Anda di halaman 1dari 15

JUDUL BUKU

(Nama pengarang,Tahun Terbit)

NAMA MAHASISWA :FITRAH FAIZIN HASIBUAN

NIM :5171121004

DOSEN PENGAMPU :Drs.Hidir Efendi,M.Pd.

MATA KULIAH :KEPEMIMPINAN

PROGRAM STUDI S1 PENDIDIKAN TEKNIK MESIN

FAKULTAS TEKNIK TEKNIK-UNIVERSITAS NEGERI MEDAN

Bulan...2017
KATA PENGANTAR

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.Alhamdulillahirabbilalamin.Segala


puji bagi Allah yang telah menolong saya menyelesaika Critical Book Review(CBR)
dengan penuh kemudahan.Tanpa pertolongan-Nya mungkin penyusunan tidak akan
sanggup menyelesaian dengan baik.Shalawat dan salam semoga terlimpah curahkan
kepada baginda tercinta yaitu Nabi Muhammad SAW.

Critical Book Review (CBR) ini memuat tentangKepemimpinanyang harus diketahui


bagi mahasiswa.Walaupun makalah ini mungkin kurang sempurna tapi juga memiliki
detail yang cukup jelas bagi pembaca.

Penyusun juga mengucapkan terima kasih kepada saudara dan teman-teman yang
telah membantu dalam pengerjaan Critical Book Review(CBR)ini hingga
selesai.Semoga Critical Book Review(CBR)ini dapat memberikan wawasan yang lebih
luas kepada pembaca,Walaupun Critical Boo Review(CBR)ini memiliki kelebihan dan
kekurangan.Penyusun mohon untuk saran dan kritiknya.Terima Kasih.

Penulis

FITRAH FAIZIN HASIBUAN

NIM:5171121004
Daftar Isi

Kata Pengantar..................................................................................................

Daftar Isi...............................................................................................................

BAB I PENDAHULUAN

A.Latar Belakang...............................................................................

B.Tujuan Penulis...............................................................................

C.Manfaat Penulis.............................................................................

D.Identitas Buku.................................................................................

E.Lampiran..........................................................................................

BAB II RINGKASAN ISI BUKU

A.Bab 1

B.Bab 2

C.Bab 3

BAB III PEMBAHASAN

A.Pembahasan Isi Buku

a.Pembahasan Bab 1

b.Pembahasan Bab 2

c.Pembahasan Bab 3

B.Kelebihan dan Kekurangan Buku

BAB IV PENUTUP

A.Kesimpulan

B.Rekomendasi
BAB I PENDAHULUAN

A.Latar Belakang

Kepemimpinan berkaitan dengan penanganan perubahan,menetapkan arah


dengan menyusun satu visi masa depan kemudian menyatukan,mengkomunikasian
dan mengilhami orang dalam organisasi untuk mencapai tujuan.Kemampuan
mengarahkan orang lain untu mencapai tujuan yang telah ditetapkan tidak dapat
dilakukan dengan mudah,apabila seseorang itu tidak memiliki baat lahir,keahlian
maupun referensi dari tindakan di masa lalunya di bidang kepemimpinan.Banyak
peneliti telah dilakukan oleh para ahli kepemimpinan.dan telah menghasilkan kajian
teoritis yang besar,dan menjadi landasan berpikir pada penelitian-penelitian berikut.
Seperti Davis,A Dale Tempe(1993); Hersey & blankark(1998) yang menghilhami
kelahiran teori sifat dan situasional. Selanjutnya teori perilaku dihadirkan oleh teori
X&Y,Studi Ohio State(1945) dan Universitas Michigan, Manajemen Grid dan Likert.
Lalu kemudian Teori Situasi(Bennis,1981),Teori Transaksional (Burn,1978).juga
terdapat teori kepemimpinan kontenporer yang terbagi menjadi Kepemimpinan
Karismatik (Cinger & kanungo,1988),Kepemimpinan Transformasional (Bass,1985),
dan Kepemimpinan Visioner (Pinto,Jeffry K.Et all,1998).

Masing-masing pakar kepemimpinan menyusun paradigma sesuai dengan


kebutuhan pendekatan dan berbagai persepsi penyederhanaan maupun modernisasi
dilakukan.Sebagai contoh salah satu pakar kepemimpinan,Suryadi(2010)
mengklasifikasikan teori kepemimpinan menjadi 4(empat) terdari dari (1)Teori Sifat
terdari;pendekatan studi seleksi karyawan dan pendekatan emertgensi pendekatan.
(2)Teori perilaku terdiri dari;Leadership Continum Theory,Two Demensional Theori,
Supportive Theori dan Grid Theori.(3)Teori Situasional dengan menggunakan model
Fiedler Theori, model House-Path Goal Theori, model Vroom-yelton-Jugo Theori,
model Hersey dan Blanchard Theori.selanjutnya paradigma yang terakhir adalah
Teori kontenporer terdiri atas kepemimpinan Kharismatik, Kepemimpinan Visioner,
Kepemimpinan Transaksional dan Kepemimpinan Transformasional.
Berdasarkan beberapa teori di atas, penulis mencoba melakukan kritisasi
terhadap berbagai teori yang telah mengemuka,untuk menjadi bahan pemicu dalam
diskusi kelas,dengan harapan dapat memberi khasanah pembahasan yang
komprehensif tentang teori kepemimpinan dan pemberlakuannya secara empiris,
dalam praktik kepemimpinan politik maupun kepemimpinan sektor publik.

B.Tujuan Penulis

1.Untuk mengetahui sebenarnya teori-teori kepemimpinan.

2.Untuk mengetahui macam-macam dari teori kepemimpinan dan definisi dan


teori-teori kepemimpinan.

3.Untuk mengetahui pengaplikasian teori-teori kepemimpinan.

C.Manfaat

1.Untuk memenuhi tugas Critical Book Review pada mata kuliah


kepemimpinan

2.Untuk menambah pengetahuan tentang teori-teori kepemimpinan.

D.Identitas Buku

Buku Utama(Buku Pertama)

1) Judul buku : Kepemimpinan dan Perilaku Organisasi


2) Pengarang : Prof.Dr.Badeni,M.A
3) Penerbit : ALFABETA CV
4) ISBN : 978-602-7825-87-1

Buku Pembanding(Buku Kedua)

1) Judul Buku : Prinsip-prinsip Organisasi edisi kelima


2) Judul Asli : Essentials of Organizational Behaviour
3) Pengarang : Stephen P.Robbins
4) Alih Bahasa : Halida,Dewi Sartika
5) Penerbit : Erlangga
6) ISBN : 979-688-313-9
BAB III PEMBAHASAN

Buku Utama (buku pertama)

1. Teori Kepemimpinan

TEORI SIFAT
Teori ini memusatkan perhatian pada pemimpin dengan cara memisahkan
variabel-variabel lain yang terkait pada pemimpin itu sendiri. Teori ini
mengasumsikan bahwa efektivitas kepemimpinan ditentukan oleh kepemilikan ciri-
ciri atau sifat-sifat psikologis dan fisik tertentu seorang dalam mempengaruhi
bawahan.
Tampaknya sifat-sifat yang dimiliki pemimpin dapat mempengaruhi
keberhasilan pemimpin. Namun, sifat apa yang harus dimiliki pemimpin yang efektif
mungkin tidak bisa disamakan secara persis untuk setiap organisasi atau kelompok.
pemimpin

TEORI PERILAKU
Teori ini berorientasi pada cara (perilaku dan keterampilan) yang dilakukan
oleh seorang pemimpin untuk memperlakukan pengikutnya dalam upaya
mempengaruhi perilaku bawahan.
Perbedaan antara teori perilaku dan teori sifat sangat penting, karena
keterampilan dan perilaku dapat dipelajari dan diubah, sementara banyak sifat
adalah relative tidak berubah atau tetap.Ketiga keterampilan yang pemimpin
gunakan (John W. Newsrtom and Keith Davis, 1999) adalah :

1) Technical skills (keterampilan teknis)


2) Human skills (keterampilan kemanusiaan)
3) Conceptual skills (keterampilan konseptual)
2.Teori Situsional

Kepemimpinan yang berhasil menghendaki perilaku yang menyatukan dan


menstimulasi para pengikut untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan
sebelumnya sesuai dengan situasi-situasi tertentu.

PENGIKUT
Dengan beberapa kekecualian, para pemimpin dalam berbagai organisasi
adalah pengikut. Mereka hampir selalu melaporkan kepada seseorang yang lain.
Perilaku pengikut yang mendukung pemimpin adalah :
1) Tidak bersaing dengan pemimpin untuk menjadi pusat perhatian .
2) Berperilaku loyal dan bersifat mendukung, seorang pemain tim.
3) Bukan menjadi a yes person yang secara otomatis menyetujui pendapat
atasan.
4) Bertindak sebagai a devils advocate dengan cara mengajukan berbagai
pertanyaan yang meresap.
5) Secara konstruktif mengkonfrontasi ide-ide, nilai-nilai, dan tindakan-tindakan
pemimpin.
6) Mengantisipasi masalah-masalah potensial dan mencegah munculnya
permasalahan-permasalahan tersebut.

PENDEKATAN-PENDEKATAN GAYA KEPEMIMPINAN PERILAKU


Keseluruhan pola tindakan pemimpin secara eksplisit dan implisit adalah gaya
kepemimpinan. Gaya yang paling sederhana adalah berdasarkan dimensi tunggal,
sedangkan yang lain berfokus pada dua cara atau lebih untuk membedakan diantara
gaya-gaya yang ada.

POSITIVE AND NEGATIVE LEADERS


Jika pendekatan yang diterapkan pemimpin dengan cara menekankan
pemberian ganjaran-ganjaran ekonomi atau yang lain berarti pemimpin tersebut
menerapakan kepemimpinan positif (positive leadership).
Jika penekanan ditematkan pada pemberian hukuman berarti pemimpin
menerapkan negative leadership.
AUTOCRATIC, PARTICIPATIVE, AND FREE-REIN LEADERS
Autocratic leaders memusatkan kekuasaan dan pembuatan keputusan oleh dia
sendiri.Tipe kepemimpinan ini termasuk tipe negative.
Participative leaders mendesentrasikan otoritas kepada bawahan. Putusan-
putusan dibuat tidak secara sepihak tetapi secara partisipatif.
Free-rein leaders menghindari kekuasaan dan tanggung jawab, dimana
pemimpin menyerahkan pada kelompok untuk membuat sendiri tujuan-tujuan yang
ingin dicapai dan memecahkan persoalan-persoalan yang dihadapi.

PENERAPAN INITIATING STRUCTURE AND CONSIDERATION


Initiating structure (struktur prakarsa) yaitu sejauh mana seorang pemimpin
berkemungkinan menetapkan struktur perannya dan peran bawahannya dalam
upaya mencapai tujuan.
Consideration (pertimbangan) yaitu sejauh mana seorang pemimpin
berkemungkinan memilki hubungan pekerjaan yang dicirikan oleh saling percaya,
menghargai gagasan pengikut, dan memperhatikan perasaan mereka.

PENERAPAN EMPLOYEE ORIENTATION AND PRODUCTION ORIENTATION


Perilaku pemimpin yang berorientasi pada bawahan adalah pemimpin
berusaha menjalin hubungan dengan bawahan. Sedangkan perilaku yang berorientasi
pada produksi adalah pemimpin mengonsentrasikan diri pada peningkatan produksi
dengan mengarahkan bawahan.

TEORI JALUR TUJUAN (PATH GOAL THEORY)


Teori ini didasarkan pada teori motivasi expectancy. Teori ini pada intinya
mengatakan bahwa perilaku pemimpin yang efektif bergantung pada variabel tugas
dan kepuasan pengiku yaitu pemimpin akan diakui dan didukung.
3.Stinson-Johnson Model

Model ini mengatakan bahwa disamping jenis tugas sebagaimana dalam path-
goal model juga harus diperhatikan karakteristik pengikut yang akan menentukan
perilaku kepemimpinan yang efektif.
MODEL KEPEMIMPINAN KONTINGENSI DARI FIEDLER
Fiedler mengatakan bahwa ada dua gaya kepemimpinan yang cenderung
ditampilkan seorang pemimpin, yaitu gaya gaya yang berorientasi pada tuga dan gaya
yang berorientasi pada hubungan manusia. Gaya mana dari kedua gaya diatas yang
paling efektif bergantung pada tiga variabel situasi, yaitu ;

1) Hubungan pemimpin dengan anggota


2) Struktur tugas
3) Kekuasaan posisi pemimpin

MODEL KEPEMIMPINAN SITUSIONAL DARI HERSEY DAN BLANCHARD


Teori kepemimpinan situsional merupakan suatu teori kemungkinan yang
memusatkan perhatian pada para pengikut. Menurut model ini, gaya kepemimpinan
yang paling efektif untuk diterapkan seorang pemimpin bergantung pada situasi,
terutama situasi yang ada pada bawahan yakni tingkat kesiapan bawahan. Menurut
model ini, tingkat kesiapan bawahan berada dari kesiapan yang rendah hingga
kesiapan yang tinggi. Tingkat kesiapan dilihat dari tingkat kemampuan melakukan
tugas dan dilihat dari tingkat kemauan untuk mengambil tanggung jawab terhadap
pekerjaan, bukan dilihat dari kematangan dalam pengertian usia tetapi dikaitkan
dengan pekerjaan tertentu.

4.Mengukur Tingkat Kesiapan Bawahan Dan Gaya Kepemimpinan

Pengukuran tingkat kesiapan bawahan, telah dikembangkan dua skala


pengukuran tingkat kesiapan bawahan yaitu Manager Rating Scale and Self-Rating
Scale. Masing-masing alat ini mengukur kemampuan dan kemauan. Untuk mengukur
perilaku kepemimpinan melalui leadership scale, perception by manager dan
perception by staff member yang mengukurnya adalah perilaku tugas dan perilaku
hubungan.
Buku Pembanding (buku kedua)

TEORI SIFAT
Bila seseorang merinci sosok pemimpin dengan anggapan umum yang diwakili
oleh media saat ini, ia mungkin akan mencatat kualitas-kualitas seperti intelejensi,
kharisma, keyakinan membuat keputusan, kekuatan, keberanian, integritas,
keyakinan diri, dan seterusnya.
Enam sifat yang membedakan sifat antara pemimpin dengan yang bukan
pemimpin adalah ; (1) Semangat dan ambisi, (2) Keinginan untuk memimpin dan
mempengaruhi orang lain, (3) Kejujuran dan integritas, (4) Percaya diri, (5) Pintar,
(6) Menguasai pengetahuan teknis yang berhubungan dengan area tanggung jawab
mereka.

TEORI PERILAKU
Pendekatan individu tidak hanya dapat menghasilkan jawaban yang lebih
denitif tentang hakikat kepemimpinan, namun jika sukses akan membawa sedikit
perbedaan disbanding dengan pendektan sifat. Bila kajian perilaku ditujukan untuk
menemukan factor penentu masalah perilaku, kita mampu melatih orang-orang
untuk menjadi pemimpin.
Jika ada perilaku khas yang dapat mengidentifikasikan para pemimpin,
kemudian kita dapat mengajarkan tentang kepemimpinan kita dapat mendesain
program yang menanamkan pola perilaku tersebut pada individu-individu yang
diharapkan untuk menjadi pemimpin yang efektif.

STUDIO OHIO STATE


Initiating structure mengarah kepada hal dimana seorang pemimpin
mendefinisikan dan menstrukturisasikan peranan dan turunannya dalam usaha
pencapaian tujuan.
Consideration tergambar dalam hal ini, dimana seseorang mempunyai
hubungan kerja atas dasar kepercayaan, menghargai gagasan para bawahan dan
perhatian akan perasaaan mereka.
Kesimpulannya, kajian Ohio State menjelaskan bahwa tipe high-high pada
umumnya memberikan hasil yang positif, namun ada beberapa pengecualian yang
menyatakan bahwa faktor situasi perlu ditambahkan ke dalam teori.

STUDI UNIVERSITAS MICHIGAN


Kelompok Michigan mengemukakan dua dimensi perilaku kepemimpina, yang
mereka tetapkan sebagai orientasi pekerja dan orientasi produksi. Pemimpin yang
berorientasi pekerja dijelaskan sebagai orientasi yang menekankan pada hubungan
antarpersonel, mereka menempatkan masalah personel sebagai kebutuhan
bawahannya dan menerima perbedaan antarpribadi anggota. Pemimpin yang
berorientasi produksi , pada keadaan yang berbeda, cenderung menekankan pada
aspek teknis atau tugas kerja tujuan mereka adalah menyelesaikan tugas-tugas
kelompok mereka, dan anggota kelompok merupakan alat untuk tujuan tersebut.

JARINGAN MANAJERIAL
Sebuah grafik dimensi dua arah pada gaya kepemimpinan dikembangkan oleh
Robert Blake dan Jane Mouton. Mereka mengenalkan suatu jaringan manajerial pada
gaya people concern dan production concernyang pada hakikatnya merupakan
wujud dari dimensi Ohio

TEORI KONTIJENSI
Kaitan antara gaya kepemimpinan dan efektivitas membuktikan bahwa gaya x
akan cocok pada kondisi a, gaya y akan lebih cocok pada kondisi b, dan gaya z untuk
kondisi c. Tapi apakah situasi a,b,c dan seterusnya ini merupakan satu hal untuk
menyatakan bahwa efektivitas kepemimpinan tergantung pada keadaaan dan hal
yang lain agar mapu membatasi keadaan situsioanal tersebut.
Tiga teori kontijensi telah mendapat perhatian besar, yaitu; teori Fiedler, path-
goal, dan peran serta pemimpin. Pada bagian ini kita akan meninjau ulang masing-
masing teori tersebut.
MODEL FIEDLER
Model ini menyatakan bahwa kinerja kelompok yang efektif tergantung pada
pasangan yang cocok antara gaya pemimpin dalam berinteraksi dengan bawahannya
dan tingkatan dimana keadaan member pengaruh serta kendali terhadap
pemimpin.Fiedler menciptakan sebuah instrument, yang ia namakan sebagai
kuesioner LPC .
Tiga faktor kondisi atau dimensi kontijensi yang dikenalkan oleh Fiedler
ditetapkan sebagai berikut:

1) Hubungan pemimpin-anggota
2) Struktur tugas
3) Wewenang jabatan

Ada dua cara untuk meningkatkan efektivitas pemimpin:

1) Anda dapat memilih pemimpin yang mampu mengatasi keadaan.


2) Dengan cara mengubah keadaan untuk memperbaiki pemimpin.

Kategori I II III IV V VI VII VIII


Hubungan Baik Baik Baik Baik Buruk Buruk Buruk Buruk
pemimpin
-anggota
Strukutur Tingg Tinggi Renda Renda Tinggi Renda Renda Renda
tugas i h h h h h
Wewenan Kuat Lema Lemah Lemah Lema Kuat Kuat Lema
g jabatan h h h
Penemuan dari model Fiedler

TEORI PATH-GOAL
Dasar dari teori ini adalah bahwa merupakan tugas pemimpin untuk
membantu anggotanya dalam mencapai tujuan mereka dan untuk memberi arah dan
dukungan atau keduanya yang dibutuhkan untuk menjamin tujuanmereka sesuai
dengan tujuan kelompok atau organisasi secara keseluruhan.
Berlawanan dengan pandangan Fiedler tentang hal perilaku pemimpin, House
berasumsi bahwa pemimpin itu bersifat fleksibel.
Faktor kontijensi lingkungan:
1. Stuktur tugas
2. Sistem otoritas formal
3. Kelompok kerja

Perilaku pemimpin:
1. Direktif Hasil :
2. Suportif 1. Kinerja
3. Partisipatif 2. Kepuasan
4. Berorientasi
prestasi
Faktor kontinjensi bawahan :
1. Penyesuaian tempat
2. Pengalaman
3. Kemampuan merasakan

Teori Path-goal

MODEL LEADER-PARTICIPATION
Pada tahun 1973, Victor Vroom dan Phillip Yetton mengembangkan model
leader-participation yang dikaitkan dengan perilaku dan peran serta kepemimpinan
dalam pembuatan keputusan. Model ini merupakan ranting keputusan yang
menggabungkan tujuh kontijensi (yang relevasinya dapat identifikasi dengan pilihan
ya atautidak) dan lima pilihan gaya kepemimpinan.
Gender sebagai Suatu Variabel Kontijensi :
Benarkah Pria dan Wanita Berbeda dalam Memimpin ?

Perbedaanya adalah wanita cenderung memilih gaya kepemimpinan yang


demokratis sedangkan pria lebih senang dengan gaya instruksi. Para pemimpin
wanita menganjurkan peran serta, pembagian wewenang dan informasi,dan berusaha
mengangkat harga diri bawahannya. Pria, dalam hal ini cenderung memakai gaya
perintah langsung.
B.Kelebihan dan Kekurangan Buku

Kelebihan Buku

Menurut saya buku Kepemimpinan dan Perilaku Organisasi bagus karena


materi-materi yang di bahas dibuatnya sangat lengkap dan disertai gambar
bagan yang menarik.

Menurut saya buku Prinsip-Prinsip Organisasi edisi kelima isi


bukunya sudah lengkap, karena ia mengupas tuntas semuanya dan ia juga
membahasnya satu per satu sehingga pembaca dapat memilih satu per
satu dari materi tersebut.
Menurut saya buku Kepemimpinan Dalam Manajemen ini cocok
digunakan sebagai panduan atau pedoman Mahasiswa untuk menambah
pengetahuan tentang teori-teori kepemimpinan dan buku ini mudah
diketahui secara langsung dan singkat.

Kelemahan Buku
Pada buku Kepemimpinan dan Perilaku Organisasi kajian konsep
kata dan kalimat yang disajikannya sulit dimengerti oleh pembaca atau
tidak mudah dipahami saat dibaca. Hampir banyak persaman-persamaan
yang diulang-ulang. Dan kata-katanya sangat baku.
Pada buku Prinsip-Prinsip Organisasi bahasa dan kalimat yang
digunakan lumayan sulit di mengerti dan dicerna, kata-katanya tidak
begitu mudah dipahami sehingga pembaca harus lebih serius dan
berkonsentrasi saat membacanya.
Pada buku Kepemimpinan Dalam Manajemen tidak secara dalam
membahas tentang teori-teori kepemimpinan karena isinya yang simple
dan tidak terlalu mengkaji lebih dalam lagi tentang teori-teori
kepemimpinan.

Perbedaan Kedua Buku


Beda ketiga buku ini adalah tampak dari segi bahasa yang digunakan
dalam membahas dan menyajikan materi dan cakupan materi yang
dibahas.