Anda di halaman 1dari 4

DAMPAK PEMBANGUNAN DALAM BIDANG INFRASTRUKTUR

Hakikat Apartemen
Apartemen adalah blok bangunan yang di dalamnya terbagi-bagi dalam
sejumlah ruang atau unit, yang dipasarkan secara strata-title atau disewakan.
apartemen bisa dibagi menjadi apartemen sewa (dengan biaya per hari, perbulan,
atau pertahun, tergantung kebijakan pengelola) dan apartemen yang dijual /
condominium.

Dasar Hukum Apartemen :


Dasar hukum dari apartemen ini hampir sama dengan dasar hukum dari rumah
susun, yaiutu tertera di dalam UU No.16 tahun 1985, ini di dasarkan pada
fungsi/kegunaan apartemen yang memang seperti rumah susun, namun membuat
berbeda adalah Penghuninya lokasi/letak bangunan dan kondisi fisiknya.
Penghuni yang ada di rumah susun merupakan orang/masyarakat yang
perpenghasilan rendah/Menengah, sedangkan apartemen penghuninya merupakan
orang yang berpenghasilan tinggi.
Kondisi fisik dari Apartemen, kelengkapan fasilitasnya sangat lengkap, dan juga
menjadi daya tarik tersendiri. Sarana kebugaran seperti fitness center, kolam renang,
jogging track, taman bermain, minimarket, restoran, cafe, dan fasilitas lainnya akan
membuat penghuni apartemen tidak perlu pergi terlalu jauh untuk memenuhi
kebutuhannya. Dan juga penataannya yang lebih bagus di bandingkan rumah susun.
Tingkat keamanan dari apartemen juga lebih baik karena adanya penjagaan 24 jam
dan CCTV yang memantau, sehingga penghuni dapat lebih tenang ketika harus
meninggalkan unitnya. Ini merupakan hal yang penting karena sebagian besar
masyarakat perkotaan yang bekerja akan lebih banyak menghabiskan waktunya di
luar, baik untuk bekerja, makan atau rekreasi.

Keuntungan Apartemen
Apartemen biasanya dibangun di lokasi-lokasi strategis, yang dekat dengan pusat
bisnis atau perkantoran. Maka, dengan tinggal di apartemen yang dekat dengan
tempat bekerja akan mampu mengurangi kelelahan dan stres di jalan. Anda juga
dapat tiba di tempat tinggal lebih cepat sehingga waktu istirahat lebih banyak.
Mereka juga tidak direpotkan untuk mengurus taman, sarana pembuangan, air, atau
sirkulasi udara karena sudah ada pengelola yang bertanggung jawab akan hal itu.

Perkembangan Apartemen
Saat ini dibeberapa kota besar, apartemen tumbuh bak cendawan dimusim hujan.
Beberapa pegamat agen properti / agent property property berpendapat bahwa
jumlah unit apartemen sudah over supply, artinya sekarang ini, banyak unit
apartemen yang masih ditawarkan kepada masyarakat.
Dari tahun 1981-1999 jumlah apartemen yang terbangun mencapai 25,000 unit.
Tahun 2007 diperkirakan jumlahnya akan melonjak hampir 2 kali lipatnya yaitu
sekitar 40,000 unit (data Pusat Studi Properti Indonesia). Karena semakin banyaknya
pilihan, maka pertimbangan memilih agen properti / agent property apartemen
menjadi lebih komplek.
Lokasi dan harga masih menjadi pertimbangan utama, tetapi ada banyak hal lain
yang bisa dijadikan pertimbangan, yaitu, fasilitas didalam apartemen, luasan unit,
serta agen properti atau agent property yang mengatur warga didalam apartemen
tersebut. Ada satu hal lagi yang mungkin belum menjadi pertimbangan utama dalam
memilih apartemen yaitu desain. Dalam banyak hal, pertimbangan desain apartemen
merupakan pertimbangan kesekian, karena pertimbangan harga, lokasi, efektifitas,
efisiensi, kenyamanan dan jaminan rasa aman, menjadi prioritas.

. Faktor dibangunnya Apartemen di Kota Depok


Pembangunan proyek apartemen milik (strata-title) menengah terus melebar
sampai daerah peyangga jakarta. selain serpong, proyek apartemen saat ini marak
dikembangkan di depok, jawa barat. pengembang apartemen di daerah peyangga
diminta berhati-hati, karena ada kecenderungan masyarakat masih memilih hunian
horisontal (landed house) yang banyak dipasok pengembang.
Meski potensi pasar apartemen terbuka luas terutama di sekitar wilayah
kampus, termasuk di depok karena di sana ada beberapa universitas termasuk
universitas indonesia. Namun pengembang diminta berhati-hati karena masyarakat di
pinggiran masih cenderung memilih membeli rumah horisontal dibanding hunian
vertikal. alasannya sederhana, karena rumah horisontal menawarkan lingkungan dan
lahan perkarangan untuk ruang aktivitas keluarga.
Di depok, dengan lahan yang makin terbatas dan banyaknya potensi mahasiswa
dan dosen, mungkin bisa tumbuh terutama untuk apartemen segmen menengah
bawah dengan harga di bawah rp 400 juta per unit. Pertumbuhan properti di depok
didorong pergerakan tanahnya yang cepat terutama ke arah sawangan dan cinere.
dengan harga tanah yang sekarang di atas rp 200 ribu per meter persegi, nantinya
akan semakin sulit ditemukan rumah horisontal di bawah rp 350 juta per unit. karena
itu, apartemen menjadi solusi satu-satunya guna memenuhi kebutuhan hunian di
daerah itu.
Berbeda dengan rumah horisontal, karakteristik pembangunan apartemen lebih
berisiko, bila pengembang rumah bisa membangun sesuai jumlah unit yang sudah
terjual, maka apartemen meski baru terjual sekitar 10% namun pengembang tetap
harus membangun keseluruhan konstruksinya karena seluruh unit apartemen berada
dalam satu bangunan dan atap yang sama.[1] karena itu, jika tidak hati-hati dalam
melakukan studi kelayakan dan lemah melakukan up grade pasar, apartemen
menengah yang dibangun di pinggiran jakarta berisiko tidak laku terjual.
Saat ini, depok masih menjadi salah satu daerah peyangga yang menjadi
pemasok rumah horisontal terbesar di sekitar jakarta. namun seiring dengan
melonjaknya harga tanah di daerah itu, pasokan hunian kelas menengah terus
bergeser makin ke pinggir yang jauh dari pusat kota seperti ke sawangan, dan
citayam.
Selain pasar perguruan tinggi di depok, apartemen ini juga menyasar warga
jakarta karena lokasinya berdekatan dengan rencana pengembangan tol cinere-
jagorawi, proyek ini terdiri dari dua menara dengan total 420 unit dan harga jual
mulai rp 260 juta per unit.[2] Target yang ditiju adalah mahasiswa, dosen maupun
pegawai yang ingin tinggal dekat kampus. Selain itu masyarakat Depok terlampau
dinamis dengan mobilitas yang tinggi sehingga memiliki hasrat untuk memerlukan
kebutuhan yang tinggi dan ingin memiliki suatu hal yang di anggap berkelas seperti
apartemen
Dampak positif
Pembangunan gedung-gedung dan tempat-tempat komersial di kota-kota lain itu, di
satu sisi menunjukkan adanya pertumbuhan ekonomi, bukti bahwa sector riil terus
bergerak.
Dampak negatif
Kehadiran bangunan-bangunan baru seperti apartemen itu makin menambah
padat Kota Jakarta, yang selama ini sudah dipenuhi oleh tempat-tempat
perbelanjaan. Berdasarkan data Biro Perekonomian DKI Jakarta, di DKI
Jakarta saat ini ada sekitar 364 pusat perbelanjaan, baik yang berupa mall,
toserba, pertokoan, dan lainnya yang tersebar di lima wilayah: Jakarta
Selatan, Jakarta Barat, Jakarta Pusat, Jakarta Timur, dan Jakarta Utara
Boleh jadi di antara bangunan-bangunan komersial atau gedung-gedung baru
pencakar langit tersebut tidak sesuai dengan master plan Kota Jakarta.
Kontroversi lapangan sepakbola Persija di Menteng yang diubah menjadi
lahan parkir dan taman misalnya, dapat menjadi contoh bagaimana master
plan kota Jakarta tidak selalu ditaati..