Anda di halaman 1dari 21

Saran, Masukan Dan Tanggapan

Tim Teknis Penilai Dokumen ANDAL


Rencana Pembangunan Pabrik Pengolahan Bijih Nikel Di Desa Morosi Kecamatan Morosi Kabupaten Konawe Provinsi Sulawesi
Tenggara
PT. VIRTUE DRAGON NICKEL INDUSTRY

Kendari, 13 November 2015


No Halaman Saran/Masukan/Penjelasan Tanggapan
Nama Muh. Nurdin
1. Tim Teknis
Jabatan
Surat izin lokasi dari kepala
badan PTSP dan penanaman
modal Kab. Konawe digunakan
hanya untuk keperluan
pembuangan proyek smelter PT.
VDNI, sampai dengan
penyelasaian proyek ( 24 bulan
dan dapat diperpanjang).
Izin lokasi seluas 100 Ha untuk beberapa lama ? Surat izin lokasi ini tidak dapat
1. Umum
Penulisan perlu perbaikan ditafsirkan sebagai izin hak atas
lahan 100 ha. Izin hak atas
lahan 100 ha berupa izin Hak
Graha Usaha (HGU) tidak
dikeluarkan oleh kepala badan
PTSP tetapi diterbitkan oleh
kepala Badan Pertanahan
Nasional (BPN) yang akan
diurus adalah terbitnya SKKL,
2. I-1 & I-8 ANDAL Bahan baku yang dibutuhkan 6.000.000 ton/tahun atau Yang dihasilkan pertahun telah
4.560 ton/tahun untuk menghasilkan 6.000.000 ton nikel disajikan dalam Neraca Masa
besi. Tungku Pelebur (Tabel I-4) HaL
Bahan baku : 6.000.000 ton/tahun I-15. Berdasarkan tabel ini,
Nikel Besi : 600.000 ton/tahun produksi slag pertahun dari 12

Lampiran-1
No Halaman Saran/Masukan/Penjelasan Tanggapan
Limbah bahan : 5.400.000 ton/tahun tungku EF (setelah beroprasi
5.400.000 ton/tahun pada kapasitas penuh adalah
Sehingga limbah bahan
300 hari/tahun 268876 t/a furnace x 12 furnace
baku = = 18.000 ton/hari = 3226512 t/a
Bagaimana penanganannya ? Lahan penyimpanan sementara
slag yang disediakan oleh PT.
VDNI adalah 2 ha.
Modal tumpukan slag yang
direncanakan berbentuk
Frustum Prisma (prisma
terpancang dengan alas persegi
panjang) pada tiap hektar (ha)
lahan TPS slag akan dibuat :
1. Dua tumpukan dengan alas
45m x 35m dan penampang
atas 40m x 30m, tinggi 35m
2. Dua tumpukan dengan alas
45m x 20m dan penampang
atas 40m x 15m, tinggi 30m.
Tumpukan 10 akan menampang
2 x 83.216m3 = 166 432m3
Pemsilas slag = 2,9 ton/m3
Tumpukan 10 akan menampang
482652.8 ton slag. Tumpukan 20
akan menampang 2 x 4616.6m3
= 92323 m3 atau berat slag =
2.9 ton/m3 x 92323 m3 =
267.737 ton
Kapasitas tampung slag per
hektar = 750.389.5 ton
kapasitas tampung pada TPS
slag 2 ha adalah 2 x 750.389.5
ton = 1.500 779 ton,
Disimpulkan bahwa pada
tingkat produksi dengan
kapasitas penuh, lahan TPS
Lampiran-2
No Halaman Saran/Masukan/Penjelasan Tanggapan
slag, 2 ha, dapat menampung
slag untuk 5,6 bulan.
Sejak dimulainya produksi
PT.VDNI akan mengajukan
permohonan izin TPS slag, dan
pada bulan ke 6-7 sejak
dimulainya produksi FeNi PT.
VDNI wajib mengajukan izin
penimbunan akhir atau izin
pemanfaatan slag kepada KLHK
atau instansi yang berwenang
Saran untuk keharusan membuat
rencana drainase air buangan
PLTU bersuhu tinggi belum dapat
kami / penyusun akomodasi
Alasannya
Sistem pendingin yang
Perlu dijelaskan buangan air PLTU sehingga drainase air diterapkan dalam proyek PLTU
yang bersuhu relatif tinggi dapat di desain dengan baik, ini ialah sistem close loop. Air
I-18 & I-19 panas dari kondensor yang
3. agar suhu air laut wilayah pembuangan tidak
ANDAL bersirkulasi di cooling tover,
mengganggu biota laut. Seharusnya dibuatkan rencana
aliran buangan yang jaraknya cukup untuk pendinginan. kemudian disirkulasi kembali ke
kondensor.
Dampak peningkatan pada suhu
air laut atau air lain yang
menerima air buangan PLTU
hanya terjadi pada pendinginan
PLTU yang menerapkan sistem
Once Through Cooling Sistem
Perlu dijelaskan sistem pengelolaan dan pemanfaatan Telah disajikan pada Sub-bab
4. I-31 ANDAL limbah padat/slag sehingga menjadi panduan bagi Penanganan limbah padat.
pemrakarsa.

5. RKL-RPL Pengelolaan dan pemanfaatan slag perlu diuraikan Pengolahan slag telah dijelaskan
dengan jelas pada RKL dan RPL. dalam dokumen. Pemanfaatan slag
dan/atau pembuangan akhir slag,
Lampiran-3
No Halaman Saran/Masukan/Penjelasan Tanggapan
oleh PT. VDNI akan mengajukan
permohonan ke KLHK. dan
penyusun AMDAL tidak memiliki
kewenangan membuat uraian
teknologi pemanfaatan slag dalam
dokumen ini.
Pengelolaan gas telah
Emisi gas yang dihasilkan selama produksi perlu direncanakan sejak awal oleh
6. I-33 RKL-RPL penanganan yang serius sehingga perlu penjelasan pemrakarsan, dapat dilihat pada
pengelolaannya. Bab I di sub-bab pengolahan
limbah gas.
Secara ideal, perusahaan
Catatan Umum berkomitmen merekrut 60% tenaga
Perekrutan tega kerja oleh PT. Virtue Dragon Nickel kerja dari masyarakat lokal. Hal ini
7. I-49 RKL-RPL
Industry agar ditulis secara kuantitatif (Prosentase apabilas seluruh persyaratan
Struktur ketenagakerjaan Lokal dan Nasional) kompetensi tenaga kerja yang
diinginkan terpenuhi.

Nama Dr. Jamili, M.Si


2.
Jabatan Tim Teknis
Pada halaman 2 terakhir menguraikan tentang dokumen Telah disesuaikan dalam
KA. Cek, kembali, apakah tidak ada kekeliruan? dokumen pada hal I-1
Pada bagian pendahuluan belum ada uraian yang Point 1 sampai 4 telah
menyatakan bahwa secara perinsip usaha ini dapat dibahas pada Bab I
dilakukan. Pendahuluan dalam dokumen
1. I-2 ANDAL Pada bagian pendahuluan belum ada uraian yang Kerangka Acuan.
menjelaskan alasan dokumen ini dinilai oleh KPA Provinsi
Uraian tujuan dan manfaat penyusun dokumen ini belum
dinyatakan
Perakarsa/penanggung jawab dan pelaksanaan Studi
AMDAL belum dinyatakan secara tertulis

Tabel I-3, cara menyambung barins pada tabel kurang tepat jika suatu tabel tepisah namum
2. I-13 ANDAL (perbaiki) masih dalam satu kesatuan tabel
maka diberi Repeat Header Rows.

Lampiran-4
No Halaman Saran/Masukan/Penjelasan Tanggapan
Penulisan Spesies, Misalnya :Casuarina sumatrana, Sudah dikoreksi sesuai dengan tata
Girnniera subaequalis dll,: cara penulisan nama ilmiah (latin)
beri keterangan apakah nama tumbuhan yang ditulis Sebagian menggunakan nama lokal
3. II-52 ANDAL pakai nama local? Atau Indonesia?
Penulisan nama latin, perbaiki sesuai kaidah ilmiah yang
disepakati

Penggunaan pembagian tumbuhan; golongan semak, Sudsh dikoreksi


4. tumbuhan (cek kembali)

Matrik RKL, pisahkan dampak penting yang dikelola dan DPH dan DPTH dipisahkan hanya
dampak lingkungan lainnya yang dikelola. untuk membedakan dampak
penting yang harus dikaji dan
5. RKL-RPL
dampak penting yang sudah pasti
penting, sehingga dalam matriks
pengolahannya tidak dipisahkan.

Nama Harun Andi Burhanudin


3.
Jabatan
Hasil identifikasi vegetasi menuliskan adanya vegetasi Telah disesuaikan dalam dokumen
alami. Namun tidak dilengkapi lebih lanjut dengan analisa
Dokumen Andal
1. vegetasi seperti dominasi, kerapatan dan lainnya. Untuk
Hal. II-32
memudahkan realisasi RKL dan RPL sebaiknya dilengkapi
dengan analisa dimaksud.

Indicator keberhasilan mengarah pada areal bukaan tidakArea 60% yang terbuka
lebih 60%. Sebaiknya lengkapi dengan peta atau sketse, dialokasikan untuk pembangunan
untuk memberikan gambaran mana areal 60% dari areal sarana dan prasarana pendukung
Dokumen RKL 100% yang dimaksud. smelter termasuk PLTU, 40% yang
2. RPL Hal. II-9 tersisa diperuntukan untuk ruang
terbuka hijau tetapi belum dapat
kami sajikan dalam bentuk peta
karena detail rencana desain belum
tersedia.
3. Dokumen RKL Upaya pengelolaan melelui pendekatan teknologi terkait Telah dijelaskan dalam sidang,
RPL Hal. II-9 dengan rencana penebangan pohon atau vegetasi diareal bahwa dilokasi proyek sudah tidak
Lampiran-5
No Halaman Saran/Masukan/Penjelasan Tanggapan
kelola, sebaiknya menggunakan kalimat terukur, misalnya ada tegakkan pohon, karena pada
menuliskan jumlah tegangan yang akan ditebang atau tahap pematangan lahan semua
prosentase tutupan tegakan yang akan diganggu. Dengan tegakan dihilangkan untuk
demikian maka penting kembali diingatkan untk sementara sebelum ditata ulang
melengkapi dokumen ini dengan analisis vegetasi melalui penanaman tanaman
sebagaimana saran pada poin nomor 1 di atas. penghijauan.

Salah satu upaya pengelolaan lingkungan akibat Telah disesuaikan dalam dokumen,
terganggunya vegetasi di areal kelola dituliskan dengan
penanaman vegetasi. Sebaiknya upaya ini selanjutnya
dimasukan dalam rencana pemantauan lingkungan
Dokumen RKL
4. sehingga dapat terus terevaluasi tingkat pertumbuhannya
RPL Hal. II-10
melalui penyulaman tanaman untuk memenuhi tingkat
kualitasnya serta kelayakan tumbuh hingga masa bener-
benar lepas dari usia pemeliharaan untuk memenuhi
kualitas pertumbuhan vegetasi.

Dalam poin akhir kolom upaya pengelolaan lingkungan Telah disesuaikan dalam dokumen
Dokumen RKL mohon dikoreksi mungkin narasi tersebut sebaiknya di pada Hal II-10
5. RPL Hal. II-10 pindahkan ke kolom jenis dampak gangguan kebisingan,
bukan gangguan flora fauna.

Pendekatan social dlm rangka mengelola potensi konflik Telah disesuaikan dalam dokumen
sebaiknya di arahkan pada konteks yang paling mungkin pada Hal II-19.
dilakukan oleh pemrakarsa dengan tetap memperhatikan
optimalisasi hasil. Early warning system yang dianjurkan
dalam dokumen sebaiknya disebutkan dalam bentuk
konkret misalnya, membangun kelembagaan ekonomi desa
Dokumen RKL melalui pendamping tenaga professional. Demikian juga
6. RPL Hal. II-19 dengan poin yang menuliskan tentang membangun
kapasitas internal yang memadai untuk .. dst.
Sebaiknya arahkan saja dalam bentuk konkret sbg upaya
pengelolaan lingkungan terkait potensi konflik tsb. Ini
membutuhkan perbaikan sehingga pihak perusahaan dapat
dengan mudah memahami dan meralisasikan apa yang
menjadi rekomendasi dari dokumen tsb.

Lampiran-6
No Halaman Saran/Masukan/Penjelasan Tanggapan

Nama Dr. Ir. La Baco S., M.Si


4.
Jabatan Tim Teknis
Neraca Air semelter dan PLTU: Telah diperbaiki sesuai dengan
a. Kebutuhan air semelter: saran.
- Pendinginan = 7.200 m3/hari
- Domestik = 300 m3/hari
- Non Domestic = 300 m3/hari x 20 % = 60 m3/hari
1. I-22 & I-23 - Darurat = 2.000 m3/hari
Jumlah (a) = 9.560 m3/hari
b. Kebutuhan air PLTU : 2.131 m3/hari (air tambahan)
Jumlah (a + b) = 11.697 m3/hari
Kehilangan = 10 % = 1.170 m3/hari
Total = (a + b + kehilangan) = 12.767 m3/hari

Tentang ketersediaan air: Telah disajikan dalam dokumen


Belum ada data debit andalan Sungai Konaweha pada hal II-27.
2. Debit sesaat yang diukur tidak bisa digunakan untuk
perencanaan alokasi air.

Jenis Dampak: Telah disesuaikan dalam dokumen


Tahap kontruksi dan tahap oprasi RKL
a. Perubahan debit air larian, seharusnya peningkatan
debit air larian. RKL seharusnya: penutupan
II-4 & II-5 RKL-
3. permukaan tanah untuk menurunkan koefisiensi C
RPL b. Potensi Erosi, seharusnya Peningkatan erosi tanah;
RKL seharusnya : Penutupan tanah (konservasi tanah
dan air) untuk menurunkan nilai CP
Lokasi pengelolaan :on site (tapak)

Belum ada RKL dan RPL dampak akibat pengambilan air Telah diperbaiki sesuai dengan
sungai, sebenarnya besaran dampak wajib dikembalikan saran
4. RKL-RPL oleh peruahaan adalah 12.767 m3/hari.
Lokasi pengelolaan : off site (di luar tapak)

5. Saran Saran sudah diakomodir

Lampiran-7
No Halaman Saran/Masukan/Penjelasan Tanggapan
Buat reservoir air untuk memanfaatkan aliran
permukaan (gunanya untuk kebutuhan air pabrik dan
mengurangi banjir

Nama Dr. Ida Usman


5.
Jabatan Tim Teknis
Tambahkan informasi bagaimana kondisi biji laterit sebelum Telah diperbaiki dalam dokumen
masuk ke rotary klin, karena dimensi rotary terbatas pada Hal I-10
sehingga ukuran biji lateri biasanya diseragamkan terlebih
1. I-10 dahulu dalam dimensi tertentu. Jika ya, apa alat pemecah
batunya. Hal ini penting karena berkaitan dengan dampak
kebisingan dan peningkatan debu diudara.

Tabel II-3 tabel II-6 buku mutu debu 230 g/Nm 3 untuk Data telah disesuiakan dalam
pencampuran 60 menit. Coba dicek lagi PP 41 thn 1999, dokumen pada hal II-9 dan II-8.
karena baku mutu tsb untuk Pencampuran 24 jam. Jadi, Tiap parameter telah dikonversi ke
pancampuran 24 jam.
2. II-9 dan III-8 untuk penentuan AQI, samakan dulu waktu pencampuran
supaya baku mutunya dapat dipakai. Misal akan dipakai
waktu pencampuran 24 jam, maka nilai parameter SO 2,
NO2, DAN CO harus dikonversi juga kecampuran 24 jam.

3. II-28 sampai II- Dalam penentuan indeks pencemaran, tidak semua Pada rona awal semua
parameter terukur harus dihitung nilai Ci/Li. Untuk pH parameter yang
31
(dalam dokumen di tulis Ph), mestinya jangan dimasukan dipersyaratkan PP 82 Tahun
dalam perhitungan karena pH itu komponen bukan 2001 sesuai kelas air (baku
pencemar. Justru pH adalah efek dari pencemar. Coba mutu kelas II) harus
cek kembali kepmen-LH No. 115 tahun 2003 supaya dianalisis, karena akan
tabel II-7 sampai ii-10. dijadikan sebagai acuan bila
Selain pH, kekeruhan juga tidak dapat dimasukan dalam terjadi perubahan nilai
analisis IP. Sama halnya dengan pH , kekeruhan bukan parameter akibat suatu
pencemaran, tetapi efek dari adanya pencemaran kegiatan.
Dalam pemantauan akan
dipilih parameter-parameter
kunci (key parameter) yang
Lampiran-8
No Halaman Saran/Masukan/Penjelasan Tanggapan
relevan.
Tertulis, hasil prediksi polutan dengan adanya kegiatan, Setelah dilakukan penyesuaian
kualitas udara dalam kategori sedang dengan nilai indeks untuk 24 jam pencampuran nilai
65,93. Darimana nilai itu diperoleh? Mestinya dilengkapi indeks berubah menjadi 36,4.
Nilai ISPU ditetapkan dengan cara
dengan tabel prediksi konsentrasi gas saat adanya kegiatan
mengubah kadar pencemar udara
sehingga nilai indeks itu dapat terlihat asal usulnya. terukur menjadi suatu angka yang
tidak berdimensi. dengan
Persamaan dalam KEP
45/MENLH/1997 tentang indeks
4. III-12 kualitas udara.
Dalam penentuan nilai indeks rona
awal data yang digunakan yaitu
nilai kadar ambien dari hasil
pengukuran, sedangkan untuk
prakiraan menggunakan hasil
prediksi konsentrasi maksimun.
Prediksi konsentrasi telah
tergambarkan pada Gambar III-1
sampai dengan III-5.
5. III-14 Gangguan kebisingan hanya dievakuasi hanya berasal Bunyi yang bersumber dari
dari bunyi kendaraan. Bagaimana dengan bunyi kegiatan penggilingan batu,
penggiling batu, genset, dan PLTU. Mestinya dianalisa genset, dan PLTU merupakan
juga supaya dapat diprediksi intensitas bunyi total kegiatan yang berlangsung
sekitar pabrik pada jarak tertentu. dalam ruangan kondisi
Grafik yang dibuat dari hasil analisa berapa buah sumber tutup/semi tertutup dengan
bunyi? Karena alat dan truk yang digunakan hambatan bunyi sekitar 35
kemungkinan akan beroperasi bersamaan menghasilkan dB(A) sumber FHWA, 2006.
bunyi yang mengalami superposisi (saling menguatkan). Penerima bunyai yang dianalisis
Termasuk tambahan bunyi dari peralatan lain. bukan pekerja tetapi
Data kebisingan ini dianalisa sesuai arahan kepmen-LH masyarakat yang jaraknya
No. KEP-48/MENLH/11/1996, dimana yang penuh itu sekitar 1 km dari sumber bunyi
untuk kemudian dibandingkan dengan buku mutu. dan diantarai oleh pepohonan.
Bahkan lebih jauh harus dibedakan analisanya untuk Pada grafik sumber bunyi hanya
sumber bising diam (mesin-mesin smelter, genset, dan berasal dari kendaraan angkut
PLTU) dan sumber bising bergerak (kendaraan) sepanjang jalan yakni truck
Lampiran-9
No Halaman Saran/Masukan/Penjelasan Tanggapan
yang diasumsikan 10 truk per
jam dengan kecepatan maksimal
40 km/jam, dimana jarak
sumber bunyi disimulasikan dari
jarak 15-125 meter dengan
shielding factor 3dB(A) untuk
area terbuka.
Kepmen yang dimaksud tidak
untuk memprakirakan
kebisingan dari suatu rencana
kegiatan, tetapi digunakan
untuk pemantauan, karena itu
pengamatan kebisingan
dilakukan pada siang dan
malam hari.
Pada rona awal persepsi dan keresahan masyarakat, Akan disesuaikan dalam dokumen:
sebaiknya disebutkan berapa persen masyarakat yang - Persepsi positif : 98 %
memiliki persepsi positif atau berapa persen yang resah - Persepsi negatif : 2 %
6. III-19 Merupakan hasil tabulasi
(hasil konsultasi publik), sehingga bisa diketahui kualitas
quiisioner pada saat konsultasi
lingkungannya. publik.
Gambar IV-1 untuk analisa dampak secara holistik: Telah disesuaikan dalam
dokumen pada hal IV-2.
Tambahkan kotak kosong tertulis dampak tidak dikaji Telah disesuaikan dalam
di bawah tahap pra konstruksi dan dibawah komponen dokumen pada hal IV-2.
7. IV-2 rekruimen tenaga kerja, pembangunan sarana
pendukung, dan pembersihan lahan pada tahap
konstruksi
Mestinya ada panah dibawah dampak getaran supaya
kelihatan apa dampak lanjutannya

8. IV-3 Gambar IV-2 untuk analisa dampak secara holistik: Telah disesuaikan dalam
dokumen pada hal IV-3.
Mestinya ada panah yang meghubungkan penurunan
senitasi lingkungan dengan gangguan kesehatan

Lampiran-10
No Halaman Saran/Masukan/Penjelasan Tanggapan
masyarakat

Gambar IV-3 untuk analisa dampak secara holistik: Telah disesuaikan dalam
dokumen pada hal IV-4.
Mestinya ada panah yang menghubungkan tingkat Telah disesuaikan dalam
9. IV-4 kesempatan kerja dengan keresahan masyarakat dokumen pada hal IV-4.
Mengapa ada panah merah yang menghubungkan
pelepasan tenaga kerja dengan perubahan kualitas udara
dan kebisingan? Dimana kaitannya?

Ada rumus untuk estimasi jumlah polutan. Tidak perlu Polutan spesifik yang dilepas ke
dimasukan jika tidak akan dipakai, karena sdh lingkungan dihitungan dengan
10. IV-9 Permen LH Nomor 9 tahun 2006.
menggunakan hitungan sesuai kepmen-LH No. 155 tahun
2003

Arahan membatasi kecepatan kendaraan dituliskan Telah ditambahkan pada hal


lengkap, berapa batas kecepatannya II-3
Lokasi pengelolaan hanya pada tapak proyek, mestinya Telah disesuaikan dalam
11. RKL II-3
sepanjang jalan yang dilalui dokumen pada Hal II-3
Arahan melakukan pembatasan waktu operasi Telah disesuaikan dalam
dituliskan kapan batas waktunya itu dokumen pada Hal II-3

RKL II-6 Arahan mengisolasi pekerjaan dengan sumber getar Potensi getaran bukan DPH dan
lebih diperjelas. Apakah diisolasi bersama sember getar bukan DPTH, sebagaimana pada
atau jauh dari sumber getar Hal I-58 ANDAL. Hal ini
Arahan menggunakan ear plug untuk getaran tidak semestinya tidak dicantumkan
12.
cocok. Ear plug untuk kebisingan dalam RKL-RPL.
Sudah tidak dicantumkan lagi
dalam dokumen RKL-RPL.

RKL II-7 Untuk potensi limbah domestik, tambahkan arahan Saran telah dimasukan dalam
13. pendekatan institusi dengan bekerja sama dengan dinas dokumen
kebersihan

Lampiran-11
No Halaman Saran/Masukan/Penjelasan Tanggapan
RKL II-9 Arahan "membuat perangkap sedimen. Mengalir ke laut. Telah diperbaiki dalam dokumen
14. Kayaknya lokasi ini jauh dari laut. Perbaiki juga hal II-32 RKL

RKL II-10 Arahan untuk melakukan pematangan lahan pada musim Sudah diperbaiki dalam dokumen
kering perlu dipertimbangkan kembali, karena sulit diikuti
15. oleh pemrakarsa yang terkait dengan percepatan
pembagunan pabrik (sekarang akan memasuki musim
penghujan)

RKL II-12 Arahan menyediakan infrastruktur yang Telah disesuaikan dengan dampak
memadai..daerah sekitar proyek agar dibuat jelas, yang seharusnya dikelola
16. infrastuktur yang dimaksud apa saja. Perbaiki juga pada hal
II-13.

RKL II-13 Arahan meminimalkan daerah genangan`` kontradiksi Meminimalkan daerah genangan
dengan arahan membuat perangkap sedimen. Juga pada dan membuat perangkap sedimen
hal II-15 yang mempunyai tujuan berbeda.
Meminimalkan daerah genangan
menghindari berkembangbiaknya
17. vektor penyakit malaria, sedangkan
membuat perangkap sedimen
bertujuan untuk meminimalkan
pendangkalan kanal akibat
tingginya sedimen yang berasal
dari area proyek.
RKL II-19 Arahan mempunyai early warning system yang mampu Telah dikoreksi dalam dokumen
mendeteksi.. mungkin baiknya langsung disebutkan
18. bentuk EWS nya itu apa, supaya pemrakarsa langsung
siapkan. Perbaiki juga hal II-33 dan II-34

RKL II-21 Arahan penghijauan di sekitar pabrik tidak cocok untuk Tumbuhan tingkat tinggi dikenal
pengelolaan kualitas udara, karena emisi gas jauh dari dalam ilmu lingkungan, mampu
19. pabrik. (lihat hasil analisa dampak kualitas udara). Perbaiki menyerap CO2, SO2, menghasilkan
oksigen. Sehingga mampu
juga hal II-25.
memperbaiki kualitas udara.

Lampiran-12
No Halaman Saran/Masukan/Penjelasan Tanggapan
RKL II-22 Arahan penggunaan BBM industry tidak cocok untuk telah diperbaiki dalam dokumen
20. pengelolaan kualitas udara. Aturan memang seperti itu, sesuai dengan konteks yang tepat.
tidak perlu diarahkan. Perbaiki juga hal II-39.

RKL II-35 Arahan mencegah dan menghindari terjadinya Telah dikoreksi dalam dokumen
21. pencemaran akan sulit dilkukan oleh pemrakarsa, karena
hal ini tidak bisa dicegah.

RPL III-3, III-15, Tambahkan analisa indeks kualitas udara (AQI) pada bagian Telah disesuaikan dalam dokumen
22. III-19 analisis data

RPL III-9 Tambahkan analisa indeks pencemaran sesuai kepmen-LH Telah ditambahkan dalam dokumen
23. No. 115 Tahun 2003

Nama Dedy Oetama


6.
Jabatan Tim Teknis
Tabel II-12, Sungai atau kanal Telah diperbaiki dalam dokumen
1. II-34 ANDAL
(Kanal)
2. II-36 ANDAL Tabel II- 13, Sungai => Nama sungai? Tidak ada sungai

Catatan: Sudah ada kriteria indeks


Keseragaman pelanktons dan bentos =0,971 kemerataan dalam dokumen yang
E = 0 yaitu kemerataan antara spesies artinya kekayaan mengacu pada Pielou (1966), Cox
andividu yang dimiliki masing-masing spesies sangat (2002)
3.
jauh berbeda.
E = 1 yaitu kemerataan antara spesies merata atau
jumlah individu relatif sama.

Tolong upaya/bentuknya lebih teknis dan terukur Telah disesuaikan dalam dokumen
4. RKL-RPL Contoh
Membatasi kecepatan kendaraan,? Berapa Km/jam ?

Nama Ir. H. Takdir, M.Si


7.
Jabatan Tim Teknis Penilai Amdal Prov. Sultra

Lampiran-13
No Halaman Saran/Masukan/Penjelasan Tanggapan
Pada deskripsi kegiatan, sistem masih perluh ditambahkan uraian tentang: Deskripsi kegiatan telah diuraikan
dalam dokumen Kerangka Acuan.
1. a. Limbah air pendingin PLTU Yang tidak terpisah dari kajian
b. Limbah mesin gengset (PLTD) AMDAL.
c. Limbah kegiatan bengkel (workshop)
I-32 ANDAL Kalimat terakhir pada alinea ke-2 ., dan sisa yang tidak dapat dijual Telah dikoreksi sesuai saran
ditimbun ke areal penimbunan (landfill) di lokasi PLTU batubara akan
2. dibuat setelah terlebih dahulu mendengarkan arahan dari KLHK. Disarankan
kalimat kalimat yang digaris bawahi disempurnakan menjadi : setelah
terlebih dahulu memperoleh izin dari KLHK.

II-9 sd II-10 ANDAL Hasil pengukuran partikel debu pada tapak proyek ST2 dan ST4 telah Telah diberikan penjelasan secara
melewati buku mutu kualitas udara ambient (PP. No. 41/1999) serta hasil lisan pada saat rapat tim teknis
pengukuran tingkat kebsingan di lokasi pemukiman juga telah melewati
3. baku mutu kebisingan. Mengingat kegiatan di lapangan sudah berjalan
sebelum studi AMDAL selesai, maka disarankan agar ada rekomendasi awal
untuk mangatasi masalah tersebut atau pemrakarsa mengikuti arahan RKL-
RPL yang sementara disusun.

II-26 ANDAL Parameter air sungai yang diuji disarankan tidak mengacu pada Permenkes Telah disesuaikan dalam dokumen
4. No. 416/Menkes/Per/IX/1990, sebaiknya hanya mengacu pada PP. No. 82
Tahun 2001.

II-28 sd II-29 Harap ditinjau kembali hasil perhitungan IP sungai kanal 01 (Tabel II-7) dan Telah disesuaikan dalam dokumen
5. ANDAL kanal 02 (tabel II-8), karena sudah ada parameter yang melewati baku mutu
(DO), tetapi status mutu masih sangat baik?.

II-30 sd II-32 Disarankan agar parameter pengamatan kualitas air sumur (Tabel II-9 dan Telah disesuaikan dalam dokumen
AMDAL Tabel II-10) ditambah dengan parameter mikrobiologi, khususnya E.coli,
6. karena parameter tersebut merupakan salah satu parameter kunci untuk
pengukuran kualitas air minum.

RKL-RPL Belum ada RKL untuk perubahan kualitas air permukaan (sungai dan sumur) Telah dikoreksi dalam dokumen
7. disarankan untuk ditambah

Lampiran-14
No Halaman Saran/Masukan/Penjelasan Tanggapan
II-10 RKL-RPL Tidak relevan antara jenis dampak penting : gangguan biota sungai/rawa Telah diperbaiki dalam dokumen
8. (point 10) dengan indikator keberhasilan pengelolaan LH (kualitas air laut pada Hal II-9
tidak melebihi baku mutu air laut). Harap diperbaiki

II-8 RKL-RPL Jenis dampak potensi air limbah dari operasi pabrik dan sarana penunjang, Sudah tersaji dalam dokumen pada
indikatornya disarankan untuk ditambah, tidak hanya menggunakan halaman III-26
9. permenLH No. 9/2006 (BMAL untuk pabrik nikel), tetapi juga
menggunakan BMAL pembangkit listrik tenaga termal (PermenLH No. 8
Tahun 2009)

II-8 sd III-9 RKL- Untuk analisis data perubahan kualitas udara ambient disarankan ditambah Telah diperbaiki dalam dokumen
RPL dengan penentuan status mutu udara ambient, tidak hanya membandingkan pada halaman III-3
hasil pengujian dengan baku mutu udara ambient (PP. No. 41/1999),
10. demikian juga untuk analisis kualitas air laut ditambah dengan penentuan
status mutu air laut, tidak hanya membandingkan hasil pengukuran dengan
baku mutu air laut.

Nama Zulkifli, SKM, M.Kes


8.
Jabatan Tim Teknis
Tabel I-22 Tabel I-22 Halaman I-59 sudah
1. I-59 ANDAL Penurunan kualitas sanitasi lingkungan, belum termuat diperbaiki dan ditambahkan
sebagaimana pada hal. I-58 penjelasannya.

Pada evaluasi dampak komponen penurunan kualitas Tabel I-22 Halaman I-61 sudah
sanitasi lingkungan, dampak pencemaran kualitas air diperbaiki dan diganti
2. I-61 ANDAL
supaya diganti dengan dampak pencemaran kualitas penjelasannya.
limbah.

Pada komponen lingkungn terkena dampak supaya Tabel I-23 Halaman I-80 Sudah
ditambahkan masalah penurunan kualitas sanitasi diperbaiki dan ditambahkan
3. I-80 ANDAL
lingkungan sehingga konsisten sebagaimana gambar I-15 penjelasannya.
bagan alur proses hal. I-87.

4. II-31 & I-32 Ada parameter sesungguhnya penting belum diperiksa Tabel II-9 & II-10 Belum ada data
ANDAL yaitu total Coliform. pemeriksaan Mikrobiologi (bakteri
Lampiran-15
No Halaman Saran/Masukan/Penjelasan Tanggapan
Coliform) pada Halaman 31 & 32
(Konfirmasi pak Dr. H.Arifin, M.Si/
Pak Muhsin)

Komponen kesehatan masyarakat belum diakomodir, Bab IV-7. Bukan DPH tapi tetap
IV-7 ANDAL seharusnya konsisten sebagaimana Gambar I-15 bagan dikelola dan dipantau. Secara
5.
akur proses hal. 87 detail dibahas dalam dokumen
RKL-RPL
Indikator/parameter pada gangguan kesehatan, selain RKL-RPL Halaman III-30 & III-31
III-28 & III-29 insiden penyakit supaya ditambahkan dengan prevalensi Sudah diperbaiki dan ditambah
6. penyakit penjelasannya.
RKL-RPL
Analisis data supaya dilengkapi dengan rumus yang
digunakan

Catatan :
Unsur kesehatan masyarakat supaya mengacu pada :
1. Keputsan kepala Bapeda No. 124/12/1997 tentang
Panduan Kajian Aspek Kesehatan Masyarakat dalam Mohon dimasukkan sebagai bahan
AMDAL; Rujukan/Referensi khusus bidang
7.
2. Kepmenkers No. 876MENKES/VIII/2001 tentang kesehatan masyarakat sesuai
Pedoman Nanalisis Dampak Kesehatan Lingkungan; catatan
3. Pedoman Analisis Risiko Kesehatan Lingkungan (ARKL)
Ditjen PP-PL Kemenkes RI. 2011.

Nama Ir. Ahmadi


9.
Jabatan Tim Teknis
1-10 ANDAL Pada proses pengeringan biji pada kilin berukuran 15 4.3 m x 35,5 m ini Telah diperbaiki dalam
15 apanya tebal atau jumlah unit harus dipisahkan penulisnya begitu pula dokumen pada halaman I-10.
1. pada pra Reduksi Tunkun Putar berdimensi 12 4,4 m x 100 m ini 12
ukuran apanya?

2. 1-20 ANDAL Deskripsi setiap set generator PLTU pada poin kedua tentang proses Telah jelas, bahwa kondensasi
kondensasi dan proses pendinginan air kondensor pada cooling tower kalau adalah proses perubahan fasa
bisa diuraikan sehingga proses air menjadi uap kemudian menjadi air uap menjadi fasa cair, proses ini
dapat terjadi setelah kalor
Lampiran-16
No Halaman Saran/Masukan/Penjelasan Tanggapan
kembali sehingga terjadi rangkaian proses sirkulasi air. dalam uap panas di serap oleh
air yang bersirkulasi dalam
kondensor dan air panas dalam
kondensor didinginkan melalui
cooling tower kemudian
dikembalikan mengkondensasi
uap panas yang dilepas dari
turbin. Sistem ini merupakan
sistem close loop.
1-21 ANDAL Gambar teknologi plan deminiwater kalau bisa dimasukkan juga dalam
3. document.

1-36 ANDAL Pengelolaan limbah cair domestic (gbr 1-13) pada bak pengendapan pertama Telah disesuaikan dalam
4. disini belum ada perlakuan kalau bisa diuraikan endapan tersebut di bawah dokumen pada halaman I-35
kemana tidak mungkin bakteri bisa menghabiskan endapan tersebut.

Nama Laode Sabaruddin


10.
Jabatan Anggota Tim Teknis Prov. Sultra
Jumlah konsumsi air sebanyak 192.000 m 3 d-1, atau 2.2 m3 s- Telah dikoreksi dalam dokumen
1. I-22 ANDAL
1
, dari mana air sebanyak ini diambil karena debit air Sungai andal pada hal I-23
Konaweha turun sebanyak 20%/tahun, jadi tidak cukup

Tabel II-1. CH pengamatan 2005-2012 tetapi isinya 2006- Telah dikoreksi dalam dokumen
2013, mana yang benar.
Jumlah BK Than 2012 bukan 4 melainkan 3 bulan,
sehingga rataannya seharusnya 2.25 bukan 2.38
2. II-5 Nilai Q bukan 28.36% (dari mana) melainkan 26.85%
(Tipe B)
Cara menetapkan criteria iklim sudah mulai membaik,
namun harus tetap hati-hati.

3. II-26 Debit sungai konaweha pada Tabel II-5 tolong dicermati Data debit 99 m3/s adalah
lagi bukan 99 m3s-1 melainkan 17 m3 s-1 hasil pengukuran debit
Luas sungai bukan p x l, tetapi disesuaikan dengan sesaat dan hanya digunakan
sebagai informasi awal.
Lampiran-17
No Halaman Saran/Masukan/Penjelasan Tanggapan
bentuk fisiknya, ada segitiga, ada cipoletti, dll Untuk analisis data
Tahun 2010 saja menurut Israwan Sulfa Kasubdin menggunakan data dari Balai
Pengairan dan Irigasi DPU Konawe mengatakan idealnya Wilayah Sungai Sulawesi IV
saja jika debit Sungai konaweha 17.000 1s seharusnya
-1
sebagaimana terlampir dalam
bisa mengairi sawah 12.000 ha, anmun pada dokumen.
kenyataannya 8.000 ha saja malah airnya tidak cukup. Penampangan sungai yang
Apalagi ditambah dengan konsumsi air PT. Virtue Dragor diperoleh pengukuran
Nickel Industry sebanyak 2.2 m s akan memperparah
3 -1
langsung dilapangan
suplai air kebutuhan sawah petani setempat. ditampilkan pada Gambar II-
13.
Laju aliran diukur langsung
dilapangan rata-rata 0.3
m/det. Debit sungai adalah
penampang dikalikan laju
aliran.
Data terbaru yang kami
peroleh dari BWS Sulawesi
IV rata-rata debit sungai
Sampara 19.86 m3/det
sebagimana terlampir.
Erosi tidak dikaji dalam
dokumen Andal, karena tidak
Dalam dokumen ini saya hampir tidak menemukan menjadi DPH.
rumus-rumus untuk menetapkan nilai suatu variabel Nilai besaran dampak adalah
misalnya erosi (apa erosi tidak terjadi?) dan besaran nilai selisih dari nilai besaran
4. perubahan yang akan terjadi komponen lingkungan
Bagaimana cara menentukan nilai besaran dampak yang setelah ada kegiatan
terjadi? dikurangi dengan besaran
komponen dampak pada rona
awal.
5. Sebenarnya komponen suhu dan kelembaban seharusnya Berdasarkan hasil diskusi tim
merupakan komponen penting dan dalam pelingkupan, menggunakan pendekatan analogi
mengapa? dan kajian literatur komponen suhu
dan kelembaban disimpulkan tidak
menjadi DPH, karena hampir

Lampiran-18
No Halaman Saran/Masukan/Penjelasan Tanggapan
semua bukaan area yang luas
seperti kegiatan pertambangan
belum ada laporan bahwa
peningkatan suhu menjadi faktor
yang melahirkan persepsi
mengkhawatirkan masyarakat,
kecuali dalam merancang mesin
penataan udara untuk pada
ruangan atau pembangunan area
wisata.

Nama Nur Arafah


11.
Jabatan Tim Teknis
Pendekatan teknologi yang/ ekosistem tidak konsisten Telah disesuaikan dalam dokumen
1. II-10 RKL-RPL dengan jenis dampak gangguan biota sungai RKL-RPL

Mengapa keresahan masyarakat dikelola dengan luas Pengelolaan keresahaan sosial


perlu dilakukan secara luas karena
akumulasi dari keresahan sosial
2. II-13 RKL_RPL dan dapat menimbulkan konflik
sosial yang berdampak pada
terganggunya semua aspek
kehidupan masyarakat.
3. II-16 RKL-RPL Perekrutan tenaga kerja local 60%? - Keahlian masyarakat secara
Tidak sesuai Bagaimana keahlian masyarakat detail tidak diperoleh data yang
antara data TK Berapa yang tersedia memadai, namun asumsinya
local dengan Bagaimana dengan tenaga kerja asing keahlian masyarakat relatif
data rona awal masih rendah (hasil wawancara
responden).
- Data tentang jumlah tenaga kerja
yang tersedia (menganggur) di
lokasi studi tidak diperoleh
secara memadai.
- Tenaga Kerja Asing (TKA) tetap
ada peluang untuk dipekerjakan
berdasarkan kompetensi keahlian
Lampiran-19
No Halaman Saran/Masukan/Penjelasan Tanggapan
yang dimiliki.
- Upah Minimum Regional (UMR)
Kabupaten Konawe Tahun
Gaji sesuai UMR?
2014.sebesar Rp. 1.700.000
Berapa UMR? - Pendapatan rata-tata perbulan
4. Berapa pendapatan sebelumnya/ responden yang dominan adalah
Memetahui aturan? Apa? antara Rp. 1.001.000 Rp.
1.500.000,-
- Permennaker No.1 Tahun 1999
tentang Upah Minimum.
Selesaikan aturan tentang status wilayah/kawasan sebelum Telah dilampirkan dalam
5. diterimah atau terbit SKKL dokumen kerangka acuan

Nama Amran Ali


12. Tim Teknis
Jabatan
Peta lokasi study dapat menyesuaikan terhadap penggunaan Telah disesuaikan dalam dokumen
1. I-5 AMDAL arah baik yang terdapat dala peta maupun notasi yang
berada dalam keterangan

Peta lereng disebutkan hasil analysis spasial lereng, Peta lereng hanya menyajikan klas
sebaiknya dicantumkan hasil interpalasi kontur skala peta lereng dari hasil analisis tools
1:40.000 dengan kontur interval CI = 20 m (dua puluh spasial lereng dengan klasifikasi
II-14 lereng sebagaimana tertera pada
2. meter)
keterangan peta lereng dan untuk
interval kontur disajikan pada peta
topografi dengan interval kontur
(CI=1 meter)
Tertulis peta aktivitas sekitar lokasi pabrik, dimana dalam Telah disesuaikan dokumen
keterangan di masukan tentang pengguna lahan olehnya
3. II-60 lebih tepat dituliskan judul petanya. Peta aktivitas pengguna
lahan, sesuaikan saja antar isi peta terhadap judul peta,
sehingga akan mudah dimengerti

4. II-2 Terkait dengan lokasi kegiatan toponimi dalam tema peta Sampai saat ini secara administrasi
Lampiran-20
No Halaman Saran/Masukan/Penjelasan Tanggapan
disebutkan kec. Morosi pada keterangan secara adm kec. penetapan batas Kec. Morosi
Morositidak punya wilayah dimana wilyah ke. Morose dalam belum jelas sehingga dalam peta
peta administrasi? masih menggunakan administrasi
Kec. Bondoala

Lampiran-21