Anda di halaman 1dari 37

STANDAR OPERASIONAL & PROSEDUR AUDIT INTERN

BANK PERKREDITAN RAKYAT ARTA SWASEMBADA


TANGGAL :
BAGIAN I
NO. REVISI :
KEBIJAKAN UMUM AUDIT INTERNAL NO DOKUEMEN :

BAB I

1. KEBIJAKAN UMUM SPI


Fungsi Audit Intern BPR sangat penting karena peranan yang
diharapkan dari fungsi tersebut untuk membantu semua tingkatan
manajemen dalam mengamankan kegiatan Operasional Bank yang
melibatkan dana dari masyarakat luas.
Disamping itu, menyadari kedudukan yang strategis dari perbankan
dalam perekonomian, Audit Intern Bank diharapkan juga mampu
menjaga perkembangan Bank ke arah yang dapat menunjang program
pembangunan dari Pemerintah.
Dalam hubungan ini, perlu diciptakan kesamaan pemahaman
mengenai misi, kewenangan independensi dan ruang lingkup pekerjaan
Audit Intern bank sehingga peranan tersebut dapat terwujud.
Selanjutnya, agar penjabaran operasional dari misi, kewenangan,
independensi dan ruang lingkup pekerjaan Audit Intern bank dapat
terlaksana sesuai dengan yang diharapkan maka diharuskan memenuhi
Kebijakan Prosedur Audit Intern Bank Perkreditan Rakyat yang disingkat
BPR sebagai ukuran minimal yang harus dipatuhi oleh semua cabang-
cabang BPR.

1.1. MISI AUDIT INTERN.


Terpenuhinya secara baik kepentingan bank dan masyarakat
penyimpan dan merupakan bagian dari misi Audit Intern Bank. Untuk
mencapai bank yang sehat dan mampu berkembang wajar serta dapat
menunjang perekonomian nasional, Audit Intern BPR harus selalu
berpedoman pada sasaran yang ditetapkan yaitu meyakinkan bahwa
Aturan Perbankan yang menganut prinsip kehati-hatian dan telah
dikeluarkan Bank Indonesia maupun BPR secara konsisten effisien dan
effektif

1.2. RUANG LINGKUP PENGENDALIAN INTERN.


Struktur Pengendalian Intern meliputi kebijakan, organisasi prosedur,
metode dan ketentuan yang terkoordinasi dan dianut dalam satuan
usaha Struktur Pengendalian Intern bertujuan untuk :
1. Mengamankan harta perusahaan.
2. Mengecek ketelitian dan keakuratan data akuntansi.
3. Meningkatkan effesiensi dan effektivitas.

SOP Audit Internal / Kebijakan Umum Audit Internal Page | 1


STANDAR OPERASIONAL & PROSEDUR AUDIT INTERN
BANK PERKREDITAN RAKYAT ARTA SWASEMBADA
TANGGAL :
BAGIAN I
NO. REVISI :
KEBIJAKAN UMUM AUDIT INTERNAL NO DOKUEMEN :

4. Mendorong ditaatinya kebijaksanaankebijaksanaan atau ketentuan-


ketentuan baik yang dikeluarkan oleh intern maupun ekstern.

103. INDENPENDENSI.
Petugas Internal Audit dalam melaksanakan tugasnya harus independensi
tidak memihak atas objek yang diperiksanya dan tidak boleh terlibat dalam
pelaksanaan tugas-tugas rutin operasional, sehingga dapat diperoleh
manfaat yang optimal. Disamping itu juga harus independen dalam
membeikan pendapat, penilaian maupun rekomendasi dan tidak mudah
terpengaruh sehingga keputusan yang diambil tidak menyimpang dari
pelaksanaan Audit yang sebenarnya.

106. WEWENANG, KEDUDUKAN DAN TANGGUNG JAWAB INTERNAL


AUDITOR.
Internal Auditor mempunyai wewenang untuk memeriksa Kantor Pusat
maupun Cabang dimana sasaran pemeriksaan adalah tingkat kepatuhan
terhadap ketentuan yang berlaku, dan secara umum yang ingin dicapai ialah
Standard Operasional dan Prosedur (SOP) yang baik sehingga
kemungkinan-kemungkinan kerugian yang timbul dapat diketahui secara dini
dan dapat diminimalisir.

Internal Auditor bertindak mewakili manajemen dan sifatnya membantu


Kantor Pusat dan Cabang dalam melaksanakan fungsinya, apakah
pelaksanaan operasional telah sesuai dengan kebijakan-kebijakan intern
maupun ekstern. Internal Auditor bertanggungg jawab secara fungsional
sepenuhnya ke Direksi untuk di Kantor Pusat dan Kepala Cabang untuk di
kantor cabang dan SKAI di Kantor KPNO dengan tembusan kepada Dewan
Pengawas.

107. RUANG LINGKUP PEKERJAAN AUDIT INTERN.


Internal Auditor dapat / berhak untuk memeriksa semua bagian, kecuali
bagian Personalia yang akan dilakukan langsung oleh Direksi atau Kepala
Cabang dengan persetujuan Dewan Pengawas atau Dewan Komisaris.
Unit pimpinan/bagian tidak berhak melarang Internal Auditor dalam
melakukan pemeriksaan ke Bagian, namun sebelumnya harus
memberitahukan / sepengetahuan Pejabat yang membidangi.

108. KONTINUITAS STANDARD PELAKSANAAN INTERNAL AUDITOR.


Standard Pelaksanaan Internal Auditor yang tertuang dalam Kebijakan

SOP Audit Internal / Kebijakan Umum Audit Internal Page | 2


STANDAR OPERASIONAL & PROSEDUR AUDIT INTERN
BANK PERKREDITAN RAKYAT ARTA SWASEMBADA
TANGGAL :
BAGIAN I
NO. REVISI :
KEBIJAKAN UMUM AUDIT INTERNAL NO DOKUEMEN :

Prosedur Audit Intern tidak statis melainkan terus berkembang dari waktu ke
waktu disesuaikan dengan perkembangan keadaan dan kondisi di dalam
praktek perbankan.

109. PROFESIONALISME.
Internal Auditor haruslah profresional, sehingga kriteria-kriteria berikut harus
dipunyai oleh Internal Auditor :
1. Pengetahuan yang memadai dalam teknis audit dan disiplin ilmu lain
yang relevan dengan spesifikasinya. Disiplin, jujur, kriitis, independent,
loyal, cepat tanggap dan tegas.
2. Mempunyai rasa waskat (pengawasan melekat).
3. Mempunyai wawasan yang luas, kemamppuan analisa yang tinggi dan
dapat menggunakan logikanya dengan baik.
4. Menguasai Peraturan / Ketentuan yang ada, baik Intern maupun Ekstern.
5. Kecakapan dalam berinteraksi dan berkomunikasi baik lisan maupun
tulisan secara efektif, tanpa mengabaikan fungsinya.
6. Kemampuan mempertahankan kualitas profesionalismenya melalui
pendidikan profesi lanjutan yang berkesinambungan.
7. Cepat tanggap terhadap perubahan apapun yang terjadi disekitarnya.

110. SIKAP MENTAL.


Internal Auditor harus memiliki sikap mental yang dapat dipertanggung
jawabkan dan dapat digunakan membantu terwujudnya perkembangan bank
yang wajar dan sehat.

111. ETIKA AUDITOR INTERN.


Internal Auditor harus memenuhi kode etik profesi yaitu :
1. Mandiri (Independent)
Seorang Internal Auditor dalam melaksanakan tugasnya tidak memihak
atas objek yang diperiksanya juga tidak boleh terlibat dalam pelaksanaan
tugas-tugas rutin operasional. Disamping itu juga harus independent
dalam memberikan pendapat, penilaian maupun rekomendasi dan tidak
mudah terpengaruh.

2. Kerahasiaan/Pengamanan.
Seorang Internal Auditor harus menjaga semua informasi yang bersifat
rahasia dan harus melaksanakan tindakan pengamanan yang tepat atas
data yang bersifat rahasia tersebut, juga tidak diperkenankan
menggunakan informasi-informasi untuk kepetingan pribadi.

SOP Audit Internal / Kebijakan Umum Audit Internal Page | 3


STANDAR OPERASIONAL & PROSEDUR AUDIT INTERN
BANK PERKREDITAN RAKYAT ARTA SWASEMBADA
TANGGAL :
BAGIAN I
NO. REVISI :
KEBIJAKAN UMUM AUDIT INTERNAL NO DOKUEMEN :

3. Pertentangan Kepentingan (Conflic of Interest)


Seorang Internal Auditor harus selalu menjauhkan diri dari segala sesuatu
perbuatan yang dapat merugikan martabat dan kehormatann dirinya dan
harus selalu mentaati kebijaksanaan perusahaan yang telah ditetapkan.

4. Integritas / Tingkah Laku Pribadi


Seorang Internal Auditor harus manunggal dengan Bank sebagai
lembaga kepercayaan dalam segala tingkah laku, baik didalam maupun
diluar Bank.

5. Objektif
Seorang Internal Auditor dalam menyusun laporan selalu berdasarkan
fakta. Jadi dalam pelaksanaann fungsinya harus secara objektif, murni,
rasional berdasarkan fakta yang ada berpijak pada peraturan, hukum,
norma-norma serta wewenang, sehingga sama sekali tidak dibenarkan
untuk mengebaikan fakta yang ada ataupun mengemukakan kondisi yang
tidak benar.

6. Keahlian / Kemampuan
Seorang Internal Auditor harus senantiasa memelihara tingkat
kemampuan kerja yang tinggi, peka dan tanggap terhadap kejadian
disekitarnya, selalu ingin meningkatkan keahlian masing-masing serta
membagi keahlian yang telah dimilikinya kepada sesama Internal Auditor.

7. Lincah
Seorang Internal Auditor harus berkepribadian lincah, pandai membawa
diri, bisa bergaul dengan sesama lapisan (atasan, bawahan, rekan kerja)
sopan santun dan di dalam berkomunikasi dapat mengutarakan suatu
pendapat yang tepat. Perlu diingat bahwa Internal Auditor membawa misi
perusahaan (datang karena tugas dan mendapat wewenang untuk itu)
lakukan tugas dengan berani, jujur, objektif dan penuh tanggungjawab,
buatlah komentar dalam kalimat yang jelas dan mudah dimengerti dalam
menunjukkan kesalahan bersikaplah sopan kemudian tunjukan
bagaimana seharusnya, tunjukkan peraturannya.

112. KEMAMPUAN KOMUNIKASI.


Auditor Intern harus memiliki kemampuan berinteraksi dan berkomunikasi
baik lisan maupun tulisan secara efektif karena Auditor Intern harus

SOP Audit Internal / Kebijakan Umum Audit Internal Page | 4


STANDAR OPERASIONAL & PROSEDUR AUDIT INTERN
BANK PERKREDITAN RAKYAT ARTA SWASEMBADA
TANGGAL :
BAGIAN I
NO. REVISI :
KEBIJAKAN UMUM AUDIT INTERNAL NO DOKUEMEN :

senantiasa berhubungan dengan berbagai pihak, baik intern maupun


ekstern.

113. KOMUNIKASI DENGAN AUDITEE .


Auditor secara interen harus dapat melakukan komunikasi sebegai berikut :
1. Auditor Intern harus senantiasa menjaga komunikasi dan interaksi yang
baik dan wajar dengan Auditee sehingga pelaksanaan tugasnya dapat
berjalan dengan lancar.
2. Auditor Intern harus mampu melaksanakan komunikasi lisan atau tertulis
sehingga dapat menyampaikan masalah-masalah audit, seperti tujuan,
penilaian kesimpulan audit dan rekomendasi hasil audit yang diberikan
secara jelas dan efektif.

114. KOMUNIKASI DENGAN AUDITOR EKSTERN. Auditor Intern harus


mampu melakukan komunikasi lisan atau tertulis dengan auditor ekstern
sesuai dengan batas kewenangan masing-masing auditor tersebut.

115. KEBIJAKAN PROSEDUR AUDIT INTERN.


Internal Auditor didalam melaksanakan tugasnya selalu berpedoman pada
Kebijakan dan Prosedur Audit Intern (KPAI) atau Standar Operasional &
Prosedur Audit Intern (SOPAI) yang telah ditetapkan.

116. PENGEMBANGAN AUDITOR INTERN DAN PENDIDIKAN PROFESI.


Auditor Intern didalam menjalanan tugasnya diharapkan tidak statis
melainkan terus berkembang disesuaikan dengan perkembangan perbankan
maupun perkembangan teknologi.

Untuk menunjang hal tersebut di atas, maka hal-hal yang diperlukan adalah :
1. Job Description ; Auditor Intern harus memiliki job description yang
menguraikan tugas dan tanggungjawab internal auditor
2. Kriteria Auditor ; untuk menduduki jabatan internal auditor telah
ditetapkan syarat-syarat yang diperlukan.
3. Pendidikan dan Pelatihan ; secara rutin dan berkesinambungan
internal auditor diikut sertalan dalam training, seminar dan lain
sebagainya baik yang dilaksanakan oleh pihak intern maupun ekstern
disesuaikan dengan rencana kerja yang telah dibuat.
4. Penilaian Kerja dan pengembangan karir ; hasil kerja internal auditor
akan diniai untuk melihat potensi bagi pengembangan kemapuan internal
auditor.

SOP Audit Internal / Kebijakan Umum Audit Internal Page | 5


STANDAR OPERASIONAL & PROSEDUR AUDIT INTERN
BANK PERKREDITAN RAKYAT ARTA SWASEMBADA
TANGGAL :
BAGIAN I
NO. REVISI :
KEBIJAKAN UMUM AUDIT INTERNAL NO DOKUEMEN :

117. ORGANISASI DAN MANAJEMEN.


Untuk lebih mendukung terciptanya fungsi audit intern BPR dapat berjalan
dengan effective guna membantu pengelolaan dana yang dihimpun dari
masayarakat dan mampu mengamankan kegiatan bank maka dibentuk suatu
perangkat pengawasan yang terdiri dari :
1. Dewan Komisaris
2. Auditor Internal di kantor Cabang dan Pusat

117.1 Dewan Komisaris


Dewan Komisaris adalah dewan atau badan pengawas diangkat dan
diberhentikan oleh pemilik atau rapat umum pemegang saham dan
bertugas untuk melakukan pengawasan terhadap kebijakan yang
telah dilakukan serta pelaksanaan tugas Auditor Internal atau
pengurus lainnya yang setingkat.

117.2 Audit Internal


a. Audit Internal sekurang-kurangnya terdiri dari 1 (satu) orang baik
tingkat kantor Cabang atau Kantor Pusat yang diangkat oleh
Kepala Cabang untuk di kantor cabang dan kepada Direksi untuk
di kantor Pusat.
b. Audit Internal bekerja sesuai dengan Etika Auditor Internal yang di
berlaku dan ditetapkan oleh BPR.

Audit Internal harus memenuhi syarat sebagai berikut :


a. Bersikap Independen dan kompeten dalam arti
mempunyai pengetahuan tentang industri perbankan dan mampu
menganalisis laporan keuangan serta memahami peraturan dan
letentuan perundang-undangan yang berlaku.
b. Mampu berkomunikasi dengan efektif.
c. Memiliki sikap mental dan etika serta tanggung jawab
profesi yang tinggi.

Tanggung jawab Audit Internal sekurang-kurangnya sebagai berikut :


a. Menanggapi rencana Auditor Intern dan masalah-masalah yang
ditemukan oleh Auditor Intern serta menentukan pemeriksaan
khusus apabila terdapat dugaan terjadinya kecurangan,
penyimpangan terhadap hukum dan peraturan yang berlaku.

SOP Audit Internal / Kebijakan Umum Audit Internal Page | 6


STANDAR OPERASIONAL & PROSEDUR AUDIT INTERN
BANK PERKREDITAN RAKYAT ARTA SWASEMBADA
TANGGAL :
BAGIAN I
NO. REVISI :
KEBIJAKAN UMUM AUDIT INTERNAL NO DOKUEMEN :

b. Mengambil langkah-langkah yang diperlukan dalam hal Auditee


tidak menindak lanjuti laporan / hasil pemeriksaan.
c. Memastikan ;
1) Bahwa laporan-laporan yang disampaikan kepada Direksi atau
Kepala Cabang yang berkepentingan telah dilakukan dengan
benar dan tepat waktu.
2) Bahwa bank mematuhi ketentuan dan perundang-undangan
yang berlaku.
d. Memastikan bahwa manajemen menjamin baik Auditor Ekstern
maupun Intern dapat bekerja sesuai dengan standard auditing
yang berlaku.
e. Memastikan bahwa manajemen telah menjalankan usahanya
sesuai dengan prinsip pengelolaan bank secara sehat..
f. Menilai efektivit
Kedudukan Audit Internal harus independen terhadap manajemen,
oleh karena itu Audit Internal bertanggung jawab kepada Direksi
dan Kepela Cabang dengan tembusan ke Dewan Pengawas,
sehingga struktur organisasinya adalah sebagai berikut :

RUPS

Dewan Komisaris

Direktur Utama

SPI

Pincab/ Ka.UNit

117.3 Satuan Pengawasan Internal (SPI) adalah seluruh jajaran staff audit
yang ada di tingkat kantor Pusat untuk melaksanakan tugas dan
fungsi pemeriksaan ke kantor pusat maupun Cabang guna memeriksa
tingkat efektivitas pengelolaan dana yang dihimpun dari masyarakat
dan mampu mengamankan harta perusahaan.

SOP Audit Internal / Kebijakan Umum Audit Internal Page | 7


STANDAR OPERASIONAL & PROSEDUR AUDIT INTERN
BANK PERKREDITAN RAKYAT ARTA SWASEMBADA
TANGGAL :
BAGIAN I
NO. REVISI :
KEBIJAKAN UMUM AUDIT INTERNAL NO DOKUEMEN :

Auditor di dalam menjalankan tugasnya harus mendapat dukungan


dari manajemen (Direksi, Kepala Cabang dan Dewan Pengawas) agar
para auditor dapat memperoleh kerja sama dari pihak yang diperiksa
dan melakukan pekerjaan tanpa hambatan.

a. Kedudukan SPI dalam Organisasi


1) Kepala SPI adalah Ketua Pemeriksa/Audit Internal yang ada
tingkat Kantor Pusat yang diangkat dan diberhentikan oleh
Direksi dan dilaporkan kepada Direksi dengan tembusan ke
Dewan Pengawas.
2) Ketua SPI bertanggung jawab kepada Direksi, untuk
mendukung pelaksanaan tugas fungsi pemeriksaan dan
menjamin kelancaran audit serta wewenang dalam memantau
tindak lanjut dari tugas-tugas yang diembannya maka Ketua SPI
dapat berkomunikasi dengan Audit Internal di tingkat Kantor
Pusat atau Kantor Cabang untuk menginformasikan berbagai
hal yang berhubungan dengan audit.

b. Ketua SPI wajib ;


1) Menyampaikan laporan audit kepada Direksi dengan tembusan
kepada Dewan Komisaris.
2) Menyiapkan laporan pelaksanaan dan pokok-pokok hasil audit
yang disampaikan kepada Direksi setiap bulan dan ditanda
tangani oleh ketua SPI.
3) Menyiapkan laporan setiap temuan audit yang diperkirakan
dapat mengganggu kelangsungan usaha bank dan segera
disampaikan kepada Direksi serta ditanda tangani oleh Ketua
SPI.

c. Wewenang dan Tanggung jawab Ketua SPI.


1) Status Ketua SPI harus menjaga independensi, memberikan
perhatian terhadap laporan hasil audit dan tindak lanjutnya.
2) Ketua SPI bertanggungjawab untuk merencanakan,
melaksanakan, mengatur, mengarahkan audit serta
mengevaluasi prosedur yang ada untuk memperoleh keyakinan
bahwa tujuan dan sasaran bank dapat dicapai secara optimal.
3) Ketua SPI harus berperan sebagai konsultan bagi pihak yang
menyangkut ruang lingkup tugasnya.

SOP Audit Internal / Kebijakan Umum Audit Internal Page | 8


STANDAR OPERASIONAL & PROSEDUR AUDIT INTERN
BANK PERKREDITAN RAKYAT ARTA SWASEMBADA
TANGGAL :
BAGIAN I
NO. REVISI :
KEBIJAKAN UMUM AUDIT INTERNAL NO DOKUEMEN :

d. Tugas SPI
1) Harus memberikan tanggapan atas usulan kebijakan atau
sistem dan prosedur dan dapat memastikan bahwa di dalam
usulan tersebut telah dimasukkan pula aspek-aspek
pengendalian intern sehingga di dalam pelaksanaannya dapat
dicapai tujuan secara efektif dan efisien.
2) Kegiatan didasarkan ada perencanaan yang telah digariskan.
Kepala SPI bertanggung jawab membuat rencana kerja bagi
satuan kerja audit yang dipimpinnya.

201. MEKANISME KONTROL DI BPR.


Kontrol dalam pengertian sebagai pemeriksaan, maka mekanisme yang
melakukan pemeriksaan pada BPR ARTA SWASEMBADA, adalah :

SOP Audit Internal / Kebijakan Umum Audit Internal Page | 9


STANDAR OPERASIONAL & PROSEDUR AUDIT INTERN
BANK PERKREDITAN RAKYAT ARTA SWASEMBADA
TANGGAL :
BAGIAN I
NO. REVISI :
KEBIJAKAN UMUM AUDIT INTERNAL NO DOKUEMEN :

1. Eksternal Auditor
a. Bank Indonesia
b. Akuntan Publik
c. Kantor Pajak

2. Internal Auditor / Pengawas Fungsional Intern


a. Dewan Komisaris
b. Satuan Pengawasan Intern (SPI)

Kontrol dalam pengertian sebagai pengendalian, maka mekanisme Kontrol


secara garis besar telah diatur/tertuang dalam prosedur/sistem yang telah
ditetapkan (Built in Control), maupun dalam diri masing-masing
individu/karyawan.

Sumber dari prosedur/ketentuan/sistem yang dilaksanakan berasal dari :


1. Luar / Pemerintah
a. Departemen Keuangan
b. Departemen Pedagangan
c. Bank Indonesia
d. Dan lain-lain
2. Intern BPR
a. Standar Operasional & Prosedur (SOP) BPR
b. Surat Edaran seperti : Operasi dan Administrasi; Kredit; Kontrol;
Manajemen; Personalia; PPI (Peraturan Pelaksanaan Intern)dan Lain-
lain.
Prosedur / sistem atau ketentuan diatas merupakan landasan kerja untuk
Internal Audit disamping Standar Operasional & Prosedur (SOP) BPR

202. SIFAT PEMERIKSAAN.


Umumnya semua pemeriksaan yang dilakukan baik harian, mingguan
sampai dengan tahunan maupun khusus adalah bersifat surprise/mendadak
dan after the fact oleh karenanya setiap pemeriksaan yang dilakukan diluar
harian harus dengan tanggal dan/atau hari yang berbeda. Dengan tujuan
untuk menjamin efficiency dan effectivitas kerja dimasa yang akan datang.

203. TUJUAN UMUM.


Tujuan umum pemeriksaan adalah untuk memberikan jasa kepada
manajemen/pemegang saham dalam hal ;

SOP Audit Internal / Kebijakan Umum Audit Internal Page | 10


STANDAR OPERASIONAL & PROSEDUR AUDIT INTERN
BANK PERKREDITAN RAKYAT ARTA SWASEMBADA
TANGGAL :
BAGIAN I
NO. REVISI :
KEBIJAKAN UMUM AUDIT INTERNAL NO DOKUEMEN :

1. Pengamanan dana masyarakat. Auditor Intern secara terus menerus


harus menilai apakah sistem dan prosedur yang telah dibuat dalam
mengamankan dana yang dihimpun bank dari masyarakat yang meliputi
deposito, Kewajiban Segera, tabungan serta dana pihak ketiga
lainnyadan dana pihak kedua adalah dapat diandalkan.

2. Pencapaian tujuan dan sasaran kegiatan operasional yang telah


ditetapkan. Auditor Intern didalam menjalankan tugasnya akan menilai
sejauh mana cabang-cabang atau kantor pusat menjalankan tujuan dan
sasaran kegiatan operasional yang telah ditetapkan. Auditor Intern juga
akan menilai perkembangan usaha cabang-cabang dan pusat baik
potensi maupun kendala yang mempengaruhinya.

3. Pemanfaatan sumber daya secara eknomis dan effisien. Auditor Intern


sesuai dengan objective yang telah ditetapkan harus menilai sejauh mana
sumber daya telah dimanfaatkan secara ekonomis dan efisien. Auditor
Intern harus menganalisa kegiatan yang telah dijalankan cabang-cabang
dan pusat di dalam pemanfaatan sumber daya apakah telah berjalan
secara efektif dan efisien.

4. Kebenaran dan Keutuhan Informasi. Auditor Inter harus menilai


laporan kemampuan yang meliputi neraca, Daftar Rugi-Laba, Rekening-
rekening Administratif dan catatan-catatan pendukung lainnya.
Auditor Intern harus memastikan bahwa laporan keuangan tersebut
akurat, tepat waktu dan berguna baik bagi kepentingan bank, masyarakat
maupun Bank Indonesia.

5. Kepatuhan terhadap kebijakan, rencana, prosedur, hukum dan


peraturan. Auditor Intern secara mendadak paling sedikit sekali setahun
akan menilai apakah cabang-cabang dan kantor pusat telah mematuhi
kebijakan, rencana, prosedur, hukum dan peraturan-peraturan baik yang
dikeluarkan oleh intern maupun ekstern seperti Bank Indonesia dan
Dirjen Pajak.

6. Pengamanan harta Kekayaan.Auditor Intern harus memastikan


bahwa harta kekayaan bank telah terjaga dengan baik. Auditor Intern
harus melakukann perjanjian-perjanjian terhadap harta kekayaan bank
yang ada misalnya melalui proofing, konformasi sehingga kemungkinan-
kemungkinan kerugian dapat dicegah secara dini.

SOP Audit Internal / Kebijakan Umum Audit Internal Page | 11


STANDAR OPERASIONAL & PROSEDUR AUDIT INTERN
BANK PERKREDITAN RAKYAT ARTA SWASEMBADA
TANGGAL :
BAGIAN I
NO. REVISI :
KEBIJAKAN UMUM AUDIT INTERNAL NO DOKUEMEN :

204. TUJUAN PEMERIKSAAN MASING-MASING SEKSI/DEPARTEMEN.


1. Membantu seksi/departemen untuk mengetahui kesalahan-kesalahan
yang dilakukan baik secara sadar maupun tidak sadar, mengajukan saran
perbaikan tata laksana Operasi dan Administrasi dan Perkreditan serta
meninjau tata laksana yang kurang efektif dan efisien.

2. Menilai kemampuan serta memberikan input kepada seksi/departemen


guna meningkatkan kemampuan dari masing-masing personil.

205. ORIENTASI PEMERIKSAAN.


Pemeriksaan haruslah berorientasi pada Manajemen dimana dalam suatu
pemeriksaan tidak hanya menunjukkan mana yang salah, tetapi juga harus
menunjukkan mana yang benar.

1. Manajemen yang baik adalah kunci usaha yang baik, apakah ini
mengenai Bank atau perusahaan lainnya.
Jika seorang petugas audit intern telah menyelesaikan tugasnya atas
suatu seksi/departemen, auditor harus dapat memberikan suatu penilaian
yang mendalam mengenai kesalahan-kesalahannya, sistem, prosedur
dan manajemennya.
Petugas audit intern harus lebih memperhatikan / membantu Manajemen
untuk membuat seksi / departemen menjadi lebih kuat, lebih berencana
dan lebih efisien serta efektif.

2. Petugas audit intern dalam menurunkan Hasil Pengamatan /


laporannya, tidak hanya menunjukkan kesalahan-kesalahan dan
kekurangan-kekurangannya akan tetapi juga memberikan saran-saran
perbaikan / jalan keluarnya, meskipun jalan keluar yang harus diperoleh
adalah mutlak merupakan tanggungjawab manajemen cabang.

3. Petugas audit intern didalam menjalankan tugasnya tidak hanya


terpaku pada ketentuan dan prosedur yang ada, tetapi juga berdasarkan
logika meskipun belum ada ketentuannya bila kesalahan tersebut
mengandung resiko terhadap harta benda bank, dan dalam
mengemukakan ide kepada Cabang atau Pusat harus disertai
pertimbangan dan keberanian dengan motivasi untuk perbaikan Bank.

104. METODE/TEKNIK PEMERIKSAAN:

SOP Audit Internal / Kebijakan Umum Audit Internal Page | 12


STANDAR OPERASIONAL & PROSEDUR AUDIT INTERN
BANK PERKREDITAN RAKYAT ARTA SWASEMBADA
TANGGAL :
BAGIAN I
NO. REVISI :
KEBIJAKAN UMUM AUDIT INTERNAL NO DOKUEMEN :

Metode/teknik Pemeriksaan yang digunakan auditor internal, diantaranya


adalah :

1. Memeriksa (examine)
Dalam hal ini auditor memeriksa catatan, menginspeksi surat berharga
atau dokumen lainnya, mereview prosedur dan menanyai orang-orang
dengan tujuan untuk sampai pada kesimpulan mengenai ketepatan,
kecukupan dan sebagainya. Dengan kata lain teknik ini mengandung arti
luas dari pekerjaan untuk menentukan kelayakan ikhtisar keuangan atau
penemuan kecurangan.

2. Membandingkan (compare)
Auditor intern seringkali membandingkan dua atau lebih informasi yang
berkaitan dengan memperhatikan persamaan dan perbedaannya.
Contoh : membandingkan realisasi biaya dengan anggaran dan mereview
penjelasan mengenai perbedaan yang mencolok.

3. Memeriksa dokumen dasar (vouching)


Merupakan teknik yang dilakukan untuk mengetahui sah atau tidaknya
suatu transaksi dengan memeriksa dokumen dasar.
Contoh : auditor memeriksa kebenaran jumlah salah satu komponen
pendapatan atau pengeluaran dengan memeriksa bukti pendukungnya.

4. Menganalisis (analyze)
Teknik ini digunakan untuk menentukan atau memeriksa komposisi atau
jumlah suatu perkiraan dengan melihat sumbernya serta melihat
keterkaitannya dengan perkiraan yang lain. Contoh : Perkiraan rupa-rupa
aktiva dianalisis untuk melihat komponen yang termasuk dalam perkiraan
tersebut.

5. Mengecek (chek)
Teknik ini sering digunakan dalam pengertian yang sama dengan
memeriksa.

6. Menginspeksi (inspect)
Merupakan tindakan memeriksa fisik suatu lembaran bukti audit.
Menginspeksi juga berarti menelaah secara kritis tanpa melakukan

SOP Audit Internal / Kebijakan Umum Audit Internal Page | 13


STANDAR OPERASIONAL & PROSEDUR AUDIT INTERN
BANK PERKREDITAN RAKYAT ARTA SWASEMBADA
TANGGAL :
BAGIAN I
NO. REVISI :
KEBIJAKAN UMUM AUDIT INTERNAL NO DOKUEMEN :

verifikasi secara lengkap. Contoh : Menginspeksi suatu buku besar dan


berusaha menemukan angka-angka yang ganjil.
Istilah yang sering digunakan dalam arti yang sama dengan inspect
adalah scan dan scrutinize.

7. Bertanya (inquire)
Merupakan salah satu teknik audit dimana bentuk buktinya adalah
kehadiran seorang karyawan dari obyek yang diperiksa untuk menjawab
pertanyaan auditor. Umumnya jawaban atas pertanyaan auditor tersebut
tidak dapat dijadikan bukti yang kuat dan oleh karena itu harus didukung
dengan bukti yang lain.

8. Merekonsiliasi (reconcile)
Merupakan teknik audit yang mana auditor mencocokkan dua sumber
yang terpisah mengenai hal yang sama dan kalau ada perbedaan,
perbedaan tersebut harus dapat dijelaskan. Contoh yang paling umum
adalah merekonsiliasi antara saldo buku bank dengan saldo yang ada
pada salinan rekening koran bank.

9. Mengkonfirmasi (confirm)
Merupakan usaha pencarian bukti dengan mengirimkan konfirmasi ke
pihak lain dan kemudian pihak lain tersebut menegaskan kebenaran atau
ketidakbenaran informasi yang dikirimkan. Contoh : Mengirimkan
konfirmasi mengenai saldo rekening tabungan atau deposito kepada
beberapa nasabah.
Konfirmasi dapat dilakukan dalam dua bentuk yaitu konfirmasi positif dan
konfirmasi negatif. Dalam konfirmasi positif, pihak yang dimintakan
konfirmasi diharapkan memberikan jawaban apakah yang bersangkutan
setuju atau tidak dengan informasi yang ada dalam formulir konfirmasi.
Sedangkan dengan konfirmasi negatif, pihak yang dimintakan konfirmasi
hanya perlu memberikan jawaban jika yang bersangkutan tidak setuju
dengan informasi yang dicantumkan. Sebaliknya jika setuju, yang
bersangkutan tidak perlu memberikan jawaban.

Dari uraian di atas, dapat disimpulkan bahwa konfirmasi positif lebih


dapat diandalkan daripada konfirmasi negatif. Tidak adanya jawaban dari
pihak yang dimintakan konfirmasi tidak selalu berarti yang bersangkutan
setuju dengan informasi yang disampaikan. Bisa terjadi konfirmasi yang
dikirimkan tidak sampai ke tangan yang bersangkutan.

SOP Audit Internal / Kebijakan Umum Audit Internal Page | 14


STANDAR OPERASIONAL & PROSEDUR AUDIT INTERN
BANK PERKREDITAN RAKYAT ARTA SWASEMBADA
TANGGAL :
BAGIAN I
NO. REVISI :
KEBIJAKAN UMUM AUDIT INTERNAL NO DOKUEMEN :

10. Menghitung (calculate)


Teknik ini biasanya dilakukan bersama-sama dengan teknik-teknik lainnya
seperti analisis, dimana dalam hal ini auditor melakukan perkalian,
pembagian, penambahan atau pengurangan.

11. Footing dan crossfooting


Merupakan teknik audit dimana auditor memeriksa kebenaran
penjumlahan atau pengurangan kebawah (footing) dan kebenaran
penjumlahan atau pengurangan kesamping (crossfooting).

12. Menelusuri (trace)


Merupakan teknik audit yang dilakukan untuk meyakinkan kebenaran
bahwa suatu transaksi dilaksanakan sesuai dengan bukti asalnya. Contoh
: Menelusuri beberapa jurnal transaksi kas sampai ke bukti setoran atau
penarikan dengan mencocokkan nama nasabah, nomor rekening,
tanggal dan nilai transaksi.

13. Memverifikasi (verify)


Merupakan audit mengenai kebenaran perhitungan seperti penjumlahan,
pengurangan, perkalian, pemabgian dan lain-lain.

14. Menghitung (count)


Merupakan teknik audit yang dilakukan untuk menentukan kebenaran
jumlah aktiva tertentu (misalnya uang tunai atau persediaan) pada waktu
tertentu. Istilah ini selalu diasosiasikan dengan bukti fisik.

105. PENETAPAN SAMPLE. Sample ditetapkan secara Acak, adalah


metode pemeriksaan yang dilakukan dengan pengambilan data sebagian
dari populasi yang dilakukan secara acak akan tetapi dianggap telah cukup
mewakili dari data yang ada dari berbagai aspek, sedangkan Paripurna
adalah metode pemeriksaan yang dilakukan secara menyeluruh.

Kemudian pengambilan sample penilaian dapat dilakukan dalam beberapa


bentuk, seperti :
1. Audit terhadap persentase tertentu dari jumlah transaksi atau jumlah
rupiah transaksi.
2. Pemilihan seluruh atau beberapa transaksi dalam periode tertentu seperti
bulanan, dua bulanan dan seterusnya.

SOP Audit Internal / Kebijakan Umum Audit Internal Page | 15


STANDAR OPERASIONAL & PROSEDUR AUDIT INTERN
BANK PERKREDITAN RAKYAT ARTA SWASEMBADA
TANGGAL :
BAGIAN I
NO. REVISI :
KEBIJAKAN UMUM AUDIT INTERNAL NO DOKUEMEN :

3. Pemilihan transaksi yang jumlah rupiahnya besar.


4. Audit terhadap transaksi yang ada di file tertentu.
5. Melakukan review terhadap transaksi-transaksi rawana saja.
6. Pemilihan satu atau beberapa transaksi untuk menentukan apakah
sistem berjalan atau tidak.

209. KERTAS KERJA


Kertas kerja adalah sekumpulan catatan selama melakukan pemeriksaan
maupun sesudahnya atau merupakan rekaman pelaksanaan Tugas
Pemeriksaan.
Yang dimaksud dengan sekumpulan catatan tersebut diatas adalah catatan-
catatan yang dibuat oleh Petugas Audit Intern atas penyimpangan-
penyimpangan yang dilakukan oleh seksi / bagian atau foto copy dari
dokumen-dokumen yang mendukung penyimpangan tersebut.

1. Kegunaan Kertas Kerja, antara lain :


a. Sebagai pendukung utama dari laporan hasil audit.
b. Menjadi pusat informasi dan juga sebagai bukti atas apa yang
dilakukan oleh petugas.
c. Sebagai perencanaan untuk menuangkan penyimpangan yang
dilakukan seksi / bagian ke Lembar Hasil Pengamatan dan
merupakan petunjuk pada pemeriksaan berikutnya.
d. Sebagai bahan pendukung waktu diadakan diskusi dengan
para pelaksana dari kantor yang diperiksa.
e. Bahan untuk mempersiapkan laporan.
f. Membantu para supervisor dan ekxternal audit untuk menilai
atau meninjau kembali ketepatan / luas pekerjaa yang telah dilakukan.
g. Bahan untuk menilai kemampuan para pelaksana.
h. Menampung rekomendasi-rekomendasi yang akan
disampaikan pada para pelaksana.

2. Syarat-syarat Kertas Kerja


Untuk memperoleh hasil yang baik, kertas kerja tersebut harus memenuhi
syaraty-syarat sebagai berikut :
a. Lengkap/Informatif/Sistemtis
b. Teliti (Cermat)
c. Jelas

SOP Audit Internal / Kebijakan Umum Audit Internal Page | 16


STANDAR OPERASIONAL & PROSEDUR AUDIT INTERN
BANK PERKREDITAN RAKYAT ARTA SWASEMBADA
TANGGAL :
BAGIAN I
NO. REVISI :
KEBIJAKAN UMUM AUDIT INTERNAL NO DOKUEMEN :

d. Ringkas tetapi mencakup seluruh keperluan


e. Rapi

3. Penyimpanan Kertas Kerja


Kertas kerja audit adalah milik bank sehingga pengambilan peninjauan
dan pembuatan salinan harus seijin SPI di Kantor Pusat.
Kertas kerja audit hanya boleh dibaca dan dipinjam oleh yang berwenang
dengan tetap memperhatikan kerahasiaan bank. Penyimpanan kertas
kerja audit dipisahkan dengan arsip lainnya.

210. HASIL PENGAMATAN


Hasil pengamatan merupakan penyampaian atas temuan dari
penyimpangan-penyimpangan / kesalahan-kesalahan / kekurangan-
kekurangan dalam melaksanakan ketentuan / peraturan yang ada (Ekstern
dan Intern) atau oversight dalam pengadministrasian maupun pembukuan,
sehingga mengakibatkan risiko kerugian secara materiil maupun non materiil
(name risk bagi bank).

1. Cara Pembuatan Lembar Hasil Pengamatan.


Lembar hasil pengamatan supaya dibuat selama pemeriksaan
berlangsung.
Isi dari hasil pengamatan tidak ditentukan, tergantung dari cara penulisan
masing-masing Petugas SPI
Hasil Pengamatan dibuat secara singkat dan informatif yang mencakup /
penyimpangan yang terjadi, risiko yang mungkin timbul dikemudian hari
dan juga yang perlu diusahakan jalan keluarnya (rekomendasi)

2. Penyampaian Hasil Pengamatan.


Sebelum hasil pengamatan dibuat/diturunkan agar terlebih dahulu
menghubungi Kabag yang bersangkutan atau minimal Petugas Bagian
yang membuat kesalahan sehingga dapat dihindari penurunan hasil
pengamatan yang kurang tepat / miss understanding.

301. PEMBUATAN LAPORAN. Laporan-laporan ini dibuat agar pejabat-


pejabat yang berkepentingan dapat mengikuti perkembangan dan
mengetahui segala kejadian di seksi/departemen yang bersangkutan.

SOP Audit Internal / Kebijakan Umum Audit Internal Page | 17


STANDAR OPERASIONAL & PROSEDUR AUDIT INTERN
BANK PERKREDITAN RAKYAT ARTA SWASEMBADA
TANGGAL :
BAGIAN I
NO. REVISI :
KEBIJAKAN UMUM AUDIT INTERNAL NO DOKUEMEN :

302. HAL-HAL YANG HARUS DILAPORKAN.


1. Hasil pemeriksaan dari hasil pemeriksaan bulanan dan insidentiil.
2. Yang dimaksudkan dengan Situasi Khusus yaitu kejadian-kejadian
yang dianggap penting, oleh intern maupun ekstern antara lain :
a. Adanya gejala-gejala yang merugikan atau menguntungkan
seksi/bagian atau institusi yang timbul diluar seksi/bagian.
b. Adanya pemalsuan-pemalsuan, penipuan-penipuan, problem-
problem operasional, administrasi dan perkreditan yang menyangkut
keamanan seksi/bagian kegagalan melakukan koreksi atas hasil
pengamatan atau rekomendasi yang penting dari pemeriksaan yang
terdahulu.
c. Adanya kemungkinan-kemungkinan timbulnya keresahan
sebagai akibat suasana atau hubungan kerja/hubungan antar personil
yang kurang harmonis.
d. Adanya indikasi Conflict of Interst disegala bidang.
e. Adanya pemeriksaan oleh pihak ekstern terhadap Cabang.

303. PENULISAN LAPORAN. Laporan harus dibuat dengan menggunakan


bahasa yang mudah dimengerti serta ketegasan dari permasalahan dan
sistematikanya.

304. JENIS-JENIS LAPORAN.

1. Laporan Bulanan (Laporan Perkembangan Cabang atau KPO)


Laporan bulanan ini merupakan suatu gambaran secara garis besar dari
keseluruhan perkembangan dan hasil pengamatan kantor pusat atau
cabang yang bersangkutan setiap bulannya.

Laporan yang dibuat setiap bulan, dimana berisikan tentang hasil subjek-
subjek yang diperiksa pada akhir bulan, antara lain :
a. Laporan Hasil Stock Opname
Laporan ini atas dasar hasil pemeriksaan Surat Perjanjian Kredit,
Kartu Tabungan dan Deposito

b. Laporan Kegiatan Operasional setiap divisi


1) Kelengkapan berkas berkas surat perjanjian kredit (SPK)
2) Kelengkapan data nasabah Deposito dan Tabungan
3) Kelengkapan dan arsip dari Pembukuan
4) Kepatuhan dan kedisiplinan Karyawan Bank.

SOP Audit Internal / Kebijakan Umum Audit Internal Page | 18


STANDAR OPERASIONAL & PROSEDUR AUDIT INTERN
BANK PERKREDITAN RAKYAT ARTA SWASEMBADA
TANGGAL :
BAGIAN I
NO. REVISI :
KEBIJAKAN UMUM AUDIT INTERNAL NO DOKUEMEN :

2. Laporan Insidentil
Laporan yang dibuat pada saat ditemukan penyimpangan-
penyimpangan / masalah-masalah, dimana penyimpanngan / masalah
tersebut perlu mendapat perhatian dari pihak manajemen misalnya :
a. Laporan Khusus
Laporan yang bersifat khusus,merupakan pemberitahuan atas
sesuatu hal yang terjadi dan memerlukan penanganan secara khusus
pula.
Laporan ini hanya dibuat bila terjadi suatu peristiwa khusus.

Tahapan pelaksanaan audit di BPR , terbagai pada tahapan-tahapan


sebagai berikut :

1. Tahap Persiapan Audit


2. Tahap Penyusunan Program Audit
SOP Audit Internal / Kebijakan Umum Audit Internal Page | 19
STANDAR OPERASIONAL & PROSEDUR AUDIT INTERN
BANK PERKREDITAN RAKYAT ARTA SWASEMBADA
TANGGAL :
BAGIAN I
NO. REVISI :
KEBIJAKAN UMUM AUDIT INTERNAL NO DOKUEMEN :

3. Tahap Pelaksanaan Penugasan Audit


4. Tahap Pelaporan Hasil Audit
5. Tahap Tindak Lanjut Hasil Audit
6. Tahap Dekumentasi dan Administrasi

501. TAHAP PERSIAPAN AUDIT. Langkah-langkah yang perlu


mendapatkan perhatian Auditor BPR khususnya pada tingkat KPNO, bahwa
untuk tahap persiapan audit ke setiap kantor KPO atau Cabang perlu
memperhatikan sebagai berikut : Penelitian Pendahuluan; Metode
Pendekatan Audit; Penetapan Penugasan; Pengarahan kepada Tim
Audit dan Pemberitahuan Audit.

501.1. PENELITIAN PENDAHULUAN.


Pada tahap ini auditor melakukan pengenalan dan bukan sekedar observasi,
oleh karena itu auditor harus memperhatikan alur pekerjaan, memahami
tujuan unit kerja auditee, mengidentifikasi risiko, mengetahui pusat
pengendalian utama, memahami gaya manajemen, dan memperhatikan latar
belakang karyawan.

Secara spesifik tujuan dari perencanaan masing-masing penugasan atau


survei penelitian pendahuluan, adalah menentukan :
1. Ruang Lingkup (Scope) pemeriksaan yang akan di lakukan di Kantor
Pusat atau Kantor Cabang.
2. Kedalaman (Depth) pemeriksaan yang akan di jadikan subjek dan objek
auditee yang ada di Kantor Pusat atau Kantor Cabang.
3. Kendali Mutu (Quality control) agar pelaksanaan audit di Kantor pusat
dan Kantor Cabang sesuai dengan jalurnya dan untuk mengevaluasi hasil
audit.

Dengan kata lain, perencanaan atau survei pendahuluan oleh SPI, meliputi
kegiatan sebagai berikut :
1. Menitikberatkan audit pada area-area yang memiliki risiko tinggi auditee
dalam suatu unit kerja di Kantor Pusat atau kantor cabang.
2. Mengalokasikan sumber daya yang ada berdasarkan tingkat risiko dan
keahlian.
3. Menentukan dasar untuk menjaga agar audit tetap berada pada jalurnya
dan untuk mengevaluasi hasil audit.

Langkah-langkah penelitian pendahuluan agar mencapai hasil yang


optimal, adalah sebagai berikut :
SOP Audit Internal / Kebijakan Umum Audit Internal Page | 20
STANDAR OPERASIONAL & PROSEDUR AUDIT INTERN
BANK PERKREDITAN RAKYAT ARTA SWASEMBADA
TANGGAL :
BAGIAN I
NO. REVISI :
KEBIJAKAN UMUM AUDIT INTERNAL NO DOKUEMEN :

1. Pengumpulan informasi
Dalam hal ini auditor mengumpulkan seluruh informasi yang berkaitan
dengan obyek yang akan diperiksa, seperti : Memahami bagan
organisasi dan job desk-nya, SOP, Anggaran RKAT, Laporan Keuangan,
dan lain-lain

2. Analisis Informasi
Auditor harus melakukan analisis terhadap seluruh informasi yang
diperoleh dalam langkah pertama. Yang perlu diperhatikan adalah bahwa
analisis tersebut harus mencakup seluruh periode audit. Analisis yang
dilakukan meliputi analisis tren, analisis penyimpangan (expection) dan
lain-lain. Berdasarkan analisis tersebut dapat diketahui permasalahan
sebelumnya yang masih terjadi, kemungkinan adanya masalah baru dan
adanya tekanan (presure) di unit kerja auditee yang akan diperiksa.
Contoh : Memahami penyebab munculnya permasalahan, kemungkinan
adanya masalah baru

3. Membuat Hipotesis
Berdasarkan hasil analisis di atas, auditor dapat membuat perkiraan
mengenai kondisi pengendalian yang ada di cabang sekaligus risiko yang
mungkin terjadi baik risiko usaha (business risk) maupun risiko yang
melekat di cabang tertentu (inherent risk).

Berdasarkan perkiraan tersebut, auditor dapat membuat hipotesis


mengenai cabang tersebut. Hipotesis perlu untuk menentukan fokus audit
dan pengendalian kualitas audit (audit quality control) atau untuk
memonitor aktivitas anggota tim. Jika dalam pelaksanaan audit nanti
hipotesis tidak terbukti, ketua tim tidak boleh menerima begitu saja. Ketua
tim harus melihat kembali kualitas informasi mengenai perkiraan apakah
cukup baik. Jika informasinya memang baik, harus dilakukan lagi
pengujian dan lihat kesimpulannya. Contoh : Perkiraan tentang masih
terdapat pemecahan kredit di kantor cabang, pemantauan dan
administrasi kredit sangat lemah, terjadi window dressing, dan lain-lain

501.2. METODE PENDEKATAN AUDIT.


Metode pendekatan tersebut dapat berbeda antara satu auditor dengan
auditor lainnya serta dalam satu cabang bank dengan cabang bank lainnya,
namun sekurang-kurangnya auditor intern perlu memperhatikan aspek-
aspek teknis seperti cara dan penetapan sampling, teknik pengujian yang

SOP Audit Internal / Kebijakan Umum Audit Internal Page | 21


STANDAR OPERASIONAL & PROSEDUR AUDIT INTERN
BANK PERKREDITAN RAKYAT ARTA SWASEMBADA
TANGGAL :
BAGIAN I
NO. REVISI :
KEBIJAKAN UMUM AUDIT INTERNAL NO DOKUEMEN :

akan dilakukan (teknik audit), minimal bukti audit yang diperlukan dan cara
mendapatkannya serta memperhatikan konsep materialistis.

Sebagai teknik audit yang dapat dilakukan auditor, adalah sebagai berikut :
TEKNIK AUDIT **)
1. Memerika (examine) 8. Merekonsilisasi (reconcile)
2. Membandingkan (compare) 9. Mengkonfirmasi (confirm)
3. Memeriksa dokumen dasar 10. Menghitung (calculate)
(vouching) 11. Footing and Cross Footing
4. Menganalisis (analyze) 12. Menelusuri (trace)
5. Mengecek (check) 13. Menverifikasi (verify)
6. Menginspeksi (inspect) 14. Menghitung (count)
7. Bertanya (inquire)
**) Pemahaman arti dari masing-masing teknik telah dikemukakan pada bab
sebelumnya.

501.3. PENETAPAN PENUGASAN


Penetapan penugasan audit adalah pemberitahuan kepada auditor sebagai
dasar untuk melakukan audit. Penetapan penugasan ini disampaikan oleh
Kepala SPI yang ada di Kantor Pusat kepada Direktur Utama dalam bentuk
Surat Penugasan yang antara lain menetapkan ketua dan anggota tim audit,
waktu dan tujuan audit. Khusus untuk Internal Audit di cabang/Pusat, surat
penugasan ini telah melekat pada job desk-nya sebagai auditor di cabang.

Contoh SURAT PENUGASAN OLEH SPI

BPR ARTA SWASEMBADA


Jl. Jayanegara 63
(0321) - 323011

SURAT PENUGASAN AUDIT


No. 05/BPR/02/11

SOP Audit Internal / Kebijakan Umum Audit Internal Page | 22


STANDAR OPERASIONAL & PROSEDUR AUDIT INTERN
BANK PERKREDITAN RAKYAT ARTA SWASEMBADA
TANGGAL :
BAGIAN I
NO. REVISI :
KEBIJAKAN UMUM AUDIT INTERNAL NO DOKUEMEN :

BPR dengan ini menugaskan :


1. Khaerudin, Senior Auditor sebagai Ketua SPI
2. Budiman, Auditor sebagai Anggota Tim SPI
3. Rahmad, Auditor sebagai Anggota Tim SPI.

Untuk melakukan audit rutin pada Kantor Cabang BPR ..

Jangka waktu Audit : 10 November 2011 sampai dengan 20 November 2011

Mojokerto , 5 November 2011


BPR ARTA SWASEMBADA

Direktur Utama Kepala SPI

Surat Tugas SKAI (KPNO)


Surat tugas disetujui dan ditanda tangani oleh Ketua SPI dengan tembusan
sebagai berikut :
Direksi
File

Sebagai langkah awal dari kegiatan penetapan penugasan ini, SKAI KPNO
harus melakukan persiapan-persiapan sebagai berikut :

SOP Audit Internal / Kebijakan Umum Audit Internal Page | 23


STANDAR OPERASIONAL & PROSEDUR AUDIT INTERN
BANK PERKREDITAN RAKYAT ARTA SWASEMBADA
TANGGAL :
BAGIAN I
NO. REVISI :
KEBIJAKAN UMUM AUDIT INTERNAL NO DOKUEMEN :

1. PERSIAPAN UMUM
Auditor Tingkat KPO dan Cabang
a . Hal-hal yang harus dilakukan Auditor Internal Cabang, dan KPO
1) Menentukan bagian (departemen / devisi) yang akan diperiksa
dan urut berdasarkan aktivitas operasional yang rutin atau
disesuaikan dengan kasus-kasus yang terjadi di masing-masing
bagian .
2) Merencanakan kegiatan audit yang dilakukan secara audit harian,
mingguan, bulanan dan tiga bulanan, enam bulanan, tahunan dan
audit khusus.
3) Menentukan ruang lingkup pemeriksaan, apakah secara paripurna
ataukah sampling untuk bidang Perkreditan maupun Administrasi
Operasional.
4) Mempersiapkan kertas kerja audit harian, mingguan, bulanan dan
tiga bulanan, enam bulanan, tahunan dan audit khusus.
5) Menentukan lamanya pemeriksaan, seperti jam, hari, minggu atau
bulan atas setiap objek auditee.
6) Menetapkan sampel debitur dan kreditur serta menentukan jenis
data aktivitas operasional yang akan dijadikan objek auditee.
7) Membuat / menyiapkan laporan hasil pemeriksaan secara bulanan
(rekap hasil audit harian, mingguan dan selama satu bulan), tiga
bulanan, semesteran, tahunan dan khusus dari cabang atau KPO
yang telah diperiksa.

b . Ta n g g u n g J a w a b A u d i t I n t e r n a l (C a b a n g d a n K P O )
1) Mengamankan harta Cabang/KPO BPR
2) Menjaga keakuratan data keuangan.
3) Memantau pelaksanaan prosedur sesuai dengan ketentuan.
(Standar Operasional dan Prosedur-SOP).
4) Menilai Performance bagian (departemen, devisi).
5) Mengusulkan prosedur yang effisien dan effektif ke Kantor
Pusat Non Opetasional (KPNO) melalui Direksi.
6) Melaporkan keadaan operasi, administrasi dan perkreditan
berdasarkan pengawasan aktif dan pasif bagi Kantor Cabang,
KPO serta memantau tindak lanjut perbaikannya.

SOP Audit Internal / Kebijakan Umum Audit Internal Page | 24


STANDAR OPERASIONAL & PROSEDUR AUDIT INTERN
BANK PERKREDITAN RAKYAT ARTA SWASEMBADA
TANGGAL :
BAGIAN I
NO. REVISI :
KEBIJAKAN UMUM AUDIT INTERNAL NO DOKUEMEN :

7) Bertanggung jawab dan melaporkan kepada pimpinan


cabang/KPO dengan tembusan ke Dewan Komisaris / Badan
Pemeriksa atau SKAI dan Direksi..

c . T u g a s A u d i t I n t e r n a l (C a b a n g d a n K P O )
1) Mengawasi transaksi Cabang / KPO BPR , baik dalam
bidang operasi dan administrasi, perkreditan serta
komputerisasi.
2) Membahas ketentuan internal dan/atau eksternal, baik dilingkungan
Audit Internal Cabang, atau KPO maupun dengan mengikut
sertakan staff departemen lain.
3) Mereview serta memantau tindak lanjut perbaikan atas hasil
pemeriksaan audit cabang/KPO atau SKAI.
4) Memproses Zero Defect Program (ZDP) dari kegiatan audit
harian atau mingguan dan kemudian merekap ke laporan audit
bulanan.
5) Mengevaluasi Rencana Kerja Bulanan dibanding dengan
Realisasinya.
6) Mengevaluasi kewajaran dan kebenaran laporan keuangan dan
mengalisis rasio-rasio keuangan Canag/KPO BPR .
7) Melakukan pemeriksaan terhadap kepatuhan atau efektivitas
dari Standar Operasional dan Prosedur (SOP) melalui program
Zero Defect Program (ZDP).
8) Melakukan pemeriksaan ke seluruh departemen (khusus yang
berhubungan dengan personalia, sesuai dengan
pendelegasian Pimpinan KPO atau Cabang yang
membidangi kepegawaian, personalia) menyangkut operasi,
administrasi dan perkreditan serta manajemen sesuai dengan
ketentuan internal ataupun eksternal.
9) Memberikan usulan perbaikan kepada Pimpinan Cabang atau KPO
dan/atau Direksi.
10) Bertanggung jawab dalam penyimpanan arsip / dokumen Kantor
Cabang atau KPO.
11) Melaksanakan Independent Proofing (Independent Balancing)
atas seluruh rekening/komponen aktiva/pasiva neraca maupun
buku besar, sub ledger atau rincian nominaf di Kantor Cabang
atau KPO.
12) Melakukan tindak lanjut atas komplain pihak diluar Kantor Cabang
atau KPO.

SOP Audit Internal / Kebijakan Umum Audit Internal Page | 25


STANDAR OPERASIONAL & PROSEDUR AUDIT INTERN
BANK PERKREDITAN RAKYAT ARTA SWASEMBADA
TANGGAL :
BAGIAN I
NO. REVISI :
KEBIJAKAN UMUM AUDIT INTERNAL NO DOKUEMEN :

13) Melakukan tindak lanjut atas peyimpangan operasi maupun


kebijaksanaan.
14) Melaporkan Performance Kantor Cabang atau KPO dan
laporan lainnya yang dibutuhkan, berdasarkan pertimbangan
resiko bank, serta mengirimkan surat teguran kepada pimpinan
KPO atau pimpinan cabang dengan tembusan kepada Direksi
dan SKAI serta Dewan Pengawas.
15) Bertanggung jawab atas Bank Confirmation.
16) Melakukan tugas lainnya yang diberikan oleh Kepala KPO
atau Kepala Cabang dan/atau SKAI - KPNO.

501.4 PENGARAHAN KEPADA TIM AUDIT


Dalam hal ini Ketua Tim Audit Intern sebelum terjun ke lapangan perlu
mengadakan pertemuan dengan seluruh anggota tim untuk membagi tugas,
mengarahkan mereka yang bertugas di area yang mengandung risiko tinggi,
dan memberikan instruksi khusus.

501.5 PEMBERITAHUAN AUDIT


Selain surat penugasan yang diserahkan kepada tim audit, dalam
pelaksanaan audit tersebut harus dilengkapi dengan surat pemberitahuan
audit dari SPI yang disampaikan kepada auditee pada saat audit
dilaksanakan. Isi surat pemberitahuan meliputi :
1. Penegasan kembali wewenang SPI untuk melakukan audit.
2. Rencana pertemuan awal dengan kepala satuan kerja auditee, untuk
menjelaskan tujuan audit sekaligus mendapatkan penjelasan mengenai
kegiatan dan fungsi dari satuan kerja auditee.
3. Susunan ketua dan anggota tim.
4. Informasi yang diperlukan.

Contoh SURAT PEMBERITHUAN AUDIT :

BPR ARTA SWASEMBADA


Jalan Jayanegara No.63
(0321) 323011

SOP Audit Internal / Kebijakan Umum Audit Internal Page | 26


STANDAR OPERASIONAL & PROSEDUR AUDIT INTERN
BANK PERKREDITAN RAKYAT ARTA SWASEMBADA
TANGGAL :
BAGIAN I
NO. REVISI :
KEBIJAKAN UMUM AUDIT INTERNAL NO DOKUEMEN :

No. 65/AU/KPNO/11/2011 Mojokerto , 3 November 2011

Kepada :
Kacab. PT. BPR ARTA SWASEMBADA
Cabang

Perihal : Audit Rutin Bank Cabang periode 10 November 2011 sampai


dengan 20 November 2011

Sesuai dengan wewenang dari SPI yang dituangkan dalam Internal Audit
Charter yang ditetapkan oleh Dewan Audit dan Direktur PT. BPR Arta
Swasembada tanggal 16 Oktober 2011,

Dengan ini kami menugaskan Tim Audit yang terdiri dari :


1. Khaerudin, Senior Auditor sebagai Ketua Tim Audit
2. Budiman, Auditor sebagai Anggota Tim Audit
3. Rahmad, Auditor sebagai Anggota Tim Audit.

Ruang lingkup tugas :


Audit menyeluruh terhadap kegiatan operasional BPR Cabang periode 10
November 2010 sampai dengan 30 November 2011

Jangka waktu audit


10 November 2011 sampai dengan 20 November 2011

Untuk kelancaran tugas Tim Audit, agar dapat diberikan bantuan sepenuhnya
dalam penyediaan data dan informasi serta hal-hal lainnya yang berkaitan
dengan tugas Tim tersebut.

Demikianlah, agar maklum


Satuan Kerja Tim Audit

503. TAHAP PELAPORAN HASIL AUDIT


Setelah selesai melakukan kegiatan audit, auditor intern berkewajiban
untuk menuangkan hasil audit tesebut dalam bentuk laporan tertulis.

Laporan tersebut harus memenuhi standart pelaporan, memuat


kelengkapan materi dan informasi khusus yang tidak disampaikan
SOP Audit Internal / Kebijakan Umum Audit Internal Page | 27
STANDAR OPERASIONAL & PROSEDUR AUDIT INTERN
BANK PERKREDITAN RAKYAT ARTA SWASEMBADA
TANGGAL :
BAGIAN I
NO. REVISI :
KEBIJAKAN UMUM AUDIT INTERNAL NO DOKUEMEN :

dalam laporan audit, proses penyusunan laporan, dan


penyampaian laporan.

1. Standart Pelaporan
Laporan hasil audit sekurang-kurangnya harus memenuhi standart
sebagai berikut
a. Laporan Harus tertulis,
Laporan harus tertulis dan memuat hasil audit sesuai dengan
ruang lingkup penugasan. Disamping itu laporan harus dapat
berfungsi sebagai dokumen formal yang mencerminkan
tanggung jawab auditor intern dan auditee atas kegiatan yang
dilakukan.

b. Laporan diuraikan secara singkat dan mudah dipahami

Laporan harus dibuat secara singkat yang memuat beberapa


hal pokok atau yang dianggap penting dan hal-hal yang perlu
untuk dilakukan perbaikan oleh auditee.

c. Laporan harus didukung kertas kerja yang memadai


Laporan yang memuat temuan audit harus didukung kertas
laporan kerja yang memadai agar dapat dipertanggung
jawabkan.

d. Laporan harus objektif

Laporan harus objektif dan berdasarkan fakta serta tidak


memihak kepada kepentingan tertentu.

e. Laporan harus konstruktif

Laporan harus konstruktif dan dapat memberikan saran


perbaikan atau arah bagi auditee untuk dapat melakukan
perbaikan.

f. Laporan harus ditanda tangani oleh auditor intern dan atau


Kepala SPI

Tanda tangan auditor dan atau kepala SKAI dimaksudkan


sebagai pencerminan tanggung jawab atas kebenaran isi
laporan yang dibuat.
SOP Audit Internal / Kebijakan Umum Audit Internal Page | 28
STANDAR OPERASIONAL & PROSEDUR AUDIT INTERN
BANK PERKREDITAN RAKYAT ARTA SWASEMBADA
TANGGAL :
BAGIAN I
NO. REVISI :
KEBIJAKAN UMUM AUDIT INTERNAL NO DOKUEMEN :

g. Laporan harus dibuat dan disampaikan tepat waktu

Laporan harus dibuat dan disampaikan tepat waktu atau


dalam batas waktu yang masih relevan dengan materi laporan.

h. Laporan dituangkan secara sistematis

Laporan harus dituangkan secara sistematis yang antara lain


memuat objek audit, temuan audit,kesimpulan dan
rekomendasi serta tanggapan auditee.

2. Materi laporan
Materi atau isi laporan harus cukup lengkap dan jelas. Agar dapat
diperoleh suatu laporan yang informatif dan efektif. Materi laporan
antara lain meliputi ;
a. Tujuan,luas dan pendekatan audit

Hal ini dimaksudkan agar pembaca laporan sejak awal


mengetahui tujuan, luas dan pendekatan audit sehingga dapat
memahami dengan baik materi yang dikemukakan dalam
laporan .

b. Temuan audit

Temuan audit yang diungkapkan dalam laporan harus memuat


secara jelas mengenal fakta, keadaan yang seharusnya serta
dampak dan penyebab terjadinya penyimpangan. Temuan audit
yang dianggap penting sekali harus dilaporkan segera oleh
Ketua tim audit kepada kepala SKAI tanpa menunggu
selesainya audit.

c. Kesimpulan auditor intern atas hasil audit

Auditor intern harus memberikan kesimpulan atas temuannya


baik berupa keberhasilan maupun penyimpangan sesuai
dengan lingkup auditynya.

d. Rekomendasi auditor intern

SOP Audit Internal / Kebijakan Umum Audit Internal Page | 29


STANDAR OPERASIONAL & PROSEDUR AUDIT INTERN
BANK PERKREDITAN RAKYAT ARTA SWASEMBADA
TANGGAL :
BAGIAN I
NO. REVISI :
KEBIJAKAN UMUM AUDIT INTERNAL NO DOKUEMEN :

Apabila dalam audit ditemui adanya kelemahan, atau


penyimpangan, auditor Intern harus memberikan rekomendasi
perbaikan.

e. Tanggapan Auditee

Auditee harus diberikan kesempatan untuk


tanggapan/komentar atas temuan audit yang dapat berupa
pembenaran/persetujuan atau kebertan/penolakan dan
alasannya. Selanjutnya, auditee perlu memberikan komitmen
untuk melakukan perbaikan dengan batas waktu tertentu.

(Contoh tentang tanggapan Auditee halaman berikut ini)

SOP Audit Internal / Kebijakan Umum Audit Internal Page | 30


STANDAR OPERASIONAL & PROSEDUR AUDIT INTERN
BANK PERKREDITAN RAKYAT ARTA SWASEMBADA
TANGGAL :
BAGIAN I
NO. REVISI :
KEBIJAKAN UMUM AUDIT INTERNAL NO DOKUEMEN :

Tanggapan Komitmen
Status
Temuan / Fakta Auditee/Ca Auditee/Cab
Temuan
bang ang
(2) (3) (4) (5)

SOP Audit Internal / Kebijakan Umum Audit Internal Page | 31


STANDAR OPERASIONAL & PROSEDUR AUDIT INTERN
BANK PERKREDITAN RAKYAT ARTA SWASEMBADA
TANGGAL :
BAGIAN I
NO. REVISI :
KEBIJAKAN UMUM AUDIT INTERNAL NO DOKUEMEN :

A. BIDANG KAS

Dari hasil pemeriksaan kas (cash opname),


Pantau
terdapat beberapa hal yang perlu menjadi
perhatian, antara lain :
1. Belum membuat ban pengikat uang yang
diparaf oleh petugas kasir dan pejabat
berwenang sebagai bukti uang telah Sudah kami
dihitung ulang dan tidak terdapat uang lakukan Sudah
palsu, sehingga pada saat dilakukan cash koreksi dilakukan
opname terdapat selisih kurang sebanyak sesuai yang koreksi
Rp13 ribu, yang terdiri dari 1 lembar dimaksud
pecahan Rp10 ribu, 1 lembar pecahan Rp2
ribu, dan 1 lembar pecahan Rp1 ribu.
Selanjutnya petugas kasir dan pejabat yang
berwenang agar lebih teliti dan melakukan
kontrol ulang terhadap fisik uang ketika
akan disimpan dalam brankas. Atas
kekurangan tersebut bank diminta
melakukan koreksi sbb:
Db. By. Non Operasional Rp13 ribu
Cr. Kas Rp13 ribu

2. Pemegang kunci pintu ruang khazanah dan


brankas kedua-duanya dipegang oleh Sudah
pegawai kasir dan pembukuan, seharusnya Sudah kami dilaksanakan
salah satunya dipegang oleh direktur lakukan untuk
sebagai kontrol atas kegiatan pembukaan sesuai yang pemegang
dan penutupan kas / operasional bank. dimaksud kunci oleh
direksi

f. Hasil pengecekan Komitmen auditee

Dalam laporan harus dikemukakan hasil pengecekan atas


pelaksanaan komitmen auditee atas audit sebelumnya yang
belum dapat dilaksanakan.

3. Informasi khusus yang tidak dicantumkan dalam laporan


hasil audit
Dalam hal suatu informasi hasil audit bersifat sangat terbatas dan
tidak dapat dicantumkan dalam laporan hasil audit, maka
informasi tersebut dilaporkan secara khusus kepada direktur
utama dan dewan Pengawas serta direktur kepatuhan sesuai
SOP Audit Internal / Kebijakan Umum Audit Internal Page | 32
STANDAR OPERASIONAL & PROSEDUR AUDIT INTERN
BANK PERKREDITAN RAKYAT ARTA SWASEMBADA
TANGGAL :
BAGIAN I
NO. REVISI :
KEBIJAKAN UMUM AUDIT INTERNAL NO DOKUEMEN :

dengan tingkat informasi khusus tersebut. Informasi tersebut


harus termasuk dalam pokok-pokok hasil audit yang disampaikan
ke Bank Indonesia setiap semester.

4. Proses Penyusunan Laporan


Proses penyusunan laporan perlu dilakukan dengan cermat agar
dapat disajikan laporan yang akurat dan bermanfaat bagi auditee.
Proses tersebut antara lain :
a. Kompilasi dan analisis temuan audit
Temuan auditor yang akan dituangkan dalam laporan harus
dikompilasi dan dianalisis tingkat signifikasinya.

b. Konfirmasi dengan auditee


Temuan audit harus dikomfirmasikan dengan auditee untuk
diketahui dan dipahami.

c. Diskusi dengan Kepala SPI


Temuan hasil audit yang sudah dikompilasi dan dianalisis harus
dilaporkan serta didiskusikan dengan kepala SPI atau pejabat
yang ditunjuk.

d. Diskusi dengan auditee


Diskusi ini dimaksudkan agar auditee memberikan komitemen
dan bersedia melakukan perbaikan dalam batas waktu
terntentu yang dijanjikan.

e. Review laporan
Konsep laporan yang disusun oleh tim audit di review oleh
kepala SKAI atau pejabat yang ditunjuk agar diperoleh
keyakinan bahwa laporan tersebut telah lengkap dan benar.

5. Penyampaian laporan
a. Laporan SPI kepada Direktur Utama, Dewan Pengawas,
Direktur kepatuhan ( Compliance Director ) dan auditee
Laporan auditor intern harus disampaikan oleh kepala SPI
kepada Direktur Utama,Dewan komisaris, Direktur Kepatuhan
( Compliance Director) dan auditee agar dapat diketahui dan
ditindak lanjuti.

SOP Audit Internal / Kebijakan Umum Audit Internal Page | 33


STANDAR OPERASIONAL & PROSEDUR AUDIT INTERN
BANK PERKREDITAN RAKYAT ARTA SWASEMBADA
TANGGAL :
BAGIAN I
NO. REVISI :
KEBIJAKAN UMUM AUDIT INTERNAL NO DOKUEMEN :

b. Laporan Direktur Utama dan Dewan Pengawas Kepada Bank


Indonesia.
Direktur Utama dan Dewan Komisaris Menyampaikan laporan
kepada pelaksanaan dan pokok-pokok hasil audit Intern setiap
semester kepada bank Indonesia. Selain itu, apabila terdapat
temuan audit intern yang diperkirakan dapat mengganggu
kelangsungan usaha bank, Direktur Utama dan Dewan
Komisaris harus segera melaporkannya kepada OJK.

504. TINDAKLANJUT HASIL AUDIT


SPI harus memantau dan menganalisis serta melaporkan
perkembangan pelaksanaan tindak lanjut perbaikan yang telah
dilakukan auditee. Tindak lanjut tersebut meliputi :

Pemantauan atas Pelaksanaan Tindak


Lanjut
Pemantauan atas pelaksanaan tindak lanjut harus dilakukan, agar
dapat diketahui perkembangannya dan dapat diingatkan kepada
auditee apabila auditee belum dapat melaksanakan komitmen
perbaikan menjelang atau sampai batas waktu yang dijanjikan.

Analisis Kecukupan Tindak Lanjut

Dari hasil pemantauan pelaksanaan tindak lanjut, dilakukan


analisa kecukupan atas realisasi janji perbaikan yang telah
dilaksanakan auditee. Selanjutnya pengecekan kembali tindak
lanjut perlu dilakukan apabila terdapat kesulitan atau hambatan
yang menyebabkan tindak lanjut tersebut tidak dapat dilakukan
sebagaimana mestinya.

Pelaporan Tindak Lanjut

Dalam hal pelaksanaan tindak lanjut tidak dilaksanakan oleh


auditee, maka SPI memberikan laporan tertulis kepada Direktur
Utama dan Dewan Pengawas untuk tindakan lebih lanjut.

Tindak lanjut yang dilakukan atas rekomendasi legal auditor sedapat


mengkin memenuhi hal-hal berikut :
SOP Audit Internal / Kebijakan Umum Audit Internal Page | 34
STANDAR OPERASIONAL & PROSEDUR AUDIT INTERN
BANK PERKREDITAN RAKYAT ARTA SWASEMBADA
TANGGAL :
BAGIAN I
NO. REVISI :
KEBIJAKAN UMUM AUDIT INTERNAL NO DOKUEMEN :

a. Meningkatkan kualitas dokumentasi transaksi dari segi yuridis;


b. Melengkapi alat bukti transaksi yang telah ada sebelumnya pada
bank;
c. Menghindari kemungkinan bank melakukan perbuatan melawan
hukum.
d. Agar nasabah atau pihak lain yang berhubungan dengan bank
dapat memenuhi prestasinya sesuai dengan transaksi/perjanjian
yang disetujuinya.
e. Meminimalkan bagi legal risk bagi bank ;

Dengan demikian, Auditor internal wajib untuk mengikuti tindak lanjut


atas tamuan audit yang dilaporkan untuk memastikan tindakan yang
tepat atau langkah perbaikan telah dilaksanakan oleh auditee dan
atau manajemen dengan melakukan konfirmasi perbaikan dari
auditee dan atau manajemen.

506. TAHAP DOKUMENTASI DAN ADMINISTRASI


Untuk mendukung hasil audit, SPI harus mendokumentasikan dan
mengadministrasikan bukti-bukti dokumen sejak tahap perencanaan,
persiapan, pelaksanaan,analisa, evaluasi dan pelaporan hasil audit.
Produk yang didokumentasikan dan diadministrasikan adalah semua
berkas kertas kerja audit termasuk surat-menyurat dan laporan hasil
audit.

a. Fungsi Kertas kerja audit

Fungsi kertas kerja audit adalah sebagai pendukung utama


dan laporan hasil audit dan sarana dalam membantu proses
perencanaan, pelaksanaan dan pemantauan hasil audit. Fungsi
lain kertas kerja audit adalah untuk memperoleh gambaran
apakah tujuan audit telah tercapai sesuai dengan yang
direncanakan, membantu pihak lain yang berkepentingan
dalam memeriksa hasil audit dan menilai kemampuan atau
kualitas SPI dalam melaksanakan tugasnya.

b. Penyusunan dokumentasi kertas kerja audit


Penyusunan dokumentasi kertas kerja harus
Rapi
SOP Audit Internal / Kebijakan Umum Audit Internal Page | 35
STANDAR OPERASIONAL & PROSEDUR AUDIT INTERN
BANK PERKREDITAN RAKYAT ARTA SWASEMBADA
TANGGAL :
BAGIAN I
NO. REVISI :
KEBIJAKAN UMUM AUDIT INTERNAL NO DOKUEMEN :

Dokumentasi kertas kerja audit harus rapi sehingga


memudahkan penggunaannya. Kertas kerja audit harus
lengkap, jelas dan mudah dimengerti sehingga
memudahkan bagi pihak yang memerlukan informasi
tersebut.
Sistematis
Dokumentasi kerja audit harus disusun secara sistematis
berdasarkan kronologis kejadiannya dengan menggunakan
indeks arsip.

c. Penyimpanan kertas kerja audit


Kertas kerja audit adalah arsip milik bank, sehingga harus
diperhatikan peraturan yang berlaku pada bank yang
bersangkutan, yaitu peraturan yang menangani penyimpanan,
keamanan dan kerahasiaanya. Hal-hal atau ketentuan khusus
yang harus diperhatikan dalam melaksanakan penyimpanan
arsip kertas kerja audit antara lain adalah sebagai berikut :

Izin penggunaan kertas kerja audit

Kertas kerja audit adalah milik bank sehingga pengambilan,


peminjaman dan pembuatan salinan harus oleh pihak luar
SKAI seperti satuan kerja lain dalam bank dan auditor
ekstern, harus dengan seizin kepala SPI dengan tetap
memperhatikan ketentuan mengenai rahasia bank.

Pengawasan terhadap kertas kerja audit

Kertas kerja audit harus berada dalam pengawasaan SPI


dan hanya boleh dibaca dan dipinjam oleh yang berwenang.

Penyimpanan kertas kerja audit

Penyimpanan kertas kerja audit harus dipisahkan menjadi


Arsip Kini dan Arsip Permanen. SKAI harus membuat
ketentuan mengenai tata cara penyimpanan Arsip Kini dan
Arsip Permanen tersebut disesuaikan dengan ketentuan
yang berlaku termasuk penetapan jadwal retensi.

2. Administrasi Hasil Audit


SOP Audit Internal / Kebijakan Umum Audit Internal Page | 36
STANDAR OPERASIONAL & PROSEDUR AUDIT INTERN
BANK PERKREDITAN RAKYAT ARTA SWASEMBADA
TANGGAL :
BAGIAN I
NO. REVISI :
KEBIJAKAN UMUM AUDIT INTERNAL NO DOKUEMEN :

Hasil kerja akhir dan SPI adalah laporan hasil audit yang dibuat
secara tertulis. Laporan hasil laudit harus didukung oleh
dokumentasi kertas kerja audit dan telah diperiksa oleh kepala
SPI mengenai tata cara penyajian maupun kebenarannya.
Laporan hasil audit maupun surat-menyurat harus diarsipkan
sebagai dokumen yang bersifat rahasia.

Karena dokumentasi tersebut merupakan alat bukti bagi legal


auditor dan bank, maka harus diadministrasikan secara baik dan
benar dan dapat dijamin keamanannya sampai jangka waktu
yang telah ditentukan sesuai dengan umur transaksi tersebut.

SOP Audit Internal / Kebijakan Umum Audit Internal Page | 37