Anda di halaman 1dari 3

BAB 7 Penyimpangan Sosial

1. Penyakit sosial, antara lain miras, judi, narkoba, HIV/AIDS, PSK dan penyakit sosial
lainnya.
a. Miras adalah minuman beralkohol yang menyebabkan seseorang mabuk.
b. Narkoba dalah obat berbahaya yang bila dimasukkan ke dalam tubuh dapat
mengubah pikiran, suasana hati dan perilaku.
c. HIV/AIDS adalah penyakit yang disebabkan virus. Penularannya melalui
sperma, darah dan cairan vagina
d. PSK orang yang mengerjakan dirinya dengan memperoleh imbalan uang.
2. Penyimpangan Sosial
Penyimpangan sosial adalah perilaku menyimpang yang tidak sesuai dengan norma-
norma dan nilai-nilai yang dianut masyarakat kelompok sosial.
Bentuk penyimpangan bisa secara individual maupun kelompok. Penyimpangan sosial
disebut dengan istilah deviasi, sedangkan pelakunya disebut devian.
Bentuk-bentuk penyimpangan sosial antara lain berupa pencurian, penodongan,
perampokan, perkosaan, pembunuhan, perjudian, perkelahian, pelacuran,
penyalahgunaan narkoba dan miras, pelanggaran lalu lintas, dan hubungan seks di luar
nikah.
Faktor terjadinya pola perilaku menyimpang harus dilihat dari latar belakang kehidupan
dan lingkungan sosialnya.
Berbagai faktor penyebab penyimpangan sosial antara lain tidak sanggup mengikuti
peraturan dalam masyarakat, pengaruh lingkungan pergaulan, pendidikan dalam
keluarga yang terlalu keras, dan pengaruh media masa.
Dalam mengembangkan sikap empati, sebaiknya kita bersikap wajar, tidak berlaku
kasar, memberi nasihat dan peringatan, serta membantu memecahkan masalah (jalan
keluar).
Upaya pencegahan penyimpangan sosial dapat dilakukan dengan teguran dan nasehat,
pendidikan, hukuman, dan kontrol sosial. Selain itu dapat dilakukan yang bersifat
preventif, represif dan gabungan antara keduanya.

BAB 8 Hubungan Antara Kelangkaan Sumber Daya dengan Kebutuhan


Manusia

1. Kebutuhan adalah setiap keinginan manusia, baik berupa barang, jasa atau lainnya yang
dapat memberikan kepuasan jasmani dan rohani, untuk kelangsungan hidup manusia.
2. Kebutuhan dapat dibedakan berdasarkan intensitasnya, waktu, subjek dan sifatnya.
3. Berdasarkan intensitasnya, kebutuhan dibedakan menjadi 3 macam yaitu kebutuhan
primer, sekunder, dan tersier.
4. Berdasarkan waktunya, kebutuhan dibedakan menjadi 2 yaitu kebutuhan sekarang dan
kebutuhan akan datang.
5. Berdasarkan subjeknya, kebutuhan dibedakan menjadi 2 yaitu kebutuhan individu dan
sosial/masyarakat.
6. Berdasarkan sifatnya, kebutuhan dibedakan menjadi 2 yaitu kebutuhan jasmani dan
kebutuhan rohani.
7. Untuk memenuhi kebutuhan dibutuhkan alat pemenuhan kebutuhan. Alat pemenuhan
kebutuhan dapat dibedakan berdasarkan: cara memperolehnya, hubungannya dengan
barang lain, tujuannya, kesiapan, sifat dan sumbernya.
8. Nilai guna suatu barang dapat dibedakan menjadi 5 macam yaitu nilai guna tempat,
waktu, kepemilikan, bentuk dan pelayanan.
9. Karena jumlah kebutuhan manusia lebih banyak dibandingkan dengan jumlah alat
pemenuhan kebutuhannya, maka perlu disusun skala prioritas.
10. Skala prioritas kebutuhan adalah urut-urutan kebutuhan yang harus dipenuhi oleh
seseorang dalam jangka waktu tertentu dengan menggunakan alat pemenuhan
kebutuhan yang dimilikinya.

BAB 9 Pelaku-pelaku Ekonomi

1. Pelaku ekonomi terdiri dari rumah tangga keluarga, masyarakat, perusahaan, koperasi,
dan negara/ pemerintah.
2. Rumah tangga keluarga adalah pelaku ekonomi yang terdiri dari anggota keluarga
antara lain ayah, ibu, anak, dan anggota keluarga lainnya.
3. Rumah tangga keluarga dapat dibedakan berdasarkan:
a. Jumlah anggota keluarga yang terdiri dari: keluarga kecil dan keluarga besar.
b. Status ekonomi keluarga yang terdiri dari: keluarga prasejahtera, sejahtera, dan
kaya.
c. Tempat tinggal keluarga yang terdiri dari: rumah tangga kota dan daerah/desa
4. Untuk menopang kegiatan ekonomi keluarga, masing-masing keluarga mempunyai
profesi-profesi antara lain: petani, nelayan, pedagang, penjual jasa, pegawai, buruh,
penjual jasa, pengusaha dan pejabat.
5. Masyarakat adalah kumpulan keluarga yang mendiami suatu daerah/kawasan.
6. Masyarakat dapat dibentuk berdasarkan:
a. Tempat tinggal yang terdiri dari: Rukun tetangga, Rukun warga, karang taruna.
b. Agama yang terdiri dari: jamaah masjid, remaja pecinta masjid, muda-mudi Katholik.
c. Profesi: PGRI, IDI, IAI, PII, HKTI, Korpri.
d. Hobi yang terdiri dari: pecinta lingkungan, pecinta burung, pecinta bunga, pecinta
barang seni, pecinta alam dan lain-lain.
7. Perusahaan adalah organisasi usaha yang bertujuan menghasilkan barang dan jasa atau
menyediakan barang dan jasa yang dibutuhkan konsumen. Contoh: pabrik pupuk, toko
buku, bank, dan lain-lain.
8. Badan usaha adalah suatu kesatuan yang sacara hukum mempunyai hak dan kewajiban
tersendiri terpisah dari pemiliknya atau badan usaha yang lain.
9. Berdasarkan jenis usahanya, perusahaan dibedakan menjadi 5 macam yaitu: perusahaan
ekstraktif, agraris, industri, perdagangan, dan jasa.
10. Berdasarkan pemiliknya/sumber modalnya, badan usaha dibedakan menjadi 4 macam
yaitu: badan usaha milik negara, badan usaha milik daerah, badan usaha milik swasta,
dan badan usaha campuran.
11. Berdasarkan status badan hukumnya, badan usaha dibedakan menjadi 4 macam yaitu:
perseorangan, persekutuan firma, persekutuan komanditer, dan perseroan terbatas.
12. Misi badan usaha ada 3 yaitu: misi ekonomi, misi sosial, dan misi ekonomi nasional.
13. Koperasi adalah badan usaha yang beranggotakan orang-seorang atau badan hukum
koperasi dengan melandaskan kegiatannya berdasarkan prinsip koperasi sekaligus
sebagai gerakan ekonomi rakyat yang berdasar atas asas kekeluargaan.
14. Berdasarkan jenis usahanya, koperasi dapat dibedakan menjadi 6 macam yaitu:
koperasi simpan-pinjam, koperasi konsumsi, koperasi produksi, koperasi pemasaran,
koperasi jasa, koperasi serba-usaha.
15. Berdasarkan tingkatannya, koperasi dibedakan menjadi koperasi primer, pusat
koperasi, gabungan koperasi, dan induk koperasi.
16. Dalam kegiatan ekonomi, pemerintah mempunyai peran ganda yaitu sebagai: pelaku
ekonomi dan pengatur kegiatan ekonomi.
17. Untuk menjalankan perannya, pemerintah mempunyai beberapa sumber pendapatan
antara lain: pajak, retribusi, laba BUMN, pinjaman dalam negeri, pinjaman luar negeri,
bantuan luar negeri, penjualan kekayaan negara, bea masuk, cukai, dan penarikan denda
dan rampasan.
18. Pengeluaran pemerintah dapat dibedakan menjadi 2 macam yaitu pengeluaran rutin dan
pengeluaran pembangunan.
19. Dalam sistem ekonomi kerakyatan, keluarga berperan sebagai konsumen dan
mempunyai fungsi-fungsi sebagai berikut: penyedia faktor-faktor produksi yang
digunakan oleh produsen, pemakai barang dan jasa yang dihasilkan oleh produsen,
pemberi balas jasa kepada produsen, pembayar pajak dan iuran yang lainnya kepada
pemerintah.
20. Rumah tangga perusahaan dan koperasi dalam sistem ekonomi berperan sebagai
produsen dan mempunyai fungsi-fungsi sebagai berikut: penghasil barang dan jasa
yang dibutuhkan konsumen, penyedia lapangan pekerjaan, pembeli faktor-faktor
produksi, pemberi balas jasa kepada penyedia faktor-faktor produksi, pembayar pajak
dan iuran yang lainnya kepada pemerintah dan lain-lain.
21. Dalam menjalankan perannya pemerintah mempunyai fungsi-fungsi sebagai berikut:
stabilisator perekonomian nasional, penyedia fasilitas kegiatan ekonomi, penerima
pajak dan iuaran dari pelaku ekonomi yang lain untuk membiayai penyelenggaraan
pemerintahan dan melaksanakan pembangunan, pengatur kegiatan ekonomi nasional
agar perekonomian dapat diarahkan untuk mencapai kemakmuran bersama, dan lain-
lain.