Anda di halaman 1dari 8

DINAS KESEHATAN KABUPATEN LOMBOK TIMUR

PUSKESMAS LENEK KECAMATAN AIKMEL


Jln. Raya Mataram - Lb. Lombok Km. 50 (0376) 631595

PEDOMAN
KEGIATAN PROMOSI KESEHATAN
DI PUSKESMAS LENEK

I. PENDAHULUAN
Puskesmas sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan masyarakat merupakan sarana
kesehatan yang sangat penting dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Untuk itu
peranan puskemas hendaknya tidak lagi menjadi sarana pelayanan pengobatan dan rehabiliatif saja
tetapi juga lebih ditingkatkan pada upaya promotif dan preventif. Oleh karena itu promosi kesehatan
(promkes) menjadi salah satu upaya wajib di puskesmas.
Promosi kesehatan di puskesmas merupakan upaya puskesmas dalam memberdayakan
pengunjung dan masyarakat baik didalam maupun di luar puskesmas agar berperilaku hidup bersih
dan sehat (PHBS) untuk mengenali masalah kesehatan, mencegah dan menanggulanginya. Dengan
promosi kesehatan juga menjadikan lingkungan puskesmas lebih aman, nyaman, bersih dan sehat
dalam mendukung perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS).
Promosi kesehatan dipuskesmas merupakan tanggung jawab bersama antara petugas,
pengunjung maupun masyarakat. Petugas puskesmas diharapkan menjadi teladan perilaku sehat
dimasyarakat dan melahirkan gerakan pemberdayaan masyarakat. Sedang para pengunjung
puskesmas yaitu para pasien dan keluarganya dapat menerapkan perilaku sehat juga aktif menjadi
penggerak atau kader kesehatan dimasyarakat. Upaya dimaksud juga menjadi tangung jawab
pemerintah kabupaten/kota beserta jajaran sektor terkait untuk memfasilitasi puskesmas agar dapat
melaksanakan promosi kesehatan di puskesmas.

II. STRATEGI PROMOSI KESEHATAN


Berdasarkan Surat Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor 1193/Menkes/SK/X/2004 tentang
Kebijakan Nasional Promosi Kesehatan dan Surat Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor
1114/Menkes/SK/II/2005 tentang Pedoman Promosi Kesehatan di Daerah, strategi dasar promosi
kesehatan adalah :
(1) Pemberdayaan
(2) Bina Suasana
(3) Advokasi serta dijiwai semangat
(4) Kemitraan.
Berdasarkan Surat Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor 585/Menkes/SK/V/2007 tentang
Pedoman Pelaksanaan Promosi Kesehatan di Puskesmas, strategi promosi kesehatan di
puskesmas juga mengacu pada strategi dasar tersebut dan dapat dikembangkan sesuai sasaran,
kondisi puskesmas dan tujuan dari promosi tersebut.
III. SUMBER DAYA PROMOSI KESEHATAN
Sumber daya utama yang diperlukan untuk penyelengaraan promosi kesehatan di puskesmas
adalah tanaga, sarana-prasarana dan dana atau anggaran. Standar tenaga khusus promosi
kesehatan di puskesmas menurut Surat Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor
1114/Menkes/SK/II/2005 tentang Pedoman Promosi Kesehatan di Daerah adalah sebagai berikut:
KWALIFIKASI JUMLAH KOPETENSI UMUM
SDM kesehatan minimal D3 kesehatan+minat & bakat dibidang promosi 1 orang
1. Membantu tenaga kesehatan lain merancang pemberdayaan kesehatan
2. Melakukan binasuasana & advokasi Standar sarana-prasarana promosi kesehatan puskesmas
minimal sebagai berikut:
NO JENIS SARANA-PRASARANA JUMLAH
1 Flipcharts & stand 1 set
2 LCD Projector 1 buah
3 Amplifier & wireless microphone 1 set
4 Kamera foto 1 buah
5 Megaphon/Public Address System 1 set
6 Portable Generator 1 buah
7 Tape/casset recorder/player 1 buah
8 Papan Informasi 1 buah
Pada unsur pendanaan promosi kesehatan puskesmas memang tidak ditentukan
standarnya, tetapi puskesmas/dinas kesehatan diharapkan menyediakan anggaran yang cukup
untuk melaksanakan kegiatan promosi kesehatan di puskesmas.

IV. KEGIATAN PROMOSI KESEHATAN DI DALAM GEDUNG PUSKESMAS


Promosi kesehatan di dalam gedung puskesmas adalah promosi kesehatan yang dilaksanakan
dilingkungan dan gedung puskesmas seperti di tempat pendaftaran, poliklinik, ruang perawatan,
laboratorium, kamar obat, tempat pembayaran dan halaman puskesmas, dengan perincian sebagai
berikut:
A. Di Tempat Pendaftaran Jenis informasi yang disediakan antara lain adalah:
1. Alur pelayanan puskesmas
2. Jenis pelayanan kesehatan
3. Denah poliklinik
4. Informasi masalah kesehatan yang menjadi issu pada saat itu
5.Peraturan kesehatan seperti; dilarang merokok, dilarang meludah sembarangan, membuang
sampah pada tempatnya dan lain-lain.
6. Petugas memberikan salam dan sambutan yang menyenangkan pada pengunjung puskesmas
dengan baik.
B. Di Poliklinik Jenis informasi yang disediakan antara lain adalah:
1. Petugas meluangkan waktu untuk menjawab pertanyaan2 pasien tentang penyakit &
obatnya.
2. Menyediakan berbagai media seperti lembar balik (flashcard), poster, gambar-gambar, model
anatomi dan brosur (leaflet).
3. Di ruang tunggu perlu dipasang media seperti poster, brosur, peutaran film, pemutaran radio,
tape recorder dan media lain yang berisi penyakit dan cara pencegahannya serta berbagai
jenis pelayanan yang bisa diperoleh dipuskesmas tersebut.
C. Di Ruang Pelayanan KB & KIA Jenis informasi yang disediakan antara lain adalah:
1. Petugas meluangkan waktu untuk menjawab pertanyaan2 pasien tentang penyakit & obatnya
serta pelayanan2 lain yang berhubungan dengan bayi, anak, ibu hamil, ibu menyusui
maupun alat kontra sepsi.
2. Menyediakan berbagai media seperti lembar balik (flashcard), poster, gambar-gambar, model
anatomi dan brosur (leaflet) khususnya masalah penyakit pada bayi, anak dan seputar
kehamilan, persalinan dan lain sebagainya termasuk informasi tentang Keluarga
Berencanan (KB).
3. Di ruang tunggu perlu dipasang media seperti poster, brosur, pemutaran film, pemutaran
radio dan media lain yang berisi penyakit dan cara pencegahannya serta berbagai jenis
pelayanan yang bisa diperoleh dipuskesmas tersebut terutama penyakit pada bayi dan
anak, pentingnya memeriksakan kehamilannya secara teratur, tablet Fe bagi ibu hamil,
imunisasi lengkap bagi bayi, tumbuh kembang balita, KB dan lain sebagainya.

D. Di Ruang Perawatan Inap Jenis informasi yang disediakan antara lain adalah:
1. Di tempat tidur Dilakukan oleh petugas di tempat tidur kepada pasien yang masih belum
dapat atau masih belum bisa meninggalkan tempat tidurnya, akan lebih efektif apabila
menggunakan lembar balik (flashcard) yang sedikit kalimatnya dan atau alat peraga
yang tepat lainnya.
2. Penggunaan bahan bacaan (biblioterapi) Dilakukan dengan peminjaman bahan2 bacaan
dan atau bedside health promotion dengan cara patugas membacakan bahan bacaan
sambil melakukan promosi kesehatan.
3. Penyuluhan berkelompok Dilakukan kepada pasien atau keluarga dikumpulkan pada
suatu tempat (misalnya aula) dengan maksud untuk meningkatkan pengetahuan serta
mengubah sikap dan perilaku sekaligus menjadi salah satu media sosialisasi antar
pasien. Kegiatan ini lebih bersifat menghibur, santai dan dapat diselingi rekreasi
(misalnya dihalaman puskesmas). Metode ini akan lebih efektif menggunakan alat
peraga atau media promosi yang bersifat menghibur seperti simulasi atau permainan.
Media yang bisa digunakan antara lain; flipchart, poster, standing banner,laptop, LCD
projector dan lain sebagainya.
4. Pemanfaatan ruang tunggu Ruang tunggu yang memadahi sangatlah cocok untuk
digunakan sebagai sarana untuk binasuasana bagi para pengunjung. Di dalam ruang
tunggu juga perlu disediakan berbagai media promosi seperti poster, brosur, pemutaran
film, pemutaran radio, TV dan media lain.
5. Pendekatan keagamaan Petugas kesehatan baik secara mandiri ataupun melalui bantuan
pemuka agama dapat mengajak pasien/keluarga untuk berdoa sesuai keyakinan
agamanya, menyediakan bahan bacaan keagamaan, kitab suci dan membimbing
membacanya atau membuat acara keagamaan yang dilakukan secara personal
maupun kelompok. Frekwensinya bisa bersifat harian, mimgguan atau bulanan secara
rutin.
E. Di Laboratorium Umumnya pengunjung diruang ini tidak terlalu lama menunggu, oleh kerena
itu jenis informasi yang disediakan harus bersifat swalayan (self service) seperti
poster/standing banner yang dapat di baca dan leaflet yang dapat diambil yang berisikan
informasi tentang pentingnya penegakaan diagnosis, manfaat screening kesehatan secara
berkala, jenis pelayanan maupun pola tarifnya dan lain sebagainya.
F. Di Kamar Obat Jenis informasi yang disediakan di ruang ini adalah poster/standing banner
yang dapat di baca, leaflet yang dapat diambil , pemutaran TV, tape recorder atau player
yang berisikan informasi tentang manfaat obat generik & keuntungan menggunakannya,
kesabaran & kedisiplinan menggunakan obat sesuai petunjuk dokter serta pentingnya
Taman Obat Keluarga (TOGA).
G. Di Tempat Pembayaran Sebelum pasien/keluarga pulang sebaiknya seluruh petugas
memberi pelayanan yang hangat sebagai salam perpisahan, ucapan terima kasih maupun
selamat jalan semoga bertambah sehat serta jangan lupa sampaikan kapanpun
membutuhkan pelayanan lagi jangan ragu-ragu untuk datang lagi di Puskesmas anda. Akan
lebih terkesan lebih baik apa bila fase terminasi ini dimanfaatkan untuk promosi pelayanan
dengan memberikan cindera mata sederhana seperti, leaflet, kalender, buku saku, CD dan
lain sebagainya yang bermanfaat bagi kesehatan.
H. Di Klinik Khusus Pada umumnya poliklinik khusus di puskesmas antara lain klinik gizi, klinik
sanitasi, klinik konsultasi remaja, klinik PHBS dan lain sebaginya. Oleh karena itu promosi
kesehatan yang paling efektif adalah berupa konseling dengan didukung oleh semua media
dan alat peraga diatas sesuai kebutuhan masing-masing pasien/klien seperti; lembar balik,
leaflet, poster, banner, buku saku, CD, pantoom, TV dan lain sebagainya.
I. Di Halaman Puskesmas Jenis informasi yang disediakan antara lain adalah:
1. Di tempat parkir Karena tempat ini biasanya berupa lapangan parkir, sebaiknya promosi
kesehatan bersifat umum seperti himbauan ber-PHBS, larangan merokok, larangan
menyalahgunakan Narkoba, bahaya napza dan lain sebagainya dengan menggunakan
media baliho/bilboard, spanduk dan media serupa lainya.
2. Di taman puskesmas Taman puskesmas disamping diperlukan sebagai media
memperindah halaman dapat dijadikan sebagai model promosi kesehatan dengan
memberikan contoh-contoh Tanaman Obat Keluarga (TOGA) dan contoh tanaman bergizi
seperti sayuran dan buah-buahan (warung hidup) sekaligus diberikan penjelasan
kandungan gizi maupun manfaatnya.
3. Di dinding puskesmas Dinding puskesmas dapat dimanfaatkan untuk promosi kesehatan
dengan menggunakan poster dan media serupa lainnya yang ditata seindah dan serapi
mungkin (jangan terlalu banyak) yang berisi pesan-pesan umum tentang kesehatan dan
PHBS.
4. Di pagar puskesmas Pada waktu-waktu tertentu, misalnya pada waktu peringatan Hari
Kesehatan Nasional (HKN), hari tembakau, hari gizi dan lain sebagainya, pagar dapat
dimanfaatkan sebagai media promosi melalui pemasangan spanduk, rontek, umbul-
umbul atau bahkan murral, semuanya harus dipertimbangkan agar tidak merusak
keindahan.
5. Di kantin/warung kawasan puskesmas Di tempat ini sebaiknya pesan yang disampaikan
berisikan tentang makanan sehat, pesan gizi seimbang, keluarga sadar gizi dan PHBS
dengan menggunakan poster, neon box, leaflet, selebaran dan lain sebagainya.
6. Di tempat ibadah Di tempat ibadah (seperti musholla) akan lebih tepat digunakan untuk
menyampaikan informasi seputar kesehatan rokhani (jiwa) dikaitkan dengan perintah-
perintah agama dengan menggunakan poster, neon box, leaflet, selebaran buku saku,
bahan bacaan dan lain sebagainya yang bersifat gratis.

V. KEGIATAN PROMOSI KESEHATAN DI LUAR GEDUNG PUSKESMAS


Kegiatan ini berupa promosi kesehatan yang dilakukan dengan sasaran masyarakat yang berada di
wilayah kerja puskesmas yang bersangkutan sebagai upaya untuk meningkatkan PHBS dengan
pengorganisaian masyarakat. Pelaksanaan promkes diluar gedung dilaksanakan puskesmas
bekerjasama dengan berbagai fihak potensial melalui metode advokasi, binasuasana, gerakan
pemberdayaan yang dijiwai semangat kemitraan dengan kegiatan sebagai berikut:
A. Promosi kesehatan melalui pendekatan individu
B. Promosi kesehatan melalui pendekatan kelompok (TP PKK, karang taruna, posyandu, SBH,
majlis taklim dan lain sebagainya)
C. Promosi kesehatan melalui pendekatan organisasi masyarakat (ormas) seperti kelompok
kesenian tradisional dan lain sebagainya
D. Penggerakan dan pengorganisaian masyarakat melalui:
1. Kunjungan rumah
2. Pemberdayaan berjenjang
3. Pengorganisasian masyarakat melalui Survei Mawas Diri (SMD) dan Musyawarah
Masyarakat Desa (MMD)

VI. PEMANTAUAN DAN EVALUASI


A. Pemantauan Kegiatan ini berfungsi untuk mengetahui sejauhmana pencapaian pelaksanaan
promkes dengan mekanisme; petugas membuat catatan secara berkala yang dilaporkan kepada
kepala puskesmas dan kunjungan lapangan dibebepa lokasi terpilih.
B. Evaluasi Evaluasi sebaiknya dilaksanakan pada setiap tahap menejerial mulai dari perencanaan,
pelaksanaan dan hasil sekurang-kurang pada tiap pertengahan tahun dan akhir tahun dengan
menggunakan indikator pada setiap tahapan.
C. Indikator Keberhasilan
a. Indikator masukan
1. Adanya komitmen Kepala Puskesmas yang mencerminkan dalam Rencana Umum
Pengembangan promkes Puskesmas.
2. Adanya komitmen seluruh jajaran yang tercermin dalam Rencana Operasional Promkes
Puskesmas
3. Adanya tenaga PKM sesuai dengan acuan dalam standar SDM promkes puskesmas
4. Adanya tenaga PKM dan tenaga kesehatan lain dipuskesmas yang sudah dilatih
5. Adanya sarana dan peralatan promkes puskesmas sesuai acuan dalam standar sarana
promkes puskesmas
6. Adanya dana di puskesmas yang mencukupi untuk penyelenggaraan promkes
puskesmas.
b. Indikator proses
1. Dilaksanakannya kegiatan promkes didalam gedung (setiap tenaga kesehatan melakukan
promosi atau diselenggarakan klinik khusus, pemasangan poster dan lain-lain) dan atau
frekuensinya
2. Kondisi media komunikasi yang digunakan (poster, leaflet, spanduk dan lain-lain) masih
bagus dan relevan
3. Dilaksanakannya kegiatan promkes di masyrakat (kunjungan rumah & pengorganisasian
masyarakat).
c. Indikator keluaran
1. Semua tenaga kesehatan puskesmas telah melaksanakan promkes
2. Berapa banyak pasien/klien yang sudah terlayani oleh berbagai kegiatan promkes dalam
gedung (konseling, bibliografi dan lain-lain)
3. Berapa banyak keluarga yang telah mendapat kunjungan rumah oleh puskesmas
4. Berapa banyak kelompok masyarakat yang sudah digarap puskesmas dengan
pengorganisasian masyarakat
5. Puskesmas sebagai model institusi kesehatan yang ber-PHBS, yaitu dengan puskesmas
bebas rokok, lingkungan bersih, bebas jentik dan jamban sehat
d. Indikator dampak Indikator ini mengacu pada tujuan dilaksanakannya promkes dipuskesmas
yaitu terciptanya PHBS di masyarakat untuk semua tatanan. Tatanan yang dianggap mewakili untuk
dievaluasi adalah tatanan rumah tangga (dalam Kebijakan Nasional Promkes tahun 2010).
Adapaun indikator PHBS untuk 5 tatanan adalah sebagai berikut:
1. Tatanan Rumah Tangga
1) Persalinan ditolong oleh tenaga kesehatan
2) Memberi bayi ASI ekslusif
3) Menimbang balita
4) Menggunakan air bersih
5) Mencuci tangan dengan air bersih dan memakai sabun
6) Menggunakan jamban sehat
7) Memberantas jentik
8) Makan sayur buah
9) Melakukan aktifitas fisik
10) Tidak merokok didalam rumah
2. Tatanan Institusi Kesehatan
1) Menggunakan air bersih
2) Menggunakan jamban
3) Membuang sampah pada tempatnya
4) Tidak merokok di Institusi Kesehatan
5) Tidak meludah sembarangan
6) Memberantas jentik nyamuk
7) Cuci tangan dengan air mengalir dan sabun
3. Tatanan Institusi Pendidikan
1) Mencuci tangan dengan air yang mengalir dan sabun
2) Mengkonsumsi jajanan sehat di kantin sekolah
3) Menggunakan jamban yang bersih dan sehat
4) Olahraga yang teratur dan terukur
5) Memberantas jentik nyamuk
6) Tidak merokok di sekolah
7) Menimbang berat badan dan mengukur tinggi badan setiap bulan
8) Membuang sampah pada tempatnya
4. Tatanan Institusi Tempat Kerja
1) Tidak merokok di tempat kerja
2) Membeli dan mengkonsumsi makanan dari tempat kerja
3) Melakukan olahraga secara teratur / aktivitas fisik
4) Mencuci tangan dengan air bersih dan sabun sebelum makan dan sesudah buang air besar
dan buang air kecil
5) Memberantas jentik nyamuk di tempat kerja
6) Menggunakan air bersih
7) Menggunakan jamban saat buang air kecil dan air besar
8) Membuang sampah pada tempatnya
9) Menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) sesuai jenis pekerjaan
5. Tatanan Institusi Pasar
1) Menggunakan air bersih
2) Menggunakan jamban
3) Membuang sampah pada tempatnya
4) Tidak merokok di pasar
5) Tidak meludah sembarangan
6) Memberantas jentik nyamuk
6. Tatanan Institusi Tempat Ibadah
1) Menggunakan air bersih
2) Menggunakan jamban
3) Membuang sampah pada tempatnya
4) Tidak merokok di tempat ibadah
5) Tidak meludah sembarangan
6) Memberantas jentik nyamuk
7. Tempat Makan (Rumah Makan)
1) Menggunakan air bersih
2) Menggunakan jamban
3) Membuang sampah pada tempatnya
4) Mencuci tangan dengan air bersih dan sabun
5) Tidak merokok di tempat makan
6) Menutup makanan dan minuman
7) Tidak meludah sembarangan
8) Memberantas jentik nyamuk
8. Transportasi Umum
1) Menggunakan air bersih
2) Menggunakan jamban
3) Membuang sampah pada tempatnya
4) Tidak merokok di angkutan umum
5) Tidak meludah sembarangan

VII. REFERANSI Pusat Promosi Kesehatan, 2013, Pedoman Pelaksanaan Promosi Kesehatan di
Puskesmas, Kemenkes, Jakarta

Lenek, 3 Januari 2017


Kepala Puskesmas Lenek

JALALUDIN SAYUTI, SKM.MPH


NIP. 19751231 199803 1 013

Anda mungkin juga menyukai