Anda di halaman 1dari 16

Nama : Risky Andi

NIM : 13521119
Kelas : D

TUGAS PPK 1
1. Jenis-jenis reaktor
a. Reaktor Batch
Reaktor Batch merupakan reaktor dimana saat terjadinya reaksi tidak ada
reaktan yang masuk dan produk yang keluar. Dalam reaktor batch reaksinya
terjadi dalam sekali proses.

Mekanisme kerja reator batch


Reaktan dimasukkan kedalam reaktor, terjadi reaksi dalam waktu
tertentu, setelah itu produk hasil akan dikeluarkan dari reaktor.pada saat reaksi
berlangsung tidak ada reaktan yang masuk dan produk yang keluar. Didalam
reaktor terjadi pengadukan yang sempurna, sehingga konsentrasi disetiap titik
dalam reaktor sama pada waktu yang sama.
b. Reaktor RATB (Reaktor Alir Tangki Berpengaduk)
Reaktor Alir Tangki Berpengaduk (RATB) sering juga disebut dengan
Continous Stirred Tank Reactor (CSTR) atau Mixed Flow Reactor. RATB adalah
salah satu reaktor ideal yang berbentuk tangki alir berpengaduk yang biasa
digunakan untuk reaksi homogen atau reaksi yang terjadi dalam satu fase saja.
Contohnya cair-cair dan gas-gas. Sehingga untuk reaksi fase gas (non katalitik)
reaksinya berlangsung cepat.
Mekanisme kerja Reaktor Alir Tangki Berpengaduk
Pada RATB proses berlangsung secara kontinue. Terjadinya pengadukan
merupakan hal yang paling penting dalam reaktor ini, karena dengan pengadukan
menyebabkan reaksi menjadi homogen sehingga terdapat umpan masuk dan
terbentuk produk yang keluar selama proses berlangsung.
c. Reactor Alir Pipa (RAP)
Umpan dalam reaktor alir pipa biasanya umpan dalam skala besar oleh
karena itu reaktor ini banyak di gunakan dalam industri industri besar seperti
petrokimia gresik, pertamina dll. Reaktor ini biasanya di gunakan dalam fase gas
pada tekanan tinggi dan dalam suhu tinggi.

Mekanisme kerja reactor RAP


Sesuai dengan namanya Reaktor alir pipa (RAP) berbentuk pipa (silinder
dengan L/D yang besar), dengan tipe aliran sumbat (plug), dan alirannya
kontinyu, sehingga tak ada akumulasi massa (steady state). Komposisi reaktan dan
produk akan berubah sedikit demi sedikit (secara diferensial) sesuai dengan
jaraknya. Pada titik masuk (z=0), konsentrasi reaktan sama dengan konsentrasi
awal reaktan , dan konversi reaksi =0. Dalam RAP, satu atau lebih reaktan
dipompa ke dalam suatu pipa. Biasanya reaksi yang menggunakan RAP adalah
reaksi fase gas. Reaksi kimia berlangsung sepanjang pipa sehingga semakin
panjang pipa konversi akan semakin tinggi.
d. Reaktor semi batch
Reaktor jenis berlangsung secara batch dan kontinyu secara bersamaan.
Contoh paling sederhana misalnya tangki fermentor, ragi dimasukkan sekali ke
dalam tangki (secara batch) namun CO2 yang dihasilkannya dikeluarkan secara
kontinyu.
Mekanisme Kerja Reaktor Semi Batch
Reactor semibatch atau semi alir biasanya berbentuk tangki yang
berpengaduk. Cara operasinya dengan jalan memasukan sebagian zat pereaksi
atau salah satu zat pereaksi kedalam reaktor sedangkan zat pereaksi yang lain atau
sisanya dimasukan secara kontinyu kedalam reactor

2. Alat-Alat Campuran Homogen


a. Absorpsi
Absorpsi atau penyerapan, dalam kimia, adalah suatu fenomena fisik atau
kimiawi atau suatu proses sewaktu atom, molekul, atau ion memasuki suatu fase
limbak (bulk) lain yang bisa berupa gas, cairan, ataupun padatan. Proses ini
berbeda dengan adsorpsi karena pengikatan molekul dilakukan melalui volume
dan bukan permukaan.

b. Adsorpsi
Adsorpsi atau penjerapan adalah suatu proses yang terjadi ketika
suatu fluida, cairan maupun gas, terikat kepada suatu padatan atau cairan (zat
penjerap, adsorben) dan akhirnya membentuk suatu lapisan tipis atau film (zat
terjerap, adsorbat) pada permukaannya. Berbeda dengan absorpsi yang merupakan
penyerapan fluida oleh fluida lainnya dengan membentuk suatu larutan.

c. Destilasi
Destilasi merupakan pemisahan cairan dari suatu larutan dengan cara
penguapan dan diikuti dengan proses kondensasi (pengembunan). Pemisahan ini
berdasarkan perbedaan titik didih komponen zat cair dalam larutan. Contoh
penyulingan minyak bumi.
Apakah kamu dapat memisahkan spiritus yang bercampur air? Pemisahan
spiritus yang bercampur dengan air dapat dilakukan dengan cara destilasi.
Campuran spiritus dengan air kita masukkan dalam labu destilasi, kemudian
dipanaskan. Proses yang terjadi adalah campuran air dan spiritus dipanaskan
hingga suhu 80oC sehingga spiritus menguap sedang air belum menguap. Uap
spiritus didinginkan dalam pendingin Liebieg, sehingga mengembun dan menetes
di tabung erlenmeyer. Zat yang dihasilkan dari destilasi yang disebut destilat.
Salah satu contoh destilasi terbesar saat ini adalah proses pengolahan minyak
bumi menjadi fraksi-fraksi minyak bumi, seperti LPG, bensin, minyak tanah,
solar, pelumas, dan aspal.
d. Kromatografi
Kromatografi merupakan suatu cara pemisahan, dimana komponen-
komponen yang akan dipisahkan terdistribusi ke dalam dua fase yaitu fase
stationer (tetap) dan fase mobil (bergerak). Kromatografi terbagi atas 4 jenis yaitu
1) Kromatografi cair padat : fase stasionernya padat dan fase mobilnya cair
2) Kromatografi gas padat : fase stasionernya padat dan fase mobilnya gas
3) Kromatografi cair cair : fase stasioner dan fase mobilnya sama-sama cair
4) Kromatografi gas cair : fase stasionernya cair dan fase mobilnya gas
Contoh proses kromatografi adalah kromatografi kertas pada pemisahan zat
warna dalam tinta
e. Evaporasi
Evaporasi (penguapan) merupakan pemisahan padatan dari suatu larutan
dengan cara menguapkan pelarutnya. Pemisahan ini didasarkan pada keadaan
bahwa titik didih pelarut lebih rendah dari titik didih zat padat terlarutnya. Contoh
proses penguapan air laut dalam pembuatan garam dapur.

f. Kristalisasi
Kristalisasi merupakan kelanjutan dari proses evaporasi. Larutan pekat dari
hasil evaporasi secara perlahan-lahan didinginkan, sehingga padatan memisah dari
larutan pekat membentuk kristal. Pemisahan ini didasarkan pada fakta bahwa jika
suhu diturunkan, kelarutan zat terlarut berkurang sehingga memisah membentuk
kristal. Contoh pembuatan kristal garam dapur.
g. Sublimasi
Sublimasi merupakan pemisahan padatan dari suatu campuran berbentuk
padatan dengan cara penguapan. Pemisahan ini didasarkan adanya partikel
padatan dari campuran tersebut yang dapat menyublim. Contoh penguapan kapur
barus (kamper), pemisahan iodin dari campurannya.

h. Ekstraksi
Ekstraksi merupakan pemisahan padatan dari suatu campuran berbentuk
padatan (pemisahan cairan dari suatu campuran berbentuk cairan), dengan cara
menambahkan pelarut tertentu. pemisahan ini didasarkan pada keadaan bahwa
salah satu komponen campuran tersebut dapat larut kedalam pelarut yang
ditambahkan tersebut. Selanjutnya proses ini diikuti dengan proses penyaringan
untuk menyaring zat yang tak larut ke dalam pelarut tersebut. Contoh proses
pemisahan campuran gula dengan garam menggunakan pelarut alkohol dimana
gula larut di dalam alkohol sedangkan garam tidak larut.
i. Pengeringan (Drying)
Pengeringan merupakan pemisahan cairan (biasanya air) dari suatu
campuran berbentuk padatan dengan cara melewatkan gas kering dan panas.
Contoh proses pengeringan ini adalah pengeringan dari hasil-hasil pertanian
seperti buah cabe, cengkeh, kopi dan vanila.
3. Alat-Alat Campuran Heterogen
a. Sedimentasi
Sedimentasi merupakan pemisahan padatan dari suatu suspensi dengan cara
mendiamkan. Pemisahan ini berdasarkan perbedaan berat partikel dalam suspensi.
Contoh pemisahan lumpur dari air sungai pada proses pengolahan air.

b. Sentrifugasi
Sentrifugasi merupakan pemisahan padatan dari suatu suspensi dalam
jumlah kecil dengan cara pemusingan yang sangat cepat. Pemisahan ini
didasarkan atas gaya sentrifugal yang terjadi dan gaya gravitasi.
c. Filtrasi (Penyaringan)
Filtrasi merupakan pemisahan padatan dari suatu suspensi dengan
menggunakan alat penyaring. Pemisahan ini berdasarkan pada perbedaan ukuran
partikel suspensi.
Apakah kamu suka minum es jeruk? Bagaimanakah cara membuatnya?
Sebelum disajikan sebagai minuman es jeruk, biasanya air perasan jeruk disaring
terlebih dahulu. Mengapa?
Pemisahan dengan cara filtrasi bertujuan untuk memisahkan zat padat dari
zat cair dalam suatu campuran berdasarkan perbandingan wujudnya. Alat yang
kita gunakan untuk menyaring disebut penyaring. Ukuran penyaring disesuaikan
dengan ukuran zat yang akan disaring. Sebagai contoh, pemisahan pasir dan
kerikil tentu membutuhkan saringan yang berbeda dengan saringan yang
digunakan untuk menyaring tepung.
Perhatikan gambar berikut ini!
Zat-zat yang mempunyai perbedaan kelarutan seperti garam kotor ternyata
dapat dipisahkan dengan cara penyaringan. Garam dapur yang bercampur dengan
kotoran kita larutkan dalam air, kemudian kita saring. Kotoran akan tertinggal
dalam kertas saring, sedangkan garam yang larut dalam air masuk menembus
kertas saring. Zat yang tertinggal dalam kertas saring disebut residu, sedangkan
cairan yang dapat menembus kertas saring disebut filtrat.

4. Alat-Alat Penukar Panas


a. Shell & Tube
Heat exchanger tipe shell & tube menjadi satu tipe yang paling mudah
dikenal. Tipe ini melibatkan tube sebagai komponen utamanya. Salah satu fluida
mengalir di dalam tube, sedangkan fluida lainnya mengalir di luar tube. Pipa-pipa
tube didesain berada di dalam sebuah ruang berbentuk silinder yang disebut
dengan shell, sedemikian rupa sehingga pipa-pipa tube tersebut berada sejajar
dengan sumbu shell.
Heat Exchanger Tipe Shell & Tube

Komponen-komponen utama dari heat exchanger tipe shell & tube adalah
sebagai berikut:
Tube. Pipa tube berpenampang lingkaran menjadi jenis yang paling banyak
digunakan pada heat exchanger tipe ini. Desain rangkaian pipa tube dapat
bermacam-macam sesuai dengan fluida kerja yang dihadapi.
Macam-macam Rangkaian Pipa Tube Pada Heat Exchanger Shell & Tube
Shell. Bagian ini menjadi tempat mengalirnya fluida kerja yang lain selain yang
mengalir di dalam tube. Umumnya shell didesain berbentuk silinder dengan
penampang melingkar. Material untuk membuat shell ini adalah pipa silindris jika
diameter desain dari shell tersebut kurang dari 0,6 meter. Sedangkan jika lebih
dari 0,6 meter, maka digunakan bahan plat metal yang dibentuk silindris dan
disambung dengan proses pengelasan.

b. Double-Pipe
Heat exchanger ini menggunakan dua pipa dengan diameter yang berbeda.
Pipa dengan diameter lebih kecil dipasang paralel di dalam pipa berdiameter lebih
besar. Perpindahan panas terjadi pada saat fluida kerja yang satu mengalir di
dalam pipa diameter kecil, dan fluida kerja lainnya mengalir di luar pipa tersebut.
Arah aliran fluida dapat didesain berlawanan arah untuk mendapatkan perubahan
temperatur yang tinggi, atau jika diinginkan temperatur yang merata pada semua
sisi dinding heat exchanger maka arah aliran fluida dapat didesain searah.
5. Transportasi Padatan
a. Screw Conveyor
Screw conveyer terdiri dari tiang baja yang berbentuk spiral (helix) dan
berputar dalam baknya tanpa terjadi sentuhan dengan dinding bak. Batang screw
digerakan oleh sebuah motor yang dilengkapi dengan roda gigi

b. Flight Conveyor
Flight conveyor terdiri dari satu atau dua buah endless chain. Rantai
tersebut dapat berputar dan melewati bagian yang melengkung (palung)
Rantai-rantai tersebut juga mempunyai piringan dari kayu atay baja yang disebut
Flight
c. Belt Conveyor
alat ini terdiri dari endless belt / sabuk yang membawa solid dari satu
tempat ketempat yang lain
Belt conveyor membutuhkan tenaga yang kecil dan dapat mengangkut material
yang cukup jauh

d. Bucket Conveyor
alat ini terdiri dari beberapa bucket / ember yang membawa solid dari satu
tempat ketempat yang lain
Bucket Conveyor digunakan untuk membawa material padat yang sangat panas
e. Pneumatic Conveyer
Pneumatic Action : Aksi pneumatic digunakan untuk membawa material
padat dalam bentuk butiran sangat halus (powder). Material dibawa sebagaimana
layaknya menghandle seperti liquid atau gas, yaitu dengan jalan mensuspensi
partikelpartikel padat dalam gas atau cairan