Anda di halaman 1dari 6

Penentuan Kadar NaCl dalam Air Laut dengan Argentometri

I. TUJUAN
Mahasiswa dapat melakukan analisis dengan argentometri

II. DASAR TEORI


Istilah argentometri diturunkan dari bahasa latin argentum, yang berari perak. jadi argentometri
merupakan salah satu cara untuk menentukan kadar zat dalam suatu larutan yang dilakukan dengan
titrasi argentometri. zat pemerikasaan yyang telah dibubuhi indikator dicampur dengan larutan
standar yang digunakan perak nitrat (AgNO3), dengan mengukur volume larutan standar yang
digunakan sehingga seluruh ion Ag+ dapat diendapkan, kadar garam dalam larutan pemeriksaan
dapat ditentukan (Day, and Underwood, 1986)
Argentometri merupakan titrasi pengendapan sampel yang dianalisis dengan menggunakan
ion perak, biasanya ion-ion yang ditentukan dalam titasi ini adalah ion iodide (Cl, Br, P). Hasil kali
konsetrasi ion-ion yang terdapat dalam suatu larutan jenuh dari garam yang sukar larut. pada suhu
tertentu adalah konstan. Dasar titrasi argento adalah pembentukkan endapan yang tidak mudah
larut antara titran denga analit. Berdasarkan jenis indikator dan teknik titasi yang dipakai maka
titrasi argentometri dapat dibedakan atas tiga metode sebagai berikut :
a. Metode Mohr
Metode ini digunakan untuk menentukan kandungan klorida dan bromida dalam suasana netral
dengan
larutan standar perak nitrat dengan penambahan larutan kalium kromat sebagai indikator.
b. Metode Volhard
Metode ini diguanakan untuk menentukan kandungan perak dalam suasana asam dengan larutan
standar
kalium atau ammonium tiosianat berlebih.
c. Metode Fajans
Metode ini diguanakn indikator adsorbsi untuk mengetahui titik ekuivalen indikator akan
teradsorbsi oleh
endapan. Indikator ini tidak memberikan perubahan warna larutan tetapi pada permukaan
endapan.
d. Metode Liebig
Metode ini pada titik akhir titrasi ditentukan berdasarkan terbeentuknya kekeruhan (Khopkar,
2007)
Titrasi pengendapan tidak terlampaui banyak dugunkan dibandingkan dengan titasi redoks
atau asam basa. Hal ini disebabkan tidak adanya indikator-indikator yang sesuai untuk menentukan
titik akhir titrasi. Umumnya titrasi oengendapan terjadi pada reaksi-reaksi antara kation Ag dengan
anion-anion halida, tiosianat, dan sianida.Pereaksi pengendap yang banyak digunkan dalam titrasi
pengendapan adalah perak nitrat, yang dikenal dengan titrasi argentometri (Lukum, 2009)
Setiap reaksipengendapan yang berlangsung cepat dan tersedianya indikator merupakan
dasar titrasi pengendapan. Akan tetapi, hanya sedikit reaksi pendapan yang berlangsung cukup
cepat sedikit indikator yang memnuhi syarat untui titrasii pengendapan. Suatu reaksi pengendapan
berlangsung berkesudahan bila endapan terjadi perubahna yang cukup besar dari konsentrasi yang
dititrasi (Khopkar, 2007)
Untuk menentukan berakhirnya suatu reaksi pengendapan dipergunakan indkator yang abr
menghasilkan suatu endapan bila reaksi dipergunakan dengan berhasil baik untuk titrasi
pengendapan.Dalam titrasi yang melibatkan garam-garam perak ada tiga yang lebih sukses
dikembangkan selama ini yaitu metode mohr mengguankan ion krmat (CrO) , untuk
mengendapkan AgCrO colat. Metode Volhard mengguanakn ion Fe untuk membentuk sebuah
kompleks yang berwarna dengan ion tiosianat (SCN) dan metode fajans menggunakan indikator
adsorbsi (Underwood, 2004)
III. ALAT
1. Gelas kimia
2. Erlenmeyer
3. Pipet tetes
4. Statif da klem
5. Coring gelas
6. Buret
7. Neraca Analitik
8. Propipet
9. Pipet ukur
10. Gelas ukur
11. Labu takar
12. Spatula
13. Gelas arloji
14. Pengaduk kaca

IV. BAHAN
1. Garam dapur
2. Indikator KCrO 5%
3. Larutan AgNO 0,1 M
4. Akuadest
5. Air laut

V. LANGKAH KERJA
Penetapan NaCl dalam garam dapu dengan metode mohr
VI. DATA PENGAMATAN

Volume Titasi
No. Sampel Volume Rata-Rata
I II
1 Garam dapur 3,7 mL 3,8 mL 3,75 mL
2 Air Laut 5,5 mL 4.6 mL 5.5 mL
Sampel+Indikator sebelum titasi : Kuning Bening
Sampel+Indikator setelah titrasi : Kuning Kecoklatan
Endapan : Putih

VII. ANALISIS DATA


Reaksi yang terjadi :

AgNO3 + NaCl AgCl + NaNO3

N AgNO = M. n
= 0,1 . 1
= 0,1 N

a. Kadar NaCl dalam Air Laut

b. Kadar NaCl dlaam Garam Dapur


Ag + CrO AgCrO merah bata

VIII. PEMBAHASAN
Percobaan penetuan kadar NaCl dalam air laut dengan metode argentometri bertujuan agar
praktikan dapat melakukan analisis dengan argentometri. Dasar titrasi argentometri adalah
pembentukan endapan yang tidak mudah larut antara titran dan analit. Sebagai contoh yang banyak
dipakai adalah titrasi penentuan NaCl dimana ion Ag dari litran akan bereaksi dengan ion Cl dari
analit membentuk garan yang tidak mudah larut AgCl. Adapun reaksi yang terjadi adalah :

AgNO3 + NaCl AgCl + NaNO3


Setelah semua ion klorida dalam analit habis makan kelebihan ion perak akan
bereaksi dengan indikator.
Pada percobaan yang dilakukan metode yang digunakan pada standarisasi AgNO
dengan NaCl adalah metode mohr dengan indikator KCrO. Prinsip dari metode mohr ialah
pembentukkan endapan berwarna putih yang menunjukkan titik akhir titrasi
Percobaan ini dilakukan penentuan kadar NaCl dalam sampel garam dapur dan air
laut. Hal pertama yang dilakukan adalah membuat larutan sampel. Untuk sampel garam dapur
ditimbang sebanyak 0,1 gram yang dilarutkan degan akuadest kedalam labu takar 100 mL,
sedangkan utuk sampel air laut dipipet sebanyak 5 mL dan dimasukkan dalam labu takar 50
mL. Penambahan akuadest pada sampel bertujuan sebagai pelarut selanjutnya masing-
masing larutan dipipet 25 mL dan dimasukkan keladalam erlenmeyer, ditambahkan 1-2 tets
indikator KCrO 5%, penambahan indikator ini akan menjadikan warna larutan menjadi
kuning. Dipilih indikator KCrO karena suasana sistem cenderung netral, kalium kromat
hanya bisa digunakan dalam suasana netral. jika kalium kromat pada reaksi dengan suasana
asam, maak ion kromat menjadi ion bikromat dengan reaksi sebagai berikut:
2CrO + 2H CrO + HO
Sedangkan dalam suasana basa, ion Ag akan bereaksi dengan OH dari basa dan
membentuk endapan Ag (OH) dan selanjutnya terkoksidasi menjadi HO dengan rekasi :
Ag + 2OH Ag(OH)
Selanjutnya larutan tersebut dititrasi dengan AgNO3 0,1 M, karena yang digunakan
metode mohr yang dipakai sebgai titran adalah AgNO3 , selain itu karena AgNO3 mempunyai
kemurnian yang tinggi maka garam tersebut dapat digunakan sebagai larutan standar primer
Pada titrasi NaCl dengan AgNO.Hasil reaksi yang terjadi adalah berupa endapan
AgCl, Ag+ dari AgNO3 dengan Cl- dari NaCl akan bereaksi membentuk endpaan AgCl yang
berwarna putih, setelah ion Cl- dalam NaCl telah bereaksi semua, amak ion Ag+ akan
bereaksi dengan ion CrO dari K2CrO (indikator) yang ditandai dengan perubahan warna,
dari kuning menjadi merah bata dan terdapat endapan merah sesuai dengan reaksi yang
terjadi sebagai berikut :
Ag + CrO AgCrO merah bata
Saat itulah yaitu saat AgNO3 talah habis bereaksi dengan NaCl, keadaan tersebut dinamakan titik
ekuivalen dimana jumlah mol AgNO3 sama dengan jumlah mol NaCl, dimaan volume titrasi larutan
garam dapur dengan AgNO3 adalah 3,75 mL yang dilakukan duplo, sednagkan volume titrasi larutan
air laut adlah 5,5 mL yang dilakuakn secara dulpo
Berdasarkan ahsil perhitungan, kadar NaCl dalam garam dapur diperoleh sebesar 0,882 g/L,
sedangkan kadar NaCl dalam air laut diperoleh sebesar 1,287 g/L

IX. KESIMPULAN
Dari hasil percobaan yang dilakukan yaitu penetuna kadar NaCl dalam air laut dengan metode
Argentometri, dapat disimpulkan :
1. Titrasi argentometri adalah pembentukan endapan yang tidak mudah larut antar titran dengan analit
2. Percobaan yang dilakukan mengguanakan metode mohr,
kadar NaCl dalam garam dapur adalah 88,2 %
kadar NaCl dalam air laut adalah 1,287%

DAFTAR PUSTAKA

L. A. L,Underwood. (2004). Analisis Kimia Kuantitatif. Jakarta: Erlangga


Astin Lukum. (2009). Bahan Ajar Dasar-Dasar Kimia Analitik. Gorontalo: Pendidikan
Kimia.
Day,R.A., Underwood,A.L. (1986). Analisis Kimia Kuantitatif.Jakarta: Erlangga
S.M, Khopkar. (2007). Konsep Dasar Kimia Analitik.Jakarta: UI-Press

Anda mungkin juga menyukai