Anda di halaman 1dari 97

KURIKULUM TINGKAT DAERAH

MUATAN LOKAL

MATA PELAJARAN
BAHASA DAN SASTRA SUNDA
BERBASIS KURIKULUM 2013
REVISI 2017
JENJANG SD/MI
KURIKULUM TINGKAT DAERAH
MUATAN LOKAL

MATA PELAJARAN

BAHASA DAN SASTRA SUNDA


BERBASIS KURIKULUM 2013
REVISI 2017
JENJANG SD/MI

PEMERINTAH DAERAH PROVINSI JAWA BARAT


DINAS PENDIDIKAN
2017
SUSUNAN TIM PENGEMBANG
KURIKULUM TINGKAT DAERAH MUATAN LOKAL
MATA PELAJARAN BAHASA DAN SASTRA SUNDA
BERDASARKAN KURIKULUM 2013 REVISI 2017

Penanggung Jawab
Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat
Dr. Ir. Ahmad Hadadi, M.Si.

Pengarah
Kepala Balai Pengembangan Bahasa dan Kesenian Daerah
Drs. H. Husen R. Hasan, M.Pd.

Tenaga Ahli
Prof. Dr. H. Yayat Sudaryat, M.Hum. (UPI)
Dr. H. Dingding Haerudin, M.Pd. (UPI)
Dr. H. Usep Kuswari, M.Pd. (UPI)
Dr. Dedi Koswara, M.Hum. (UPI)

Tim Pengembang Kurikulum Muatan Lokal


Mata Pelajaran Bahasa dan Sastra Sunda
Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat

Tim Pengembang Kurikulum SD/MI


Ida Widaningsih, S.Pd., M.M.
Nita Rosyana, S.Pd., M.M.Pd.
Sri Asdianwati, S.Pd., M.Pd.

Tim Pengembang Kurikulum SMP/MTs


Susi Budiwati, S.Pd., M.Pd.
Elah, S.Pd., M.Pd.
Uus Rustandi, S.Pd., M.Pd.

Tim Pengembang Kurikulum SMA/MA


Darpan, S.Pd., M.Pd.
Dra. Hermin Ruliati
Ivan Adzam Wahyudin, S.Pd.

Tim Pengembang Kurikulum SMK/MAK


Drs. Moch. Ridwan Iskandar, M.Pd.
Rani Rabiussani, S.Pd.
Ilah Nurlelah, S.Pd.

Berdasarkan Keputusan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat


Nomor : 819/8653-Setdisdik
Tanggal : 20 Pebruari 2017
S AMBUTAN

KEPALA DINAS PENDIDIKAN PROVINSI JAWA BARAT

Sejak tahun 2001 rencana perubahan kurikulum sudah sampai ke


sekolah. Kurikulum 1994 diganti dengan kurikulum baru yang berorientasi
kepada kompetensi. Sementara itu, dalam rangka pemantapannya, beberapa
mata pelajaran yang termasuk muatan nasional sudah diujicobakan, sehingga
masa transisi pembelajaran antara kurikulum lama dengan yang baru makin
terasa.
Balai Pengembangan Bahasa Daerah Dinas Pendidikan Propinsi Jawa Barat sejak
tahun 2003 sudah mengadakan pemantauan terhadap kenyataan ini, khususnya yang
berkaitan dengan (1) kurikulum, (2) bahan ajar, (3) sarana dan sumber belajar, dan
(4) pelaksanaan pengajaran. Sejalan dengan keluarnya Kurikulum 2013 terdapat tiga
jenis kurikulum, yakni Kurikulum Tingkat Nasional, Kurikulum Tingkat Daerah, dan
Kurikulum Tingkat Sekolah. Kurikulum Tingkat Nasional disusun dan diberlakukan
secara nasional. Kurikulum Tingkat Daerah disusun dan diberlakukan di daerah
berdasarkan Kurikulum Tingkat Nasional sesuai dengan kebijakan daerah masing-
masing. Sementara, Kurikulum Tingkat Sekolah disusun dan diberlakukan pada setiap
jenjang sekolah.
Dalam rangka memenuhi Kurikulum Tingkat Daerah, Dinas Pendidikan
Provinsi Jawa Barat menyusun Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar (KIKD)
Mata Pelajaran Bahasa Sunda. Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar (KIKD) Mata
Pelajaran Bahasa dan Sastra Sunda ini dikeluarkan sebagai arahan atau pedoman
bagi guru dalam mengembangkan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP).
Isinya memuat kompetensi inti (KI) dan kompetensi dasar (KD), yang harus disusun
dan dikembangkan lagi oleh guru dan sekolah menjadi kurikulum yang berisi KI,
KD, indikator, pengalaman belajar, lingkup materi, dan jenis evaluasi. Penyusunan
kurikulum tersebut dapat disesuaikan dengan keadaan dan kondisi setempat.
Masih berhubungan dengan keadaan setempat yang berbeda satu dengan
lainnya, perlu dipertimbangkan pengelompokan keadaan (kategorisasi lokal), baik
di wilayah pemakaian bahasa Sunda maupun wilayah yang memiliki dialek bahasa

vi
Sunda atau bahasa daerah lain seperti Melayu-Betawi di daerah Depok dan Bekasi
serta Bahasa Cirebon di wilayah Cirebon dan Indramayu. Bahasa-bahasa tersebut
termasuk bahasa daerah yang hidup di Propinsi Jawa Barat sesuai dengan Peraturan
Daerah Jawa Barat No. 5/2003 tentang Pelestarian Bahasa, Sastra, dan Aksara Daerah
yang kemudian diubah menjadi Perda No. 14/2014.
Sebagai Kurikukulum Tingkat Daerah Muatan Lokal yang bengacu pada
Kurikulum Nasional, KIKD Mata Pelajaran Bahasa dan Sastra Sunda berbasis
Kurikulum 2013 dilakukan revisi pada tahun 2017. Revisi tersebut berkaitan dengan
perumusan KD dan pemetaan materi ajar bahasa daerah mempertimbangkan
keragaman lokalitas dan mewadahi fenomena kebahasaan dan pola komunikasi yang
berkembang di lingkungan masyarakat.
Revisi Kurikulum ini dikeluarkan oleh Dinas Pendidikan Propinsi Jawa Barat,
yang untuk kepentingan regional Jawa Barat disusun berdasarkan Pergub Jabar Nomor
69 Tahun 2013 tentang Pembelajaran Muatan Lokal Bahasa dan Sastra Daerah pada
Jenjang Pendidikan Dasar dan menengah di Jawa Barat, dan Surat Keputusan Kepala
Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat Nomor 819/8653-Setdisdik tanggal 20 Pebruari
2017 tentang Tim Pengembang Kurikulum Mulok Bahasa dan Sastra Sunda
Terima kasih kepada Tim Ahli dan Tim Pengembang Kurikulum (TPK)
Jenjang SD, SMP, dan SMA/SMK Mata Pelajaran Bahasa dan Sastra Sunda
Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat, yang telah berkenan melakukan revisi
Kurikulum Muatan Lokal Mata Pelajaran Bahasa Sunda berbasis Kurikulum
2013. Semoga semua ini dapat dirasakan manfaatnya oleh dunia pendidikan
kita.

Bandung, Maret 2017


Kepala Dinas Pendidikan
Provinsi Jawa Barat,

Dr. Ir. H. Ahmad Hadadi, M.Si.


Pembina Utama Madya
NIP. 196112311987031042

vii
K ATA PENGANTAR

KEPALA BALAI
PENGEMBANGAN BAHASA DAN KESENIAN DAERAH
DINAS PENDIDIKAN PROVINSI JAWA BARAT

Pembelajaran Bahasa dan Sastra Daerah di sekolah-sekolah yang awalnya


menggunakan Kurikulum 2006 atau yang lebih dikenal dengan Kurikulum KTSP, mulai
menggunakan Kurikulum Mulok yang baru, terutama di sekolah-sekolah yang menjadi
percontohan. Kurikulum Muatan Lokal Mata Pelajaran Bahasa dan Sastra Daerah
yang mengacu pada Kurikulum 2013 ini terdiri dari Struktur Kompetensi Inti dan
Kompetensi Dasar (KIKD) serta Silabusnya. Sebagai penunjang pembelajaran, BPBKD
juga mengupayakan penyusunan buku ajar sesuai rambu-rambu yang ditetapkan
oleh Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia.
Seperti diketahui, implementasi Kurikulum 2013 di sekolah-sekolah hingga saat
ini pun sangat dinamis. Berbagai revisi dan perubahan terjadi hampir setiap tahun,
terutama menyangkut berbagai perangkat implementasinya di lapangan. Tahun 2016,
revisi bahkan menyangkut struktur inti kurikulum dengan adanya perubahan pada
tataran KIKD dan landasan konseptualnya. Sedikitnya ada empat Peraturan Mentri
(Permen) Pendidikan dan Kebudayaan dikeluarkan untuk mengganti Permen lama
berkaitan dengan revisi Kurikulum. Antara lain Permendikbud No. 20 tahun 2016
Standar Kompetensi Lulusan Pendidikan Dasar dan menengah, Permendikbud No.
21 tahun 2016 tentang Standar Isi Pendidikan Dasar dan Menengah, Permendikbud
No. 22 tahun 2016 tentang Standar Proses Pendidikan dan Dasar dan Menengah,
dan Permendikbud No. 23 tahun 2016 tentang Standar Penilaian. Melihat dinamika
yang terjadi pada Kurikulum 2013 tersebut, sudah seharusnya pula Kurikulum Mulok
Bahasa dan Sastra Daerah menyesuaikan diri dengan perubahan-perubahan di atas.
Di samping itu, implementasi Kurikulum Muatan Lokal Mata Pelajaran Bahasa
dan Sastra Daerah sendiri menemui beberapa masalah, antara lain ditemukan pada
struktur isi kurikulum yang masih dianggap kompleks dan sulit untuk dipahami oleh
siswa. Kurikulum Bahasa dan Sastra Daerah juga dianggap tidak memiliki tujuan yang
jelas di setiap jenjang pendidikan. Tidak dijelaskan apa skala prioritas yang ingin
dicapai dari pengajaran bahasa Sunda di tingkat, SD, SMP, dan SMA, karena masih
ditemukan materi-materi pelajaran yang bertumpuk dan berulang-ulang.

viii
Kendala lain yang juga sering disuarakan oleh masyarakat dan para guru
adalah tidak meratanya kurikulum diberlakukan di setiap satuan pendidikan karena
berbagai hal, kendati Kurikulum Muatan Lokal Mata Pelajaran Bahasa dan Sastra
Daerah telah ditetapkan penggunaannya melalui Pergub. Kritik juga muncul dari
masyarakat berkaitan dengan kekeliruan bahan ajar dan karakter Kurikulum Muatan
Lokal Mata Pelajaran Bahasa dan Sastra Daerah yang cenderung terlalu meniru
struktur kurikulum mata pelajaran bahasa Indonesia.
Berkaitan dengan masalah-masalah tersebut di atas, perlu adanya upaya untuk
merevisi dan mengembangkan kembali Kurikulum Muatan Lokal Mata Pelajaran
Bahasa dan Sastra Daerah untuk jenjang pendidikan dasar dan menengah. Namun
sebelum revisi dilakukan, diperlukan landasan konseptual yang jelas menyangkut apa
saja yang harus menjadi pertimbangan tim review. Diperlukan poko-pokok pikiran
yang jelas untuk nanti digunakan oleh tim pengembang Kurikulum Muatan Lokal
Mata Pelajaran Bahasa dan Sastra Daerah sebagai landasan bekerja.
Buku ini merupakan dokumen kurikulum tingkat daerah Provinsi Jawa Barat
yaitu Kurikulum Muatan Lokal Mata Pelajaran Bahasa dan Sastra Sunda Berbasis
Kurikulum 2013 yang telah direvisi. Dokumen kurikulum diharapkan dapat dijadikan
pedoman pembelajaran muatan lokal bahasa dan sastra Sunda pada jenjang
pendidikan dasar dan menengah di Jawa Barat, terhitung mulai tahun pelajaran
2017/2018.
Semoga buku ini ada kemanfaatan di dalamnya dan pada akhirnya akan
membawa pada perbaikan dalam pembinaan, pengembangan dan pelestarian
bahasa dan sastra daerah melalui jalur pendidikan di Jawa Barat.

Bandung, Maret 2017


Kepala Balai
Pengembangan Bahasa dan Kesenian Daerah,

Drs. H. Husen R. Hasan, M.Pd.


Pembina Tk. I
NIP. 196110051986031014

ix
D AFTAR ISI

SAMBUTAN KEPALA DINAS PENDIDIKAN


PROVINSI JAWA BARAT ................................................................... v

KATA PENGANTAR KEPALA BALAI PENGEMBANGAN


BAHASA DAN KESENIAN DAERAH DINAS PENDIDIKAN
PROVINSI JAWA BARAT ................................................................... vii

DAFTAR ISI ........................................................................................ ix

BAB I: STRUKTUR KURIKULUM TINGKAT DAERAH ..................... 1


A. Rasional ................................................................................. 2
B. Struktur Kurikulum Muatan Lokal................................................... 6
C. Perbaikan Kurikulum Tingkat Daerah Berbasis Kurikulum 2013..... 10
D. Kekhasan Kurikulum Tingkat Daerah............................................. 13
E. Keragaman Lokalitas dan Bahasa Pengantar Pembelajaran......... 14
F. Pemanfaatan Media dan Sumber Belajar....................................... 16

BAB II: KOMPETENSI INTI DAN KOMPETENSI DASAR (kikd)


. MATA PELAJARAN BAHASA DAN SASTRA SUNDA ....... 19
A. Rasional ....................................................................................... 20
B. Pengertian..................................................................................... 21
C. Fungsi........................................................................................... 21
D. Tujuan........................................................................................... 21
E. Tema untuk Sekolah Dasar............................................................ 22
F. Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar Mata Pelajaran
Bahasa Dan Sastra Sunda Jenjang SD/MI.................................... 23

Lampiran-LAMPIRAN......................................................................... 37
Lampiran 1: SILABUS MATA PELAJARAN BAHASA DAN SASTRA
. SUNDA SD/MI ...................................................................... 38
A. Pengertian SIlabus........................................................................ 38
B. Komponen Silabus......................................................................... 38
C. Pengembangan Silabus................................................................. 39

x
Lampiran 2: RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)
. SEKOLAH DASAR/MADRASAH IBTIDAIYAH (SD/MI)
. MATA PELAJARAN BAHASA DAN SASTRA SUNDA........... 75
A. Batasan ........................................................................................ 75
B. Komponen RPP............................................................................. 75
C. Prinsip Penyusunan RPP............................................................... 76
D. Langkah Penyusunan RPP............................................................ 77

xi
BAB I

STRUKTUR KURIKULUM TINGKAT DAERAH


A. Rasional
Sejalan dengan keluarnya Kurikulum 2013 terdapat tiga jenis kurikulum,
yakni Kurikulum Tingkat Nasional, Kurikulum Tingkat Daerah, dan Kurikulum
Tingkat Sekolah. Kurikulum Tingkat Nasional disusun dan diberlakukan
secara nasional. Kurikulum Tingkat Daerah disusun dan diberlakukan di
daerah berdasarkan Kurikulum Tingkat Nasional sesuai dengan kebijakan
daerah masing-masing. Sementara, Kurikulum Tingkat Sekolah disusun dan
diberlakukan pada setiap jenjang sekolah.
Kurikulum Tingkat Nasional yang disebut Kurikulum 2013 telah
mengalami revisi sehingga disebut Kurikulum 2013 edisi revisi. Kurikulum
Tingkat Daerah pun turut mengalami perbaikan sehingga disebut Kurikulum
Tingkat Daerah Muatan Lokal berbasis Kurikulum 2013 revisi 2017. Revisi
ini dilakukan berdasarkan Peraturan Mentri Pendidikan dan Kebudayaan
Republik Indonesia Nomor 20, 21, 22, dan 23 Tahun 2016.
Permendikbud No. 20 Tahun 2016 tentang Standar Kompetensi Lulus-
an Pendidikan Dasar dan Menengah digunakan sebagai acuan utama
pengembangan standar isi, standar proses, standar penilaian pendidikan, standar
pendidik dan tenaga kependidikan, standar sarana dan prasa-rana, standar
pengelolaan, dan standar pembiayaan. Dengan diberlakukanya Peraturan
Menteri ini, makaPeraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 54
Tahun 2013 Tentang Standar Kompetensi Lulusan untuk Satuan Pendidikan
Dasar dan Menengah,dicabut dan dinyatakan tidak berlaku.
Permendikbud No. 21 Tahun 2016 tentang Standar Isi Pendidikan Dasar
dan Menengah memuat tentang Tingkat Kompetensi dan Kompetensi Inti
sesuai dengan jenjang dan jenis pendidikan tertentu. Kompetensi Inti meliputi
sikap spiritual, sikap sosial, pengetahuan dan ketrampilan. Ruang lingkup
materi yang spesifik untuk setiap mata pelajaran dirumuskan berdasarkan
Tingkat Kompetensi dan Kompetensi Inti untuk mencapai kompetensi lulusan
minimal pada jenjang dan jenis pendidikan tertentu. Dengan diberlakukannya
Peraturan Menteri ini, maka Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor
64 Tahun 2013 tentang Standar Isi untuk Satuan Pendidikan Dasar dan
Menengah, dicabut dan dinyatakan tidak berlaku.
Permendikbud No. 22 Tahun 2016 tentang Standar Proses Pendidikan
Dasar dan Menengahmerupakan kriteria mengenai pelaksanaan pembelajaran
pada satuan pendidikan dasar dan satuan pendidikan dasar menengah untuk

KURIKULUM TINGKAT DAERAH


2 MULOK MATA PELAJARAN BAHASA SUNDA
BERBASIS KURIKULUM 2013 REVISI 2017 JENJANG SD/MI
mencapai kompetensi lulusan. Dengan diberlakukanya Peraturan Menteri ini,
makaPeraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 65 Tahun 2013 Tentang
Standar Proses untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah, dicabut dan
dinyatakan tidak berlaku.
Permendikbud No. 23 Tahun 2016 tentang Standar Penilaian
Pendidikan yang merupakan kriteria mengenai lingkup, tujuan, manfaat,
prinsip, mekanisme, prosedur, dan instrumen penilaian hasil belajar peserta
didik yang digunakan sebagai dasar dalam penilaian hasil belajar peserta didik
pada pendidikan dasar dan pendidikan menengah. Dengan diberlakukannya
Peraturan Menteri ini, makaPeraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan
Nomor 66 Tahun 2013 tentang Standar Penilaian PendidikandanPeraturan
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 104 Tahun 2014 tentang
Penilaian Hasil Belajar oleh Pendidik pada Pendidikan Dasar dan Pendidikan
Menengahdicabut dan dinyatakan tidak berlaku.
Dalam rangka memenuhi Kurikulum Tingkat Daerah, Dinas Pendidikan
Provinsi Jawa Barat menyusun Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar (KIKD)
Mata Pelajaran Bahasa dan Sastra Daerah. Selain disesuaikan dan didasarkan
pada struktur Kurikulum Tingkat Nasional 2013, KIKD Mata Pelajaran Bahasa
Sunda didasarkan pada Surat Edaran Kepala Dinas Provinsi Jawa Barat
Nomor 423/2372/Set-Disdik tertanggal 26 Maret 2013 tentang Pembelajaran
Muatan Lokal Bahasa Daerah pada Jenjang SD/MI, SMP/MTs, SMA/SMK/
MA.
Di samping itu, penyusunan Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar
(KIKD) Mata Pelajaran Bahasa dan Sastra Daerah didasari pula oleh Peraturan
Daerah Provinsi Jawa Barat No. 14 Tahun 2014 tentang Pemeliharaan Bahasa,
Sastra, dan Aksara Daerah, yang menetapkan bahasa daerah, antara lain,
bahasa Sunda, diajarkan pada pendidikan dasar di Jawa Barat. Kebijakan
tersebut sejalan dengan jiwa UU No. 23/2014 tentang Pemerintahan Daerah
dan UU No. 20/2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, yang bersumber
dari UUD 1945 yang menyangkut Pendidikan dan Kebudayaan. Sejalan
pula dengan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 32 Tahun
2013 tentang Standar Nasional Pendidikan, Bab III Pasal 7 Ayat 3--8, yang
menyatakan bahwa dari SD/MI/SDLB, SMP/MTs./ SMPLB, SMA/MAN/
SMALB, dan SMK/MAK diberikan pengajaran muatan lokal yang relevan dan
Rekomendasi UNESCO tahun 1999 tentang pemeliharaan bahasa-bahasa
ibu di dunia.

BAB i: STRUKTUR KURIKULUM TINGKAT DAERAH


3
Hal di atas sejalan pula dengan Peraturan Menteri Pendidikan dan
Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 67, 68, 69, dan 70 Tahun 2013 tentang
Kerangka Dasar dan Struktur Kurikulum Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidaiyah
SD/MI, SMP/MTs, SMA/SMK/MA, di antaranya menyatakan bahwa: Bahasa
Daerah sebagai muatan lokal dapat diajarkan secara terintegrasi dengan
matapelajaran Seni Budaya dan Prakarya atau diajarkan secara terpisah
apabila daerah merasa perlu untuk memisahkannya. Satuan pendidikan
dapat menambah jam pelajaran per minggu sesuai dengan kebutuhan satuan
pendidikan tersebut. Hal ini diperkuat dengan Permendikbud Nomor 79 tahun
2014 tentang Muatan Lokal Kurikulum 2013, Pasal 9 dan Pasal 10, bahwa
Pemerintah Provinsi dan Kabupaten/Kota dapat mengembangkan muatan
lokal.
Bahasa Sunda, Bahasa Cirebon, dan Bahasa Melayu Betawi
berkedudukan sebagai bahasa daerah, yang juga merupakan bahasa
ibu bagi masyarakat Jawa Barat di wilayah tertentu. Bahasa daerah juga
menjadi bahasa pengantar pembelajaran di kelas-kelas awal SD/MI. Melalui
pembelajaran bahasa daerah diperkenalkan kearifan lokal sebagai landasan
etnopedagogis.
Berdasarkan kenyataan tersebut, bahasa daerah sebagai salah satu
khasanah dalam kebhineka-tunggal-ikaan bahasa dan budaya Nusantara
akan menjadi landasan bagi pendidikan karakter dan moral bangsa. Oleh
karena itu, bahasa daerah harus diperkenalkan di Taman Kanak-kanak (TK)/
Raudhatul Athfal (RA) dan diajarkan di sekolah-sekolah mulai Sekolah Dasar
(SD)/Madrasah Ibtidaiyah (MI), Sekolah Menengah Pertama (SMP)/Madrasah
Tsanawiyah (MTs), sampai Sekolah Menengah Atas (SMA)/Sekolah Menengah
Kejuruan (SMK)/Madrasah Aliah (MA). Untuk kepentingan itu, telah disusun
dan direvisi Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar sesuai dengan satuan
pendidikan tersebut.
Pembelajaran bahasa dan sastra daerah diharapkan membantu peserta
didik mengenal dirinya dan budaya Sunda, mengemukakan gagasan dan
perasaan, berpartisipasi dalam masyarakat Jawa Barat, dan menemukan serta
menggunakan kemampuan analitis dan imajinatif yang ada dalam dirinya.
Pembelajaran bahasa dan sastra daerah diarahkan untuk meningkatkan
kemampuan peserta didik untuk berkomunikasi dalam Bahasa Daerah dengan
baik dan benar, baik secara lisan maupun tulis, serta menumbuhkan apresiasi
terhadap budaya dan hasil karya sastra daerah.

KURIKULUM TINGKAT DAERAH


4 MULOK MATA PELAJARAN BAHASA SUNDA
BERBASIS KURIKULUM 2013 REVISI 2017 JENJANG SD/MI
Kompetensi inti mata pelajaran Bahasa dan Sastra Daerah yang
memiliki kesamaan dengan kompetensi inti mata pelajaran lainnya merupakan
kualifikasi kemampuan minimal peserta didik yang menggambarkan
penguasaan pengetahuan, keterampilan berbahasa, dan sikap positif
terhadap bahasa dan sastra daerah. Kompetensi Inti ini menjadi dasar
bagi peserta didik untuk memahami dan merespon situasi lokal, regional,
dan nasional. Secara substansial terdapat empat Kompetensi Inti yang
sejalan dengan pembentukan kualitas insan yang unggul, yakni (1) sikap
keagamaan (beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa) untuk
menghasilkan manusia yang pengkuh agamana (spiritual quotient), (2) sikap
kemasyarakatan (berakhlak mulia) untuk menghasilkan manusia yang jembar
budayana (emotionalquotient), (3) menguasai pengetahuan, teknologi, dan
seni (berilmu dan cakap) untuk menghasilkan manusia yang luhung lmuna
(intellectualquotient), dan (4) memiliki keterampilan (kreatif dan mandiri) untuk
menghasilkan manusia yang rancag gawna (actional quotient).
Keempat Kompetensi Inti tersebut merupakan pengejawantahan dari
tujuan pendidikan nasional (Undang-undang No. 20/2003 tentang Sistem
Pendidikan Nasional, Pasal 3), yakni untuk mengembangkan potensi peserta
didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang
Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan
menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.
Dengan kompetensi inti dan kompetensi dasar Mata Pelajaran Bahasa
dan Sastra Daerah ini, selaras dengan alasan pengembangan kurikulum
2013, diharapkan peserta didik memiliki:
1. Kemampuan berkomunikasi;
2. Kemampuan berpikir jernih dan kritis;
3. Kemampuan mempertimbangkan segi moral suatu permasalahan;
4. Kemampuan menjadi warga negara yang bertanggung jawab;
5. Kemampuan mencoba untuk mengerti dan toleran terhadap pandangan
yang berbeda;
6. Kemampuan hidup dalam maysrakat yang mengglobal;
7. Minat yang luas dalam kehidupan;
8. Kesiapan untuk bekerja;
9. Kecerdasan sesuai dengan bakat/minatnya; dan
10. Rasa tanggung jawab terhadap lingkungan.

BAB i: STRUKTUR KURIKULUM TINGKAT DAERAH


5
B. Struktur Kurikulum Muatan Lokal
Dalam Peraturan Menteri Pendidikan Pendidikan dan Kebudayaan
Republik Indonesia Nomor 67, 68, 69, dan 70 Tahun 2013 tentang Kerangka
Dasar dan Struktur Kurikulum Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidaiyah SD/MI,
SMP/MTs, SMA/SMK/MA dinyatakan bahwa Bahasa Daerah sebagai muatan
lokal dapat diajarkan secara terintegrasi dengan matapelajaran Seni Budaya
dan Prakarya atau diajarkan secara terpisah apabila daerah merasa perlu
untuk memisahkannya. Satuan pendidikan dapat menambah jam pelajaran
per minggu sesuai dengan kebutuhan satuan pendidikan tersebut.
Dasar pendidikan muatan lokal adalah Permendikbud Nomor 79 tahun
2014 tentang Muatan Lokal Kurikulum 2013. Dalam peraturan itu yang
dimaksud dengan muatan lokal adalah bahan kajian atau mata pelajaran
pada satuan pendidikan yang berisi muatan dan proses pembelajaran tentang
potensi dan keunikan lokal untuk membentuk pemahaman peserta didik
terhadap keunggulan dan kearifan di daerah tempat tinggalnya. Muatan lokal
dikembangkan atas prinsip: (1) kesesuaian dengan perkembangan peserta
didik; (2) keutuhan kompetensi; (3) fleksibilitas jenis, bentuk, dan pengaturan
waktu penyelenggaraan; dan (4) kebermanfaatan untuk kepentingan nasional
dan menghadapi tantangan global.
Pendidikan Muatan Lokal Mata Pelajaran Bahasa dan Sastra Daerah
merupakan kegiatan kurikuler untuk mengembangkan kompetensi yang
disesuaikan dengan ciri khas dan potensi daerah, termasuk keunggulan
daerah, yang materinya tidak dapat dikelompokkan ke dalam mata pelajaran
yang ada. Substansi muatan lokal ditentukan oleh satuan pendidikan melalui
pemerintah daerah, dalam hal ini Provinsi Jawa Barat melalui Dinas Pendidikan
Propinsi Jawa Barat.
Kewenangan pemerintah daerah untuk mengembangkan bahasa
daerah diperkuat oleh UU nomor 24 Tahun 2009 tentang Bendera, Bahasa
dan Lambang Negara serta Lagu Kebangsaan. Pasal 42 Ayat (1) dan Ayat
(2) berbunyi sebagai berikut.
(1) Pemerintah daerah wajib mengembangkan, membina, dan melindungi
bahasa dan sastra daerah agar tetap memenuhi kedudukan dan fungsinya
dalam kehidupan bermasyarakat sesuai dengan perkembangan zaman
dan agar tetap menjadi bagian dari kekayaan budaya Indonesia.

KURIKULUM TINGKAT DAERAH


6 MULOK MATA PELAJARAN BAHASA SUNDA
BERBASIS KURIKULUM 2013 REVISI 2017 JENJANG SD/MI
(2) Pengembangan, pembinaan, dan pelindungan sebagaimana dimaksud
pada ayat (1) dilakukan secara bertahap, sistematis, dan berkelanjutan
oleh pemerintah daerah di bawah koordinasi lembaga kebahasaan.
Mengingat kewenangan pemerintah daerah dalam mengembangkan
dan membina bahasa daerah, adanya kebijakan kurikulum tingkat daerah,
dan keberagaman pemerintah daerah dalam menetapkan konten muatan
lokal maka untuk Kurikulum 2013 ditetapkan pendidikan bahasa daerah tetap
menjadi wewenang pemerintah daerah. Kurikulum 2013 menyediakan muatan
lokal untuk pendidikan bahasa daerah dan pendidikan seni budaya.
Berkaitan dengan bunyi undang-undang tersebut, maka Mata Pelajaran
Bahasa dan Sastra Sunda termasuk mata pelajaran muatan lokal di wilayah
Provinsi Jawa Barat. Kedudukannya dalam proses pendidikan sama dengan
kelompok mata pelajaran inti dan pengembangan diri. Oleh karena itu, mata
pelajaran Bahasa Sunda juga diujikan dan nilainya wajib dicantumkan dalam
buku rapor.
Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat mengeluarkan Surat Keputusan
No. 423/2372/Set-disdik tanggal 26 Maret 2013 tentang Pembelajaran
Muatan Lokal Bahasa Daerah pada Jenjang SD/MI, SMP/MTs, SMA/SMK/
MA). Kedudukan Mata Pelajaran Muatan Lokal Bahasa Daerah dalam Struktur
Kurikulum Nasional adalah sebagai berikut.

Tabel 1: Struktur Kurikulum Tingkat Daerah Jenjang SD/MI

Jumlah Jam Pelajaran Tiap


No. Komponen Kelas
I II III IV V VI
Kelompok A
1. Pendidikan Agama dan Budi Pekerti 4 4 4 4 4 4
2. Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan 6 6 6 4 4 4
3. Bahasa Indonesia 8 8 10 7 7 7
4. Matematika 5 6 6 6 6 6
5. Ilmu Pengetahuan Alam - - - 3 3 3
6. Ilmu Pengetahuan Sosial - - - 3 3 3
Kelompok B
7. Seni Budaya dan Prakarya 4 4 4 5 5 5
8. Pendidikan Jasamani, Olahraga, dan Kesehatan 4 4 4 4 4 4
9. Bahasa dan Sastra Daerah 2 2 2 2 2 2
Jumlah Alokasi Waktu Per Minggu 32 34 36 38 38 38

BAB i: STRUKTUR KURIKULUM TINGKAT DAERAH


7
Tabel 2: Struktur Kurikulum Tingkat Daerah Jenjang SMP/MTs.

Jumlah Jam Pelajaran Tiap Kelas


No. Komponen
VI VIII IX
Kelompok A
1. Agama dan Budi Pekerti 3 3 3
Pendidikan Pancasila &
2. 3 3 3
Kewarganegaraan
3. Bahasa Indonesia 6 6 6
4. Matematika 5 5 5
5. Ilmu Pengetahuan Alam 5 5 5
6. Ilmu Pengetahuan Sosial 4 4 4
7. Bahasa Inggris 4 4 4
Kelompok B
8. Seni Budaya 3 3 3
Pendidikan Jasmani, Olahraga,
9. 3 3 3
dan Kesehatan
10. Prakarya 2 2 2
11. Bahasa dan Sastra Daerah 2 2 2
Jumlah Alokasi Waktu Per Minggu 40 40 40

Tabel 3: Struktur Kurikulum Pendidikan Menengah Kelompok Mata


Pelajaran Wajib

Jumlah Jam Pelajaran Tiap Kelas


No. Komponen
X XI XII
Kelompok A (Wajib)
1. Pendidikan Agama dan Budi Pekerti 3 3 3
Pendidikan Pancasila &
2. 2 2 E
Kewarganegaraan
3. Bahasa Indonesia 4 4 4
4. Matematika 4 4 4
5. Sejarah Indonesia 2 2 2
6. Bahasa Inggris 2 2 2
Kelompok B (Wajib)
7. Seni Budaya 2 2 2
Pendidikan Jasmani, Olahraga,
8. 3 3 3
dan Kesehatan
10. Prakarya dan Kewirausahaan 2 2 2
11. Bahasa dan Sastra Daerah 2 2 2
Jumlah Jampel A & B per Minggu 26 26 26

KURIKULUM TINGKAT DAERAH


8 MULOK MATA PELAJARAN BAHASA SUNDA
BERBASIS KURIKULUM 2013 REVISI 2017 JENJANG SD/MI
Kelompok C (Peminataan)

Mata pelajaran peminatan Akademik (untuk


18 20 20
SMA/MA)

Jumlah Jampel yang harus ditempuh per


44 46 46
minggu

Tabel 4: Struktur Kurikulum SMA/MA

KELAS
MATA PELAJARAN X XI XII
Kelompok A dan B (Wajib) 26 26 26
C. Kelompok Peminatan
I Peminatan Matematika dan Ilmu-ilmu Alam
1. Matematika 3 4 4
2. Biologi 3 4 4
3. Fisika 3 4 4
4. Kimia 3 4 4
II. Peminatan Ilmu-ilmu Sosial
1. Geografi 3 4 4
2. Sejarah 3 4 4
3. Sosiologi dan Antropologi 3 4 4
4. Ekonomi 3 4 4
III Peminatan Ilmu-ilmu Bahasa dan Budaya
1. Bahasa dan Sastra Indonesia 3 4 4
2. Bahasa dan Sastra Daerah 3 4 4
3. Bahasa dan Sastra Inggris 3 4 4
4. Bahasa dan Sastra Asing
3 4 4
Lainnya
5. Antropologi 3 4 4
Mata Pelajaran Pilihan Pendalaman
Pilihan Lintas Minat dan/atau Pendalaman Minat 6 4 4
Jumlah Pelajaran yang tersedia per minggu 71 82 82
Jumlah Jampel yang harus ditempuh per minggu 44 46 46

BAB i: STRUKTUR KURIKULUM TINGKAT DAERAH


9
Tabel 5: Struktur Kurikulum SMK/MAK
ALOKASI WAKTU PER
MATA PELAJARAN MINGGU
X XI XII
Kelompok A (Wajib)
1. Pendidikan Agama dan Budi Pekerti 3 3 3
2. Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan 2 2 2
3. Bahasa Indonesia 4 4 4
4. Matematika 4 4 4
5. Sejarah Indonesia 2 2 2
6. Bahasa Inggris 2 2 2
Kelompok B (Wajib)
7. Seni Budaya 2 2 2
8. Bahasa dan Sastra Daerah 2 2 2
9. Pendidikan Jasmani, Olah Raga, dan Kesehatan 3 3 3
10. Prakarya dan Kewirausahaan 2 2 2
Jumlah Jam Pelajaran Kelompok A dan B per minggu 26 26 26
Kelompok C (Peminatan)
Mata Pelajaran Peminatan Akademik dan Vokasi (SMK/
24 24 24
MAK)
JUMLAH ALOKASI WAKTU PER MINGGU 50 50 50

C. Perbaikan Kurikulum Tingkat Daerah


Berbasis Kurikulum 2013
Dengan adanya revisi Kurikulum 2013 pada tingkat nasional, Kurikulum
Tingkat Daerah Kurikulum Muatan Lokal pun mengalami perubahan. Nama
kurikulum tidak berubah menjadi kurikulum nasional, tapi tetap Kurikulum 2013
Edisi Revisi yang berlaku secara Nasional.Perubahan tersebut didasarkan
pada tiga Permendikbud, yakni Permendikbud No. 20 tentang Standar
Kompetensi Lulusan Pendidikan Dasar dan Menengah, Permendikbud No.
21 Tahun 2016 tentang Standar Isi, Permendikbud No. 22 Tahun 2016 tentang
Standar Proses, dan Permendikbud No. 23 Tahun 2016 tentang Standar
Penilaian.
Meskipun ada revisi, struktur matapelajaran dan lama belajar di
sekolah tidak diubah. Poin utama revisi Kurikulum 2013 adalah meningkatkan
hubungan atau keterkaitan antara kompetensi inti (KI) dan kompetensi dasar

KURIKULUM TINGKAT DAERAH


10 MULOK MATA PELAJARAN BAHASA SUNDA
BERBASIS KURIKULUM 2013 REVISI 2017 JENJANG SD/MI
(KD). Jika diintisarikan, terdapat lima poin penting revisi Kurikulum 2013.
1. Peningkatan hubungan Kompetensi Inti (KI) dan Kompetensi Dasar
(KD). Kompetensi Inti 1 (Aspek Keagamaan) dan Kompetensi Inti 2
(Aspek Sosial) tidak lagi dijabarkan ke dalam Kompetensi Dasar (KD).
Kompetensi Dasar hanya dijabarkan dari Kompetensi Inti 2 (Pengetahuan)
dan Kompetensi Inti 4 (Keterampilan).
a. Penomoran KI dan KD tidak lagi ditandai dengan jenjang pendidikan
(kelas), tetapi sesuai dengan nomor urutan KI. Nomor KI sebanyak
satu digit angka (KI 3), sedangkan nomor KD sebanyak dua digit
angka (KD 3.1).
b. Dalam rumusan KD lama yang awalnya hanya menggambarkan
materi kesastraan saja, pada rumusan KD baru ditambahkan unsur-
unsur kebahasaan. Hal ini menunjukkan bahwa belajar bahasa daerah
dilaksanakan melalui sastra daerah.
c. Permusan KD yang awalnya terlalu spesifik dan operasioal, kemudian
pada edisi revisi diubah menjadi rumusan yang lebih umum agar tidak
menyulitkan pendidik dalam menyusun indikator.
d. Rumusan KD pada jenjang SD/MI disesuaikan dengan materi pokok
dan tema nasional. Untuk beberapa tema KD disesuaikan dengan
tema kedaerahan.
e. Gradasi untuk dimensi sikap, pengetahuan, dan keterampilan antar
jenjang pendidikan memperhatikan (1) perkembangan psikologis
anak; (2) lingkup dan kedalaman; (3) kesinambungan; (4) fungsi satuan
pendidikan; dan (5) lingkungan. Dipertimbangkan pula penguasaan
pengetahuan dan keterampilan berbahasa dan bersastra secara
gradual daerah sesuai dengan jenjang pendidikan.
f. Pemetaan materi ajar bahasa daerah mempertimbangkan keragaman
lokalitas dan mewadahi fenomena kebahasaan dan pola komunikasi
yang berkembang di lingkungan masyarakat.
2. Proses berpikir siswa tidak lagi dibatasi. Pada kurikulum yang lama,
berlaku sistem pembatasan, yaitu anak SD sampai memahami, SMP
menganalisis, dan SMA mencipta. Pada kurikulum hasil revisi ini, anak
SD boleh berpikir sampai tahap penciptaan. Tentunya dengan kadar
penciptaan yang sesuai dengan usianya.
3. Penggunaan metode pembelajaran aktif. Guru berperan menjadi fasilitator
pembelajaran yang membuat siswa menyenangi kegiatan belajar-

BAB i: STRUKTUR KURIKULUM TINGKAT DAERAH


11
mengajar. Adanya penerapan Pendekatan 5M (Mengingat, Memahami,
Menerapkan, Menganalisis, dan Mencipta). Pendekatan Saintifik 5M
bukanlah satu-satunya yang dapat diacu menjadi metode saat mengajar.
Apabila digunakan, maka susunan 5Mitu tidak harus berurutan.Pemilihan
pendekatan tematik dan/atau tematik terpadu dan/atau saintifik dan/atau
inkuiri (inquiry) dan penyingkapan (discovery) dan/atau pembelajaran
yang menghasilkan karya berbasis pemecahan masalah (project based
learning) disesuaikan dengan karakteristik kompetensi dan jenjang
pendidikan.
4. Penyederhanaan aspek penilaian siswa oleh guru. Pada Kurikulum
2013 versi lawas, seluruh guru wajib menilai aspek sosial dan spiritual
(keagamaan) siswa. Sistem ini yang lantas dikeluhkan banyak guru.
Dalam skema yang baru, penilaian sosial dan keagamaan siswa cukup
dilakukan oleh guru PPKn dan guru Pendidikan Agama-Budi Pekerti.
Sementara guru fisika dan mata pelajaran lainnya hanya menilai aspek
akademik sesuai bidang yang diajarkan saja.Guru mata pelajaran lain
boleh menilai aspek sosial sewajarnya. seperti terkait kenakalan atau
misalnya saat siswa ketahuan mencontek.
a. Penilaian sikap KI-1 dan KI-2 sudah ditiadakan di setiap mata
pelajaran hanya Matapelajaran Agama dan PPKn, namun KI tetap
dicantumkankan dalam penulisan RPP.
b. Jika ada 2 nilai praktik dalam satu KD, maka yang diambil adalah
nilai yang tertinggi. Penghitungan nilai keterampilan dalam satu KD
ditotal (praktek, produk, portofolio) dan diambil nilai rata-rata untuk
pengetahuan, bobot penilaian harian, dan penilaian akhir semester
itu sama.
c. Perubahan terminologi ulangan harian menjadi penilaian harian, UAS
menjadi Penilaian Akhir Semester untuk Semester 1 dan Penilaian
Akhir Tahun untuk Semester 2. Oleh karena itu, sudah tidak ada lagi
UTS, langsung ke Penilaian Akhir Semester.
d. Skala penilaian menjadi 1-100. Sementara itu, penilaian sikap
diberikan dalam bentuk Predikat dan Deskripsi.
e. Remedial diberikan untuk nilai siswa yang kurang, namun sebelumnya
siswa diberikan pembelajaran ulang. Nilai Remedial adalah nilai yang
dicantumkan dalam hasil.

KURIKULUM TINGKAT DAERAH


12 MULOK MATA PELAJARAN BAHASA SUNDA
BERBASIS KURIKULUM 2013 REVISI 2017 JENJANG SD/MI
f. Hasil evaluasi akhir diperoleh dari gabungan evaluasi proses dan
evaluasi hasil pembelajaran.
5. Perencanaan pembelajaran mencakup silabus dan Recana Pelaksanaan
Pembelajaran (RPP).
a. Silabus Kurikulum 2013 edisi revisi lebih ramping, hanya tiga kolom,
yakni KD, Materi Pembelajaran, dan Kegiatan Pembilajaran.
b. Di dalam RPP tidak perlu disebutkan nama metode pembelajaran
yang digunakan dan materi dibuat dalam bentuk lampiran berikut
dengan rubrik penilaian (jika ada).

D. Kekhasan Kurikulum Tingkat Daerah


Kompetensi Dasar (KD) mata pelajaran Bahasa dan Sastra Sunda di
dalamnya memuat materi yang disesuaikan dengan tingkat perkembangan
peserta didik yang mencakup perkembangan pengetahuan dan cara berpikir,
emosional, dan sosial peserta didik. Pembelajarannya diatur secara mandiri
serta menopang peningkatan kemampuan penguasaan kurikulum nasional.
Program pembelajaran bahasa dan sastra Sunda yang
dikembangkanmemperhatikan rambu-rambu pengembangan muatan lokal
yang tertuang dalam lampiran Permendikbud Nomor 79 Tahun 2014 tentang
Muatan Lokal Kurikulum 2013, Pasal 9 dan Pasal 10, bahwa Pemerintah
Provinsi dan Kabupaten/Kota dapat mengembangkan muatan lokal.
Permendikbud ini merupakan revisi dari Permendikbud Nomor 81a Tahun
2013 tentang Implementasi Kurikulum, di antaranya kedekatan secara fisik
dan secara psikis.Dekat secara fisik berarti bahwa terdapat dalam lingkungan
tempat tinggal dan sekolah peserta didik, sedangkan dekat secara psikis
berarti bahwa bahan kajian tersebut mudah dipahami oleh kemampuan
berpikir dan mencerna informasi sesuai dengan usia peserta didik.
Mata pelajaran Bahasa dan Sastra Sunda memiliki kekhasan tersendiri
sesuai dengan kaidah keilmuannya, yaitu bahasa, sastra, budaya Sunda
sebagai kearifan lokal. Setiap sekolah wajib melaksanakannya agar peserta
didik memperoleh pengalaman berbahasa, bersastra, dan berbudaya
Sunda. Pendidik yang mengampu mata pelajaran ini diharapkan mampu
membangkitkan minat belajar, rasa keingintahuannya, menumbuhkembangkan
kesadaran, serta kemampuan apresiasi peserta didik terhadap budayanya
masyarakatnya. Hal ini merupakan wujud pembentukan karakter yang

BAB i: STRUKTUR KURIKULUM TINGKAT DAERAH


13
memungkinkan seseorang hidup secara beradab dan toleran dalam
masyarakat dan budaya yang majemuk.
Mata pelajaran bahasa dan sastra Sunda dikemas sedemikian rupa agar
menarik bagi perserta didik. Kemasan yang menarik dan perencanaan yang
tepat akan mampu mengembangkan beragam kompetensi peserta didik baik
secara konsepsi (pengetahuan, pemahaman, analisis, evaluasi), apresiasi,
dan kreasi dengan cara memadukan secara harmonis unsur etika, estetika,
logika, dan kinestetika.

E. Keragaman Lokalitas dan Bahasa


Pengantar Pembelajaran
Untuk mewadahi keragaman lokalitas perlu dipertimbangkan bahasa
dan budaya yang berkembang di lingkungan belajar peserta didik. Kenyataan
menunjukkan bahwa selain bahasa Sunda, di Jawa Barat terdapat pula bahasa-
bahasa daerah lain yang wilayah pemakaiannya tidak berdasarkan daerah
administrasi pemerintah. Misalnya, sebagaimana diatur dalam Peraturan
Daerah Provinsi Jawa Barat Nomor 14 Tahun 2014 tentang Pemeliharaan
Bahasa, Sastra, dan Aksara Daerah bahwa yang dimaksud dengan bahasa
daerah di Jawa Barat adalah bahasa Sunda, bahasa Cirebon, dan bahasa
Melayu-Betawi. Dalam hubungan itu, bagi daerah-daerah yang peserta
didiknya berbahasa ibu bukan bahasa Sunda, kompetensi dasar itu perlu
disesuaikan dengan keadaan kebahasaan dan budaya daerah setempat.
Pembelajaran tidak berlangsung untuk semua kompetensi dasar, tetapi dipilih
mana yang mungkin bisa dilaksanakan.
Berkaitan dengan kategorisasi lokal, di Jawa Barat ada masyarakat yang
berbahasa ibu bahasa Sunda lulugu ada pula yang menggunakan bahasa
Sunda wewengkon. Bahkan di pesisir utara dan sebagian besar wilayah
Cirebon mempunyai bahasa ibu yang bukan bahasa Sunda. Masyarakat
penuturnya menyebutnya sebagai bahasa Cirebon, yang awalnya merupakan
perpaduan antara bahasa Sunda dan bahasa Jawa.
Sehubungan dengan kenyataan seperti itu, bahan pembelajaran
bahasa Sunda tentu tidak akan seragam. Penentuan bahan pembelajaran
diserahkan sepenuhnya kepada pendidik di tempatnya masing-masing
dengan mengadakan perembukan terpumpun dalam wadah Pusat Kegiatan

KURIKULUM TINGKAT DAERAH


14 MULOK MATA PELAJARAN BAHASA SUNDA
BERBASIS KURIKULUM 2013 REVISI 2017 JENJANG SD/MI
Guru (PKG). Lebih jauh lagi, penentuan yang lebih spesifik lagi diserahkan
kepada guru di sekolah yang bersangkutan.
Kategorisasi lokal dalam penentuan bahan pembelajaran dapat
dibedakan atas tiga kategori A, B, dan C. Ketiga kategori lokal tersebut
masing-masing memiliki ciri tersendiri.
1. Kategori A berlaku ditempat-tempat yang masyarakatnya menggunaan
bahasa Sunda lulugu, yakni bahasa yang kini dianggap baku dan resmi
menurut ukuran umum di Jawa Barat. Sebagi contoh yang termasuk
kategori ini adalah daerah Bandung dan sekitarnya dengan mengabaikan
beberapa kosakata wewengkon yang memang hanya sedikit.
2. Kategori B berlaku di tempat-tempat yang masyarakatnya menggunakan
bahasa Sunda wewengkon, yakni bahasa yang sampai saat ini dianggap
sebagai ragam bahasa yang mempunyai perbedaan dengan bahasa
lulugu, akan tetapi tetap dianggap sebagai bahasa Sunda. Perbedaan
tersebut berada pada tataran fonetik dan semantik, di samping perbedaan
onomasiologis (konsep yang sama dalam kosakata yang berbeda) dan
perbedaan semasiologis (konsep yang berbeda dengan kosakata yang
sama). Sebagai conto yang termasuk kategori B adalah bahasa Sunda di
Kuningan dan Karawang.
3. Kategori C berlaku di tempat-tempat yang masyarakatnya kental
menggunakan bahasa wewengkon atau bahasa daerah khusus
seperti bahasa Cirebon (bahasa Sunda Dialek Cirebon atau bahasa
Jawa Dialek Cirebon) dan bahasa Melayu Dialek Betawi. Misalnya, di
sebagian wilayah Kabupaten Indramayu, Kabupaten Cirebon, dan Kota
Cirebon, selain diajarkan bahasa Sunda sebagai muatan lokal wajib,
juga diperkenankan untuk mengajarkan bahasa Cirebon sebagai muatan
lokal pilihan. Khusus di daerah ini, untuk Kelas I-III SD, alokasi waktu
untuk pelajaran bahasa Sunda dapat digunakan untuk pelajaran bahasa
daerah setempat. Keadaan yang sama dapat pula berlaku bagi sebagian
Kota dan Kabupaten Bekasi serta Kota Depok yang masyarakatnya
menggunakan Bahasa Melayu Dialek Betawi, meskipun sampai saat ini
belum dapat diajarkan di sekolah-sekolah.
Kategorisasi lokal tersebut dapat mengikuti perimbangan komponen
kompetensi bahasa (pemahaman dan penggunaan), ragam bahasa (lulugu
dan wewengkon), dan bahasa pengantar.

BAB i: STRUKTUR KURIKULUM TINGKAT DAERAH


15
(a) Di wilayah kategori A, diutamakan pemahaman dan penggunaan bahasa,
materi bahasa Sunda baku, dan menggunakan pengantar bahasa Sunda
baku.
(b) Di wilayah kategori B, diutamakan pemahaman dan penggunaan bahasa,
materi bahasa Sunda baku dan bahasa Sunda wewengkon seimbang,
dan menggunakan pengantar bahasa Sunda baku.
(c) Di wilayah kategori C, diutamakan pemahaman bahasa, materi bahasa
Sunda baku dan bahasa Sunda wewengkon atau bahasa setempat
seimbang, dan dapat menggunakan bahasa pengantar bahasa Sunda
wewengkon (bahasa setempat) atau menggunakan bahasa Indonesia.
Di sekolah-sekolah yang mempunyai kondisi khusus, seperti di sekolah-
sekolah yang peserta didiknya banyak yang berbahasa ibu bukan bahasa
Sunda, walaupun sebenarnya termasuk kategori A atau kategori B, dapat
ditentukan kebijakan lain.
Pada prinsipnya bahasa pengantar yang digunakan dalam pembelajaran
bahasa dan sastra Sunda adalah bahasa Sunda. Di sekolah-sekolah atau
daerah yang mengalami kesulitan dengan pengantar bahasa Sunda dapat
digunakan bahasa Indonesia atau bahasa setempat, baik sebagian maupun
sepenuhnya, atau menggunakan dwibahasa Sunda-Indonesia. Akan tetapi,
selalu disertai usaha untuk secara berangsur-angsur bisa memahami
petunjuk dalam bahasa Sunda. Di daerah-daerah yang memiliki basa Sunda
wewengkon, kata-kata dialek dapat difungsikan untuk mempercepat atau
meningkatkan kualitas pembelajaran.

F. Pemanfaatan Media dan Sumber Belajar

1. Pemanfaatan Teknologi, Informasi, dan Komunikasi

Teknologi informasi dan komunikasi dapat berupa media cetak dan


elektronik. Kini perkembangannya semakin pesat dan canggih.
Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi dapat dimanfaatkan
untuk memfasilitasi pembelajara bahasa dan sastra Sunda. Dalam
batas-batas dan cara-cara tertentu semua itu dapat dimanfaatkan untuk
membantu meningkatkan kualitas dan kelancaran pembelajaran bahasa
dan sastra Sunda.

KURIKULUM TINGKAT DAERAH


16 MULOK MATA PELAJARAN BAHASA SUNDA
BERBASIS KURIKULUM 2013 REVISI 2017 JENJANG SD/MI
2. Pemanfaatan Lingkungan Alam, Sosial, dan Budaya

Sumber pembelajaran bahasa dan sastra Sunda dapat pula berupa


lingkungan alam, masyarakat, dan budaya Sunda. Peserta didik
diupayakan agar berhubungan langsung dengan masyarakat untuk
mengetahui kehidupan bahasa dan budaya Sunda saat ini, yang
selanjutnya dijadikan informasi dalam pembelajaran bahasa Sunda.
Berkaitan dengan pembelajaran sastra, peserta didik diupayakan untuk
mengetahui kehidupan sastra secara eksplisit maupun implisit dengan
mengapresiasi dan mengekspresikan isinya.

3. Bacaan Wajib

Pembelajaran bahasa dan Sastra Sunda harus didukung oleh adanya


buku babon, buku pendukung pembelajaran, atau buku-buku bacaan
kanonik untuk mendorong siswa gemar membaca dan membangkitkan
minat dan kesenangannya mempelajari bahasa dan sastra Sunda.
Buku yang akan digunakan dalam pembelajaran bahasa Sunda adalah
buku-buku yang sebelumnya telah dinyatakan lolos seleksi penilaian oleh
lembaga berwenang serta dan proses seleksinya harus memperhatikan
kejujuran dan kualitas buku.
Sebagai upaya meningkatkan apresiasi sastra dan gemar membaca,
setiap peserta didik pada setiap jenjang pendidikan diwajibkan membaca
sejumlah karya sastra (puisi, prosa, dan drama) yang sesuai dengan
tingkatannya dalam jumlah yang memadai. Pemilihan buku bacaan sastra
ini disesuikan dengan tingkat perkembangan psikologis peserta. Upaya
ini juga berkaitan dengan gerakan literasi sekolah yang menjadi unsur
penunjang dalam kurikulum yang berlaku saat ini.

BAB i: STRUKTUR KURIKULUM TINGKAT DAERAH


17
KURIKULUM TINGKAT DAERAH
18 MULOK MATA PELAJARAN BAHASA SUNDA
BERBASIS KURIKULUM 2013 REVISI 2017 JENJANG SD/MI
BAB II

KOMPETENSI INTI DAN KOMPETENSI DASAR


(kikd)
MATA PELAJARAN
BAHASA DAN SASTRA SUNDA
A. Rasional
Mata pelajaran Bahasa dan Sastra Sunda adalah mata pelajaran
Muatan lokal yang berdiri sendiri. Ketetapan kebijakan ini sejalan dengan
Permendikbud Nomor 79 Tahun 2014 tentang Kurikulum 2013 Pasal 1 s.d
4. Atas dasar itulah, maka materi pembelajaran yang tertuang dalam mata
pelajaran Bahasa dan Sastra Sunda mengutamakan keunggulan dan kearifan
daerah.
KI-KD Kurikulum 2013 Muatan Lokal Mata pelajaran Bahasa dan Sastra
Sunda serta revisinya diberlakukan berdasarkan peraturan perundang-
undangan sebagai berikut. (1) UU No. 23/2014 tentang Pemerintahan Daerah
dan UU No. 20/2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional; (2) UU No. 24/2009
tentang Bendera, Bahasa, dan Lambang Negara serta Lagu Kebangsaan;
(3) Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No. 19/2005 tentang Standar
Nasional Pendidikan, Bab III Pasal 7 Ayat 3--8, yang menyatakan bahwa
dari SD/MI/SDLB, SMP/MTs./ SMPLB, SMA/MAN/SMALB, dan SMK/MAK
diberikan pengajaran muatan lokal yang relevan; (4) Permendikbud No. 67,
68, 69, dan 70 Tahun 2013 tentang Kerangka Dasar dan Struktur Kurikulum
Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidaiyah SD/MI, SMP/MTs, SMA/SMK/MA; (5)
Permendikbud No. 79/2014 tentang Kurikulum 2013, Pasal 5 (a) dan (b),
yaitu materi mata pelajaran Muatan Lokal Bahasa dan Sastra Sunda yang
dirumuskan dalam bentuk dokumen berupa KompetensiDasar dan Silabus; (6)
Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia No. 20,
21, 22, dan 23 Tahun 2016 tentang Standar Kelulusan, Standar Isi, Standar
Proses, dan Standar Penilaian; (7) Perda No. 14/2014 tentang Pemeliharan
Bahasa, Sastra, dan Aksara Daerah; (8) Peraturan Gubernur Jawa Barat
No. 69 Tahun 2013 tentang Pembelajaran Muatan Lokal Bahasa dan Sastra
Daerah pada Jenjang Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah; (9) Surat
Edaran Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat Nomor 423/2372/
Set-disdik tertanggal 26 Maret 2013 tentang Pembelajaran Muatan Lokal
Bahasa Daerah pada Jenjang SD/MI, SMP/MTs, SMA/SMK/MA; serta (10)
Rekomendasi UNESCO tahun 1999 tentang Pemeliharaan Bahasa-bahasa
Ibu di Dunia.

KURIKULUM TINGKAT DAERAH


20 MULOK MATA PELAJARAN BAHASA SUNDA
BERBASIS KURIKULUM 2013 REVISI 2017 JENJANG SD/MI
B. Pengertian
Dalam Permendikbud Nomor 24 Tahun 2014 tentang KIKD Pelajaran
pada Kurikulum 2013 disebutkan bahwa kompetensi inti merupakan tingkat
kemampuan untuk mencapai standar kompetensi lulusan yang harus dimiliki
seorang peserta didik pada setiap tingkat kelas, sedangkan kompetensi dasar
merupakan merupakan kemampuan dan materi pembelajaran minimal yang
harus dicapai peserta didik untuk suatu mata pelajaran pada masing-masing
satuan pendidikan yang mengacu pada kompetensi inti.
Kompetensi inti dan kompetensi dasar mata pelajaran Bahasa Sunda
adalah program untuk mengembangkan pengetahuan, keterampilan
berbahasa, dan sikap positif terhadap bahasa dan sastra Sunda.

C. Fungsi
Standar kompetensi dan kompetensi dasar berfungsi sebagai acuan
bagi guru-guru di sekolah dalam menyusun kurikulum mata pelajaran
Bahasa dan Sastra Sunda sehingga segi-segi pengembangan pengetahuan,
keterampilan, serta sikap berbahasa dan bersastra Sunda dapat terprogram
secara terpadu.
Standar kompetensi dan kompetensi dasar ini disusun dengan
mempertimbangkan kedudukan bahasa Sunda sebagai bahasa daerah dan
sastra Sunda sebagai sastra Nusantara. Pertimbangan itu berkonsekuensi
pada fungsi mata pelajaran Bahasa Sunda sebagai (1) sarana pembinaan
sosial budaya regional Jawa Barat; (2) sarana peningkatan pengetahuan,
keterampilan, dan sikap dalam rangka pelestarian dan pengembangan
budaya; (3) sarana peningkatan pengetahuan, keterampilan, dan sikap untuk
meraih dan mengembangkan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni; (4)
sarana pembakuan dan penyebarluasan pemakaian bahasa Sunda untuk
berbagai keperluan; (5) sarana pengembangan penalaran; dan (6) sarana
pemahaman aneka ragam budaya daerah (Sunda).

D. Tujuan
Pertimbangan itu berkonsekuensi pula pada tujuan pembelajaran
bahasa dan sastra Sunda yang secara umum agar peserta didik mencapai
tujuan-tujuan berikut.

BAB ii: KIKD Mata Pelajaran Bahasa


dan Sastra Sunda 21
1. Peserta didik menyenangi pengalamannya berbahasa Sunda baik dalam
bentuk lisan maupun tulisan.
2. Peserta didik memahami dan mampu menggunakan bahasa Sunda
dalam berbagai konteks komunikasi untuk meningkatkan kemampuan
intelektual, kematangan emosi, dan kematangan sosial.
3. Peserta didik menghargai bahasa Sunda sebagai bagian dari warisan
kebudayaan masyarakat Sunda dan bagian dari kekayaan kebudayaan
nasional.
4. Peserta didik mampu menghargai, membanggakan, menikmati, dan
memanfaatkan karya sastra Sunda untuk mengembangkan kepribadian,
memperluas wawasan, dan memahami budaya serta intelektualitas
manusia Sunda.

E. Tema untuk Sekolah Dasar

Tabel 3.1: Daftar Tema dan Alokasi Waktunya Pada Kelas I-III
KELAS I KELAS II KELAS III
TEMA WAKTU TEMA WAKTU TEMA WAKTU
Sayangi Hewan
4 4 4
Diri Sendiri Hidup Rukun dan Tumbuhan di
Minggu Minggu Minggu
Sekitar
4 Bermain di Ling- 4 Pengalaman yang 4
Kegemaranku
Minggu kunganku Minggu Mengesankan Minggu
4 Tugasku Sehari- 4 Mengenal Cuaca 4
Kegiatanku
Minggu hari Minggu dan Musim Minggu
Ringan Sama Di-
4 Aku dan Se- 4 4
Keluargaku jinjing Berat Sama
Minggu kolahku Minggu Minggu
Dipikul
4 Hidup Bersih dan 4 Mari Kita Bermain 4
Pengalamanku
Minggu Sehat Minggu dan Berolahraga Minggu

Lingkungan Bersih, 4 Air, Bumi, dan 4 Indahnya Persa- 4


Sehat, dan Asri Minggu Matahari Minggu habatan Minggu
Benda, Binatang, Mari Kita Hemat
4 Merawat Hewan 4 4
dan Tanaman di Energi untuk Masa
Minggu dan Tumbuhan Minggu Minggu
sekitarku Depan
Keselamatan di Berperilaku Baik
4 4 4
Peristiwa Alam Rumah dan Per- dalam Kehidupan
Minggu Minggu Minggu
jalanan Sehari-hari

KURIKULUM TINGKAT DAERAH


22 MULOK MATA PELAJARAN BAHASA SUNDA
BERBASIS KURIKULUM 2013 REVISI 2017 JENJANG SD/MI
Tabel 3.2: Daftar Tema dan Alokasi Waktunya Pada Kelas IV-VI
KELAS IV KELAS V KELAS VI
TEMA WAKTU TEMA WAKTU TEMA WAKTU
1. Indahnya Ke- 4 1. Bermain dengan Ben- 4 1. Selamatkan 4
bersamaan Minggu da-benda di sekitar Minggu makhluk hidup Minggu
2. Peristiwa dalam Ke-
hidupan
2.a Perisitwa yang
2. Persatuan
2. Selalu Berhe- 4 Menyenangkan, 8 4
dalam per-
mat Energi Minggu Menyedihkan, Minggu Minggu
bedaan
dan Berkesan.
2.b Peristiwa Ben-
cana Aalam
3. Peduli terha-
4 4 3. Tokoh dan Pen- 4
dap Makhluk 3. Hidup Rukun
Minggu Minggu emu Minggu
Hidup
4. Berbagai 4 4 4. Globalisasi 4
4. Sehat itu Penting
Pekerjaan Minggu Minggu Minggu
5. Menghargai 4 5. Bangga sebagai Bang- 4 4
5. Wirausaha
Jasa Pahlawan Minggu sa Indonesia Minggu Minggu
6. Indahnya 4 6. Menjaga Kelestarian 4 6. Kesehatan 4
Negeriku Minggu Lingkungan Minggu masyarakat Minggu

4 7. Makanan Sehat dan 4


7. Cita-citaku
Minggu Bergizi Minggu

8. Daerah Tem- 4
pat Tinggalku Minggu

F. KOMPETENSI INTI DAN KOMPETENSI DASAR


MATA PELAJARAN BAHASA DAN SASTRA
SUNDA JENJANG SD/MI

Kelas 1

Tujuan kurikulum mencakup empat kompetensi, yaitu (1) kompetensi


sikap spiritual, (2) sikap sosial, (3) pengetahuan, dan (4) keterampilan.
Kompetensi tersebut dicapai melalui proses pembelajaran intrakurikuler,
kokurikuler, dan ekstrakurikuler.

BAB ii: KIKD Mata Pelajaran Bahasa


dan Sastra Sunda 23
Rumusan Kompetensi SikapSpiritual, yaitu Menerima, menjalankan,
dan menghargai ajaran agama yang dianutnya. Adapun rumusan kompetensi
sikap sosial, yaitu Menunjukkan perilaku jujur, disiplin, tanggungjawab, santun,
peduli, dan percaya diri dalam berinteraksi dengan keluarga, teman, guru,
dan tetangganya serta cinta tanah air. Kedua kompetensi tersebut dicapai
melalui pembelajaran tidak langsung (indirect teaching), yaitu keteladanan,
pembiasaan, dan budaya sekolah dengan memperhatikan karakteristik mata
pelajaran serta kebutuhan dan kondisi peserta didik.
Penumbuhan dan pengembangan kompetensi sikap dilakukan sepan-
jang proses pembelajaran berlangsung dan dapat digunakan sebagai pertim-
bangan guru dalam mengembangkan karakter peserta didik lebih lanjut.
Kompetensi Pengetahuan dan Kompetensi Keterampilan dirumuskan
sebagai berikut.

KI 3 KI 4
3. Memahami pengeta- 4. Menyajikan pengetahu-
huan faktual dengan cara an faktual dalam bahasa
mengamati (mendengar, yang jelas dan logis da-
melihat, membaca) dan lam karya yang estetis,
menanya berdasarkan rasa dalam gerakan yang
ingin tahu tentang dirinya, mencerminkan anak
TEMA makhluk ciptaan Tuhan sehat, dan dalam tinda-
dan kegiatannya, dan ben- kan yang mencerminkan
da-benda yang dijumpai di perilaku anak beriman
rumah, sekolah. dan berakhlak mulia.
KOMPETENSI DASAR KOMPETENSI DASAR
3.1 Mengenal vokal dan
4.1 Melafalkan dan menya-
konsonan pada teks
lin vokal dan konsonan,
sederhana tentang mera-
(cara menulis di udara
wat diri sendiri (melalui
1. Diri Sendiri di buku, menjiplak dan
menyebutkan anggota
menyambung huruf)
badan, memperkenalkan
tentang merawat diri
diri, cara merawat diri)
sendiri (Tema 1).
(Tema 1).
3.2 Mengenal kata pada
teks sederhana tentang 4.2 Melafalkan dan menya-
lin kata tentang berba-
kegemaranku (bias
2. Kegemaranku gai kegemaran. (tema
menggunakan, kartu 2)
huruf dan kartu kata).
(Tema2)
KURIKULUM TINGKAT DAERAH
24 MULOK MATA PELAJARAN BAHASA SUNDA
BERBASIS KURIKULUM 2013 REVISI 2017 JENJANG SD/MI
4.3 Menyalin dan merang-
3.3 Mengetahui dan memaha- kaikan huruf menjadi
mi kata pada teks seder- sebuah kata yang ter-
hana tentang kegiatanku diri dari dua suku kata
3. Kegiatanku
(di rumah, sekolah, dan tentang kegiatanku (di
di lingkungan tempat rumah, di sekolah, atau
bermain). (Tema 3) di lingkungan tempat
bermain). (Tema3)
3.4 Mengenal dan memahami Mengucapkan kosa
teks sederhana tentang kata yang tepat da-
keluargaku secara lisan
lam memperkenalkan
4. Keluargaku dan tulismelalui gambar,
foto keluarga dan/atau
keluarga berdasarkan
bagan silsilah keluarga. foto keluarga/gambar.
(Tema 4) (Tema 4)
4.5 Menceritakan dan me-
3.5 Memahami teks seder-
nyalin teks sederhana
5. Pengalamanku hana tentang pengala-
tentang pengalamanku.
manku (Tema 5) (Tema 5)
4.6 Menceritakan dan me-
6. Lingkungan 3.6 Mengenal dan memahami
nyalin teks sederhana
teks sederhana tentang
Bersih, Sehat, tentang lingkungan
lingkungan bersih, sehat,
dan Asri bersih, sehat, dan asri.
dan asri. (Tema 6)
(Tema 6)
3.7 Mengenal dan memahami 4.7 Membacakan teks sajak
7. Benda, teks sajak sederhana, sederhana tentang
Binatang, dan tentang benda, bina- benda, binatang, dan
Tanaman di tang, dan tanaman yang tanaman di sekitarku
sekitarku terdapat di sekitarku. menjadi kalimat seder-
(Tema7). hana. (Tema 7).

8. Peristiwa 3.8 Memahami isi teks 4.8 Menyanyikan kakawihan


kakawihan tentang peris- tentang peristiwa alam.
Alam tiwa alam. (Tema8) (Tema 8)

Kelas II

Tujuan kurikulum mencakup empat kompetensi, yaitu (1) kompetensi


sikap spiritual, (2) sikap sosial, (3) pengetahuan, dan (4) keterampilan.
Kompetensi tersebut dicapai melalui proses pembelajaran intrakurikuler,
kokurikuler, dan ekstrakurikuler.

BAB ii: KIKD Mata Pelajaran Bahasa


dan Sastra Sunda 25
Rumusan Kompetensi Sikap Spiritual, yaitu Menerima, menjalankan,
dan menghargai ajaran agama yang dianutnya. Adapun rumusan kompetensi
sikap sosial, yaitu Menunjukkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, santun,
peduli, dan percaya diri dalam berinteraksi dengan keluarga, teman, guru,
dan tetangganya serta cinta tanah air. Kedua kompetensi tersebut dicapai
melalui pembelajaran tidak langsung (indirect teaching), yaitu keteladanan,
pembiasaan, dan budaya sekolah dengan memperhatikan karakteristik mata
pelajaran serta kebutuhan dan kondisi peserta didik.
Penumbuhan dan pengembangan kompetensi sikap dilakukan
sepanjang proses pembelajaran berlangsung dan dapat digunakan sebagai
pertimbangan guru dalam mengembangkan karakter peserta didik lebih
lanjut.
Kompetensi Pengetahuan dan Kompetensi Keterampilan dirumuskan
sebagai berikut.

KI 3 KI 4
3. Memahami pengetahuan 4. Menyajikan pengetahuan
faktual dengan cara faktual dalam bahasa
mengamati (mendengar, yang jelas dan logis
melihat, membaca) dan dalam karya yang estetis,
menanya berdasarkan rasa dalam gerakan yang
ingin tahu tentang dirinya, mencerminkan anak
TEMA makhluk ciptaan Tuhan dan sehat, dan dalam tindakan
kegiatannya, dan benda- yang mencerminkan
benda yang dijumpai di perilaku anak beriman dan
rumah, sekolah. berakhlak mulia.
KOMPETENSI DASAR KOMPETENSI DASAR
3.1 Mengenal dan
4.1 Melantunkan teks pupuh
memahami teks pupuh
1. Hidup Rukun tentang hidup rukun.
tentang hidup rukun.
(Tema 1).
(Tema 1)
3.2 Memahami teks
4.2 Membaca nyaring
sederhana tentang
bacaan yang berupa
bermain di lingkunganku
2. Bermain di teks deskripsi tentang
(bisa dengan gambar
kegiatan bermain di
Lingkunganku bermain tayangan,
lingkunganku. (Tema 2)
bermain secara langsung
di lingkungan sekolah).
(Tema 2)

KURIKULUM TINGKAT DAERAH


26 MULOK MATA PELAJARAN BAHASA SUNDA
BERBASIS KURIKULUM 2013 REVISI 2017 JENJANG SD/MI
3.3 Memahami cerita 4.3 Membuat kalimat
bergambar tentang tentang tugas sehari-
3. T u g a s k u tugasku sehari-hari (di hari berdasarkan cerita
rumah, di sekolah, dan bergambar, kemudian
Sehari-hari di lingkungan tempat membacakannya dengan
bermain). (Tema 3) lafal dan intonasi yang
benar. (Tema 3)

4.4 Membaca nyaring


3.4 Memahami teks
bacaan yang berupa
narasi sederhana
4. Aku dan teks narasi sederhaana
yang menceritakan
Sekolahku tentang pengalaman
pengalaman berkesan
yang berkesan. (Tema
(Tema 4).
4)
3.5 Memahami teks
4.5 Menyajikan percakapan
percakapan sederhana
dengan teman mengenai
5. Hidup Bersih yang berisi tentang hidup
hidup bersih dan sehat
bersih dan sehat (di
dan Sehat dengan intonasi yang
rumah, di sekolah dan
benar. (Tema 5)
di lingkungan tempat
bermain). (Tema 5)
4.6 Membacakan puisi
3.6 Mengenal puisi sederhana
sederhana yang berisi
yang berisi tentang air
6. Air, Bumi, dan tentang air dan bumi
dan bumi. (Tema 6)
dengan lafal, intonasi,
Matahari dan ekspresi yang tepat
sebagai bentuk ungkapan
diri. (Tema 6)

7. M e r a w a t 4.7 Menceritakan kembali isi


3.7 Mengenal teks tentang
teks tentang merawat
Hewan dan merawat hewan dan
hewan dan tumbuhan.
Tumbuhan tumbuhan. (Tema 7)
(Tema 7)

3.8 Memahamiteks 4.8 Menyusun kata menjadi


8. Keselamatan sederhana tentang kalimat tentang
di Rumah dan keselamatan di rumah keselamatan di rumah
Perjalanan dan di perjalanan. (Tema dan perjalanan dengan
8) intonasi benar. (Tema 8)

BAB ii: KIKD Mata Pelajaran Bahasa


dan Sastra Sunda 27
Kelas III

Tujuan kurikulum mencakup empat kompetensi, yaitu (1) kompeten


sisikap spiritual, (2) sikapsosial, (3) pengetahuan, dan (4) keterampilan.
Kompetensi tersebut dicapai melalui proses pembelajaran intrakurikuler,
kokurikuler, dan ekstrakurikuler.
Rumusan Kompetensi Sikap Spiritual, yaitu Menerima, menjalankan,
dan menghargai ajaran agama yang dianutnya. Adapun rumusan kompetensi
sikap sosial, yaitu Menunjukkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, santun,
peduli, dan percaya diri dalam berinteraksi dengan keluarga, teman, guru,
dan tetangganya serta cinta tanah air. Kedua kompetensi tersebut dicapai
melalui pembelajaran tidak langsung (indirect teaching), yaitu keteladanan,
pembiasaan, dan budaya sekolah dengan memperhatikan karakteristik mata
pelajaran serta kebutuhan dan kondisi peserta didik.
Penumbuhan dan pengembangan kompetensi sikap dilakukan
sepanjang proses pembelajaran berlangsung dan dapat digunakan sebagai
pertimbangan guru dalam mengembangkan karakter peserta didik lebih
lanjut.
Kompetensi Pengetahuan dan Kompetensi Keterampilan dirumuskan
sebagai berikut.

KI 3 KI 4

4. Menyajikan pengetahuan
3. Memahami pengetahuan
faktual dalam bahasa
factual dengan cara
yang jelas dan logis
mengamati (mendengar,
dalam karya yang
melihat, membaca) dan
estetis, dalam gerakan
menanya berdasarkan rasa
yang mencerminkan
ingin tahu tentang dirinya,
TEMA anak sehat, dan
makhluk ciptaan Tuhan dan
dalam tindakan yang
kegiatannya, dan benda-
mencerminkan perilaku
benda yang dijumpai di
anak beriman dan
rumah, sekolah.
berakhlak mulia.
KOMPETENSI DASAR KOMPETENSI DASAR
1. Sayangi 4.1 Melantunkan pupuh
3.1 Memahami isi teks pupuh
hewan dan tentang menyayangi
tentang menyayangi hewan
tumhuhan di hewan dan tumbuhan.
dan tumbuhan. (Tema 1)
sekitar kita. (Tema 1)

KURIKULUM TINGKAT DAERAH


28 MULOK MATA PELAJARAN BAHASA SUNDA
BERBASIS KURIKULUM 2013 REVISI 2017 JENJANG SD/MI
3.2 Memahami teks narasi 4.2 Membaca nyaring teks
2. Pengalaman sederhana tentang narasi sederhana
yang me- pengalaman yang tentang pengalaman
ngesankan mengesankan. (Tema 2) yang mengesankan
dengan lafal dan
intonasi yang benar.
(Tema 2)
3. Mengenal 4.3 Menyajikan teks des-
Cuaca dan 3.3 Memahami teks sederhana
kripsi sederhana ten-
Musim tentang cuaca dan musim
tang cuaca dan musim
(melalui teks lagu gambar,
dalam bahasa lisan dan
tayangan video) (Tema 3)
tulis. (Tema 3)

4. Ringan Sama 3.4 Memahami teks percakapan 4.4 Mendemonstrasikan


Dijinjing teks percakapan
(paguneman) sederhana
Berat Sama sederhana
tentang kehidupan
Dipikul (paguneman) tentang
bergotong royong. (Tema 4)
kehidupan bergotong
royong. (Tema 4)
4.5 Melantunkan
5. Mari Kita 3.5 Mengetahui isi teks
kakawihan dalam
Bermain dan kakawihan dalam bermain
bermain dan berolah
Berolahraga dan berolah raga. (Tema 5)
raga. (Tema 5)
4.6 Menceritakan
kembali isi dongeng
6. Indahnya 3.6 Memahami isi dongeng
tentang indahnya
persahabat- tentang indahnya
persahabatan dengan
an persahabatan. (Tema 6)
lafal dan intonasi yang
benar. (Tema 6)
3.7 Memahami teks 4.7 Menceritakan isi teks,
7. Mari Kita argumentasi sederhana tentang hemat energi
Hemat tentang hemat energi. (Tema (melalui kalimat tanya
Energi untuk 7) yang membutuhkan
Masa Depan jawaban tentang alasan/
argumentasi). (Tema 7)
4.8 Melantunkan teks
3.8 Mengenal teks pupujian
8. Berperilaku pupujian dan menyusun
tentang berperilaku baik
Baik dalam kalimat sederhana
dalam kehidupan sehari-
Kehidupan tentang berperilaku baik
hari. (Tema 8)
Sehari-hari dalam kehidupan sehari-
hari (Tema 8)

BAB ii: KIKD Mata Pelajaran Bahasa


dan Sastra Sunda 29
Kelas IV

Tujuan kurikulum mencakup empat kompetensi, yaitu (1) kompetensi


sikap spiritual, (2) sikap sosial, (3) pengetahuan, dan (4) keterampilan.
Kompetensi tersebut dicapai melalui proses pembelajaran intrakurikuler,
kokurikuler, dan ekstrakurikuler.
Rumusan Kompetensi Sikap Spiritual, yaitu Menerima, menjalankan,
dan menghargai ajaran agama yang dianutnya. Adapun rumusan kompetensi
sikap sosial, yaitu Menunjukkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, santun,
peduli, dan percaya diri dalam berinteraksi dengan keluarga, teman, guru,
dan tetangganya serta cinta tanah air. Kedua kompetensi tersebut dicapai
melalui pembelajaran tidak langsung (indirect teaching), yaitu keteladanan,
pembiasaan, dan budaya sekolah dengan memperhatikan karakteristik mata
pelajaran serta kebutuhan dan kondisi peserta didik.
Penumbuhan dan pengembangan kompetensi sikap dilakukan
sepanjang proses pembelajaran berlangsung dan dapat digunakan sebagai
pertimbangan guru dalam mengembangkan karakter peserta didik lebih
lanjut.
Kompetensi Pengetahuan dan Kompetensi Keterampilan dirumuskan
sebagai berikut.

KI 3 KI 4

3. Memahami pengetahuan 4. Menyajikan pengetahuan


faktual dengan cara faktual dalam bahasa yang
mengamati (mendengar, jelas dan logis dalam karya
melihat, membaca) dan yang estetis, dalam gerakan
menanya berdasarkan yang mencerminkan anak
TEMA rasa ingin tahu tentang sehat, dan dalam tindakan
dirinya, makhluk ciptaan yang mencerminkan perilaku
Tuhan dan kegiatannya, anak beriman dan berakhlak
dan benda-benda yang mulia.
dijumpai di rumah,
sekolah.

KURIKULUM TINGKAT DAERAH


30 MULOK MATA PELAJARAN BAHASA SUNDA
BERBASIS KURIKULUM 2013 REVISI 2017 JENJANG SD/MI
KOMPETENSI DASAR KOMPETENSI DASAR

1. Indahnya 3.1 Mengidentifikasi isi


4.1 Memeragakan percakapan
percakapan tentang
kebersama- tentang Indahnya
indahnya kebersamaan
an kebersamaan (Tema1)
(Tema 1)

2. Selalu 3.2 Memahami teks 4.2 Menceritakan isi teks


argumentasi sederhana argumentasi sederhana
Berhemat
tentang selalu berhemat tentang selalu berhemat
Energi energi. (Tema 2) energi. (Tema2)
4.3 Memeragakan percakapan
3. Peduli 3.3 Memahami teks
tentang peduli terhadap
terhadap percakapan tentang
sesame mahluk hidup
peduli terhadap sesama
Makhluk dengan lafal, intonasi, dan
mahluk hidup. (Tema 3)
Hidup ekspresi yang benar. (Tema
3)

3.4 Memahami teks 4.4 Menyusun karangan


deskripsi sederhana pendek berdasarkan
4. Berbagai tentang berbagai gambar tentang berbagai
Pekerjaan pekerjaan (gambar jenis pekerjaan dengan
berbagai jenis menggunakan ejaan yang
pekerjaan). (Tema 4) tepat. (Tema 4)
3.5 Memahami teks narasi 4.5 Menceritakan isi teks narasi
5. Menghargai sederhana tentang sajak tentang menghargai
Jasa menghargai jasa jasa pahlawan dari Sunda
Pahlawan pahlawan dari daerah secara lisan. (Tema 5)
Sunda. (Tema 5)

3.6 Memahami teks sajak 4.6 Membaca teks sajak tentang


6. Indahnya tentang indahnya indahnya negeriku dengan
Negeriku negeriku. (Tema 6) lafal, intonasi, dan ekspresi
yang benar. (Tema 6)

7. Cita-citaku 3.7 Memahami teks kawih 4.7 Melantunkan kawih


tentang cita-citaku. tentang cita-citaku. (Tema
(Tema 7) 7)
4.8 Memeragakan percakapan
8. Daerah 3.8 Memahami teks
daerah tempat tinggalku
percakapan tentang
Tempat dengan lafal, intonasi, dan
daerah tempat
Tinggalku ekspresi yang benar. (Tema
tinggalku. (Tema 8)
8)

BAB ii: KIKD Mata Pelajaran Bahasa


dan Sastra Sunda 31
Kelas V

Tujuan kurikulum mencakup empat kompetensi, yaitu (1) kompetensi


sikap spiritual, (2) sikap sosial, (3) pengetahuan, dan (4) keterampilan.
Kompetensi tersebut dicapai melalui proses pembelajaran intrakurikuler,
kokurikuler, dan ekstrakurikuler.
Rumusan Kompetensi Sikap Spiritual, yaitu Menerima, menjalankan,
dan menghargai ajaran agama yang dianutnya. Adapun rumusan kompetensi
sikap sosial, yaitu Menunjukkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, santun,
peduli, dan percaya diri dalam berinteraksi dengan keluarga, teman, guru,
dan tetangganya serta cinta tanah air. Kedua kompetensi tersebut dicapai
melalui pembelajaran tidak langsung (indirect teaching), yaitu keteladanan,
pembiasaan, dan budaya sekolah dengan memperhatikan karakteristik mata
pelajaran sertakebutuhan dan kondisi peserta didik.
Penumbuhan dan pengembangan kompetensi sikap dilakukan
sepanjang proses pembelajaran berlangsung dan dapat digunakan sebagai
pertimbangan guru dalam mengembangkan karakter peserta didik lebih
lanjut.
Kompetensi Pengetahuan dan Kompetensi Keterampilan dirumuskan
sebagai berikut.
KI 3 KI 4
4. Menyajikan pengetahuan
3. Memahami pengetahuan
faktualdan konseptual
faktualdan
dalam bahasa yang jelas,
konseptualdengan cara
sistematis, logis, dan
mengamati, menanya, dan
kritis dalam karya yang
mencoba berdasarkan rasa
TEMA estetis, dalam gerakan
ingin tahu tentang dirinya,
yang mencerminkan
makhluk ciptaan Tuhan dan
anak sehat, dan
kegiatannya, dan benda-
dalam tindakan yang
benda yang dijumpai di
mencerminkan perilaku
rumah, di sekolah, dan
anak beriman dan
tempat bermain.
berakhlak mulia.

KURIKULUM TINGKAT DAERAH


32 MULOK MATA PELAJARAN BAHASA SUNDA
BERBASIS KURIKULUM 2013 REVISI 2017 JENJANG SD/MI
KOMPETENSI DASAR KOMPETENSI DASAR
4.1 Memeragakan
1. Bermain 3.1 Memahamiteks deskripsi
kaulinan barudak yang
dengan tentang kaulinan barudak
menggunakan benda di
Benda-benda yang menggunakan benda
sekitar. (Tema1)
di sekitar di sekitar. (Tema 1)

3.2 Memahami teks narasi


tentang peristiwa dalam 4.2 Membuat ringkasan
kehidupan (peristiwa dari teks narasi tentang
yang menyenangan, peristiwa dalam
menyedihkan, berkesan). kehidupan. (Tema 2a)
(Tema 2a)
2. Peristiwa
dalam 3.2b Memahami teks carpon
4.2b Menceritakan kembali
Kehidupan tentang peristiwa
isi carpon berdasarkan
alam (bencana/
kata-kata sendiri
musibah) dengan
dengan kalimat yang
membaca di dalam hati,
baik dan santun. (Tema
mengidentifikasi kosa
2b)
kata dan bertanya jawab.
(Tema 2b)
3.3 Memahami isi teks 4.3 Menembangkan dan
guguritan tentang hidup menceritakan isi
3. Hidup Rukun
rukun. (Tema 3) guguritan tantang hidup
rukun. (Tema 3)
4.4 Memeragakan dan
3.4 Memahami isi teks
menceritakan isi
4. Sehat itu percakapan tentang sehat
percakapan tentang
Penting itu penting. (Tema 4)
sehat itu penting. (Tema
4)

4.5 Melantunkan dan


5. Bangga
3.5 Memahami teks kawih menceritakan isi kawih
sebagai
tentang bangga sebagai tentang bangga sebagai
Bangsa
bangsa Indonesia. (Tema 5) bangsa Indonesia.
Indonesia
(Tema 5)

BAB ii: KIKD Mata Pelajaran Bahasa


dan Sastra Sunda 33
3.6 Memahami teks sajak 4.6 Membacakan sajak
tentang menjaga tentang menjaga
6. Menjaga
kelestarian lingkungan kelestarian lingkungan
Kelestarian
melalui membaca nyaring dengan lafal, intonasi,
Lingkungan
dan membaca dalam hati. dan ekspresi yang
(Tema 6) benar. (Tema 6)

4.7 Menyajikan teks


3.7 Memahami teks eksposisi
eksposisi sederhana
sederhana tentang
Makanan tentang makanan sehat
makanan sehat dan bergizi
Sehat dan dan bergizi (makanan
(makanan tradisional
Bergizi tradisional Sunda) baik
Sunda. (Tema 7)
secara lisan maupun
tulis. (Tema 7)

KELAS 6

Tujuan kurikulum mencakup empat kompetensi, yaitu (1) kompetensi


sikap spiritual, (2) sikap sosial, (3) pengetahuan, dan (4) keterampilan.
Kompetensi tersebut dicapai melalui proses pembelajaran intrakurikuler,
kokurikuler, dan/atau ekstrakurikuler.
Rumusan Kompetensi Sikap Spiritual, yaitu Menerima, menjalankan,
dan menghargai ajaran agama yang dianutnya. Adapun rumusan kompetensi
sikap sosial, yaitu Menunjukkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, santun,
peduli, dan percaya diri dalam berinteraksi dengankeluarga, teman, guru,
dan tetangganya serta cinta tanah air. Kedua kompetensi tersebut dicapai
melalui pembelajaran tidak langsung (indirect teaching), yaitu keteladanan,
pembiasaan, dan budaya sekolah dengan memperhatikan karakteristik mata
pelajaran serta kebutuhan dan kondisi peserta didik.
Penumbuhan dan pengembangan kompetensi sikap dilakukan sepan-
jang proses pembelajaran berlangsung dan dapat digunakan sebagai pertim-
bangan guru dalam mengembangkan karakter peserta didik lebih lanjut.
Kompetensi Pengetahuandan Kompetensi Keterampilan dirumuskan
sebagai berikut.

KURIKULUM TINGKAT DAERAH


34 MULOK MATA PELAJARAN BAHASA SUNDA
BERBASIS KURIKULUM 2013 REVISI 2017 JENJANG SD/MI
KI 3 KI 4
4. Menyajikan pengetahuan
3. Memahami pengetahuan
factual dan konseptual
factual dan konseptual
dalam bahasa yang jelas,
dengan cara mengamati,
sistematis, logis, dan
menanya, dan mencoba
kritis dalam karya yang
berdasarkan rasa ingin
estetis, dalam gerakan
tahu tentang dirinya,
TEMA yang mencerminkan anak
makhluk ciptaan Tuhan dan
sehat, dan dalam tindakan
kegiatannya, dan benda-
yang mencerminkan
benda yang dijumpai di
perilaku anak beriman dan
rumah, di sekolah, dan
berakhlak mulia.
tempat bermain.

KD KD Review

3.1 Memahami teks carita 4.1 Menceritakan isi


1. Selamatkan
pondok tentang teks carpon tentang
Makhluk
penyelamatan makhluk. penyelamatan mahluk.
Hidup
(Tema 1) (Tema 1)
3.2 Memahami teks 4.2 Menyajikan isi teks
argumentasi tentang argumentasi tentang
2. Persatuan persatuan dalam persatuan dalam
dalam perbedaan (melalui perbedaan. (Tema 2)
Perbedaan kegiatan mengamati
gambar dan tayangan
video). (Tema 2)
3.3 Memahami bagian teks 4.3 Menceritakan kembali
biografi tokoh Sunda isi bagian teks biografi
sebagai teladan dan tokohSunda. (Tema 3)
3. Tokoh dan
kebanggaan (seperti
Penemu
Mochtar Kusumaatmaja,
Ajip Rosidi, Prof. Ganjar
Kurnia, jrre). (Tema 3)
4.4 Menceritakan kembali isi
3.4 Memahami teks deskripsi
4. Globalisasi teks tentang globalisasi.
tentang globalisasi. (Tema
(Tema 4)
4)

BAB ii: KIKD Mata Pelajaran Bahasa


dan Sastra Sunda 35
3.5 Memahami teks 4.5 Menyajikan teks laporan
wawancara tentang hasil wawancara tentang
5. Wirausaha
wirausaha. (Tema 5) wirausaha. (Tema 5)

3.6 Mengamati teks pidato 4.6 Membacakan teks pidato


6. Kesehatan tentang kesehatan tentang kesehatan
Masyarakat masyarakat. (Tema 6) masyarakat dengan suara
nyaring. (Tema 6)

KURIKULUM TINGKAT DAERAH


36 MULOK MATA PELAJARAN BAHASA SUNDA
BERBASIS KURIKULUM 2013 REVISI 2017 JENJANG SD/MI
Lampiran-LAMPIRAN
Lampiran 1

SILABUS MATA PELAJARAN


BAHASA DAN SASTRA SUNDA SD/MI

A. Pengertian SIlabus
Silabus dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) termasuk
ke dalam desain pembelajaran perencanaan pembelajaran yang mengacu
kepada standar isi. Perencanaan pembelajaran meliputi penyusunan rencana
pelaksanaan pembelajaran dan penyiapan media dan sumber belajar,
perangkat penilaian pembelajaran, dan skenario pembelajaran. Penyusunan
Silabus dan RPP disesuaikan pendekatan pembelajaran yang digunakan.
Silabus merupakan acuan penyusunan kerangka pembelajaran untuk
setiap bahan kajian mata pelajaran.

B. Komponen Silabus
Di dalam lampiran Permendikbud Nomor 22 Tahun 2016 tentang
Standar Proses disebutkan bahwa silabus paling sedikit memuat beberapa
komponen, yakni:
1. Identitas mata pelajaran (misalnya: Bahasa dan Sastra Sunda);
2. Identitas sekolah, diisi dengan satuan pendidikan dan kelas (SD/Kelas
I);

KURIKULUM TINGKAT DAERAH


38 MULOK MATA PELAJARAN BAHASA SUNDA
BERBASIS KURIKULUM 2013 REVISI 2017 JENJANG SD/MI
3. Kompetensi inti, merupakan gambaran secara kategorial mengenai
kompetensi dalam aspek sikap, pengetahuan, dan keterampilan yang
harus dipelajari peserta didik untuk suatu jenjang sekolah, kelas dan
mata pelajaran;
4. Kompetensi dasar, merupakan kemampuan spesifik yang mencakup
sikap, pengetahuan, dan keterampilan yang terkait muatan atau mata
pelajaran;
5. Tema (khusus SD/MI),
6. Materi pokok, memuat fakta, konsep, prinsip, dan prosedur yang relevan,
dan ditulis dalam bentuk butir-butir sesuai dengan rumusan indikator
pencapaian kompetensi;
7. Pembelajaran, yaitu kegiatan yang dilakukan oleh pendidik dan peserta
didik untuk mencapai kompetensi yang diharapkan;
8. Penilaian, merupakan proses pengumpulan dan pengolahan informasi
untuk menentukan pencapaian hasil belajar peserta didik;
9. Alokasi waktu, sesuai dengan jumlah jam pelajaran dalam struktur
kurikulum untuk satu semester atau satu tahun; dan
10. Sumber belajar, dapat berupa buku, media cetak dan elektronik, alam
sekitar atau sumber belajar lain yang relevan.
Komponen silabus tersebut termasuk komponen yang lengkap. Dalam
perkembangan selanjutnya dan perbaikan Kurikulum 2013, komponen silabus
hanya terdiri atas tiga komponen, yakni (1) kompetensi dasar, (2) materi
pembelajaran, dan (3) kegiatan pembelajaran.

C. Pengembangan Silabus
Pengembangan Kurikulum 2013 diharapkan dapat menghasilkan
insan Indonesia yang produktif, kreatif, inovatif, melalui penguatan sikap,
keterampilan, dan pengetahuan yang terintegrasi dalam rangka mewujudkan
insan Indonesia yang produktif, kreatif, dan inovatif. Oleh karena itu proses
pembelajaran pada satuan pendidikan diselenggarakan secara interaktif,
inspiratif, menyenangkan, menantang, dan memotivasi peserta didik untuk
berpartisipasi aktif, serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa,
kreativitas, dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat, dan perkembangan
fisik serta psikologis peserta didik.

LAMPIRAN-LAMPIRAN
39
Memperhatikan konteks global dan kemajemukan masyarakat Indonesia,
misi dan orientasi Kurikulum 2013 diterjemahkan dalam praktik pendidikan
dengan tujuan khusus agar peserta didik memiliki kompetensi yang diperlukan
bagi kehidupan masyarakat di masa kini dan di masa mendatang, seperti
tampak pada gambar 1.

Gambar 1

Kompetensi yang dimaksud yaitu: (1) menumbuhkan sikap religius


dan etika sosial yang tinggi dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa
dan bernegara; (2) menguasai pengetahuan; (3) memiliki keterampilan atau
kemampuan menerapkan pengetahuan dalam rangka melakukan penyelidikan
ilmiah, pemecahan masalah, dan pembuatan karya kreatif yang berkaitan
dengan kehidupan sehari-hari.
Mata pelajaran bahasa dan Sastra Sunda yang dikembangkan
di setiap jenjang pendidikan harus mempertimbangkan pemanfaatan
tekhnologi informasi dan komunikasi. Untuk itu kemampuan pendidik dalam
menggunakan dan memanfaatkan tekhnologi informasi dan komunikasi
menjadi faktor penting agar pembelajaran Bahasa dan Sastra Sunda mampu
menjawab tantangan abad moderen dewasa ini. Selain penggunaan dan
pemanfaatan teknonolgi, pembelajaran Bahasa dan Sastra Sunda juga harus
memperhatikan kebutuhan daerah dan peserta didik, sehingga mata pelajaran
ini dapat menjadi penyaring dari masuknya kebudayaan asing sekaligus
mendorong peserta didik untuk memiliki kearifan terhadap budaya lokal atau
budaya masyarakat setempatnya.

KURIKULUM TINGKAT DAERAH


40 MULOK MATA PELAJARAN BAHASA SUNDA
BERBASIS KURIKULUM 2013 REVISI 2017 JENJANG SD/MI
Silabus mata pelajaran bahasa dan sastra Sunda SD/MI, SMP/MTs, SMA/
MA/MAK disusun dengan format dan penyajian/penulisan yang sederhana
sehingga mudah dipahami dan dilaksanakan oleh guru. Penyederhanaan
format dimaksudkan agar penyajiannya lebih efisien, tidak terlalu banyak
halaman namun lingkup dan substansinya tidak berkurang, serta tetap
mempertimbangkan tata urutan (sequence) materi dan kompetensinya.
Penyusunan silabus ini dilakukan dengan prinsip keselarasan antara ide,
desain, dan pelaksanaan kurikulum; mudah diajarkan oleh guru (teachable);
mudah dipelajari oleh peserta didik (learnable); terukur pencapainnya
(measurable); dan bermakna untuk dipelajari (worth to learn) sebagai bekal
untuk kehidupan dan kelanjutan pendidikan peserta didik.
Silabus ini bersifat fleksibel, kontekstual, dan memberikan kesempatan
kepada guru untuk mengembangkan dan melaksanakan pembelajaran, serta
mengakomodasi keungulan-keunggulan lokal. Atas dasar prinsip tersebut,
komponen silabus mencakup kompetensi dasar, materi pembelajaran,
dan kegiatan pembelajaran. Uraian pembelajaran yang terdapat dalam
silabus merupakan alternatif kegiatan yang dirancang berbasis aktivitas.
Pembelajaran tersebut merupakan alternatif dan inspiratif sehingga guru dapat
mengembangkan berbagai model yang sesuai dengan karakteristik masing-
masing mata pelajaran. Dalam melaksanakan silabus ini guru diharapkan
kreatif dalam pengembangan materi, pengelolaan proses pembelajaran,
penggunaan metode dan model pembelajaran, yang disesuaikan dengan
situasi dan kondisi masyarakat serta tingkat perkembangan kemampuan
peserta didik.

KOMPETENSI DASAR, MATERI PEMBELAJARAN, DAN


KEGIATAN PEMBELAJARAN
Kelas I
Alokasi waktu : 2 jam pelajaran/minggu

Kompetensi Sikap Spiritual dan Kompetensi Sikap Sosial, dicapai


melalui pembelajaran tidak langsung (indirect teaching), pada pembelajaran
Kompetensi Pengetahuan dan Kompetensi Keterampilan melalui keteladanan,
pembiasaan, dan budaya sekolah dengan memperhatikan karakteristik mata
pelajaran, serta kebutuhan dan kondisi peserta didik.

LAMPIRAN-LAMPIRAN
41
42
Penumbuhan dan pengembangan kompetensi sikap dilakukan sepanjang proses pembelajaran berlangsung,
dan dapat digunakan sebagai pertimbangan guru dalam mengembangkan karakter peserta didik lebih lanjut.
Pembelajaran untuk Kompetensi Pengetahuan dan Kompetensi Keterampilan sebagai berikut.

Materi
Kompetensi Dasar Kegiatan Pembelajaran
Pembelajaran

Tema 1 Diri Sendiri - Mengamati gambar.


- Teks deskripsi tanpa
3.1 Mengenal vokal dan paragraf. - Menyimak penjelasan guru tentang merawat diri sendiri.
- Vokal: a, i, u, , o, eu, e

KURIKULUM TINGKAT DAERAH


konsonan pada teks - Menyanyikan lagu tentang anggota tubuh (misalnya: lagu
sederhana tentang - Konsonan: b, d, m, p, k, Rema)
merawat diri sendiri t, n, g, r, l, s, w, y, h, c, - Menyebutkan nama dan fungsi setiap anggota badan
(melalui menyebutkan ng, ny. dengan bahasa yang santun.
anggota badan,

MULOK MATA PELAJARAN BAHASA SUNDA


- Ngaran/sesebutan/ - Melakukan permainan untuk mengenal vokal dan
memperkenalkan diri, istilah anu nyampak dina
cara merawat diri) konsonan yang berkaitan dengan anggota anggota tubuh
babagian badan. (misalnya permainan kartu huruf).
(Tema 1).

BERBASIS KURIKULUM 2013 REVISI 2017 JENJANG SD/MI


4.1 Melafalkan dan - Mengelompokkan vocal dan konsonan melalui permainan
menyalin vokal dan kartu huruf (misalnya: mata, terdiri dari vokal a, dan
konsonan, (cara konsonan m dan t)
menulis di udara di
- Melafalkan vocal dan konsonan secara bergiliran di depan
buku, menjiplak dan
menyambung huruf) kelas.
tentang merawat diri - Menyalin vocal dan konsonan dari teks sederhana tentang
sendiri (Tema 1). merawat diri sendiri.
Tema 2 Kegemaranku - Mengamati gambar, tayangan audio visual atau eksplorasi
lingkungan tentang bermain di lingkungan.
3.2 Memahami teks - Teks narasi
- Menyimak guru membaca teks sederhana tentang bermain
sederhana tentang - Kosa kata: maen bal, di lingkunganku.
bermain di galah, balap lumpat, jst.
- Mengikuti guru membaca teks sederhana tentang bermain
lingkunganku (bisa - Ejahan (huruf besar dan di lingkunganku dengan keras.
dengan gambar titik).
bermain tayangan, - Memperbaiki cara pengucapan kata sesuai dengan yang
- Kalimat sederhana. dicontohkan oleh guru.
bermain secara
langsung di lingkungan - Bertanya jawab tentang isi teks narasi tentang kegiatan
sekolah), (Tema 2) bermain di lingkungan dengan santun.
- Menyebutkan macam-macam kegemaran yang biasa
4.2 Membaca nyaring dilakukan oleh siswa dengan santun.
bacaan yang berupa
- Membuat dan menulis kalimat sederhana tentang kegiatan
teks deskripsi tentang
bermain.
kegiatan bermain
di lingkunganku. - Membacakan teks sederhana tentang kegiatan bermain
(Tema 2). dengan keras secara bergiliran.

LAMPIRAN-LAMPIRAN
43
44
Tema 3 Kegiatanku - Teks deskripsi basajan
(tanpa paragraf) - Mengamati gambar atau tayangan video tentang
3.3 Mengetahui dan
- Vokal: a, i, u, , o, eu, e kegiatanku.
memahami kata
pada teks sederhana - Konsonan: b, d, m, p, k, - Menyimak penjelasan guru tentang kegiatanku.
tentang kegiatanku (di t, n, g, r, l, s, w, y, h, c, - Membaca teks sederhana tentang kegiatanku secara
rumah, sekolah, dan ng, ny. bersama-sama yang dicontohkan oleh guru.
di lingkungantempat - Kosa kecap: mandi, - Bertanya jawab tentang isi teks sederhana tentang
bermain)(Tema 3). ngosok huntu, ngepel, kegiatan yang dibaca atau disimaknya.
4.3 Menyalin dan jst. - Menyebutkan macam-macam kegiatan sehari-hari yang
merangkaikan huruf - Posisi vocal jeung biasa dilakukan oleh siswa.

KURIKULUM TINGKAT DAERAH


menjadi sebuah kata konsonan dina engang: - Merangkaikan huruf menjadi sebuah kata yang
yang terdiri dari dua KVK berhubungan dengan tema kegiatanku dengan
suku kata tentang
- Wangun kalimah tunggal menggunakan kartu kata.

MULOK MATA PELAJARAN BAHASA SUNDA


kegiatanku (di rumah,
basajan. - Menyalin huruf menjadi sebuah kata.
di sekolah, atau di
lingkungan tempat
bermain). (Tema 3)

BERBASIS KURIKULUM 2013 REVISI 2017 JENJANG SD/MI


Tema 4 Keluargaku - Teks deskripsi basajan. - Mengamati foto keluarga yang dibawa oleh murid dari
- Ngaran/sesebutan/ rumah.
3.4 Mengenal dan me-
istilah anu nyampak dina - Menyimak penjelasan guru tentang keluargaku melalui
mahami teks seder
Pancakaki gambar atau bagan silsilah keluarga.
hana tentang keluar-
gaku secara lisan dan - Vokal: a, i, u, , o, eu, e - Membaca teks sederhana tentang keluarga.
tulis melalui gambar, - Konsonan: b, d, m, p, k, - Bertanya jawab tentang isi teks narasi tentang keluarga
foto keluarga dan/ t, n, g, r, l, s, w, y, h, c, yang diamatinya.
atau bagan silsilah ng, ny.
keluarga.(Tema 4)
4.4 Mengucapkankosa - Posisi vocal jeung
- Menyebutkan jumlah saudara yang ada di lingkungan
kata yang tepat dalam konsonan dina engang:
keluarga siswa.
memperkenalkan KKVK
keluarga berdasarkan - Menyebutkan nama ayah, ibu, dan saudara siswa.
- Kosa kata: pun bapa, pun
foto keluarga/gambar biang, pun adi, jst. - Menyebutkan sapaan kepada ayah, ibu, dan saudara.
(Tema 4). - Menuliskan nama-nama keluarga pada foto lalu dipajang
- Wangun kalimah tunggal
basajan. pada papan pajangan.
- Fungsi kalimah wawaran. - Mengenalkan nama-nama keluarga dari foto yang dibawa
oleh masing-masing dengan kalimat sederhana.

Tema 5 Pengalamanku - Teks narasi basajan.


- Mengamati teks tentang pengalamanku pada buku.
- Aksara leutik jeung
- Membaca teks sederhana tentang pengalamanku.
aksara gede.
3.5 Memahami teks - Bertanya jawab tentang isi teks percakapan pengalaman
sederhana tentang - Kosa kata: morfem
yang telah dibacanya.
pengalamanku. (Tema dua dan tiga suku kata
(engang). - Menyebutkan jenis pengalaman yang pernah dialami
5) siswa.
4.5 Menceritakan dan - Kalimah tunggal basajan.
- Menyalin kata serta menyusunnya menjadi kalimat dari
menyalin teks - Kalimah wawaran ragam
teks percakapan yang telah diamatinya.
sederhana tentang basa loma jeung hormat.
pengalamanku, (Tema
5)

LAMPIRAN-LAMPIRAN
45
46
- Teks deskripsi.
Tema 6 Lingkungan Sehat, - Membawa anak bermain di halaman untuk mengamati
- Istilah kesehatan.
Bersih, dan Asri lingkungan sekitar sekolah.
3.6 Mengenal dan mema- - Aksara gede aksara leutik
- Membawa bermain out bond dengan menyimpan perintah
hami teks sederhana - Frasa dua morfem. pada kertas yang disembunyikan di sekitar halaman,
tentang lingkungan - Kalimatwawaran bias diatas pot bunga, atau benda-benda yang ada di
bersih, sehat, dan sederhana. sekitarnya.
asri. (Tema 6) - Mengidentifikasi kosa kata yang berhubungan dengan
lingkungan bersih, sehat, dan asri.
4.6 Menceritakan dan
menyalin teks seder- - Bertanya jawab tentang lingkungan bersih, sehat, dan asri.

KURIKULUM TINGKAT DAERAH


hana tentang ling- - Menceritakan keadaan lingkungan bersih, sehat, dan asri
kungan bersih, sehat, dalam kalimat sederhana.
dan asri. (Tema 6) - Menyalin teks sederhana tentang lingkungan bersih, sehat,

MULOK MATA PELAJARAN BAHASA SUNDA


dan asri dengan hurup tegak bersambung yang rapi dan
benar baik bentuk maupun ukurannya.

Tema 7 Benda, Binatang, - Teks sajak sederhana.


- Mengamati teks sajak tentang benda, binatang, dan

BERBASIS KURIKULUM 2013 REVISI 2017 JENJANG SD/MI


danTanaman di Sekitar - Istilah kesehatan.
tanaman di sekitar melalui:
- Frasa dua morfem.
3.7 Mengenal teks 1. Mendengarkan guru membaca teks.
- Kalimah tunggal
sajak tentang 2. Membaca teks sajak.
sederhana.
benda,binatang dan - Membahas teks tentangbenda, binatang, dan tanaman di
tanaman di sekitar. sekitar
(Tema 7)
- Bertanya jawab tentang isi teks sajak tentang benda,
4.7 Menceritakan kembali binatang, dan tanaman di sekitar yang diamatinya.
isi teks tentang
- Menceritakan isi teks sajak yang telah diamatinya dengan
merawat hewan dan
kalimat tunggal sederhana.
tumbuhan. (Tema 7)
- Menyalin teks kalimat tentang tentang benda, binatang,
dan tanaman di sekitar yang telah diamatinya.

- Teks kakawihan - Anak-anak dibawa keluar kelas untuk mengamati alam,


Tema 8 Peristiwa Alam
misalnya: (melihat langit yang sedang cerah, atau
- Ngaran/sesebutan/
mendung)
3.8 Memahami isi teks istilah anu nyampak dina
kakawihan tentang peristiwa alam - Anak-anak diajak kakawihan sambil melakukan gerakan
peristiwa alam. (Tema yang menyenangkan dengan kelompoknya masing-masing.
- Kalimah pananya.
8) Misalnya ketika hujan suka menyanyikan kakawihan
Trang-trang Kolentrang.
4.8. Menyanyikan - Bermain game tentang peristiwa alam dengan mencari
kakawihan tentang istilah-istilah pada suatu peristiwa. Misalnya ketika mau
peristiwa alam. (Tema hujan ada istilah: mendung, aleum, guludug, kilat, dsb.
8) - Menempelkan hasil permainan tadi di depan kelas secara
bergilran oleh kelompok nya masing-masing dengan cara
berlomba siapa paling dulu selesai dengan benar, itulah
pemenangnya.
- Menembangkan kakawihan yang telah dicontohkan oleh
guru di depan kelas secara berkelompok.

LAMPIRAN-LAMPIRAN
47
48
Kelas II
Alokasi waktu : 2 jam pelajaran/minggu

Kompetensi Sikap Spiritual dan Kompetensi Sikap Sosial, dicapai melalui pembelajaran tidak langsung (indirect
teaching), pada pembelajaran Kompetensi Pengetahuan dan Kompetensi Keterampilan melalui keteladanan,
pembiasaan, dan budaya sekolah dengan memperhatikan karakteristik mata pelajaran, serta kebutuhan dan kondisi
peserta didik. Penumbuhan dan pengembangan kompetensi sikap dilakukan sepanjang proses pembelajaran
berlangsung, dan dapat digunakan sebagai pertimbangan guru dalam mengembangkan karakter peserta didik lebih
lanjut. Pembelajaran untuk Kompetensi Pengetahuan dan Keterampilan sebagai berikut ini.

KURIKULUM TINGKAT DAERAH


Kompetensi Dasar Materi Pembelajaran Kegiatan Pembelajaran

- Teks pupuh pucung - Menyimak penyajian pupuh pucung secara audio atau audio

MULOK MATA PELAJARAN BAHASA SUNDA


Tema 1 Hidup Rukun visual tentang hidup rukun.
- Kosakata: akur, bageur,
layeut, jst. - Mengikuti guru sebagai model melantunkan pupuh pucung.
3.1 Mengenal dan
memahami teks - Ejahan (huruf besar dan - Menyimak/membaca teks pupuh pucung.

BERBASIS KURIKULUM 2013 REVISI 2017 JENJANG SD/MI


pupuh tentang hidup titik). - Bersama guru mencari kata-kata yang tidak dimengerti.
rukun. (Tema 1) - Bersama guru melaksanakan tanya jawab tentang isi pupuh.
- Mengidentifikasi kata yang menunjukkan hidup rukun pada
4.1 Melantunkan teks teks pupuh.
pupuh tentang hidup - Menyebutkan hidup rukun yang dilakukan sehari-hari.
rukun. (Tema 1).
- Menirukan lagu pupuh tentang kerukunan hidup dalam
kemajemukan bersama-sama dengan guru.
- Melantunkan lagu pupuh tentang kerukunan hidup dalam
kemajemukan dengan percaya diri di depan kelas secara
bergiliran.
Tema: 2. Bermain di
Lingkunganku

3.2 Memahami teks


sederhana tentang
bermain di lingkun-
ganku (bisa dengan
gambar bermain
tayangan, bermain
secara langsung di
lingkungan sekolah)
(Tema 2)

- Teks narasi - Mengamati gambar tentang bermain di lingkungan


4.2 Membaca nyaring
- Kecap anteuran - Mengidentifikasi teks tentang kegiatan bermain di
bacaan yang
berupa teks - Kosa kata: maen bal, lingkungan melalui teks sederhana
deskripsi tentang galah, balap lumpat, jst. - Bertanya jawab tentang isi teks narasi tentang kegiatan
kegiatan bermain bermain di lingkungan dengan santun
di lingkunganku. - Menyebutkan macam-macam kegemaran yang biasa
(Tema 2). dilakukan oleh siswa dengan santun
- Membacakan teks sederhana tentang kegiatan bermain
dengan disiplin dan santun secara bergiliran

LAMPIRAN-LAMPIRAN
49
50
- Menyimak penjelasan guru tentang cerita bergambar
Tema 3. Tugasku Sehari- - Cerita bergambar tentang tentang tugas sehari-hari dengan disiplin dan santun
hari tugasku seharihari
- Mengidentifikasi cerita bergambar tentang tugas sehari-
- Istilah tentang tugas hari yang dibacakan oleh guru
3.3 Memahami cerita
sehari-hari
bergambar tentang - Bertanya jawab tentang tugas sehari-hari dalam cerita
tugasku sehari- - Kalimat sederhana bergambar
hari (di rumah, di - Ejahan - Menyebutkan macam-macam tugas sehari-hari yang biasa
sekolah, dan di dlakukan oleh siswa dengan disiplin dan santun
lingkungan tempat - Melengkapi kalimat tentang tugas sehari-hari berdasarkan
bermain). (Tema 3) cerita bergambar

KURIKULUM TINGKAT DAERAH


- Membacakan kalimat yang telah dibuat tentang tugas
4.3 Memahami cerita
sehari-hari dengan intonasi yang benar.
bergambar tentang

MULOK MATA PELAJARAN BAHASA SUNDA


tugasku sehari-
hari (di rumah, di
sekolah, dan di
lingkungan tempat

BERBASIS KURIKULUM 2013 REVISI 2017 JENJANG SD/MI


bermain). (Tema 3)
- Teks narasi. - Mengamati gambar gambar atau tayangan audio visual
Tema: 4 Aku dan
- Kata benda. kegiatan di sekolah.
Sekolahku
- Kalimat sederhana. - Menyimak penjelasan guru tentang lingkungan sekolah.
- Ejahan. - Mengikuti guru membaca teks narasi tetnang pengalaman
3.4 Memahami teks
yang berkesan di lingkungan sekolah.
narasi sederhana
yang menceritakan - Bertanya jawab tentang isi teks narasi tentang pengalaman
pengalaman yang berkesan di lingkungan sekolah.
berkesan. (Tema 4) - Mengidentifikasi kata benda pada teks narasi tentang
4.4 Membaca nyaring pengalaman yang berkesan di lingkungan sekolah.
bacaan yang - Membuat kalimat sederhana menggunakan kata benda
berupa teks yang ada pada teks narasi tentang pengalaman yang
narasi sederhaana berkesan di lingkungan sekolah.
tentang - Membacakan nyaring teks narasi tentang pengalaman
pengalaman yang yang berkesan di lingkungan sekolah secara bergiliran.
berkesan. (Tema 4)

Tema 5 Hidup Bersih dan - Mengamati gambar atau tayangan audio visual tentang
Sehat - Teks percakapan. orang yang malakukan percakapan sederhana yang berisi
- Istilah kebersihan. tentang hidup bersih dan sehat.
3.5 Memahami teks - Kalimat sederhana. - Menyimak penjelasan guru tentang paguneman.
percakapan - Ejahan. - Membaca teks paguneman tentang menjaga hidup bersih
sederhana yang dan sehat yang dibacakan guru.
berisi tentang hidup
- Bertanya jawab tentang isi teks paguneman tentang
bersih dan sehat (di
menjaga hidup bersih dan sehat yang telah diamatinya.
rumah, di sekolah
dan di lingkungan

LAMPIRAN-LAMPIRAN
tempat bermain).
(Tema 5)

51
52
4.5 Menyajikan - Menunjukkan istilah kebersihan yang ada pada teks
percakapan dengan percakapan sederhana yang berisi tentang hidup bersih
teman mengenai dan sehat.
hidup bersih dan - Membuat dan menulis kalimat sederhana menggunakan
sehat dengan istilah kebersihan.
intonasi yang benar.
(Tema 5) - Dengan bimbingan guru membuat kelompok untuk
menyajikan percakapan dengan teman mengenai hidup
bersih dan sehat secara bergiliran.
- Menyajikan percakapan dengan teman mengenai hidup

KURIKULUM TINGKAT DAERAH


bersih dan sehat secara bergiliran.
- Teks puisi. - Menyimak gambar, atau tayangan audio visual atau
Tema : 6. Air, Bumi dan
- Istilah lingkungan. eksplorasi lingkungan tentang air, bumi, dan matahari.
Matahari

MULOK MATA PELAJARAN BAHASA SUNDA


- Kalimat sederhana. - Menyimak puisi yang dibacakan oleh guru tentang air, bumi,
3.6 Mengenal puisi - Ejahan. dan matahari.
sederhana yang - Mengikuti guru membaca puisi tentang air, bumi, dan
berisi tentang air matahari.

BERBASIS KURIKULUM 2013 REVISI 2017 JENJANG SD/MI


dan bumi. (Tema 6) - Membaca kembali puisi tentang air, bumi, dan matahari.
- Bertanya jawab tentang isi puisi tentang air, bumi, dan
4.6 Membacakan puisi matahari.
sederhana yang
berisi tentang air - Mencari kata tentang air, bumi, dan matahari pada puisi.
dan bumi dengan - Membuat dan menulis kalimat sederhana tentang air,
lafal, intonasi, dan bumi, dan matahari.
ekspresi yang tepat - Membaca puisi tentang air, bumi. dan matahari secara
sebagai bentuk bergiliran.
ungkapan diri.
(Tema 6)
- Teks guguritan. - Menyimak contoh guguritan yang dilantunkan oleh guru
Tema: 7. Merawat hewan sebagai model.
dan tumbuhan - Kosa kata tentang
merawat hewan dan - Mengikuti guru menembangkan guguritan.
3.7 Mengenal teks tumbuhan. - Menembangkan guguritan tentang merawat hewan dan
guguritan tentang - Kalimat sederhana. tumbuhan yang telah dicontohkan oleh guru.
merawat hewan dan - Ejahan. - Membaca kembali teks guguritan.
tumbuhan. (Tema 7) - Bertanya jawab tentang hewan dan tumbuhan.
- Undak-usuk basa Sunda.
- Mengidentifikasi kata tentang merawat hewan dan
4.7 Menembangkan tumbuhan pada teks guguritan.
guguritan tentang
- Membuat dan menulis kalimat sederhana tentang merawat
merawat hewan dan
hewan dan tumbuhan menggunakan bahasa yang tepat.
tumbuhan. (Tema 7)
- Menceritakan kembali isi teks guguritan.
- Menyimak penjelasan guru tentang keselamatan di rumah
Tema: 8. Keselamatan di - Teks narasi.
dan perjalanan.
Rumah dan Perjalanan - Kosa kata: waspada, ati- - Membaca teks narasi tentang keselamatan di rumah dan
ati, seureudeug. perjalanan.
3.8 Memahami teks - Kalimat sederhana. - Bertanya jawab tentang isi teks narasi tentang
sederhana tentang
- Ejahan. keselamatan di rumah dan perjalanan.
keselamatan di
rumah dan di - Menunjukkan kata-kata yamg berhubungan dengan
keselamatan.
perjalanan. (Tema 8)
4.8 Menyusun kata - Menyusun kata yang berhubungan dengan kselamatan
menjadi kalimat.
menjadi kalimat ten-
tang menjadi kalimat - Menulis kalimat yang telah disusun dengan
memperhatikan huruf besar dalam penulisan kalimat
tentang keselamatan
yang baru ditulis.

LAMPIRAN-LAMPIRAN
di rumah dan perja-
lanan. (Tema 8) - Membacakan kalimat yang telah dibuat dengan intonasi
yang benar.

53
54
KELAS III
Alokasi Waktu : 2 jam pelajaran/minggu

Kompetensi Sikap Spiritual dan Kompetensi Sikap Sosial, dicapai melalui pembelajaran tidak langsung (indirect
teaching), pada pembelajaran Kompetensi Pengetahuan dan Kompetensi Keterampilan melalui keteladanan,
pembiasaan, dan budaya sekolah dengan memperhatikan karakteristik mata pelajaran, serta kebutuhan dan kondisi
peserta didik. Penumbuhan dan pengembangan kompetensi sikap dilakukan sepanjang proses pembelajaran
berlangsung, dan dapat digunakan sebagai pertimbangan guru dalam mengembangkan karakter peserta didik lebih
lanjut.

KURIKULUM TINGKAT DAERAH


Pembelajaran untuk Kompetensi Pengetahuan dan Keterampilan sebagai berikut ini.

MULOK MATA PELAJARAN BAHASA SUNDA


Kompetensi Dasar Materi Pembelajaran Kegiatan Pembelajaran

Tema 1 Sayang Hewan dan - Pupuh Pucung. - Menyimak pupuh yang dilantunkan oleh guru kemudian
Tumbuhan di Sekitar Kita - Kecap asal dua/tiga suku menirukannya secara berulang baik secara klasikal

BERBASIS KURIKULUM 2013 REVISI 2017 JENJANG SD/MI


3.1 Memahami isi teks Pupuh kata (engang). maupun individu.
tentang menyayangi hewan - Kalimat tunggal. - Mengamati teks pupuh untuk memahami isi pupuh.
dan tumbuhan. (Tema 1) - Mengidentifikasi kecap asal yang memiliki dua, tiga, dan
4.1 Melantunkan pupuh tentang empat suku kata.
menyayangi hewan dan - Berlatih melantunkan pupuh hingga peserta didik
tumbuhan. (Tema 1) mampu melantunkannya denganbaik.
Tema 4: Ringan Sama Dijinjing - Mengamati teks percakapan.
- Teks paguneman.
Berat Sama Dipikul - Membaca teks percakapan secara berkelompok.
- Kecap rajekan
dwimurni. - Mengidentifikasi contoh
3.4 Memahami teks percakapan kecap rajekan dwimurni.
- Kecap sabalikna
(paguneman) sederhana - Mencari kata berlawanan (kecap sabalikna)
(antonim).
tentang kehidupan
bergotong royong. (Tema 4) - Ragam hormat. - Bermain peran dari teks percakapan yang dibacakan
sebelumnya dengan menerapkan kalimat yang
4.4 Mendemonstrasikan teks menggunakan ragam hormat terhadap teman dan
percakapan sederhana orang tua.
(paguneman) tentang
kehidupan bergotong royong.
(Tema 4)

- Kakawihan. - Mengamati teks kakawihan melalui:


Tema 5 Mari Kita Bermain dan - Kecap rajekan 1) Mendengarkan kakawihan dari guru
Berolahraga dwimurni. 2) Melantunkan kakawihan yang sudah dikuasai oleh
- Istilah olahraga. siswa.
3.5 Mengetahui isi teks - Bermain di halaman sekolah dengan dibimbing oleh
- Ragam loma
kakawihan tentang bermain guru dengan melakukan gerak dan kakawihan.
dan berolahraga. (Tema 5) - Mencari kata ulang (kecap rajekan dwimurni).
- Mengidentifikasi istilah olahraga dari kegiatan bermain
4.5 Melantunkan kakawihan dan berolahraga.
tentang bermain dan - Menerapkan ragam loma dalam bermain terhadap
berolahraga. (Tema 5) teman.

LAMPIRAN-LAMPIRAN
- Melantunkan kakawihan secara berkelompok.

55
56
Tema 4: Ringan Sama Dijinjing - Mengamati teks percakapan.
- Teks paguneman.
Berat Sama Dipikul - Membaca teks percakapan secara berkelompok.
- Kecap rajekan
dwimurni. - Mengidentifikasi contoh
3.4 Memahami teks percakapan kecap rajekan dwimurni.
- Kecap sabalikna
(paguneman) sederhana - Mencari kata berlawanan (kecap sabalikna)
(antonim).
tentang kehidupan
bergotong royong. (Tema 4) - Ragam hormat. - Bermain peran dari teks percakapan yang dibacakan
sebelumnya dengan menerapkan kalimat yang
4.4 Mendemonstrasikan teks menggunakan ragam hormat terhadap teman dan
percakapan sederhana orang tua.

KURIKULUM TINGKAT DAERAH


(paguneman) tentang
kehidupan bergotong royong.
(Tema 4)

MULOK MATA PELAJARAN BAHASA SUNDA


- Dongeng. - Mengamati dongeng melalui:
Tema 6 Indahnya Persahabatan - Aksara gede dina istilah. 1) Menyimak dongeng yang dibacakan oleh teman
- Istilah hubungan sosobat- 2) Mengamati gambar dari buku atau dari tayangan
3.6 Memahami isi dongeng video.

BERBASIS KURIKULUM 2013 REVISI 2017 JENJANG SD/MI


an.
tentang indahnya - Mencari istilah hubungan sosobatan dari teks dongeng.
persahabatan. (Tema 6) - Kalimah wawaran.
- Menerapkan ejaan dengan menggunakan hurup besar
- Ragam hormat. pada kalimahwawaran.
4.6 Menceritakan kembali isi
- Membahas isi dongeng.
dongeng tentang indahnya
persahabatan dengan lafal - Menceritakan kembali isi dongeng dengan bahasa
dan intonasi yang benar. sendiri secara bergiliran.
(Tema 6)
Tema 4: Ringan Sama Dijinjing - Mengamati teks percakapan.
- Teks paguneman.
Berat Sama Dipikul - Membaca teks percakapan secara berkelompok.
- Kecap rajekan
dwimurni. - Mengidentifikasi contoh
3.4 Memahami teks percakapan kecap rajekan dwimurni.
- Kecap sabalikna
(paguneman) sederhana - Mencari kata berlawanan (kecap sabalikna)
(antonim).
tentang kehidupan
bergotong royong. (Tema 4) - Ragam hormat. - Bermain peran dari teks percakapan yang dibacakan
sebelumnya dengan menerapkan kalimat yang
4.4 Mendemonstrasikan teks menggunakan ragam hormat terhadap teman dan
percakapan sederhana orang tua.
(paguneman) tentang
kehidupan bergotong royong.
(Tema 4)
- Teks argumentasi. - Mengamati teks argumentasi melalui :
Tema 7 Mari Kita Hemat Energi
- Kalimah pananya. Membaca teks argumentasi pada buku.
untuk Masa Depan
- Istilah energi. Mengamati gambar tentang hemat energi.
3.7 Memahami teks argumentasi - Tanya jawab dengan teman kelompok tentang hemat
sederhana tentang hemat energi.
energi. (Tema 7)
- Argumentasi secara berkelompok.
4.7 Menceritakan isi teks, dalam - Menjawab pertanyaan dari teks argumentasi hemat
tentang hemat energi energi dengan bahasa yang sederhana.
(melalui kalimat tanya yang - Membuat kalimat sederhana dengan menggunakan
membutuhkan jawaban istilah energi.
tentang alasan/argumentasi).

LAMPIRAN-LAMPIRAN
(Tema 7)

57
58
Tema 4: Ringan Sama Dijinjing - Mengamati teks percakapan.
- Teks paguneman.
Berat Sama Dipikul - Membaca teks percakapan secara berkelompok.
- Kecap rajekan
dwimurni. - Mengidentifikasi contoh
3.4 Memahami teks percakapan kecap rajekan dwimurni.
- Kecap sabalikna
(paguneman) sederhana - Mencari kata berlawanan (kecap sabalikna)
(antonim).
tentang kehidupan
bergotong royong. (Tema 4) - Ragam hormat. - Bermain peran dari teks percakapan yang dibacakan
sebelumnya dengan menerapkan kalimat yang
4.4 Mendemonstrasikan teks menggunakan ragam hormat terhadap teman dan
percakapan sederhana orang tua.

KURIKULUM TINGKAT DAERAH


(paguneman) tentang
kehidupan bergotong royong.
(Tema 4)

MULOK MATA PELAJARAN BAHASA SUNDA


- Tekspercakapan.
Tema 8 Berprilaku Baik dalam - Mengamati percakapan dapat melalui:
- Ragamhormat.
Kehidupan Sehari-hari
- Istilahlalampahan. 1. Melihat contoh percakapan pada tayangan video

BERBASIS KURIKULUM 2013 REVISI 2017 JENJANG SD/MI


3.8 Mengidentifikasi isi 2. Mendengarkan contoh percakapan tentang
percakapan tentang berperilaku baik dalam kehidupan sehari-hari
berperilaku baik dalam dari guru.
kehidupan sehari-hari. (Tema - Membaca teks percakapan tentang berperilaku
8) baik dalam kehidupan sehari-hari pada buku secara
berkelompok.
4.8 Memeragakan percakapan
- Menggunakan ragam hormat pada kalimat percakapan
tentang berperilaku baik
dengan dibimbing oleh guru.
dalam kehidupan sehari-hari.
(Tema 8) - Memeragakan percakapan sederhana dengan teman
sekelompok dengan menggunakan ragam hormat.
KELAS IV
Alokasi waktu : 2 jam pelajaran/minggu

Kompetensi Sikap Spiritual dan Kompetensi Sikap Sosial, dicapai melalui pembelajaran tidak langsung (indirect
teaching), pada pembelajaran Kompetensi Pengetahuan dan Kompetensi Keterampilan melalui keteladanan,
pembiasaan, dan budaya sekolah dengan memperhatikan karakteristik mata pelajaran, serta kebutuhan dan kondisi
peserta didik.
Penumbuhan dan pengembangan kompetensi sikap dilakukan sepanjang proses pembelajaran berlangsung,
dan dapat digunakan sebagai pertimbangan guru dalam mengembangkan karakter peserta didik lebih lanjut.
Pembelajaran untuk Kompetensi Pengetahuan dan Keterampilan sebagai berikut ini.

Kompetensi Dasar Materi Pembelajaran Kegiatan Pembelajaran


- Teks Pupujian
Tema 1 Indahnya - Kecap rundayan, - Mengamati teks pupujian.
Kebersamaan awalan di-, ka-, jeung - Melantunkan teks pupujian.
3.1 Mengenal teks pupujian ti-. - Membahas teks pupujian.
tentang indahnya
- Sinonim - Mencari kata berawalan di-, ka-, jeung ti-.
kebersamaan. (Tema
1) - Istilah hubungan - Mencari persamaan kata/sinonim.
4.1 Melantunkan teks istilah.
pupujian dan
menyusun kali-mat
sederhana tentang
indahnya kebersamaan

LAMPIRAN-LAMPIRAN
(Tema 1)

59
60
- Teks argumentasi
Tema 2 Selalu Berhemat - Mengamati teks argumentasi melalui:
- Tanda baca koma (,)
Energi Teks argumentasi dari buku.
- Kecap rundayan,
rarangken tukang: -keun Menyimak penjelasan guru.
3.2 Memahami teks
argumentasi jeung na. - Memerhatikan benda-benda di sekitar yang mengunakan
sederhana tentang - Wangun kalimah sumber energi.
selalu berhemat ngantet. - Memerhatikan gambar yang diperlihatkan oleh guru.
energi. (Tema 2) - Istilah sumber energi - Melakukan tanya jawab tentang isi teks argumentasi de-ngan
teman dalam kelompok.

KURIKULUM TINGKAT DAERAH


4.2 Menceritakan isi - Mencari kecap rundayan berakhiran keun jeung na.
teks argumentasi
- Menerapkan kalimat dalam mengungkapkan pendapat tentang
sederhana tentang
berhemat energi dengan menerapkan tanda baca koma.
selalu berhemat

MULOK MATA PELAJARAN BAHASA SUNDA


energi. (Tema 2) - Mencari istilah sumber energi pada teks.
- Secara bergiliran peserta didik menceritakan kembali isi teks
argumentasi.

BERBASIS KURIKULUM 2013 REVISI 2017 JENJANG SD/MI


Tema 3 Peduli Terhadap - Teks percakapan. - Pengamatan teks percakapan melalui:
Mahluk Hidup - Rarangken barung ka-an. 1. Membaca teks percakapan pada buku
- Wangun kalimah ngantet 2. Medengarkan guru membacakan teks percakapan.
3.3 Memahami teks lalawanan.
percakapan tentang 3. Memerhatikan tayangan video atau melihat contoh percakapan
- Istilah miara ingon-ingon. yang dilakukan oleh teman.
perduli terhadap
sesama makhluk - Ragam basa loma. - Tanya jawab isi teks percakapan tentang perduli terhadap
hidup. (Tema 3) - Ragam basa hormat makhluk hidup.
- Mencari kata rarangken barung ka-an
4.3 Memeragakan
percakapan tentang - Membahas kalimah ngantet lalawanan.
peduli terhadap - Mencari istilah miara ingon-ingon.
sesama makhluk hidup
dengan lafal, intonasi, - Menggunakan ragam basa loma jeung hormat.
dan ekspresi yang - Memeragakan percakapan dengan lafal, intonasi, dan ekspresi
benar. (Tema 3) yang tepat.

- Teks deskripsi. - Pengamatan terhadap teks deskripsi melalui:


Tema 4 Berbagai Pekerjaan - Kecap rajekan dwipurwa. 1. Mendengarkan teman membacakan teks deskripsi.
- Fungsi kalimah wawaran. 2. Melihat tayangan gambar atau video.
3.4 Memahami teks - Babasan. - Tanya jawab teks deskripsi tentang berbagai pekerjaan.
deskripsi sederhana - Istilah dina profesi. - Mencari contoh kecap rajekan dwipurwa.
tentang berbagai
- Membahas fungsi kalimah wawaran.
pekerjaan (gambar
berbagai jenis - Menerapkan babasan pada kalimah wawaran.
pekerjaan). (Tema 4) - Menemukan istilah berbagai pekerjaan.

4.4 Menyusun karangan


pendek berdasarkan
gambar tentang
berbagai jenis
pekerjaan dengan
menggunakan ejaan
yang tepat. (Tema 4)

LAMPIRAN-LAMPIRAN
61
62
- Teksnarasi. - Mengamati teks narasi melalui:
Tema 5 Menghargai Jasa
Pahlawan - Kecaprajekandwireka. 1. Membaca teks narasi.
- Kalimahpananya. 2. Mendengarkan teman membaca teks narasi.
3.5 Memahamiti teks 3. Memerhatikan gambar atau tayangan video film kepahla-
narasi sederhana wanan.
tentang menghargai - Tanya jawab tentang teks narasi tentang menghargai jasa pah-
jasa pahlawan dari lawan dari daerah Sunda.
daerah Sunda. (Tema
5) - Membahas kecap rajekan dwireka.
- Menerapkan kecap rajekan dwipurwa pada kalimah pananya.

KURIKULUM TINGKAT DAERAH


4.5 Menceritakan isi teks
narasi sajak tentang - Menceritakan kembali isi teks narasi tentang menghargai jasa
menghargai jasa pahlawan dari Sunda secara lisan.
pahlawan dari Sunda

MULOK MATA PELAJARAN BAHASA SUNDA


secara lisan. (Tema 5)

Tema 6 Indahnya Negeriku - Pengamatan teks sajak tentang indahnya negeriku, melalui
berbagai kegiatan seperti:

BERBASIS KURIKULUM 2013 REVISI 2017 JENJANG SD/MI


3.6 Memahami teks sajak 1. Memerhatikan gambar atau alam sekitar tentang keindahan
tentang indahnya negeriku.
negeriku. (Tema 6) - Teks sajak 2. Membaca dalam hati teks sajak tentang indahnya negeriku.
- Aksara gede dina 3. Mendengarkan guru atau teman membacakan sajak.
4.6 Membaca teks sajak kalimah.
tentang indahnya - Membahas kecap kantetan.
negeriku dengan lafal, - Mencari contoh kecap kantetan dari teks.
intonasi, dan ekspresi - Membacakan teks sajak tentang indahnya negeriku secara
yang benar. (Tema 6) bergiliran.
Tema 7 Cita-citaku - Teks kawih. - Mengamati teks kawih tentang cita-citaku melalui:
- Kecap barang. 1. Memerhatikan teks kawih
3.7 Memahami teks kawih - Paribasa. 2. Mendengarkan kawih yang dilantunkan oleh guru, dari
tentang cita citaku. radio, atau tayangan pada video.
(Tema 7) - Berlatih melantunkan kawih secara berulang.
4.7 Melantunkan kawih - Tanya jawab tentang teks kawih tentang cita-citaku.
tentang cita-citaku. - Mencari kecap barang dari teks kawih.
(Tema 7) - Membahas paribasa.
- Melantunkan kawih secara bergilir di depan kelas.

- Pengamatan teks percakapan dapat melalui:


Tema 8 Daerah Tempat
- Teks percakapan. 1. Mendengarkan guru membacakan teks percakapan.
Tinggalku
- Kecap pagawean. 2. Memerhatikan teks percakapan pada buku.
3.8 Memahami teks - Ragam basa hormat 3. Melihat tayangan video.
percakapan tentang jeung basa loma.
4. Mendengarkan percakapan pada audio.
daerah tempat
tinggalku. (Tema 8) - Tanya jawab tentang isi percakapan.
- Mencari kecap pagawean dari teks percakapan.
4.8 Memeragakan - Berlatih bicara dengan menggunakan ragam basa hormat dan
percakapan daerah basa loma.
temat tinggalku - Memeragakan percakapan dengan kelompoknya masing-
dengan lafal, intonasi, masing dengan menerapkan ragam basa hormat dan basa
dan ekspresi yang loma.
benar. (Tema 8)

LAMPIRAN-LAMPIRAN
63
64
KELAS V
Alokasi Waktu : 2 jam pelajaran/minggu

Kompetensi Sikap Spiritual dan Kompetensi Sikap Sosial, dicapai melalui pembelajaran tidak langsung (indirect
teaching), pada pembelajaran Kompetensi Pengetahuan dan Kompetensi Keterampilan melalui keteladanan,
pembiasaan, dan budaya sekolah dengan memperhatikan karakteristik mata pelajaran, serta kebutuhan dan kondisi
peserta didik.
Penumbuhan dan pengembangan kompetensi sikap dilakukan sepanjang proses pembelajaran berlangsung,

KURIKULUM TINGKAT DAERAH


dan dapat digunakan sebagai pertimbangan guru dalam mengembangkan karakter peserta didik lebih lanjut.
Pembelajaran untuk Kompetensi Pengetahuan dan Keterampilan sebagai berikut ini.

MULOK MATA PELAJARAN BAHASA SUNDA


Kompetensi Dasar Materi Pembelajaran

Tema 1 Bermain dengan - Teks deskripsi. - Membaca teks deskripsi tentang kaulinan barudak.
- Melakukan tanya jawab tentang isi bacaan.

BERBASIS KURIKULUM 2013 REVISI 2017 JENJANG SD/MI


Benda-benda di Sekitar - Kalimah aktif.
- Kata benda. - Menentukkan kalimat aktif yang ada pada bacaan.
3.1 Memahami teks - Menunjukkan kecap barang/kata benda yang terdapat pada
deskripsi tentang - Istilah kaulinan.
bacaan.
kaulinan barudak yang
menggunakan benda di - Menunjukkan istilah kaulinan pada bacaan.
sekitar. (Tema 1)
4.1 Memeragakan - Mendiskusikan tata cara kaulinan berdasarkan bacaan
kaulinan barudak yang - Tata cara memainkan secara kelompok.
menggunakan benda di kaulinan barudak.
- Mengidentifikasi benda-benda di sekitar yang bisa
sekitar. (Tema1) - Barang-barang dipergunakan sebagai alat kaulinan barudak berdasarkan
di lingkungan bacaan secara kelompok.
sekitar yang bisa
- Mengekpresikan mengajak teman untuk bermain.
dipakai sebagai alat
permainan. - Meragakan kaulinan barudak yang menggunakan benda di
sekitar secara berkelompok yang mengutamakan kerjasama.
- Kalimat ajakan.

- Membaca teks narasi tentang peristiwa dalam kehidupan


Tema 2 Peristiwa dalam - Teks Narasi.
- Membuat pertanyaan dan jawabanya berdasarkan teks
Kehidupan - Kalimah tanya. bacaan
Sub Tema 2a Peristiwa
- Kecap kaayaan. - Melengkapi kalimat memakai kecap kaayaan yang sesuai
yang Menyenangkan,
Menyedihkan dan Berkesan - Tanda baca. - Menentukan tanda baca yang tepat pada kalimat

3.2 Memahami teks


narasi tentang peris-
tiwa dalam kehi-
dupan (peristiwa
yang menyenangan,
menyedihkan,
berkesan). (Tema 2a)

LAMPIRAN-LAMPIRAN
65
66
4.2 Membuat ringkasan - Berdiskusi kelompok untuk menentukan pokok pikiran tiap
dari teks narasi - Pokok pikiran tiap paragraf.
tentang peristiwa paragraf. - Membuat ringkasan berdasarkan pokok pikiran tiap paragraf
dalam kehidupan. dengan memperhatikan tanda baca.
(Tema 2a)

- Menyimak isi carpon yang dibacakan oleh teman di


Sub Tema 2b Peristiwa - Carita pondok. depankelas.
Bencana Alam - Bertanya jawab tentang isi carpon.
- Kalimah langsung

KURIKULUM TINGKAT DAERAH


dantidak langsung. - Mencari kalimah langsung pada teks carpon.
3.2b Memahami teks carpon
tentang peristiwa - Kosa kecap: musibah - Mencari kosa kata/istilah dalam teks mengenai musibah/
alam (bencana/ alam (banjir, urug, lini, bencana.

MULOK MATA PELAJARAN BAHASA SUNDA


musibah) dengan jsb.) - Menceritakan kembali isi carpon dengan bahasasendiri secara
membaca di dalam bergiliran.
hati, mengidentifikasi
kosa kata dan

BERBASIS KURIKULUM 2013 REVISI 2017 JENJANG SD/MI


bertanya jawab. (Tema
2b)

4.2b Menceritakan kembali


isi carpon berdasarkan
kata-kata sendiri
dengan kalimat yang
baik dan santun.
(Tema 2b)
- Teks Pupuh Magatru - Membaca teks pupuh Magatru.
Tema 3 Hidup Rukun - Melakukan tanya jawab mengenai kata yang tidak
dimengerti.
3.3 Memahami isi teks
guguritan tentang - Menjawab pertanyaan tentang isi pupuh.
hiduprukun. (Tema 3)

- Lantunan tembang - Mengamati teks pupuh.


4.3 Menembangkan dan Pupuh Magatru - Menyimak pupuh yang ditembangkan guru sebagai model.
menceritakan isi
- Menirukan tembang sesuai yang didengar.
guguritan tantang hidup
rukun. (Tema 3) - Melantunkan pupuh.
- Menceritakan isi pupuh dengan bahasa sendiri.
- Membaca teks percakapan
Tema 4 Sehat itu Penting - Mejawab pertanyaan tentang teks bacaan
- Teks percakapan
- Istilah kasehatan - Melengkapi teks percakapan dengan istilah kesehatan yang
3.4 Memahami isi teks
disediakan
percakapan tentang - Sinonim dan antonim
sehat itu penting. (Tema - Mencari persamaan dan atau lawan kata yang ada pada teks
- Tanda kutip bacaan
4)
- Menggunakan tanda kutip pada kalimatlangsung
- Mengamati percakapan yang disajikan melalui media audio
4.4 Memeragakan dan - Sajian contoh visual
menceritakan isi percakapan pada
- Meragakan percakapan berdasarkan teks percakapan yang
percakapan tentang media audio visual
disediakan
sehat itu penting. (Tema - Kalimah lansung dan
4) - Mengubah kalimat lansung menjadi kalimat tidak langsung
kalimat tidak langsung

LAMPIRAN-LAMPIRAN
- Menceritakan isi percakapan

67
68
Teks kawih yang Membaca teks kawih.
Tema 5 Bangga Sebagai menceritakan bangga Melakukan tanya jawab mengenai isi teks.
Bangsa Indonesia sebagai bangsa Mendiskusikan isi teks kawih.
Indonesia seperti
Membuat kalimat menggunakan istilah geografi.
3.5 Memahami teks kawih Karatagan Ki Sunda
tentang bangga sebagai karangan Prof Ganjar,
bangsa Indonesia. Pasundan Eksiganda
(Tema 5) karangan Mang Koko.
Istilah geografi.

KURIKULUM TINGKAT DAERAH


Kalimat kaayaan.

- Mengamati teks kawih.

MULOK MATA PELAJARAN BAHASA SUNDA


4.5 Melantunkan dan - Tanya jawab mengenai kata sulit.
menceritakan isi kawih - Menyimak lantunan kawih dari media audio visual atau
tentang bangga sebagai guru sebagai model.
bangsa Indonesia. - Bersenandung mengikuti model.

BERBASIS KURIKULUM 2013 REVISI 2017 JENJANG SD/MI


(Tema 5)
- Meniru lantunan model.
- Melntunkan sendiri kawih tentang bangga sebagai bangsa
Indonesia.
- Menceritakan isi kawih tentang bangga sebagai
bangsa Indonesia.
Mengamati teks sajak melalui:
Tema 6 Menjaga Kelestarian Teks sajak.
Lingkungan 1. Menyimak sajak yang dibacakan oleh guru.
Istilah lingkungan
geografi. 2. Membacakan teks sajak sesuai contoh dari guru secara
3.6 Memahami teks sajak bergilir.
tentang menjaga Tanya jawab tentang istilah lingkungan geografi.
kelestarian lingkungan. Membaca teks sajak dengan lafal intonasi, dan ekspresi yang
(Tema 6) benar.

4.6 Membacakan sajak


tentang menjaga
kelestarian lingkungan
dengan lafal, intonasi,
dan ekspresi yang
benar. (Tema 6)

Tema 7 Makanan Sehat dan Teks eksposisi Pengamatan terkseksposisi dapat melalui:
Bergizi 1. Melihat tayangan gambar pada buku, animasi, atau
Kecapkan tetan
makanan secara langsung.
3.7 Memahami teks Kalimah panyeluk
2. Mendengarkan teman membaca teks di depan kelas.
eksposisi sederhana
Tanya jawab isi teks eksposisi tentang makanan sehat dan
tentang makanan sehat
bergizi.
dan bergizi (makanan
tradisional Sunda. Mencari kecapkan tetan dalam teks eksposisi.
(Tema 9) Menerapkan kecapkan tetan pada kalimat panyeluk.
Menyusun karangan eksposisi tentang makanan tradisional

LAMPIRAN-LAMPIRAN
69
70
4.7 Menyajikan teks
eksposisi sederhana
tentang makanan sehat
dan bergizi (makanan
tradisional Sunda) baik
secara lisan maupun
tulis. (Tema 7)

KURIKULUM TINGKAT DAERAH


MULOK MATA PELAJARAN BAHASA SUNDA
KELAS VI
Alokasi waktu : 2 jam pelajaran/minggu

BERBASIS KURIKULUM 2013 REVISI 2017 JENJANG SD/MI


Kompetensi Sikap Spiritual dan Kompetensi Sikap Sosial, dicapai melalui pembelajaran tidak langsung (indirect
teaching), pada pembelajaran Kompetensi Pengetahuan dan Kompetensi Keterampilan melalui keteladanan,
pembiasaan, dan budaya sekolah dengan memperhatikan karakteristik mata pelajaran, serta kebutuhan dan kondisi
peserta didik.
Penumbuhan dan pengembangan kompetensi sikap dilakukan sepanjang proses pembelajaran berlangsung,
dan dapat digunakan sebagai pertimbangan guru dalam mengembangkan karakter peserta didik lebih lanjut.
Pembelajaran untuk Kompetensi Pengetahuan dan Keterampilan sebagai berikut ini.
Kompetensi dasar Materi Pembeajaran Pembelajaran
Tema 1 Selamatkan
Carita pondok tentang - Membaca carita pondok tentang penyelamatan makhluk
Mahluk Hidup
penyelamatan makhluk hidup.
hidup. - Menjawab pertanyaan tentang isi bacaan
3.1 Memahami
teks carita Kalimah tanya - Menunjukkan kecap rundayan yang menggunakan sisipan
pondok tentang Sisipan yang terdapat pada teks carita pondok.
penyelamatan Ejahan - Membuat kalimat menggunakan kata bersisipan dengan
makhluk hidup. memperhatikan ejahan.
(Tema 1)
4.1 Menceritakanisi Membuat petanyaan dengan menggunakan 5W 1 H dan
teks carpon tentang jawabannya.
penyelamatan Memceritakan kembali carita pondok tentang penyelamatan
makhluk hidup. makhluk hidup.
(Tema 1)

Tema 2 Persatuan Mengamati tayangan video / gambar mengenai persatuan


Teks argumentasi tentang
dalam Perbedaan dalam perbedaan,
persatuan dalam
Membaca teks argumentasi tentang persatuan dalam
3.2 Memahami teks perbedaan
perbedaan.
argumentasi Kata yang berakhiran
ning/-ing Menjawab pertanyaan tentang argumentasi tentang persatuan
tentang persatuan
Kalimah aktif jeung dalam perbedaan.
dalam perbedaan
(melalui kegiatan kalimah pasif Menunjukkan kata yang berakhiran ning/-ing yang dalam
mengamati gambar bacaan.
Menunjukkan kalimah aktif atau pasif pada bacaan dan

LAMPIRAN-LAMPIRAN
dan tayangan
video). (Tema 2) mengubahnya menjadi sebaliknya.

71
72
Kompetensi dasar Materi Pembeajaran Pembelajaran
Membuat pertanyaan dan jawaban berdasarkan teks
4.2 Menyajikan isi argumentasi tentang persatuan dalam perbedaan
argumentasi
Menyusun ringkasan isi teks argumentasi tentang persatuan
tentang persatuan
dalam perbedaan dalam beberapa kalimat.
dalam perbedaan .
(Tema 2) Menyajikan secara lisan isi teks argumentasi tentang persatuan
dalam perbedaan.
Cuplikan biografi tokoh
Tema 3 Tokoh dan Mengamati profil seorang tokoh Sunda melalui gambar, kliping,
Sunda.

KURIKULUM TINGKAT DAERAH


Penemu atau tayangan audio visual.
Kalimah pagawean.
Membaca cuplikan biografi tokoh Sunda yang dimaksud di atas.
3.3 Memahami bagian Babasan.
Menjawab pertanyaan berdasarkan bacaan.
teks biografi Istilah teknologi.

MULOK MATA PELAJARAN BAHASA SUNDA


tokoh Sunda Menunjukkan babasan yang ada pada bacaan.
Ragam basa hormat.
sebagai teladan Membuat kalimat menggunakan babasan.
dan kebanggaan
(seperti Mochtar

BERBASIS KURIKULUM 2013 REVISI 2017 JENJANG SD/MI


Kusumatmaja, Ajip
Rosidi, Prof. Ganjar
Kurnia, jrre). (Tema
3)

4.3 Menceritakan Membuat pertanyaan dan jawaban mengenai isi bacaan.


kembali isi bagian Menyusun ringkasan isi bacaan.
teks biografi tokoh Menceritakan kembali secara tulis isi teks biografi dengan ragam
Sunda. (Tema) basa hormat.
Kompetensi dasar Materi Pembeajaran Pembelajaran
Teks deskripsi tentang
Eksplorasi lingkungan untuk mengamati akibat globalisasi.
Tema 4 Globalisasi globalisasi.
Membaca teks deskripsi tentang globalisasi.
Kecap serepan.
3.4 Memahami teks Menjawab pertanyaan mengenai bacaan.
Istilah teknologi.
deskripsi tentang Menunjukkan kecap serepan yang terdapat pada bacaan.
globalisasi. (Tema 4) Kalimah barang.
Membuat kalimat dengan menggunakan istilah teknologi.

4.4 Menceritakan Menentukan informasi yang terdapat pada teks deskripsi


kembali isi teks tentang globalisasi.
tentang globalisasii. Menceritakan kembali isi teks tentang globalisasi secara lisan.
(Tema 4)

Tema 5 Wirausaha Teks wawancara tentang Siswa membaca teks wawancara tentang wira usaha.
wirausaha. Siswa melaksanakan tanya jawab mengenai teks wawancara
3.5 Memahami teks Istilah perdagangan tentang wirausaha
wawancara tentang Kalimah pagawean Siswa mengidentifikasi kalimat petanyaan pada teks
wirausaha. (Tema 5) Paribasa wawancara tentang wirausaha.

Siswa mencari kliping berita atau laporan hasil wawancara.


4.5 Menyajikan teks
Siswa menyampaikan kembali isi laporan hasil wawancara
laporan hasil
tersebut di depan kelas dengan memperhatikan penggunaan
wawancara tentang
bahasa yang baik dan santun.
wirausaha. (Tema 5)

LAMPIRAN-LAMPIRAN
73
74
Kompetensi dasar Materi Pembeajaran Pembelajaran
Teks pidato - Siswa membaca teks pidato tentang kesehatan masyarakat.
Tema 6 Kesehatan
Istilah kesehatan - Siswa mencatat istilah kesehatan dari teks pidato.
masyarakat
Kalimah kaayaan - Siswa menafsirkan isi teks pidato tentang kesehatan masyarakat
3.6 Mengamati teks
pidato tentang
kesehatan
masyarakat. (Tema
6)

KURIKULUM TINGKAT DAERAH


4.6 Membacakanteks - Membuat kalimat dengan menggunakan istilah kesehatan
pidato tentang - Membacakan teks pidato dengan ekspresi dan intonasi yang
kesehatan

MULOK MATA PELAJARAN BAHASA SUNDA


tepat.
masyarakat dengan
suara nyaring.
(Tema 6)

BERBASIS KURIKULUM 2013 REVISI 2017 JENJANG SD/MI


Lampiran 2

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN


(RPP)
SEKOLAH DASAR/MADRASAH IBTIDAIYAH
(SD/MI)
MATA PELAJARAN
BAHASA DAN SASTRA SUNDA

A. Batasan
Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) adalah rencana kegiatan
pembelajaran tatap muka untuk satu pertemuan atau lebih. RPP dikembangkan
dari silabus untuk mengarahkan kegiatan pembelajaran peserta didik dalam
upaya mencapai Kompetensi Dasar (KD). Setiap pendidik pada satuan
pendidikan berkewajiban menyusun RPP secara lengkap dan sistematis
agar pembelajaran berlangsung secara interaktif, inspiratif, menyenangkan,
menantang, efisien, memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif, serta
memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreativitas, dan kemandirian
sesuai dengan bakat, minat, dan perkembangan fisik serta psikologis peserta
didik. RPP disusun berdasarkan KD atau subtema yang dilaksanakan kali
pertemuan atau lebih.

B. Komponen RPP
Menurut Permendikbud Nomor 22 Tahun 2016 tentang Standar Proses,
komponen RPP terdiri atas:

LAMPIRAN-LAMPIRAN
75
1. Identitas sekolah yaitu nama satuan pendidikan;
2. Identitas mata pelajaran atau tema/subtema;
3. Kelas/semester;
4. Materi pokok;
5. Alokasi waktu ditentukan sesuai dengan keperluan untuk pencapaian
KD dan beban belajar dengan mempertimbangkan jumlah jam pelajaran
yang tersedia dalam silabus dan KD yang harus dicapai;
6. Tujuan pembelajaran yang dirumuskan berdasarkan KD, dengan
menggunakan kata kerja operasional yang dapat diamati dan diukur,
yang mencakup sikap, pengetahuan, dan keterampilan;
7. Kompetensi dasar (KD) dan indikator pencapaian kompetensi;
8. Materi pembelajaran, memuat fakta, konsep, prinsip, dan prosedur yang
relevan, dan ditulis dalam bentuk butir-butir sesuai dengan rumusan
indikator ketercapaian kompetensi;
9. Metode pembelajaran, digunakan oleh pendidik untuk mewujudkan
suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik mencapai
KD yang disesuaikan dengan karakteristik peserta didik dan KD yang
akan dicapai;
10. Media pembelajaran, berupa alat bantu proses pembelajaran untuk
menyampaikan materi pelajaran;
11. Sumber belajar, dapat berupa buku, media cetak dan elektronik, alam
sekitar, atau sumber belajar lain yang relevan;
12. Langkah-langkah pembelajaran dilakukan melalui tahapan pendahuluan,
inti, dan penutup; dan
13. Penilaian hasil pembelajaran.

C. Prinsip Penyusunan RPP


Dalam menyusun RPP hendaknya memperhatikan prinsip-prinsip
sebagai berikut.
1. Perbedaan individual peserta didik antara lain kemampuan awal, tingkat
intelektual, bakat, potensi, minat, motivasi belajar, kemampuan sosial,
emosi, gaya belajar, kebutuhan khusus, kecepatan belajar, latar belakang
budaya, norma, nilai, dan/atau lingkungan peserta didik.

KURIKULUM TINGKAT DAERAH


76 MULOK MATA PELAJARAN BAHASA SUNDA
BERBASIS KURIKULUM 2013 REVISI 2017 JENJANG SD/MI
2. Mendorong partisipasi aktif peserta didik.
3. Berpusat pada peserta didik untuk mendorong semangat belajar, motivasi,
minat, kreativitas, inisiatif, inspirasi, inovasi dan kemandirian.
4. Pengembangan budaya membaca dan menulis yang dirancang untuk
mengembangkan kegemaran membaca, pemahaman beragam bacaan,
dan berekspresi dalam berbagai bentuk tulisan.
5. Pemberian umpan balik dan tindak lanjut RPP memuat rancangan program
pemberian umpan balik positif, penguatan, pengayaan, dan remedi.
6. Penekanan pada keterkaitan dan keterpaduan antara KD, materi
pembelajaran, kegiatan pembelajaran, indikator pencapaian kompetensi,
penilaian, dan sumber belajar dalam satu keutuhan pengalaman belajar.
7. Mengakomodasi pembelajaran tematik-terpadu, keterpaduan lintas mata
pelajaran, lintas aspek belajar, dan keragaman budaya.
8. Penerapan teknologi informasi dan komunikasi secara terintegrasi,
sistematis, dan efektif sesuai dengan situasi dan kondisi.

D. Langkah Penyusunan RPP


RPP merupakan panduan yang akan diimplementasikan dalam
pelaksanaan pembelajaran. Inti dalam RPP adalah rencana kegiatan
pembelajaran.

1. Penetapan Identitas RPP


Identitas RPP mencakup komponen:
a. Identitas sekolah
b. Identitas matapelajaran
c. Tema (khusus untuk SD/MI)
d. Materi pokok
e. Alokasi waktu
2. Penyusunan Tujuan Pembelajaran
Tujuan pembelajaran dirumuskan berdasarkan KD, dengan menggunakan
kata kerja operasional yang dapat diamati dan diukur, yang mencakup
sikap, pengetahuan, dan keterampilan.

LAMPIRAN-LAMPIRAN
77
3. Penetapan KD dan penyusunan indikator pencapaian kompetensi
KD dipilih dan ditetapkan berdasarkan KI-KD, kemudian dijabarkan
menjadi indikator pencapaian kompetensi. Rumusan indikator
disusun menggunakan kata kerja operasional sesuai dengan ranah
kompetensi pengetahuan (kognitif) dan ranah kompetensi keterampilan
(psikomotor).
4. Penyusunan materi pembelajaran
Materi pembelajaran disusun dengan memuat fakta, konsep, prinsip, dan
prosedur yang relevan, dan ditulis dalam bentuk butir-butir sesuai dengan
rumusan indikator ketercapaian kompetensi.
5. Pemilihan dan penetapan metode pembelajaran
Metode pembelajaran digunakan oleh pendidik untuk mewujudkan
suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik mencapai
KD yang disesuaikan dengan karakteristik peserta didik dan KD yang
akan dicapai.
6. Pemilihan dan penetapan media pembelajaran
Media pembelajaran berupa alat bantu proses pembelajaran untuk
menyampaikan materi pelajaran. Media pembelajaran dipilih dan ditetapkan
sesuai dengan materi pembelajaran dan situasi pembelajaran.
7. Pemilihan dan penetapan sumber belajar
Sumber belajar dapat berupa buku, media cetak dan elektronik, alam
sekitar, atau sumber belajar lain yang relevan. Sumber belajar yang
digunakan dicantumkan dalam RPP.
8. Penyusunan langkah pembelajaran
Langkah pembelajaran disusun dalam tiga tahap kegiatan, yakni kegiatan
pendahuluan, inti dan penutup.
a. Kegiatan Pendahuluan
Dalam kegiatan pendahuluan, guru wajib menyusun:
1) Orientasi, untuk menyiapkan peserta didik secara psikis dan fisik
untuk mengikuti proses pembelajaran dan memusatkan perhatian
peserta didik pada materi yang akan diajarkan;
2) Motivasi belajar peserta didik secara kontekstual dengan
merumuskan manfaat dan aplikasi materi ajar dalam kehidupan
sehari-hari, dengan memberikan contoh dan perbandingan lokal,
nasional dan internasional, serta disesuaikan dengan karakteristik
dan jenjang peserta didik;

KURIKULUM TINGKAT DAERAH


78 MULOK MATA PELAJARAN BAHASA SUNDA
BERBASIS KURIKULUM 2013 REVISI 2017 JENJANG SD/MI
3) Apersepsi, dengan merumuskan kaitan pengetahuan sebelumnya
dengan materi yang akan dipelajari;
4) Pemberian acuan, menjelaskan tujuan pembelajaran atau
kompetensi dasar yang akan dicapai dan cakupan materi.
b. Kegiatan Inti
1) Menggunakan model pembelajaran, metode pembelajaran, media
pembelajaran, dan sumber belajar yang disesuaikan dengan
karakteristik peserta didik dan mata pelajaran.
2) Dalam memperkuat pendekatan saintifik, tematik, dan tematik
terpadu, sangat disarankan untuk menerapkan belajar berbasis
penyingkapan/penelitian (discovery/inquiry learning). Untuk men-
dorong peserta didik menghasilkan karya kreatif dan kontekstual,
baik individual maupun kelompok, disarankan yang menghasilkan
karya berbasis pemecahan masalah (project based learning).
3) Memuat pengembangan sikap, pengetahuan, dan keterampilan
yang terintegrasi pada pembelajaran. Sikap dimiliki melalui
proses afeksi mulai dari menerima, menjalankan, menghargai,
menghayati, hingga mengamalkan. Pengetahuan dimiliki melalui
aktivitas mengetahui, memahami, menerapkan, menganalisis,
mengevaluasi, hingga mencipta. Keterampilan diperoleh melalui
kegiatan mengamati, menanya, mencoba, menalar, menyaji, dan
mencipta.
c. Kegiatan Penutup
1) Menyusun refleksi untuk mengevaluasi seluruh rangkaian aktivitas
pembelajaran dan hasil-hasil yang diperoleh untuk selanjutnya
secara bersama menemukan manfaat langsung maupun tidak
langsung dari hasil pembelajaran yang telah berlangsung;
serta memberikan umpan balik terhadap proses dan hasil
pembelajaran;
2) Merumuskan rencana kegiatan tindak lanjut dalam bentuk
pemberian tugas, baik tugas individual maupun kelompok;
3) Menginformasikan rencana kegiatan pembelajaran untuk
pertemuan berikutnya.
9. Penyusunan penilaian hasil pembelajaran
Penilaian proses pembelajaran menggunakan pendekatan penilaian
otentik (authenticassesment) yang menilai kesiapan peserta didik,

LAMPIRAN-LAMPIRAN
79
proses, dan hasil belajar secara utuh. Keterpaduan penilaian ketiga
komponen tersebut akan menggambarkan kapasitas, gaya, dan perolehan
belajar peserta didik yang mampu menghasilkan dampak instruksional
(instructional effect) pada aspek pengetahuan dan dampak pengiring
(nurturant effect) pada aspek sikap.
a. Hasil penilaian otentik digunakan guru untuk merencanakan program
perbaikan (remedial) pembelajaran, pengayaan (enrichment), atau
pelayanan konseling. Selain itu, hasil penilaian otentik digunakan
sebagai bahan untuk memperbaiki proses pembelajaran sesuai
dengan Standar Penilaian Pendidikan.
b. Penilaian proses pembelajaran dilakukan saat proses pembelajaran
dengan menggunakan alat: (1) lembar pengamatan, (2) angket
sebaya, (3) rekaman, (4) catatan anekdot, dan (5) refleksi.
c. Penilaian hasil pembelajaran dilakukan saat proses pembelajaran
dan di akhir satuan pelajaran dengan menggunakan metode dan alat:
(1) tes lisan/perbuatan dan (2) tes tulis. Tes tulis berbentuk uraian
atau esai.

Contoh RPP:

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)


Nama Sekolah : .........
Mata Pelajaran : Bahasa Sunda
Kelas/Semester : IV/1
Tema : Perduli Terhadap makhluk hidup
Pembelajaran ke- : 3 (tiga)
Waktu : 1x pertemuan (2 x 35 menit)

A. TUJUAN PEMBELAJARAN
1. Melalui kegiatan menyimak percakapan yang dicontohkan guru siswa
dapat menunjukan kata atau kalimat yang berkaitan dengan sikap
peduli terhadap mahluk hidup dengan tepat.
2. Melalui kegiatan membaca teks percakapan secara berkelompok,
siswa dapat menemukan kata-kata yang berimbulan kaan.
3. Melalui kegiatan tanya jawab dengan teman, siswa bisa menggunakan
istilah yang berkaitan dengan hewan dan tumbuhan pada kalimat
majemuk dengan tepat.

KURIKULUM TINGKAT DAERAH


80 MULOK MATA PELAJARAN BAHASA SUNDA
BERBASIS KURIKULUM 2013 REVISI 2017 JENJANG SD/MI
4. Melalui kegiatan latihan membaca percakapan secara berkelompok,
siswa bisa membaca teks percakapan dengan intonasi dan lagu
kalimat yang tepat.
5. Melalui kegiatan membaca latihan menyusun kalimat yang
menggunakan ragam bahasa loma dan hormat, siswa bisa memprak-
tikkan percakapan bersama temannya dengan menggunakan lafal,
intonasi, danekspresi yang benar.

B. KOMPETENSI DASAR DAN INDIKATOR PENCAPAIAN

Kompetensi Dasar Indikator Pencapaian Kompetensi


3.3 Memahami teks percakapan Peserta didik dapat:
tentang perduli terhadap 3.3.1 Mengidentifikasi kata dari teks
sesama mahluk hidup. (Tema percakapan yang berhubungan dengan
3) makhluk hidup (istilah miara ingon-
ingon).

3.3.2 Mencari 2 contoh kata yang memakai


rarangken barung ka-an.
3.3.3 Menerapkan istilah miara ingon-ingon
pada kalimat ngantet satata dengan
benar, sesuai denga kaidah-kaidahnya

4.3 Memeragakan percakapan Peserta didik dapat:


tentang perduli terhadap 4.3.1 Membacakan teks paguneman
sesama makhluk hidup dengan dengan suara nyaring dan intonasi
lafal, intonasi, dan ekspresi yang benar.
yang benar. (Tema 3) 4.3.2 Memeragakan percakapan tentang
perduli terhadap sesama makhluk
hidup dengan lafal, intonasi, dan
ekspresi yang benar.

C. MATERI PEMBELAJARAN
1. Wacana paguneman
2. Kosa kata/istilah ingon-ingon
3. Kalimat majemuk setara (Kalimah ngantet satata)
4. Ragam bahasa loma jeung hormat

LAMPIRAN-LAMPIRAN
81
D. METODE PEMBELAJARAN
- Pendekatan : Saintifik
- Model : Cooperative Learning (Kerja sama dalam kelompok)
- Teknik : bermain peran, Ceramah, Diskusi, Latihan

E. MEDIA PEMBELAJARAN
- Gambar
- Audio

F. SUMBER PEMBELAJARAN
- Buku Pakt Basa Sunda
- Koran
- Majalah

G. KEGIATAN PEMBELAJARAN

1. Mempersiapkan siswa untuk belajar;


merapihkan kelas, memberi salam, berdoa,
memeriksa kebersihan siswa, mengabsen.
2. Motivasi: apersepsi, mengajak siswa
memperhatikan gambar ayam dan teks
nyanyian Kongkorongok Si Jago:

Kongkorongok si jago
Kukuruyuk si pelung
Rebun-rebun geus nyaring,
Ngajak caringcing,
BUBUKA Ngabar sora jeung baturna, 10 menit
Raong kongkorongok,
Bari papacok.

3. Membentuk kelompok belajar.


4. Menyampaikan tujuan pembelajaran.

KURIKULUM TINGKAT DAERAH


82 MULOK MATA PELAJARAN BAHASA SUNDA
BERBASIS KURIKULUM 2013 REVISI 2017 JENJANG SD/MI
1. Siswa mengamati gambar berbagai mahluk
hidup pada slide atawa gambar pada karton.

2. Siswa menyimak pembacaan teks percakapan


oleh guru. Contoh tzks percakapan:

Dida : Kurkur!
Cepi : Naon Dida, rek maraban hayam?
Tadi mah nempo hayam maneh
teh keur ngoreh di kebon Pa
Surya.
Dida : Hayu atuh anteur neangan,
hayam, Cep!
Duanana indit ka kebon Pa Surya.
Pa Surya : Rek naon barudak laha-loho ka
kebon Bapa?
Dida: Bade milari hayam abdi, Pa. Manawi
Bapa ningali?
3. Siswa bertanya tentang berbagai hal berkaitan 40
INTI dengan percakapan dan gambar yang
ditampilkan. Menit
4. Siswa berlatih membacakan teks percakapan
dengan kelompoknya masing-masing.
5. Bersama guru siswa membahas isi teks
percakapan.
6. Siswa mencari kata-kata yang berkaitan
dengan istilah ingon-ingon.
7. Dengan bimbingan guru, siswa dengan
kelompoknya membahas istilah ingon-
ingon dan menggunakannya dalam kalimat.
8. Siswa dan guru melakukan tanya jawab
mengenai kosa kata dan kalimat majemuk
setara (kalimah ngantet satata).

LAMPIRAN-LAMPIRAN
83
9. Siswa berlatih menyusun teks percakapan
secara berkelompok dengan menerapkan
ragam bahasa loma dan hormat.
10. Siswa mempraktekan/mendemonstrasi-kan
percakapan.

1. Siswa dengan bimbingan guru menyimpulkan


pembelajaran.
2. Siswa menjawab pertanyaan dari guru.
3. Siswa bersama guru melakukan rflksiuntuk
PENUTUP 20 menit
memperkuat sikap dan keterampilan siswa
terhadap tema yang sudah diajarkan.
4. Guru memberi tugas sebagai tindak lanjut
dari pembelajaran yang telah disampaikan.

H. PENILAIAN
1. Aspek Pengetahuan
Bentuk Ts : Lisan
Instrumn Soal :

Jawab patalkan ieu di handap kalawan bener!


1. Kecap naon wae nu aya apatalina jeung ngurus ingon-ingon nu aya
dina paguneman di luhur?
2. Bere 2 (dua) conto kecap nu make rarangken barung ka-an!
3. Larapkeun kana kalimah ngantet satata istilah miara ingon-ingon anu
aya dina wacana paguneman kalawan bener!
Kunci Jawaban!
1. Maraban, milari, hayam, jst.
2. Kaparaban, katungguan, jst.
3. Dida keur maraban hayam, ari Cepi mah keur ngangon domba.

2. Aspek Keterampilan
Unjuk Kerja (Produk)
Melafalkan/mendemonstrasikan percakapan secara berkelompok
dengan intonasi dan ekspresi yang tepat!

KURIKULUM TINGKAT DAERAH


84 MULOK MATA PELAJARAN BAHASA SUNDA
BERBASIS KURIKULUM 2013 REVISI 2017 JENJANG SD/MI
Kelancaran
dalam
Kelompok/ Lafal Intonasi Ekspresi Jumlah Nilai
No. Penyampaian
Nama Siswa secara Lisan
A B C D E F
1.
2.
3.
4.
5.
dst

Skor : Maksimal 4 minimal 1 untuk masing-masing unsur


Nilai :A+B+C+D x 4
4

Mengetahui Bandung, .......................................


Kepala Sekolah, Guru Mata Pelajaran,

............................................... .......................................................
NIP. ...................................... NIP. ...............................................

LAMPIRAN-LAMPIRAN
85
KURIKULUM TINGKAT DAERAH
86 MULOK MATA PELAJARAN BAHASA SUNDA
BERBASIS KURIKULUM 2013 REVISI 2017 JENJANG SD/MI