Anda di halaman 1dari 4

MAKANAN BIASA

No. Dokumen Revisi Halaman

0 1

Tanggal
Ditetapkan Oleh :
Direktur
STANDAR PROSEDUR
Februari 2014

drg. Dyah Paramita Indreswari,MPH

Makanan biasa sama dengan makanan sehari hari yang beraneka ragam,
Pengertian
bervariasi dengan bentuk tektur dan aroma yang normal. Susunan makanan
mengacu pada pola men seimbang dan angka kecukupan gizi (AKG ) yang
dianjurkan bagi orang dewasa sehat. Memerlukan makanan khusus (diet) walau
tidak ada pantangan secara khusus, Makanan sebaiknya diberikan dalam bentuk
yang mudah dicerna, dan tidak merangsang pada saluran cerna.

Tujuan Sebagai acuan memberikan makanan sesuai dengan kebutuhan gizi untuk
mencegah dan mengurangi kerusakan jaringan tubuh.

Kebijakan Indikasi Pemberian


Makanan biasa diberikan kepada pasien yang tidak memerlukan diet khusus
berhubungan dengan penyakitnya.

Prosedur :

Syarat syarat Diet makanan biasa adalah sebagai berikut:


1. Energi sesuai dengan kebutuhan normal orang dewasa sehat dalam keadaan istirahat
2. Protein 10 15 % dari kebutuhan energy total
3. Lemak 10 25 % dari kebutuhan energy total
4. Karbohidrat 60 75 % dari kebutuhan energy total
5. Cukup mineral, vitamin, dan kaya serat.
6. Makanan tidak merangsang saluran cerna
7. Makanan sehari hari beraneka ragam dan bervariasi

1. Ahli gizi
Unit Terkait 2. Boga
MAKANAN LUNAK

No. Dokumen Revisi Halaman

0 1

Tanggal Ditetapkan Oleh :


Direktur
STANDAR PROSEDUR

Februari 2014

drg. Dyah Paramita Indreswari,MPH

Pengertian Makanan lunak adalah makanan yang memiliki tektur yang mudah dikunyah,
ditelan dan dicerna dibandingkan dengan makanan biasa.

Tujuan Sebagai acuan memberikan makanan dalam bentuk lunak yang mudah ditelan
dan dicerna sesuai dengan dengan kebutuhan gizi dan keadaan penyakit

Kebijakan Makanan lunak diberikan kepada pasien sesudah operasi tertentu, pasien
dengan penyakit infeksi dengan kenaikan suhu tubuh tidak terlalu tinggi, pasien
dengan kesulitan mengunyah dan menelan, serta sebagai perpindahan dari
makanan saring kemakanan biasa.

Ketentuan :

1. Energi, Protein dan zat gizi lain cukup.


2. Makanan diberikan dalam bentuk cincang dan lunak sesuai dengan keadaan penyakit dan
kemampuan makan pasien.
3. Makanan diberikan dalam porsi sedang, yaitu 3 kali makan lengkap dan 2 kali makanan
selingan ( snack )
4. Makanan mudah dicerna, rendah serat, dan tidak mengandung bumbu yang tajam.

1. Ahli gizi
Unit Terkait
2. Unit Boga
MAKANAN SARING

MAKANAN CAIR PENUH


No. Dokumen MAKANAN
Revisi CAIR
ke JERNIH Halaman

0 1
No. Dokumen Revisi Halaman

Tanggal 0 Ditetapkan Oleh : 1


No. Dokumen Revisi Halaman
Direktur
STANDAR PROSEDUR
Tanggal 0 Ditetapkan Oleh : 1
Februari 2014 Direktur
STANDAR PROSEDUR
Tanggal Ditetapkan Oleh :
Februari 2014 Direktur
STANDAR PROSEDUR
drg. Dyah Paramita Indreswari,MPH
Februari 2014
Makanan saring adalah makanan semi padat yang mempunyai tekstur lebih
Pengertian drg. Dyah Paramita Indreswari,MPH
halus pada makanan lunak, sehingga lebih mudah ditelan dan dicerna. Menurut
drg. Dyah Paramita Indreswari,MPH
Makanan cair penuh
keadaan penyakit, adalah makanan
makanan yangdiberikan
saring dapat berbentuk cair atau
langsung semicair
kepada pasien
Pengertian
Pengertian Makanan
pada
atau suhucair
merupakan adalah
ruangan makanan
dengan
perpindahan yang disajikan
kandungan
dari makanan cairdalam
serat bentuk
minimal
kental dan cairan jernih pada
tidaklunak.
kemakanan tembus
suhu ruangbila
pandang dengan kandungan
diletakkan dalamsisawadah
(residu bening.
) minimalJenis
dan tembus
makananpandang
yang bila
Sebagai acuan
diletakkan memberikan makanan dalam bentuk semipadat sejumlah
diberikan kepada pasien atau sebagai perpindahan dari makanan cair jernihpada
dalam wadah bening. Jenis cairan yang diberikan tergantung yang
Tujuan
mendekati
keadaan
kemakanan kebutuhan
penyakit atau gizi
cair kental jenispasien
operasiuntuk
yang jangka
dijalani.waktu pendek sebagai proses
adaptasi terhadap bentuk makanan yang lebih padat.
Tujuan Sebagai acuan diet makanan cair penuh adalah untuk:
Tujuan 1. Memberikan makanan
1. Memberikan dalam bentuk
makanan dalamcair, yang cair
bentuk memenuhi kebutuhancair
dan setengah cairan
Kebijakan Makanan saringmudah
tubuhmemenuhi
yang diberikan kepada
diserap
kebutuhan gizi. pasien
dan sesudah
hanya sedikit mengalami sisa
meninggalkan operasi tertentu,
(residu ).
pada 2.infeksi
2. Mencegah akut termasuk
dehidrasi
Meringankan dansaluran
kerja cerna,
cerna. serta
menghilangkan
saluran rasakepada
haus. pasien dengan kesulitan
mengunyah dan menelan atau sebagai perpindahan dari makanan cair kental
Kebijakan Makanan cair penuh diberikan kepada pasien yang mempunyai masalah
kemakanan lunak. Karena makanan ini kurang serat dan vitamin C, maka
Kebijakan Makanan cair jernihmenelan
untuk mengunyah, diberikan kepada
atau pasien sebelum
mencernakan makanandan sesudah
padat, operasi
misalnya
sebaiknya diberikan dalam jangka waktu pendek, yaitu selama 1- 3 hari saja.
tertentu, keadaan
pada operasi mulut mual dan muntah,dan
atau tenggorokan sebagai makanan
/ atau pada tahapmenurun.
kesadaran awal pasca
pendarahan
Makanan saluran melalui
diberikan cerna. Nilai
oral,gizinya sangat
pipa atau rendah
Enteral karena
(Naso hanyaTube
Gastric terdiri= dari
Prosedur : sumbersecara
NGT), karbohidrat.
bolus atau drip( tetes )

Prosedur :Syarat syarat diet makanan saring adalah :


1. Hanya
Prosedur:Syarat diberikan
Syarat untuk jangka
diet makanan waktu
cair penuh singkat
adalah selama
sebagai 1 :3 hari, karena kurang memenuhi
berikut
1. kebutuhan
SyaratTidak
syarat
gizi, terutama
merangsang saluran
diet makanan
energy dan vitamin
caircerna
jernih adalah sebagai berikut:
2.
2. Rendah
Bila serat,lebih
diberikan diberikan
dari 3dalam
hari bentuk
harus disaring
dapat atau diblender
memenuhi kebutuhan
1. Makanan diberikan dalam bentuk cair jernih yang tembus pandang.energy dan protein
3. Diberikan dalam porsi kecil dan sering yaitu 6 8 kali sehari.
2.3. Bahan
Kandungan
makanan energy
hanyaminimal 1 sumber
terdiri dari kkal / ml. Konsetrasi cairan dapat diberikan secara
karbohidrat.
bertahap
3. Tidak dari ,
merangsang sampai
saluran penuh.
cerna dan mudah diserap
Unit Terkait 1. Ahli Gizi
4. Berdasarkan
4. Sangat rendah sisa masalah pasien, dapat diberikan formula rendah atau bebas laktosa
2. Boga
formula hanya
5. Diberikan dengan asam1 lemak
selama 2 harirantai sedang (MCT ), formula dengan protein yang
6. terhidrolisa,
Porsi kecil danformula tanpa
diberikan susu, formula dengan serat dan sebagainya.
sering
5. Untuk memenuhi kebutuhan vitamin dan mineral dapat diberikan tambahan ferosulfat,
vitamin B komplek, dan1.vitamin
Ahli C.
gizi
Unit Terkait
2. Boga
Unit Terkait 1. Ahli gizi
2. Unit boga
MAKANAN CAIR KENTAL

No. Dokumen Revisi Halaman

0 1

Tanggal Ditetapkan Oleh :


Direktur
STANDAR PROSEDUR

Februari 2014

drg. Dyah Paramita Indreswari,MPH

Pengertian Makanan cair kental adalah makanan yang mempunyai konsistensi kental atau
semi padat pada suhu kamar, yang tidak membutuhkan proses mengunyah dan
mudah ditelan. Menurut keadaan penyakit, makanan cair kental dapat diberikan
langsung kepada pasien atau merupakan perpindahan dari makanan cair penuh
kemakanan saring

Tujuan Sebagai acuan memberikan makanan yang tidak membutuhkan proses


mengunyah, mudah ditelan, dan mencegah terjadinya aspirasi, yang memenuhi
kebutuhan gizi.

Kebijakan Makanan cair kental diberikan kepada pasien yang tidak mampu mengunyah
dan menelan, serta mencegah aspirasi ( cairan masuk kedalam saluran nafas ),
seperti pada penyakit yang disertai peradangan, Ulkus peptikum, atau gangguan
structural atau motorik pada mulut. Makanan ini dapat mempertahankan
keseimbangan cairan tubuh.

Prosedur

1. Mudah ditelan dan tidak merangsang saluran cerna


2. Cukup energy dan protein
3. Diberikan bertahap menuju ke makanan lunak
4. Porsi diberikan kecil dan sering (Tiap 2 3 jam)

1. Ahli gizi
Unit Terkait
2. Unit Boga