Anda di halaman 1dari 5

HASIL DAN PEMBAHASAN

Penelitian ini dilakukan pada tanggal 23-24 April 2017 di Taman Nasional Alas
Purwo Banyuwangi, Jawa Timur, di wilayah Segoro Anak Utara dan Selatan. Hasil
pengamatan pada lokasi penelitian didapatkan 9 jenis mangrove sejati, yaitu Avicennia
marina, Avicennia officinalis, Bruguiera cylindrica, Ceriops tagal, Excoecaria agallocha,
Lumnitzera racemosa, Rhizopora apiculata, Sonneratia alba, Sonneratia caseolaris, dan
Xylocarpus molluccensis, dan 1 jenis mangrove ikutan yaitu Hibiscus tiliaceus dengan 3 fase
hidup yang berbeda. Fase hidup tersebut adalah pohon, pancang dan semai. Fase pohon tidak
ditemukan pada spesies Avicennia officinalis. Fase pancang tidak ditemukan pada spesies
Sonneratia alba dan Sonneratia caseolaris. Sedangkan fase semai hanya ditenukan pada
spesies Ceriops tagal.
Kerapatan Mangrove di Segoro Anak
Kerapatan mangrove di lokasi penelitian berbeda pada setiap sampel plot. Hal ini
disebabkan karena adanya kompetisi perolehan unsur hara dan matahari. Faktor substrat dan
pasang surut air laut juga mempengaruhi perbedaan tersebut. Tingkat pertumbuhan mangrove
diperngaruhi oleh suplai air tawar dan salinitas, pasokan nutrient, dan stabilitas substat. Hasil
analisis vegetasi untuk kerapatan dan kerapatan relatif tersaji pada tabel 1.
Tabel.1 Kerapatan dan Kerapatan Relatif Mangrove di Lokasi Penelitian
K (kerapatan (btg/m2)) KR (Kerapatan relatif (%))
No Nama Jenis Mangrove
Pohon Pancang Semai Pohon Pancang Semai
1 Avicennia marina 0,0135 0,076 - 20,45 15,261 -
2 Avicennia officinalis - 0,004 - - 0,4 -
3 Bruguiera cylindrica 0,0005 0,16 - 0,75 0,8 -
4 Ceriops tagal 0,014 0,024 0,7625 21,21 32,12 1
5 Excoecaria agallocha 0,0015 0,01 - 2,27 4,81 -
6 Hibiscus tiliaceus 0,003 0,124 - 4,54 2,008 -
7 Lumnitzera racemosa 0,0225 0,074 - 34,09 24,89 -
8 Rhizopora apiculata 0,003 0,004 - 4,54 14,85 -
9 Sonneratia alba 0,004 - - 6,06 - -
10 Sonneratia caseolaris 0,0005 - - 0,756 - -
11 Xylocarpus molluccensis 0,0035 0,024 - 5,3 4,81 -
Sumber: Data Primer 2017
Kerapatan relatif tertinggi pada tingkat pohon adalah Lumnitzera racemose (34.09%).
Lumnitzera racemosa merupakan salah satu jenis mangrove yang paling utama yang mampu
bertahan terhadap kadar garam tinggi yaitu 90 (Chapman, 1967). Kerapatan relatif
terendah pada tingkat pohon adalah Bruguiera cylindrical (0.75%). Bruguiera cylindrical
umumnya dapat tumbuh pada area salinitas dibawah 25. Kerapatan relatif tertinggi pada
tingkat pancang adalah Ceriops tagal (32.12%), sedangkan kerapatan relatif terendah adalah
Avicennia officinalis (0.4%).
Frekuensi Mangrove di Segoro Anak
Hasil analisis vegetasi untuk frekuensi dan frekuensi relatif tersaji pada tabel 2. Hasil
perhitungan menunjukan bahwa frekuensi relatif tertinggi pada tingkat pohon adalah
Lumnitzera racemose (27,02%), sedangkan nilai frekuensi relatif terendah adalah Bruguiera
cylindrical yaitu 2.7%.
Tabel.2 Frekuensi dan Frekuensi Relatif Mangrove di Lokasi Penelitian
F (Frekuensi) FR (Frekuensi relatif (%))
No Nama Jenis Mangrove
Pohon Pancang Semai Pohon Pancang Semai
1 Avicennia marina 0,25 0,2 - 13,51 10 -
2 Avicennia officinalis - 0,05 - - 2,5 -
3 Bruguiera cylindrica 0,05 0,05 - 2,7 2,5 -
4 Ceriops tagal 0,25 0,45 0,05 13,51 22,5 1
5 Excoecaria agallocha 0,1 0,1 - 5,4 5 -
6 Hibiscus tiliaceus 0,15 0,05 - 8,108 2,5 -
7 Lumnitzera racemosa 0,5 0,5 - 27,02 25 -
8 Rhizopora apiculata 0,2 0,3 - 10,81 15 -
9 Sonneratia alba 0,1 - - 5,4 - -
10 Sonneratia caseolaris 0,05 - - 2,703 - -
11 Xylocarpus molluccensis 0,2 0,3 - 10,81 15 -
Sumber: Data Primer 2017
Tingkat pancang, nilai frekuensi tertinggi adalah Lumnitzera racemose (25%).
Sedangkan nilai frekuensi terendah dimiliki Avicennia officinalis,Bruguiera cylindrical, dan
Hibiscus tiliaceus dengan nilai masing-masing 2.5 %.
Dominansi Mangrove di Segoro anak
Hasil analisi vegetasi untuk dominansi dan dominansi relatif tersaji pada tabel 3. Hasil
perhitungan menunjukan bahwa dominansi relatif tertinggi pada tingkat pohon adalah
Lumnitzera racemose (41,72%) dan Ceriops tagal (32.016%) , sedangkan nilai frekuensi relatif
terendah adalah Bruguiera cylindrical yaitu 0.4%.

Tabel. 3 Dominansi dan Dominansi Relatif Mangrove di Lokasi Penelitian


D (Dominansi) DR (Dominansi relatif (%))
No Nama Jenis Mangrove
Pohon Pancang Semai Pohon Pancang Semai
1 Avicennia marina 0,18 0,44 - 18,438 30,11 -
2 Avicennia officinalis - 0,00127 - - 0,0857 -
3 Bruguiera cylindrica 0,00039 0,00039 - 0,04 0,0264 -
4 Ceriops tagal 0,314 0,29 0,083875 32,016 20,15 1
5 Excoecaria agallocha 0,0135 0,039 - 1,375 2,6 -
6 Hibiscus tiliaceus 0,019 0,018 - 1,96 1,22 -
7 Lumnitzera racemosa 0,41 0,39 - 41,72 26,318 -
8 Rhizopora apiculata 0,00425 0,265 - 0,432 17,85 -
9 Sonneratia alba 0,021 - - 2,22 - -
10 Sonneratia caseolaris 0,00157 - - 0,16 - -
11 Xylocarpus molluccensis 0,0159 0,023 - 1,624 1,55 -
Sumber: Data Primer 2017
Tingkat pancang, nilai dominansi tertinggi adalah Avicennia marina (30.11%).
Sedangkan nilai frekuensi terendah dimiliki Bruguiera cylindrical nilai 0.026 %. Avicennia
marina merupakan mangrove yang memiliki kemampuan toleransi terhadap kisaran salinitas
yang luas dibandingan dengan spesies lain. A. marina mampu tumbuh dengan baik pada
salinitas mendekati tawar sampai dengan 90 .

Indeks Nilai Penting (INP)


Hasil perhitungan indeks nilai penting (INP) mangrove pada Taman Nasional Alas
Purwo wilayah Segoro Anak tersaji pada tabel 4. INP menunjukan bahwa nilai tertinggi pada
tingkat pohon adalah Lumnitzera racemosa (102,84 %). Lumnitzera racemosa banyak
dijumpai hidup pada pinggiran hutan mangrove dengan substrat lumpur dan salinitas relatif
rendah. Sedangkan nilai INP terendah adalah Bruguiera cylindrica (3.5 %) dan Sonneratia
caseolaris (3.62%).
Tabel.4 Frekuensi dan Frekuensi Relatif Mangrove di Lokasi Penelitian
Indeks Nilai Penting (INP) (%)
No Nama Jenis Mangrove
Pohon Pancang Semai
1 Avicennia marina 52,406 55,3 -
2 Avicennia officinalis - 2,9 -
3 Bruguiera cylindrica 3,5 3,3 -
4 Ceriops tagal 66,7 74,7 3
5 Excoecaria agallocha 9,05 12,4 -
6 Hibiscus tiliaceus 14,6 5,7 -
7 Lumnitzera racemosa 102,84 76,2 -
8 Rhizopora apiculata 15,78 47,7 -
9 Sonneratia alba 13,6 - -
10 Sonneratia caseolaris 3,62 - -
11 Xylocarpus molluccensis 17,73 21,3 -
Sumber: Data Primer 2017
Tingkat pancang, nilai INP tertinggi adalah Lumnitzera racemosa (76,2%) dan
Ceriops tagal (74,7 %). Sedangkan nilai frekuensi terendah dimiliki Bruguiera cylindrical
Avicennia marina (2.9%).
Tingkat Keanekaragaman Mangrove di Segoro anak
Tingkat keanekaragaman dihitung dengan menggunakan rumus Shannon dan Wiener.
Hasil perhitungan tingkat keanekaragaman tersaji pada tabel 5. Pada tingkat pohon,
berrdasarkan Indeks keanekaragaman shanon wiener menunjukkan bahwa tingkat
keanekaragaman jenis tumbuhan mangrove di TNAP tergolong sedang, yaitu 1,78702.
Tabel.5 Tingkat Keanekaragaman Mangrove di Lokasi Penelitian
N Pohon
Nama Jenis Mangrove H'
o Ni Pi ln Pi Pi ln Pi
1 Avicennia marina 27 0,204545 -1,58696506 -0,32461 1,78702
2 Avicennia officinalis - - - -
3 Bruguiera cylindrica 1 0,007576 -4,88280192 -0,03699
4 Ceriops tagal 28 0,212121 -1,55059741 -0,32891
5 Excoecaria agallocha 3 0,022727 -3,78418963 -0,086
6 Hibiscus tiliaceus 6 0,045455 -3,09104245 -0,1405
7 Lumnitzera racemosa 45 0,340909 -1,07613943 -0,36687
8 Rhizopora apiculata 6 0,045455 -3,09104245 -0,1405
9 Sonneratia alba 8 0,060606 -2,80336038 -0,1699
10 Sonneratia caseolaris 1 0,007576 -4,88280192 -0,03699
11 Xylocarpus molluccensis 7 0,05303 -2,93689177 -0,15574

N Pancang
Nama Jenis Mangrove H'
o Ni Pi ln Pi Pi ln Pi
1 Avicennia marina 38 0,15261 -1,87987 -0,28689
2 Avicennia officinalis 1 0,004016 -5,51745 -0,02216
3 Bruguiera cylindrica 2 0,008032 -4,82431 -0,03875
4 Ceriops tagal 80 0,321285 -1,13543 -0,3648
5 Excoecaria agallocha 12 0,048193 -3,03255 -0,14615
6 Hibiscus tiliaceus 5 0,02008 -3,90801 -0,07847 1,71284
7 Lumnitzera racemosa 62 0,248996 -1,39032 -0,34618
8 Rhizopora apiculata 37 0,148594 -1,90653 -0,2833
9 Sonneratia alba - - - -
10 Sonneratia caseolaris - - - -
11 Xylocarpus molluccensis 12 0,048193 -3,03255 -0,14615

N Semai
Nama Jenis Mangrove H'
o Ni Pi ln Pi Pi ln Pi
1 Avicennia marina - - - -
2 Avicennia officinalis - - - -
3 Bruguiera cylindrica - - - -
4 Ceriops tagal 61 1 0 0
5 Excoecaria agallocha - - - -
6 Hibiscus tiliaceus - - - - 0
7 Lumnitzera racemosa - - - -
8 Rhizopora apiculata - - - -
9 Sonneratia alba - - - -
10 Sonneratia caseolaris - - - -
11 Xylocarpus molluccensis - - - -
Sumber: Data Primer 2017
Pada tingkat pancang, juga menunjukan tingkat keanekaragaman jenis tumbuhan
mangrove di TNAP tergolong sedang, yaitu 1,71284. Sedangkan pada tingkat semai,
menunjukan tingkat keanekaragaman tergolong rendah, yaitu 0, karena hanya ditemukan 1
spesies dengan fase semai.
Kelimpahan Relatif Mangrove di Segoro anak
Hasil perhitungan kelimpahan relatif tersaji pada tabel 6. Berdasarkan penghitungan
tersebut kelimpahan relatif tertinggi adalah Lumnitzera racemosa (34,09091 %). Sedangkan
kelimpahan relatif terendah adalah Bruguiera cylindrica dan Sonneratia caseolaris dengan
nilai masing-masing 0,757576 %.
Tabel 6. Kelimpahan Relatif Mangrove di Lokasi Penelitian
D' (Kelimpahan relatif) (%)
No Nama Jenis Mangrove
Pohon Pancang Semai
1 Avicennia marina 20,45455 15,26104 -
2 Avicennia officinalis - 0,401606 -
3 Bruguiera cylindrica 0,757576 0,803213 -
4 Ceriops tagal 21,21212 32,12851 1
5 Excoecaria agallocha 2,272727 4,819277 -
6 Hibiscus tiliaceus 4,545455 2,008032 -
7 Lumnitzera racemosa 34,09091 24,8996 -
8 Rhizopora apiculata 4,545455 14,85944 -
9 Sonneratia alba 6,060606 - -
10 Sonneratia caseolaris 0,757576 - -
11 Xylocarpus molluccensis 5,30303 4,819277 -

Tingkat pancang, nilai kelimpahan tertinggi adalah Ceriops tagal (32,12851 %).
Sedangkan nilai frekuensi terendah dimiliki oleh Avicennia offinalis (0,401606 %) dan
Bruguiera cylindrica (0,803213 %).