Anda di halaman 1dari 4

PRAKTEK ELEKTRONIKA DIGITAL II

TUGAS REMEDIAL

Oleh :

Nama : Gatrajeniusa Ariprima


NPM : 061540341840
Kelas : 4 ELB

DosenPembimbing : Masayu Anisah, S.T., M.T.

PRODI ELEKTRONIKA D4 (MEKATRONIKA)

JURUSAN TEKNIK ELEKTRO

POLITEKNIK NEGERI SRIWIJAYA

PALEMBANG
I. PENDAHULUAN

Pada paper ini saya mengambil tiga jurnal untuk saya amati. Adapun contohnya seperti
dibawah ini :

A. Rancang Bangun Aplikasi Pengolah Gambar Digital untuk Segmentasi


Otomatis Lokasi Objek Angka pada Meter Listrik
Pada jurnal pertama ini saya mengamati bahwa pada zaman modern seperti sekarang
ini komputer tidak hanya terbatas digunakan sebagai perangkat pengganti mesin ketik
saja, namun telah banyak dikembangkan aplikasi yang dapat membantu penyelesaian
pekerjaan manusia. Pengembangan aplikasi komputer tidak hanya terbatas pada
pengembangan secara software (perangkat lunak) namun juga terkait dengan pengembangan
hardware (perangkat keras) yang dapat digunakan sebagai alat kontrol untuk melakukan
berbagai macam tugas. PT. Gugah Perkasa Ripta misalnya, menggunakan komputer untuk
mengolah data pencatatan meter istrik. Pt. Gugah Perkasa Ripta berencana
mengembangkan pengolahan data meter listrik dengan berbasis pengolahan pada citra foto
meter listrik yang diambil oleh petugas pencatat meter pada rumah pelanggan. Selain
sebagai bukti fisik, foto yang diambil juga digunakan untukpenghitungan jumlah pemakaian
KWh listrik pelanggan.

B. Aplikasi Mikrokontroler AT89S52 Untuk Kompas Digital

Pada jurnal kedua ini saya akan mengamati berdasarkan judulnya bahwa
kutub utara dan kutub selatan magnet bumi tidak tepat berada pada sumbu putar
bumi, yang merupakan titik di mana kutub utara dan kutub selatan geografis
berada. Kutub utara magnet bumi terletak di Thule, Greenland, 1250 km dari kutub
utara geografis. Kutub selatan magnet bumi terletak di dekat Vostok, Antarctica,
1250 km dari kutub selatan geografis. Posisi kutub magnet bumi bergerak pelan
dari waktu ke waktu bahkan berbalik polaristasnya setiap 500.000 tahun.
Dalam menentukan arah, zaman dahulu orang menggunakan tanda-tanda alam
seperti pohon, gunung, matahari, atau bintang. Hingga pada abad ke-11 kompas
magnetik mulai digunakan secara luas untuk keperluan navigasi. Kompas magnetik
ini menggunakan medan magnet bumi untuk menentukan arah utara. Selanjutnya,
perkembangan di dunia elektronika memungkinkan diciptakannya IC yang dapat
mendeteksi medan magnet bumi, yang selanjutnya diterapkan untuk membuat
kompas digital. Kompas digital dalam penelitian ini menggunakan sensor Devantech
CMPS03 yang dibuat berdasarkan IC Philips KMZ51 yang dapat mendeteksi medan
magnet bumi. (diperlihatkan pada Gambar 1). Output data dapat direpresentasikan
dalam bentuk modulasi lebar pulsa (Pulse Width Modulation, PWM) atau antar
rangkaian terpadu (Inter Integrated Circuit).

C. Aplikasi Pengenalan Suara Sebagai Pengendali Peralatan Listrik Berbasis


Ardu ino Uno.

Pada jurnal ketiga ini saya akan mengawati bahwa dalam Aplikasi untuk
mengenali adanya perintah suara yang dideteksi, yang sering disebut dengan
Speech Recognition. Teknologi ini bekerja dengan menangkap suara manusia yang
diubah menjadi format digital sehingga dapat diterjemahkan dalam suatu sistem.
Kemudian sistem tersebut akan membandingkan antara informasi masukkan yang
sudah berupa format digital tersebut dengan database suara yang ada. Sistem suara
nirkabel, mengontrol beberapa fasilitas di rumah seperti lampu, kipas angin dan
televisi. Fungsi kontrol suara ini adalah sebagai pengendali peralatan listrik rumah
untuk menyalakan, mematikan dan menggantikan fungsi tombol dengan suara.
Perkembangan kontrol suara pengendali rumah dengan teknologi wireless ini bisa
menjadi sebagai acuan rumah masa depan, dimana kita tidak perlu lagi berpindah
tempat hanya untuk menyalakan dan mematikan suatu peralatan listrik yang ada di
suatu tempat yang berbeda didalam rumah kita.

II. PEMBAHASAN

A. Rancang Bangun Aplikasi Pengolah Gambar Digital untuk Segmentasi


Otomatis Lokasi Objek Angka pada Meter Listrik
Dalam judul yang pertama ini aplikasi yang dibangun untuk melakukan
penggolahan citra guna menentukan lokasi angka meter listrik pada gambar foto
alat meter listrik dapat dijalankan dengan baik meski tingkat keberhasilan masih
47%. Kegagalan penentuan lokasi angka meter listrik dikarenakan beberapa hal
yaitu gambar objek angka tidak jelas, pengambilan gambar dekat dan pengambilan
gambar jauh. Dengan adanya aplikasi ini, proses pengolahan aplikasi transaksi
pembayaran listrik dapat memperlihatkan angka meter listrik yang lebih jelas,
sehingga petugas yang melakukan input data merasa lebih nyaman saat
melakukan proses transaksi dengan pelanggan listrik. Penggunaan perangkat
Matlab dapat membantu untuk melakukan pemrosesan data berupa gambar.

B. Aplikasi Mikrokontroler AT89S52 Untuk Kompas Digital


Pada judul kedua ini sistem kompas digital berbasis mikrokontroler AT89S52
dengan graphic LCD 128x64 pixel ini memiliki tampilan yang mudah dibaca
dan terang, tetapi membutuhkan waktu penampilan gambar yang agak lambat
yaitu sebesar 119ms untuk menampilkan gambar satu layar penuh. Sensor kompas
ini jika diletakkan horisontal dan jauh dari interferensi bahan feromagmetik, maka
akurasi pembacaan sensor adalah sebesar 2,3 O
dan resolusi sebesar 0,1 . Untuk
O

menekan biaya pembuatan kompas digital dengan sensor CMPS03, dapat


digunakan LCD alphanumeric dan mikrokontroler AT89S2051.

C. Aplikasi Pengenalan Suara Sebagai Pengendali Peralatan Listrik Berbasis


Ardu ino Uno.

Pada judul jurnal ketiga ini metode pengambilan sample suara pada modul
EasyVR dilakukan sebanyak 2 kali menggunakan EasyVR Commander dengan
variasi pengucapan relatif sama pada setiap kata. Modul EasyVR memiliki tingkat
keberhasilan sekitar 50% jika menerima perintah suara dari orang yang berbeda
dengan variasi pemberian perintah 2 hingga 3 suku kata. Efektifitas penggunaan
modul EasyVR dalam hal pengenalan suara pemberian perintah efektif jika
perintah yang digunakan hanya berupa satu suku kata, tingkat keberhasilan
sebesar 98.30%. Kesalahan yang sering terjadi pada proses pengucapan perintah
adalah perbedaan intonasi suara yang pada saat pemberian perintah tidak sesuai
dengan pada saat proses sampling suara, menyebabkan perintah tidak dikenali.

III. KESIMPULAN

1. Kesalahan yang sering terjadi pada proses pengucapan perintah adalah perbedaan
intonasi suara yang pada saat pemberian perintah tidak sesuai dengan pada saat
proses sampling suara, menyebabkan perintah tidak dikenali
2. Pada mikrokontroler AT89S52 dengan sistem kompas digital dengan graphic
LCD 128x64 pixel ini memiliki tampilan yang mudah dibaca dan terang,
tetapi membutuhkan waktu penampilan gambar yang agak lambat yaitu sebesar
119ms untuk menampilkan gambar satu layar penuh.
3. Kegagalan penentuan lokasi angka meter listrik dikarenakan beberapa hal yaitu gambar
objek angka tidak jelas, pengambilan gambar dekat dan pengambilan gambar jauh.
Dengan adanya aplikasi ini, proses pengolahan aplikasi transaksi pembayaran listrik
dapat memperlihatkan angka meter listrik yang lebih jelas, sehingga petugas yang
melakukan input data merasa lebih nyaman saat melakukan proses transaksi dengan
pelanggan listrik.

IV. SARAN
Pada Judul jurnal pertama yaitu tidak dipikirkan pengolahan citra dengan menganalisa
dengan menggunakan histogram citra, dengan harapan untuk dapat lebih menghasilkan citra
yang memiliki tingkat histogram yang sesuai dengan yang diharapkan. Pengolahan dengan
histogram yang dilakukan adalah dengan melakukan perataan nilai histogram secara global
untuk semua area gambar, disarankan dicoba untuk melakukan pengolahan secara lokal. Pada
judul jurnal ketiga sistem pengenalan suara sangat bergantung kepada variasi sampel
yang direkam. Oleh karena itu, pemberian perintah lebih baik hanya menggunakan satu
kata atau berupa kode, sehingga variasi pengucapan perintah yang sesuai dengan sampel yang
direkam dapat lebih mudah diingat dibandingkan apabila menggunakan pengucapan perintah
yang lebih dari satu kata. Terima kasih atas waktunya untuk menyempatkan membaca paper
yang saya buat, saya saya masih banyak kekurangan dalam penulisan ini. Maka dari itu
sangat dibutuhkan krtitik dan saran yang membangun untuk lebih baik lagi kedepannya.