Anda di halaman 1dari 9

1.

Jelaskan apa yang menjadi Ontologi, Epistemologi, dan Aksiologi


Pendidikan Matematika
Penyelesaian :
a. Ontologi pendidikan matematika
Ontologi adalah teori mengenai apa yang ada, dan membahas tentang yang
ada, yang tidak terikat oleh satu perwujudan tertentu. Eksistensi dari entitas-entitas
matematika juga menjadi bahan pemikiran filsafat. Jadi, matematika ditinjau dari
aspek ontologi, dimana aspek ontologi telah berpandangan untuk mengkaji
bagaimana mencari inti yang yang cermat dari setiap kenyataan yang ditemukan,
membahas apa yang kita ingin ketahui, seberapa jauh kita ingin tahu, menyelidiki
sifat dasar dari apa yang nyata secara fundamental.
b. Epitemologi Matematematika
Epistemologi merupakan salah satu bagian dari filsafat dimana pemikiran
reflektif terhadap segi dari pengetahuan seperti kemungkinan, asal-mula, sifat
alami, batas-batas, asumsi dan landasan, validitas dan reliabilitas sampai kebenaran
pengetahuan.Jadi, matematika jika ditinjau dari aspek epistemologi, matematika
mengembangkan bahasa numerik yang memungkinkan kita untuk melakukan
pengukuran secara kuantitatif. Dengan konsep-konsep yang kongkrit, kontektual,
dan terukur matematika dapat memberikan jawaban secara akurat. Perkembangan
struktur mental seseorang bergantung pada pengetahuan yang diperoleh siswa
melalui proses asimilasi dan akomodasi.
c. Aksiologi Matematika
Aksiologi yaitu nilai-nilai, ukuran-ukuran mana yang akan dipergunakan
dalam seseorang mengembangkan ilmu. Aksiologi : Filsafat nilai, menguak baik
buruk, benar-salah dalam perspektif nilai Aksiologi matematika sendiri terdiri dari
etika yang membahas aspek kebenaran, tanggungjawab dan peran matematika
dalam kehidupan, dan estetika yang membahas mengenai keindahan matematika
dan implikasinya pada kehidupan yang bisa mempengaruhi aspek-aspek lain
terutama seni dan budaya dalam kehidupan. Jadi, jika ditinjau dari aspek aksiologi,
matematika seperti ilmu-ilmu yang lain, yang sangat banyak memberikan
kontribusi perubahan bagi kehidupan umat manusia di jagat raya nan fana ini.
Segala sesuatu ilmu di dunia ini tidak bisa lepas dari pengaruh matematika. Dimulai
dengan pertanyaan dasar untuk apa penggunaan pengetahuan ilmiah?Apakah
manusia makin cerdas dan makin pandai dalam mencapai kebenaran ilmiah,maka
makin baik pula perbuatanya.
2. Jelaskan Apakah yang dimaksud dengan Aksioma, dalil, dan teorema
dalam matematika
Penyelesaian :
a. Aksioma adalah proposisi yang di asumsikan benar , sehingga suatu
pernyataan yang dapat dilihat kebenarannya dan bersifat umum tanpa perlu
ada bukti .
b. Dalil adalah kebenaran yang diturunkan dari aksioma, suatu pernyataan
matematika yang masih memerlukan pembuktian dan pernyataan itu
dapat ditunjukkan bernilai benar.
c. Teorema adalah sutau pernyataan matematika yang masih memerlukan
pembuktian dan pernyataan itu dapat ditunjukkan bernilai benar.
3. Apa perbedaan pendekatan induktif dan deduktif dalam pendidikan
matematika, jelaskan dengan contoh dan dengan tidak contoh.
Penyelesaian :
a. Matematika sebagai ilmu deduktif
Matematika sebagai ilmu deduktif artinya pencarian kebenaran dalam
matematika menggunakan metode deduktif, yaitu generalisasi dari hal yang bersifat
umum lalu diarahkan menuju hal yang bersifat khusus. Salah satu cirinya adalah
pernyataan diperoleh akibat logis dari kebenaran sebelumnya, sehingga kaitan antar
konsep atau pernyataan matematika bersifat konsisten.
Contoh matematika sebagai ilmu deduktif
Definisi ilmu deduktif
Pola pikir deduktif secara sederhana dapat dikatakan pemikiran yang
berpangkal dari hal yang bersifat umum diterapkan atau diarahkan kepada hal yang
bersifat khusus. Pola pikir deduktif ini dapat terwujud dalam bentuk yang
sederhana tetapi juga dapat terwujud dalam bentuk yang tidak sederhana.
4. Hggg
5. Hjhh
6. Jelaskan arti matematika merupakan sebuah kontruktivisme sosial.
Jawaban :

Konstruktivisme Sosial memandang matematika sebagai konstruksi sosial.


Hal ini mengacu pada sifat tradisional, dalam menerima kenyatan bahwa bahasa
manusia, peraturan dan kesepakatan memainkan peran kunci dalam
mengembangkan dan membenarkan kebenaran matematika. Diambil darikuasi-
empirisme, epistemologi falibilst, termasuk pandangan bahwa pengetahuan dan
konsep matematika berkembang dan berubah. Hal ini juga mengadopsi tesis
filosofis Lakatos bahwa pengetahuan matematika tumbuh melalui dugan
(conjectures) dan penyangkalan (refutations), memanfatkan logika pada penemuan
matematika. konstruktivisme sosial adalah suatu deskriptif sebagai lawan dari
filsafat preskriptif matematika, bertujuan untuk menjelaskan hakekat matematika
dipahami secara luas, seperti pada kriteria kecukupan. Dasar untuk mengambarkan
pengetahuan matematika sebagai konstruksi sosial dan untuk mengadopsi nama ini
adalah tiga: Dasar pengetahuan matematika adalah pengetahuan linguistik,
kesepakatan (convention) dan aturan; sedangkan bahasa adalah konstruksi sosial,
Proses sosial interpersonal diperlukan untuk mengubah pengetahuan matematika
subyektif individu, setelah publikasi, dalam menerima pengetahuan matematika
secara objektif, Obyektivitas itu sendiri akan dipahami sebagai sosial.

7. Bagaimana pembelajaran matematika inquiry yang dikembangkan


Bruner, berikan contoh pembelajaran untuk mendapatkan luas daerah
lingkaran A = r2.

Jawaban :
Pembelajaran Inquiri itu adalah sebuah pembelajaran dimana guru
berusaha mengarahkan siswa untuk mampu menyadari apa yang sudah didapatkan
selama belajar. Sehingga siswa mampu berfikir dan terlibat dalam kegiatan
intelektual dan memproses pengalaman belajar itu menjadi sesuatu yang bermakna
dalam kehidupan nyata. Teori yang mendasari Pembelajaran Inquiry adalah teori
Bruner , dimana menurut Bruner, belajar akan lebih bermakna bagi siswa jika
mereka memusatkan perhatiannya untuk memahami struktur materi yang dipelajari.
Contoh pembelajarannya adalah Pembuktian Rumus Luas Daerah
Lingkaran dengan Menurunkan dari Rumus Luas Daerah Persegi panjang. Dimana
untuk menemukan luas rumus dari luas lingkarang dengan cara membagi sebuah
lingkaran menjadi beberapa juring-juring sebanyak 6 atau 8 atau 10 juring. semakin
banyak juring maka akan semakin membentuk persegi panjang yang lebih
mendekati dengan syarat jumlahnya genap dan jangan lupa salah satu juring dibagi
dua sama menurut jari-jari. kemudian disusun secara zigzag ke samping dengan
menempelkan sisi jari-jari dari masing-masing juring sehingga mendekati bentuk
persegi panjang seperti terlihat pada gambar di bawah :

Perhatikan gambar tersebut, kita dapat melihat bahwa susunan 8 potong


juring lingkaran tersebut mendekati bentuk persegi panjang. Sekarang, anggap
bangun datar yang telah kita bentuk tadi adalah persegi panjang dengan panjang =
keliling lingkaran dan lebar = r . dari data tersebut kita dapat membuktikan luas
lingkaran dengan uraian sebagai berikut :

8. Ada lima komponen : Industri Trainer, Technological Pragmatist, Old


Humanist, Progressive Educator, dan Public Educator untuk
berinteraksi dalam menentukan kontent pendidikan matematika
tersebut, jelaskan!

Jawaban :
Menurut Paul ernest terdapat lima jenis peta pendidikan yakni Industrial
Trainer, Technological Pragmatist, Old Humanist, Progressive Educator, dan
Public Educator. Kelima peta ini merupakan urutan dari jenis mendidik, dimulai
dari Industrial Trainer yang bertipe teacher centre sampai pada Public Educator
yang student centre.
Berawal dari mendidik yang industrial trainer, dimana pembelajaran berupa
teacher centre. Industrial trainer terdiri dari dua kata yaitu industrial dan trainer.
Industrial merupakan usaha dimana untuk menghasilkan sesuatu yang dapat
dimanfaatkan. Adapun kata trainer atau pelatih, yang berarti sebagai penyampai
pengetahuan. Dari kedua kata tersebut maka seorang industrial trainer merupakan
pengajar yang ingin meningkatkan pengetahuan siswa dalam bidang tertentu agar
dapat dimanfaatkan untuk kedepannya. Cara pengajarannya adalah dengan
menggunakan alat bantu sejenis papan tulis beserta kapur untuk menjelaskan
materi. Jenis soal yang digunakan untuk mengukur kemampuna siswa biasanya
jawaban yang berupa pilihan. Pengajar hanya menerangkan materi sehingga siswa
tidak memiliki kebebasan dalam mengeluarkan pendapat sehingga, siswa dalam
kelas tersebut menjadi homogen.
Cara mendidik selanjutnya adalah technological pragmatist, yang berbeda
dengan industrial trainer. Kata industrial bergeser menjadi technological, dimana
yang biasanya guru menjelaskan dengan alat tulis berupa papan tulis dan kapur
berubah menjadi media dengan memanfaatkan teknologi. Selanjutnya kata kedua
yaitu pragmatist telah bergeser dari kata trainer. Seorang guru yang ingin
meningkatkan pengetahuan siswa hanya dengan mentransfer ilmu, bergeser
menjadi guru yang mengedepankan siswa untuk berlogika pengamatan.
Berdasarkan asal katanya pragmatist adalah praktek, maka pembelajaran diarahkan
pada kebenaran dari hasil berpraktek. Pengetahuan yang didapat siswa pun bersifat
desentralisasi. Dimana pengetahuan yang didapat dari praktek tersebut berbeda-
beda sesuai dengan sudut pandang mereka dalam cara menilainya.
Old humanist merupakan jenis cara mendidik yang ketiga. Dari pemilihan
kata muncul kata old, berarti cara ini sudah pernah diterapkan pada zaman dahulu
sehingga dikatakan tua/old. Selanjutnya pemilihan kata yang kedua adalah
humanist, yang berarti kemanusiaan. Pembelajaran dari pendapat-pendapat
manusia yang didasarkan pada pengalaman merupakan sumber ilmu yang pasti
benar. Jadi, sesuatu yang tidak adapat dibuktikan dengan logika pengalaman dan
formal merupakan hal yang diragukan kebenarannya. Termasuk keberadaan Tuhan.
Jenis keempat pada cara mendidik adalah Progresive Educator. Dalam cara
ini guru berperan sebagai educator (pendidik). Pendidik adalah tidak sekedar
pengajar, selain bertugas menstransfer ilmu maka ia juga merubah anak menjadi
lebih baik moralnya. Pada cara ini siswa tidak lagi sekedar menrima ilmu tetapi
anak telah merasa membutuhkan ilmu sehingga mereka akan mengembangkan
sendiri kemampuannya menjadi sesuatu yang kreatif.
Public Educator merupakan jenis terakhir dari lima macam cara mendidik.
Pada cara ini siswa diajak langsung oleh guru untuk memecahkan masalah yang
berada di masyarakat umum. Matematika bukan lagi menjadi ilmu yang abstarak
tetapi konkret masalahnya dalam masyarakat. Mereka akan sering mengadakan
diskusi atau investigasi dalam memecahkan masalah-masalah tersebut. Sehingga
jenis soal yang sering digunakan untuk mengetahui hasil belajar mereka adalah
portofolio atau esay. Dengan adanya soal seperti ini pendidik akan mengetahui
perkembangan serta kesulitan siswa dalam memecahkan masalah matematika.
Kelima jenis cara mendidik tersebut merupakan hal yang biasa digunakan
pengajar. Tidak ada yang jelek dari kelima pembelajaran tersebut. Semuanya pasti
dipakai dalam suatu pembelajaran. Hanya intensitas pemakaiannya yang perlu
dimanage kembali. Jika ingin siswa yang kau ajar berkualitas maka seorang guru
juga harus berusaha untuk mengualitaskan diri. Untuk menggapai kebaikan
memang tidak mudah. Perlu komitmen yang kuat untuk mengusahakannya. Selalu
berdoalah pada Allah SWT agar setiap guru menjadi bermanfaat untuk siswa
mereka.

9. Secara filosofis Vigosky menyebutkan ZPD dan Scaffolding, maknai


hal tersebut.

Jawaban :

ZPD adalah zona antara tingkat perkembangan aktual dan tingkat


perkembangan potensial. Tingkat perkembangan aktual tampak dari kemampuan
anak menyelesaikan tugas-tugas secara mandiri. Sedangkan tingkat perkembangan
potensial tampak dari kemampuan anak menyelesaikan tugas atau memecahkan
masalah dengan bantuan orang dewasa. Ketika masuk dalam ZPD, maka anak
sebenarnya bisa, tetapi akan lebih optimal jika orang dewasa atau pendamping yang
lebih tahu, membantunya untuk mencapai tingkat perkembangan aktual.

Scaffolding dapat diartikan, memberikan sejumlah bantuan dalam tahap


awal pembelajaran, setelah itu baru melepaskan anak untuk punya tanggung jawab
sendiri dalam proses belajarnya, setelah ia menguasai bahan yang dipelajari. Jika
menggunakan contoh mengenali bentuk dua di atas, maka kita bisa lihat
kemampuan anak menunjuk angka dua ketika kita mengatakan dua. Atau boleh
juga meminta anak untuk mengambil angka dua di tumpukan mainan yang
berbentuk angka-angka lainnya.

10. Apa yang menjadi filosofis teori dualistik yang dikembangkan antara
dunia kerja dan dunia pendidikan.

Penyelesaian :

Banyak karakter positif semut. Dan hebatnya karakter semut yang seakan
sudah menjadi filosofi hidup para semut, dapat dijadikan pedoman untuk bekerja.
Memang filosofi itu sangat sederhana, namun jika Anda dapat menerapkannya,
Anda akan menjadi pekerja handal yang luar biasa. Berikut filosofi semut dalam
dunia kerja.
a. Semut selalu bekerjasama.
Mari perhatikan cara kerja semut, mulai dari mengangkat sebutir nasi
sampai memakannya. Mereka selalu bekerja sama. Sebutir nasi yang cukup berat
bagi semut, diangkat beramai-ramai ke tempat mereka. Begitu seterusnya hingga
butiran nasi yang mereka angkut mencukupi kebutuhan makan mereka. Kemudian
mereka akan menyantapnya pula bersama-sama. Kerjasama dan kekompakan para
semut bisa Anda jadikan teladan. Misalnya, saat rekan kerja Anda kesulitan, apa
salahnya Anda membantu. Toh hasilnya bukan untuk kepentingan pribadi namun
demi kepentingan kelompok atau bersama.
b. Semut saling peduli.
Kebiasaan semut yang saling bersentuhan (mungkin dalam bangsa manusia,
menegur atau bersalaman) jika bertemu, menandakan bahwa bangsa semut
memiliki kepedulian dan keakraban yang tinggi. Mereka merasa bahwa tidak ada
yang berbeda di antara mereka. Dalam dunia kerja, sentuhan yang berarti 'care'
memberi arti tersendiri bagi karyawan. Bayangkan, apa jadinya jika di lingkungan
kerja Anda, sudah tidak saling peduli? Sangat menyiksa bukan..? So, sikap ini dapat
ditumbuhkan untuk menjaga kekompakan dan menumbuhkan iklim kerja yang
kondusif.
c. Semut tidak pernah menyerah.
Bila Anda menghalang-halangi dan berusaha menghentikan langkah para
semut, mereka selalu akan mencari jalan lain. Mereka akan memanjat ke atas,
menerobos ke bawah atau mengelilinginya. Mereka terus mencari jalan keluar.
Suatu filosofi yang bagus, bukan? Jangan sekali-kali menyerah untuk menemukan
jalan menuju tujuan Anda.
d. Semut menganggap semua musim panas sebagai musim dingin.
Ini adalah cara pandang yang penting. Anda tidak boleh menjadi begitu naif
dengan menganggap musim panas akan berlangsung sepanjang waktu. Semut-
semut mengumpulkan makanan musim dingin mereka di pertengahan musimpanas.
Karena sangat penting bagi kita untuk bersikap realitis. Di musim panas Anda harus
memikirkan tentang halilintar. Anda seharusnya memikirkan badai sewaktu Anda
menikmati pasir dan sinar matahari. Berpikirlah ke depan, seperti halnya 'sedia
payung sebelum hujan'.
e. Semut menganggap semua musim dingin sebagai musim panas.
Ini juga penting. Selama musim dingin, semut mengingatkan dirinya
sendiri, "Musim dingin takkan berlangsung selamanya. Segera kita akan melalui
masa sulit ini." Maka ketika hari pertama musim semi tiba,semut-semut keluar dari
sarangnya. Dan bila cuaca kembali dingin, mereka masuk lagi ke dalam liangnya.
Lalu, ketika hari pertama musim panas tiba, mereka segera keluar dari sarangnya.
Mereka tak dapat menunggu untuk keluar dari sarang mereka.
Dengan bahasa lain, filosofi semut dapat Anda teladani dalam dunia kerja
dengan menjaga kerjasama, kekompokkan, saling peduli, kerja keras, pantang
menyerah, dan optimis memandang masa depan. Bagaimana? Tentu saja karena
Anda lebih hebat dari bangsa semut, Anda bisa mencapai sukses yang luar biasa,
jika Anda berusaha! Sukses untuk Anda...!!!