Anda di halaman 1dari 13

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Perseroan memahami bahwa kesinambungan usaha jangka panjang tidak akan


tercapai hanya melalui pemenuhan target-target operasional dan kinerja finansial.
Keberhasilan bisnis akan terwujud apabila Perseroan mampu menjaga
keseimbangan antara pencapaian kinerja ekonomi, kinerja sosial dan kinerja
lingkungan. Oleh karena itu Perseroan mempersiapkan berbagai program yang
berbasis kebutuhan masyarakat di sekitar Perseroan secara berkelanjutan.
Kegiatan CSR yang dilaksanakan Perseroan diupayakan agar mencerminkan
tanggung jawab moral terhadap seluruh pemangku kepentingan, memberdayakan
komunitas di sekitar tempat beroperasinya Perseroan dan meningkatkan taraf
hidup masyarakat melalui pendidikan Melalui program CSR, Perseroan
mengharapkan akan dapat menciptakan hubungan yang konstruktif dan harmonis
antara pemangku kepentingan, Perseroan dan masyarakat sekitar sehingga dapat
memberikan kontribusi peningkatan nilai bagi kepuasan seluruh pemangku
kepentingan dan pembangunan komunitas.

B. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang tersebut maka rumusan masalah dalam makalah ini
adalah sebagai berikut :
1. Bagaimanakah pengertian CSR?
2. Bagaimanakah pengenalan perusahaan PT. Ancora?
3. Bagaimanakah program CSR dari PT. Ancora 2012, 2013 & 2015?

C. Tujuan
Berdasarkan rumusan masalah tersebut, maka tujuan penulisan makalah ini
adalah sebagai berikut.
1. Menjelaskan pengertian CSR?
2. Menjelaskan pengenalan perusahaan PT. Ancora?
3. Menjelaskan program CSR dari PT. Ancora 2012, 2013 & 2015?

1
BAB II

PEMBAHASAN

A. Pengertian CSR

Menurut ISO 26000, CSR atau Corporate Social Responsibility adalah


tanggung jawab sebuah organisasi terhadap dampak-dampak dari keputusan-
keputusan dan kegiatan-kegiatannya pada masyarakat dan lingkungan
diwujudkan dalam bentuk perilaku transparan dan etis yang sejalan dengan
pembangunan berkelanjutan dan kesejahteraan masyarakat,
mempertimbangkan harapan pemangku kepentingan, sejalan dengan hukum
yang ditetapkan dan norma-norma perilaku internasional, serta terintegrasi
secara menyeluruh.

Menurut Philip Kotler dan Nancy Lee mengatakan bahwa CSR memiliki
kemampuan meningkatkan citra perusahaan karena jika perusahaan
menjalankan tata kelola bisnisnya dengan baik dan mengikuti peraturan yang
telah ditetapkan oleh pemerintah, maka pemerintah dan masyarakat akan
memberikan keleluasaan bagi perusahaan tersebut untuk beroperasi diwilayah
mereka.

B. Pengenalan PT. Ancora


Perusahaaan ini didirikan pada tanggal 15 September 2003 dengan nama
PT Okansa Persada dan mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Surabaya pada
tanggal 29 Maret 2006. Pada tanggal 19 Desember 2009, Perseroan mengubah
namanya menjadi PT TD Resources, Tbk agar lebih mencerminkan kegiatan
usahanya yang bergerak di sektor sumber daya alam, selain itu, pemegang
saham pengendali Perseroan juga sepakat melepaskan kepemilikan mayoritas
di PT TD Resources, Tbk kepada PT Ancora Resources, suatu perusahaan
induk yang berinvestasi dalam bidang sumber daya alam di Indonesia.
Kegiatan usaha Perseroan antara lain adalah pertambangan, perdagangan,
pengangkutan, dan jasa yang dijalankan melalui anak perusahaan Perseroan.

C. Pemakaian Huruf
1. Huruf Abjad

2
Abjad yang digunakan dalam ejaan bahasa Indonesia terdiri atas huruf
sebagai berikut. Nama dalam tiap huruf disertakan di kolom ketiga.

Huruf
Nama
Kapital Kecil
A a a
B b be
C c ce
D d de
E e e
F f ef
G g ge
H h ha
I i i
J j je
K k ka
L l el
M m em
N n en
O o o
P p pe
Q q qi
R r er
S s es
T t te
U u u
V v ve
W w we
X x eks
Y y ye
Z z zet

3
2. Huruf Vokal
Huruf yang melambangkan vokal dalam bahasa Indonesia terdiri atas
huruf a, e, i, o, dan u.

Contoh Pemakaian dalam Kata


Huruf Vokal
Posisi Awal Posisi Tengah Posisi Akhir
a apa pandai luka
e* enak petak sore
kemana kena tipe
i situ simpan murni
o oleh kota radio
u ulang bumi ibu
Keterangan:
* Untuk keperluan pelafalan kata yang benar, tanda aksen () dapat
digunakan jika ejaan kata menimbulkan keraguan.
3. Huruf Konsonan
Huruf yang melambangkan konsonan dalam bahasa Indonesia terdiri atas
huruf-huruf b, c, d, f, g, h, j, k, l, m, n, p, q, r, s, t, v, w, x, y, dan z.

Huruf Contoh Pemakaian dalam Kata


Konsonan Posisi Awal Posisi Tengah Posisi Akhir
b buku sebut adab
c cantik kaca -
d dapat ada Abad
f fantastis kafan maaf
g ganda tiga gudeg
h hasil saham tuah
j jas manja mikraj
k kantor paksa politik
- rakyat* bapak*
l lapar alas akal
m maka kami diam
n nanti tanah daun

4
p pandai apa siap
q** Quran status quo Taufiq
r rasa bara putar
s saku asli tangkas
t tembok mata rapat
v vas lava -
w wanita Hawa -
x** xerox - sinar-x
y yakin paying -
z zeni lazim juz
Keterangan:
* Huruf k disini melambangkan bunyi hamzah.

** Huruf q dan x digunakan khusus untuk nama dan keperluan ilmu.

4. Huruf Diftong
Di dalam bahasa Indonesia terdapat diftong yang dilambangkan dengan ai,
au, dan oi.

Contoh Pemakaian dalam Kata


Huruf Diftong
Poisisi Awal Posisi Tengah Posisi Akhir
ai ain syaitan pandai
au aula saudara harimau
oi - boikot amboi

5. Gabungan Huruf Konsonan


Di dalam bahasa Indonesia terdapat empat gabungan huruf yang
melambangkan konsonan, yaitu kh, ng, ny, dan sy.

Gabungan Contoh Pemakaian dalam Kata


Huruf
Poisisi Awal Posisi Tengah Posisi Akhir
Konsonan
kh khusus akhir tarikh

5
ng ngilu bangun senang
ny nyata banyak -
sy syarat isyarat arasy

D. Pemakaian Huruf Kapital


1. Huruf kapital atau hur*uf besar dipakai sebagai huruf pertama kata pada
awal kalimat.
Misalnya:
Dia berlari kencang?
Apa apa dengannya?
Kami juga ikut bersamamu.
2. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama petikan langsung.
Misalnya:
Ibu berkata, Apakah kamu sudah makan?
Besok aku akan pergi, katanya.
3. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama dalam ungkapan yang
berhubungan dengan nama Tuhan dan kitab suci, termasuk kata ganti
untuk tuhan.
Misalnya:
Allah
Yang Mahakuasa
Quran
Tuhan akan menunjukan jalan yang benar kepada hamba-Nya
4. a. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama nama gelar kehormatan,
keturunan, dan keagamaan yang diikuti nama orang.
Misalnya:
Sultan Hassanudin
Imam Syafii
Nabi Ibrahim
b. Huruf kapital tidak dipakai sebagai huruf pertama nama gelar
kehormatan, keturunan, dan keagamaan yang tidak diikuti nama orang.
Misalnya:

6
Dia baru saja diangkat menjadi sultan
Tahun ini ia pergi naik haji
5. a. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama unsur nama jabatan dan
pangkat yang diikuti nama orang atau yang dipakai sebagai pengganti
nama orang tertentu, nama instansi, atau nama tempat.
Misalnya:
Wakil Presiden Adam Malik
Profesor Supomo
Gubernur Irian Jaya
b. Huruf kapital tidak dipakai sebagai huruf pertama nama jabatan dan
pangkat yang tidak diikuti nama orang, atau nama tempat.
Misalnya:
Siapa gubernur yang baru dilantik itu?
Kemarin Brigadir Jenderal Ahmad dilantik menjadi mayor jenderal.
6. a. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama unsur-unsur nama orang.
Misalnya:
Amir Hamzah
Wage Rudolf Supratman
Ampere
b. Huruf kapital tidak dipakai sebagai huruf pertama nama orang yang
digunakan sebagai nama jenis atau satuan ukuran.
Misalnya:
mesin diesel
10 volt
5 ampere
7. a. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama nama bangsa, suku
bangsa, dan bangsa.
Misalnya:
bangsa Indonesia
suku Sunda
bahasa Inggris

7
b. Huruf kapital tidak dipakai sebagai huruf pertama nama bangsa, suku,
dan bahasa yang dipakai sebagai bentuk dasar kata turunan.
Misalnya:
mengindonesiakan kata asing
keinggris-inggrisan
8. a. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama nama tahun, bulan, hari,
hari raya, dan peristiwa sejarah.
Misalnya:
bulan Agustus
hari Jumat
hari Lebaran
Proklamasi Kemerdekaan Indonesia
b. Huruf kapital tidak dipakai sebagai huruf pertama peristiwa sejarah
yang tidak dipakai sebagai nama.
Misalnya:
Soekarno dan Hatta memproklamasikan kemerdekaan bangsanya.
Perlombaan senjata membawa risiko pecahnya perang dunia.
9. a. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama nama geografi.
Misalnya:
Asia Tenggara
Danau Toba
Dataran Tingi Dieng
Jalan Diponegoro
Jazirah Arab
b. Huruf kapital tidak dipakai sebagai huruf pertama istilah geografi yang
tidak mnjadi unsur nama diri.
Misalnya:
berlayar ke teluk
mandi di kali
c. Huruf kapital tidak dipakai sebagai huruf pertama nama geografi yang
digunakan sebagai nama jenis.
Misalnya:

8
garam inggris
gula jawa
10. a. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama semua unsur negara,
lembaga pemerintahan dan ketatanegaraan, serta dokumen resmi
kecuali kata seperti dan.
Misalnya:
Republik Indonesia
Departemen Pendidikan dan Kebudayaan
Keputusan Presiden Republik Indonesia, Nomor 57, Tahun 1972
b. Huruf kapital tidak dipakai sebagai huruf pertama kata yang bukan
nama resmi negara, lembaga pemerintah dan ketatanegaraan, badan,
serta nama, dokumen resmi.
Misalnya:
menjadi sebuah republik
beberapa badan hukum
kerja sama antara pemerintah dan rakyat
menurut undang-undang yang berlaku
11. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama setiap unsur bentuk ulang
sempurna yang terdapat pada nama badan, lembaga pemerintah dan
ketatanegaraan, serta dokumen resmi.
Misalnya:
Perserikatan Bangsa-Bangsa
Undang-Undang Dasar Republik Indonesia
12. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama semua kata (termasuk semua
unsur kata ulang sempurna) di dalam nama buku, majalah, surat kabar, dan
judul karangan, kecuali kata seperti di, ke, dari, dan, yang, dan untuk.
Misalnya:
Saya sudah membaca buku Dari Ave Maria ke Jalan Lain ke Roma
Bacalah majalah Bahasa dan Sastra
Ia menyelesaikan makalah Asas-Asas Hukum Perdata.
13. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama unsur singkatan nama gelar,
pangkat, dan serapan

9
Misalnya:
Dr. doktor
M.A. master of arts
S.H. sarjana hokum
Tn. tuan
Ny. nyonya
Sdr. saudara
14. a. Huruf kapital dipakai sebagai huruf kata pertama kata penunjuk
hubungan kekerabatan seperti bapak, ibu, saudara, adik, dan paman
yang dipakai dalam penyapaan dan pengacuan.
Misalnya:
Kapan Bapak berangkat? tanya Harto.
Adik bertanya, Itu apa, Bu?
b. Huruf kapital tidak dipakai sebagai huruf pertama kata penunjuk
hubungan kekerabatan yang tidak dipakai dalam pengacuan atau
penyapaan.
Misalnya:
Kita harus menghormati bapak dan ibu
Semua kakak dan adik saya sudah berkeluarga
15. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama kata Anda yang digunakan
dalam penyapaan
Misalnya:
Sudahkah Anda tahu?
Surat Anda sudah kami terima

E. Pemakaian Huruf Miring


1. Huruf miring dalam cetakan dipakai untuk menuliskan nama buku,
majalah, dan surat kabar yang dikutip dalam penulisanya.
Misalnya:
Majalah Bahasa dan Sastra diterbitkan oleh Pusat Bahasa
Saya belum pernah membaca buku Negarakertagama karangan
Prapanca

10
Kasus itu terbit dari surat kabar Suara Karya
2. Huruf miring dalam cetakan dipakai untuk menegaskan atau
mengkhususkan huruf, bagian kata, kata, atau kelompok kata.
Misalnya:
Huruf pertama dalam kata abad ialah a
Bab ini tidak membicarakan penulisan huruf kapital.
Dia bukan menipu, tetapi ditipu
3. a. Huruf miring dalam cetakan dipakai untuk menuliskan kata atau
ungkapan yang bukan bahasa Indonesia.
Misalnya:
Nama ilmiah buah manggis ialah Carcinia mangostana
Politik divide et impera pernah merajalela di negeri ini
b. Ungkapan asing yang telah diserap ke dalam bahasa Indonesia
penulisannya diperlakukan sebagai kata Indonesia.
Misalnya:
Negara itu telah mengalami empat kali kudeta
Korps diplomatik memperoleh perlakuan khusus
BAB III
PENUTUP
A. Simpulan
Dari seluruh uraian yang telah disampaikan, dapat disimpulkan beberapa hal
pokok yakni,
1. Ejaan adalah kaidah cara menggambarkan bunyi dalam bentuk tulisan
(huruf) serta penggunaan tanda baca
2. Sejarah perkembangan ejaan dimulai dari ejaan van Ophuijsen (1901),
ejaan Soewandi (1947), ejaan Melindo (1959), ejaan bahasa Indonesia
yang disempurnakan (1987), dan ejaan yang berlaku pada saat ini ialah
ejaan terbaru berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional
Republik Indonesia Nomor 46 Tahun 2009 Tanggal 31 Juli 2009
3. Pemakaian huruf meliputi huruf abjad, huruf vokal, huruf konsonan, huruf
diftong, gabungan huruf konsonan, pemakaian huruf kapital dan
pemakaian huruf miring

11
B. Saran
Bahasa Indonesia adalah bahasa nasional yang berfungsi sebagai media
komunikasi baik secara lisan maupun tulisan, agar bahasa ini dapat digunakan
dengan baik dan benar maka dari itu suatu keharusan bagi kita semua untuk
mempelajarinya termasuk penggunaan EYD dan apabila kita telah mengerti dan
memahaminya dengan baik dan benar, sekiranya dapat kita praktikkan dalam
kehidupan sehari-hari.

DAFTAR RUJUKAN

Arifin, E. Zaenal dan Amran Tasai. 2009. Cermat Berbahasa Indonesia. Jakarta:
Akademia Grasindo

Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa Depdikbud RI. 2009. Pedoman


Umum Ejaan Bahasa Indonesia Yang Disempurnakan. Jakarta: Grasindo

Salim, Yulius. 2013. Kamus Lengkap Bahasa Indonesia. Jakarta: Widyatamma


Pressindo

12
13