Anda di halaman 1dari 6

Tugas Diskusi Kelompok 03 (Kelas 03)

Oleh:

Landep Ayuningtias

Herdikanata

Rizman Pebrian

Irfan Rofi

M. Rizki F

Aditya Ibnu Ibrahim

Pancasila dalam Konteks Sejarah Perjuangan Bangsa


Indonesia
Pancasila di Era Orde Lama

Pendahuluan
Orde Lama adalah sebutan bagi masa pemerintahan Presiden Soekarno di Indonesia.
Ir. Soekarno adalah presiden Indonesia pertama yang menjabat pada periode 1945 1966.
Orde Lama berlangsung dari tahun 1945 hingga 1968. Dalam jangka waktu tersebut,
Indonesia menggunakan bergantian sistem ekonomi liberal dan sistem ekonomi
komando. Dalam jangka waktu tersebut, Indonesia menggunakan bergantian sistemekonomi
liberal dan sistem ekonomi komando.Di saat menggunakansistem ekonomi liberal, Indonesia
menggunakan sistem pemerintahanparlementer. Di saat menggunakan sistem ekonomi
liberal, Indonesia menggunakan sistem pemerintahan parlementer. Presiden Soekarno di
gulingkan waktu Indonesia menggunakan sistem ekonomi komando. Pemerintahan Soekarno
pada era 1960-an, masa ekonomi surut di Indonesia. Saat itu harga-harga melambung tinggi,
sehingga pada tahun 1966 mahasiswa turun ke jalan untuk mencegah rakyat yang turun.
Mereka menuntut Tritura. Jika saat itu rakyat yang turun, mungkin akan terjadi people power
seperti yang terjadi di Philipina.
Pemerintahanj Rezim Militer (Orba) cukup baik pada era 1970-an dan 1980-an, namun
akhirnya kandas di penghujung 1990-an karena ketimpangan dari pemerintah itu sendiri. Di
pemerintahan Soekarno malah terjadi pergantian sistem pemerintahan berkali-kali. Liberal,
terpimpin, dsb mewarnai politik Orde Lama. Rakyat muak akan keadaan tersebut.
Pemberontakan PKI pun sebagian dikarenakan oleh kebijakan Orde Lama. PKI berhaluan
sosialisme/komunisme (Bisa disebut Marxisme atau Leninisme) yang berdasarkan asas sama
rata, jadi faktor pemberontakan tersebut adalah ketidakadilan dari pemerintah Orde Lama.
Masa orde lama yaitu masa pemerintahan yg dimulai dari proklamasi kemerdekaan 17
agustus 1945 sampai masa terjadinya G30 S PKI. Dizaman orde lama partai yang ikut pemilu
sebanyak lebih dari 25 partai peserta pemilu. Masa orde lama ideologi partai berbeda antara
yang satu dengan lainnya, ada Nasionalis PNI-PARTINDO-IPKI-dll, Komunis PKI; Islam
NU-MASYUMI- PSII-PI PERI, Sosialis PSI-MURBA, Kristen PARKINDO dll. Pelaksanaan
Pemilu pada Orde Lama hampir sama seperti sekarang.

1. Penerapan Demokrasi pada masa Orde Lama

Pada masa Orde lama, Pancasila dipahami berdasarkanparadigma yang berkembang pada
situasi dunia yang diliputi olehtajamnya konflik ideologi. Pada saat itu kondisi politik dan
keamanandalam negeri diliputi oleh kekacauan dan kondisi sosial-budaya beradadalam
suasana transisional dari masyarakat terjajah (inlander) menjadimasyarakat merdeka. Masa
orde lama adalah masa pencarian bentukimplementasi Pancasila terutama dalam sistem
kenegaraan. Pancasiladiimplementasikan dalam bentuk yang berbeda-beda pada masa
ordelama. Terdapat 3 periode implementasi Pancasila yang berbeda, yaituperiode 1945-1950,
periode 1950-1959, dan periode 1959-1966. Orde Lama telah dikenal prestasinya dalam
memberi identitas,kebanggaan nasional dan mempersatukan bangsa Indonesia.
Namundemikian, Orde Lama pula yang memberikan peluang bagikemungkinan kaburnya
identitas tersebut (Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945). Beberapa peristiwa pada Orde
Lama yangmengaburkan identitas nasional kita adalah; Pemberontakan PKI padatahun 1948,
Demokrasi Terpimpin, Pelaksanaan UUD Sementara1950, Nasakom dan Pemberontakan PKI
1965.

Pada masa orde lama ada dua demokrasi yang dipaka yaitu sebaggai berikut:

a. Masa demokrasi liberal

Demokrasi yang dipakai adalah demokrasi parlementer ataudemokrasi liberal. Demokrasi


pada masa itu telah dinilai gagal dalam menjamin stabilitas politik. Ketegangan politik
demokrasiliberal atau parlementer disebabkan hal-hal sebagai berikut:

-Dominanya politik aliran maksudnya partai politik yangsangat mementingkan kelompok


atau alirannya sendiri dari padamengutamakan kepentingan bangsa

- Landasan sosial ekonomi rakyat yang masih rendah.

- Tidak mampunya para anggota konstituante bersidang dalammennetukan dasar negara

b. Masa demokrasi terpimpin

Menurut Ketepan MPRS no. XVIII/MPRS /1965 demokrasitrepimpin adalah kerakyatan yang
dipimpn oleh hikmat

kebijaksamaan dalam permusyawaratan/perwakilan. Demokrasiterpimpin merupakan


kebalikan dari demokrasi liberal dalamkenyataanya demokrasi yang dijalankan Presiden
Soekarnomenyimpang dari prinsip-prinsip negara demokrasi.Penyimpanyantersebut antara
lain:
a. Kaburnya sistem kepartaian dan lemahnya peranan partai politik

b. Peranan parlemen yang lemah

c. Jaminan hak-hak dasar warga negara masih lemah

d. Terjadinya sentralisasi kekuasaan pada hubungan antara pusatdan daerah

e. Terbatasnya kebebasan pers sehingga banyak media masayang tidak dijinkan terbit.

Akhirnya dari demokrasi terpimpin memuncak denganadanya pemberontakan G 30 S / PKI


pada tanggal 30 September1965. Demokrasi terpimpin berakhir karena kegagalan
presidenSoekarno dalam mempertahankan keseimbangan antara kekuatanyang ada yaitu PKI
dan militer yang sama-sama berpengaruh. PKIingin membentuk angkatan kelima sedangkan
militer tidakmenyetujuinya. Akhir dari demokrasi terpimpin ditandai dengandikeluarkannya
surat perintah 11 Maret 1966 dari PresidenSoekarno kepada Jenderal Soeharto untuk
mengatasi keadaan.

Pada era orde lama (1955-1961), situasi negara Indonesiadiwarnai oleh berbagai macam
kemelut ditngkat elit pemerintahan

sendiri. Situasi kacau (chaos) dan persaingan diantara elit politikdan militer akhirnya
memuncak pada peristiwa pembenuhan
6 jenderal pada 1 Oktober 1965 yang kemudian diikuti dengandengan krisi politik dan
kekacauan sosial. Pada massa inipersoalan hak asasi manusia tidak memperoleh perhatian
berarti,bahkan cenderung semakin jauh dari harapan.

2. Pembentukan Konstituante dan Demokrasi Terpimpin Presidenn Soekarno (1950-


1959)

Sebelum Republik Indonesia Serikat dinyatakan bubar, padasaat itu terjadi demo
besar-besaran menuntut pembuatan suatuNegara Kesatuan. Maka melalui perjanjian antara
tiga negara bagian,Negara Republik Indonesia, Negara Indonesia Timur, & NegaraSumatera
Timur dihasilkan perjanjian pembentukan Negara Kesatuanpada tanggal 17 Agustus 1950.
Sejak 17 Agustus 1950, Negara Indonesia diperintah dengan menggunakan Undang-Undang
DasarSementara Republik Indonesia 1950 yg menganut sistem cabinet parlementer.

Era 1950-1959 adalah di mana presiden Soekarno memerintahmenggunakan


konstitusi Undang-Undang Dasar Sementara RepublikIndonesia 1950. Periode ini
berlangsung mulai dari 17 Agustus 1950sampai 6 Juli 1959.

Kabinet-kabinet Era Order Lama

Pada masa ini terjadi banyak pergantian kabinet diakibatkan situasipolitik yg tak stabil.
Tercatat ada 7 kabinet pada masa ini.

1. 1950-1951-Kabinet Natsir

2. 1951-1952-Kabinet Sukiman-Suwirjo
3. 1952-1953-Kabinet Wilopo

4. 1953-1955-Kabinet Ali Sastroamidjojo I

5. 1955-1956-Kabinet Burhanuddin Harahap

6. 1956-1957-Kabinet Ali Sastroamidjojo II

7. 1957-1959-Kabinet Djuanda

Konstituante, Sistem Parlementer Orde Lama

Konstituante diserahi tugas membuat undang-undang dasar ygbaru sesuai amanat UUDS
1950. Namun sampai tahun 1959 badan inibelum juga bisa membuat konstitusi baru. Presiden
Soekarnomenyampaikan konsepsi tentang Demokrasi Terpimpin pada DPRhasil pemilu yg
berisi ide untuk kembali pada UUD 1945. Akhirnya,Soekarno mengeluarkan Dekrit 5 Juli
1959, yg membubarkanKonstituante.

Dekrit Presiden 5 Juli 1959, Demokrasi TerpimpinDekrit Presiden 5 Juli 1959 ialah dekrit yg
mengakhiri masaparlementer & digunakan kembalinya UUD 1945. Masa sesudah inilazim
disebut masa Demokrasi TerpimpinIsi Dekrit Presiden 5 Juli 1959

- Kembali berlakunya UUD 1945 & tak berlakunya lagi UUDS 1950

- Pembubaran Konstituante

- Pembentukan MPRS & DPAS

3. Perekonomian pada Masa OrdeLama

Ketika negara kita sudah merdeka, pada tahun 1945 . Kondisi keadaanperekonomian
negara kita sangat buruk, hal itu disebabkan karena :

-Inflasi yang sangat tinggi, hal ini disebabkan karena beredarnyalebih dari satu mata uang di
negara kita yang sangat tidakterkendali. Pada waktu itu, untuk sementara waktu pemerintah
RImenyatakan tiga mata uang yang berlaku di wilayah RI, yaitu matauang De Javashe Bank
,mata uang pemerintah Hindia Belanda,danmata uang pendudukan Jepang. banyaknya uang
yang beredar dinegara kita menyebabkan harga-harga di negara kita menjadimeningkat.

- Adanya blockade ekonomi oleh Belanda sejak bulan November1945 untuk menutup pintu
perdagangan luar negeri

RI.

- Kas negara kosong.

- Ekspliotasi besar-besaran dimasa penjajahan.

4. Pancasila Era Orde Lama


Terdapat dua pandangan besar terhadap Dasar Negara yang berpengaruh terhadap munculnya
Dekrit Presiden. Pandangan tersebut yaitu mereka yang memenuhi anjuran Presiden/
Pemerintah untuk kembali ke Undang-Undang Dasar 1945 dengan Pancasila sebagaimana
dirumuskan dalam Piagam Jakarta sebagai Dasar Negara. Sedangkan pihak lainnya
menyetujui kembali ke Undang-Undang Dasar 1945, tanpa cadangan, artinya dengan
Pancasila seperti yang dirumuskan dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar yang disahkan
PPKI tanggal 18 Agustus 1945 sebagai Dasar Negara. Namun, kedua usulan tersebut tidak
mencapai kuorum keputusan sidang konstituante (Anshari, 1981: 99). Majelis (baca:
konstituante) ini menemui jalan buntu pada bulan Juni 1959. Kejadian ini menyebabkan
Presiden Soekarno turun tangan dengan sebuah Dekrit Presiden yang disetujui oleh kabinet
tanggal 3 Juli 1959, yang kemudian dirumuskan di Istana Bogor pada tanggal 4 Juli 1959 dan
diumumkan secara resmi oleh presiden pada tanggal 5 Juli 1959 pukul 17.00 di depan Istana
Merdeka (Anshari, 1981: 99-100). Dekrit Presiden tersebut berisi:

1. Pembubaran konstituante;

2. Undang-Undang Dasar 1945 kembali berlaku; dan

3. Pembentukan Majelis Permusyawaratan Rakyat

Sementara. Sosialisasi terhadap paham Pancasila yang konklusif menjadi prelude penting
bagi upaya selanjutnya; Pancasila dijadikan ideologi negara yang tampil hegemonik.
Ikhtiar tersebut tercapai ketika Ir. Soekarno memberi tafsir Pancasila sebagai satu kesatuan
paham dalam doktrin Manipol/USDEK. Manifesto politik (manipol) adalah materi pokok
dari pidato Soekarno tanggal 17 Agustus 1959 berjudul Penemuan Kembali Revolusi Kita
yang kemudian ditetapkan oleh Dewan Pertimbangan Agung (DPA) menjadi Garis-Garis
Besar Haluan Negara (GBHN). Belakangan, materi pidato tersebut dikukuhkan dalam
Penetapan Presiden (Penpres) Nomor 1 tahun 1960 dan Ketetapan MPRS No. 1/MPRS1960
tentang GBHN (Ali, 2009: 30). Manifesto politik Republik Indonesia tersebut merupakan
hasil perumusan suatu panitia yang dipimpin oleh D.N. Aidit yang disetujui oleh DPA pada
tanggal 30 September 1959 sebagai haluan negara (Ismaun, 1978: 105).

Oleh karena itu, mereka yang berseberangan paham memilih taktik gerilya di dalam
kekuasaan Ir. Soekarno. Mereka menggunakan jargon-jargon Ir. Soekarno dengan agenda
yang berbeda. Taktik demikian digunakan oleh sebagian besar kekuatan politik. Tidak hanya
PKI, mereka yang anti komunisme pun sama (Ali, 2009: 33). Walaupun kepentingan politik
mereka berbeda, kedua arus tersebut sama-sama menggunakan Pancasila sebagai justifikasi.
Ir. Soekarno menghendaki persatuan di antara beragam golongan dan ideologi termasuk
komunis, di bawah satu payung besar, bernama Pancasila (doktrin Manipol/USDEK),
sementara golongan antikomunis mengkonsolidasi diri sebagai kekuatan berpaham Pancasila
yang lebih murni dengan menyingkirkan paham komunisme yang tidak ber-Tuhan
(ateisme) (Ali, 2009: 34). Dengan adanya pertentangan yang sangat kuat ditambah carut

5. Berakhirnya Orde Lama


Soekarno menandatangani Surat Perintah 11 Maret 1966 Supersemar yang kontroversial,
yang isinya berdasarkan versi yang dikeluarkan Markas Besar Angkatan darat
menugaskan Letnan Jenderal Soeharto untuk mengamankan dan menjaga keamanan negara
dan institusi kepresidenan. Supersemar menjadi dasar Letnan Jenderal Soeharto untuk
membubarkan Partai Komunis Indonesia (PKI) dan mengganti anggota-anggotanya yang
duduk di parlemen. Setelah pertanggung jawabannya ditolak Majelis Permusyawaratan
Rakyat Sementara (MPRS) pada sidang umum ke empat tahun 1967, Presiden Soekarno
diberhentikan dari jabatannya sebagai presiden pada Sidang Istimewa MPRS di tahun yang
sama dan mengangkat Soeharto sebagai pejabat Presiden Republik Indonesia.

Kesimpulan

Orde Lama adalah istilah yang diciptakan oleh Orde Baru. Bung Karno sangat keberatan
masa kepemimpinannya dinamai Orde Lama. BK lebih suka dengan nama Orde Revolusi.
Tapi BK tak berkutik karena menjadi tahanan rumah (oleh pemerintahan militer Orde Baru)
di Wisma Yaso (sekarang jadi Museum TNI Satria Mandala Jl. Gatot Subroto Jakarta).

Orde Lama berlangsung dari tahun 1945 hingga 1968. Dalam jangka waktu tersebut,
Indonesia menggunakan bergantian sistem ekonomi liberal dan sistem ekonomi komando. Di
saat menggunakan sistem ekonomi liberal, Indonesia menggunakan sistem pemerintahan
parlementer. Presiden Soekarno di gulingkan saat Indonesia menggunakan sistem ekonomi
komando.

Orde Lama telah dikenal prestasinya dalam memberi identitas, kebanggaan nasional dan
mempersatukan bangsa Indonesia. Namun demikian, Orde Lama pula yang memberikan
peluang bagi kemungkinan kaburnya identitas tersebut (Pancasila dan Undang-Undang Dasar
1945). Beberapa peristiwa pada Orde Lama yang mengaburkan identitas nasional kita adalah;
Pemberontakan PKI pada tahun 1948, Demokrasi Terpimpin, Pelaksanaan UUD Sementara
1950, Nasakom dan Pemberontakan PKI 1965.Demokrasi terpimpin adalah sebuah
demokrasi yang sempat ada di Indonesia, yang seluruh keputusan serta pemikiran berpusat
pada pemimpinnya saja.