Anda di halaman 1dari 8

MODUL 1

Menganalisis Siklus Termodinamika Pompa Panas


Menggunakan Diagram Mollier

TUJUAN PERCOBAAN
1. Menggambarkan siklus termodinamika pompa panas dalam diagram Mollier
menggunakan data yang diukur.
2. Menentukan aliran massa pendingin
3. Menganalisis daya kompresor dan efisiensi pompa panas

ALAT DAN BAHAN


1. Pompa Pemanas 1 buah
2. Joule dan Watt Meter 1 buah
3. Sensor temperatur 6 buah
4. Stopwatch digital 1 buah
5. Ember 2 buah
6. Air 8L

TEORI SINGKAT
Sistem pompa kalor merupakan suatu sistem yang menjadikan kondisi temperatur
suatu ruang atau media kerja berada diatas temperatur lingkungan atau proses pemindahan
panas dari temperatur rendah ke temperatur tinggi dengan melakukan kerja terhadap sistem.
Hukum Pertama Termodinamika menyatakan bahwa suatu sistem yang lingkungannya
bersuhu berbeda dan kerja dapat dilakukan padanya maka energi yang dipindahkan secara
non mekanis sama dengan perbedaan antara perubahan energi internal (U) dan kerja yang
dilakukan (W) dan kalor (Q). Secara matematis dapat dinyatakan sebagai berikut berikut.
= + ...(1)
Kalor didefinisikan sebagai berpindahnya sesuatu dari benda bersuhu tinggi ke
benda bersuhu rendah. Hubungan antara kalor dengan temperatur dapat dinyatakan sebagai
berikut.
= ...(2)
Keterangan :
Q : Kalor (J)
m : Massa (kg)
c : Kalor jenis benda (J/kgK)
T : Perubahan temperatur (K)

Entalpi (H) merupakan jumlah energi yang didapat didalam sebuah sistem
termodinamika ditambah dengan jumlah energi yang digunakan untuk melakukan aktifitas
pada suatu materi. Secara matematis Entalpi dapat dinyatakan sebagai berikut.
= + ...(3)
= + ...(4)
Keterangan :
dH : Perubahan entalpi (J/K)
dQ : Perubahan kalor (J)
V : Volume (m3)
dP : Perubahan tekanan (Pa)

Diagram Mollier merupakan diagram yang digunakan untuk memvisualisasikan


energi dan transisi fase pendingin di pompa panas kompresor yang dioperasikan secara
kuantitatif.

Gambar 1. Diagram lg(p)-h yang disederhanakan menurut Mollier

Berdasarkan gambar 1 koordinat diagram Mollier adalah entalpi h tertentu (sumbu


horizontal) dan p tekanan (sumbu vertikal) dari pendingin. Satuan entalpi spesifik h (mewakili
"kandungan panas") adalah kJ/kg, satuan tekanan p adalah bar. Untuk alasan kejelasan sumbu
tekanan digambarkan dalam skala logaritmik.
Pendingin ini umumnya hadir sebagai campuran gas dan cair. Entalpi h ini tergantung
pada jumlah x gas (0x1) berhubungan dengan volume total dan pada tekanan p. Umumnya
kecenderungan berikut yang teramati: semakin tinggi jumlah gas maka memiliki lebih besar
kandungan energi panas, dan kandungan energi umumnya meningkat dengan meningkatnya
tekanan. Untuk kasus pendingin benar-benar terkondensasi (x = 0) hubungan antara tekanan p
dan entalpi h dalam diagram Mollier diwakili oleh apa yang disebut garis didih. Untuk kasus
yang berlawanan benar-benar menguap pendingin (x=1) hubungan p-h diwakili oleh apa yang
disebut garis embun (Gambar 1). Daerah bagian kiri dari garis didih pendingin diwakili
sebagai hanya fase cair, sedangkan bagian kanan garis embun sebagai gas (super panas).
Kedua garis batas saling bertemu dalam titik kritis CP.
Diagram lg (p)-h menurut Mollier terdiri dari baris berikut:
Garis isoterm T = konstan. (garis suhu konstan),
Garis Isentropik S = konstan (garis entropi konstan),
Garis dengan x = konstan (garis rasio fase konstan) di "daerah kondensasi " antara "garis
didih" dan "garis embun".
Oleh karena itu diagram Mollier berisi informasi lengkap tentang perilaku
termodinamika pendingin yang digunakan. Oleh karena itu memungkinkan dengan
menggunakan beberapa pengukuran temperatur dan tekanan pemahaman yang mendalam ke
dalam siklus termodinamika pompa panas.

Gambar 2. Skema eksperimental dengan titik pengukuran suhu secara skematik.


TUGAS PENDAHULUAN
1. Apa yang dimaksud diagram mollier dan tujuan digunakannya diagram tersebut?
2. Jelaskan yang dimaksud dengan entalpi, entropi, power, kerja, isoentalpi dan isoentropi!
3. Jelaskan prinsip kerja siklus termodinamika pompa kalor!
4. Sebutkan dan jelaskan hukum termodinamika 0, 1, 2 dan 3!
5. Sebutkan dan jelaskan baris-baris yang ada pada Diagram lg (p)-h menurut Mollier!
6. Turunkan rumusan pada persamaan (5)!
7. Buatlah flowchart langkah kerja praktikum ini!

LANGKAH PERCOBAAN
Catatan keamanan
1. Rangkaian pendingin ini bertekanan tinggi. Jangan coba membuka rangkaian ini dalam
keadaan apapun.
2. Jangan secara termal menyekat kompresor; ini dapat menyebabkan panas yang berlebihan
pada alat tersebut.

Persiapan awal
1. Set alat sesuai dengan Gambar 2. Perhatikan petunjuk asisten! Tanyakan hal teknis yang
belum dimengerti!
2. Pastikan isi wardah ember merah dan biru dengan air keran sebanyak 4L
3. Hubungkan Joule dan Watt Meter antara soket listrik dan pompa panas
4. Pada Joule dan Watt Meter tunggu sampai tampilan unit (di sisi kanan) telah menjadi stabil
dan menunjukkan "V".
5. Atur unit display dengan menekan 2 kali jumlah tombol ("U, I, P") untuk "W". Tetapkan
rentang layar dengan menekan 9 kali tombol range ("RANGE") untuk "0,0 W".
6. Tekan tombol ("START / STOP") tidak digunakan di sini. Jangan tekan tombol hitam di
panel keluaran ("OUTPUT") setelah beralih pada Joule dan Watt Meter.

Percobaan
1. Nyalakan pompa panas dengan menekan tombol hitam pada panel keluaran dari Joule dan
Watt Meter.
2. Diamkan air dalam bejana dingin dan hangat selama 10 menit untuk pemanasan awal
3. Setelah menjalankan pemanasan awal, maka catat temperatur T1,T2,T3,T4,T5 dan T6 serta
tekanan P1 dan P2 pada alat percobaan.
4. Catat daya listrik P dari kompresor pada Joule dan Watt Meter.
5. Setelah itu pengambilan data dilakukan pada interval 2 menit selama 20 menit.
DATA DAN PENGOLAHAN

Tabulasi Data

t P1 P2 T1 T2 T3 T4 T5 T6 Daya
(menit) (Pa) (Pa) (K) (K) (K) (K) (K) (K) (Watt)
10
12
14
16
18
20

Keterangan:
P1 : Tekanan dingin (Pa)
P2 : Tekanan panas (Pa)
T1 : Suhu pada elektroda ember biru (K)
T2 : Suhu air pada ember biru (K)
T3 : Suhu pada elektroda ember merah (K)
T4 : Suhu panas (K)
T5 : Suhu dingin (K)
T6 : Suhu air pada ember merah (K)

Pengolahan Data
1. Tabel data Entalpi dan Entalpi spesifik pada t=12 menit dengan t=10 menit

Ti (K) Hi (J) hi (J/kg) Pi (Pa)


T1
T2
T3
T4
T5
T6

= ((=12) (=10) ) + ((=12) (=10) )...(5)


= ...(6)

Buatlah tabel data Entalpi, Entalpi spesifik dan beda tekanan setiap waktu 12 menit dengan 10
menit, 14 menit dengan 12 menit, 16 menit dengan 14 menit, 18 menit dengan 16 menit, 20
menit dengan 18 menit untuk 6 titik.

Keterangan :
Hi : Entalpi (J)
hi : Entalpi spesifik (J/kg)
Cv : Kalor jenis air saat volume tetap (4186 J/K)
T : Suhu (K)
V : Volume (m3)
P : Tekanan (Pa)
m : massa (kg)

Buat diagram moiller P terhadap h ! Gunakan Ms.Excel Insert Scatter Scatter with
only marker, lalu hubungkan titik-titik pada grafik dengan garis yang cukup tebal pada bagian
shape. (setiap waktu 12 menit dengan 10 menit, 14 menit dengan 12 menit, 16 menit dengan 14
menit, 18 menit dengan 16 menit, 20 menit dengan 18 menit)

2. Kalor dingin (Q1), Kalor panas (Q2) dan Aliran massa air
1 = (2(=12) 2(=10) )....(7)
2 = (6(=12) 6(=10) )....(8)
m 2
= = ( ...(9)
t 4 3 )

Keterangan :
Q : Kalor (J)
m : Massa air (kg)
c : Kalor jenis air (J/kgK)

3. Tabel daya kompresor efektif pada h1, h2 dan h5


hi dQKi/dt
h1
h2
h5


= (h4 h1,2,5 ) ...(10)

4. Daya kompresor ideal
2 1 2 1
= = ...(11)

5. Efisiensi kompresor

= (1 |1 |) 100%...(12)
2

ANALISIS

1. Jelaskan dasar hukum-hukum termodinamika yang berhubungan dengan siklus kerja


termodinamika pompa kalor pada praktikum modul ini !
2. Jelaskan mekanisme kerja skema eksperimental secara lengkap pada praktikum modul ini!
3. Jelaskan fungsi kerja dari setiap bagian pada skema eksperimental pada praktikum modul
ini !
4. Jelaskan analisis dari diagram Mollier sederhana yang sudah dibuat ! Bagaimana
perbandingan diagram Mollier sederhana untuk selang waktu yang berbeda-beda ?
Jelaskan !
5. Jelaskan interpretasi fisis dari aliran massa air pada percobaan ini !
6. Jelaskan bagaimana hubungan waktu dengan laju aliran massa?
7. Jelaskan bagaimana hubungan waktu dengan daya kompresor?
8. Jelaskan bagaimana hubungan laju aliran massa dengan daya kompresor?
9. Dari ketiga nilai daya kompresor efektif, manakah yang paling menggambarkan daya
kompresor efektif pada kenyataannya? Jelaskan !
10. Jelaskan keterkaitan daya kompresor efektif, daya kompresor ideal dan efisiensi pompa
kalor!
11. Jelaskan pengaruh perbedaan suhu antara reservoir air panas dan air dingin terhadap
efisiensi pompa kalor !
12. Jelaskan asumsi-asumsi yang digunakan pada modul praktikum ini !
13. Jelaskan aplikasi dari sistem kerja modul praktikum ini ! (Minimal 3)

REFERENSI
1. Mark W. Zemansky dan Richard H. Dittman. 1968., Heat And Thermodynamic. America:
McGraw-Hill Book
2. Raymond A. S., John W. J., 2010 . Physic for Scientist and Engineer 8th Ed. USA: Lachina
Publishing Service
3. Moran J., Shapiro N. M.,2006, Fundamentals of Engineering Thermodynamics 5th Ed. UK :
John Wiley and Sons.
4. Serway, R. A., 1986, Physics for Scientist and engineering with Modern Physics. New York:
Saunders College Publishing.
5. Halliday dan Resnick., 1991, Fisika Jilid I (Terjemahan). Jakarta: Penerbit Erlangga.
6. Brady E.James., Jespersen D.Neil., Hyslop A.,2012, Chemistry : The Molecular Nature of
Matter 6th Ed. USA : John Wiley and Sons.