Anda di halaman 1dari 6

APLIKASI RANGKAIAN DIGITAL SEBAGAI KUNCI RAHASIA

PADA SEPEDA MOTOR


Rijalul Tsany Wibowo 1
Jurusan Teknik Elektro Politeknik Negeri Sriwijaya, Palembang
Jl. Srijaya Negara Bukit Besar, Palembang, 30139

ABSTRACT

Transistor merupakan komponen elektronika yang terdiri dari tiga lapisan semikonduktor sebagai
contoh NPN dan PNP. Transistor mempunyai tiga kaki yang disebut dengan emitor (E), basis/base
(B) dan collector (C) dari ketiga kaki ini mempunyai sifat atau harga parameter yang berbeda.
Percobaan ini transistor akan dipergunakan untuk mengukur parameter parameter penguat
transistor antara lain penguatan tegangan arus, penguatan tegangan, resistansi masukan dan
resistansi keluaran.

Kata Kunci : Transistor , NPN, PNP.

I. PENDAHULUAN

Seiring dengan perkembangan zaman, Ilmu III. TUJUAN


Pengetahuan dan Teknologi mengalami
kemajuan yang sangat pesat. Kemajuan ini 1. Menjelaskan fungsi kerja dan kegunaan
sangat mempengaruhi perkembangan di segala kunci rahasia tersebut
bidang untuk memenuhi kebutuhan manusia. 2. Diharapkan pada sistem kerjanya dapat
Tidak terkecuali di bidang elektronika, diterapkan pada industri dalam
berbagai hal telah ditemukan, mulai dari
pembuatan berskala banyak.
penemuan elektron yang mengalir dalam suatu
rangkaian elektronis hingga ke rangkaian
rumit seperti TV, radio, komputer dan lain
sebagainya. Salah satunya adalah pemanfaatan
Kunci Rahasia berbasis digital pada kendaraan IV. LANDASAN TEORI
sepeda motor.
Kunci rahasia sepeda motor ini

II. RUMUSAN MASALAH merupakan sebuah kunci tambahan pada


sepeda motor dimana tujuan pemasangan
1. Bagaimana prinsip kerja dari kunci kunci rahasia ini adalah untuk melindungi
rahasia berbasis digital?
2. Bagaimana cara membuat aplikasi sepeda motor dari bahaya pencurian. Berikut
pengaman kunci rahasia berbasis digital adalah gambaran umum rangkaian :
pada kendaraan sepeda motor?
input yang diberikan berbeda maka rangkaian
tidak akan bekerja.
Rangkaian Input

Gambar 1. Gambaran umum rangkaian


Keterangan :
Gambar 2. Sensor inframerah
Input : A, B, C, D
Sensor inframerah digunakan untuk
- Logika 0 : inframerah menditeksi lubang
memberikan inputan kerangkaian kontrol.
- Logika 1 : inframerah menditeksi halangan
Keluaran dari rangkaian sensor adalah logika 0
(0 Volt) dan logika 1 (5 Volt). Saat infra merah
Untuk dapat membuka kunci rahasia menditeksi lubang, maka cahaya infra merah
ini digunakan sebuah kartu yang berlubang. dari pengirim (Tx) akan dideteksi oleh infra
Kartu tersebut digunakan untuk memotong dan merah received (Rx). Akibatnya pada kedua
atau menghubungkan pancaran cahaya infra kaki anoda katoda infra merah akan ada beda
merah dari pengirim ke penerima. Keluaran potensial sebesar 0,7 Volt. Tegangan tersebut
dari rangkaian penerima sensor infra merah diumpankan pada basis transistor sebagai
adalah bit data biner (0 dan 1). Keluaran dari penguat sehingga transistor akan jenuh dan
penerima inframerah kemudian diproses oleh tegangan colector emitor (out) setara dengan
rangkaian logika. Dan jika data yang 0 Volt.
dimasukan pada input benar artinya lubang Saat infra merah tidak menditeksi
dari kartu yang digunakan untuk memberikan lubang, maka cahaya infra merah dari
data sesuai dengan rancangan, maka output pengirim (Tx) tidak dideteksi oleh infra merah
rangkaian logika akan berlogika 1. Keluaran received (Rx). Akibatnya pada kedua kaki
dari rangkaian logika digunakan untuk anoda katoda infra merah tidak ada beda
mentoggle flip-flop. potensial (0 Volt). Tegangan tersebut
Pada rangkaia n ini data kunci yang diumpankan pada basis transistor sehingga
digunakan adalah 1101 . Artinya jika input A transistor akan tersumbat dan tegangan
menditeksi halangan (logika 1), input B colector emitor (out) setara dengan tegangan
tmenditeksi halangan (logika 1), input C sumber (5Volt).
tmenditeksi lubang (logika 0), dan input D Jadi saat menditeksi lubang tegangan
tmenditeksi halangan (logika 1), maka output adalah 0 Volt dan saat tidak menditeksi
rangkaian kunci rahasia ini akan berkerja. Jika lubang tegangan output adalah 5 volt.
A B C D OUTPUT
KONTROL
0 0 0 0 0
0 0 0 1 0
0 0 1 0 0
Gambar 3. Rangkaian 4 pasang sensor infra
0 0 1 1 0
merah
0 1 0 0 0
Sensor menggunakan 4 pasang infra
0 1 0 1 0
merah karena pada perancangan menggunakan
0 1 1 0 0
4 kombinasi data, itu artinya akan ada 4 digit
0 1 1 1 0
input yang akan diumpankan ke rangkaian
1 0 0 0 0
kontrol yaitu input A, B, C, D seperti terlihat
1 0 0 1 0
pada gambar 3.
1 0 1 0 0
1 0 1 1 0
2.3 Rangkaian Kontrol
1 1 0 0 0
a. Rangkaian kontrol menggunakan aplikasi
1 1 0 1 1
gerbang logika
1 1 1 0 0
Rangkaian kontrol digunakan untuk
1 1 1 1 0
memproses data yang diberikan oleh input
infra merah. Keluaran kontrol akan berlogika 1
Tabel 1. Tabel kebenaran rangkaian kontrol
(aktif) jika data yang diberikan oleh input infra
Dapat dilihat dari tabel tersebut bahwa
merah benar atau sesuai dengan bit data kunci
output kontrol akan berlogika 1 (aktif) apabila
rahasia yang telah direncanakan sebelumnya.
input memberikan kombinasi data biner 1110.
Bit data kunci rahasia adalah
Hal itu berarti bit data kunci rahasianya adalah
kombinasi data yang diberikan oleh empat
1101. Dari tabel kebenaran diatas akan
buah input sensor infra merah yang berupa
digunakan untuk menentukan rangkaian
digit bilangan biner (0 dan 1) yang digunakan
kontrolnya, dengan menggunakan gerbang
untuk mengaktifkan rangkaian kontrol. Untuk
logika. Oleh karena itu data kunci rahasia
memproses kombinasi data tersebut digunakan
tersebut dapat diubah-ubah sesuai keinginan
aplikasi gerbang logika. Keempat input
dengan konsekuensi mengubah rangkaian
tersebut adalah input A,B,C,dan D seperti pada
kontrolnya
gambar tabel 1.
Output kontrol akan aktif jika A=1,
Sedangkan untuk bit data kunci
B=1, C=0, D=1, maka diperoleh persamaan
rahasianya dijabarkan dengan tabel kebenaran
logika sebagai berikut :
sebagai berikut :
Y=A+B+C+D
1 1
Oleh karena pada rangkaian yang 0 0
sesungguhnya menggunakan aplikasi dari 1 0
rangkaian gerbang NAND (IC 74LS00), maka 0 1
rangkaian pada gambar diatas harus diubah 1 1
dengan menggunakan rangkaian gerbang
NAND saja. Sehingga gambar rangkaian akan Tabel 2. Tabel kebenaran flip-flop
menjadi : Dari tabel kebenaran diatas terlihat
bahwa output akan berubah kondisi jika input
berubah dari 1 ke 0. Sehingga dari tabel diatas
akan didapatkan ganbar rangkaian sebagai
berikut :

Gambar 5. Logika dengan gerbang NAND


Gerbang NAND tersebut dikemas
dalam sebuah IC 74LS00, dimana pada IC ini
terdapat 4 buah NAND gate. Sehingga gambar Gambar 7. T flip-flop dengan JK flip-flop
Flip-flop tersebut dikemas dalam
rangkaiannya akan menjadi sebagai berikut :
sebuah IC 7476 yang berisi 2 buah JK flip-
flop. Sehingga gambar rangkaian yang
Ganbar 6. Rangkaian logika dengan IC
74LS00 (NAND Gate) sebenarnya adalah sebagai berikut :

b. Rangkaian flip-flop
Rangkaian flip-flop digunakan untuk
mengingat keluaran dari rangkaian kontrol.
dimana keluaran flip-flop akan berubah jika
data input flip-flop berubah kondisi dari 1 ke 0
(transisi negatif). Tabel kebenaran rangkaian
flip-flop :
input output
1 0
0 1
0 = pancaran cahaya inferamerah tidak
terhalang

Terlihat dari data diatas bahwa saat


pancaran cahaya infra merah terhalang oleh
kartu output sensor akan memberikan
tegangan 5 volt (logika 1). Dan ketika
pancaran cahaya infar merah tidak terhalang
oleh kartu maka keluaran sensor adalah 0 volt
Gambar 8. Rangkaian T flip-flop dengan IC
(logika 0).
7476 (Dual JK flip-flop)
b. Pengujian rangkaian gerbang logika
Pada gambar 8 diatas, terminal input
A B C D OUTPUT
akan dihubungkan ke keluaran dai rangkaian
KONTROL
logika. Sedangkan terminal outputnya akan
0 0 0 0 0
dihubungkan dengan output dari rangkaian
0 0 0 1 0
yakni LED sebagai indikator.
0 0 1 0 0
0 0 1 1 0
2.4 Pengujian Alat
0 1 0 0 0
Setelah keseluruhan rankaian yang
0 1 0 1 0
telah dirancang dirangkai dalam papan PCB,
0 1 1 0 0
maka dilanjutkan dengan proses pengujian alat
0 1 1 1 0
untuk mengetahui apakah alat sudah bekerja
1 0 0 0 0
sesuai dengan rancangan atau tidak. Pengujian
1 0 0 1 0
dilakukan secar bertahap per blok
1 0 1 0 0
rangkaiannya, mulai dari rangkaian sensor,
1 0 1 1 0
kontrol, dan outputnya. Dari hasil pengujian
1 1 0 0 0
didapatkan data sebagai berikut :
1 1 0 1 1
1 1 1 0 0
1 1 1 1 0

a. Pengujian rangkaian Sensor


Input Output Sensor Tabel 4. Data hasil pengujian rangkaian
1 5 volt gerbang logika
0 0 volt Keterangan :
Input : A, B, C, D
Tabel 3. Data hasil pengujian sensor
1 = input dihubungkan ke tegangan sumber 5
Keterangan :
Volt
1 = pancaran cahaya infra merah terhalang
0 = input dihubungkan ke ground 0 Volt
dari rangkaian logika akan diumpankan ke
Output kontrol: rangkaian flip-flop. Ketika kartu dimasukan
1 = output memberikan tegangan 5 volt maka keluaran kontrol akan berlogika 1 dan
0 = output memberikan tegangan 5 volt input flip-flop juga akan berlogika 1 akibatnya
keluaran dari flip-flop akan tetap pada kondisi
c. Pengujian rangkaian flip-flop terakhir yakni 0 volt sehingga lampu LED
input output indikator akan mati. Saat kartu dicabut maka
1 0 keluaran kontrol akan berlogika 0 dan input
0 1 flip-flop akan mengalami perubahan dari 1 ke
1 1 0, akibatnya keluaran flip-flop akan berubah
0 0 kondisi mejadi 5 volt (logika 1) sehingga
1 0 lampu LED akan menyala. Jika kartu kunci

0 1 dimasukan kemudian dicabut lagi, maka LED

1 1 indikator akan mati. Jadi kondisi LED


indikator akan berubah setelah kartu kunci

Tabel 5. Data hasil pengujian flip-flop dimasukan dan kemudian dicabut kembali.

Keterangan :
Input :
1 = input dihubungkan ke tegangan sumber 5
Volt
0 = input dihubungkan ke ground 0 Volt

Output kontrol:
1 = output memberikan tegangan 5 volt
0 = output memberikan tegangan 5 volt

2.5 Analisa Rangkaian


Ketika kartu kunci dimasukan, maka
keluaran dari rangkaian penerima infrared
adalah A=1, B=1, C=0, dan D=1. Kombinasi
data input tersebut diolah oleh rangkaian
logika, jika data yang dimasukan benar maka
keluaran rangkaian logika adalah 1. Keluaran