGINEER ENGINEERING MANAGER PROJECT MANAGER

Dilarang menyalin atau memperbanyak dokumen ini tanpa persetujuan dari Management System Dept. Head. Hal. 5 dari 53
METODE KERJA PIERHEAD
(RAMP 2 BOKS GIRDER)
METHOD OF STATEMENT
PEMBANGUNAN JALAN TOL
JAKARTA CIKAMPEK 2 ELEVATED
STA 9+500 STA 47+000 NO DOK : WI I1602- PM003 REV. 01

Sedangkan wilayah kerja porsi PT. Acset, seperti yang tercantum dalam tabel berikut :

Tabel 1.1 Wilayah Kerja PT. Acset

STA
No ZONA
AWAL AKHIR
1 7 28+ 450 31+025
2 8 31+025 34+720
3 9 34+720 37+140
4 10 37+140 47+500

PARAF

METHODE ENGINEER ENGINEERING MANAGER PROJECT MANAGER

Dilarang menyalin atau memperbanyak dokumen ini tanpa persetujuan dari Management System Dept. Head. Hal. 6 dari 53
METODE KERJA PIERHEAD
(RAMP 2 BOKS GIRDER)
METHOD OF STATEMENT
PEMBANGUNAN JALAN TOL
JAKARTA CIKAMPEK 2 ELEVATED
STA 9+500 STA 47+000 NO DOK : WI I1602- PM003 REV. 01

2. PRODUKSI PIER HEAD


Untuk proyek pembangunan Jalan Tol Jakarta-Cikampek 2 Elevated, PT Acset
menunjuk PT Adhimix Precast Indonesia sebagai produsen pier head baik untuk area
median maupun area utara-selatan.

2.1. SPESIFIKASI TEKNIS

a. Tipe utara-selatan

Dimensi : H = 1,60m ; L= 6,1m ; B= 3m


untuk 2 Steel Box
Jumlah : 248 unit
Mutu beton 28 hari : fc 41.5 Mpa / K-500
Cover Beton : 50 mm
Maksimum ukuran agregate : 20 mm
Mutu Tulangan non Prestressed : Round Bar Deformed Bar
< D13 = Grade BJTP 24 ; fy: 235 N/mm2; Min
splice = 40D
> D13 = Grade BJTD 40 ; fy: 390 N/mm2;
Min splice = 40D
Mutu Tulangan Prestressed : PC Strand 7 wire fpu=1860MPa;
fpy=1670MPa; E=195000MPa
Dia 12,7mm = As=98mm2
Dia 15,24mm = As=15,24mm2
Sistem Prestressed : Post Tension . Pelaksanaan stressing lateral
dilaksanakan di Lapangan (Site).
Pelaksanaan stressing Looping tendon
dilaksanakan di Lapangan (Site).
Berat Segmen : Sebagai gambaran untuk kegiatan lifting dan
transporting produk, tonase dari produk
adalah 60 ton.

PARAF

METHODE ENGINEER ENGINEERING MANAGER PROJECT MANAGER

Dilarang menyalin atau memperbanyak dokumen ini tanpa persetujuan dari Management System Dept. Head. Hal. 7 dari 53
METODE KERJA PIERHEAD
(RAMP 2 BOKS GIRDER)
METHOD OF STATEMENT
PEMBANGUNAN JALAN TOL
JAKARTA CIKAMPEK 2 ELEVATED
STA 9+500 STA 47+000 NO DOK : WI I1602- PM003 REV. 01

Gambar 2.1 Penampang Pier Head Tipe Utara-Selatan

PARAF

METHODE ENGINEER ENGINEERING MANAGER PROJECT MANAGER

Dilarang menyalin atau memperbanyak dokumen ini tanpa persetujuan dari Management System Dept. Head. Hal. 8 dari 53
METODE KERJA PIERHEAD
(RAMP 2 BOKS GIRDER)
METHOD OF STATEMENT
PEMBANGUNAN JALAN TOL
JAKARTA CIKAMPEK 2 ELEVATED
STA 9+500 STA 47+000 NO DOK : WI I1602- PM003 REV. 01

b. Tipe Median
Mutu beton 28 hari : fc 41.5 Mpa
Cover Beton : 50 mm
Maksimum ukuran agregate : 20 mm
Mutu Tulangan non Prestressed : Round Bar Deformed Bar
< D13 = Grade BJTP 24 ; fy: 235 N/mm2; Min
splice = 40D
> D13 = Grade BJTD 40 ; fy: 390 N/mm2;
Min splice = 40D
Mutu Tulangan Prestressed : PC Strand 7 wire fpu=1860MPa;
fpy=1670MPa; E=195000MPa
Dia 12,7mm = As=98mm2
Dia 15,24mm = As=15,24mm2
Sistem Prestressed : Post Tension . Pelaksanaan stressing lateral
dilaksanakan di Lapangan (Site).
Pelaksanaan stressing Looping tendon
dilaksanakan di Lapangan (Site).
Berat Segmen : Segmen 1 : 37 ton
Segmen 2 : 49.1 ton
Segmen 3 : 80.70 ton
Segmen 4 : 49.1 ton
Segmen 5 : 37 ton

PARAF

METHODE ENGINEER ENGINEERING MANAGER PROJECT MANAGER

Dilarang menyalin atau memperbanyak dokumen ini tanpa persetujuan dari Management System Dept. Head. Hal. 9 dari 53
METODE KERJA PIERHEAD
(RAMP 2 BOKS GIRDER)
METHOD OF STATEMENT
PEMBANGUNAN JALAN TOL
JAKARTA CIKAMPEK 2 ELEVATED
STA 9+500 STA 47+000 NO DOK : WI I1602- PM003 REV. 01

2.2. DAFTAR PERALATAN PRODUKSI

Pencampuran beton dengan sistem "Wet Mix" yang menjamin pencampuran beton
yang lebih homogen. Teknologi penimbangan dengan sistem komputerisasi
(Computerized Batching Plant) untuk menjamin akurasi penimbangan material
pembentuk beton.
Tabel 2.1 Alat kerja beton

No Alat Kerja Beton Kapasitas


1 Batching Plant 100 m3/jam
2 Silo 80 100 ton/silo
3 Wheel Loader Bucket 3 m3
4 Truk Mixer 5 7 m3
5 Genset 350 kVA
6 Peralatan Laboratorium

Cetakan produk terbuat dari material baja dengan dimensi sesuai gambar kerja, kedap
air dan tidak bocor yang dilengkapi dengan sistem pengaku sehingga tidak akan terjadi
perubahan bentuk (deformasi) saat pelaksanaan pengecoran.
Tabel 2.2 Alat kerja produksi

No Alat Kerja Produksi Kapasitas

1 Cetakan 2 set untuk type 2 Box

2 Bar Cutter 500 kg/jam

3 Bar Bending 400 kg/jam

4 Vibrator Eksternal include with moulding

5 Vibrator Internal dia 32mm

6 Mobile Crane 80 ton - 160 ton


7 Truk low bed 70 ton

PARAF

METHODE ENGINEER ENGINEERING MANAGER PROJECT MANAGER

Dilarang menyalin atau memperbanyak dokumen ini tanpa persetujuan dari Management System Dept. Head. Hal. 10 dari 53
METODE KERJA PIERHEAD
(RAMP 2 BOKS GIRDER)
METHOD OF STATEMENT
PEMBANGUNAN JALAN TOL
JAKARTA CIKAMPEK 2 ELEVATED
STA 9+500 STA 47+000 NO DOK : WI I1602- PM003 REV. 01

2.3. METODE PRODUKSI PIER HEAD

Gambar 2.3.1 Urutan Pekerjaan Produksi Pier Head

Persiapan produksi meliputi :


a. Persiapan cetakan :
- Check list kondisi cetakan (kebersihan cetakan, kondisi permukaan
cetakan, kelengkapan aksesories cetakan, dll)
- Check kelurusan dan levelling permukaan meja cetakan.
- Marking pada permukaan meja cetakan dimensi panjang pier head
dengan tepat sesuai gambar kerja.

PARAF

METHODE ENGINEER ENGINEERING MANAGER PROJECT MANAGER

Dilarang menyalin atau memperbanyak dokumen ini tanpa persetujuan dari Management System Dept. Head. Hal. 11 dari 53
METODE KERJA PIERHEAD
(RAMP 2 BOKS GIRDER)
METHOD OF STATEMENT
PEMBANGUNAN JALAN TOL
JAKARTA CIKAMPEK 2 ELEVATED
STA 9+500 STA 47+000 NO DOK : WI I1602- PM003 REV. 01

- Oleskan seluruh permukaan cetakan dengan minyak begesting / oiling


menggunakan roll secara rata dan tidak ada genangan minyak begesting.
- Aplikasikan bahan material sesuai yang tertera dalam brochure. (ex Sika

Gambar 2.3.2 Isometrik Begisting

Gambar 2.3.2 Begisting


PARAF

METHODE ENGINEER ENGINEERING MANAGER PROJECT MANAGER

Dilarang menyalin atau memperbanyak dokumen ini tanpa persetujuan dari Management System Dept. Head. Hal. 12 dari 53
METODE KERJA PIERHEAD
(RAMP 2 BOKS GIRDER)
METHOD OF STATEMENT
PEMBANGUNAN JALAN TOL
JAKARTA CIKAMPEK 2 ELEVATED
STA 9+500 STA 47+000 NO DOK : WI I1602- PM003 REV. 01

b. Fabrikasi tulangan :
- Pastikan alat bar cutting & bar bending dalam kondisi baik, siap
beroperasi, diameter besi yang akan digunakan sesuai dengan kapasitas
alat.
- Panjang potongan besi sesuai dengan bestaat yang tertera dalam gambar
atau rencana produksi.
- Bendingan/bengkok besi sesuai dengan gambar kerja, rencana bestaat
atau batasan dalam aturan yang berlaku.
- Bendingan tulangan pastikan tidak ada retakan.
- Memastikan jumlah tulangan, posisi tulangan dan dimensi tulangan
sesuai dengan gambar kerja.
- Apabila mengharuskan adanya panjang penyaluran tulangan, pastikan
panjang penyaluran sesuai aturan / general notes point 2.2 yaitu 40D.
- Pengikatan tulangan secara menyilang pada setiap pertemuan tulangan
dengan kawat bendrat, minimal 3 rangkap. Ikat secara benar dan kuat.
- Check list fabrikasi tulangan (diketahui bersam oleh kontraktor dan
konsultan).

PARAF

METHODE ENGINEER ENGINEERING MANAGER PROJECT MANAGER

Dilarang menyalin atau memperbanyak dokumen ini tanpa persetujuan dari Management System Dept. Head. Hal. 13 dari 53
METODE KERJA PIERHEAD
(RAMP 2 BOKS GIRDER)
METHOD OF STATEMENT
PEMBANGUNAN JALAN TOL
JAKARTA CIKAMPEK 2 ELEVATED
STA 9+500 STA 47+000 NO DOK : WI I1602- PM003 REV. 01

c. Kesiapan alat, tenaga dan bahan material sesuai Bill of Quantity.


Penempatan rakitan tulangan diatas meja cetakan yang telah dimarking.
Pemasangan cover beton bahan HDPC atau material beton pada sisi bawah /
bottom dan HDPW atau material beton pada sisi samping rakitan tulangan, agar
tulangan tidak melendut atau menempel pada cetakan per 100 cm.
Instalasi material stressing, yaitu : ducting, casting, terompet dimulai dari bagian
looping tendon bag. bawah, lateral tendon kemudian looping tendon bagian atas.
- Kualitas bahan dan dimensi ducting harus sesuai dengan spesifikasi yang telah
ditentukan.
- Koordinat pemasangan ducting harus sesuai dengan gambar kerja.
- Ducting harus disupport oleh besi tulangan per jarak 50cm-1 meter agar posisi
lay out tendon sesuai dengan gambar kerja dan tidak mengalami pergerakan
atau perubahan saat proses pengecoran.
- Penyambungan ducting menggunakan coupler kemudian ditutup/dilapisi
lakban dengan kuat dan tidak bocor.
- Check instalasi material stressing pada "Laporan Instalasi Pekerjaan
Prestressing" yang telah disiapkan oleh pihak Sub-stressing yang ditunjuk.

PARAF

METHODE ENGINEER ENGINEERING MANAGER PROJECT MANAGER

Dilarang menyalin atau memperbanyak dokumen ini tanpa persetujuan dari Management System Dept. Head. Hal. 14 dari 53
METODE KERJA PIERHEAD
(RAMP 2 BOKS GIRDER)
METHOD OF STATEMENT
PEMBANGUNAN JALAN TOL
JAKARTA CIKAMPEK 2 ELEVATED
STA 9+500 STA 47+000 NO DOK : WI I1602- PM003 REV. 01

Pemasangan separator, jarak separator harus sesuai dengan jarak ukuran yang
telah dimarking dimeja cetakan. Separator harus terpasang tegak lurus 90' dengan
meja cetakan.
Pemasangan casting dan terompet sis atas dan bawah pada looping tendon.
- Kualitas casting dan terompet harus sesuai dengan kriteria dan aturan yang
dikeluarkan oleh pihak sub stressing.
- Koordinat casting dan dimensi casting harus sesuai dengan gambar kerja.
Pasang dinding cetakan, pertemuan antara dinding cetakan dan meja cetakan
harus rapat tanpa ada celah. Dinding cetakan harus tegak 90 dengan meja
cetakan, lurus tidak bergelombang.
Pemasangan alat vibrator eksternal pada dinding cetakan.
- Vibrator eksternal harus terpasang dengan baik dan benar, ditempatkan pada
area yang tidak/sulit dijangkau oleh vibrator internal disetiap segmen dipasang
2 buah pada sisi yang berbeda.
- Pengoperasian alat vibrator harus sesuai dengan spesifikasi yang tercantum
dalam brochure alat.
Sebelum dilakukan pekerjaan pengecoran, check kembali pemasangan besi,
penempatan ducting, pemasangan cetakan dan aksesories melalui form check
(Diceklist bersama kembala sebelum dilakukan pengecoran.)
Persiapan material beton di batching plant. Penakaran material pembentuk beton
sesuai dengan Job Mix yang telah disetujui atau berdasarkan master mix design PT.
Adhimix Precast Indonesia yang telah divalidasi pihak Laboratorium dan Litbang.
Apabila check list persiapan produk telah "OK" oleh Quality Control dan beton
telah "OK" oleh Chief Laboratorium, maka dapat dilakukan pekerjaan pengecoran.
Dan teknisi laboratorium siap untuk membuat sampel benda uji sebanyak 3 sampel
untuk estimasi umur 12 jam moulding, 3 sampel untuk umur 7 hari dan 3 sampel
untuk 28 hari.
Pekerjaan pengecoran
- Penuangan beton segar dari bucket ke cetakan secara searah, dari kiri ke
kanan atau sebaliknya dari kanan ke kiri.

- Pengecoran dilakukan secara berlapis dengan ketebalan maksimal 1/3 tinggi


balok pierhead.
- Lakukan pemadatan dengan vibrator eksternal dan vibrator internal.
Pemadatan dilakukan searah dengan penyebaran proses pengecoran.

PARAF

METHODE ENGINEER ENGINEERING MANAGER PROJECT MANAGER

Dilarang menyalin atau memperbanyak dokumen ini tanpa persetujuan dari Management System Dept. Head. Hal. 15 dari 53
METODE KERJA PIERHEAD
(RAMP 2 BOKS GIRDER)
METHOD OF STATEMENT
PEMBANGUNAN JALAN TOL
JAKARTA CIKAMPEK 2 ELEVATED
STA 9+500 STA 47+000 NO DOK : WI I1602- PM003 REV. 01

- Pastikan jumlah dan type vibrator sesuai dengan kebutuhan pemadatan.


- Vibrator internal dimasukkan ke dalam beton dengan posisi vertikal,
dibenamkan dan diangkat dalam waktu 5 s/d 15 detik.
- Pemindahan vibrator sejauh radius yang telah ditentukan dalam spesifikasi
vibrator, setelah gelembung udara sekitar vibrator tidak keluar lagi.
Pengecekan kepadatan beton dengan pengamatan visual.
Ratakan permukaan beton setelah beton mengisi penuh pada cetakan. Pastikan
stek Stopper dan stel pedestal LRB tidak tercor.
Buka cetakan atas (Pengarah casting looping tendon).
Demoulding dinding cetakan dan separator. Lakukan sesegera mungkin curing
compound (ex Antisol) secara merata ke seluruh permukaan beton.
Demoulding produk dari atas cetakan dapat dilakukan setelah mutu beton
dinyatakan telah memenuhi syarat oleh bagian Laboratorium berdasarkan hasil uji
kuat tekan beton. (Kuat tekan beton min 2,1 ksi 172 kg/cm2 - sumber : AASHTO
LRFD 2012 article 5.14.2.4.2)
Pastikan semua pengunci cetakan telah terbuka dan tidak ada produk yang terjepit
cetakan.
Lakukan labelling atau penamaan produk dengan jelas, berisi nama proyek, type
dan kode produk, tanggal produksi. Labelling dilakukan di permukaan beton bagian
ujung yang mudah dilihat dan menggunakan material yang tidak mudah luntur
oleh air dan perubahan cuaca.

PARAF

METHODE ENGINEER ENGINEERING MANAGER PROJECT MANAGER

Dilarang menyalin atau memperbanyak dokumen ini tanpa persetujuan dari Management System Dept. Head. Hal. 16 dari 53
METODE KERJA PIERHEAD
(RAMP 2 BOKS GIRDER)
METHOD OF STATEMENT
PEMBANGUNAN JALAN TOL
JAKARTA CIKAMPEK 2 ELEVATED
STA 9+500 STA 47+000 NO DOK : WI I1602- PM003 REV. 01

2.4. METODE PENEMPATAN PRODUK

Salah Benar

Permukaan Tanah tidak padat, tidak kuat dan tidak Permukaan Tanah padat, kuat dan rata
rata

Salah Benar

Penempatan Produk miring (tidak rata) Penempatan produk rata dan tegak lurus

Gambar 2.4 Penempatan Produk


- Memastikan permukaan tanah atau lahan stock yard rata, level dan kuat menahan
berat sendiri dari balok Pier Head.
- Tempatkan balok pengganjal, dapat berupa balok kayu ataupun blok beton atau
pasir dalam karung agar tumpuan pier head merata dan terdistribusi sempurna ke
tanah.
- Tempatkan balok pengganjal pada posisi 0,21L. Hindari penggunaan lebih dari 2
titik ganjal. Jika digunakan lebih daripada 2 titik ganjal, maka tumpuan penuh harus
dapat dicapai pada semua titik ganjal.

PARAF

METHODE ENGINEER ENGINEERING MANAGER PROJECT MANAGER

Dilarang menyalin atau memperbanyak dokumen ini tanpa persetujuan dari Management System Dept. Head. Hal. 17 dari 53
METODE KERJA PIERHEAD
(RAMP 2 BOKS GIRDER)
METHOD OF STATEMENT
PEMBANGUNAN JALAN TOL
JAKARTA CIKAMPEK 2 ELEVATED
STA 9+500 STA 47+000 NO DOK : WI I1602- PM003 REV. 01

- Penempatan penyusunan balok disesuaikan dengan kode labelling dan diberi jarak
sehingga memudahkan apabila akan dilakukan mobilisasi produk.
- Apabila balok Pier Head tidak segera dipasang, atau distock dalam jangka waktu
yang lama, maka perlu diaplikasikan material coating (perlindungan) pada stek besi
dan casting Pier Head agar tidak terjadi karat pada material besi/baja.
- Stock dalam jangka waktu yang lama tidak direkomendasikan balok pengganjal
menggunakan balok kayu ; gunakan blok-blok beton atau material yang tidak
mudah lapuk.
- Penumpukan Pier Head tidak direkomendasikan.

2.5. METODE PERBAIKAN PIER HEAD

Ketidaksesuaian produk Pier Head Precast dapat berupa retak, gompal (spalling),
keropos. Ketidaksesuaian ini dapat diperbaiki dengan pemilihan bahan dan metode
yang tepat untuk mengembalikan performance produk kembali sempurna. Pemilihan
bahan dan metode perbaikan harus diajukan terlebih dahulu ke pihak kontraktor,
konsultan dan owner untuk mendapatkan persetujuan sebelum dilakukan perbaikan.
Perbaikan dilakukan dengan tujuan :
a. Memberikan perlindungan terhadap tulangan pada lokasi yang mengalami
ketidaksesuaian produk, agar tidak terpengaruh lingkungan luar.
b. Merekatkan kembali beton setelah mengalami pemisahan agar beton dapat
berfungsi kembali sesuai fungsinya.
Untuk pelaksanaan perbaikan dilakukan dengan beberapa metode yang sesuai dengan
jenis kerusakan dan batasan berikut :
Metode Patching
Metode Coating
Metode Epoksi Injection
(pengukuran lebar retak menggunakan mistar crack atau alat pengukur lebar retak)
Bahan material perbaikan yang dipergunakan harus memiliki sifat-sifa t sebagai
berikut:
High early strength
Non-shrinkage
Memiliki daya lekatan yang baik

PARAF

METHODE ENGINEER ENGINEERING MANAGER PROJECT MANAGER

Dilarang menyalin atau memperbanyak dokumen ini tanpa persetujuan dari Management System Dept. Head. Hal. 18 dari 53
METODE KERJA PIERHEAD
(RAMP 2 BOKS GIRDER)
METHOD OF STATEMENT
PEMBANGUNAN JALAN TOL
JAKARTA CIKAMPEK 2 ELEVATED
STA 9+500 STA 47+000 NO DOK : WI I1602- PM003 REV. 01

Metode Perbaikan Patching


Aplikasi bahan perbaikan untuk patching disesuaikan dengan ketebalan kerusakan
yang terjadi. Ketebalan maksimum 40 mm dapat diaplikasikan dalam satu tahap. Bila
ketebalan yang rusak melebihi dari 40 mm, maka aplikasi bahan harus dilakukan dalam
dua tahap.
Chipping bagian beton yang terkelupas untuk mendapatkan permukaan beton
yang baik-masif dan kuat.
Bersihkan permukaan beton pada bagian yang terkelupas dari semua kotoran dan
debu dengan menggunakan angin compresor.
Aplikasikan bahan perbaikan sesuai dengan prosedur/brochure
Lakukan perawatan.
Biarkan material mengeras selama 24 jam
Perhatikan prosedur yang disarankan oleh produsen bahan.
Metode Perbaikan Coating
Bersihkan permukaan beton pada bagian yang retak dari semua kotoran dan debu
dengan menggunakan angin kompresor.
Beri material bonding agent pada bagian yang retak (jika diperlukan - disesuaikan
dengan brochure dari produsen bahan)
Tutup semua bagian yang retak dengan bahan epoxy coating
Biarkan material sampai mengeras selama 24 jam.
Bersihkan bagian bekas coating dengan amplas.
Metode Perbaikan Epoksi Injection
Bersihkan permukaan beton pada bagian yang retak dari semua kotoran dan debu
dengan menggunakan angin kompresor.
Bor pada bagian atas atau bawah, pada lokasi retak untuk penempatan nepel
dengan jarak 20 -30 cm.
Bersihkan permukaan beton pada bagian yang retak dari semua kotoran dan debu
dengan menggunakan angin kompresor.
Pasang nepel dan lem pada tempat-tempat yang telah dibor dengan menggunakan
bahan epoxy
Tutup semua bagian retak dengan epoxy.
PARAF

METHODE ENGINEER ENGINEERING MANAGER PROJECT MANAGER

Dilarang menyalin atau memperbanyak dokumen ini tanpa persetujuan dari Management System Dept. Head. Hal. 19 dari 53
METODE KERJA PIERHEAD
(RAMP 2 BOKS GIRDER)
METHOD OF STATEMENT
PEMBANGUNAN JALAN TOL
JAKARTA CIKAMPEK 2 ELEVATED
STA 9+500 STA 47+000 NO DOK : WI I1602- PM003 REV. 01

Isi tabung dengan material injeksi dengan dosis sesuai prosedur/brochure.


Hubungkan selang antar : mini kompresor - tabung pengatur angin - tabung
material injeksi - nepel.
Hidupkan mini kompresor dengan tekanan 2-3 Mpa (Low Pressure)
Buka tabung pengatur angin dengan perlahan sampai campuran injeksi mengalir
masuk nepel 1 dan mengisi bagian yang retak sampai material injeksi keluar dari
lubang kontrol pada nepel 2.
Ikat selang yang sudah terpasang pada nepel 2 agar cairan dapat menyebar ke
seluruh bagian yang retak sehingga dapat terisi olej material injeksi.
Buka tabung pengatur angin dengan perlahan sampai campuran injeksi mengalir
masuk nepel 3 dan mengisi bagian yang retak sampai material injeksi keluar dari
lubang kontrol pada nepel 4.
Ikat selang yang sudah terpasang pada nepel 4 agar cairan dapat menyebar ke
seluruh bagian yang retak sehingga dapat terisi olej material injeksi.
Lakukan dengan cara yang sama pada seluruh nepel yang terpasang.
Biarkan material mengeras selama 24 jam. Nepel-nepel plastik kemudian dapat
dilepas.
Bersihkan bagian bekas injeksi dengan amplas.

2.6. METODE PENGIRIMAN

Pengiriman balok pier head didarat dapat menggunakan armada truk low bed.
Spesifikasi Truk Low Bed :

Panjang bak tronton = 7,0 s/d 9,0 m


Lebar bak tronton = 2,5 m
Tinggi bak - head = 1,7 m
Kapasitas angkut = 60 s/d 70 ton
Hal yang perlu diperhatikan :
Pemilihan armada angkut, disesuaikan dengan panjang produk, kapasitas yang
dibutuhkan dan kondisi jalan ke lokasi proyek.
Kapasitas produk < kapasitas angkut truk.
Armada truk dalam kondisi sehat dan layak jalan, memiliki surat-surat kendaraan
lengkap.
PARAF

METHODE ENGINEER ENGINEERING MANAGER PROJECT MANAGER

Dilarang menyalin atau memperbanyak dokumen ini tanpa persetujuan dari Management System Dept. Head. Hal. 20 dari 53
METODE KERJA PIERHEAD
(RAMP 2 BOKS GIRDER)
METHOD OF STATEMENT
PEMBANGUNAN JALAN TOL
JAKARTA CIKAMPEK 2 ELEVATED
STA 9+500 STA 47+000 NO DOK : WI I1602- PM003 REV. 01

Produk diletakkan diatas bak truk diberi pengganjal balok kayu, sejarak 0,2L dari
bagian tepi produk.
Ikat produk secara kuat dan kencang menggunakan seling atau rantai yang
dikalungkan ke bak truk.

Gambar 2.5.1 Pengangkutan Pier Head menggunakan Low Bed Trailer

Gambar 2.5.2 Rute Pengangkutan

PARAF

METHODE ENGINEER ENGINEERING MANAGER PROJECT MANAGER

Dilarang menyalin atau memperbanyak dokumen ini tanpa persetujuan dari Management System Dept. Head. Hal. 21 dari 53
METODE KERJA PIERHEAD
(RAMP 2 BOKS GIRDER)
METHOD OF STATEMENT
PEMBANGUNAN JALAN TOL
JAKARTA CIKAMPEK 2 ELEVATED
STA 9+500 STA 47+000 NO DOK : WI I1602- PM003 REV. 01

A B C
1 2
Trailer berangkat dari Trailer masuk tol melalui
plant kemudian masuk tol GT Karawang Timur dan
melalui GT Karawang keluar menuju GT
Timur Cikarang Pusat
3
Trailer putar balik di area
Deltamas untuk masuk lagi ke tol D
5 melalui GT Cikarang Pusat
7 6 Trailer standby di TI 39
Trailer sampai di Trailer berangkat untuk menunggu konfirmasi 4
lokasi kerja menuju lokasi kerja kesiapan tim di lokasi kerja Trailer masuk tol
melalui GT Cikarang
Pusat
G F E

A : Adhimix Precast Plant Klari


B : GT Karawang Timur
C : GT Cikarang Pusat
D : Deltamas
E : GT Cikarang Pusat
F : TI km 39
G : Lokasi Kerja

Gambar 2.5.3 Skema Pengangkutan lokasi jalur A

A B C
1 2
Trailer berangkat dari Trailer masuk tol melalui
plant kemudian masuk tol GT Karawang Timur dan
melalui GT Karawang keluar menuju GT
Timur Cikarang Pusat
3
Trailer sampai di lokasi kerja
D

A : Adhimix Precast Plant Klari


B : GT Karawang Timur
C : GT Cikarang Pusat
D : Deltamas
E : GT Cikarang Pusat
F : TI km 39
G : Lokasi Kerja

Gambar 2.5.4 Skema Pengangkutan lokasi jalur B

PARAF

METHODE ENGINEER ENGINEERING MANAGER PROJECT MANAGER

Dilarang menyalin atau memperbanyak dokumen ini tanpa persetujuan dari Management System Dept. Head. Hal. 22 dari 53
METODE KERJA PIERHEAD
(RAMP 2 BOKS GIRDER)
METHOD OF STATEMENT
PEMBANGUNAN JALAN TOL
JAKARTA CIKAMPEK 2 ELEVATED
STA 9+500 STA 47+000 NO DOK : WI I1602- PM003 REV. 01

3. PEKERJAAN PEMASANGAN PIER HEAD


3.1. PERALATAN

Peralatan yang digunakan dalam pekerjaan pemasangan pier head ini antara lain :
Tabel. 3.1 Peralatan yang digunakan
No Nama Alat Kapasitas Unit Jumlah Satuan Penggunaan
Angkat Segmen
1 Crane (crawler) 180 - 250 Ton 1 unit
Pierhaead
2 Generator 150 kva 1 unit Penerangan
3 Plat Baja 30 mm Alas crane
4 Scaffolding + tangga Akses pekerja

3.2 PERSONIL / TIM


Komposisi personil yang terlibat dalam pekerjaan pemasangan pier head
Tabel 3.2 Personil yang terlibat

Personil Jumlah Unit


Operator crane 1 Orang
Supervisor 1 Orang
Site Manager 1 Orang
Hse Officer 1 Orang
Pekerja harian 2 Orang
Flagman 1 Orang
Traffic Man 1 Orang
Formwork erector Orang
Surveyor 1 Orang
Asisten Surveyor 2 Orang
*komposisi ini akan ditambahkan sesuai kebutuhan lapangan
PARAF

METHODE ENGINEER ENGINEERING MANAGER PROJECT MANAGER

Dilarang menyalin atau memperbanyak dokumen ini tanpa persetujuan dari Management System Dept. Head. Hal. 23 dari 53
METODE KERJA PIERHEAD
(RAMP 2 BOKS GIRDER)
METHOD OF STATEMENT
PEMBANGUNAN JALAN TOL
JAKARTA CIKAMPEK 2 ELEVATED
STA 9+500 STA 47+000 NO DOK : WI I1602- PM003 REV. 01

3.2 PERSIAPAN PEMASANGAN

Sebelum melakukan pekerjaan pemasangan, kontraktor melakukan pemeriksaan


melalui check list agar semua pekerjaan dapat berjalan dengan baik.

Tabel 3.3 Check list dokumen persiapan pekerjaan pemasangan pier head

No Description PIC
1 Pier Head Fabrication Schedule Precaster
2 Pier Head Delivery Schedule Precaster
3 Pier Head Delivery Method Precaster
4 Reinforcement Pier Head Material Approval Precaster
5 Precast Concrete Material Approval Precaster
6 Precast Concrete Trial Mix Precaster
7 Erection Equipment List Erector
8 Surat Pengesahan Pemakaian Pesawat Angkat Erector
9 Sertifikat Operator Pesawat Angkat Erector
10 Strand Stresser Delivery Schedule Stresser
11 Compressive Test 1 hari Grouting Material Stresser
12 Grouting Material availibility Stresser
13 O Ring stock availibility Stresser
14 Strand Stresser Equipment List Stresser
15 Compressive Strength Test Report Quality
16 Inspection Report - Pier Quality
17 Inspection Report - Pier Head Quality
18 Crane Pad - CBR Test Quality
19 Work Permit Construction

PARAF

METHODE ENGINEER ENGINEERING MANAGER PROJECT MANAGER

Dilarang menyalin atau memperbanyak dokumen ini tanpa persetujuan dari Management System Dept. Head. Hal. 24 dari 53
METODE KERJA PIERHEAD
(RAMP 2 BOKS GIRDER)
METHOD OF STATEMENT
PEMBANGUNAN JALAN TOL
JAKARTA CIKAMPEK 2 ELEVATED
STA 9+500 STA 47+000 NO DOK : WI I1602- PM003 REV. 01

20 Joint Survey Pier Elevation Surveyor


21 Joint Survey Elevasi setelah erection Surveyor
22 Surat Pemberitahuan ke Jasa Marga SHE
23 Safety Induction to Precaster SHE
24 Safety Induction to Strand Stresser SHE
25 Safety Induction Erector SHE
26 Trafic Management SHE
27 Emergency Rescue Plan SHE
28 Kalibrasi Jacking Data SHE

PARAF

METHODE ENGINEER ENGINEERING MANAGER PROJECT MANAGER

Dilarang menyalin atau memperbanyak dokumen ini tanpa persetujuan dari Management System Dept. Head. Hal. 25 dari 53
METODE KERJA PIERHEAD
(RAMP 2 BOKS GIRDER)
METHOD OF STATEMENT
PEMBANGUNAN JALAN TOL
JAKARTA CIKAMPEK 2 ELEVATED
STA 9+500 STA 47+000 NO DOK : WI I1602- PM003 REV. 01

3.3 URUTAN PEKERJAAN PEMASANGAN PIERHEAD

a. Flowchart

Gambar 3.1 Urutan Pekerjaan Pemasangan Pier Head

PARAF

METHODE ENGINEER ENGINEERING MANAGER PROJECT MANAGER

Dilarang menyalin atau memperbanyak dokumen ini tanpa persetujuan dari Management System Dept. Head. Hal. 26 dari 53
METODE KERJA PIERHEAD
(RAMP 2 BOKS GIRDER)
METHOD OF STATEMENT
PEMBANGUNAN JALAN TOL
JAKARTA CIKAMPEK 2 ELEVATED
STA 9+500 STA 47+000 NO DOK : WI I1602- PM003 REV. 01

b. Uraian langkah pekerjaan


- Survey
Yaitu pemberian titik acuan titik as pier (yaitu pada crown) dan titik pada
pierhead yang dilakukan oleh tim surveyor agar ketika pemasangan kepala
kolom tidak membutuhkan waktu yang lama karena sudah ada titik acuan.
- Setting alat angkat dan asesoris
Alat angkat adalah alat yang menjadi kebutuhan utama dalam pelaksanaan
pengangkatan kepala kolom pracetak. Dalam pelaksanaan pengangkatan
pada proyek ini, ada dua metode alternatif yang bisa dilakukan.
Penjabarannya akan diberikan pada lampiran metode ini. Secara umum
gambaran untuk alat adalah menggunakan crawler crane berkapasitas 150
250 ton dan atau menggunakan mini trus launcher.
Untuk crane , assesoris pendukung yang harus disediakan adalah mat (alas),
yang bisa berupa plat baja atau balok kayu dengan ketebalan tertentu untuk
menambah daya dukung tanah, sebagai peredam dan penyebaran tekanan
roda crane terhadap tanah. Lebar crane adalah 6 m, dibutuhkan lebar
perkerasan tanah sebesar 7m. perkerasan menggunakan limestone
dengan setinggi 40 cm.
- Pemasangan Scaffolding
Scaffolding dibutuhkan untuk membantu proses pemasangan kepala kolom,
yaitu sebagai akses pekerja untuk memberi tanda pada as pier
(bagian crown), sebagai akses untuk grouting dan jacking kepala kolom.
Scaffolding harus diinstall oleh pekerja yang bersertifikat dan diawasi oleh
safety officer. Sebelum digunakan, scaffolding akan diinspeksi mengenai
aksesnya, platformnya dan pengakunya, kemudian diberi tag(label) sesuai
kebutuhannya. Pada tahapan ini juga dilakukan pemasangan proteksi
trompet PC ducting dengan menggunakan karet O ring guna mencegah
material grouting masuk ke dalam PC ducting.
- Pengangkatan segmen pierhead
Setelah proses penandaan pada as crown, pemasangan perancah.
Dilanjutkan dengan proses ini pekerjaan, yaitu pemasangan kepala kolom.

PARAF

METHODE ENGINEER ENGINEERING MANAGER PROJECT MANAGER

Dilarang menyalin atau memperbanyak dokumen ini tanpa persetujuan dari Management System Dept. Head. Hal. 27 dari 53
METODE KERJA PIERHEAD
(RAMP 2 BOKS GIRDER)
METHOD OF STATEMENT
PEMBANGUNAN JALAN TOL
JAKARTA CIKAMPEK 2 ELEVATED
STA 9+500 STA 47+000 NO DOK : WI I1602- PM003 REV. 01

Kepala kolom ini dibuat secara prefabrikasi di plant dari rekanan yang
ditunjuk. Pada proyek ini, rekanan PT. Acset untuk suplai kepala kolom
pracetak ini adalah PT. Adhimix precast. PT Adhimix akan membuat kepala
kolom sesuai dari shopdrawing yang disepakati dan disetujui konsultan
perencana. Proses fabrikasi dan pengantaran produk pracetak akan
diberikan pada lampiran.
Proses pengangkatan kepala kolom
a. Produk pracetak tiba di lokasi, dibawa oleh truk lowbed dengan
muatan satu truk satu produk.
b. Crane sudah pada posisi siap untuk mengangkat produk pracetak.
posisi crane terhadap pier akan membetuk sudut 0 derajat dan
terhadap truk akan membentuk sudut 45 derajat.
c. Dengan sekali putaran kepala kolom akan diangkat dari truk lowbaed
ke atas pier. Dengan dibantu Buckel dan tali pengarah.
d. kepala kolom diletakkan di atas kolom dengan acuan yang sudah
dibuat oleh tim surveyor, yaitu pada titik as crown dan as kepala kolom
dan posisi kepala kolom harus pas di tegah kolom, mengingat pada
kolom (crown) terdapat ducting kabel strand paska tarik, sehingga
lubang pengarah dan lubang ducting kabel strand yang berada pada
kedua sisi ( kolom dan kepala kolom ) saling bertemu. Pada proses
peletakan kepala kolom, crane akan dipandu oleh rigger dan pekerja
harian dalam mengarahkan kepala kolom. Dibutuhkan tali / tambang
sebagai bantuan pengarah pada 4 sisi kepala kolom, agar proses
pengangkatan dan peletakan kepala kolom tidak membutuhkan waktu
yang lama.
- Alinyemen Vertikal dan Horisontal
Pekerjaan ini dilakukan Dengan bantuan dongkrak -screw jack-. Kepala
kolom ditahan oleh dongkrak untuk penyesuaian kerataan (alinyemen) baik
horisontal atau vertikal. Screw jack digunakan agar kepala kolom naik secara
perlahan tanpa kejut.
- Penggantian Screw Jack dengan Jack Base atau Temporary Seaming
Setelah elevasi dipastikan sudah sesuai rata air, maka screw jack dilepas dan
diganti dengan jack base sampai proses stressing selesai
PARAF

METHODE ENGINEER ENGINEERING MANAGER PROJECT MANAGER

Dilarang menyalin atau memperbanyak dokumen ini tanpa persetujuan dari Management System Dept. Head. Hal. 28 dari 53
METODE KERJA PIERHEAD
(RAMP 2 BOKS GIRDER)
METHOD OF STATEMENT
PEMBANGUNAN JALAN TOL
JAKARTA CIKAMPEK 2 ELEVATED
STA 9+500 STA 47+000 NO DOK : WI I1602- PM003 REV. 01

- Install Looping Tendon


Segera setelah jack base terpasang, looping tendon dapat segera dipasang.
Tipe dan dimensi looping tendon dicantumkan di lampiran. Untuk
memastikan bahwa pier head tidak bergerak maka looping tendon dapat
distressing sementara dengan kekuatan 13.5% dari UTS, hanya pada posisi
C6-N dan C9-S hanya sebagai kuncian sementara.

Gambar 3.2 Posisi Strand


PARAF

METHODE ENGINEER ENGINEERING MANAGER PROJECT MANAGER

Dilarang menyalin atau memperbanyak dokumen ini tanpa persetujuan dari Management System Dept. Head. Hal. 29 dari 53
METODE KERJA PIERHEAD
(RAMP 2 BOKS GIRDER)
METHOD OF STATEMENT
PEMBANGUNAN JALAN TOL
JAKARTA CIKAMPEK 2 ELEVATED
STA 9+500 STA 47+000 NO DOK : WI I1602- PM003 REV. 01

- Install dowel
Setelah looping tendon dipasang maka dowel dapat segera dipasang
- Grouting
Setelah alignment, gap antara kepala kolom dan kolom di grouting dengan
material grouting yang disetujui oleh konsultan supervisi. Dengan kekuatan
grouting mempunyai mutu yang sama dengan mutu beton pier head
pracetak. Siapkan 3 (tiga) benda uji grout dengan ukuran 5 x 5 x 5 cm yang
akan diuji kemudian untuk kekuatan tekannya, dan kemudian disetujui oleh
pemilik proyek atau konsultan sebelum penarikan tendon dilakukan.
- Penarikan looping tendon dan transversal tendon
Penarikan tendon dilakukan secara bertahap, detil pekerjaan akan dibahas
pada bab selanjutnya.
- Pengecoran Stopper dan Pedestal
Sebelum melakukan pengecoran stopper dan pedestal terlebih dahulu
dilakukan pengukuran elevasi kembali oleh surveyor guna mengetahui
elevasi akhir dari pier head, sehingga elevasi pedestal dapat diatur
sedemikian rupa sehingga target elevasi desain dapat tercapai.

PARAF

METHODE ENGINEER ENGINEERING MANAGER PROJECT MANAGER

Dilarang menyalin atau memperbanyak dokumen ini tanpa persetujuan dari Management System Dept. Head. Hal. 30 dari 53
METODE KERJA PIERHEAD
(RAMP 2 BOKS GIRDER)
METHOD OF STATEMENT
PEMBANGUNAN JALAN TOL
JAKARTA CIKAMPEK 2 ELEVATED
STA 9+500 STA 47+000 NO DOK : WI I1602- PM003 REV. 01

4 PEKERJAAN STRESSING
4.1 URUTAN PEKERJAAN STRESSING
Berikut adalah rangkaian kerja post-tensioned untuk pier head pracetak:
Persiapan box-out untuk jeda pengaman.
Pemasangan tendon dan PC ducting.
Pemasangan tulangan casting dan bursting.
Pemasangan ventilasi grout, jika diperlukan.
Inspeksi profil saluran PC.
Penuangan beton.
Pemeriksaan kualitas beton.
Pemeriksaan lubang PC ducting.
Pemotongan PC Strand.
Pemasangan PC Strand.
Pemasangan blok penekan (anchorage) dan pegangan baji.
Penarikan tendon PC.
Verifikasi stressing record (perpanjangan tendon).
Patching blok penekan.
Grouting tendon PC.
Finishing / penutup angkur.
Penyelesaian posisi akhir pier head.

PARAF

METHODE ENGINEER ENGINEERING MANAGER PROJECT MANAGER

Dilarang menyalin atau memperbanyak dokumen ini tanpa persetujuan dari Management System Dept. Head. Hal. 31 dari 53
METODE KERJA PIERHEAD
(RAMP 2 BOKS GIRDER)
METHOD OF STATEMENT
PEMBANGUNAN JALAN TOL
JAKARTA CIKAMPEK 2 ELEVATED
STA 9+500 STA 47+000 NO DOK : WI I1602- PM003 REV. 01

4.2 RINCIAN PROSEDUR PEKERJAAN


1. Persiapan box-out for anchorage recess
a. Buatlah bekisting untuk anchorage recess sesuai dengan dimensi yang
ditunjukkan pada shop drawing yang telah disetujui.
b. Tempatkan dalam posisi yang aman di lokasi yang ditentukan sebagaimana
ditentukan dalam shop drawing yang telah disetujui.
2. Pemasangan tendon support & PC duct
a. Pemasangan PC ducting harus dimulai pada pekerjaan fabrikasi penguat
segmen pier head yang telah mencapai sekitar 60%.
b. Dengan bantuan dari surveyor atau dengan pengukuran manual di lokasi,
tandai atau tunjukkan koordinat tendon pada interval 1,0 meter sepanjang
segmen pier head atau seperti yang ditentukan dalam shop drawing yang
disetujui.
c. Buat support untuk saluran PC dengan memasang rebar diameter 13 mm ke
penguat utama dengan kawat baja pada titik-titik yang ditunjuk di sepanjang
segmen pier head seperti yang dijelaskan pada butir b di atas.
d. Pasang PC ducting di sepanjang bagian pier head. Gunakan coupler untuk
menggabungkan dengan PC ducting, yang memiliki panjang 4 (empat) meter
per potong, dengan panjang yang dibutuhkan dan segel dengan benar
sambungan dengan pita perekat untuk menghindari beton masuk ke saluran
PC selama penuangan beton.
3. Pemasangan tulangan casting dan bursting
a. Gunakan selotip secukupnya untuk menghindari trompet yang pecah dan
kebocoran saat melakukan pengecoran jika sistem trompet terpisah
digunakan.
b. Pasang dan kencangkan tulangan bursting di belakang casting seperti yang
ditunjukkan pada shop drawing.
4. Pemasangan ventilasi grout
a. Gunakan pahat untuk membuat lubang pada PC ducting terpasang pada
tendon titik rendah dan tinggi, jika diperlukan.
b. Pasang ventilasi grout plastik di setiap lubang yang dibuat dengan
mengencangkannya dengan kawat baja ke PC ducting yang terpasang, lalu
segel pita itu.
c. Pastikan selang air diperkuat diameter inci dengan panjang yang cukup
untuk setiap ventilasi grout yang terpasang dan pada ujung tendon
(pengecoran).
PARAF

METHODE ENGINEER ENGINEERING MANAGER PROJECT MANAGER

Dilarang menyalin atau memperbanyak dokumen ini tanpa persetujuan dari Management System Dept. Head. Hal. 32 dari 53
METODE KERJA PIERHEAD
(RAMP 2 BOKS GIRDER)
METHOD OF STATEMENT
PEMBANGUNAN JALAN TOL
JAKARTA CIKAMPEK 2 ELEVATED
STA 9+500 STA 47+000 NO DOK : WI I1602- PM003 REV. 01

5. Inspeksi profil saluran PC


a. Untuk memastikan profil tendon sesuai gambar konstruksi atau tidak
berubah sebelum melakukan pengecoran pada segmen pier head, periksa
profil saluran PC yang terpasang lagi dan lakukan penyesuaian, jika perlu.
b. Untuk mencegah lekukan dan saluran PC yang tertekuk, perawatan ekstra
harus dilakukan secara ketat agar tidak menginjak dan memasang bahan di
atas PC ducting.
6. Penuangan beton
a. Pastikan slump beton dan ukuran agregat sesuai dengan spesifikasinya.
Namun disarankan bahwa kemerosotan beton berada pada kisaran 10 - 12
cm dan ukuran agregat yang digunakan adalah 19 mm sampai ukuran
maksimum 22 mm.
b. Tuangkan beton ke dalam bekisting dan dengan hati-hati getarkan beton,
terutama di lokasi saluran PC. Untuk pier, direkomendasikan agar penuangan
beton dilakukan dalam 3 (tiga) tahap, yaitu area bawah pertama, area bawah
kedua (tali air) dan akhirnya area crown.
c. Perhatikan dengan seksama untuk pengecoran pada area baja dengan hati-
hati menggetarkan beton sedikit lebih lama untuk memastikan tidak ada
kekosongan (honeycomb) yang terbentuk karena penguatan kongesti pada
area tertentu.
7. Pemeriksaan kualitas beton
a. Buka bekisting samping dan bekisting pada ujung bagian pier head setelah
beton mencapai kekuatan yang memadai (biasanya 1 hari dengan perawatan
uap setelah penuangan beton).
b. Cek melalui pengamatan visual pada permukaan beton jika ada sarang lebah
yang terbentuk terutama di lokasi anchorage.
8. Pemeriksaan lubang PC ducting dari penyumbatan
a. Untuk memastikan lubang saluran yang terpasang tidak terhalang oleh beton
atau adukan semen selama operasi beton awal, masukkan PC strand ke
dalam setiap lubang ducting sampai melewati ujung bagian pier head.
b. Jika lubang ducting diblokir, gunakan peralatan hacking untuk menghilangkan
penyumbatan sebelum segmen pier head dikirim ke tempat.
9 Pengaturan segmen pier head pada peralatan launcher
a. Dengan menggunakan peralatan launcher yang dilengkapi winch dengan
kapasitas yang sesuai, angkat segmen pier head dan gantungkan dengan hati-
hati sesuai dengan posisinya sepanjang rentang bentang.

PARAF

METHODE ENGINEER ENGINEERING MANAGER PROJECT MANAGER

Dilarang menyalin atau memperbanyak dokumen ini tanpa persetujuan dari Management System Dept. Head. Hal. 33 dari 53
METODE KERJA PIERHEAD
(RAMP 2 BOKS GIRDER)
METHOD OF STATEMENT
PEMBANGUNAN JALAN TOL
JAKARTA CIKAMPEK 2 ELEVATED
STA 9+500 STA 47+000 NO DOK : WI I1602- PM003 REV. 01

b. Batas minimum 300 mm harus disediakan di antara masing-masing segmen


pier head untuk kebutuhan ruang selama aplikasi resin epoksi grout ke
permukaan penampang segmen pier head
10. Pemotongan PC Strand
a. Lepaskan kemasan PC strand.
b. Tempatkan dan pasang PC strand yang digulung ke dalam housing apparatus
khusus agar tidak lepas.
c. Lepaskan tali baja yang mengikat PC strand yang digulung.
d. Tarik keluar PC strand dari inti kumparan dengan lurus, lalu potong ke
panjang yang diinginkan dengan menggunakan disk cutter.
11. Pemasangan untai PC
a. Lindungi ujung penutup PC strand dengan pita segel untuk melindungi
saluran PC agar tidak robek saat proses pemasangan PC strand.
b. Tempatkan jumlah untai PC yang benar ke dalam PC ducting yang terpasang
dengan menggunakan pendorong untai atau dengan cara manual.
12. Pemasangan stressing block (anchorage) dan wedge grip
a. Setelah memastikan tidak ada beton keropos (honeycomb) yang terbentuk di
daerah pengecoran, letakkan stressing block dengan menempelkan PC strand
untuk menekankan lubang blok.
b. Tempatkan wedge grip dengan memasukkan PC strand ke dalam lubangnya
lalu colokkan ke dalam lubang blok yang tertekan.
13. Stressing tendon PC
a. Sebelum menekankan pekerjaan, periksa validitas kalibrasi untuk semua alat
pengukur tekanan yang akan digunakan untuk mengukur alat.
b. Periksa juga apakah kekuatan beton pier head telah mencapai kekuatan
desain pada kondisi transfer, yang biasanya 85% dari kekuatan desain beton
(f'c).
c. Stressing tendon PC dilakukan hanya setelah mendapat persetujuan dari
pihak yang terkait.
d. Dengan bantuan temporary jack hanger dan chain block, untuk looping
menggunakan jack kapasitas 120 ton dan jack kapasitas 300 ton untuk
stressing lateral.
e. Beri tekanan tendon PC dengan menekan soket hidrolik pada kekuatan
penekanan yang diperlukan. Memberi tekanan pada tendon harus dilakukan
secara bertahap (lihat urutan detail yang diberikan oleh Struktural Engineer
untuk setiap kasus operasi penekan) dan dilakukan oleh personil
berpengalaman dan dilakukan dengan penambahan 1000 psi sampai tekanan
PARAF

METHODE ENGINEER ENGINEERING MANAGER PROJECT MANAGER

Dilarang menyalin atau memperbanyak dokumen ini tanpa persetujuan dari Management System Dept. Head. Hal. 34 dari 53
METODE KERJA PIERHEAD
(RAMP 2 BOKS GIRDER)
METHOD OF STATEMENT
PEMBANGUNAN JALAN TOL
JAKARTA CIKAMPEK 2 ELEVATED
STA 9+500 STA 47+000 NO DOK : WI I1602- PM003 REV. 01

akhir tercapai. Lihat laporan kalibrasi jack atau sertifikat pembuatan untuk
konversi gaya penekanan pada tekanan tekanan.
f. Catat perpanjangan masing-masing tendon PC pada setiap tekanan tekanan /
jacking masing-masing dengan mengukur perpanjangan piston jack hidrolik
dengan pita pengukur atau pengeras baja stainless. Lihat Lampiran A untuk
contoh rekaman tekanan.
14. Alur / tahapan stressing untuk looping
Untuk pekerjaan stressing looping ini menggunakan alur sebagai berikut

PARAF

METHODE ENGINEER ENGINEERING MANAGER PROJECT MANAGER

Dilarang menyalin atau memperbanyak dokumen ini tanpa persetujuan dari Management System Dept. Head. Hal. 35 dari 53
METODE KERJA PIERHEAD
(RAMP 2 BOKS GIRDER)
METHOD OF STATEMENT
PEMBANGUNAN JALAN TOL
JAKARTA CIKAMPEK 2 ELEVATED
STA 9+500 STA 47+000 NO DOK : WI I1602- PM003 REV. 01

a. Setelah erection sebelum grouting gap antara pier dan pierhead


- Tahap satu, Tendon C6-N(utara) ditarik / diberi gaya sebesar 13.5% dari
gaya jacking (jacking force) yaitu sebesar 75%(ditentukan konsultan
perencana) dari UTS (Ultimate Tensile Strength) atau setara dengan 10%
dari UTS
PARAF

METHODE ENGINEER ENGINEERING MANAGER PROJECT MANAGER

Dilarang menyalin atau memperbanyak dokumen ini tanpa persetujuan dari Management System Dept. Head. Hal. 36 dari 53
METODE KERJA PIERHEAD
(RAMP 2 BOKS GIRDER)
METHOD OF STATEMENT
PEMBANGUNAN JALAN TOL
JAKARTA CIKAMPEK 2 ELEVATED
STA 9+500 STA 47+000 NO DOK : WI I1602- PM003 REV. 01

- Tahap dua, tendon C9-S(selatan) ditarik / diberi gaya sebesar 13.5% dari
jacking force atau 10% dari UTS
- Tahap tiga, tendon C6-S(selatan) diberi gaya sebesar 13.5% dari jacking
force atau 10% dari UTS
- Tahap empat, tendon C9-N(Utara) diberi gaya sebesar 13.5% dari jacking
force atau 10% dari UTS

b. Setelah erection , setelah grouting gap antara pier - pierhead dan mencapai
kekuatan rencana.
- Tahap lima, tendon C.7-N diberi gaya sebesar 50% dari jacking force.
- Tahap enam, tendon C8-S diberi gaya sebesar 50% dari jacking force
- Tahap tujuh, tendon C.7-S diberi gaya sebesar 100% jacking force atau
setara dengan 75% dari UTS
- Tahap delapan, tendon C8-N diberi gaya sebesar 100% jacking force,
setara dengan 75% dari UTS.
- Tahap Sembilan, tendon C7-N gaya awal 50% dibuat menjadi 100% ,
setara dengan 75% UTS
- Tahap sepuluh, tendon C.8-S gaya awal 50% dibuat jadi 100%, setara
dengan 75% UTS.
- Tahap sebelas, tendon C.6-N diberi gaya sebesar 50% dari jacking force
- Tahap dua belas, tendon C.9-S diberi gaya sebesar 50% dari jacking force.
- Tahap tiga belas, tendon C.6-S diberi gaya sebesar 100% jackinh force.
- Tahap empat belas, tendon C.9-N diberi gaya 100% jacking force.
- Tahap lima belas, tendon C.6-N gaya awal 50% dibuat menjadi 100%
- Tahap enam belas, tendon C.9-S gaya awal 50% dibuat menjadi 100%.
- Tahap tujuh belas, tendon C.10-E diberi gaya awal 50% dari jacking force.
- Tahap delapan belas, tendon C.10-W diberi gaya 100% jacking force.
- Tahap Sembilan belas, tendon C.10-E gaya awal 50% dibuat menjadi
100%.

PARAF

METHODE ENGINEER ENGINEERING MANAGER PROJECT MANAGER

Dilarang menyalin atau memperbanyak dokumen ini tanpa persetujuan dari Management System Dept. Head. Hal. 37 dari 53
METODE KERJA PIERHEAD
(RAMP 2 BOKS GIRDER)
METHOD OF STATEMENT
PEMBANGUNAN JALAN TOL
JAKARTA CIKAMPEK 2 ELEVATED
STA 9+500 STA 47+000 NO DOK : WI I1602- PM003 REV. 01

15. Alur / tahapan stressing tranversal / lateral

PARAF

METHODE ENGINEER ENGINEERING MANAGER PROJECT MANAGER

Dilarang menyalin atau memperbanyak dokumen ini tanpa persetujuan dari Management System Dept. Head. Hal. 38 dari 53
METODE KERJA PIERHEAD
(RAMP 2 BOKS GIRDER)
METHOD OF STATEMENT
PEMBANGUNAN JALAN TOL
JAKARTA CIKAMPEK 2 ELEVATED
STA 9+500 STA 47+000 NO DOK : WI I1602- PM003 REV. 01

a. Tahap satu, C.3 diberi gaya 100% jacking force atau setara dengan 75% UTS
b. Tahap dua, C.2 diberi gaya 50% jacking Force.
c. Tahap tiga, C.4 diberi gaya 100% jacking force atau setara dengan 75% UTS
d. Tahap empat, C.2 gaya awal 50% dibuat jadi 100%
e. Tahap lima, C.1 diberi gaya awal 50% jacking force.
f. Tahap enam, C.5 diberi gaya 100% jacking force atau setara dengan 75% UTS
g. Tahap tujuh, C.1 gaya awal 50% dibuat jadi 100%

16. Pemeriksaan stressing record (perpanjangan tendon)


a. Evaluasi dan bandingkan hasil aktual pemanjangan tendon jumlah yang
diperoleh di lokasi dengan nilai teoritis yang diberikan dalam perhitungan
rugi prategang (pretension loss).
b. Verifikasi dan investigasi dengan Engineer, jika hasil pemanjangan tendon
aktual diperoleh di lokasi, berkisar +/- 7% lebih besar atau kurang dari nilai
yang dapat diterima yang diharapkan (Kode ACI 318R-99 Bab 18 Bagian
18.20.1). Alasan penyimpangan yang lebih besar antara +/- 7% antara hasil
pemanjangan tendon aktual yang diperoleh di lokasi dan nilai teoritis yang
diharapkan biasanya disebabkan oleh:
- Di mana jika hasil pemanjangan tendon aktual yang diperoleh di lokasi jauh
lebih rendah dari nilai teoritis yang diharapkan (faktor penyimpangan lebih
besar dari -7%), maka diduga bahwa faktor gesekan pada tendon mungkin
lebih besar dari nilai yang diasumsikan yang digunakan. dalam perhitungan
kerugian prategang. Air dengan minyak larut bisa digunakan untuk menyiram
tendon tertentu sehingga mengurangi gesekan pada tendon. Tegangan re-
stress pada gaya yang dibutuhkan, kemudian ukur pemanjangan tendon
tambahan yang didapat.
Atau
- Di mana jika hasil pemanjangan tendon aktual yang diperoleh di lokasi jauh
lebih besar daripada nilai teoritis yang diharapkan (faktor penyimpangan
lebih besar dari + 7%), diduga bahwa faktor gesekan tendon mungkin lebih
kecil dari nilai yang diasumsikan digunakan dalam perhitungan rugi
prategang. Hitunglah kerugian gesekan lagi berdasarkan hasil pemanjangan
tendon aktual yang diperoleh di lokasi, kemudian periksa apakah pier head
dapat menahan gaya prategang tambahan yang timbul dari kehilangan
gesekan yang direduksi. Jika tidak, maka kekuatan prategang harus
disesuaikan.

PARAF

METHODE ENGINEER ENGINEERING MANAGER PROJECT MANAGER

Dilarang menyalin atau memperbanyak dokumen ini tanpa persetujuan dari Management System Dept. Head. Hal. 39 dari 53
METODE KERJA PIERHEAD
(RAMP 2 BOKS GIRDER)
METHOD OF STATEMENT
PEMBANGUNAN JALAN TOL
JAKARTA CIKAMPEK 2 ELEVATED
STA 9+500 STA 47+000 NO DOK : WI I1602- PM003 REV. 01

Catatan: Penyimpangan +/- 7% yang diijinkan pada pemanjangan tendon Total


seperti yang disebutkan di atas, namun tidak boleh digunakan sebagai
pedoman mutlak untuk menentukan kesesuaian hasil situs aktual dengan
asumsi desain teoritis. Untuk kasus yang melibatkan pier head pendek,
penyimpangan +/- 7% yang diijinkan mungkin mungkin tidak berlaku lagi,
karena sedikit perbedaan pada pemanjangan yang sebenarnya akan
menghasilkan nilai penyimpangan yang lebih tinggi karena nilai pemekuan
teoritis yang kecil. Sebaliknya, kepastian tekanan tekanan atau kekuatan
jacking yang diterapkan pada pier head di lokasi dan penilaian teknik yang
baik mungkin merupakan ukuran terbaik untuk menetapkan kesesuaian hasil
situs aktual dengan asumsi desain teoritis.
c. Setelah mendapat persetujuan untuk menekankan catatan / hasil oleh
kontraktor atau konsultan, potong PC strand yang berlebih dengan
menggunakan disk cutter.

17. Patching stressing block


a. Untuk menghindari kebocoran pada lubang pada blok tekanan saat
pemasangan tendon dilakukan, segel blok penekan dengan menutupnya
dengan adukan semen yang dicampur dengan air.
b. Tunggu setidaknya 12 (dua belas) jam agar mortir semen mengering sebelum
pekerjaan memasang dilakukan.

18. Grouting tendon PC


a. Bersihkan PC tendon dengan minyak untuk memastikan tidak ada
penyumbatan di sepanjang tendon PC sebelum tendon grouting bekerja
dilakukan.
b. Siram air dari tendon PC dengan menyuntikkan udara dengan kompresor udara
175 cfm.
c. Siapkan 3 (tiga) benda uji grout dengan ukuran 5 x 5 x 5 cm yang akan diuji
kemudian untuk kekuatan tekannya, dan kemudian disetujui oleh pemilik
proyek atau konsultan sebelum pemasangan tendon dilakukan.
d. Siapkan campuran natrium sesuai dengan campuran desain yang ditentukan
dalam Lampiran B.
e. Air harus dituangkan ke dalam mixer grout terlebih dahulu, kemudian perlahan
tambahkan semen sampai tercampur rata. Akhirnya, tuangkan campuran
natrium non-susut.

PARAF

METHODE ENGINEER ENGINEERING MANAGER PROJECT MANAGER

Dilarang menyalin atau memperbanyak dokumen ini tanpa persetujuan dari Management System Dept. Head. Hal. 40 dari 53
METODE KERJA PIERHEAD
(RAMP 2 BOKS GIRDER)
METHOD OF STATEMENT
PEMBANGUNAN JALAN TOL
JAKARTA CIKAMPEK 2 ELEVATED
STA 9+500 STA 47+000 NO DOK : WI I1602- PM003 REV. 01

f. Grout harus dicampur paling sedikit 2 (dua) menit atau sampai campuran
koloid tebal krim tebal atau titik berat diproduksi.
g. Suntikkan grout ke dalam PC ducting dari satu ujung sampai arus bening
mengalir keluar dari ujung yang lain. Grout harus disuntikkan pada tekanan 1
sampai 3 bar.
h. Tutup ventilasi ventilasi keluar dan pertahankan tekanan yang disebutkan di
atas sebelum akhirnya menyegel ujung penyuntikan.
i. Setidaknya 24 (dua puluh empat) jam setelah selesai pemasangan tendon
grout, potong semua ventilasi grout yang menonjol dan siram dengan
permukaan dermaga.

19. Finishing / penutupan anchorage recess


Tutup atau segel dengan baik semua reses jangkar dengan adukan semen
untuk menyelesaikan pekerjaan posttensioning.

20. Posisi akhir pier head


Dengan temporary supporting hydraulics jack dengan kapasitas yang sesuai
yang ditempatkan di kedua ujung segmen pier head, turunkan pula segmen
pier head ke posisi pier head / bantalan pier.

Gambar 4.1 Aktifitas stressing di lapangan


PARAF

METHODE ENGINEER ENGINEERING MANAGER PROJECT MANAGER

Dilarang menyalin atau memperbanyak dokumen ini tanpa persetujuan dari Management System Dept. Head. Hal. 41 dari 53
METODE KERJA PIERHEAD
(RAMP 2 BOKS GIRDER)
METHOD OF STATEMENT
PEMBANGUNAN JALAN TOL
JAKARTA CIKAMPEK 2 ELEVATED
STA 9+500 STA 47+000 NO DOK : WI I1602- PM003 REV. 01

Gambar 4.2 Skema Pekerjaan Stressing

Gambar 4.3 Teknis stressing

PARAF

METHODE ENGINEER ENGINEERING MANAGER PROJECT MANAGER

Dilarang menyalin atau memperbanyak dokumen ini tanpa persetujuan dari Management System Dept. Head. Hal. 42 dari 53
METODE KERJA PIERHEAD
(RAMP 2 BOKS GIRDER)
METHOD OF STATEMENT
PEMBANGUNAN JALAN TOL
JAKARTA CIKAMPEK 2 ELEVATED
STA 9+500 STA 47+000 NO DOK : WI I1602- PM003 REV. 01

4.3 PEKERJAAN GROUTING

Grouting ini merupakan proses akhir dari rangkaian pemasangan pier head. Pekerjaan
ini adalah mengisi celah antara strand, duct, dan juga bagian dalam casting dengan
material grouting. Tujuan grouting adalah sebagai proteksi dari korosi dan agar
menyatu dengan beton. Sebelum melaksanakan pekerjaan grout , tes pendahulan dari
material grout dilakukan, diantaranya.
Homogenitas : sieve tes
Fluiditas : flow cone dan grout spread tes
Setting time
Bleeding & perubahan volume : Tes wick induced
Bleeding : Inclined tube Tes
Compressive strength tes
Density tes
Sedangkan tes yang harus dilakukan per grouting stage adalah
Homogenitas : sieve tes
Fluiditas : flow cone dan grout spread tes
Bleeding & perubahan volume : Tes wick induced
Compressive strength tes
Density tes
Sebelum proses pemompaan grout, pastikan bahwa bagian dalam duct
dibersihkan dengan kompresor udara. Untuk membuang serpihan serpihan dan
debu di tendon dan duct. Urutan pekerjaan pumping grout sebagai berikut :
1. Mesin pompa grout dihubungkan dengan inlet poin dengan grout hose.
2. Grout segar disuntikkan dari titik inlet melewati tendon sampai keluar ke
outlet poin. Pastikan viskositas (kekentalan) dari grout segar di drum mixer
sama dengan yang keluar di outlet poin. Tekanan untuk pemompaan grout
segar berkisar 5-7kg/cm.
3. Tutup lubang PE hose segera dan berikan tekanan sekali lagi. Patching di area
sisi kiri , kanan dan atas pierhead dengan material beton yang setara mutu
betonnya dengan mutu beton pierhead.

PARAF

METHODE ENGINEER ENGINEERING MANAGER PROJECT MANAGER

Dilarang menyalin atau memperbanyak dokumen ini tanpa persetujuan dari Management System Dept. Head. Hal. 43 dari 53
METODE KERJA PIERHEAD
(RAMP 2 BOKS GIRDER)
METHOD OF STATEMENT
PEMBANGUNAN JALAN TOL
JAKARTA CIKAMPEK 2 ELEVATED
STA 9+500 STA 47+000 NO DOK : WI I1602- PM003 REV. 01

Gambar 4.3 Skema Pekerjaan Grouting

PARAF

METHODE ENGINEER ENGINEERING MANAGER PROJECT MANAGER

Dilarang menyalin atau memperbanyak dokumen ini tanpa persetujuan dari Management System Dept. Head. Hal. 44 dari 53
METODE KERJA PIERHEAD
(RAMP 2 BOKS GIRDER)
METHOD OF STATEMENT
PEMBANGUNAN JALAN TOL
JAKARTA CIKAMPEK 2 ELEVATED
STA 9+500 STA 47+000 NO DOK : WI I1602- PM003 REV. 01

5 SAFETY
PROSEDUR KESELAMATAN KERJA
Sebelum pelaksanaan pekerjaan erection pierhead dan post tensioning pada proyek,
semua personil harus diberi penjelasan mengenai keselamatan kerja, prosedur
pengoperasian alat kerja, peralatan pengaman dan peralatan pelindung diri, serta
pertolongan pertama pada kecelakaan (P3K). Berikut adalah rencana keselamatan
kerja untuk pekerjaan erection pierhead dan post tensioning

i. Pekerjaan Erection

No. Uraian

1. Memastikan kondisi permukaan tanah rata dan aman untuk peletakan atau assembly
alat berat.

2. Memastikan peralatan yang akan digunakan telah dilakukan pengecekan dan uji layak
operasi.

3. Memastikan tali kawat baja, webbing sling, suckle yang digunakan dalam keadaan
layak digunakan dan dalam kondisi aman.

4. Memastikan operator yang mengoperasikan crane sudah memiliki Surat Ijin


Mengoperasikan Peralatan (SIM-P / SIO).

5. Memastikan operator dalam kondisi phisik sehat dan tidak diperkenankan operator
mengkonsumsi alkohol yang dapat mengurangi kesadaran sewaktu mengoperasikan
crane.

6. Menunjuk satu orang sebagai signal man yang akan mengarahkan dan memberi tanda
atau aba-aba kepada operator alat berat.

7. Memastikan pemasangan scaffolding sudah aman dan layak digunakan.

PARAF

METHODE ENGINEER ENGINEERING MANAGER PROJECT MANAGER

Dilarang menyalin atau memperbanyak dokumen ini tanpa persetujuan dari Management System Dept. Head. Hal. 45 dari 53
METODE KERJA PIERHEAD
(RAMP 2 BOKS GIRDER)
METHOD OF STATEMENT
PEMBANGUNAN JALAN TOL
JAKARTA CIKAMPEK 2 ELEVATED
STA 9+500 STA 47+000 NO DOK : WI I1602- PM003 REV. 01

8. Memastikan orang yang memasang scaffolding mempunyai kompetensi.

9. Pekerja harus:

a. Memahami bahaya bekerja diketinggian.


b. Memahami cara bekerja aman diketinggian
c. Memahami pekerjaan lifting/pengangkatan.
d. Memahami bahaya pekerjaan lifting
e. Memahami cara aman bekerja dekat alat berat
f. Memahami cara melakukan evakuasi dan tanggap darurat
g. Memastikan pekerja memahami penggunaan APD yang sesuai untukbekerja di
ketinggian.
10. Pada saat pekerjaan lifting dipastikan tidak ada orang yang tidak berkepentingan
berada diarea radius angkat material, telah terpasang rambu peringatan dan barikade

PARAF

METHODE ENGINEER ENGINEERING MANAGER PROJECT MANAGER

Dilarang menyalin atau memperbanyak dokumen ini tanpa persetujuan dari Management System Dept. Head. Hal. 46 dari 53
METODE KERJA PIERHEAD
(RAMP 2 BOKS GIRDER)
METHOD OF STATEMENT
PEMBANGUNAN JALAN TOL
JAKARTA CIKAMPEK 2 ELEVATED
STA 9+500 STA 47+000 NO DOK : WI I1602- PM003 REV. 01

ii. Pekerjaan Erection

Prosedur Keselamatan/
No. Pekerjaan Potensi Bahaya
APD
1 Pemotongan Luka tangan, kaki Percikan Gerinda harus dalam keadaan
Strand baik dan ada pelindungnya.
api gerinda
APD : Kaos tangan, helm, sepatu ,
kaca mata pelindung

2 Instalasi PC Tangan atau kaki Pada pelaksanaan instalasi harus ada


Strand dan terjepit aba-aba dari salah satu personel.
Stress Bar
APD : Kaos tangan, helm, sepatu.

3 Stressing Tangan atau kaki Hydraulic jack harus pada kondisi


tertindih jack baik. Tidak ada bocor
Loncatan strand jika Dilarang berada dibelakang jack
putus pada saat stressing, dan diberi
rambu
Tersemprot oli hydraulic
Lantai kerja harus kuat terutama
Jatuh dari ketinggian apabila di tempat ketinggian.
APD : Kaos tangan, helm, sepatu,
safety belt.
4 Grouting Luka tangan, kaki Pada saat grouting, semua selang
grouting harus kuat agar tidak
Debu semen terhirup pecah.
Tersemprot material
APD : Kaos tangan, sepatu
grouting
safety, kaca mata, masker

PARAF

METHODE ENGINEER ENGINEERING MANAGER PROJECT MANAGER

Dilarang menyalin atau memperbanyak dokumen ini tanpa persetujuan dari Management System Dept. Head. Hal. 47 dari 53
METODE KERJA PIERHEAD
(RAMP 2 BOKS GIRDER)
METHOD OF STATEMENT
PEMBANGUNAN JALAN TOL
JAKARTA CIKAMPEK 2 ELEVATED
STA 9+500 STA 47+000 NO DOK : WI I1602- PM003 REV. 01

Gambar 5.1 safety induction

PARAF

METHODE ENGINEER ENGINEERING MANAGER PROJECT MANAGER

Dilarang menyalin atau memperbanyak dokumen ini tanpa persetujuan dari Management System Dept. Head. Hal. 48 dari 53
METODE KERJA PIERHEAD
(RAMP 2 BOKS GIRDER)
METHOD OF STATEMENT
PEMBANGUNAN JALAN TOL
JAKARTA CIKAMPEK 2 ELEVATED
STA 9+500 STA 47+000 NO DOK : WI I1602- PM003 REV. 01

6 TRAFFIC MANAGEMENT
Traffic managemen dibuat untuk memudahkan pengaturan jalannya lalu lintas, baik bagi
lalu lintas kenda b raan umum maupun lalu lintas kendaraan proyek.

Beberapa tahapan antara lain :

1. Pemasangan rambu-rambu yang diperlukan sebelum, dan selama memasuki lokasi


pekerjaan.

2. Pengaturan lalu lintas untuk kendaraan proyek yang keluar masuk lokasi pekerjaan
sehingga dapat meminimalkan terjadinya kemacetan.

3. Pemasangan pagar pengaman yang dipakai untuk membatasi lokasi proyek dengan
masyarakat umum dan melaksanakan koordinasi yang diperlukan dengan dinas atau
instansi terkait selama pelaksanaan pekerjaan.

4. Penempatan petugas / Flagman sangat dibutuhkan untuk mengatur jalanya lalu


lintas yang dialihkan. Dan pemasangan rubber cone atau MCB, rambu-rambu
pengaturan dan rambu petunjuk untuk memudahkan bagi pengendara dan pemakai
jalan.

Gambar gambar di bawah ini menunjukkan assesment dan mitigasi traffic manajemen
dan juga sarana pendukung untuk traffic management

c. Kondisi satu

Gambar pemasangan rambu dan posisi crane kondisi satu

PARAF

METHODE ENGINEER ENGINEERING MANAGER PROJECT MANAGER

Dilarang menyalin atau memperbanyak dokumen ini tanpa persetujuan dari Management System Dept. Head. Hal. 49 dari 53
METODE KERJA PIERHEAD
(RAMP 2 BOKS GIRDER)
METHOD OF STATEMENT
PEMBANGUNAN JALAN TOL
JAKARTA CIKAMPEK 2 ELEVATED
STA 9+500 STA 47+000 NO DOK : WI I1602- PM003 REV. 01

Gambar perpindahan crane dan perambuannya

d. Kondisi dua

Gambar pemasangan rambu dan posisi crane kondisi dua

PARAF

METHODE ENGINEER ENGINEERING MANAGER PROJECT MANAGER

Dilarang menyalin atau memperbanyak dokumen ini tanpa persetujuan dari Management System Dept. Head. Hal. 50 dari 53
METODE KERJA PIERHEAD
(RAMP 2 BOKS GIRDER)
METHOD OF STATEMENT
PEMBANGUNAN JALAN TOL
JAKARTA CIKAMPEK 2 ELEVATED
STA 9+500 STA 47+000 NO DOK : WI I1602- PM003 REV. 01

Gambar perpindahan crane dan perambuannya

e. Kondisi tiga

Gambar pemasangan rambu dan posisi crane kondisi tiga

PARAF

METHODE ENGINEER ENGINEERING MANAGER PROJECT MANAGER

Dilarang menyalin atau memperbanyak dokumen ini tanpa persetujuan dari Management System Dept. Head. Hal. 51 dari 53
METODE KERJA PIERHEAD
(RAMP 2 BOKS GIRDER)
METHOD OF STATEMENT
PEMBANGUNAN JALAN TOL
JAKARTA CIKAMPEK 2 ELEVATED
STA 9+500 STA 47+000 NO DOK : WI I1602- PM003 REV. 01

Gambar perpindahan crane dan perambuannya

PARAF

METHODE ENGINEER ENGINEERING MANAGER PROJECT MANAGER

Dilarang menyalin atau memperbanyak dokumen ini tanpa persetujuan dari Management System Dept. Head. Hal. 52 dari 53
METODE KERJA PIERHEAD
(RAMP 2 BOKS GIRDER)
METHOD OF STATEMENT
PEMBANGUNAN JALAN TOL
JAKARTA CIKAMPEK 2 ELEVATED
STA 9+500 STA 47+000 NO DOK : WI I1602- PM003 REV. 01

Gambar 6.3 sarana pendukung traffic management

PARAF

METHODE ENGINEER ENGINEERING MANAGER PROJECT MANAGER

Dilarang menyalin atau memperbanyak dokumen ini tanpa persetujuan dari Management System Dept. Head. Hal. 53 dari 53