Anda di halaman 1dari 12

MANAJEMEN KEBIDANAN PATOLOGIS PADA IBU BERSALIN

DENGAN PARTUS LAMA TERHADAP NY. ERLIANTI


DI RB HANDAYANI LAMPUNG TIMUR
TAHUN 2007

I. PENGUMPULAN DATA DASAR (KALA I)


Tanggal 15 Oktober 2007 Pukul 04.00 WIB
A. Anamnesa
1. Identitas
Nama : Ny. Erlianti Nama suami : Tn. Handoko
Umur : 20 tahun Umur : 23 tahun
Suku/Bangsa : Jawa/Indonesia Suku/Bangsa : Jawa/Indonesia
Agama : Islam Agama : Islam
Pendidikan : SMU Pendidikan : SMU
Pekerjaan : Ibu rumah tangga Pekerjaan : Wiraswasta
Alamat : Kuala Penet Alamat : Kuala Penet
2. Keluhan Utama
Ibu hamil anak pertama, sejak pukul 02.00 WIB dengan keluhan perut mulas bagian bawah dan
menjalar sampai kepinggang, terdapat pengeluaran pervaginam lendir bercampur darah.
3. Tanda-tanda Persalinan
His ada, sejak tadi malam, pukul 02.00 WIB frekuensi 3 x setiap 10 menit, lamanya 45 detik. Ibu
merasa sakit pada perut bagian bawah menjalar sampai kepinggang

4. Pengeluaran Pervaginam
Ibu mengatakan sudah mengeluarkan darah bercampur lendir berwarna coklat
5. Masalah-masalah khusus
Tidak ada hal-hal yang berhubungan dengan faktor resiko atau faktor predisposisi maupun faktor
resiko tinggi yang dialami
6. Riwayat Kehamilan
HPHT 03-01-2007, siklus 28 hari, TP 10-10-2007, lamanya 6 hari, ANC teratur frekuensi 5 x di RB
Handayani
7. Riwayat imunisasi
Selama hail ibu imunisasi 2 x di RB Handayani
TT 1 : usia 4 bulan kehamilan
TT 2 : usia 5 bulan kehamilan
8. Riwayat kehamilan, persalinan dan nifas yang lalu
Ibu mengatakan hamil anak pertama
9. Pergerakan Janin Dalam Rahim
Ibu mengatakan gerakan janin yang dirasakan 1 x setiap 1 jam
10. Makan dan Minum Terakhir
Ibu megatakan makan terakhir pada pukul 20.00 WIB dan minum terakhir pada pukul 02.00 WIB
11. Pola Eliminasi
Ibu BAB terakhir pukul 19.30 WIB dan BAK terakhir pukul 01.00 WIB
12. Pola Istirahat
Ibu mengatakan tidur siang 1-2 jam dan tidur malam 8 jam
13. Psikologi
Ibu mengatakan cemas menghadapi persalinan ini

B. Pemeriksaan
1. Keadaan Umum Ibu : baik
2. Kesadaran : composmentis
3. Tanda-tanda Vital :
a. TD : 110/70 mmHg
b. Pols : 80 x/menit
c. RR : 20 x/menit
d. Temp : 36,6oC
4. TB : 157 cm
5. BB sebelum hamil : 45 Kg
BB sesudah hamil : 54 Kg
6. Pemeriksaan Fisik :
a. Rambut : bersih, tidak mudah rontok dan tidak ada ketombe
b. Mata : bentuk simetris, konjungtiva merah muda, skelera an ikterik
c. Hidung : bentuk simetris, keadaan bersih, tidak ada polip, penciuman baik
d. Gigi dan Mulut : bentuk simetris, bersih, tidak ada sariawan, tidak ada caries
e. Telinga : bentuk simetris, bersih, fungsi pendengaran baik
f. Leher : tidak ada pembesaran kelenjar tiroid dan vena jugularis
g. Dada : bentuk simetris, putting susu menonjol, ASI sudah keluar
h. Abdomen : tidak ada bekas operasi dan strie gravidarum
Leopold I : bagian fundus teraba bulat, lunak, tidak melengting
Leopold II : bagian kanan ibu teraba datar, lebar, bagian kiri teraba ekstremitas
Leopold III : teraba bulat, keras, melenting
Leopold IV : bagian terendah janin sudah masuk PAP Hodge II
TBJ : (35-11) x 155 = 3720gr
Auskultasi : DJJ 120 x/menit, puntum maximum bawah pusat sebelah kanan
i. Ekstremitas :
1) Tidak ada oedema pada kaki dan tangan
2) Tidak ada varises
3) Reflek patella (+)
4) Fungsi ekstremitas baik
j. Genetalia
Inspeksi : vulva dan vagina tidak ada varices, tidak ada luka, tidak ada kemerahan, terdapat
pengeluaran berupa lendir bercampur darah, ketuban utuh. Pernineum : bekas luka/luka parut tidak
ada
7. Pemeriksaan Dalam
Pemeriksaan dalam pukul 04.00 WIB, serviks mendatar dan tipis. Pembukaan 7 cm, selaput ketuban
(+), bagian terendah : presentasi kepala UUK kanan depan, penurunan kepala di Hodge II tali pusat
tidak teraba.

Pengawasan kala I
Tanggal Waktu Kondisi ibu Kontraksi/10 menit Lama kontraksi
(detik) Keadaan janin Ketuban
Pembukaan servik TD (mmHg) RR (x/m) Pols (x/m) Temp (0C) DJJ (x/menit) Penurunan kepala
20-10-07 04.00 7 cm 110/70 24 80 37 3 -4 kali 20 40 138 3/5 (+)
04.30 22 78 3 -4 kali 20 40 140
05.00 22 80 3 -4 kali 20 40 145
05.30 22 78 3 -4 kali 20 40 144
06.00 20 82 3 -4 kali 20 40 144
06.30 22 81 3 -4 kali 20 40 148
07.00 22 80 3 -4 kali 20 40 140
07.30 24 78 3 -4 kali 20 40 140
08.00 8 cm 100/80 22 84 36,8 3 -4 kali > 40 140 3/5 (+)
08.30 82 3 -4 kali > 40 145
09.00 82 3 -4 kali > 40 143
09.30 80 3 -4 kali > 40 143
10.00 80 3 -4 kali > 40 143
10.30 80 5 kali > 40 143
11.00 80 5 kali > 40 150

II. ITERPRESTASI DATA DASAR


1. Diagnosa :
G1P0A0 usia kehamilan 40 minggu, janin hidup, tunggal, intra uterin, presentasi kepala, ibu inpartu
kala I fase laten
Dasar :
a. Hasil pemeriksaan dalam pembukaan masih 7 cm dan selaput ketuban (+)
b. Ibu mengatakan hamil anak pertama
c. HPHT : 03-01-2007, TP : 10-10-2007
d. Pada pemeriksaan Leopold di dapat hasil :
Leopold I : TFU pertengahan Px-pusat, fundus teraba bokong
Leopold II : bagian sebelah kanan ibu teraba bagian keras yang berarti punggung, bagian sebelah kiri
ibu teraba bagian kecil (ekstremitas)
Leopold III : bagian terendah kepala
Leopold IV : kepala sudah masuk PAP
e. Pemeriksaan dalam pukul 04.00 WIB
Serviks mendatar dan tipis, pembukaan 7 cm, selaput ketuban utuh, presentasi kepala UUK kanan
depan

2. Masalah :
Gangguan kecemasan, gangguan rasa nyaman, gangguan aktifitas, gangguan pemenuhan cairan
dan nutrisi
Dasar : ibu cemas menanti kelahiran anak pertama, ibu kesulitan untuk beraktifitas dan merasa tidak
nyaman dengan keadaannya.
3. Kebutuhan
a. Dukungan psikologis dari suami dan keluarga
b. Yakinkan ibu bahwa persalinan akan berjalan dengan aman dan lancar
c. Berikan ibu posisi yang nyaman seperti miring kanan/miring kiri, jongkok dan telentang
d. Pemenuhan cairan dan nutrisi memberi ibu makan dan minum serta pemasangan infus

III. IDENTIFIKASI DIAGNOSA DAN MASALAH POTENSIAL


Potensial terjadi perpanjangan kala I fase aktif
Dasar:
a. Ibu inpartu kala I fase aktif
b. Ibu mengeluh nyeri pinggang sejak pukul 02.00 WIB, his timbul 3-4 x/menit, lamanya 20-40 detik,
pengeluaran pervaginam blood slym

IV. IDENTIFIKASI KEBUTUHAN TINDAKAN DAN KOLABORASI


Kolaborasi dengan dokter bila ada komplikasi pada kala I dan proses persalinan

V. RENCANA MANAJEMEN
1. a. Jelaskan pada ibu tentang kondisinya saat ini, ibu telah memasuki kala I persalinan
b. Libatkan keluarga dalam memberikan dukungan psikologis
c. Observasi kala I menggunakan partograf dan kolaborasi bila ada keluahan
d. Siapkan rungan bersalin, alat, kebutuhan fisik dan psikologis ibu serta persiapan bidan.
2. Penyuluhan cara mengejan efektif
a. Jelaskan manfaat mengejan efektif
b. Ajarkan ibu cara mengejan efektif
3. Penyuluhan mengatasi rasa nyeri
a. Jelaskan penyebab nyeri
b. Beritahu cara mengatasi rasa nyeri
c. Anjurkan cara ibu mengatasi rasa nyeri
d. Observasi cara ibu mengatasi rasa nyeri
e. Libatkan keluarga dalam mendukung ibu mengatasi rasa nyeri
4. Anjurkan ibu untuk minum bila perlu pasang infuse untuk mengatasi dehidrasi

VI. IMPLEMENTASI LANGSUNG


1. a. Menjelaskan pada ibu tentang kondisinya saat ini, ibu telah memasuki kala I dengan dasar hasil
pemeriksaan dalam pukul 02.10 WIB serviks mendatar dan tipis, pembukaan 2 cm dan selaput
ketuban (+)
b. Melibatkan keluarga dalam memberikan dukungan psikologis seperti suami dapat membantu saat
proses persalinan dengan mendampingi atau ibu dapat bersandar pada suami saat bersalin
c. Melakukan observasi kala I menggunakan partograf, mengenai DJJ setiap 1 jam sekali, penurunan
kepala dan pembukaan serviks setiap 4 jam sekali dan memeriksa frekuensi his serta tanda vital.
d. Persiapan persalinan
1) Ruang bersalin yang hangat dan bersih, memiliki sirkulasi udara yang baik dan terlindungi dari
tiupan angin serta penerangan yang cukup, baik siang maupun malam hari.
2) Menyiapkan alat persalinan :
a) Klem Kelly 2 buah
b) Gunting tali pusat
c) Gunting episiotomi
d) koher
e) Chutget
f) Benang tali pusat atau klem plastik
g) Kateter katelon
h) 2 pasang sarung tangan DTT atau steril
i) Kasa/kain kecil untuk membersihkan jalan nafas bayi
j) Gulungan kapas basah menggunakan air DTT
k) Tabung suntik 2 atau 3 ml dengan menggunakan jarum IM sekali pakai
l) 4 kain bersih bisa disiapkan keluarga
m) 2 handuk atau kain untuk mengeringkan dan menyelimuti bayi
n) Kateter penghisap de lee (penghisap lendir)
o) 2 pasang sarung tangan
p) 1 gunting benang
q) 1 pinset anatomis
r) 1 pinset chirurgis
s) 2 klem arteri
t) 1 pemegang jarum jahit
u) 1 jarum heating
v) 1 benang chromic
w) 1 tampon bola
x) 5 kasa steril
y) 1 kain duk steril
3) Memantau kemajuan persalinan dengan menggunakan partograf
4) PD setiap 4 jam/indikasi inpartu
5) Memenuhi kebutuhan fisik ibu makan dan minum, BAB dan BAK
6) Menyiapkan alat-alat untuk bidan : mitela, masker, barak skort, hand scone, kaca mata dan sepatu
bot
2. Melakukan penyuluhan cara mengejan efektif
a. Menjelaskan manfaat mengejan efektif pada ibu, apabila ibu mengejan dengan baik dapat
membantu mempercepat penurunan kepala dan pengeluaran bayi.
b. Mengajarkan ibu cara mengejan efektif, mengejan dilakukan pada saat his dan telah memasuki
kala II persalinan. Sehingga diafragma berfungsi lebih baik, badan ibu dilengkungkan dengan dagu di
dada, kaki ditarik kearah badan sehingga lingkungan badan dapat membantu mendorong janin.
c. Mengobservasi cara mengejan ibu dengan memantau his, lamanya dan frekuensinya
d. Melibatkan keluarga dalam memberikan semangat bahwa ibu bisa mengejan efektif
3. Melakukan penyuluhan cara mengatasi rasa nyeri
c. Menjelaskan pada ibu penyebab nyeri disebabkan kontraksi pada dinding rahim yang akan
membantu mendorong janin turun.
d. Mengajarkan cara mengatasi nyeri, ibu disuruh berjalan-jalan bila masih bisa, kemudian
menganjurkan ibu tidur dengan posisi miring kiri
e. Menganjurkan ibu untuk mengatasi nyeri dengan teknik yang telah diajarkan
f. Observasi ibu mengatasi rasa nyeri apakah ibu merasa lebih nyaman dengan melakukan teknik
yang diajarkan
g. Libatkan keluarga untuk memberi semangat pada ibu untuk bisa mengatasi rasa nyeri dan
membantu mengalihkan rasa nyeri dengan mengusap pinggang ibu dan ajak bicara
4. Pasang infus RL

VII. EVALUASI
1. Ibu mengerti dengan kondisinya saat ini
2. Ibu mengatakan ingin mengedan dan merasakan seperti ingin BAB
3. Ibu mengatakan sakit semakin sering
4. Hasil pengawasan kala I dengan partograf
DJJ : 144 x/menit
Penurunan kepala hodge II
Tanda-tanda vital :
TD : 100/70 mmHg
Pols : 85 x/menit
RR : 20 x/menit
Temp : 37oC
Frekuensi his : 3-4 x/menit dalam 10 menit, teratur

Catatan Perkembangan

KALA II
Tanggal 15 Oktober 2007 Pukul 12.00 WIB

S : 1. Ibu mengatakan sakit perut yang berarti, mulai dari pinggang menjalar sampai ke perut
2. Ibu mengatakan sudah mengeluarkan air ketuban
3. Ibu mengatakan ingin meneran
O : 1. Dilakukan PD pukul 08.10 WIB dengan hasil :
a. Dinding vagina tidak terdapat kelainan
b. Konsistensi portio lunak, tipis, effisiemen 90%
c. Pembukaan serviks 10 cm
d. Presentasi kepala, penurunan bagian terendah di Hodge IV, DJJ 140 x/menit, teratur
e. Terjadi 5 kali kontraksi dalam 10 menit lamanya 50 detik
2. Keadaan umum : baik, Kesadaran : composmentis
3. Tanda-tanda vital :
a. TD : 120/70 mmHg
b. Pols : 80x/menit
c. RR : 20 x/menit
d. Temp : 37oC
A : 1. Diagnosis :
G1P0A0 inpartu kala II
Dasar :
a. Kontraksi uterus 4 - 5 kali dalam 10 menit lamanya 40 detik
b. Pembukaan lengkap
c. Portio tidak teraba, ketuban (-), perineum menonjol, anus dan vulva membuka
d. DJJ 140 x/menit
2. Masalah :Ibu mengalami nyeri adanya his
Dasar : ibu mengatakan nyeri yang dirasakan semakin kuat
3. Kebutuhan :
a. Dukungan psikologis dari suami atau keluarga
b. Penatalaksanaan nyeri his
c. Pertolongan persalinan
P : 1. Jelaskan kondisi ibu saat ini sudah memasuki fase persalinan
2. Lakukan pengawasan kala II menggunakan partograf, pantau tanaga ibu, kontraksi uterus, pantau
penurunan dan DJJ setelah kontraksi, dan vital sign
3. Pemenuhan nutrisi dan dehidrasi
4. Beri dukungan moril pada ibu
5. Lakukan pimpinan persalinan normal, bimbing proses meneran, ajarkan merubah posisi untuk
mengurangi rasa sakit
6. Anjurkan ibu mengejan jika ada his
7. Libatkan keluarga dalam memberikan motivasi dan dukungan pada ibu
8. Penanganan bayi baru lahir
a. Letakkan bayi di atas perut ibu
b. Keringkan dan bersihkan bayi dari air ketuban, lemak yang menempel pada tubuhnya dan kotoran-
kotoran lain sampai bayi bersih
c. Jepit tali pusat dengan klem 3-5 cm dari umbilikus urut 2-3 cm dari klem pertama kemudian jepit
dengan klem ke-2
d. Potong tali pusat
e. Ganti pakaian kotor bayi dengan pakaian yang bersih
f. Berikan bayi pada ibunya untuk mendapatkan ASI
9. Bayi lahir pukul 12.10 WIB, spontan pervaginam, presentasi kepala
BB : 3500gr Jenis kelamin : perempuan
Apgar score : 8 PB : 50 cm
KALA III Pukul 12.10 WIB
S : 1. Ibu mengatakan perutnya terasa mulas
2. Ibu mengatakan bahwa ia merasa lega dan senang atas kelahiran bayinya
O : 1. Keadaan umum : baik, Kesadaran : composmentis
2. Tanda-tanda vital :
a. TD : 110/70 mmHg
b. Pols : 80 x/menit
c. RR : 20 x/menit
d. Temp : 37oC
3. TFU berada sepusat
4. Kontraksi uterus baik, uterus teraba bulat dan keras
5. Plasenta belum lahir, tampak tanda-tanda pelepasan plasenta yaitu uterus bundar, terdapat
perubahan bentuk dan tinggi fundus, tali pusat bertambah panjang adanya semburan darah yang
mendadak dan singkat.
A : 1. Diagnosa: Ibu P1A0, partus spontan pervaginam, inpartu kala III
Dasar :
a. Bayi lahir pukul 12.10 WIB
b. Uterus teraba bulat dan keras, TFU 1 jari bawah pusat
c. Plasenta belum lahir
d. Terdapat tanda-tanda pelepasan plasenta

2. Masalah :
a. Potensial terjadi retensio plasenta
Dasar : plasenta belum lahir
b. Potensial terjadi laserasi jalan lahi
Dasar : Terdapat ruptur perineum derajat 2

3. Kebutuhan
a. Manajemen aktif kala III
b. Heating perineum

P : 1. Lakukan pengawasan kala III


2. Memeriksa fundus uteri untuk memastikan kehamilan tunggal
3. Memberitahu ibu akan disuntik
4. Menyuntikkan oksitosin 10 unit secara intramuskuler pada bagian luar paha kanan 1/3 atas setelah
melakukan aspirasi terlebih dahulu untuk memastikan bahwa yang jarum tidak mengenai pembuluh
darah
5. Memindahkan klem pada tali pusat hingga berjarak 5-10 cm dari vulva
6. Meletakkan tangan kiri di atas simpisis menahan bagian bawah uterus, sementara tangan kanan
memegang tali pusat menggunakan klem atau kain kasa dengan jarak antara 5-10 cm dari vulva
7. Saat kontraksi, menegangkan tali pusat dengan tangan kanan sementara tangan kiri menekan
uterus dengan hati-hati kearah dorso-kranial
8. Jika dengan penegangan tali pusat terkendali tali pusat terlihat bertambah panjang dan terasa
adanya pelepasan plasenta, minta ibu untuk meneran sedikit sementara tangan kanan menarik tali
pusat ke arah bawah kemudian ke atas sesuai dengan kurva jalan lahir hingga plasenta tampak pada
vulva
9. Setelah plasenta tampak di vulva, teruskan melahirkan plasenta dengan hati-hati bila perlu pegang
plasenta dengan kedua tangan dan lakukan putaran searah untuk membantu pengeluaran plasenta
dan mencegah robeknya selaput ketuban

10. Plasenta lahir pukul 12.25 WIB, kotiledon lengkap, selaput ketuban utuh
a. Panjang tali pusat : 17 cm
b. Lebar plasenta : 15 cm
c. Berat plasenta : 500 gr
d. Tebal plasenta : 2 cm
11. Ajarkan ibu untuk massase perutnya selama 15 detik untuk merangsang kontraksi uterus agar
tidak terjadi perdarahan
12. Anjurkan ibu untuk menyusui bayinya untuk merangsang kontraksi
13. Tidak ada robekan jalan lahir

KALA IV
S : 1. Ibu mengatakan badannya letih dan perutnya mulas saat menyusui bayinya
2. Ibu mengatakan senang dengan kelahiran bayinya
O : 1. Keadaan umum : baik, Kesadaran : composmentis
2. Tanda-tanda vital :
a. TD : 110/70 mmHg
b. Pols : 83 x/menit
c. RR : 24 x/menit
d. Temp : 36,7oC
3. Kandung kemih : kosong
4. TFU berada 2 jari di bawah pusat
5. Kontraksi uterus : baik
6. Perdarahan pervaginam : 200 cc
A : 1. Diagnosa : Ibu P1A0, partus spontan pervaginam pukul 1210 WIB
Dasar : a. Ibu partus spontan pervaginam pukul 12.10 WIB
b. Plasenta lahir lengkap pukul 12.25 WIB
c. TFU 2 jari di bawah pusat
d. Perdarahan pervaginam 200 cc
2. Masalah
Potensial terjadi perdarahan
Dasar : Ibu mengalami partus lama

3. Kebutuhan :
a. Personal hygiene
b. Mobilisasi dini
c. Perawatan heating perineum
d. Observasi keadaan ibu : keadaan umum, perdarahan yang keluar, dan involusi uterus.

P : 1. Jelaskan kondisi ibu saat ini


2. Periksa tanda-tanda vital ibu, TFU, kandung kemih, perdarahan setiap 15 menit dalam satu jam
pertama dan setiap 30 menit dalam satu jam kedua
3. Pantau kontraksi uterus
4. Penyuluhan personal hygiene ibu
a. Mandi : Jika ibu belum bisa mandi sendiri keluarga atau bidan dapat membantu memandikan.
b. Vulva hygiene : pada saat ibu mandi ibu dapat membersihkan vulvanya atau petugas kesehatan
yang membersihkan
5. Pemenuhan mobilisasi ibu
a. Miring kiri/miring kanan
b. Ibu boleh berjalan setelah 6 jam post partum
6. Pemenuhan nutrisi ibu yaitu makan dan minum
7. Pemenuhan istirahat: ibu post partum pertama sebaiknya istirahat selama 12 jam tapi bila ibu bisa
beraktivitas dengan cepat tidak apa-apa

8. Lakukan perawatan bayi


a. Bersihkan jalan nafas
b. Hangatkan bayi dengan kain yang bersih
c. Perawatan tali pusat
d. Beri ASI pada 30 menit pertama
e. Ukur berat badan dan tinggi badan bayi
9. Perawatan heating perineum
a. Jelaskan pentingnya menjaga heating perineum setelah melahirkan
b. Anjurkan ibu selalu menjaga perineum dan anjurkan ibu untuk mencuci perineum dengan sabun
kemudian bilas sampai bersih
DAFTAR PUSTAKA

Prof. dr. Abdul Bari Saifuddin, SPOG, MPH. 2002. Buku Acuan Nasional Pelayanan Kesehatan
Maternal dan Neontal, Jakarta : JNPKKR-POGI

Prof. Dr. dr. Gulardi Hanifa Winknjosastro, SPOG, 2002. Buku Panduan Praktis Pelayanan
Kesehatan Maternal dan Neontal, Jakarta : Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirohadjo

Mansjoer Arif, dkk, 2001. Kapita Selekt

ASUHAN KEBIDANAN PATOLOGIS PADA IBU BERSALIN DENGAN PARTUS LAMA TERHADAP Ny. S DI
BPS HALIDA HANIM ANWAR SUKADANA LAMPUNG TIMUR TAHUN 2007 I. PENGUMPULAN
DATA DASAR A. IDENTITAS Nama : Ny. Safira Nama suami : Tn. Rizal
Umur : 25 tahun umur : 30 tahun Agama :
Islam Agama : Islam Pendidikan :
SMA Pendidikan : SMA Suku :
Jawa Suku : Lampung Pekerjaan :
IRT Pekerjaan : Wiraswasta Alamat : Jln. Jend.
Sudirman Alamat : Jln. Jend. Sudirman No. 210 Sukadana No. 210
Sukadana Lampung Timur Lampung Timur B. ANAMNESA Tanggal 11
November 2007 pukul 14.00 WIB oleh Bidan Halida 1. Keluhan utama Ibu mengatakan hamil anak
pertama usia kehamilan 9 bulan mengeluh perutnya mulas bagian bawah dan menjalar sampai ke
pinggang sejak pukul 10.00 WIB, terdapat pengeluaran pervaginam lendir bercampur darah.
2. Tanda-tanda persalinan His : ada, sejak tanggal 11 November 2007, pukul 10.00 WIB dengan
frekuensi 3 x setiap 10 menit, lamanya 40 detik. Ibu merasa sakit pada perut bagian bawah menjalar
sampai ke pinggang 3. Pengeluaran pervaginam Ibu mengatakan sudah mengeluarkan darah
bercampur lendir 4. Masalah-masalah khusus Tidak ada masalah-masalah khusus yang dapat
mempengaruhi persalinan. 5. Riwayat kehamilan sekarang HPHT : 5 Februari 2007 TP : 12
November 2007 Haid bulan sebelumnya : teratur, lamanya 7-8 hari, siklus : 28 hari ANC : teratur,
frekuensi 5 x di BPS Halida Hanim Umar 6. Riwayat imunisasi Ibu mengatakan sudah mendapat
imunisasi TT1 dan TT2 lengkap pada usia kehamilan 4 bulan dan 6 bulan oleh bidan. 7. Pergerakan
janin dalam 24 jam terakhir Ibu mengatakan gerakan janin yang dirasakan 10 x dalam 24 jam
8. Makan dan minum terakhir Ibu mengatakan makan terakhir pada pukul 11.00 WIB dan minum
terakhir pada pukul 13.00 WIB 9. Pola eliminasi Ibu BAB terakhir pada pukul 07.00 WIB dan BAK
terakhir pada pukul 12.15 WIB 10. Pola istirahat Ibu mengatakan tidur siang 1-2 jam dan tidur malam
8 jam 11. Psikologi Ibu mengatakan cemas menanti kelahiran anak pertamanya C. Pemeriksaan fisik
1. Keadaan umum : baik Kesadaran : composmentis 2. Status
emosional : cemas menghadapi persalinan 3. Tanda-tanda vital : TD :
110/80 mmHg Nadi : 80 x/menit Suhu : 37oC
RR : 20 x/menit 4. Pemeriksaan fisik a. Rambut : bersih, tidak
ada ketombe, tidak mudah rontok b. Wajah : simetris, tidak ada oedema
c. Mata : bentuk simetris, konjungtiva pucat, merah muda, sklera tidak ikterik,
kelopak mata normal. d. Hidung : bentuk simetris, keadaan bersih, tidak ada polip,
penciuman ibu baik e. Mulut dan gigi : lidah dan geraham bersih, gigi tidak ada lubang dan tidak
ada caries f. Telinga : bentuk simetris, bersih, fungsi pendengaran baik
g. Leher : tidak ada pembesaran kelenjar thyroid dan vena jugularis h. Kelenjar
getah bening : tidak ada pembesaran i. Dada: 1) Jantung : tidak ada mur-
mur 2) Paru : tidak ada wheezing dan ronchi. 3) Payudara
: Pembesaran : ada pembesaran Simetris : kanan dan kiri
Pengeluaran : kolostrum ada Puting susu : menonjol Benjolan/tumor : tidak ada Rasa
nyeri : tidak ada Lain-lain : tidak ada j. Punggung dan pinggang 1) Posisi tulang
belakang : lordosis 2) Pinggang (nyeri ketuk) : tidak ada k. Ekstremitas atas dan
bawah : 1) Oedema : tidak ada 2) Kemerahan : tidak
ada 3) Kekakuan sendi dan otot : tidak ada 4) Varices : tidak ada
5) Refleks patella : ada (+) l. Abdomen : Luka bekas
operasi : tidak ada, pembesaran perut sesuai usia kehamilan Konsistensi : lunak,
benjolan : tidak ada Pembesaran liver : tidak ada, kandung kemih : kosong m. Pemeriksaan
kebidanan : a. Palpasi uterus 1) TFU : Px-pusat (34 cm) 2) Kontraksi : ada
3) Fetus : Letak : memanjang Posisi : puka Pergerakan : aktif 4) Presentasi :
bokong 5) Frekuensi : 3x dalam 10 menit, intensitas 20-40 x/menit 6) Presentasi : kepala
7) Leopold : Leopold I : bagian fundus teraba bulat, lunak, tidak melenting Usia kehamilan
menurut Mc. Donald: TFU (cm) = 34
cm 3,5 3,5 = 9,7 = 9 bulan 7 hari Taksiran Berat
Janin (TBJ) = TFU (cm) 11 x 155 = (34 11) x
155 = 3565 gr = 3,6 Kg Leopold II :
bagian kanan ibu terasa datar, lebar, bagian kiri teraba ekstremitas Leopold III : teraba bulat, keras
dan melenting Leopold IV : bagian terendah janin sudah masuk PAP HII Kandung kemih : kosong
b. Auskultasi Denyut jantung janin 120x/menit dan teratur Punctum maximum : bawah pusat
sebelah kanan c. Genetalia : Inspeksi : vulva dan vagina tidak ada varises, tidak ada luka,
tidak ada kemerahan, terdapat pengeluaran berupa lendir bercampur darah, ketuban utuh, pada
perineum tidak ada bekas luka Rectum : ibu mengatakan hari ini sudah BAB, keadaan rectum
kosong, perineum kaku d. Pemeriksaan dalam pada pukul 15.00 WIB Vulva atau perineum tidak ada
varises, bisul ataupun oedema, serviks mendatar dan tipis, pembukaan 2 cm, selaput ketuban (+),
bagian terendah: presentasi kepala UUK kiri depan. Tali pusat tidak teraba. Tabel pengawasan kala
I Tgl Waktu Pemb. Servik Kondisi Ibu Kondisi Janan TD (mmHg) Pols (x/m) RR (x/m) Temp (0 C)
Obat cairan yg diberikan Kontraksi uterus/His DJJ Penurunan Kepala Ketuban / Penyusupan 11-11-07
15.00 2 cm 120/70 80 24 36,5 - Kekuatan sedang, his 3x dalam 10 menit lama < 20 detik 124 x/mnt
(+) 4/5 +/O 11-11-07 15.30 84 22 - Kekuatan sedang, his 3x dalam 10 menit lama < 20 detik 128
x/mnt (+) - 11-11-07 16.00 82 22 - Kekuatan sedang, his 3x dalam 10 menit lama < 20 detik 130
x/mnt (+) - 11-11-07 16.30 86 20 - Kekuatan sedang, his 3x dalam 10 menit lama < 20 detik 132
x/mnt (+) - 11-11-07 17.00 90 24 - Kekuatan sedang, his 3x dalam 10 menit lama < 20 detik 128
x/mnt (+) - 11-11-07 17.30 88 24 - Kekuatan sedang, his 3x dalam 10 menit lama < 20 detik 130
x/mnt (+) - 11-11-07 18.00 85 22 - Kekuatan sedang, his 3x dalam 10 menit lama < 20 detik 130
x/mnt (+) - 11-11-07 18.30 83 20 - Kekuatan sedang, his 3x dalam 10 menit lama < 20 detik 134
x/mnt (+) - 11-11-07 19.00 3 cm 120/70 82 22 37 - Kekuatan sedang, his 3x dalam 10 menit lama <
20 detik 130 x/mnt (+) 3/5 +/0 11-11-07 19.30 84 26 Kekuatan sedang, his 3x dalam 10 menit lama <
20 detik 132 x/mnt (+) 11-11-07 20.00 86 24 Kekuatan sedang, his 3x dalam 10 menit lama < 20 detik
130 x/mnt (+) 11-11-07 20.30 84 24 Kekuatan sedang, his 3x dalam 10 menit lama < 20 detik 134
x/mnt (+) 11-11-07 21.00 82 26 Kekuatan sedang, his 3x dalam 10 menit lama < 20 detik 137 x/mnt
(+) 11-11-07 21.30 80 22 Kekuatan sedang, his 3x dalam 10 menit lama < 20 detik 140 x/mnt (+) 11-
11-07 22.00 84 24 Kekuatan sedang, his 3x dalam 10 menit lama < 20 detik 138 x/mnt (+) 11-11-07
22.30 84 22 Kekuatan sedang, his 3x dalam 10 menit lama < 20 detik 132 x/mnt (+) 11-11-07 23.00 5
cm 120/70 82 20 37 Kekuatan;ebih kuat dan nyeri, his 3x dalam 10 menit lama < 20 detik 128 x/mnt
(+) 3/5 +/0 n. Pemeriksaan laboratorium Darah : Hb : 11 gr% Urine Protein : (-
) Glukosa: (-) II. IDENTIFIKASI MASALAH, DIAGNOSA DAN
KEBUTUHAN 1. Diagnosa Ibu G1P0A0 hamil 38 minggu, janin tunggal, hidup, intra uterin, presentasi
kepala. Ibu inpartu kala I fase laten Dasar : ibu mengatakan hamil anak pertama, HPHT 5 Februari
2007, DJJ 126 x/menit, pada pemeriksaan dalam pembukaan 2 cm, ketuban (+), presentasi kepala
2. Masalah : Nyeri adanya his Dasar : ibu mengatakan nyeri dan sakit pada saat his datang
3. Kebutuhan Penyuluhan tentang pemenuhan cairan dan nutrisi bagi ibu Dasar : untuk memenuhi
kebutuhan energi bagi ibu dan mencegah dehidrasi Persiapan fisik dan mental ibu serta penyuluhan cara
mengurangi rasa nyeri Dasar : agar ibu tenang dan tidak merasa takut dalam menghadapi persalinan
III. IDENTIFIKASI DIAGNOSA DAN MASALAH POTENSIAL Potensial terjadi partus lama Dasar
: Inpartu kala I Ibu hamil anak pertama IV. IDENTIFIKASI KEBUTUHAN TINDAKAN SEGERA
DAN KOLABORASI Kolaborasi dengan dokter spesialis kandungan bila ada komplikasi pada kala I dan
proses persalinan V. RENCANA TINDAKAN 1. a. Jelaskan pada ibu tentang kondisinya
saat ini b. Libatkan keluarga dalam memberikan dukungan psikologis c. Observasi kala I
menggunakan partograf dan kolaborasi bila ada keluhan d. Siapkan ruang bersalin, alat, kebutuhan
fisik dan psikologis ibu serta persiapan bidan 2. Penyuluhan cara mengedan yang efektif
a. Jelaskan manfaat mengejan efektif b. Ajarkan ibu cara mengejan efektif c. Observasi cara
mengejan efektif 3. Penyuluhan mengatasi rasa nyeri a. Jelaskan penyebab nyeri b. Ajarkan
cara mengatasi nyeri 4. Pemenuhan nutrisi Beri ibu makan jika lapar Beri ibu minuman manis
sebagai penambah tenaga VI. PELAKSANAAN 1. a. Menjelaskan pada ibu tentang
kondisinya saat ini, bahwa ibu telah memasuki kala I persalinan b. Melibatkan keluarga dalam
memberikan dukungan psikologis c. Melakukan observasi kala I menggunakan partograf, mengenai
DJJ, penurunan kepala, pembukaan serviks, frekuensi his dan tanda vital d. Persiapan persalinan:
1) Ruangan bersalin 2) Menyiapkan alat persalinan Partus set Heating set Radian warmer
3) Menyiapkan alat resusitasi Slym zuinger 4) Menyiapkan pakaian bayi Memantau kemajuan
persalinan Partograf PD setiap 4 jam atau indikasi inpartu 5) Menyiapkan alat penanganan syok dan
perdarahan 6) Memenuhi kebutuhan fisik ibu Makan dan minum BAB dan BAK 7) Memenuhi
kebutuhan psikologi ibu Memberikan dukungan persalinan 8) Menyiapkan alat-alat untuk bidan
Mitela Skort Kacamata Masker Handscone Sepatu
boot 9) Melakukan penyuluhan cara mengejan efektif Menjelaskan manfaat mengejan efektif pada
ibu, apabila ibu mengejan dengan baik dapat membantu mempercepat penurunan kepala dan
pengeluaran bayi. Mengajarkan ibu cara mengejan efektif, mengejan dilakukan pada saat his dan telah
memasuki kala II persalinan, sehingga diafragma berfungsi lebih baik. Badan ibu dilengkungkan dengan
dagu ibu di dada, kaki ditarik kearah badan sehingga lingkungan badan dapat membantu mendorong
janin Mengobservasi cara mengejan ibu 2. Melakukan penyuluhan cara mengatasi rasa nyeri
a. Menjelaskan pada ibu penyebab nyeri. Nyeri disebabkan karena adanya kontraksi pada dinding
rahim yang akan membantu mendorong janin untuk turun b. Mengajarkan cara mengatasi nyeri. Ibu
disuruh untuk berjalan-jalan bisa masih bisa, kemudian menganjurkan ibu untuk tidur dengan posisi
miring kiri, agar pembukaan serviks lebih cepat VII. EVALUASI 1. Ibu mengerti dengan
kondisinya saat ini 2. Hasil pengawasan kala I dengan partograf DJJ : 128 x/menit
Penurunan kepala : Hodge II Tanda-tanda vital : TD : 120/70 mmHg Pols : 82 x/menit
RR : 20 x/menit Temp : 37,50C Frekuensi his : 3 x dalam 10 menit, teratur, lebih kuat
dan nyeri, lamanya kurang dari 20 detik Pembukaan serviks 5 cm Ibu berkemih sebanyak 200 ml Kala II
pukul 05.00 WIB S : Ibu mengatakan perutnya mulas-mulas seperti ingin BAB dan keluar air dari
kemaluannya O : 1. Dilakukan PD pada pukul 05.00 dengan hasil a. Dinding vagina tidak
terdapat kelainan b. Perineum kaku, konsistensi portio lunak, tipis, effacement 90%
c. Pembukaan serviks 10 cm d. Presentasi kepala, penurunan bagian terendah di Hodge IV
kanan depan e. DJJ : 134 x/menit, teratur f. Keadaan umum : baik Kesadaran :
composmentis TD : 120/70 mmHg RR : 22 x/menit Pols : 80
x/menit Temp : 370C g. Perineum menonjol, vulva membuka, ada
tekanan dari anus A : 1. Diagnosa a. Ibu G1P0A0 inpartu kala II dengan partus lama Dasar :
1) Kontraksi uterus 4x dalam 10 menit, lama 45 detik 2) Pembukaan lengkap 3) Portio tidak
teraba, ketuban (-), perineum menonjol, anus dan vulva membuka. 4) DJJ 134 x/menit
b. Potensial terjadi pemanjangan kala I fase aktif Dasar : Ibu hamil anak pertama Pembukaan 10
cm, perineum kaku, ketuban (-) Kala II berlangsung selama 8 jam 2. Masalah Ibu cemas
menghadapi persalinan Dasar : 1) Ibu memasuki kala II persalinan 2) Ibu hamil anak pertama
3. Kebutuhan 1) Pemenuhan cairan dan nutrisi bagi ibu 2) Penyuluhan cara relaksasi
3) Pertolongan persalinan P : 1. Jelaskan kondisi ibu saat ini sudah memasuki fase persalinan
2. Lakukan pengawasan kala II menggunakan partograf, pantau tenaga ibu, kontraksi uterus, pantau
penurunan, presentasi kepala janin dan DJJ setelah kontraksi dan vital sign 3. Anjurkan ibu mengejan
jika ada his 4. lakukan episiotomi pada puncak his karena perineum kaku dan agar tidak terjadi
robekan yang lebih lebar dan teratur 5. Lakukan pertolongan persalinan, lahirkan kepala, bahu dan
tubuh bayi kemudian lakukan resusitasi 6. Periksa janin tunggal atau kembar 7. Observasi
perdarahan pervaginam 8. Libatkan keluarga dalam memberikan motivasi dan dukungan pada ibu
9. Bayi lahir pukul 05.30 WIB BB : 3500 gr Jenis kelamin : laki-laki
Apgar score : 8/9 PB : 50 cm Anus : (+) Kala III pukul
05.45 WIB S : Ibu mengatakan perutnya terasa mulas O : 1. Keadaan
umum : baik Kesadaran : composmentis 2. Tanda-tanda vital :
TD : 110/70 mmHg RR : 25 x/menit Pols : 84
x/menit Temp : 36,50C 3. TFU 2 jari di bawah pusat 4. Abdomen :
kontraksi uterus baik, uterus teraba bulat dan keras 5. Semburan darah, tali pusat memanjang A :
1. Diagnosa a. Ibu G1P0A0 inpartu kala III Dasar : 1) Uterus teraba bulat dan keras, TFU 2 jari
di bawah pusat 2) Plasenta belum lahir b. Potensial terjadi retensio plasenta Dasar : plasenta
belum lahir 2. Masalah Nyeri pada perut bagian bawah Dasar : a. Ibu mengatakan nyeri
pada perut bagian bawah b. Plasenta belum lahir c. Kontraksi uterus baik d. TFU 2 jari di
bawah pusat 3. Kebutuhan Pemenuhan nutrisi dan cairan Dasar : ibu tampak lemah P :
1. Jelaskan kondisi ibu saat ini 2. Lakukan pemeriksaan tanda-tanda vital 3. Lakukan manajemen
aktif kala III a. Pemberian oksitosin 10 IU secara IM pada 1/3 bawah paha kanan sebelah luar,
selambat-lambatnya 2 menit setelah bayi lahir. b. Lakukan peregangan tali pusat terkendali dengan
dorso kranial c. Massase fundus uteri selama 15 detik secara sirkuler 4. Lahirkan plasenta dengan
hati-hati Plasenta lahir lengkap pukul 05.45 WIB a. Kotiledon dan selaput utuh b. Panjang
plasenta : 20 cm c. Lebar plasenta : 15 cm d. Berat plasenta : 500
gram e. Tebal plasenta : 2 cm f. Inserse : marginal 5. Setelah 15
detik lakukan masase fundus secara sirkular 6. Lakukan vulva hygiene pada ibu 7. Observasi adanya
laserasi luka episiotomi 8. Siapkan heating set dan lakukan penjahitan luka perineum Derajat II
dengan cara jelujur dan subkutikular Kala IV pukul 06.00 WIB S : Ibu mengatakan perutnya masih
terasa mulas O : 1. Keadaan umum : baik Kesadaran :
composmentis 2. Tanda-tanda vital : TD : 110/70 mmHg RR :
20 x/menit Pols : 80 x/menit Temp : 37 0C 3. Keadaan
kandung kemih : kosong 4. TFU 2 jari di bawah pusat 5. Kontraksi uterus baik 6. Perdaharan
pervaginam : 150 cc 7. Keadaan jahitan laserasi derajat II baik A : 1. Diagnosa a. Ibu P1A0
partus spontan pervaginam partus kala IV Dasar : 1) Ibu partus spontan pervaginam pukul 05.30
WIB 2) Robekan perineum derajat II 3) Pengeluaran lochea rubra 4) TFU 2 jari bawah pusat
b. Potensial terjadi perdarahan pervaginam Dasar : 1) Plasenta lahir pukul 05.45 WIB
2) Perdarahan pervaginam berupa lochea rubra 3) Terdapat robekan perineum derajat
II 2. Masalah Gangguan rasa nyaman 3. Kebutuhan Personal Hygiene Pemenuhan cairan dan
nutrisi P : 1. Jelaskan kondisi ibu saat ini 2. Periksa tanda vital ibu, TFU, kandung kemih, dan
perdarahan setiap 15 menit dalam satu jam pertama dan 30 menit dalam satu jam kedua
3. Penyuluhan personal hygiene Mandi Vulva hygiene 4. Pemenuhan mobilisasi ibu Miring kanan atau
miring kiri Ibu boleh berjalan setelah 6 jam 5. Pemenuhan nutrisi ibu Makanan dan minuman
6. Pemenuhan istirahat Tidur 7. Lakukan perawatan luka perineum Perawatan luka dengan
menggunakan kasa steril

Cheap Offers: http://bit.ly/gadgets_cheap