Anda di halaman 1dari 10

PEMANFAATAN TEKNOLOGI REMOTE SENSING (RS) DAN GIS

DALAM PENGELOLAAN DAERAH ALIRAN SUNGAI (DAS)

Tugas Mata Kuliah


Penginderaan Jauh dan SIG
Dosen
HENDRIK SEGAH., S.HUT., M.Si. Ph.D

Oleh :
ROMIE HENDRAWAN
CFA 216 017

PROGRAM PASCA SARJANA


MAGISTER PENGELOLAAN SUMBERDAYA ALAM DAN LINGKUNGAN
UNIVERSITAS PALANGKA RAYA
2017

1
KATA PENGANTAR

Puji syukur pada kasih dan karunia Tuhan Yang Maha Esa atas segala penyertaan-Nya
dalam pembuatan Tugas Makalah ini sehingga dapat diselesaikan dengan baik dan tepat pada
waktunya.

Tugas Makalah ini ditulis berdasarkan tulisan yang diperoleh melalui literatur baik buku,
maupun internet yang membahas mengenai Pemanfaatan Teknologi RS dan GIS Dalam
Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (DAS). Penulis menyadari dalam tugas makalah ini terdapat
banyak kekurangan serta jauh dari kesempurnaan, baik dalam penulisan maupun isi makalah.
Oleh karena itu, segala saran dan kritik yang membangun dari semua pihak sangat diharapkan
demi kesempurnaan makalah ini.

Pada kesempatan ini, penulis tidak lupa mengucapkan terimakasih kepada Bapak
Hendrik Segah, S.HUT., M.Si. Ph.D selaku dosen mata kuliah Penginderaan jauh dan SIG serta
semua pihak yang telah membantu dalam penulisan tugas ini, Harapan penulis, semoga Makalah
yang telah disusun ini dapat bermanfaat bagi kita semua.

Palangka Raya , Oktober 2017

Penulis

ii2
DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL ......................................................................................................... i


KATA PENGANTAR ....................................................................................................... ii
DAFTAR ISI ...................................................................................................................... iii
DAFTAR GAMBAR ......................................................................................................... iii

I. PENDAHULUAN ............................................................................................... 1

II. PEMBAHASAN ................................................................................................... 2

III. KESIMPULAN .................................................................................................... 7

DAFTAR PUSTAKA ........................................................................................................ 7

DAFTAR GAMBAR

Gambar 1. Interaksi Antara Tenaga Elektromagnetik dan Atmosfir .......................... 3

Gambar 2. Hasil Penginderaan Jauh Kondisi Daerah Aliran Sungai ............................ 4

Gambar 3. Peta hasil penginderaan jauh luas daerah dan intensitas banjir ................... 5

Gambar 4. Hasil penginderaan jauh menentukan pola aliran sungai ............................ 5

Gambar 5. A. Eco Sounder

B. Hasil Studi Batimetri ............................................................................. 6

iii3
I. PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Pada era Modern ini seiring dengan perkembangan teknologi di dunia khususnya dalam
penginderaan jauh atau Remote Sensing (RS), maka pemanfaatan tenologi penginderaan jauh
juga semakin besar dan semakin banyak orang yang memanfaatkannya. Seperti juga di Indonesia
Perkembangan penginderaan jauh saat ini cenderung terus mengalami perkembangan hal ini
terutama dalam mendukung pembangunan berkelanjutan yang semakin meningkat. Penginderaan
jauh ini tidak terlepas dari kebutuhan yang sangat mendesak dari masyarakat modern untuk
memecahkan persoalan secara simultan, cepat, benar, efisien dan aktual dari semua faktor yang
mempengaruhi sistem tersebut, sehingga diperoleh hasil yang optimal (Bangun Muljo Sukojo).

Pemanfaatan teknologi penginderaan jauh saat ini sudah banyak digunakan dalam segala
sektor, diantaranya dalam bidang pertanahan, kehutanan, pertanian, hidrologi, geologi, militer
dan lain sebagainya. Khusus didalam bidang hidrologi, salah satu manfaat dari teknologi ini
adalah didalam pengelolaan daerah aliran sungai (DAS), sehingga perlu dibahas lebih lanjut agar
mengetahui lebih jauh apa saja pemanfaatan penginderaan jauh tersebut didalam pengelolaan
aliran sungai (DAS).

B. Rumusan Masalah

Rumusan masalah dalam makalah ini adalah :


1. Apa itu penginderaan Jauh atau Remote Sensing ?
2. Apa saja manfaat penginderaan jauh atau remote sensing dalam pemgelolaan DAS ?

C. Maksud dan Tujuan

Maksud dari penulisan makalah ini adalah untuk memenuhi tugas mata kuliah
Penginderaan Jauh dan SIG pada semester III Program Studi Magister Pengelolaan Sumberdaya
Alam dan Lingkungan (PSAL) Universitas Palangka Raya (UPR).

Tujuan makalah ini adalah untuk mengetahui lebih mendalam mengenai penginderaan
jauh atau remote sensing terutama manfaatnya didalam pengelolaan daerah aliran sungai (DAS).

14
II. PEMBAHASAN

A. Penginderaan Jauh (Remote Sensing)


Penginderaan jauh atau Remote Sensing adalah suatu ilmu atau seni untuk memperoleh
informasi tentang suatu objek, daerah atau fenomena melalui analisis data yang diperoleh dengan
suatu alat tanpa kontak langsung dengan objek, daerah atau fenomena yang diteliti. Bagi
sebagian orang penginderaan jauh selalu identik penginderaan dengan menggunakan citra
satelit, akan tetapi sebenarnya penginderaan jauh merupakan suatu analisis data atau objek yang
diamati dengan menggunakan alat bisa merupa satelit, pesawat terbang, radar, teropong, dron
atau bahkan menggunakan mata biasa tanpa kontak langsung dengan objek, sudah dikategorikan
sebagai suatu penginderaan jauh. Atau dengan kata lain apabila kita mengamati dan menganalisa
suatu objek atau suatu benda menggunakan mata kita tanpa kita kontak dengan benda tersebut,
sudah dikategorikan sebagai penginderaan jauh.

Komponen dalam Penginderaan Jauh

Dalam penginderaan jauh sumber tenaga dalam proses untuk memperoleh informasi
suatu objek terdiri dari 2 yaitu : Sistem pasif adalah sistem yang menggunakan sinar matahari,
dan Sistem aktif adalah sistem yang menggunakan tenaga buatan seperti gelombang mikro.
Jumlah tenaga yang diterima oleh objek di setiap tempat juga berbeda-beda, hal ini dipengaruhi
oleh beberapa faktor, antara lain :

1. Waktu penyinaran, jumlah energi yang diterima oleh objek pada saat matahari tegak lurus
(siang hari) lebih besar daripada saat posisi miring (sore hari). Makin banyak energi yang
diterima objek, makin cerah warna objek tersebut

2. Bentuk permukaan bumi, permukaan bumi yang bertopografi halus dan memiliki warna
cerah pada permukaannya lebih banyak memantulkan sinar matahari dibandingkan
permukaan yang bertopografi kasar dan berwarna gelap. Sehingga daerah bertopografi halus
dan cerah terlihat lebih terang dan jelas.

3. Keadaan cuaca, kondisi cuaca pada saat pemotretan mempengaruhi kemampuan sumber
tenaga dalam memancarkan dan memantulkan. Misalnya kondisi udara yang berkabut
menyebabkan hasil pengindaran jauh menjadi tidak begitu jelas atau bahkan tidak terlihat.

25
Lapisan udara terdiri atas berbagai jenis gas, seperti O2, CO2, nitrogen, hidrogen dan
helium. Molekul-molekul gas yang terdapat di dalam atmosfer tersebut dapat menyerap,
memantulkan dan melewatkan radiasi elektromagnetik. Di dalam penginderaan jauh terdapat
istilah Jendela Atmosfer, yaitu bagian spektrum elektromagnetik yang dapat mencapai bumi.
Keadaan di atmosfer dapat menjadi penghalang pancaran sumber tenaga yang mencapai ke
permukaan bumi. Kondisi cuaca yang berawan menyebabkan sumber tenaga tidak dapat
mencapai permukaan bumi. (Sumber : Wikipedia).

Gambar 1. Interaksi antara tenaga elektromagnetik dan atmosfir (Wikipedia)

Interaksi antara tenaga dan objek dapat dilihat dari rona yang dihasilkan oleh foto udara.
Tiap-tiap objek memiliki karakterisitik yang berbeda dalam memantulkan atau memancarkan
tenaga ke sensor. Objek yang mempunyai daya pantul tinggi akan terlihat cerah pada citra,
sedangkan objek yang daya pantulnya rendah akan terlihat gelap pada citra. Contoh: Permukaan
puncak gunung yang tertutup oleh salju mempunyai daya pantul tinggi yang terlihat lebih cerah,
daripada permukaan puncak gunung yang tertutup oleh lahar dingin. Komponen utama dalam
penginderaan jauh yaitu sensor dan wahana, sensor merupakan alat pemantau yang dipasang
pada wahana, baik pesawat maupun satelit. Sedangkan wahana adalah kendaraan/media yang
digunakan untuk membawa sensor guna mendapatkan penginderaan jauh.

Manfaat Penginderaan Jauh

Dengan kemajuan teknologi yang semakin pesat saat ini penginderaan jauh sudah banyak
dimanfaatkan oleh berbagai keperluan seperti : Bidang kelautan, bidang hidrologi, bidang
klimatologi (cuaca), bidang sumber daya bumi dan lingkungan, bidang geologi, bidang
angkasa luar dan lain sebagainya.

36
B. Manfaat penginderaan jauh atau remote sensing dalam pengelolaan DAS

Salah satu manfaat dari teknologi penginderaan jauh adalah pengamatan fenomena
hidrologi dalam hal ini pengelolaan daerah aliran sungai (DAS). DAS (watershed atau drainage
basin) adalah suatu area di permukaan bumi yang di dalamnya terdapat sistem pengaliran sumber
daya air yang terdiri dari satu sungai utama (main stream) dan beberapa anak cabang yang
berfungsi sebagai daerah tangkapan air dan mengalirkan air melalui satu outlet (Ritter, 2003).
DAS merupakan kawasan yang dikelola dalam upaya menjaga kontinuitas ketersediaan
air. Keberhasilan pengelolaan suatu DAS diharapkan dapat mencegah terjadinya banjir pada saat
musim hujan dan menghindarkan kekeringan pada musim kemarau. Penginderaann jauh
dimanfaatkan untuk mendukung pengelolaan DAS melalui ekstraksi beberapa jenis informasi
tematik yang memberikan gambaran karakteristik DAS (Siwi & Harsanugraha, 2008).
Manfaat penginderaan jauh didalam pengelolaan daerah aliran sungai adalah untuk
mengetahui dan mendapatkan informasi mengenai :

1. Pengamatan DAS. Dalam hal ini, informasi spasial di Daerah Aliran Sungai atau daerah
sekitar yang mempengaruhinya perlu diketahui sesuai dengan kondisi riil saat ini. Penggunaan
data Penginderaan Jauh Landsat dapat memberikan gambaran secara keruangan tentang
bencana banjir dan longsor yang menimpa suatu daerah.

Gambar 2. Hasil Penginderaan Jauh Kondisi Daerah Aliran Sungai

2. Pengamatan luas daerah dan intensitas banjir. Citra penginderaan jauh satelit, dapat
dimanfaatkan sebagai data untuk memahami dan menganalisis luas areal yang tergenang oleh
banjir secara spasial.

47
Gambar 3. Peta hasil penginderaan jauh luas daerah dan intensitas banjir

3. Pemetaan pola aliran sungai. Pola aliran merupakan pola dari organisasi atau hubungan
keruangan dari lembah-lembah, baik yang dialiri sungai maupun lembah yang kering atau
tidak dialiri sungai. Pola aliran dipengaruhi oleh lereng, kekerasan batuan, struktur, sejarah
diastrofisme, sejarah geologi dan geomerfologi dari daerah aliran sungai. Dengan demikian
pola aliran sangat berguna dalam interpretasi kenampakan geomorfologis, batuan dan
struktur geologi. Citra satelit yang paling baik digunakan untuk pembuatan peta pola aliran
adalah citra radar yang menghasilkan kenampakan tiga dimensi yang paling baik.
Keunggulan dari citra radar salah satunya adalah sangat baik menggambarkan topografi
permukaan bumi. Pola aliran mempunyai berbagai jenis pola, diantaranya ialah dendritic,
paralel, radial, trelis, rectangular, centripetal, angular dan multibasinal. Yang semuanya
memiliki tipe sendiri-sendiri yang membedakan antara satu pola aliran dengan pola aliran
yang lain.

Gambar 4. Hasil penginderaan jauh penentuan pola aliran sungai

85
4. Studi sedimentasi sungai. Kaitanya dengan sedimentasi sungai citra penginderaan jauh dapat
digunakan untuk menganalisis perkembangan sedimentasi dari waktu kewaktu dengan cara
membandingkan citra dari waktu yang berbeda sehingga dapat di ketahui perkembangan
sedimentasinya.

Gambar 5. Hasil Penginderaan Jauh tingkat sedimentasi sungai

5. Studi Batimetri. Penginderaan jauh dalam kaitannya dengan studi batimetri adalah untuk
mengetahui kedalaman di bawah air dan studi tentang tiga dimensi lantai samudra, danau
atau sungai. Sebuah peta batimetri umumnya menampilkan relief lantai atau dataran dengan
garis-garis kontur (contour lines) yang disebut kontur kedalaman (depth
contours atau isobath), dan dapat memiliki informasi tambahan berupa informasi navigasi
permukaan. Studi batimetri ini biasanya menggunakan alat Echo Sounder, Sesuai dengan
namanya echo yang berarti gema dalam bahasa Inggris, alat ini mempunyai prinsip
memancarkan bunyi dan kemudian gemanya atau bunyi pantulannya ditangkap kembali
untuk mengetahui keberadaan benda-benda di bawah air. Penggunaan teknik ini didasarkan
pada hukum fisika tentang perambatan dan pemantulan bunyi dalam air.

Gambar 6.
A. Echo Sounder
B. Hasil Studi Batimetri

69
III. KESIMPULAN

Berdasarkan uraian diatas maka dapat disimpulkan beberapa hal yaitu :

1. Penginderaan jauh atau Remote Sensing adalah suatu ilmu atau seni untuk memperoleh
informasi tentang suatu objek, daerah atau fenomena melalui analisis data yang diperoleh
dengan suatu alat tanpa kontak langsung dengan objek. Penginderaan jauh tidak saja melalui
satelit, pesawat terbang, dron dan lain-lain, akan tetapi mengamati dan menganalisa suatu
objek atau suatu benda menggunakan mata kita tanpa kita kontak dengan benda tersebut,
sudah dikategorikan sebagai penginderaan jauh.

2. Pengelolaan suatu DAS diharapkan dapat mencegah terjadinya banjir pada saat musim hujan
dan menghindarkan kekeringan pada musim kemarau, Penginderaann jauh dimanfaatkan
untuk mendukung pengelolaan DAS melalui ekstraksi beberapa jenis informasi tematik yang
memberikan gambaran karakteristik DAS, seperti :

a. Pengamatan DAS (Kondisi rill DAS)

b. Pengamatan luas daerah dan intensitas banjir

c. Pemetaan pola aliran sungai

d. Studi sedimentasi sungai dan Studi Batimetri.

DAFTAR PUSTAKA

Bangun Muljo Sukojo, 2010, Sejarah dan Perkembangan Penginderaan Jauh di Indonesia,
Forum Ilmiah Tahunan Ikatan Surveyor Indonesia, diambil dari :
http://resits.its.ac.id/index.php/conference/122528/Sejarah_dan_Perkembangan_Pe
nginderaan_Jauh_di_Indonesia (11 Oktober 2017).
Ritter, M. (2003). The Physical Environment. Diambil kembali dari University of Wisconsin-
Stevens Point: diambil dari : http://www.uwsp.edu/geo/faculty/ritter. (11 Oktober
2017)
Siwi, S. E., & Harsanugraha, W. K. (2008). Pemanfaatan Citra Satelit Penginderaan Jauh untuk
Pengelolaan Sumber Daya Air. Penginderaan Jauh, 501.
Wikipedia, Penginderaan Jauh, https://id.wikipedia.org/wiki/Penginderaan_jauh, (11 Oktober
2017

7
10