Anda di halaman 1dari 5

Savonius wind turbine

A.Latar belakang
Pengembangan energy alternative baru dan terbarukan sedang digalakan melalui kebijakan
kebijakan pemerintah untuk mendorong dan memfasilitasi pemanfaatan sumber energi
terbarukan.dan juga untuk mengatasi krisis sumber energi dan pemanasan global yang di akibatkan
dari penggunaan sumber energi fosil .
Banyak sumber daya alam terbarukan yang ada di Indonesia yang belum dimanfaatkan
secara optimal seperti energi angin, energi air, energi surya dan lainnya. Pemanfaatan energi
terbarukan dapat mencegah terjadinya kenaikan jumlah karbon dioksida atau CO2 pada lapisan
atmosfer yang menyebabkan pemanasan global.

Upaya pencarian sumber energi alternatif selain fosil menyemangati para peneliti di
berbagai negara untuk mencari energi lain yang dikenal dengan istilah energi terbarukan. Energi
terbarukan dapat didefinisikan sebagai energi yang secara cepat dapat diproduksi kembali melalui
proses alam. berapa kelebihan energiterbarukan antara lain: sumbernya relatif mudah didapat,
dapat diperoleh dengangratis, minim limbah, tidak mempengaruhi suhu bumi secara Global, dan
tidakterpengaruh oleh kenaikkan harga bahan bakar .
Angin di kawasan wilayah Indonesia mempunyai kecepatan dan arah yangselalu
berubah-ubah. pada turbin angin poroshorisontal pemanfaatannya harus diarahkan sesuai dengan
arah angin yang paling tinggi kecepatannya. Dari penelitian tersebut diperoleh hasil bahwa
semakin panjang lenganturbin maka semakin semakin kecil putarannya namun nilai torsinya
semakin besardengan turbin angin sumbu vertikal tipe Savonious.
Kontruksi turbin angin yang dapat memanfaatkan potensiangin dari segala arah,
konstruksi sederhana, dan tidak memerlukan
tempat pemasangan yang begitu luas serta menghasilkan momen yang besar merupakansuatu
pertimbangan penulis dalam memilih jenis turbin angin ini.hal inilah yang membuat kami ingin
melakukan analisa pada turbin angina yang dapat digunakan pada kondisi tersebut yaitu dengan
mengembangkan turbin angina Vertical Axis.
B.Rumusan Masalah
Perumusan masalah pada penelitian ini adalah bagaimana mengetahui karakteristik daya dan
efisiensi turbin angin Vertical Axis dua tingkat dengan jumlah blade masing-masing tingkat tiga
skala rumah tangga di lapangan?
C. Tujuan Penelitian
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik daya danefisiensi turbin
angin vertical axis dengan jumlah tiga blade dengan optimum.
D. Manfaat Hasil Penelitian
Penilitan yang kami lakukan ini kiranya dapat bermanfaat bagi kami sendiri,bagi para
pembaca atau pihak pihak yang berkepentingan.
Manfaat penelitian ini yaitu :
1. Penguasaan teknologi turbin angin sumber sumbu vertical sebagai media pemanfaatan
angin sebagai sumber energi.
2. Teknologi tepat guna turbin angin dari penelitian dapat digunakan sebagai alat peraga
untuk menunjang perkuliahan Mesin Kontroversi Energi.
3. Dapat mengembangkan sumber energy altrernatif baru
TINJAUAN PUSTAKA

a.Energi Angin
Angin adalah udara yang bergerak dari tekanan udara yang lebih tinggi ke tekanan udara
yang lebih rendah.Perbedaan tekanan udara disebabkan oleh perbedaan suhu udara akibat
pemanasan atmosfer yang tidak merata oleh sinar matahari.karena bergerak angin memiliki energi
kinetik.Energi angin dapat dikonversikan atau ditansfer ke dalam bentuk energi lain seperti listrik
atau mekanik dengan menggunakan savonius .oleh karena itu ,savonius atau turbin angin sering di
sebut sebagai Sistem Konversi Energi Angin(Saiul,2008)
Salah satu energi terbarukan yang berkembang pesat di dunia saat ini adalah energi angin.
Energi angin merupakan energi terbarukan yang sangat fleksibel. Energi angin dapat dimanfaatkan
untuk berbagai keperluan misalnya pemompaan air untuk irigasi, pembangkit listrik, pengering
atau pencacah hasil panen, aerasi tambak ikan/udang, pendingin ikan pada perahu-perahu nelayan
dan lain-lain.
b.Turbin Angin
Turbin angin adalah kincir angin yang digunakan untuk membangkitkan tenaga listrik.
Turbin angin ini pada awalnya dibuat untuk mengakomopdasi kebutuhan para petani dalam
melakukan penggilingan padi, keperluan irigasi, dll.
Turbin angin dibagi menjadi dua kelompok utama berdasarkan arah sumbu:
1. Turbin angin horizontal Axis
Turbin angin sumbu horizontal merupakan turbin angin yang sumbu rotasi rotornya paralel
terhadap permukaan tanah. Turbin angin sumbu horizontal memiliki poros rotor utama dan
generator listrik di puncak menara dan diarahkan menuju dari arah datangnya angin untuk
dapat memanfaatkan energi angin. Rotor turbin angin kecil diarahkan menuju dari arah
datangnya angin dengan pengaturan baling - baling angin sederhana sedangkan turbin
angin besar umumnya menggunakan sensor angin dan motor yang mengubah rotor turbin
mengarah pada angina.
Dilihat dari jumlah sudu, turbin angin sumbu horizontal terbagi menjadi:
1. Turbin angin satu sudu (single blade)
2. Turbin angin dua sudu (double blade)
3. Turbin angin tiga sudu (three blade)
4. Turbin angin banyak sudu (multi blade)
Berdasarkan letak rotor terhadap arah angin, turbin angin sumbu horizontal dibedakan
menjadi dua macam yaitu:
1) Upwind : Rotornya terletak di depan turbin
2) Downwind : Rotornya terletak di sisi bagian belakang turbin
2.Tubin Angin Vertikal Axis
Turbin angin sumbu vertikal merupakan turbin angin yang sumbu rotasi rotor tegak
lurus terhadap permukaan tanah. Jika dilihat dari efisiensiturbin, turbin angin sumbu
horizontal lebih efektif mengekstrak energi angin dibanding dengan turbin angin
sumbu vertikal.
Meskipun demikian, turbin angin vertikal memiliki keunggulan, yaitu:
a. Turbin angin vertikal tidak harus diubah posisinya jika arah angin berubah, tidak
seperti turbin angin horizontal yang memerlukan mekanisme tambahan untuk
menyesuaikan rotor turbin dengan arah angin.
b. Tidak membutuhkan struktur menara yang besar.
c. Kontruksi turbin sederhana
d. Turbin angin sumbu vertikal dapat didirikan dekat permukaan tanah, sehingga
memungkikan menempatkan komponen mekanik dan komponen elektronik yang
mendukung beroperasinya turbin.
Jika dilihat dari prinsip aerodinamik rotor yang digunakan, turbin
angin sumbu vertikal dibagi menjadi dua bagian, yaitu:
a) Turbin angin Darrieus
Turbin angin Darrieus pada umumnya dikenal sebagai turbin eggbeater .
Turbin angin Darrieus pertama kali ditemukan oleh Georges Darrieus pada tahun
1931. Turbin angin Darrieus merupakan turbin angin yang menggunakan prinsip
aerodinamik dengan memanfaatkan gaya lift pada airfoil dalam mengekstrak energi
angin.
Turbin Darrieus memiliki torsi rotor yang rendah tetapi putarannya lebih
tinggi dibanding dengan turbin angin Savonius sehingga lebih diutamakan untuk
menghasilkan energi listrik.
b) Turbin angin Savonious
Turbin angin Savonius pertama kali diperkenalkan oleh insinyur Finlandia
Sigurd J. Savonius pada tahun 1922. Turbin angin sumbu vertikal yang terdiri dari
dua sudu berbentuk setengah silinder (atau elips) yang dirangk ai sehingga
membentuk S,satu sisi setengah silinder berbentuk cembung dan sisi lain
berbentuk cekung yang dilalui angin Berdasarkan prinsip aerodinamis, rotor turbin
ini memanfaatkan gaya hambat (drag ) saat mengekstrak energi angin dari aliran
angin yang melalui sudut turbin.

METODE PENELTIAN
Langka-langka atau prosedur ilmiah .berikut ini akan dibahas
tentang metedologi yang berkaitan dengnan penelitia yang dilakukan ,antara lain:
A.Tempat Penelitian dan Waktu Penelitian
1.Tempat
Penelitian dilaksanakan di SMA ISLAM AHMAD YANI BATANG .
2.Waktu
Kegiatan penelitian ini dilaksanakan pada bulan September-Desember 2016.
B.Jenis Penelitian
Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian eksperimen (experiment
research).Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui daya energy listrik Savonius Wind
Turbine.
C. Alat dan Bahan
1. Generator
2. Drum
3. Ars sepeda motor
4. Avometer
5. Kabel
6. Aki

7. Konverter
8. Inventer
D.Rancangan Penelitian
Rancangan penelitian adalah uraian tentang prosedur atau langkah langkah yang
dilakukan oleh peneliti dalam upaya mengumpulkan dan menganalisa data .sekema savonius
wind Turbine ,penilitian dapat dilihat pada table di bawah ini:

Studi pendahuluan dan penyusunan


proposal

Pembuatan model penelitian

Perakitan / pengaturan model


penelitian

Pelaksanaan riset