Anda di halaman 1dari 16

A.

Proses timbal balik fotosintesis dan respirasi seluler bertanggung


jawab atas perubahan dan pergerakan utama karbon. Naik turunnya
CO2 dan O2 atsmosfer secara musiman disebabkan oleh penurunan
aktivitas Fotosintetik. Dalam skala global kembalinya CO2 dan O2
ke atmosfer melalui respirasi hampir menyeimbangkan
pengeluarannya melalui fotosintesis.

Akan tetapi pembakaran kayu dan bahan bakar fosil menambahkan


lebih banyak lagi CO2 ke atmosfir. Sebagai akibatnya jumlah CO2
di atmosfer meningkat. CO2 dan O2 atmosfer juga berpindah masuk
ke dalam dan ke luar sistem akuatik, dimana CO2 dan O2 terlibat
dalam suatu keseimbangan dinamis dengan bentuk bahan anorganik
lainnya.
Yang terpenting untuk dipahami dalam siklus Biogeokimia ini ada 3
hal pokok yaitu

1. terjadi daur aliran zat kimia dari Bio ke Geo atau dari Mahkluk
hidup ke Bumi ( penguraian , zat sisa ekskresi dll yang ditujukan
kebumi dari mahkluk hidup
2. terjadi daur aliran zat kimia dari Geo ke Bio yang tidak lain adalah
pemanfaatan zat kimia entah dalam bentuk organik maupun
anorganik, biasanya oleh tumbuhan lewat akarnya
3. terjadi daur aliran zat kimia dari Geo ke Geo maksudnya senyawa
kimia di udara bisa pindah ke darat misalnya lewat hujan - darat ke
udara - darat ke air - air ke darat dll yang semua itu pasti untuk suatu
keseimbangan . OK

untuk daur aliran zat dari Bio ke Bio tentu sudah anda bisa ketahui di
Rantai makanan atau Jaring makanan.
KONKLUSI

Gambar ini akan lebih menunjukkan pemahaman siklus karbons setelah


anda pahami katakanlah sebagai refleksi atau konklusi atau kesimpulannya
OK
B Siklus Karbon dan Oksigen
Di atmosfer
terdapat kandungan
CO2 sebanyak
0.03%. Sumber-
sumber CO2 di
udara berasal dari
respirasi manusia
dan hewan, erupsi
vulkanik,
pembakaran
batubara, dan asap
pabrik.

Karbon dioksida (CO2)di udara dimanfaatkan oleh tumbuhan untuk


ber Fotosintesis dan menghasilkan oksigen yang nantinya akan
digunakan oleh manusia dan hewan untuk ber Respirasi.

Hewan dan tumbuhan yang mati, dalam waktu yang lama akan
membentuk batubara di dalam tanah.
Batubara akan dimanfaatkan lagi sebagai bahan bakar yang juga
menambah kadar C02 di udara.
Di ekosistem air, pertukaran C02 dengan atmosfer berjalan secara
tidak langsung.
Karbon dioksida berikatan dengan air membentuk asam karbonat
yang akan terurai menjadi ion bikarbonat.
Bikarbonat adalah sumber karbon bagi alga yang memproduksi
makanan untuk diri mereka sendiri dan organisme heterotrof lain.
Sebaliknya, saat organisme air berespirasi, CO2 yang mereka
keluarkan menjadi bikarbonat.
Jumlah bikarbonat dalam air adalah seimbang dengan jumlah C02 di
air.

Agar anda menjadi serius bahwa materi ini penting saya tambahkan materi
ini untuk memahami siklus ini menjadi tidak setengah setengah lagi ( saya
berharap tidak hanya menghafal tetapi memahami)

Unsur kimia yang yang paling mendominasi kehidupan adalah


karbon.
Tanpa kecuali, semua molekul kimia penting kehidupan selalu
mengandung unsur karbon.
Awalnya, studi tentang molekul yang mengandung karbon ini
merupakan domain dari ilmu kimia organik.
Sesuai namanya, kimia organik bekerja pada bahan kimia yang ada
pada sistem kehidupan (organic = sesuatu yang berasal dari mahluk
hidup, organisme).

Dalam perkembangannya, berbagai bahan kimia organik bisa


disintesis di lab dan tidak tergantung pada mahluk hidup lagi.
Selain itu, beragam senyawa organik baru yang tidak pernah
ditemukan pada mahluk hidup berhasil disintesis.
Sejak itu, muncul cabang ilmu baru, yaitu biological chemistry yang
disingkat menjadi biokimia.
Dalam hal ini, biokimia mempelajari beragam senyawa kimia, baik
yang alami maupun yang berhasil disintesis di lab, yang bisa
ditemukan pada mahluk hidup.
Sedangkan yang tidak ditemukan dalam mahluk hidup tetap menjadi
domain kimia organik.

Unsur utama penyusun molekul biologi adalah karbon.


Ragam dan stabilitas molekul yang mengandung unsur karbon
disebabkan oleh karakteristiknya yang spesifik, terutama ketika
membentuk ikatan dengan unsur-unsur lain.
Salah satu sifat yang paling mendasar dari unsur karbon adalah pada
orbital elektron terluarnya kekurangan 4 elektron dari seharusnya 8
elektron.
Karena orbital elektron terluar merupakan pertanda stabil-tidaknya
suatu unsur, maka agar stabil, karbon cenderung berasosiasi dengan
4 unsur lainnya yang juga kekurangan elektron.
Dengan kata lain, unsur karbon mempunyai valensi 4.
Penggunaan bersama elektron oleh dua unsur atau lebih akan
membentuk ikatan yang dikenal dengan ikatan kovalen.
Selain itu, semakin kecil BM unsur yang diikat oleh karbon maka
ikatan kovalen yang terbentuk stabil.
Dengan begitu, untuk satu unsur karbon membutuhkan empat unsur
yang lain agar elektron dalam orbit terluarnya menjadi stabil.

Pada umumnya, karbon akan membentuk ikatan kovalen dengan 1


karbon yang lain dan dengan oksigen, hidrogen, nitrogen dan sulfur.
Metana (satu karbon berikatan dengan 4 hidrogen), etanol (CH3
CH2OH) dan metilamina(CH3 NH2) merupakan senyawa karbon
sederhana yang mengandung ikatan tunggal.
Selain itu, kadangkala dua atau tiga elektron digunakan bersama
oleh dua unsur sehingga membentuk ikatan rangkap dua atau ikatan
rangkap tiga.
Jadi, kombinasi valensi dan BM kecil merupakan karakteristik
molekul berunsur karbon menjadi sangat beragam dan stabil yang
mendominasi molekul biologis.
C. Molekul berunsur karbon adalah molekul yang stabil

Kestabilan molekul berunsur karbon bisa dilihat dari energi ikatan,


yaitu jumlah energi yang dibutuhkan untuk memutus 1 mol (sekitar
6 x 1023) ikatan.
Seringkali, energi ikatan disalahartikan sebagai energi yang
tersimpan dalam ikatan.
Energi ikatan ini diekspresikan sebagai kalori per mol (kal/mol).
Kalori adalah jumlah energi yang dibutuhkan untuk menaikkan suhu
air sebesar 1o C.

Untuk memutus ikatan karbon dan karbon (C C) dibutuhkan 83


kkal/mol,
Energi ikatan karbon dan hidrogen (C H) = 99 kkal/mol, karbon
dan oksigen (C O) = 84 kkal/mol dan karbon-nitrogen (C N) =
70 kkal/mol.
Energi yang jauh lebih besar dibutuhkan untuk memutus ikatan
karbon rangkap dua (C C), yaitu 146 kkal/mol dan ikatan karbon
rangkap tiga (C C), yaitu 212 kkal/mol.

Besarnya energi ikatan molekul berunsur karbon diatas bisa lebih


mudah diapresiasi kalau dibandingkan dengan nilai-nilai energi yang
sejenis.
Misalnya, energi ikatan non-kovalen hanya beberapa kkal/mol,
energi gelombang panas sekitar 0.6 kkal/mol, ikatan gugus fosfat
dalam molekul ATP = 7.3 kkal/mol.

Jadi bisa dipahami bahwa molekul yang paling penting bagi


kehidupan di muka bumi ini adalah yang berbasis rantai karbon.
Hal ini karena energi panjang gelombang matahari yang masuk ke
permukaan bumi tidak bisa memutus ikatan C C.
Hubungan energi dan panjang gelombang bisa dinotasikan sebagai E
= 28.600/lkkal/einstein.
Menggunakan notasi tersebut, maka panjang gelombang cahaya
matahari yang masuk ke permukaan bumi berada dalam kisaran
cahaya tampak, yaitu antara 400-700 nm, mempunyai energi antara
71.5 40.8 kkal/einstein.
Nilai energi matahari tersebut jauh dibawah energi ikatan C C.
Dari notasi diatas bisa dimengerti bahwa sinar ultraviolet dengan
panjang gelombang <400>

Problem: mungkinkah kalaupun ada kehidupan di luar bumi akan


tersusun oleh molekul berunsur karbon?

D. Molekul berunsur karbon adalah molekul yang sangat beragam

Valensi 4 dari unsur karbon memungkinkan satu karbon mengikat 4


unsur yang lain, terutama yang berBM rendah yang hanya ada
beberapa saja, dan yang paling banyak ditemukan dalam mahluk
hidup adalah H. O, N, S dan P.
Hal ini menyebabkan molekul berunsur karbon menjadi sangat
beragam.
Ditambah lagi jika satu valensi karbon membentuk ikatan dengan
karbon yang lain.

Jika rantai karbon hanya berikatan dengan hidrogen maka akan


membentuk hidrokarbon dengan struktur linear maupun sirkular.
Hidrokarbon adalah molekul penting secara ekonomis sebagai bahan
bakar minyak, misalnya bensin (octane, C8H18).
Molekul ini tidak larut air sehingga di dalam sel fungsi utamanya
adalah sebagai penyusun membran sel bagian dalam.

Selain dengan hidrogen dan unsur-unsur tunggal lainnya, rantai


karbon berikatan dengan beragam gugus fungsional yang kemudian
sangat menentukan kelarutannya dalam air dan reaktifitasnya.
Beberapa gugus fungsional yang biasa ditemukan dalam mahluk
hidup antara lain yang bermuatan negatif (karboksil dan fosforil),
bermuatan positif (amino), dan berpH netral (hidroksil, sulfhidril,
karbonil, aldehida).

E. Molekul berunsur karbon dapat membentuk stereoisomer


Selain kemampuannya berikatan dengan gugus fungsional,
keragaman molekul berunsur karbon ditambah lagi dengan
kemampuan strukturnya membentuk simetri geometris.
Hal ini karena distribusi elektron yang digunakan bersama berada
dalam konfigurasi tetrahedral.
Jika ada dua molekul karbon dengan struktur bayangan cermin yang
satu dengan yang lain maka keduanya disebut stereoisomer.
Meskipun begitu, kedua molekul yang saling stereoisomer tidak
selalu bisa ditemukan ada dalam mahluk hidup.
Misalnya, yang bisa ditemukan ada pada mahluk hidup adalah D-
glukosa, sedangkan L-alanin maupun D-alanin keduanya ditemukan
sebagai penyusun protein yang ada pada mahluk hidup.

Sintesis dengan Polimerasi yang disusun unsur carbon

Makromolekul bertanggungjawab dalam struktur dan fungsi sistem


kehidupan

Ada tiga makromolekul yang menyusun sel dan semua tersusun atas Unsur
Carbon

1. karbohidrat
2. protein
3. asam nukleat

Sintesis makromolekul dengan polimerasi, tahap-demi-tahap

1. Makromolekul selalu disintesis tahap demi tahap polimerasi dari


molekul-molekul kecil yang disebut monomer
2. Pembentukan polimer atau penambahan unit-unit monomer ke
polimer terjadi melalui reaksi kondensasi pembentukan molekul
air
3. Sebelum kondensasi terjadi, setiap monomer diaktifkan terlebih
dahulu
4. Molekul yang membantu aktifasi monomer adalah ATP

Makromolekul itu adalah


1. Protein (C-H-O-N)

Asam amino sebagai monomer protein


Klasifikasi struktur primer, sekunder, tertier dan kuartener

2. Asam nukleat

Jenis-jenis nukleotida
Polimer: DNA dan RNA
Struktur double heliks

3. Polisakarida (C - H - O)

Jenis-jenis monosakarida
Ikatan glikosida
Fungsi penyimpan energi dan struktur

4. Lipid (C - H - O)

Asam lemak sebagai penyusun lipid


Triacilgliserol sebagai lipid penyimpan
Fosfolipid sebagai penyusun struktur membran sel
Glikolipid sebagai komponen-komponen khusus membran sel
Steroid merupakan lipid dengan beragam fungsi
Terpena dibentuk dari isop

DAUR KARBON Dawam Suprayogi, A1C408049


Daftar isi

Kata pengantar ............................................................................................i


Daftar isi ......................................................................................................ii
Bab I pendahuluan .......................................................................................1
A. Latar belakang ........................................................................................1
B.Aktivitas fotointetik..................................................................................1
C.Molekul
stabil............................................................................................2
D.Molekul
beragam.......................................................................................3
E. Molekul
stereoisomer................................................................................4
Latar Belakang

Karbon merupakan salah satu unsur yang penting bagi kehidupan organisme, karena

konfigurasi semua molekul organik berbasiskan unsur ini. Karbon beredar di dalam biosfer

dalam bentuk karbondioksida (CO2) yang berupa gas, sehingga siklusnya tergolong ke dalam

sikluis tipe gas. Dalam garis besarnya terdapat 3 sumber karbon utama yaitu di dalam

atmosfer (dalam bentuk karbondioksida), di dalam lautan (dalam bentuk terlarut) dan di

dalam bumi (batuan kapur atau minyak fosil). Proses peredaran unsur ini mencakup wilayah

yang sangat luas yang meliputi atmosfer, bumi dan lautan.

Daur karbon juga dapat diartikan sebagai Rangkaian transformasi, karbon dioksida

ditetapkan sebagai karbon atau senyawa karbon dalam energy m-organisme hidup melalui

fotosintesa atau komosintesi, dibebaskan melalui respirasi dan atau kematian dan penguraian

energy pengikat, yang digunakan oleh spesies heterofik, dan akhirnya dikembalikan kepada

keadaan asli untuk digunakan lagi.

Untuk mempelajari jalannya siklus karbon, dapat dilakukan dengan mengamati siklus

yang terjadi di dalam ekosistem yang lebih sempit/kecil. Misalnya di dalam botol biaka,

akuarium, rumah kaca dan sebagainya, yang di dalamnya mengandung unsur dari komponen

biotik maupun abiotik. Pada prinsipnya siklus karbon di suatu tempat berlangsung melalui

proses pertukaran energi dan materi yang berlangsung antara kedua komponen tersebut.
F. Program Studi Pendidikan Biologi,Jurusan Pendidikan
Matematika dan Ilmu Pengetahuan AlamFakultas Keguruan
dan Ilmu Pendidikan, Universitas Jambi
Abstrak
Tumbuhan sebagai produsen menghasilkan oksigen dan membutuhkan
karbondioksida dari hasil respirasi hewan. Karbon yang juga terkandung
dalam karbondioksida mengalami suatu siklus di atmosfer yang juga
melibatkan makhluk hidup. Praktikum yang berjudul Daur Karbon ini
bertujuan untuk mempelajarihubungan antara produsen dan konsumen di dalam
ekosistem. Praktikum inidilaksanakan pada hari Sabtu, 18 Desember 2010,
pukul 14:00-16.30 WIB. Bertempat di halaman UPT Bahasa Universitas
Jambi. Dari praktikum inidiketahui bahwa produsen dan konsumen terlibat
dalam siklus karbon di duniaini..
Kata Kunci:
daur,siklus, karbon
I. Pendahuluan
Hubungan antara produsen dan konsumen dalam kaitannya dengan sikluskarbon
dan mutlak diperlukan dalam suatu ekosistem untuk
menjagakestabilannya. Di lingkungan terbuka, sangat sulit untuk
menentukan faktor apayang mempengaruhi hubungan tersebut karena
terdapat banyak faktor yangmempengaruinya. Dalam siklus karbon, atom
karbon terus mengalir dari produsenke konsumen dalam bentuk molekul
CO
2
dan karbohidrat, sedangkan energi fotonmatahari digunakan sebagai
pemasok energi yang utama. produsen memerlukanCO
2
yang dihasilkan konsumen untuk melakukan fotosintesis. Dari
kegiatanfotosintesis tersebut, produsen dapat menyediakan karbohidrat dan
oksigen yangdiperlukan oleh konsumen untuk melangsungkan
kehidupannya (Anshory, 1984).

Praktikum Ekologi Umum, 18 Desember 2010

Karbon adalah bahan penyusun dasar semua senyawa organik.


Pergerakanmelalui suatu ekosistem berbarengan dengan pergerakan
energi, melebihi zatkimia lain; karbohidrat dihasilkan selama fotosintesis,
dan CO
2
dibebaskanbersama energi selama respirasi. Dalam siklus karbon, proses
timbal balik fotosintesis dan respirasi seluler menyediakan suatu hubungan
antara lingkunganatmosfer dan lingkungan terestrial. Tumbuhan
mendapatkan karbon, dalam bentuk CO
2
, dari atmosfer melalui stomata daunnya dan menggabungkannya ke
dalambahan organik biomassanya sendiri melalui proses fotosintesis.
Sejumlah bahanorganik tersebut kemudian menjadi sumber karbon bagi
konsumen. Respirasi olehsemua organisme mengembalikan CO
2
ke atmosfer (Campbell, 2004).Meskipun CO
2
terdapat di atmosfer dengan konsentrasi yang relatif rendah(sekitar 0,03
%), karbon bersiklus ulang dengan laju yang relatif cepat, karenatumbuhan
mempunyai kebutuhan yang tinggi akan gas ini. Setiap tahun
tumbuhanmengeluarkan sekitar sepertujuh dari keseluruhan CO
2
yang terdapat di atmosfer, jumlah ini kira-kira (akan tetapi tidak tepat
betul) diseimbangkan melaluirespirasi. Sejumlah karbon bisa dipindahkan
dari siklus tersebut dalam waktuyang lebih lama. Hal ini terjadi misalnya
ketika karbon terakumulasi di dalamkayu dan bahan organik yang tahan
lama lainnya. Porombakan metabolik olehdetritivora akhirnya mendaur
ulang karbon ke atmosfer sebagai CO
2
(Campbell,2004).Dari seluruh karbon yang ada di bumi, yang aktif dalam
sirkulasi karbon dibiosfer kurang dari 1%. Lainnya tersimpan dalam
bentuk karbon anorganik dalambatu-batuan dan sebagai karbon organik
dalam bahan bakar fosil (batu bara danminyak bumi). Tumbuhan yang sedang
berkembang mengambil karbon dariatmosfer (dalam bentuk CO2) dan
memasukkannya ke dalam senyawa padat yangada dalam struktur
tumbuhan tersebut. Dalam bentuk inilah karbon masuk kedalam rantai
makanan. Ekosistem yang berbeda menyerap karbon dalam tingkatyang
berbeda pula. Karbon yang masuk ke dalam hutan hujan tropis,
tempattumbuhan berkembang dengan cepat, 100 kali lipat dari karbon
yang masuk kegurun (Pollock, 2000).Siklus karbon sendiri memiliki arti
yang luas. Dalam siklus karboncadangan di atmosfer adalah sangat kecil
jumlahnya jika dibandingklan dengan

Praktikum Ekologi Umum, 18 Desember 2010 jumlah karbon yang ada


didalam laut, minyak bumi dan cadangan-cadangan laindi dalam kerak
bumi. Kehilangan karbon dalam aktifitas pertanian, misalnyakarena
penambahan karbon ke atmosfer lebih banyak dari pada yang disebabkankarena
yang diikat oleh tanaman-tanaman tidak dapat menggantikan karbon
yangdilepaskan dari tanah, terutama yang diakibatkan karena seringnya
pengolahantanah. Penebangan hutan dapat melepaskan karbon yang
tersimpan dalam kayu,terutama apabila kayu tersebut segera terbakar, dan
kemudian diikuti olehoksidasi humus jika lahan tersebut digunakan untuk
pengembangan daerahpertanian dan perkotaan (Hadioetomo, 1993).Di
ekosistem air, pertukaran CO
2
dengan atmosfer berjalan secara tidak langsung. Karbon dioksida berikatan
dengan air membentuk asam karbonat yangakan terurai menjadi ion
bikarbonat. Bikarbonat adalah sumber karbon bagi alga yang
memproduksi makanan untuk diri mereka sendiri dan organisme
heterotrof lain. Sebaliknya, saat organisme air berespirasi, CO
2
yang mereka keluarkanmenjadi bikarbonat. Jumlah bikarbonat dalam air
adalah seimbang dengan jumlahCO
2
di air (Salmin, 2005).
II. Bahan dan Metode
Praktikum kali ini menggunakan bahan ikan,
Hydrilla sp
, air, dan larutanbromtimol biru. Sedangkan alat yang digunakan adalah
plastik dan karet gelang.Cara kerja dalam praktikum ini adalah, pertama-
tama disiapkan dua percobaan Adan B yang masing-masing terdiri dari
empat kantong biakan. Ditandai kantong-kantong tersebut dengan kode
A1, A2, A3, A4 dan B1, B2, B3, dan B4. Diisikantong tersebut dengan air
sampai permukaan air kira-kira 20 mm di bawahmulut tabung.
Ditambahkan 3 sampai 5 tetes bromtimol biru ke dalam tiap-tiapkantong.
Dimasukkan ke dalam kantong biakan A1 dan B1 hewan ikan, di dalamkantong A2
dan B2 hewan ikan dan tumbuhan
Hydrilla sp
, di kantong A3 dan B3dimasukkan tumbuhan
Hydrilla sp
saja, dan di kantong biakan A4 dan B4 tidak dimasukkan ikan ataupun
Hydrilla sp
(sebagai kontrol). Diikat semua kantongbiakan tersebut dengan karet
gelang.
. Pendahuluan
Hubungan antara produsen dan konsumen dalam kaitannya dengan sikluskarbon
dan mutlak diperlukan dalam suatu ekosistem untuk
menjagakestabilannya. Di lingkungan terbuka, sangat sulit untuk
menentukan faktor apayang mempengaruhi hubungan tersebut karena
terdapat banyak faktor yangmempengaruinya. Dalam siklus karbon, atom
karbon terus mengalir dari produsenke konsumen dalam bentuk molekul
CO
2
dan karbohidrat, sedangkan energi fotonmatahari digunakan sebagai
pemasok energi yang utama. produsen memerlukanCO
2
yang dihasilkan konsumen untuk melakukan fotosintesis. Dari
kegiatanfotosintesis tersebut, produsen dapat menyediakan karbohidrat dan
oksigen yangdiperlukan oleh konsumen untuk melangsungkan
kehidupannya (Anshory, 1984
Kesimpulan
Daur karbon melibatkan produsen dan konsumen dalam
ekosistem.Tumbuhan sebagai produsen berperan sebagai penghasil O
2
dari prosesfotosintesis dan memerlukan CO
2
dari respirasi hewan (konsumen) untuk menghasilkan karbohidrat. Hewan
mengkonsumsi karbohidrat dan O
2
daritumbuhan untuk kehidupannya, dan dari respirasinya menghasilkan
CO
2
untuk dimanfaatkan kembali oleh tumbuhan.
KATA PENGANTAR

Alhamdulillah, saya masih di berikan nikmat oleh Allah SWT berupa


kesehatan dan hidup sampai detik ini. Berkat rahmat dan hidayahnya jua-
Nya lah saya masih diberikan kesempatan untuk menyelesaikan makalah
saya ini.

Makalah ini saya susun untuk memenuji salah satu syarat untuk
mengikuti Ujian Tengah Semester pada mata kuliah Ekologi Umum. Selain
sebagai pemenuhan tugas, makalah ini saya susun juga sebagai referensi
pembaca semua tentang Ekosistem Padang Rumput.

Saya mohon maaf jika pada penyusuna makalah ini banyak kekurangan
karena kriti dan saran anda bekal saya untuk membangun karakter agar
menulis lebih baik. Sekian semoga makalah ini bermanfaat bagi pembaca
semua.
KAA TUGAS MAKALAH

IPA

TENTANG DAUR KARBON

OLEH:

SRI REVI YOHANA PUTRI


YULIA SUSANTI
VIDYA WULANDARI
PANGERAN RAMADHAN
FIKRI BRILIAN
HOLLIDA PUTRI SUMBARI
tp:2017/2018
SMK IT AL-IZHAR SCHOOL
menuji salah satu syarat untuk mengikuti Ujian Tengah Semester pada mata kuliah
Ekologi Umum. Selain sebagai pemenuhan tugas, makalah ini saya susun juga
sebagai referensi pembaca semua tentang Ekosistem Padang Rumput.
Saya mohon maaf jika pada penyusuna makalah ini banyak kekurangan karena
kriti dan saran anda bekal saya untuk membangun karakter agar menulis lebih baik.
Sekian semoga makalah ini bermanfaat bagi pembaca