Anda di halaman 1dari 5

ANALISA SINTESA

Direct Observation Prosedural Skill (DOPS)

Nama : Muhammad Zaen Fahlefi

Tanggal : 12 April 2014

NPM : 1614901110194

Ruangan : Syaraf RSUD.Ulin Banjarmasin

1. Identitias klien : Ny. N


2. Diagnosa medis : Obs. Konfulsi susp.SH
3. Tindakan keperawatan : Pemasangan selang NGT
4. Diagnosa Keperawatan : Gangguan menelan b.d Obstruksi partial mekanik
5. Data :
Ny. N (49Tahun) dibawa keruang syaraf dengan diagnosa : Obs. Konfulsi susp.SH.
dengan vital sign TD : 270/150 mmHg, N : 92 x/menit, RR : 21 x/menit, T : 36,6 0C
6. Prinsip-prinsip tindakan dan rasional
No Prinsip Tindakan Rasional

1. Bantu klien untuk mengatur posisi 1. Meningkatkan kemampuan klien


semi fowler dengan bantal belakang untuk menelan.
dan bahu
2. Instruksikan klien untuk rileks dan
bernafas normal saat menutup satu 2. Selang dapat masuk dengan mudah

lubang hidung kemudian ulangi melalui hidung yang lebih paten

prosedur untuk lubangg hidung


yang lain
3. Tentukan panjang selang dan
ukuran yang akan dimasukkan
3. Memperkirakan dalamnya ujung
4.
B Beri pelumas pada selang selang yang harus mencapai
nasigastrik 10-20 cm lambung
Ingatkan klien bahwa insersi akan 4. Untuk mempermudah masuknya
dimulai masukkan selang dengan selang NGT
perlahan melalui lubang hidung
sampai tenggorok (nasofaring
posterior)
5.
h. Cek posisi selang dengan senter
dan spatel lidah
i. Fleksikan kepada klien kearah
dada setelah selang melalui
nasofaring dorong klien untuk
5. Melihat kondisi selang apakah
menelan dan berikan air minum
sudah masuk dengan benar
bila perlu.
6.
Masukkan selang saat klien
menelan sampai panjang yang
diinginkan telah terlewati. (Jangan
dorong paksa selang. Bila klien
mulai tersedak, hentikan
6. Mencegah terjadinya kesalahan
memasukkan selang dan tarik
posisi selang
kembali selang).
7. k.
Letakkan diafragma stetoskop
diatas kuadran kiri atas abdomen
klien tepat dibawah garis kosta.
Suntikkan 10-20 ml udara saat
auskultasi abdomen.
l. Aspirasi dengan perlahan untuk
mendapatkan isi gastrik 2,5-5 cm
8. lagi dan periksa kembali. 7. Untuk mengetahui apakan unjung
m. Fiksasi selang dengan plester dan selang masuk ke dalam lambung
hindari tekanan pada lubang
9. hidung.
n. Rapikan alat dan klien
b. Evaluasi respon klien : kenyamana
letak selang NGT

8. Menghindari perubahan posisi


selang

9. Memberikan kenyamanan kepada


klien sesudah melakukan tindakan

Intubasi Gastrointestinal
Aktivitas-aktivitas :
Pilih jenis dan ukuran selang nasogastrik dengan mempertimbangkan penggunaan
dan rasional dilakukan penyisipan
Jelaskan kepada pasien dan keluarga mengenai alasan menggunakan selang
Masukkan selang sesuai dengan protokol institusi
Posisikan pasien di sisi kanan untuk memfasilitasi pergerakan kearah duodenum
Tentukan penempatan selang yang benar dengan mengamati tanda dan gejala
selang masuk ke trakea.

8. Tujuan tindakan tersebut dilakukan:


1. Mengeluarkan isi perut dengan cara menghisap apa yang ada dalam
lambung(cairan,udara,darah,racun)
2. Memberikan nutrisi pada pasien yang tidak sadar dan pasien yang mengalami
kesulitan menelan ( memenuhi kebutuhan cairan atau nutrisi)
3. Mencegah terjadinya atropi esophagus/lambung pada pasien tidak sadar
4. Untuk mengeluarkan darah pada pasien yang mengalami muntah darah atau
pendarahan pada lambung
5. Untuk membantu memudahkan diagnosa klinik melalui analisa subtansi isi lambung
6. Persiapan sebelum operasi dengan general anaesthesia.
7. Menghisap dan mengalirkan untuk pasien yang sedang melaksanakan operasi
pneumonectomy untuk mencegah muntah dan kemungkinan aspirasi isi lambung
sewaktu recovery (pemulihan dari general anaesthesia)

Kontra indikasi;

1. Pada pasien yang memliki tumor di rongga hidung atau esophagus

2. Pasien yang mengalami cidera serebrospinal

3. Pasien dengan trauma cervical

4. Pasien dengan fraktur facialis

9 Analisa Sintesa

Penurunan tingkat kesadaran

defisit perawatan diri makan

berkurang kebutuhan nutrisi


pemberian nutrisi melalui NGT

kebutuhan nutrisi terpenuhi

10. Evaluasi
a. Kebutuhan nutrisi klien terpenuhi
Maknanya :Klien merasa nyaman setelah masuknya nutrisi untuk beberapa jam
kemudian

Banjarmasin, April 2017

NersMuda,

(.)

Preseptorklinik,

(.)