Anda di halaman 1dari 6

ENGERTIAN DASAR AD/ART Gerakan Pramuka

PENGERTIAN DAN FUNGSI AD/ART GERAKAN PRAMUKA

PENGERTIAN

1. AD/ART merupakan ketentuan dasar dan ketentuan operasional bagi suatu organisasi yg mencerminkan
aspirasi, visi dan misi Gerakan Pramuka Indonesia

2. Pengikat persatuan dan kesatuan Gerakan Pramuka dalam prinsip, idealisme, tindaklaku, baik
organisatoris, sosial, maupun budaya

3. Suluh & landasan gerak organisasi Gerakan Pramuka dalam mencapai tujuannya

4. Landasan manajemen & pemberdayaan sumberdaya Gerakan Pramuka

FUNGSI

AD/ART merupakan landasan kerja dan landasan gerak Gerakan Pramuka dalam mewujudkan visi dan misinya.

Keputusan-keputusan penting hasil Munas Gerakan Pramuka 2013. Selain


memilih Kak Adhyaksa Dault sebagai Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Masa
Bhakti 2013-2018, terdapat beberapa keputusan penting lainnya yang dihasilkan dari forum
tertinggi di Gerakan Pramuka, Munas Tahun 2013 ini.

Keptusan penting hasil Musyawarah Nasional Gerakan Pramuka Tahun 2013 yang
berlangsung tanggal 2-5 Desember 2013 di Kupang Nusa Tenggara Timur tersebut diantaranya
adalah terkait Rencana Strategis (Renstra) Gerakan Pramuka 2014-2019; Perubahan Anggaran
Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Gerakan Pramuka; Pengukuhan dan peresmian tiga Satuan
Karya Pramuka baru yang berlaku secara nasional; hingga pelaksanaan Jambore
Nasional Tahun 2016, Raimuna Nasional Tahun 2017, Lomba Tingkat V Tahun
2017, Perkemahan Pramuka Luar Biasa Tahun 2015, dan Perkemahan Antar Saka (Peran
Saka).

Di samping itu, Musyawarah Nasional (Munas) Gerakan Pramuka juga munas


merekomendasikan agar segera mengajukan judicial review ke Mahkamah Konstitusi
terkait Undang-undang No.12 Tahun 2010 tentang Gerakan Pramuka. Rekomendasi ini
dinilai perlu karena beberapa pasal dalam Undang-undang Gerakan Pramuka tersebut dinilai
tidak sejalan dengan ruh Gerakan Pramuka.

Ketua Kwarnas Gerakan Pramuka. Foto: Grup FB Kwarnas


Munas yang berlangsung selama tiga hari tersebut, total menghasilkan sebanyak 23 keputusan.
Beberapa keputusan tersebut diantaranya adalah:
1. Keputusan Munas No. 10/Munas/2013 Renstra Gerakan Pramuka 2014 2019
2. Keputusan Munas No. 11/Munas/2013 AD dan ART GP
3. Keputusan Munas No. 12/Munas/2013 Satuan Karya Pariwisata
4. Keputusan Munas No. 13/Munas/2013 Satuan Karya Kalpataru
5. Keputusan Munas No. 14/Munas/2013 Satuan Karya Widya Budaya Bakti
6. Keputusan Munas No. 15/Munas/2013 Peran Saka dan Perkemahan Saka
7. Keputusan Munas No. 16/Munas/2013 Jamnas 2016 di Cibubur
8. Keputusan Munas No. 17/Munas/2013 Rainas 2017 di Cibubur
9. Keputusan Munas No. 18/Munas/2013 LT V 2017 di Cibubur
10. Keputusan Munas No. 19/Munas/2013 PPLB Nas 2015 di Cibubur

Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Gerakan Pramuka terbaru dan yang berlaku saat
ini adalah AD ART hasil Musyawarah Nasional di Kupang, Nusa Tenggara Timur. AD ART tersebut
disyahkan pada tanggal 5 Desember 2013 oleh Munas melalui Keputusan Munas No.
11/Munas/2013 Tentang Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Gerakan Pramuka.

Undang-undang dan AD/ART Gerakan Pramuka


1. Undang-undang Gerakan Pramuka
Pramuka merupakan sebuah organisasi yang diakui keberadaannya di indonesia, salah satu
buktinya ialah lahirnya Undang-undang Gerakan Pramuka tahun nomor 12 tahun 2010. Undang-
undang ini ditetapkan oleh DPR RI pada tanggal 24 November 2012, tentu tidak mudah untuk
melhirkan Undang-undang Gerakan Pramuka ini karena harus melalui proses yang pelik dan panjang.
Dengan adanya UU No. 12 tahun 2012 ini berarti adanya keputusan politik bersama seluruh
rakyat indonesia untuk melaksanakan revitalisasi Gerakan Pramuka. UU pramuka ini ditetapkan agar
menjadi dasar seluruh rakyat indonesia secara mandiri dalam melaksanakan kepramukaan yang
berlandaskan kepada Bhineka Tunggal Ika.
Lahirnya UU No.12 ini dilandasi karena masih banyak kekurangan pada Keppres No 238 tahun
1961 diantaranya kurang jelasnya sangsi hukum pada larangan-larangan yang terdapat dikepres no. 238
tahun 1961, Kedudukan Keppres lemah, karena hanya mengatur kelembagaan terkait kepresidenan,
tidak kelembagaan negara diluar kepresidenan. Oleh karena itu UU gerakan pramuka ini bertujuan
untuk menguatkan Keppres No 238 dan menyelesaikan masalah yang di hadapi gerakan pramuka
(keorganisasian dan sistem Gerakan Pramuka).
Undang-undang No 12 tahun 2010 tentang Gerakan Pramuka terdiri atas 9 bab dan 49 pasal,
yaitu: Bab I Ketentuan Umum (Pasal 1 s/d Pasal 4); Bab II Asas, Fungsi, dan Tujuan (Pasal 2 s/d Pasal
4); Bab III Pendidikan Kepramukaan (Pasal 5 s/d Pasal 19); Bab IV Kelembagaan (Pasal 20 s/d Pasal
35); Bab V Tugas dan Wewenang (Pasal 36 s/d Pasal 37); Bab VI Hak dan Kewajiban (Pasal 38 s/d
Pasal 42); Bab VII Keuangan (Pasal 43 s/d Pasal 46); Bab VIII Ketentuan Peralihan (Pasal 47); Bab IX
Ketentuan Penutup (Pasal 48 s/d Pasal 49).
2. AD/ART Gerakan Pramuka
Setiap organisasi pasti memiliki AD/ART yang berbeda, karena setiap organisasi memiliki
perbedaan visi dan misi, landasan hukum, dan kelembagaan. Begitu pula dengan Gerakan Pramuka
yang meamang dianggap organisasi satu-satunya yang memiliki kedudukan hukum yang jelas.
Anggran dasar (AD) adalah hal-hal yang melandasi sebuah organisasi, begitu pula dengan
gerakan pramuka. Keputusan presiden terbaru mengenai AD Gerakan Pramuka ialah nomor 24 tahun
2009. Pada AD Gerakan Pramuka terdapat pendeskripsian mengenai gerakan pramuka, misalnya nama
organisasi, satus hukum, tempat, dan lain sebagainya.
AD terdapat 12 bab yang membahas tentang Gerakan Pramuka secara umum yaitu tentang:
nama, kedudukan dan waktu; Asas, Tujuan, Tugas Pokok, dan Fungsi; Sifat, Upaya dan Usaha; Sistem
Among, Prinsip Dasar Kepramukaan, Kode Kehormatan, Metode Kepramukaan, Moto dan Kiasan
Dasar Gerakan Pramuka; Organisasi; Pendapatan dan Kekayaan.
Anggran Rumah Tangga (ART) adalah hal-hal yang mengatur tentang bagaimana pengelolaan
di internal atau orgnisasai pramuka itu sendiri. Agar organisasi berjalan dengan baik maka harus adanya
pengelolaan yang baik pula, oleh karena itu harus ada pula standarisai peraturan-peraturan atau aturan-
aturan main dalam mengelolanya. Setipa ART yang dibuat tentu harus mengacu kepada AD, karena
ART merupakan penjabaran secara khusus tentang bagaimana praktik dan pengelolaan sebagaimana
dijelaskan dalam AD.
Anggaran Rumah Tangga (ART) Gerakan Pramuka atas 14 bab dan 117 pasal, semua itu merupakan
penjabaran dari Anggaran Dasar (AD) yaitu: Nama dan Tempat; Asas, Tujuan dan Tugas Pokok dan
Sasaran; Pendidikan Kepramukaan, Sifat dan Upaya; Prinsip Dasar Kepramukaan, Metode
Kepramukaan, Kode Kehormatan Pramuka, Sistem Among, Moto Dan Kiasan Dasar; Anggota;
Pramuka Utama; Organisasi; Tugas dan Tanggungjawab Pengurus; Musyawarah, Rapat Kerja dan
Referendum; Pendapatan dan Kekayaan; Atribut; Pembubaran; Lain-lain.

Anggaran Dasar Gerakan Pramuka hasil Munas 2013 terdiri atas 12 Bab dan 62 pasal.
Sedangkan Anggaran Rumah Tangga Gerakan Pramuka terdiri atas 11 Bab dan 133 pasal. Bab
dalam Anggaran Dasar terdiri atas :

Bab I : Nama, Status, Tempat, dan Hari Pramuka


Bab II : Asas, Tujuan, Tugas Pokok, dan Fungsi
Bab III : Sifat
Bab IV : Pendidikan Kepramukaan
Bab V : Organisasi
Bab VI : Musyawarah
Bab VII : Atribut
Bab VIII : Hak dan Kewajiban
Bab IX : Pendapatan dan Kekayaan
Bab X : Pembubaran
Bab XI : Anggaran Rumah Tangga
Bab XII : Penutup

Anggaran dasar dan Anggaran Rumah Tangga Gerakan Pramuka hasil Munas 2013

Sedangkan bab dalam Anggran Rumah Tangga Gerakan Pramuka terdiri atas :
Bab I : Nama dan Tempat
Bab II : Asas, Tujuan, Tugas Pokok, dan Fungsi
Bab III : Sifat
Bab IV : Sistem Pendidikan Kepramukaan
Bab V : Organisasi
Bab VI : Musyawarah, Rapat Kerja, dan Hal-hal yang Mendesak
Bab VII : Atribut
Bab VIII : Pendapatan dan Kekayaan
Bab IX : Pembubaran
Bab X : Lain-lain
Bab XI : Penutup

SEJARAH SINGKAT AD/ART GERAKAN PRAMUKA

Keppres No 12 Tahun 1971

Keppres No 46 Tahun 1984


Keppres No 57 Tahun 1988

Keppres No 34 Tahun 1999

Keppres No 104 Tahun 2004

Keppres No. 24 Tahun 2009

POKOK-POKOK PENTING AD/ART GERAKAN PRAMUKA

Pembukaan memuat dasar filosofis dan historis ketentuan dalam AD GP.

Eksistensi: Nama, Status dan tempat

Asas, Tujuan, Tugas Pokok dan Fungsi

Sistem among, PDK, KH, MK, M dan Kiasan dasar

Organisasi: anggota, jenjang organisasi, kepengurusan, Saka, DK, Lemdik, Bimbingan, Pemerikasaan
keuangan

Musyawarah dan Referendum

Pendapatan, kekayaan

Atribut GP: bendera, panji, himne dan pakaian seragam serta tanda-tanda

ART, Pembubaran dan perubahan AD.

TUJUAN GERAKAN PRAMUKA

Anggaran Dasar Gerakan Pramuka 2004 pasal 4 . Dan dijabarkan dalam Anggaran Rumah Tangga Gerakan
Pramuka 2004 pasal 4 . Melalui Kepramukaan :

1. Membentuk kader bangsa dan sekaligus kader pembangunan yang beriman dan bertaqwa serta
berwawasan ilmu pengetahuan dan teknologi

2. Membentuk sikap dan perilaku yang positif, menguasai keterampilan dan kecakapan serta memiliki
kecerdasan emosional sehingga dapat menjadi manusia yang berkepribadian Indonesia, yang percaya
kepada kemampuan sendiri, sanggup dan mampu membangun dirinya sendiri serta bersama-sama
bertanggungjawab atas pembangunan masyarakat, bangsa, dan negara

ALASAN PENYEMPURNAAN AD GP

AD merupakan landasan kerja GP

GP dihadapkan pada lingkungan yg berubah serta tantangan baru

Perkembangan kepanduan di seluruh dunia

Perlu penyesuaian dengan UU No 22 th 1999, UU No 25 th 1999 dan UU No 23 th 2002 serta UU


Sisdiknas.

PERMASALAHAN

Penggolongan usia peserta didik

Keberadaan kelompok usia Pandega-kaderisasi

Otonomi daerah

Pembinaan Gudep Berpangkalan di Sekolah/Kampus dan gudep wilayah serta serta tersedianya
pembina yg berkualitas

Sistem among

Pengembangan Saka Pramuka


HARAPAN

Dengan organisasi yang lincah didukung SDM berkualitas yang menjalankan tugas sesuai prinsip dan
metode kepramukaan, GP hadir dan siap untuk mendidik kader-kader pembangunan yang trampil serta
memiliki watak dan kepribadian mulia.

PENYEMPURNAAN BERDASARKAN KEPUTUSAN MUNAS 2003

Alinea 3 Pembukaan, menyesuaikan dgn paradigma baru yg menyertakan kaum muda.

Alinea 5 Pembukaan, SISTEM AMONG tidak hanya ditempatkan sbg bagian dari metode kepramukaan
krn ia merupakan sisdiknas.

KETENTUAN YANG DISEMPURNAKAN

PASAL 4 AD, penegasan formulasi tujuan dengan menambahkan guna mengembangkan dstnya

PASAL 5 AD, ditambahkan rumusannya shg menjadi..serta membangun dunia yg lebih baik.

PASAL 8 AD, selain mengatur upaya ditambahkan jg usaha yg dilakukan GP

Pasal 9, Sistem Among

Pasal 16, Pandega masuk dalam kualifikasi anggota dewasa muda

Pasal 18, (a) anggota muda dan angota dewasa

Pasal 20, (5) Pergantian pengurus..terdiri dari unsurpengurus lama dan pengurus baru

Pasal 21, SAKA tambah 1 ayat.

Pasal 22, Dewan Kerja

Pasal 24, Bimbingan ayat (4)..Mabiran yg diketuai oleh Camat/Kepala Distrik

Pasal 25, BPK ayat (3) ada 2 butir

Pasal 26, Musyawarah ayat (1) butir c ttg acara pokok Munas

LIMA UNSUR TERPADU DALAM KEPRAMUKAAN

1. Prinsip Dasar Kepramukaan

2. Metode Kepramukaan

3. Kode Kehormatan Pramuka

4. Motto Gerakan Pramuka

5. Kiasan Dasar Kepramukaan

PRINSIP DASAR KEPRAMUKAAN DAN METODE KEPRAMUKAAN

1. Prinsip Dasar Kepramukaan dan Metode Kepramukaan merupakan ciri khas yang membedakan
Kepramukaan dari pendidikan lain

2. Prinsip Dasar Kepramukaan dan Metode Kepramukaan merupakan dua unsur proses pendidikan
terpadu yang harus diterapkan dalam setiap kegiatan.

3. Prinsip Dasar Kepramukaan dan Metode Kepramukaan dilaksanakan sesuai dengan kepentingan,
kebutuhan, situasi dan kondisi masyarakat.

(AD Gerakan Pramuka 2004 Pasal 10).

PRINSIP DASAR KEPRAMUKAAN

PRINSIP DASAR KEPRAMUKAAN adalah :

1. Iman dan taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa;

2. Peduli terhadap bangsa dan tanah air, sesama hidup dan alam seisinya;
3. Peduli terhadap diri pribadinya;

4. Taat Kode Kehormatan Pramuka.

PRINSIP DASAR KEPRAMUKAAN BERFUNGSI :

1. Norma hidup seorang anggota Gerakan Pramuka

2. Landasarn Kode Etik Gerakan Pramuka

3. Landasan Sistem Nilai Gerakan Pramuka

4. Pedoman dan Arah Pembinaan Kaum Muda

5. Landasan Gerak dan Kegiatan Pramuka mencapai sasaran dan tujuannya

(AD Gerakan Pramuka 2004 pasal 11)

METODE KEPRAMUKAAN

Merupakan cara belajar interaktif progresif melalui :

1. Pengamalan Kode Kehormatan Pramuka

2. Belajar sambil melakukan

3. Sistem berkelompok

4. Kegiatan yang menantang dan meningkat serta mengandung pendidikan yang sesuai dengan
perkembangan rokhani dan jasmani peserta didik

5. Kegiatan di alam terbuka

6. Sistem Tanda Kecakapan

7. Sistem satuan terpisah untuk Putera dan Puteri

8. Kiasaan dasar

(AD Gerakan Pramuka 2004 pasal 12)

MOTTO GERAKAN PRAMUKA

1. Merupakan bagian terpadu proses Pendidikan untuk mengingatkan setiap anggota Gerakan Pramuka
bahwa setiap mengikuti kegiatan berarti mempersiapkan diri untuk mengamalkan kode kehormatan
Pramuka

2. Motto Gerakan Pramuka : SATYAKU KUDARMAKAN, DARMAKU KUBAKTIKAN

3. Merupakan Motto tetap dan tunggal bagi Gerakan Pramuka, sebagai bagian terpadu proses pendidikan,
disosialisasikan baik di dalam maupun di luar Gerakan Pramuka.