Anda di halaman 1dari 14

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Perbaikan situasi perekonomian Indonesia dalam periode lima tahun terakhir telah turut
meningkatkan permintaan pada berbagai sektor perekonomian. Maka dari itu Pendanaan
merupakan hal yang paling dibutuhkan oleh sebuah perusahaan untuk bisa menjaga perputaran
operasi suatu perusahaan. Terdapat dua sumber utama pendanaan usaha, yaitu ekuitas dan
utang. Ekuitas yaitu pemilik mengiventasikan laba perusahaannya untuk ditempatkan dalam
perusahaan guna memperkecil resiko pengembalian dalam tingkat yang rendah, sedangkan
utang adalah mengandung resiko, pemberi pinjaman pertama kali menarik laba dan harus
dibayar sekalipun perusahaan tidak ada laba atau dalam kondisi merugi.

Strategi pendanaan modal kerja pada suatu perusahaan dibuat dengan memperhatikan serta
mempertimbangkan bagaimana membentuk struktur pendanaan tersebut dapat meminimalisir
beban cost of fund atau biaya dana. Setiap pengurus maupun pemegang saham pasti sangat
menginginkan perusahaan mereka tumbuh serta menghasilkan profit atau keuntungan yang
direncanakan sesuai dengan Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan. Pendanaan melalui
Penawaran saham saat ini telah banyak diminati oleh kebanyakan orang, Agar suatu perusahaan
dapat menjalankan kegiatan perekonomian secara lancar, maka manajer keuangan harus dapat
berfikir keras untuk mencari dari mana sumber dana perusahaan didapat Maka dari itu kita juga
harus banyak-banyak belajar tentang strategi pendanaan agar perusahaan tetap berjalan (going
concern).

1.2 Rumusan Masalah


1. Apa yang dimaksud dengan saham biasa dan saham preferen ?
2. Apakah yang dimaksud dari utang jangka panjang dan jenis-jenis dari obligasi ?
3. Apakah yang dimaksud dengan kredit sindikasi jangka panjang ?
4. Bagaimana kah pola pembayaran dan perkembangan terkini struktur Modal ?

1.3 Tujuan Penelitian


1. Agar bisa memahami apa yang dimaksud dengan saham biasa dan saham preferen
2. Agar bisa memahami apa yang dimaksud dengan utang jangka panjang dan jenis-jenis
dari obligasi

1
3. Agar bisa memahami apa yang dimaksud dengan kredit sindikasi jangka panjang
4. Agar bisa mengerti bagaimana pola pembayaran dan perkembangan terkini struktur
Modal

2
BAB II

STRATEGI PENDANAAN

2.1 Karakteristik Sahan Biasa dan Saham Preferen

2.1.1 Saham Biasa

Saham biasa (common stock) adalah saham yang tidak memiliki keistimewaan baik
dari sisi penerimaan deviden atau dalam klaim atas aset perusahaan saat perusahaan mengalami
kondisi likuiditas.

1. Shareholder Right
Pemegang saham mengendalikan perusahaan melalui hak untuk memilih direksi.
Direksi dipilih setiap tahun melalui rapat pemegang umum pemegang saham mayoritas.
Prinsip nya adalah Satu saham, satu hak suara.
2. Proxy Foting
Proxy adalah pemberian kewenangan dari pemegang saham kepada pihak lain untuk
memilih dengan saham yang dimilikinya. Pemegang saham bisa datang saat RUPS untuk
memilih direksi atau memindahkan hak nya kepada pihak lain.
3. Classes of Stock
Beberapa perusahaan memiliki lebih dari satu tipe saham biasa yang kadang kala
memiliki hak suara yang tidak sama. Ford Motor Company (FMC) misalnya memiliki
saham biasa tipe B yang tidak diperdagangkan di bursa saham (dimiliki oleh keluarga
pendiri perusahaan). Alasan nya keberadaan lebih dari satu tipe saham biasa terkait dengan
pengendalian perusahaan.
4. Other Right
Nilai saham biasa dalam perusahaan berhubungan langsung dengan hak-hak umum yang
dimiliki pemegang saham. Biasanya pemegang saham biasa memiliki beberapa hak lain
selain hak untuk memilih direksi, yaitu :
a. Hak untuk mendapatkan deviden secara proporsional
b. Hak untuk memperoleh nilai sisa dari aset secara proporsional setelah liabilitas
dibayarkan dalam kondisi perusahaan dilikuidasi
c. Hak untuk memilih terkait dengan dengan hal-hal yang sangat penting misal nya merjer.

Pemegang saham juga terkadang memiliki preemrtive right yakni hak yang diberikan
kepada pemegang saham lama untuk membeli saham baru perusahaan yang akan

3
diterbitkan. Pemegang saham lama ditawarkan membeli untuk pertama kali jika tidak
mengambil penawaran tersebut maka perusahaan akan menjualnya ke pasar. preemrtive
right mencegah terjadinya dilusi kepemilikan pemegang saham lama.

5. Dividens
Dividen yang dibayarkan kepada pemegang saham adalah tingkat pengembalian atas
modal yang dikontribusikan secara langsung atau tidak langsung ke perusahaan.
Pembayaran dividen merupakan merupakan hasil keputusan RUPS.
Beberapa karakteristik penting dari deviden yakni :
a. Dividen bukan merupakan liabilitas perusahaan. Nilai deviden yang dibayarkan
berdasarkan pertimbangan dari dewan direksi.
b. Dividen bukanlah beban perusahaan sehingga deviden tidak bisa dikurangkan dari
pajak (dividen yang mengurangi laba setelah pajak)
c. Dividen yang diterima oleh pemegang saham individu dikenakan pajak

2.1.2 Sahan Preferen

Saham preferen memiliki perbedaan dengan saham biasa, dalam hal pembayaran
dividen dan distribusi aset saat perusahaan dilikuidasi. Pemegang saham preferen akan
mendapatkan dividen lebih dahulu sebelum pemegang saham biasa menerima dividen.

1. Stated Value ( Nilai yang ditetapkan)


Saham preferen memiliki nilai likuidasi yang tetap. Nilai rupiah dari dividen tunai yang
diberikan kepada pemegang saham preferen biasanya ditentukan setiap lembar saham.
2. Cumulative dan Noncumulative dividen
Tidak seperti bunga untuk obligasi, dewan direksi boleh memutuskan untuk tidak
membagikan dividen kepada pemegang saham. Utang deviden yang tidak dibayarkan
pada suatu tahun dapat bersifat kumulatif dan non kumulatif
3. Apakah saham preferen merupakan utang ?
Beberapa ahli berpendapat, saham preferen merupakan utang karena nilai dividen yang
dibagikan tetap dan dapat terakumulasi setiap tahun nya. Walaupun demikian, saham
preferen tidak memiliki waktu jatuh tempo sehingga memiliki sifat seperti ekuitas. Hal
yang membuat saham preferen memiliki sifat hybrid yakni memiliki sifat utang dan
ekuitas

4
2.2 Utang Jangka Panjang

Sekuritas yang diterbitkan oleh perusahaan dapat diklasifikasikan sebagai sekuritas


utang dan ekuitas. Saat perusahaan melakukan pinjaman, maka perusahaan menjadwalkan
pembayaran bunga dan pengembalian nilai pokok utang. Perusahaan yang meminjam disebut
debtor atau borrower.

Perbedaan utama antara utang dan ekuitas adalah sebagai berikut :

a. Utang tidak mencerminkan kepemilikan atas perusahaan


b. Pembayaran bungan atas pinjaman diklasifikasikan sebagai beban perusahaan sehingga
mengurangi beban pajak yang harus ditanggung perusahaan. Dividen yang dibayarkan
tidak mengurangi pembayaran pajak.
c. Utang yang belum dibayar diakui sebagai liabilitas. Jika tidak dibayar, maka kreditur
dapat mengklaim aset perusahaan peminjam yang akan berakibatkan terjadnya likuidasi
atau re organisasi perusahaan peminjam.

Utang jangka panjang adalah surat utang yang diterbitkan oleh perusahaan dimana
perusahaan menjanjikan pembayaran pokok dan bunga kepada kreditur pada waktu yang
dijanjikan. Sekuritas utang dapat dibagi menjadi utang jangka pendek (jatuh tempo < 1
tahun) dan jangka panjang ( dengan jatuh tempo > 1 tahun). Utang jangka panjang dapat
berupa utang bank jangka panjang, wesel bayar/ obligasi. Pembahasan utang jangka
panjang disini lebih spesifik kepada utang jangka panjang yang diterbitkan ke masyarakat
yaitu obligasi.

2.2.1 The Indenture

Indenture adalah surat perjanjian antara perusahaan dengan pihak krediturnya.


Umumnya perusahaan menunjuk wali amanat (trustee) misalnya bank untuk mewakili
kepentingan pemegang obligasi. Indenture umumnya berisikan :

1. Istilah-istilah dasar obligasi


2. Total nilai nominal obligasi yang diterbitkan
3. Penjelasan tentang properti yang dijadikan jaminan
4. Provisi penarikan kembali obligasi
5. Rincian covenant yang ada

5
2.2.2 Sekuritas Utang

Sekuritas utang diklasifikasikan berdasarkan jaminan yang digunakan untuk


melindungi pemegang obligasi. Jaminan yang diberikan biasanya dalam bentuk aset.
Mortgages securities adalah surat utang yang dilindungi dengan aset properti berupa tanah
atau bangunan yang dimiliki oleh penerbit surat utang tersebut. Debenture adalah surat utang
yang tidak dijaminkan dengan aset tertentu. Seniority mengindikasikan posisi kreditor dan
utang biasanya diidentifikasi sebagai senior dan junior untuk mengindikasikan seniority.

2.2.3 Pembayaran kembali obligasi ( Repayment)

Obligasi dibayarkan pada saat jatuh tempo yaitu pada saat pemegang obligasi akan
memperoleh nilai nominal obligasi. Pemegang obligasi dapat juga menerima nilai nominal
obligasi sebagian atau seluruhnya sebelum obligasi jatuh tempo.

Sinking fund (dana pelunasan obligasi) adalah akun yang dikelolah oleh wali amanat
obligasi untuk pelunasan obligasi. Perusahaan membayar setiap tahun nya kepada wali amanat
yang kemudian menggunakan dana tersebut untuk membeli obligasi secara bertahap.

2.2.4 Call Provision

Call provision membuat perusahaan penerbit obligasi untuk membeli kembali obligasi
call sebagian atau seluruh obligasi pada harga yang telah ditentukan selam periode waktu
tertentu. Umumnya harga pembelian kembali obligasi (call price) lebih tinggi dari nilai
nominal obligasi.

2.2.5 Protective Covenant

Protective Covenant merupakan bagian dari perjanjian perjanjian yang membatasi


kegiatan-kegiatan perusahaan peminjam selama jangka waktu pinjaman. Protective Covenant
dapat dibagi menjadi dua kelompok :

1. Protective Covenant adalah tindakan yang boleh atau tidak dilakukan perusahaan,
contoh nya menjaga tingkat modal kerja diatas angka minimal tertentu.
2. Protective Covenant adalah tindakan yang tidak boleh dilakukan oleh perusahaan misal
nya membatasi jumlah pembayaran deviden.

6
2.3 Jenis Jenis Obligasi

2.3.1 Floating rate bonds

Pembayaran kupon bunga dapat disesuaikan dengan indeks tingkat bunga tertentu.
Nilai dari floating rate bond bergantung dari beberapa lama penyesuain pembayaran kupon
bunga yang disesuaikan. Floating rate bond memiliki beberapa karakterisyik yakni :

a. Pemegang obligasi memiliki hak untuk menjual kembali obligasi yang dimilikinya pada
saat nilai nominal nya setelah beberapa periode. Hak ini disebut put provision
b. Kupon bunga memiliki batas atas (maksimum/ceiling) dan batas bawah
(minimum/floor)

2.3.2 Other Type of Bond

1. Bond with warrant


Setiap pemegang obligasi diberikan hak untuk membeli saham perusahaan pada harga
tertentu dan waktu tertentu.
2. Income Bonds
Mirip dengan obligasi biasa namun pembayaran kupon bunga bergantung pada laba
perusahaan. Umumnya kupon bunga akan dibayarkan oleh perusahaan jika laba
perusahaan cukup.
3. Convertible Bonds
Pemegang saham dapat mengkonversikan obligasi menjadi saham biasa pada harga
tertentu sebelum tanggal jatuh tempo obligasi.
4. Put Bond
Obligasi yaitu pada saat pemegang obligasi boleh memaksa penerbit untuk membeli
kembali obligasi yang pernah diterbitkan sebelumnya pada harga tertentu

2.3.3 Sekuritisasi Obligasi

Obligasi yang pembayaran kupon bunga dan nilai nominal nya berasal dari aset
tertentu/ kumpulan aset tertentu. Misalnya BTN dapat saja menerbitkan obligasi yang
pembayaran bunga dan nilai nominal nya berasal dari piutang-piutang KPR yang dimiliki oleh
BTN

7
2.4 Kredit Sindikasi Jangka Panjang

Sindikasi (syndicate) adalah sekelompok dari beberapa bank atau instuti keuangan yang
bersama sama memberikan pinjaman kepada peminjam. Bank utama bertugas
menegosiasikan dengan pihak pinjaman. Pihak peminjam yang mendapatkan pijaman dari
pinjaman sindikasi juga membayar biaya tidak hanya biaya bunga tetapi ada biaya manajemen
awal (front end management fee) yaitu biaya yang dibayarkan untuk melunasi biaya
membentuk sindikasi dan menjamin pinjaman. Selain itu biaya komitmen 0,25 % atau 50%
dibebankan tiap tahun atas bagian dari pinjaman sindikasi tersedia yang belum digunakan.

Pinjaman sindikasi dapat menggunakan beberapa mata uang. Suku bunga tergantung pada mata
uang pinjaman, jatuh tempo pinjaman, dan kelayakan kredit si peminjam. Suku bunga pinjaman
sindikasi biasanya disesuaikan dengan pergerakan suku bunga pinjaman antar bank, dan
penyesuaian biasa dilakukan setiap 6 bulan atau setiap tahun.

Pinjaman sindikasi tidak hanya menyebarkan risiko gagal bayar suatu pinjaman besar pada
bank bank yang berpartisipasi, tetapi juga memberikan insentif tambahan bagi peminjam
untuk melunasi pinjamannya. Jika suatu pemerintah gagal melunasi pinjaman sindikasinya,
maka kegagalan tersebut akan tersebar luas antar bank, dan pemerintah tersebut akan mungkin
sulit mendapatkan pinjaman lagi di masa depan. Karenanya peminjam sangat dianjurkan untuk
melunasi pinjaman sindikasi tepat waktu. Dari sudut pandang bank, pinjaman sindikasi
meningkatkan kemungkinan pelunasan tepat waktu.

2.5. Obligasi International

Obligasi internasional umumnya dibagi menjadi obligasi asing atau obligasi eropa.

Obligasi asing
Obligasi Asing adalah obligasi yang dijual oleh peminjam asing ke negara dimana obligasi
di tempatkan. Misalkan perusahaan AS dapat mengeluarkan obligasi dalam yen Jepang,
yang akan di jual pada investor di Jepang. Dalam beberapa kondisi obligasi dapat di jual di
berbagai negara. Mata uang obligasi akan bergantung di negara mana obligasi tersebut di
jual, obligasi seperti ini disebut obligasi paralel (parallel bond).

8
Pasar Obligasi Eropa

Eurobond adalah obligasi yang di jual di negara selain negara asal mata uang yang
digunakan dalam obligasi tersebut. Penyebab berdirinya pasar eurobond ini akibat adanya
Interest Equalization Tax (IET) yang dikenakan pemerintah AS tahun 1963 untuk
menghalangi investor AS berinvenstasi di negara asing. Selain itu faktor yang mendukung
berdisinya pasar ini adalah tahun 1984 ketika pemerintah AS menghapuskan pajak
penghasilan yang dulunya dikenalan pada investor non AS dan mengizinkan perusahaan
AS untuk menjual obligasi langsung ke investor non AS. Eurobond dikenal sebagai saran
menarik dana. Perusahaan perusahaan baru telah banyak yang mengandalkan eurobond
untuk mendanai pertumbuhannya, mereka membayara premi risiko paling tidak sebesar 3
point persentase per tahun di atas suku bunga obligasi pemerintah AS untuk eurobond
dalam mata uang dolar. Fitur eurobond terdiri dari obligasi yang biasa di jual atas nama
pemilik (bearer bond) dan membayar bunga tiap tahun, obligais yang dapat di konversi
menjadi saham biasa tertentu, obligasi jangka pendek. Mata uang yang digunakan 70 75
persen adalah dolar AS namun semakin banyak pula yang menggunaka euro dan yen.

2.6. POLA PEMBIAYAAN

Perusahaan menggunakan arus kas untuk belanja modal dan modal kerja bersih baru.
Secara historis perusahaan di amerika serikat mengeluarkan kas sebesar 80% untuk belanja
modal dan sisanya modal kerja.

9
Beberapa fitur dari pendanaan jangka panjang :

1. Arus kas yang diperoleh dari internal perusahaan mendominasi sebagai sumber
pendanaan

2. Pendanaan yang defisit terjadi karena adanya selisih antara total pengeluaran
perusahaan dengan arus kas yang di hasilkan secara internal

3. Secara umum, kekurangan pendanaan biasanya ditutupi dengan pinjaman atau


menerbitkan saham baru yang merupakan sumber pendanaan eksternal.

2.7. Keputusan Struktur Modal

Keputusan struktur modal pada perusahaan multinasional mencakup pembiayaan modal atau
ekuitas tidak hanya induk perusahaan namun juga anak perusahaan. Oleh karenana struktur
modal keseluruhan akan merupakan kombinasi dari seluruh struktur modal anak perusahaan.
Perusahaan multinasional memahami adanya kompensasi antara menggunakan utang dan
menggunakan ekuitas untuk membiayai operasinya. Keuntungan menggunakan utang
dibanding dengan ekuitas akan berbeda untuk setiap karakteristik perusahaan dan terkait
dimana anak perusahaan didirikan. Adapun beberpa karakteristik tersebut yaitu :

a. Stabilitas arus kas perusahaan : perusahaan dengan arus kas yang lebih stabil dapat
mengelola utang lebih banyak karena memiliki arus kas masuk yang konstan untuk menutupi
pembayaran bunga berkala. Sebaliknya perusahaan yang fluktuatif lebih memilih utang lebih
sedikit karena perusahaan tidak yakin dapat menghasilkan cukup kas pada tiap periode nya
untuk melunasi pembayaran bunga dari utang. Perusahaan multinasional yang terdiversifikasi
di beberapa negara mungkin memiliki arus kas yang lebih stabil karena kondisi pada suatu
negara tertentu tidak akan berdampak besar pada aruskanya, karenanya perusahaan ini lebih
dapat mengelola struktur modal dengan lebih banyak utang.

b. Risiko kredit perusahaan : perusahaan yang memiliki risiko kredit lebih rendah
memiliki lebih banyak akses untuk memperoleh kredit. Faktor yang mempengaruhi risiko
kredit dapat menentukan pilihan perusahaan untuk menggunakan utang atau ekuitas.

c. Akses perusahaan ke laba ditahan : perusahaan dengan profitabilitas tinggi mungkin


membiayai sebagian investasinya dengan laba di tahan dan karenanya memilih struktur modal

10
berbasis ekuitas. Sebaliknya perusahaan dengan tingkat laba ditahan yang lebih kecil mungkin
mengandalkan pembiayaaan utang.

d. Jaminan perusahaan atas utang : jika induk perusahaan menjamin utang anak
perusahaan kapasitas pinjaman anak perusahaan dapat meningkat, oleh karenanya anak
perusahaan mungkin tidak terlalu membutuhkan pembiayaan ekuitas. Namun sebaliknya jika
jaminan pinjaman induk perusahaan berkurang atau terbatas, karena kreditor tidak bersedia lagi
menyediakan dana untuk induk perusahaan jika dana tersebut digunakan untuk menyelematkan
anak perusahaan.

e. Masalah keagenan perusahaan multinasional : jika anak perusahaan dinegara asing


tidak dapat dipantau oleh induk perusahaan nya makan biaya keagenan menjadi tinggi, untuk
memaksimalkan harga saham, induk perusahaan dapat meminta anak perusahaan untuk
menjuak saham bukan obligasi di bursa lokal sehingga menejernya dapat di awasi. Hal seperti
ini disebut dimiliki sebagian buka sepenuhnya. Masalah mengenai hal tersebut adalah
munculnya konflik kepentingan.

f. Pembatasan saham di negara setempat : di beberapa negara pemerintahnya hanya


memperbolehkan investornya menginvestasikan pada saham lokal, bahkan jika mereka
diperbolehkan menginvestasikan dinegara lain, mereka tidak memiliki informasi lengkap
mengenai saham perusahaan di luar negara mereka. Hal ini mencerminkan batasan implisit
terhadap investasi luar negeri.

g. Kondisi bursa saham : jika perusahaan ingin menjual sahamnya sendiri di bursa lokal
sebagai sarana memperoleh ekuitas maka perusahaan perlu menganalisis kondisi bursa saham
dinegara tersebut.

h. Suku bunga negara setempat : karena perusahaan mengenakan batasan pada arus modal
serta kemungkinan dampak buruk dari kurs, pajak dan risiko negara dana pinjaman tidak selalu
ada dimana dana tersebut dibutuhkan. Oleh karena itu, harga dana pinjaman (suku bunga) akan
berbeda tiap negara.

i. Kekuatan mata uang negara setempat : jika suatu perusahaan multinasional


mengkhawatirkan potensi melemahnya mata uang negara lokasi anak perusahaan makan
perusahaan multinasional mungkin berupaya untuk membiayai sebagian besar operasi
asingnya dengan pinjaman dalam mata uang tersebut, bukan dengan mengandalkan dana induk

11
perusahaan. Dengan strategi ini mengurangi eksposur perusahaan multi nasional atas resiko
kurs.

j. Risiko negara dinegara setempat : bentuk risiko paling sederhana adalah kemungkinan
pemerintah setemoat akan memblokir sementara pengiriman laba anak perusahaan untuk induk
perusahaan, anak perusahaan yang mengalami hal ini mungkin akan memilih untuk
menggunkan utang lokasl. Strategi ini akan mengurangi jumlah dana yang diblokir karena anak
perusahaan dapat menggunakan sebagian dana untuk membayar bunga utang lokal. Selain itu
banyak risiko risiko yang sering muncul misalkan risiko penyitaan aset oleh pemerintah
setempat, bisa dikurangi dengan menggunakan pembiayaan utang lokal, bisa juga dengan
menjual saham dinegara setempat.

k. Peraturan pajak dinegara setempat : anak perusahaan multinasional akan terkena pajak
saat mengirim laba ke induk perusahaan. Dengan menggunakan pembiayaan utang lokal
dibandingkan dengan mengandalkan pembiayaan induk perusahaan, mereka harus membayar
bunga atas utang lokal dan dapat mengurangi dana yang dikirim periodik. Oleh karena itu
mereka dapat mengurangi pajak dengan menggunakan lebih banyak pembiayaan utang.

12
BAB III

PENUTUP

Pendanaan merupakan hal yang paling dibutuhkan oleh sebuah perusahaan. Terdapat
dua sumber utama pendanaan usaha, yaitu ekuitas dan utang. Ekuitas yaitu pemilik
mengiventasikan laba perusahaannya untuk ditempatkan dalam perusahaan guna memperkecil
resiko pengembalian dalam tingkat yang rendah, sedangkan utang adalah mengandung resiko,
pemberi pinjaman pertama kali menarik laba dan harus dibayar sekalipun perusahaan tidak ada
laba atau dalam kondisi merugi. Pendanaan dalam jangka panjang pada umumnya
menunjukkan pendanaan yang jangka waktu temponya lebih dari lima tahun. Pendanaan jangka
panjang terutama terdiri dari obligasi dan juga saham. Macam-macam saham ada dua yaitu
saham Biasa dan saham Preferen. Saham biasa (common stock) adalah saham yang tidak
memiliki keistimewaan baik dari sisi penerimaan deviden atau dalam klaim atas aset
perusahaan saat perusahaan mengalami kondisi likuiditas. Sedangkan Saham preferen
memiliki perbedaan dengan saham biasa, dalam hal pembayaran dividen dan distribusi aset
saat perusahaan dilikuidasi. Pemegang saham preferen akan mendapatkan dividen lebih dahulu
sebelum pemegang saham biasa menerima dividen.

13
BAB IV

Daftar Pustaka

14

Anda mungkin juga menyukai