Anda di halaman 1dari 5

Husnul Irfan Efendi

150810301138
Manajemen Keuangan/kelas D
BAB 3
PERILAKU BIAYA AKTIVITAS

Dasar-Dasar Perilaku Biaya


Perilaku biaya (cost behavior) adalah istilah umum yang digunakan untuk
mendeskripsikan apakah biaya berubah seiring dengan biaya keluaran. Pembahsan mengenai
hal ini biaya tetap, biaya variabel, dan biaya campuran akan dimulai dari kemungkina-
kemungkinan yang paling sederhana.

1. Biaya Tetap
Biaya tetap (fixed cost) adalah biaya yang dalam jumlah keseluruhan tetap konstan atau
tidak berubah ketika tingkat keluaran aktivitas berubah.
2. Biaya Variabel
Biaya variabel (Variable cost) adalah biaya yang dalam jumlah keseluruhan bervariasi
secara proporsional terhadap pengeluaran. Jadi biaya variabel akan naik ketika keluaran
naik dan akan turun ketika keluaran juga turun.
3. Biaya Campuran
Biaya campuran (semi variable) adalah biaya yang memiliki komponen biaya tetap dan
biaya variabel.
Contohnya, agen penjualan yang dibayar dengan gaji dan komisi penjualan. Jadi biaya
tetapnya adalah gaji dan biaya variabelnya adalah komisi penjualan.

Mengklasifikasikan Biaya sesuai dengan Perilaku


dalam menilai perilaku biaya, pertama-tama batasan waktu harus dipertimbangkan.
Kemudian, sumber daya yang dibutuhkan dan keluaran arus harus diidentifikasi. Terakhir,
masukan dan keluaran harus diukur dan pengaruh perubahan keluaran pada biaya aktivitas
ditentukan.

Batasa Waktu Penentuan suatu biaya merupakan biaya tetap atau biaya variabel bergantung
pada batasan waktu. Menurut ilmu ekonomi, dalam jangka panjang (long run), semua biaya
adalah variabel. Dalam jangka pendek (short run) paling tidak satu biaya adalah tetap.
Contohnya adalah biaya sewa mesin adalah tetap untuk satu tahun, maka satu tahun adalah
lamanya jangka pendek untuk biaya tersebut. Lamanya jangka pendek dapat berbeda antara
biaya satu dengan biaya lainnya. Untuk tujuan praktis, perusahaan dapat memperlakukan
bahan baku langsung sebagai biaya variabel walaupun jumlah bahan baku yang dibeli bisa
saja bersifat tetap untuk beberapa jam (atau beberapa hari) berikutnya.
Sumber Daya dan Ukuruan Keluaran Setiap aktivitas memerlukan sumber daya untuk
menyelesaikan tugas yang harus dilakukan. Sumber daya meliputi bahan baku, energi atau
bahan bakar, tenag kerja, dan modal. Istilah lain untuk ukuran keluaran adalah penggerak,
penggerak aktivitas merupakan faktor-faktor penyebab yang dapat diamati yang mengukur
jumlah sumber daya yang digunakan objek biaya.
Penggerka aktivitas dibagi menjadi dua kategori umum, yaitu
a) Penggerak produksi (atau tingkat unit) dan penggerak tingkat nonunit unit. Penggerak
produksi menjelaskan perubahan dalam biaya ketika unit yang diproduksi berubah.
Dengan kata lain keluaran juga meningkat saat jumlah pemakaian bahan baku, jam-
kilowatt, dan jumlah jam tenaga kerja meningkat.
b) Penggerak tingkat nonunit, menjelaskan perubahan dalam biaya ketika faktor-faktor
lain (selain unit) berubah. Contoh biaya penyetelan, setiap kali menghentikan proses
produksi suatu produk untuk mengatur lini produksi agar dapat memproduksi produk
lain, biaya penyetelan muncul dan tidak masalah berapa banyak produksi yang dibuat
sehingga biaya penyetelan tetap.

Aktivitas, Penggunaan Sumber Daya, dan Perilaku Biaya


Biaya-biaya jangka pendek kerap tidak cukup memadai untuk menggambarkan seluruh biaya
yang dibutuhkan untuk mendesain, memproduksi, memasarkan, mendistribusikan, dan
mendukung suatu produk. Perilaku jangka panjang dan jangka pendek berhubungan dengan
aktivitas sumber daya yang diperlukan untuk melakukannya. Kapasitas adalah kemampuan
aktual atau potensial untuk melakukan sesuatu. Jadi dalam pembahasan mengenai kapasitas
suatu aktivitas, hal yang dideskripsikan adalah jumlah aktivitas yang dapat dilakukan
perusahaan.

Sumber Daya Fleksibel


Suatu perusahaan akan sangat baik jika membeli sumber daya yang diperlukan, tepat saat
sumber daya tersebut diperlukan. Misalnya, bahan baku langsung dibeli saat dibutuhkan dan
dengan jumlah yang sesuai yang dibutuhkan. Jenis sumber daya ini disebut sebagai sumber
daya fleksibel.

Sumber Daya Terikat


Sumber daya lain harus dibeli sebelum dibutuhkan misalnya gedung, gedung harus
direncanakan dan dibangun sebelum produksi dimulai.
Pembelian atau penyewaan gedung dan peralatan adalah contoh bentuk akuisisi sumber daya
dimuka. Oleh karena itu pembebanan- pembebanan tersebut dapat didefinisikan sebagai
biaya tetap terikat (commited fixed cost).
Sumber daya terikat untuk jangka yang lebih pendek ini disebut sebagai Biaya Tetap Direksi
(discreationary fixed cost). Biaya ini adalah biaya yang terjadi karena perolehan kapasitas
aktivitas jangka pendek.

Perilaku Biaya Bertahap ( Step Cost)


Biaya bertahap (step cost) menampilkan biaya yang konstan untuk rentang keluaran tertentu
dan pada titik tertentu naik ke tingkat biaya lebih tinggi dimana biaya tersebut tidak berubah
untuk rentang keluaran yang sama.
Biaya bertahap dengan tahap-tahap yang lebar dikategorikan sebagai biaya tetap. Sebagian
besar biaya ini adalah tetap dalam rentang operasi normal perusahaan.
Untuk menghitung biaya tetap per unit, tarif aktivitas tetap perlu dihitung lebih dahulu.
Tarif aktivitas tetap = Jumlah Biaya Terikat
Jumlah kapasitas yang tersedia

Tarif aktivitas variabel = Biaya sumber daya fleksibel


Kapasitas yang digunakan
Sistem perhitungan biaya berdasarkan fungsi umumnya hanya menyediakan informasi
tentang biaya sumber daya yang dibeli. Hubungan antara jumlah sumber daya yang tersedia
dan sumber daya yang digunakan dinyatakan oleh persamaan berikut ini.
Sumber daya yang tersedia = sumber daya yang digunakan + kapasitas yang tidak digunakan

Implikasi-Implikasi untuk Pengendalian dan Pengambilan Keputusan


Model berdasarkan aktivitas yang diuraikan diatas dapat memperbaiki pengendalian
manajerial dan pengambilan keputusan. Sistem pengendalian operasional mendorong para
manajer untuk lebih memperhatikan pengendalian atas penggunaan dan pengeluaran sumber
daya.

Metode untuk Memisahkan Biaya Campuran Menjadi Komponen Tetap


dan Variabel
Biaya-biaya yang termasuk kategori biaya campuran perlu dipisahkan dalam komponen-
komponen tetap dan variabel.
Ada tiga metode yang digunakan secara luas untuk memisahkan biaya campuran menjadi
komponen tetap dn variabel, yaitu: metode tinggi rendah, scatterplot, dan metode kuadrat
terkecil. Sebelum membahas metode-metode tersebut konsep linearitas perlu ditinjau
kembali.
Asumsi Linearitas
Definisi biaya variabel mengasumsikan hubungan linear antara biaya aktivitas dan penggerak
aktivitas terkait. Tiga metode akan dideskripsikan untuk memperkirakan biaya tetap dan
biaya variabel per unit. Berikut adalah metode-metode yang digunkan, antara lain :

1. Metode Tinggi-Rendah
Metode tinggi-rendah adalah suatu metode untuk menetukan persamaan suatu garis
lurus dengan terlebih dahulu memilih dua titik (titik tinggi dan rendah) yang akan
digunakan untuk menghitung parameter perpotongan dan kemiringan.
Persamaan untuk menentukan biaya variabel per unit dan biaya tetap adalah sebagai
berikut:
Biaya variabel Per unit = Perubahan biaya/perubahan keluaran
Biaya variabel Per unit = (biaya tinggi - Biaya rendah) / (Keluaran tinggi - Keluaran
Rendah)
Biaya Per Unit Tetap =(Jumlah biaya titik Tinggi Biaya variabel per unit x Keluaran
Tinggi)

2. Metode Scatterplot
Metode scatterplot adalah suatu metode penentuan persamaan suatu garis dengan
menggambarkan data dalam suatu grafik.
Grafik scatter dapat membantu memberikan pengetahuan tentang hubungan antara
biaya dan penggunaan aktivitas.
3. Metode Kuadrat terkecil
Metode kuadrat terkecil menguadratkan setiap deviasi, dan menjumlahkan deviasi
yang dikuadratkan tersebut sebagai ukuran kedekatan keseluruhan. Penguadratan
deviasi ini menghindari masalah yang disebabkan oleh bauran angka positif dan
negatif. Karena ukuran kedekatan adalah jumlah deviasi jumlah kuadrat titik-titik dari
garis, semakin kecil ukurannya, kesesuaian garis ke semua titik semakin baik.

Penggunaa Program Regresi


Perhitungan rumus regresi secara manual cukup melelahkan, bahkan hanya dengan lima titik
data. Ketika jumlah titik data meningkat, perhitungan manual menjadi tidak praktis.
Untungnya, paket spreadsheet seperti lotus 1-2-3, Quattro Pro, dan Microsoft Excel memiliki
regresi yang akan melakukan perhitungan.
Langkah pertama dalam penggunaan komputer untuk menghitung koefisien regresi
adalah memasukkan data seperti Tampilan 3-14 dibuku hal 118. Langkah berikutnya
menjalankan regresi. Dalam Excel (versi 7), Quattro Pro (versi 8), fungsi regresi terdapat
dalam menu tools ditarik turun menu lainnya akan terlihat. Dalam Quattro Pro, Pilih numerik
Tools, kemudian Regression. Dalam Excel add in, kemudian tambahkan data analysis tools.
Setelah alat analisis data ini ditambahkan, data analysis akan muncul dibawah menu tools;
klik di-data analysis, kemudian klik di-Regression.

Keandalan Rumus Biaya


Keluaran komputer pada Tampilan 3-15 dapat menginformasikan biaya tetap dan variabel,
tetapi kegunaan utamanya terletak pada kemampuannya menginformasikan seberapa jauh
rumus biaya yang diperkirakan dapat diandalkan.

R Kuadrat-Koefisien Korelasi
Secara statistik, kita dapat menetukan seberapa besar variabilitas dijelaskan dengan melihat
koefisien determinasi atau R kuadrat. Koefisien determinasi atau R Kuadrat peresentase
variabilitas variabel terikat yang oleh suatu variabel bebas. Pesentase ini meupakan ukuran
goodness of fit. Semakin tinggi presentase variabilitasnya dijelaskan, maka semakin baik
garisnya.
Koefisien Korelasi
Ukuran alternatif untuk goodness of fit adalah koefisien korelasi, yaitu akar dari koefisien
determinasi. Karena akar dapat bernilai negatif, nilai koefisien korelasinya dapat berkisar
antar -1 dan +1. Jika koefisien positif, maka kedua variabelnya bergerak menuju arah yang
sama dan terdapat korelasi positif.
Jika biaya turun jika terjadi penggunaan aktivitas meningkat, maka koefisien korelasinya
adalah negatif.

Regresi Berganda
Mendapatkan rumus biaya terbaik terkadang lebih rumit daripada mengidentifikasikan suatu
penggerak aktivitas dan meregresikan biaya aktivitas untuk biaya ini. Hasilnya mungkin
bukan suatu rumus biaya yang cukup baik untuk kegunaan manajeria
Jika terdapat dua atau variabel lebih variabel bebas, metode tinggi-rendah dan
scatterplot tidak dapat digunakan. Jika kuadrat terkecil digunakan dibuat suatu persamaan
yang melibatkan dua atau variabel penjelas, metodenya disebut sebagai regresi berganda
(multiple regression). Karena perhitungan yang diperlukan untuk regresi berganda cukup
rumit, penggunaan komputer dibutuhkan.

Penilaian Manajerial
Pertimbangan manajerial merupakan hal yang sangat penting dalam menentukan perilaku
biaya. Banyak para manajer menggunakan pengalaman dan observasi terhadap hubungan
biaya pada masa lampau untuk menentukan biaya tetap dan biaya variabel.
Sebelum memilih metode ini, manajemen berupaya memastikan sebagian besar biaya adalah
variabel atau tetap dan keputusan yang dibuat tidak terlalu sensitif terhadap pengklasifikasian
biaya.
Kemungkinan lain adalah manajemen mengidentifikasi biaya campuran dan membagi
biaya-biaya ini dalam komponen tetap dan variabel dengan memutuskan bagian biaya yang
merupakan biaya tetap dan biaya variabel.
Kemungkinan terakhir adalah manajemen menggunakan pengalaman dan
pertimbangan mereka untuk memperbaiki hasil estmimasi statistik.
Teknik statistik sangat akurat dalam menggambarkan masa lalu, tetapi teknik tersebut tidak
mampu melihat masa depan yang tentunya merupakan keinginan manajemen yang
sebenarnya.