Anda di halaman 1dari 15

PRAKTIKUM BIOLOGI

Kelompok 2

PERCOBAAN DIFUSI DAN OSMOSIS


XI IPA 4

Nama ketua : Eka salma afifah putri

Nama Anggota :
Dina Amaliatul Arifah
Lyla khairunnisa kanti susilo
Nadia nur salsabila
Widya pratiwi

SMA NEGERI 6 KABUPATEN TANGERANG

Jalan Aria Jaya Santika Nomor 52 Telepon 021 5990276

Tigaraksa-Tangerang
I. Judul
Percobaan difusi

II. Tujuan pembelajaran


Untuk mengetahui proses difusi

III. Landasan teori


Difusi
Difusi berasal dari kata diphus yang artinya menyebar. Difusi merupakan
transport menurun yang artinya materi yang berasal dari daerah berkosentrasi
tinggi ke daerah yang berkosentrasi rendah. Cairan sel biasanya bersifat
hipertonis (larutan yang konsentrasi zat terlarutnya lebih tinggi dibandingkan
dengan larutan di dalam sel) dan cairan di luar sel bersifat hipotonis (larutan
yang terdapat di luar sel, konsentrasi zat terlarutnya lebih rendah daripada di
dalam sel), sehingga air akan mengalir dari luar ke dalam sampai keduanya
bersifat isotonis (keadaan dimana konsentrasi pelarut sama besar dari pada zat
terlarut).
Larutan hipotonis adalah larutan yang memiliki osmolalitasnya lebih rendah dari
plasma, sedangkan larutan hipertonis adalah larutan yang memiliki
osmolalitasnya lebih besar dari plasma.
Difusi adalah peristiwa mengalirnya/berpindahnya suatu zat dalam pelarut dari
bagian berkonsentrasi tinggi ke bagian yang berkonsentrasi rendah. Difusi
dipermudah dengan saluran protein substansi seperti asam amino, gula, dan
substansi bermuatan tidak dapat berdifusi melalui membran plasma. Substansi-
substansi tersebut melewati membran plasma melalui saluran yang dibentuk
oleh protein dimana protein yang membentuk saluran ini merupakan protein
integral.
Difusi dipermudah dengan protein pembawa proses difusi ini melibatkan
protein yang membentuk suatu saluran dan mengikat substansi yang ditranspor.
Protein ini disebut protein pembawa. Protein pembawa biasanya mengangkut
molekul polar misalnya asam amino dan glukosa.

Mekanisme difusi
Difusi sederhana melalui membrane berlangsung karena molekul -molekul yang
berpindah atau bergerak melalui membran bersifat larut dalam lemak (lipid)
sehingga dapat menembus lipid bilayer pada membran secara langsung.
Membran sel permeabel terhadap molekul larut lemak seperti hormon steroid,
vitamin A, D, E, dan K serta bahan-bahan organik yang larut dalam lemak, Selain
itu, memmbran sel juga sangat permeabel terhadap molekul anorganik seperti
O,CO2, HO, dan H2O. Beberapa molekul kecil khusus yang terlarut dalam
serta ion-ion tertentu, dapat menembus membran melalui saluran atau chanel.
Saluran ini terbentuk dari protein transmembran, semacam pori dengan
diameter tertentu yang memungkinkan molekul dengan diameter lebih kecil
dari diameter pori tersebut dapat melaluinya. Sementara itu, molekul molekul
berukuran besar seperti asam amino, glukosa, dan beberapa garam garam
mineral , tidak dapat menembus membrane secara langsung, tetapi memerlukan
protein pembawa atau transporter untuk dapat menembus membran.

Ada beberapa faktor yang mempengaruhi kecepatan difusi, yaitu:


Ukuran partikel
Semakin kecil ukuran partikel, semakin cepat partikel itu akan bergerak,
sehingga kecepatan difusi semakin tinggi.
Ketebalan membran.
Semakin tebal membran, semakin lambat kecepatan difusi.
Luas suatu area
Semakin besar luas area, semakin cepat kecepatan difusinya.
Jarak
Semakin besar jarak antara dua konsentrasi, semakin lambat kecepatan
difusinya.
Suhu
Semakin tinggi suhu, partikel mendapatkan energi untuk bergerak dengan lebih
cepat. Maka, semakin cepat pula kecepatan difusinya.

IV. ALAT DAN BAHAN

Bahan
Sirup cair
Sirup padat (nutrisari)
Kopi
Teh celup
Air panas
Air biasa
Alat
Gelas bening
Sendok

V. Cara Kerja

Difusi

Teh celup

Siapkan 1 gelas berisi air panas dan 1 gelas berisi air biasa
Masukkan teh celup pada salah satu gelas yang berisi air panas dan pada
salah satu air biasa
Tunggu beberapa saat, dan amati perubahan yang terjadi pada teh
tersebut
Lalu, hitung berapa lama waktu yang dibutuhkan teh untuk bercampur
dengan air

Sirup padat (nutrisari)

Masukkan sirup padat pada 1 gelas yang sudah berisi air biasa
Tunggu beberapa saat, dan amati perubahan yang terjadi pada sirup tersebut
Lalu, hitung berapa lama waktu yang dibutuhkan sirup padat untuk
bercampur dengan air
Kemudian aduk sirup padat tersebut secara bersamaan dengan air agar
tercampur rata
Lalu hitung kembali berapa lama waktu yang dibutuhkan agar sirup padat
dapat bercampur dengan air hingga rata

Sirup cair

Siapkan 2 gelas berisi air panas dan 2 gelas berisi air biasa
Masukkan sirup cair pada 1 gelas yang sudah berisi air biasa
Tunggu beberapa saat, dan amati perubahan yang terjadi pada sirup tersebut
Lalu, hitung berapa lama waktu yang dibutuhkan sirup cair untuk bercampur
dengan air
Kemudian aduk sirup cair tersebut secara bersamaan dengan air agar
tercampur rata
Lalu hitung kembali berapa lama waktu yang dibutuhkan agar sirup cair dapat
bercampur dengan air hingga rata

Kopi

Masukkan kopi pada 1 gelas yang sudah berisi air biasa dan 1 gelas yang
sudah berisi air panas
Tunggu beberapa saat, dan amati perubahan yang terjadi pada sirup tersebut
Lalu, hitung berapa lama waktu yang dibutuhkan kopi untuk bercampur
dengan air
Kemudian aduk kopi tersebut secara bersamaan dengan air agar tercampur
rata
Lalu hitung kembali berapa lama waktu yang dibutuhkan agar sirup cair dapat
bercampur dengan air hingga rata
VI. Hasil pengamatan

Difusi

Air biasa Air panas

Bahan Belum Sudah diaduk Belum diaduk Sudah diaduk


diaduk

36.01 detik 16.80 detik


Sirup padat (bagian atas (sirup dan air
(nutrisari) sampai sudah terlarut
tengah keseluruhan)
berwarna
kuning
pudar, bagian
bawah
berwarna
kuning
pekat)

Sirup cair 6 detik 4 detik (sirup


(Sirup (bagian atas dan air sudah
Marjan) sampai terlarut
keseluruhan)
tengah
berwarna
bening,
bagian
bawah
berwarna
hijau pekat)
Teh celup 1menit 8 22 detik (sudah
detik (sudah berubah warna
berubah menjadi pekat
warna pada bagian
menjadi kantung teh
pekat pada dan pada
bagian bagian bawah)
kantung teh
dan pada
bagian
bawah)

Kopi 10 7 detik (bagian 5 detik ( bagian 3 detik ( kopi


detik(bagian atas sampai atas tengah dan air sudah
atas sampai bawah hampir sampai bawah terlarut
tengah tercampur sudah hampir keseluruhan)
berwarna secara merata) terlarut
hitam pudar, keseluruhan)
bagian
bawah hitam
pekat)

i. sirup padat (nutrisari)

1 2
Gambar 1 merupakan sirup padat (nutrisari) yang bereaksi dengan air biasa
tanpa diaduk. Pada gambar 1 partikel sirup padat tidak tercampur sempurna
namunmembentuk sebuah lapisan dimana semakin keatas partikel sirup padat
semakin sedikit sehingga warnanya terlihat pudar.
Gambar 2 adalah campuran antara sirup padat (nutrisari) dengan air biasa yang
telah di aduk. Partikel sirup padat tercampur rata dengan air dalam waktu
16,80 detik.

ii. sirup cair (marjan)

1 2
Gambar 1 merupakan campuran antara sirup cair dengan air biasa tanpa
diaduk, perlu sekitar 6 detik untuk partikel sirup menyebar namun tidak
merata sempurna.

Gambar 2 adalah campuran antara sirup cair dengan air biasa lalu diaduk.
Diperlukan waktu sekitar 4 detik agar partikel sirup cair tersebar secara
merata.

iii. teh celup dengan air panas dan air dingin

1 2
Gambar 1 merupakan teh yang dicampur dengan air biasa. Partikel teh
tersebut memerlukan waktu sekitar 1 menit 8 detik untuk menyebar namun
karna faktor suhu, hanya sedikit partikel teh yang menyebar namun karna
faktor suhu, hanya sedikit partikel teh yang menyebar sehingga warna terlihat
pudar.

Gambar 2 merupakan teh dengan menggunakan air panas. Partikel teh dalam
air panas tersebut lebih cepat menyebar sehingga warna teh lebih terlihat
pekat. Penyebaran partikel teh ini memerlukan waktu sekita 22 detik.
iv. kopi
Menggunakan air biasa

1 2
Gambar 1 merupakan kopi yang dicampur dengan air biasa. Partikel kopi tidak
tercampur merata karena suhu sangat berpengaruh pada partikel kopi. Partikel
kopi membutuhkan waktu sekitar 10 detik untuk menyebar.

Gambar 2 merupakan kopi yang dicampur dengan air biasa lalu diaduk. Partikel
kopi ini sebagian besar menyebar namun ada beberapa yang mengendap
didasar. Perlu waktu 7 detik untuk penyebaran partikel kopi saat diaduk.
Menggunakan air hangat

1 2
Gambar 1 adalah gambar setelah kopi di tuangkan kedalam air panas dan
keadaan kopi tersebut menyebar.

Gambar 2 adalah gambar setelah larutan di aduk dengan air panas sehingga
menjadi larutan homogen.Untuk menjadi larutan homogen butuh waktu 3 detik.
Zat warna & gula yang berkonsentrasi tinggi pada kopi berpindah dan menyatu
dengan air panas yang berkonsentrasi rendah.
VII. Simpulan

Difusi

a. Percobaan proses difusi pada sirup (padat/cair)


Konsentrasi rendah: air
Konsentrasi tinggi: sirup

Sirup (konsentrasi tinggi) perlahan lahan menyebar pada air yang


(konsentrasi rendah).

b. Percobaan proses difusi pada teh celup


Konsentrasi rendah: air
Konsentrasi tinggi: teh celup

Teh celup yang memiliki (konsentrasi tinggi) dicampur dengan air panas
mengalami perubahan perubahan menjadi (konsentrasi rendah). Larutan teh dan
air panas yang telah dicampur menjadi satu larutan homogen.

c. Percobaan proses difusi pada kopi


Konsentrasi rendah : air
Konsentrasi tinggi : kopi

Kopi (konsentrasi tinggi) perlahan lahan menyebar pada air yang


(konsentrasi rendah).

VIII. Daftar pustaka

http://jakasetyawan.wordpress.com/2012/08/27/laporan-praktikum-difusi-dan-
osmosis/
http://husnulandy.blogspot.com/2013/03/bagian-bagian-mikroskop-beserta.html
http://rizalsuhardieksakta.blogspot.com/2011/11/difusi-osmosis-dan-
plasmolisis.html
http://www.pustakasekolah.com/pengertian-difusi.html
http://adrimarsya.wordpress.com/2012/12/05/difusi-dan-osmosis/
I. Judul
Percobaan osmosis

II. Tujuan pembelajaran


Untuk mengetahui proses osmosis

III. Landasan teori


Osmosis
Osmosis berasal dari kata os artinya lubang dan move artinya pindah, maka
osmosis adalah mengalirnya zat cair melalui membran (dinding yang sangat
tipis). Zat cair akan selalu mengalir dari larutan yang kadarnya kuat ke larutan
yang kadarnya rendah.
Osmosis adalah perpindahan air melalui membran permeabel selektif dari
bagian yang lebih encer ke bagian yang lebih pekat. Membran semipermeabel
harus dapat ditembus oleh pelarut, tapi tidak oleh zat terlarut, yang
mengakibatkan gradien tekanan sepanjang membran. Osmosis merupakan suatu
fenomena alami, tapi dapat dihambat secara buatan dengan meningkatkan
tekanan pada bagian dengan konsentrasi pekat menjadi melebihi bagian dengan
konsentrasi yang lebih encer. Gaya per unit luas yang dibutuhkan untuk
mencegah mengalirnya pelarut melalui membran permeabel selektif dan masuk
ke larutan dengan konsentrasi yang lebih pekat sebanding dengan tekanan
turgor. Tekanan osmotik merupakan sifat koligatif, yang berarti bahwa sifat ini
bergantung pada konsentrasi zat terlarut, dan bukan pada sifat zat terlarut itu
sendiri.
Osmosis adalah suatu topik yang penting dalam biologi karena fenomena ini
dapat menjelaskan mengapa air dapat ditransportasikan ke dalam dan ke luar
sel.
Osmosis terbalik adalah sebuah istilah teknologi yang berasal dari osmosis.
Osmosis adalah sebuah fenomena alam dalam sel hidup di mana molekul
solvent (biasanya air) akan mengalir dari daerah solute rendah ke daerah
solute tinggi melalui sebuah membran semipermeable. Membran
semipermeable ini menunjuk ke membran sel atau membran apa pun yang
memiliki struktur yang mirip atau bagian dari membran sel. Gerakan dari
solvent berlanjut sampai sebuah konsentrasi yang seimbang tercapai di kedua
sisi membran.
Reverse osmosis adalah sebuah proses pemaksaan sebuah solvent dari sebuah
daerah konsentrasi solute tinggi melalui sebuah membran ke sebuah daerah
solute rendah dengan menggunakan sebuah tekanan melebihi tekanan
osmotik. Dalam istilah lebih mudah, reverse osmosis adalah mendorong sebuah
solusi melalui filter yang menangkap solute dari satu sisi dan membiarkan
pendapatan solvent murni dari sisi satunya.
Proses ini telah digunakan untuk mengolah air laut untuk mendapatkan air
tawar, sejak awal 1970-an.

Mekanisme osmosis
Jika di dalam suatu bejana yang dipisahkan oleh selaput semipermiabel,
ditempatkan dua Iarutan glukosa yang terdiri atas air sebagai pelarut dan
glukosa sebagai zat terlarut dengan konsentrasi yang berbeda dan dipisahkan
oleh selaput selektif permeabel, maka air dari larutan yang berkonsentrasi
rendah akan bergerak atau berpindah menuju larutan glukosa yang
konsentrainya tinggi melalui selaput permeabel. jadi, pergerakan air berlangsung
dari larutan yang konsentrasi airnya tinggi menuju kelarutan yang konsentrasi
airnya rendah melalui selaput selektif permiabel. Larutan vang konsentrasi zat
terlarutnya lebih tinggi dibandingkan dengan larutan di dalam sel dikatakan
.sebagai larutan hipertonis. sedangkan larutan yang konsentrasinya sama dengan
larutan di dalam sel disebut larutan isotonis. Jika larutan yang terdapat di luar
sel, konsentrasi zat terlarutnya lebih rendah daripada di dalam sel dikatakan
sebagai larutan hipotonis.

Difusi dan osmosis adalah termasuk transport pasif artinya transport


yang tidak memerlukan energi (ATP).

IV. ALAT DAN BAHAN

Bahan
Buah-buahan untuk rujak
Sambal rujak
Kentang
Alat
Sendok
Piring
Mangkuk bening
Pisau
Sendok koktail

V. Cara Kerja
Osmosis

Kentang

Siapkan 1 buah kentang yang besar, sendok koktail, mangkuk bening,


sambal rujak
Lalu kupas kentang dan putong hingga membentuk kubus (hingga bisa
berdiri)
Kemudian keruk kentang tersebut menggunakan sendok koktail hingga
menyerupai sumur
Setelah itu masukkan sambal ke dalam kentang, dengan ketinggian setengah
dari kedalaman kentang
Isi mangkuk bening dengan air. Lalu masukkan kentang ke dalam gelas ukur.
Tandai ketinggian air pada gelas ukur setelah kentang dimasukkan
Diamkan kentang tersebut sampai pulang sekolah
Lalu amati perubahan yang terjadi pada percobaan ini

Rujak

Siapkan beberapa buah rujak,sambal rujak,dan piring untuk meletakan


rujak
Potong buah buahan tersebut menjadi beberapa bagian dan letakkan diatas
piring
Campur buah buahan dengan sambal rujak
Diamkan buah rujak selama tiga puluh menit (setiap sepuluh menit dilihat
perbedaannya)

VI. Hasil pengamatan


Osmosis

Kentang Rujak

Berisi sambal rujak Pada 10 menit pertama


Ketinggian sambal mula- Keadaan buah masih cukup segar
mula setengah dari kentang. namun sambal sudah mulai
Ketinggian air pada mangkuk mula mencair
mula setengah dari kentang Pada 10 menit kedua
Pada saat pulang sekolah, Keadaan buah sudah mulai layu
ketinggian sambal lebih tinggi dari dan sambal semakin mencair
tinggi awal Pada 10 menit ketiga
Pada saat pulang sekolah, Keadaan buah sudah layu dan
ketinggian air menjadi lebih volume sambal meningkat karena
rendah dari tinggi awal bertambah dari air buah
(menyusut)
i. Rujak

Awal buah buahan masih segar lalu diaduk dengan sambal.

Gambar diatas adalah gambar rujak setelah didiamkan selama 10 menit. Rujak
terlihat sedikit berair, walaupun belum banyak perubahan yang terjadi.

Gambar diatas adalah gambar rujak setelah didiamkan selama 20 menit.


Perubahan sudah terlihat. Air di dalam rujak tersebut semakin banyak dari
sebelumnya

Setelah 30 menit sambal pada rujak telah mencair dan buah-buahan menjadi
layu.
ii. kentang

1 2

Gambar 1 adalah gambar kentang yang baru di masukan ke dalam mangkuk


bening yang berisi air. Sambal di dalam kentang masih sangat kental.
Sedangkan digambar 2 adalah gambar kentang setelah kentang didiami sampai
pulang sekolah sekitar 7 jam.

VII. Simpulan
a. Pada percobaan kentang:
Membran selektif semipermiabel: kentang
Konsentrasi tinggi: sambal rujak
Konsentrasi rendah: air pada mangkuk
Air diluar kentang(konsentrasi rendah) ditarik oleh sambal (konsentrasi tinggi)
melalui kentang sebagai membran selektif semipermiabel. Sehingga air yang ada
diluar kentang masuk kedalam kentang dan menyebabkan sambal rujak yang
sebelumnya kental menjadi encer.

b. Pada percobaan rujak:


Membran selektif semipermiabel: buah
Konsentrasi tinggi: sambal rujak
Konsentrasi rendah: air dalam buah
Buah buahan yang semula segar setelah dicampur dengan sambal rujak dan
didiamkan selama 10menit,20menit,dan 30 menit mengalami perubahan layu
dan sambal telah encer . Hal tersebut disebabkan oleh air dari dalam buah
buahan (konsentrasi rendah) ditarik oleh sambal rujak yang memiliki
(konsentrasi tinggi) melalui buah buahan yang berperan sebagai (membran
selektif semipermiabel.) sehingga menyebabkan buah menjadi layu dan sambal
menjadi encer.
VIII. Daftar pustaka

http://jakasetyawan.wordpress.com/2012/08/27/laporan-praktikum-difusi-dan-
osmosis/
http://husnulandy.blogspot.com/2013/03/bagian-bagian-mikroskop-beserta.html
http://rizalsuhardieksakta.blogspot.com/2011/11/difusi-osmosis-dan-
plasmolisis.html
http://www.pustakasekolah.com/pengertian-difusi.html
http://adrimarsya.wordpress.com/2012/12/05/difusi-dan-osmosis/