Anda di halaman 1dari 5

TUGAS FARMAKOGNOSI FITOKIMIA II

REVIEW JURNAL

Isolasi Senyawa Flavonoid dari Daun Salam (Polyanthi folium)

Disusun oleh:

Nama : Kinanthi Dwi Nurbaiti

NIM : 11151020000030

Kelas : Farmasi 4A 2015

PROGRAM STUDI FARMASI

FAKULTAS KEDOKTERAN DAN ILMU KESEHATAN

UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SYARIF HIDAYATULLAH

JAKARTA

2017
REVIEW JURNAL

Isolasi Senyawa Flavonoid dari Daun Salam (Polyanthi folium)

Jurnal Prosiding SEMIRATA bidang MIPA BKS-PTN Barat.


Download http://jurnal.untan.ac.id/index.php/semirata2015/article/view/14235
Halaman 227-283
Tahun 2015
Penulis Bustanul Arifin, Hasnirwan, Hermansyah
Reviewer Kinanthi Dwi Nurbaiti (1115102000030)
Tanggal 4 Juni 2017

I. PENDAHULUAN
Indonesia memiliki kekayaan alam yang melimpah pada sumber daya alam hayati.
Banyak jenis tumbuhan yang sudah dimanfaatkan sejak lama sebagai makanan dan obat
obatan tradisional tapi belum diketahui senyawa kimia yang terkandung didalamnya.
Kandungan kimia yang memberikan efek fisiologi dan farmakologi lebih dikenal dengan
senyawa aktif. Senyawa aktif ini merupakan hasil metabolisme sekunder dari tumbuhan
itu sendiri. Bahan aktif yang biasanya terdapat dalam tumbuhan berupa metabolit
sekunder seperti flavonoid, alkaloid, terpenoid, steroid, dan lain-lain.
Flavonoid merupakan salah satu senyawa fenol alam yang terbesar dan pada
umumnya terdapat pada tumbuhan tingkat tinggi. Senyawa ini mempunyai berbagai
bioaktivitas diantaranya sebagai antioksidan, antibakteri, dan antivirus.
Salah satu tumbuhan yang mengandung flavonoid yaitu daun salam (Polyanthi
folium) yang merupakan tumbuhan tingkat tinggi yang mudah tumbuh di daerah tropis.
Tumbuhan ini selain digunakan untuk bumbu masak ternyata juga dapat menjadi
antioksidan, yang dapat mengurangi pembentukan radikal bebas penyebab kanker.

Tujuan Penelitian
Tujuan dari penelitian pada jurnal ini yaitu untuk mengisolasi dan mengidentifikasi
senyawa flavonoid dari daun salam (Polyanthi folium)

Subjek Penelitian
Pada penelitian ini yang menjadi subjek penelitian yaitu sampel daun salam
(Polyanthi folium) yang diambil di kecamatan Lubuk Begalung, kota Padang, Propinsi
Sumatera Barat sebanyak 2 kg.
II. METODE PENELITIAN
Metoda yang dilakukan peneliti pada jurnal ini yaitu yang pertama adalah uji
pendahuluan flavonoid yang bertujuan untuk memastikan terdapatnya senyawa flavonoid
pada daun salam (Polyanthi folium). Selanjutnya untuk proses isolasi senyawa flavonoid,
peneliti menggunakan metode maserasi, kromatografi kolom serta dikarakterisasi
dengan metode spektroskopi.

Uji Pendahuluan Flavonoid


Metode ini dilakukan dengan menghaluskan 2 gram sampel segar daun salam,
kemudian dimasukan ke dalam tabung reaksi dan dimaserasi dengan methanol serta
dipanaskan di atas penangas selama 15 menit. Hasil maserasi dalam kondisi panas
disaring dan dimasukan ke dalam tabung reaksi lainnya. Ditambahkan beberapa tetes
larutan HCl pekat dan beberapa butir bubuk Mg ke dalam ekstrak metanol. Terbentuknya
warna merah menandakan adanya senyawa flavonoid (T.J. Mabry, et al., 1970 dan
Harbone, J.B, 1987).

Isolasi Senyawa Flavonoid


Sampel dimaserasi pada temperatur kamar menggunakan pelarut metanol beberapa
kali sampai ekstraksi sempurna. Hasil maserasi dipekatkan dengan rotary evaporator
pada suhu 40C. Ekstrak pekat tersebut difraksinasi dengan n-heksana, kemudian
dilanjutkan fraksi dengan etil asetat dan kemudian dengan n-butanol. Setiap fraksi yang
didapatkan dilakukan uji terhadap senyawa flavonoid. Fraksi yang positif flavonoid
(fraksi etil asetat) dipekatkan dengan rotary evaporator.
Ekstrak pekat dari fraksi etil asetat sebanyak 5 gram dilakukan kolom kromatografi
menggunakan eluen n-heksana, etil asetat dan metanol dengan sistim kepolaran
bertingkat. Hasil kromatografi kolom tersebut selanjutnya diuji dengan KLT dengan
menggunakan pengungkap noda uap yodium. Untuk fraksi yang mempunyai pola noda
dan harga Rf yang sama digabung menjadi satu fraksi dan selanjutnya dipekatkan dengan
rotari evaporator.
Fraksi yang diperoleh dilakukan uji flavonoid dan dilakukan kromatografi kertas
untuk menentukan adanya senyawa flavonoid. Fraksi yang positif terhadap uji flavonoid
dimurnikan dengan kromatografi kertas preparatif menggunakan eluen n-butanol:asam
asetat:air (4:1:5). Hasil isolasi senyawa yang didapatkan dilakukan karakterisasi untuk
mengetahui strukturnya (T.J. Mabry, et al., 1970).
Karakterisasi senyawa hasil isolasi
Untuk menentukan golongan flavonoid, hasil isolasi diperiksa dengan metoda
kromatografi kertas 2 arah, dengan eluen campuran n-butanol, asam asetat, dan air
(4:1:5) serta asam asetat 15%. Kemudian dibandingkan dengan kromatogram standar.
Untuk menentukan strukturnya digunakan analisis spektroskopi spektrofotometer
ultraviolet dan infra merah. Khusus untuk spektofotometer ultraviolet dilakukan
penambahan pereaksi geser natrium metoksida (NaOCH3), alumunium klorida/asam
klorida (AlCl3/HCl) dan natrium asetat/asam borat (NaOOCCH3/H3BO3). (T.J. Mabry,
et al.,1970).

III. HASIL
1. Hasil isolasi dari fraksi etil asetat diperoleh senyawa flavonoid berupa bubuk
berwarna kuning, dengan titik leleh 200-203C dan memberikan harga Rf 0,45 dengan
eluen n-heksana : etil asetat (5:5), Rf 0,55 dengan eluen n-heksana : etil asetat (2:8)
dan Rf 0,75 eluen etil asetat : aseton (5:5) serta Rf 0,88 dengan eluen etil asetat :
metanol (1:1).
2. Senyawa hasil isolasi dengan kromatografi kertas 2 arah dengan eluen nbutanol:asam
asetat:air (4:1:5) Rf 0,87 dan asam asetat 15% Rf 0,26.
3. Analisa data pemeriksaan kimia, kromatografi kertas 2 arah, spektrometri UV dan IR
disimpulkan bahwa senyawa hasil isolasi adalah senyawa flavonoid golongan flavon.
4. Analisa spektrum UV dengan pereaksi geser menunjukkan bahwa senyawa flavon
memiliki gugus OH pada posisi C7.

IV. KESIMPULAN
Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, maka dapat disimpulkan bahwa senyawa
hasil isolasi adalah senyawa flavonoid golongan flavon, yang memiliki gugus OH pada
posisi C7.
DAFTAR PUSTAKA

Arifin, Bustanul. Hasnirwan. Hermansyah. 2015. Isolasi Senyawa Flavonoid Dari Daun
Salam (Polyanthi folium). Jurnal Prosiding SEMIRATA bidang MIPA BKS-PTN
Barat. Universitas Tanjungpura, Pontianak
Harbone, J.B., Phytochemical Methods (Metoda Fitokimia, Penuntun Cara Moderen
Menganalisis Tumbuhan), Trebitan ke-2, diterjemahkan oleh Kosasih Padmawinata,
Penerbit ITB, Bandung, 1987.
Mabry, T.J., K. R. Markham and M.B. Thomas, The Systematic Identification of Flavonoid,
Springer-Verlag, Berlin, 1970.