Anda di halaman 1dari 43

ips kelas 7 semester 1

Tenaga endogen : tenaga pembentuk muka bumi yang berasal dari dalam bumi
dan bersifat pembangun
- Tenaga eksogen : tenaga pembentuk muka bumi yang berasal dari luar bumi
Dan bersifat perusak
- Diastropisme : kekuatan yang mendorong terjadinya pergerakan kerak bumi
- Kerak bumi : - kerak benua : erosia (eropa & asia),afrika,amerika utara & selatan
- kerak samudera : hindia,pasifik,atlantik
- Tektonisme : perubahan letak / kedudukan lapisan kulit bumi secara horizontal
maupun vertikal
- Epirogenesa : gerakan lapisan kulit bumi secara horizontal maupun vertikal akibat
pengangkatan dan penurunan yang terjadi sangat lambat serta
meliputi wilayah yang luas
- Epirogenesa positif : gerak turunnya permukaan bumi sehingga laut seolah-olah
mengalami kenaikan
- Epirogenesa negatif : gerak naiknya permukaan bumi sehingga laut seolah-olah
mengalami penurunan
- Orogenesa : gerakan lapisan kulit bumi secara horizontal maupun vertikal akibat
pengangkatan dan penurunan yang terjadi sangat cepat serta meliputi
wilayah yang sempit
- Lipatan : terjadi akibat tenaga endogen yang mendatar dan bersifat liat sehingga
permukaan bumi mengalami pengerutan.Bagian punggung
lipatan : antiklinal.Bagian bawah lipatan : sinklinal
- Lipatan gerak (symmetrical folds) : pengaruh tenaga horizontal yang sama atau
tenaga radial sama dengan tenaga tangensial
- Lipatan miring (asymmetrical folds) : arah tenaga horizontal tidak sama
- Lipatan menutup (recumbent folds) : Tenaga tangensial saja yang bekerja
- Lipatan rebah (overtuned folds) : arah tenaga horizontal dari satu arah
- Sesar sungkup (overthrust) : terjadi karena adanya pergerakan pada sepanjang
kerak bumi

- Patahan : tenaga endogen yang relatif cepat,baik secara vertikal maupun


horizontal
- Tanah naik (horst) : dataran yang terletak lebih tinggi dari daerah sekelilingnya
- Tanah turun (slenk) : dataran yang terletak lebih rendah dari daerah sekelilingnya
- Sesar : patahan yang di akibatkan oleh gerak horizontal yang tidak frontal dan
hanya sebagian saja yang bergeser. Dekstral : jika kita berdiri di depan
potongan sesar di depan kita bergeser ke kanan. Sinistral : jika kita berdiri
di depan potongan sesar di depan kita bergeser ke kiri
- Block Mountain : kumpulan pegunungan yang terdiri dari beberapa patahan
- Pegunungan : kumpulan gunung-gunung
- Dataran tinggi : daerah yang berada di ketinggian di atas 700 meter
- Plato/plateu : dataran tinggi yang bagian atas relatif rata dan telah mengalami
erosi
- Depresi : bagian permukaan bumi yang mengalami penurunan. Depresi panjang :
slenk. Depresi bulat : basin
- Palung laut : bagian luar bumi yang terdapat di dasar laut yang kedalamannya
lebih dari 5000 meter

- Lubuk laut : bagian luar bumi yang terdapat di dasar laut yang bentuknya mem
bulat lebih dari 5000 meter

- Punggung laut : bukit di dasar laut


- Ambang laut : pembatas pada dasar laut yang memisahkan dua laut dalam
- Shelf : bagian laut yang dalamnya kurang dari 200 meter

- Vulkanisme : segala kegiatan magma dari lapisan dalam litosfera yang bergerak
ke lapisan yang lebih atas
- Intrusi magma : aktifitas magma dalam lapisan litosfera yang memotong atau
menyisip litosfer dan tidak mencapai permukaan bumi
- Batholit : batuan beku yang terbentuk dari dapur magma,terjadi karena penurunan
suhu yang lambat
- Lakolit : magma yang menyusup di antara lapisan batuan yang menyebabkan
lapisan di atasnya terangkat sehingga cembung , sedangkan alasnya
rata
- Sill : lapisan magma tipis yang menyusup di antaa lapisan batuan diatas,datar di
bagian bawah
- Gang : batuan dari intrusi magma yang memotong lapisan batuan yang berbentuk
pipih atau lempeng
- Apofisa : cabang dari irupsi korok (gang)
- Diatrema : batuan yang mengisi pipa letusan

- Ekstrusi magma : kegiatan magma yang mencapai permukaan bumi


- Ekstrusi sentral : magma keluar melalui sebuah saluran magma (pipa kawah) dan
membentuk gunung-gunung dan letaknya tersendiri
- Ekstrusi linier : magma keluar melalui retakan atau celahan yang memanjang
sehingga mengakibatkan terbentuknya deretan gunung api yang
kecil-kecil di retakan itu
- Ekstrusi areal : magma keluar melalui lubang yang besar karena magma terletak
sangat dekat dengan permukaan bumi sehingga magma
menghancurkan dapur magma yang menyebabkan magma meleleh
keluar ke permukaan bumi

- Gunung : bagian permukaan bumi yang brbentuk kerucut atau kubah yang berdiri
sendiri dan terdiri atas satu puncak tertinggi yang di batasi oleh lereng

- Sumber gas : - Solfatar : sumber gas belerang


- Fumarol : sumber gas uap air
- Mofet : sumber gas asam arang

- Mata air Geyser : mata air tanah yang memancar sewaktu-waktu dalam celah
batuan atau bekas kantong magma akibat dorongan gas
dari dalam

- Gempa Bumi : sentakan yang terjadi pada lapisan litosfera bagian atas
- Gempa Tektonik : gempa yang terjadi akibat gerakan tektonik/akiat retakan pada
kerak bumi
- Gempa Vulkanik : gempa yang terjadi akibat letusan gunung meletus
- Gempa Runtuhan : gempa yang terjadi akibat runtuhan
- Gempa Buatan : gempa yang terjadi akibat ulah manusia

- Pengikisan (erosi) : mengikisnya batuan akibat terkena sinar matahari menjadi


panas, dan pada malam hari menjadi dingin serta terkena hujan

-Erosi Tenaga Air : pengikisan yang terjadi akibat air


- Erosi Percikan (splash erosion)
- kumpulan erosi percikan, Erosi Parit (gully erosion)
- kumpulan erosi parit, Erosi Lembah (valley erosion)
- aliran paling besar, Erosi Ngarai (canyon erosion)
- Erosi Tenaga Angin : proses pengikisan yang di lakukan oleh angin (deflasi)
- Bentuk erosi : lubang-lubang hasil tiupan (blow holes)
- Bentuk sisa erosi : batu jamur (pedestal rocks)
- Bentuk endapannya : - bukit-bukit pasir (sand dunes)
- endapan lebih halus dari pasir
(loess)
- Erosi Tenaga Gelombang : proses pengikisan yan di lakukan oleh gelombang
- Bentuk erosi : gua-gua laut&celah lengkung laut
- Bentuk sisa erosi : - dasar pantai yang datar (plat form)
- tanjung dengan jung yang curam
- Bentuk endapannya : - gosong pasir (bars)
- Erosi Tenaga Gletser : erosi yang terjadi akibat es yang mencair di pegunungan
- Bentuk erosi : ledok berundak (cirques), palung glasial
- Bentuk sisa erosi : puncak bukit mirip tanduk
(matternhorn peaks)
- Bentuk endapannya : morena, drumlin, esker
- Erosi Tenaga Mahkluk Hidup (organisme) : erosi yang di sebabkan oleh mahkluk
hidup
- Bentuk Erosi :liang-liang galian binatang (burrows)
lubang galian pertambangan manusia
- Bentuk endapannya : karang koral (koral reef)
- sarang binatang (anthill)
- Pelapukan, ada 3 :
- Pelapukan Fisika : pelapukan yang di sebabkan oleh hujan, panas, angin
- Pelapukan Kimia : pelapukan yang di sebabkan oleh proses kimiawi
- Pelapukan Biologis : pelapukan yang di sebabakan oleh mahkluk hidup

- Pengangkutan material (mass wasting)

- Jenis pergerakan pelan (lambat)


- Rayapan : gerakan tanah dan puing batuan yang menuruni lereng secara pelan
- Rayapan Tanah : gerakan tanah menuruni lereng
- Rayapan Talus : gerakan puing batuan hasil pelapukan di lereng yang curam
- Rayapan Batuan : gerakan blok-blok secara individual menuruni lereng
- Rayapan Batuan Gletser (rock gletser creep) : gerakan batuan yang tercampak
menuruni lereng
- Solifluksi (solifluction) : aliran pelan batuan yang banyak mengandung air
menuruni lereng di dalam saluran tertentu

- Jenis pergerakan cepat


- Aliran Tanah : gerakan berlumpur yang menuruni bukit
- Aliran Lumpur : gerakan puing batuan yang menuruni saluran tertentu
- Gugur Puing ; puing-puing batuan yang meluncur yang menuruni lereng curam

- Longsor Lahan (landslide)


- Luncur : gerakan penggelinciran dari satu batu atau beberapa unit batuan
- Longsor Puing : peluncuran puing batuan yang tidak terpadatkan

- Jatuh Puing : puing batuan yang jatuh hamper bebas

- Longsor Batu : batuan yang meluncur menuruni permukaan lapisan


- Jatuh batu : blok-blok batuan yang jatuh secara bebas dari lereng yang curam

- Amblesan : pergeseran tempat ke bawah tanpa permukaan bebas

- Dampak Positif Endogen :


- Kawasan tangkap air hujan
- Sumber bahan tambang dan mineral
- Pusat tenaga listrik
- Tempat habitat flora dan fauna
- Tempat pariwisata
- Tempat laboratorium alam

- Dampak Negatif Endogen :


- Bencana letusan gunung berapi
- Gempa bumi
- Menghasilkan lereng-lerengyang curam

- Dampak Poisitif Eksogen :


- Memunculkan habitat baru
- Memper luas daratan
- Memunculkan barang-barang tambang

- Dampak Negatif Eksogen :


- Angin kencang (badai) : merusak bangunan
- Hujan : banjir dan tanah longsor
- Panas matahari : dapat membuat kebakaran hutan
- Erosi : kesuburan tanah berkurang
- Abrasi : pengikisan daratan di tepi pantai oleh air laut
BAB II

MASA PRA AKSARA DI INDONESIA

- Zaman Batu : zaman di mana semua peralatan terbuat oleh batu


- Zaman Batu Tua (Palaeolithikum) : alat dari batunya masih kasar
dan sederhana
- Zaman Batu Madya (Mesolithikum) : alat dari batunya lebih baik
dari zaman batu tua
- Zaman Batu Muda (Neolithikum) : alat dari batunya sudah di
haluskan dan bentuknya lebih sempurna dari
zaman sebelumnya
- Zaman Batu Besar (Megalithikum) : alat dari batunya masih kasar,
dan besar

- Zaman Logam : zaman di mana alat-alat dibuat dari logam

- Zaman logam di Asia : perunggu dan besi


- Zaman logam di Eropa : tembaga, perunggu, dan besi

- Palaeoanthropologi : penelitian khusus tentang fosil manusia purba

Masa Berburu dan Mengumpulkan Makanan Tingkat Sederhana


1. Keadaan lingkungan : manusia bertempat tinggal di tempat yang semuanya
sudah di sediakan oleh alam (ada air, tanaman, hewan)
2. Keberadaan manusia : penelitiannya dilakukan 3 kali yaitu :1889-1909,
1931-1952, dan 1952-sekarang
- MEGANTHROPUS : manusia paling primitif, di temukan di Pucangan,
di sebut juga manusia besar berbadan tegap
- PITHECANTHROPUS ERECTUS :ditemukan di Sangiran, tinggi badan nya 165-180 cm,
volumen otaknya 1000 cc, tubuhnya mirip kera di sebut juga
manusia berbadan tegap
- HOMO : 1. Homo Sapiens wajak I :ditemukan di Campur Darat Tulungagung
2. Homo Sapiens Wajak II : ditemukan di Campur Darat Tulungagung
3. Teknologi : menggunakan kapak perimbas, kapak penetak, kapak genggam
4. Kehidupan Sosial : mencari tempat yang dapat memenuhi kebutuhan hidupnya

Masa Berburu dan Mengumpulkan Makanan Tingkat Lanjut


1. Keadaan lingkungan : api sudah di kenal, menetap di suatu tempat
menanam tumbuhan
2. Keberadaan manusia : pada permulaan kala Holosin, manusianya terdiri
dari dua ras, yaitu ras Austromelanesoid dan
Mongoloid
3. Teknologi : ada 3 tradisi pokok pembuatan alat-alat pada masa Pos
Plestosin, yaitu serpih bilah, alat tulang, kapak genggam
4. Masyarakat : sudah menetap di suatu gua

Masa Becocok Tanam


1. Manusia : daerah barat : ras Mongoloid
daerah timur : ras Austromelanosoid
2. Terknologi : membuat alat-alat dari batu : beliung persegi, kapak batu
mata anak panah, mata tombak. Yang paling terkenal adalah
beliung persegi
3. Kehidupan Masyarakat : menetap di suatu tempat, bercocok tanam,
memelihara hewan, tempat tinggalnya semakin
bagus
4. Pemujaan Roh Nenek Moyang : - Animisme : memuja roh-roh nenek
moyang
- Dinamisme : memuja benda-benda yang di
anggap memiliki kekuatan
gaib

Masa Perundagian
1. Penduduk : sudah menetap dan menjadi perkampungan
2. Teknologi : berkembang sangat pesat
3. Kehidupan Sosial Budaya : percaya pada roh nenek moyang dengan
melakukan upacara-upacara khusus

BAB III

KEHIDUPAN SOSIAL MANUSIA

- Interaksi sosial : Hubungan sosial yang dinamis antara individu-individu, individu-


kelompok, kelompok-kelompok baik secara kerjasama, persaingan
dan pertikaian

- Proses sosial : cara-cara berhubungan para individu maupun kelompok yang saling
bertemu, kemudian terjadi perubahan yang mampu menggoyahkan
cara-cara yang telah ada
1. Imitasi : meniru sesuatu yang dilakukan orang lain
2. Sugesti : reaksi seseorang terhadap sesuatu secara langsung tanpa dipikir
terlebih dahulu
3. Simpati : kemampuan untuk merasakan diri seolah-olah dalam keadaan
orang lain
4. Identifikasi : keinginan seseorang untuk menjadi sama dengan orang lain

Sosialisasi Sebagai Proses Pembentukan Kepribadian


- Kepribadian : merupakan sifat dan watak seseorang yang konsisten
- Sosialisasi : proses seseorang mempelajari cara hidup masyarakat
1. Sosialisasi Primer : awal sosialisasi seorang individu memasuki
keanggotaan masyarakat
2. Sosialisasi Sekunder : sosialisasi di luar lingkungan keluarga
Tahapan Sosialisasi :
1. Sosialisasi dalam keluarga
2. Sosialisasi dengan teman sepermainan
3. Sosialisasi dengan lingkungan keluarga

Bentuk-Bentuk Interaksi Sosial


1. Proses Asosiatif : hubungan interaksi sosial yang dapat meningkatkan hubungan
solidaritas
1. Kerjasama :
a. Kerukunan : hidup berdampingan secara damai
b. Tawar Menawar : bentuk perjanjian pertukaran barang/jasa
c. Kooptasi : mau menerima pendapat orang lain
d. Koalisi : kerjasama 2 partai atau lebih untuk tujuan yang sama
e. Joint Venture

2. Akomodasi :
a. Paksaan : karena ada unsur paksaan
b. Kompromi
c. Penengah : mencapai kompromi apabila tidak sanggup mencapai
penyelesaian
d. Mediasi : hadirnya pihak ke-3 hanya penasihat
e. Konsilasi
f. Kesabaran : bentuk akomodasi tanpa persetujuan resmi

g. Terperangkap : 2 pihak yang berselisih mempunyai kekuatan yang


seimbang
h. Keputusan pengadilan

3. Asimilasi : sifat-sifat yang di miliki oleh orang sekitar


a. Toleransi
b. Menghargai orang lain
c. Sikap terbuka

2. Proses Disosiatif : hubungan interaksi sosial yang dapat merenggangkan hubung


an solidaritas
a. Persaingan : saling bersaing untuk mencapai keuntungan
b. Kontravensi : penolakan, keengganan, perlawanan, protes
c. pertentangan/pertikaian

BAB IV

MANUSIA SEBAGAI MAKHLUK SOSIAL DAN EKONOMI

- Keinginan : hasrat pemuas kebutuhan spesifik


- Kebutuhan : keinginan atas barang dan jasa ysng dapat untuk kelangsungan hidup

- Manusia sebagai makhluk ekonomi : hasrat manusia untuk memenuhi kebutuhan


hidupnya
- Manusia sebagai makhluk sosial : hasrat manusia untuk memerlukan bantuan
orang lain

4 Tindakan Ekonomi :
1. Rasionalitas : kemampuan untuk berpikir dan mengambil keputusan yang tepat
2. Kepentingan pribadi
3. Moral : dengan adanya moral, manusia menghindari pemenuhan dengan
menghalalkan segala cara
4. informasi

- Faktor Yang Mempengaruhi Keinginan Manusia Dalam Memenuhi Kebutuhan


1. Tempat tinggal
2. Pendidikan
3. Usia
4. SDA & SDM

- Tujuan Kerjasama :
1. Kerjasama yang saling menguntungkan
2. Kerjasama untuk kepentingan bersama
3. Kerjasama yang saling menghormati

- Pemenuhan Kebutuhan :
1. Paling Penting
2. Penting
3. Kurang penting

- Oiknomia (bahasa latin dari ekonomi) : mengatur rumah tangga


- Oikos : rumah tangga
- Nomos : mengatur

BAB V

TINDAKAN, MOTIF, DAN PRINSIP EKONOMI

- Tindakan Ekonomi : setiap usaha yang di landasi pilihan baik dan menguntungkan
- Tindakan Ekonomi Rasional : membeli kebutuhan sesuai kemampuan
- Tindakan Ekonomi tidak Rasional : membeli kebutuhan tidak sesuai kemampua
karena ingin di puji/di sanjung

- Motif Ekonomi : dorongan untuk manusia melakukan kegiatan ekonomi


- Motif Intrinsik : keinginan memiliki barang dan jasa karena keinginan sendiri
- Motif Ekstrinsik : keinginan memilik barang dan jasa pengaruh dari pihak lain
macam motif ekonomi
a. Motif Mencari Keuntungan
b. Motif Mendapatkan Kekuasaan Ekonomi
c. Motif Memperoleh Penghargaan
d. Motif Berbuat Sosial
e. Motif Mencukupi Kebutuhan Hidup dan Meningkatkan Kemakmuran
- Prinsip Ekonomi : pertimbangan di sertai pengorbanan yang sekecil mungkin untuk
memperoleh hasil maksimal
- Tindakan Rasional :membandingkan besarnya jumlah pengorbanan dengan besar
hasil yang di peroleh
- Rasional : jumlah hasil lebih besar dari pengorbanan
- Tidak Rasional : jumlah pengorbanan lebih besar dari hasil yang di peroleh

1. Prinsip Ekonomi Konsumen


a. Membuat skala prioritas dari yang mendesak sampai tidak mendesak
b. Memperhatikan kemampuan belinya
c. Memperhatikan manfaat dan hasil yang di peroleh dengan biaya yang di
keluarkan

2. Prinsip Ekonomi Produsen


a. Menggunakan bahan mentah berkualitas tinggi dan berharga murah
b. Membuat analisis kebutuhan pasar agar barang laris terjual
c. Menyediakan barang atau jasa sesuai selera pemakai
d. Menyediakan barang bermutu dengan harga bersaing
e. Menetukan lokasi pabrik yang dekat bahan baku
f. Perolehan laba yang besar

3. Prinsip Ekonomi Distributor/Pedagang


a. Barang yang di jual sesuai selera masyarakat
b. Menyesuaikan alat angkut dengan barang
c. Membeli barang langsung dari produsen, harganya murah dan keuntungan
maksimal

Ciri-Ciri Orang Yang Melakukan Prinsip Ekonomi


1. Bertindak rasional : selalu menggunakn akal sehatnya
2. Bertindak ekonomis : selalu menggunakan perhitungan yang cermat
3. Bersikap hemat : selalu menghindari pemborosan
4. Membuat skala prioritas : selalu membuat urutan pemenuhan kebutuhan
5. Cost and benefit : selalu memperhitungkan biaya pengeluaran

Materi Inti IPS Kelas 7 Semester 2 (KTSP)

Bab 6
Peta Objek Geografi

PETA
Peta adalah gambaran permukaan bumi pada bidang datar dengan skala tertentu melalui suatu
sistem proyeksi. Peta bisa disajikan dalam berbagai cara yang berbeda, mulai dari peta
konvensional yang tercetak hingga peta digital yang tampil di layar komputer. Istilah peta berasal
dari bahasa Yunani mappa yang berarti taplak atau kain penutup meja. Namun secara umum
pengertian peta adalah lembaran seluruh atau sebagian permukaan bumi pada bidang datar yang
diperkecil dengan menggunakan skala tertentu.Sebuah peta adalah representasi dua dimensi dari
suatu ruang tiga dimensi. Ilmu yang mempelajari pembuatan peta disebut kartografi. Banyak peta
mempunyai skala, yang menentukan seberapa besar objek pada peta dalam keadaan yang
sebenarnya. Kumpulan dari beberapa peta disebut atlas.

Syarat-syarat
1) Konform, yaitu bentuk dari sebuah peta yang digambar serta harus sebangun dengan keadaan
asli atau sebenarnya di wilayah asal atau di lapangan.
2) Ekuidistan, yaitu jarak di peta jika dikalikan dengan skala yang telah di tentukan sesuai dengan
jarak di lapangan.
3) Ekuivalen, yaitu daerah atau bidang yang digambar di peta setalah dihitung dengan skalanya,
akan sama dengan keadaan yang ada di lapangan.

Fungsi
1) Menyeleksi data
2) Memperlihatkan ukuran
3) Menunjukkan lokasi relatif
4) Memperlihatkan bentuk
Unsur-unsur Peta
merupakan alat bantu dalam menyampaikan suatu informasi keruangan. Berdasarkan fungsi
tersebut maka sebuah peta hendaknya dilengkapi dengan berbagai macam komponen/unsur
kelengkapan yan bertujuan untuk mempermudah pengguna dalam membaca/menggunakan peta.
Beberapa komponen kelengkapan peta yang secara umum banyak ditemukan pada peta misalnya
adalah:

1) Judul
Mencerminkan isi sekaligus tipe peta. Penulisan judul biasanya di bagian atas tengah, atas kanan,
atau bawah. Walaupun demikian, sedapat mungkin diletakkan di kanan atas.

2) Legenda
Legenda adalah keterangan dari simbol-simbol yang merupakan kunci untuk memahami peta.

3) Orientasi/tanda arah
Pada umumnya, arah utara ditunjukkan oleh tanda panah ke arah atas peta. Letaknya di tempat
yang sesuai jika ada garis lintang dan bujur, koordinat dapat sebagai petunjuk arah.

4) Skala
Skala adalah perbandingan jarak pada peta dengan jarak sesungguhnya di lapangan. Skala ditulis
di bawah judul peta, di luar garis tepi, atau di bawah legenda. Skala dibagi menjadi 3, yaitu:
a. Skala angka. Misalnya 1:2.500.000, artinya setiap 1 satuan jarak dalam peta sama dengan
2.500.000 satuan jarak dalam di lapangan.
b. Skala garis. Skala ini dibuat dalam bentuk garis horizontal yang memiliki panjang tertentu dan
tiap ruas berukuran 1 cm atau lebih untuk mewakili jarak tertentu yang diinginkan oleh pembuat
peta.
c. Skala verbal, yakni skala yang ditulis dengan kata-kata.

5) SimbolPeta
Simbol peta adalah tanda atau gambar yang mewakili kenampakan yang ada permukaan bumi
yang terdapat pada peta kenampakannya, jenis-jenis simbol peta antara lain:
a. Simbol titik, digunakan untuk menyajikan tempat atau data posisional
b. Simbol garis, digunakan untuk menyajikan data yang berhubungan dengan jarak
c. Simbol area, digunakan untuk mewakili suatu area tertentu dengan simbol yang mencakup area
tertentu
d. Simbol aliran, digunakan untuk menyatakan alur atau gerak.
e. Simbol batang, digunakan untuk menyatakan suatu harga/dibandingkan dengan harga/nilai
lainnya.
f. Simbol lingkaran, digunakan untuk menyatakan kuantitas (jumlah) dalam bentuk prosentase.
g. Simbol bola, digunakan untuk menyatakan volume, makin besar simbol bola menunjukkan
volume semakin besar dan sebaliknya makin kecil simbol bola berarti volume semakin kecil.

6) Warna Peta
Warna peta digunakan untuk membedakan kenampakan atau objek di permukaan bumi, memberi
kualitas atau kuantitas simbol di peta, dan untuk keperluan estetika peta. Warna simbol dalam peta
terdiri dari 8 warna, yaitu:
a. Warna hijau
Warna hijau menunjukkan suatu daerah yang memiliki ketinggian kurang dari 200 m. Biasanya
bentuk muka bumi yang terdapat pada ketinggian < 200 m didominasi olah dataran rendah.
Dataran rendah di Jawa terdapat di sepanjang pantai utara dan pantai selatan. b. Warna hijau muda
Warna hijau muda menunjukkan suatu daerah yang memiliki ketinggian antara 200-400 m di atas
permukaan laut. Bentuk muka bumi yang ada di daerah ini berupa daerah yang landai dengan
disertai bentuk-bentuk muka bumi bergelombang dan bukit. Penyebaran bentuk muka ini hampir
menyeluruh di atas dataran rendah c. Warna kuning Warna kuning menunjukkan suatu daerah yang
memiliki ketinggian antara 500-1000 m di atas permukaan laut. Bentuk muka bumi yang ada di
daerah ini didominasi oleh dataran tinggi dan perbukitan dan pegunungan rendah. Penyebaran dari
bentuk muka bumi ini berada di bagian tepi-tengah dari Provinsi Jawa Tengah dan paling luas di
sebelah tenggara Kabupaten Sukoharjo. d. Warna cokelat muda Warna cokelat muda menunjukkan
daerah yang mempunyai ketinggian antara 1000-1500 m di atas permukaan air laut. Bentuk muka
bumi yang dominan di daerah ini berupa pegunungan sedang disertai gunung-gunung yang rendah.
Penyebaran dari bentuk muka ini berada di bagian tengah dari Jawa Tengah, seperti di sekitar
Bumiayu, Banjarnegara, Temanggung, Wonosobo. Salatiga dan Tawangmangu. e. Warna cokelat
Warna cokelat menunjukkan daerah yang mempunyai ketinggian lebih dari 1500 m di atas
permukaan air laut. Bentuk muka bumi di daerah ini didominasi oleh gunung-gunung yang relatif
tinggi. Penyebaran dari gunung-gunung tersebut sebagian besar di bagian tengah dari Jawa
Tengah. f. Warna biru keputihan Warna biru menunjukkan warna kenampakan perairan. Warna
biru keputihan menunjukkan wilayah perairan yang kedalamannya kurang dari 200 m. Bentuk
muka bumi dasar laut di wilayah ini didominasi oleh bentuk lereng yang relatif landai. Zona di
wilayah ini disebut dengan zona neritik. Penyebaran dari zona ini ada di sekitar pantai. Di wilayah
perairan darat warna ini menunjukkan danau atau rawa. Di Wonogiri terdapat Waduk
Gajahmungkur, di Bawen terdapat Rawapening, di sekitar Kebumen terdapat waduk Wadaslinang
dan Sempor dan masih ada beberapa waduk kecil lainnya. g. Warna biru muda Warna biru muda
menunjukkan wilayah perairan laut yang mempunyai kedalaman antara 200-2000 m. Bentuk muka
bumi dasar laut di wilayah ini didominasi oleh bentukan lereng yang relatif terjal. Wilayah ini
merupakan kelanjutan dari zona neritik. Namun wilayah ini tidak tergambar dalam peta umum. h.
Warna biru tua Warna biru tua menunjukkan wilayah perairan laut dengan kedalaman lebih dari
2000 m. Bentuk muka bumi dasar laut di sekitar Pulau Bali pada kedalaman > 2000 m sulit untuk
diketahui dan tidak bisa diinterprestasikan dari peta. Namun biasanya bentuk muka bumi pada laut
dalam dapat berupa dataran, lubuk laut, drempel dan palung laut. Bentuk muka bumi seperti ini
juga tidak tergambar dalam peta umum.

7) Tipe Huruf (Lettering)


Lettering berfungsi untuk mempertebal arti dari simbol-simbol yang ada. Macam penggunaan
letering:
1. Obyek Hipsografi ditulis dengan huruf tegak, contoh: Surakarta
2. Obyek Hidrografi ditulis dengan huruf miring, contoh: Laut Jawa

8) Garis Astronomis
Garis astronomis terdiri atas garis lintang dan garis bujur yang digunakan untuk menunjukkan
letak suatu tempat atau wilayah yang dibentuk secara berlawanan arah satu sama lain sehingga
membentuk vektor yang menunjukan letak astronomis.

9) Inset
1. Inset adalah peta kecil yang disisipkan di peta utama. Macam-macam inset antara lain:
2. Inset penunjuk lokasi, berfungsi menunjukkan letak daerah yang belum dikenali
3. Inset penjelas, berfungsi untuk memperbesar daerah yang dianggap penting
4. Inset penyambung, berfungsi untuk menyambung daerah yang terpotong di peta utama

10) Garis Tepi Peta Garis tepi peta merupakan garis untuk membatasi ruang peta dan untuk
meletakkan garis astronomis, secara beraturan dan benar pada peta.

11) Sumber dan Tahun Pembuatan


Sumber peta adalah referensi dari mana data peta diperoleh.

Jenis
Peta dikelompokan menjadi 5 bagian, yaitu:
Berdasarkan Isi Data yang Disajikan
1) Peta umum, yakni peta yang menggambarkan kenampakan bumi, baik fenomena alam atau
budaya. Peta umum dibagi menjadi 3 jenis, yaitu:
2) Peta topografi, yaitu peta yang menggambarkan permukaan bumi lengkap dengan reliefnya.
Penggambaran relief permukaan bumi ke dalam peta digambar dalam bentuk garis kontur. Garis
kontur adalah garis pada peta yang menghubungkan tempat-tempat yang mempunyai ketinggian
yang sama.
3) Peta korografi, yaitu peta yang menggambarkan seluruh atau sebagian permukaan bumi yang
bersifat umum, dan biasanya berskala sedang. Contoh peta korografi adalah atlas.
4) Peta dunia atau geografi, yaitu peta umum yang berskala sangat kecil dengan cakupan wilayah
yang sangat luas.
5) Peta khusus (peta tematik), yaitu peta yang menggambarkan informasi dengan tema
tertentu/khusus. Misalnya, peta politik, peta geologi, peta penggunaan lahan, peta persebaran objek
wisata, peta kepadatan penduduk, dan sebagainya.

Peta Berdasarkan Sumber Datanya


1) Peta turunan (Derived Map)yaitu peta yang dibuat berdasarkan pada acuan peta yang sudah ada,
sehingga tidak memerlukan survei langsung ke lapangan.
2) Peta induk yaitu peta yang dihasilkan dari survei langsung di lapangan.

Peta berdasarkan skala


1) Peta kadaster (sangat besar) adalah peta yang berskala > 1: 100 sampai > 1: 5000. Contoh: Peta
pertanahan, Peta Pertambangan
2) Peta besar adalah peta yang berskala > 1: 5000 sampai > 1: 250.000. Contoh: peta
kecamatan/kabupaten
3) Peta sedang adalah peta yang berskala > 1: 250.000 sampai > 1: 500.000. Contoh: peta provinsi
4) Peta kecil adalah peta yang berskala > 1: 500.000 sampai > 1: 1.000.000. Contoh: peta negara
5) Peta geografis (sangat kecil) adalah peta yang berskala > 1: 1.000.000 ke bawah. Contoh: Peta
benua/dunia

Peta berdasarkan bentuk


1) Peta datar atau peta dua dimensi, atau peta biasa, atau peta planimetri yaitu peta yang berbentuk
datar dan pembuatannya pada bidang datar seperti kain. Peta ini digambarkan menggunakan
perbedaan warna atau simbol dan lainnya.
2) Peta timbul atau peta tiga dimensi atau peta stereometri, yaitu peta yang dibuat hampir sama dan
bahkan sama dengan keadaan sebenarnya di muka bumi. Pembuatan peta timbul dengan
menggunakan bayangan 3 dimensi sehingga bentukbentuk muka bumi tampak seperti aslinya.
3) Peta digital, merupakan peta hasil pengolahan data digital yang tersimpan dalam komputer. Peta
ini dapat disimpan dalam disket atau CD-ROM. Contoh: citra satelit, foto udara.
4) Peta garis, yaitu peta yang menyajikan data alam dan kenampakan buatan manusia dalam
bentuk titik, garis, dan luasan.
5) Peta foto, yaitu peta yang dihasilkan dari mozaik foto udara yang dilengkapi dengan garis
kontur, nama, dan legenda.

Peta berdasarkan tingkat kedetailan


1) Peta detail, peta yang skalanya > 1:25.000
2) Peta semi detail, peta yang skalanya > 1:50.000
3) Peta tinjau, peta yang skalanya > 1:250.000

Bab 7
Kondisi Geografis dan Penduduk di Indonesia

Indonesia memiliki bentang alam atau bentuk permukaan bumi yang ada di daratan berbeda-beda.
Ada yang disebut dataran tinggi, dataran rendah dan pantai.
Daerah-daerah tersebut tentunya dapat diketahui dari letak suatu wilayah, antara lain sebagai
berikut:

Posisi daerah tersebut terhadap tempat atau daerah lain.


Kehidupan penduduk yang ada di daerah tersebut.
Latar belakang sejarah dan pengaruh yang pernah ada atau akan ada terhadap daerah tersebut.
Untuk lebih memahami kondisi geografis Indonesia tentunya kita akan mempelajari juga hal-hal
yang mempengaruhinya, yaitu: letak fisiografis dan letak sosiografis.

2.1. Letak Fisiografis


Letak fisiografis adalah letak suatu tempat berdasarkan segi fisiknya, seperti dari segi garis lintang
dan garis bujur, posisi dengan daerah lain, batuan yang ada dalam bumi, relief permukaan bumi,
serta kaitannya dengan laut. Letak fisiografis ini meliputi:

a. Letak astronomis
Letak astronomis, yaitu letak suatu tempat berdasarkan koordinat garis lintang dan garis bujurnya.
Letak astronomis Indonesia: 6.08LU 11.15LS dan 95.45BT 141.05BT. Letak
astronomis ini mengakibatkan Indonesia mengalami iklim tropis yang sangat membawa
keuntungan bagi negara Indonesia. Keuntungan yang didapat oleh Indonesia dengan posisi / letak
astronomis tersebut adalah memiliki curah hujan yang tinggi dan penyinaran matahari sepanjang
tahun. Lahan-lahan pertanian sangat tergantung dengan curah hujan yang tinggi dan penyinaran
matahari, sehingga dapat memberikan kesuburan pada lahan pertanian. Dengan demikian memiliki
nilai ekonomis yang tinggi. Selain itu, wilayah Indonesia juga banyak terjadi penguapan sehingga
kelembapan udara cukup tinggi. Hal ini sangat menguntungkan bangsa Indonesia untuk bercocok
tanam ataupun beraktivitas dalam segala bidang untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.

Batas wilayah Indonesia berdasarkan letak astronomis:


Wilayah Indonesia paling utara adalah Pulau We, yang terletak pada 6.08LU.
Wilayah Indonesia paling selatan adalah Pulau Rote di Nusa Tenggara Timur terletak pada
11.15LS.
WIlayah Indonesia yang paling barat yaitu pulau We di ujung utara Pulau Sumatera pada
95.45BT
Wilayah Indonesia paling timur adalah Kota Merauke terletak pada 141.05BT.
Wilayah Indonesia terbagi atas tiga wilayah waktu, yaitu Waktu Indonesia Barat (WIB) GMT +7,
Waktu Indonesia Tengah (WITA) GMT +8, dan Waktu Indonesia Bagian Timur (WIT) GMT +9.
b. Letak geografis
Letak geografis, yaitu letak suatu tempat dilihat dari kenyataannya di muka bumi atau letak suatu
tempat dalam kaitannya dengan daerah lain disekitarnya. Letak geografis disebut juga letak relatif,
disebut relatif karena posisinya ditentukan oleh fenomena-fenomena geografis yang
membatasinya, misalnya gunung, sungai, lautan, benua dan samudra.
Secara geografis wilayah Indonesia terletak di antara dua benua dan dua samudra, yaitu Benua
Asia dengan Benua Australia. Sedangkan samudra yang membatasi adalah Samudra Hindia dan
Samudra Pasifik.
Letak geografis ini sangat berpengaruh terhadap keberadaan wilayah Indonesia, baik dilihat dari
keadaan fisik dan sosial maupun ekonomi dan politik.

c. Letak geologis
Letak geologis ialah letak suatu daerah atau negara berdasarkan struktur batu-batuan yang ada
pada kulit buminya. Letak geologis Indonesia dapat terlihat dari beberapa sudut, yaitu dari sudut
formasi geologinya, keadaan batuannya, dan jalur-jalur pegunungannya. Dilihat dari jalur-jalur
pegunungannya, Indonesia terletak pada pertemuan dua rangkaian pegunungan muda, yakni
rangkaian Sirkum Pasifik dan rangkaian Sirkum Mediterania. Oleh karena itu, di Indonesia:

Terdapat banyak gunung berapi yang dapat menyuburkan tanah.


Sering terjadi gempa bumi.
Terdapat bukit-bukit tersier yang kaya akan barang tambang, seperti minyak bumi, batu bara dan
bauksit.

d. Letak geomorfologis
Letak geomorfologis, yaitu letak suatu tempat berdasarkan tinggi rendahnya tempat tersebut
terhadap permukaan air laut atau dilihat dari bentuk permukaan bumi. Letak geomorfologis
Indonesia sangat bervariasi. Perbedaan letak geomorfologis mempunyai pengaruh yang
bermacam-macam, misalnya:

Adanya suhu yang berbeda-beda sangat berpengaruh terhadap jenis tanaman


Menentukan ada tidaknya mineral-mineral yang dikandung oleh batuan tersebut
Menentukan kepadatan penduduk, misalnya tempat-tempat yang morfologi daratannya berbukit
atau terjal kepadatan penduduknya kecil
Perlu memperhitungkan morfologi daerah sebelum membangun bangunan-bangunan, jembatan-
jembatan, gedung-gedung, dan jalan-jalan raya.

e. Letak maritim
Letak maritim, yaitu letak suatu tempat ditinjau dari keadaan kelautan di sekitarnya, yakni apakah
tempat itu dekat atau jauh dari laut serta apakah sebagian atau seluruhnya dilingkungi oleh laut,
dan sebagainya.
Letak maritim atau letak kelautan Indonesia sangat baik sebab wilayahnya yang berbentuk
kepulauan dikelilingi oleh tiga lautan besar, yakni: bagian timur Indonesia berhadapan dengan
Samudera Pasifik, bagian selatan Indonesia berhadapan dengan Samudera Hindia, dan bagian utara
Indonesia berhadapan dengan Laut Cina Selatan (Lihat gambar: Letak Geografis Indonesia).
Letak maritim yang demikian tentu saja membawa akibat yang baik bagi Indonesia, misalnya,
adanya usaha atau kegiatan di bidang pelayaran, perikanan serta pelabuhan di wilayah Indonesia,
menyebabkan Indonesia mempunyai potensi ekonomi besar untuk dikembangkan, dan Indonesia
mempunyai posisi penting dalam percaturan politik dunia.

2.2 Letak Sosiografis


Letak sosiografis adalah letak suatu tempat ditinjau dari sosio-kulturalnya, seperti segi ekonomi,
segi politis, dan sebagainya.

a. Letak ekonomis Indonesia


Letak ekonomis adalah letak suatu negara ditinjau dari jalur dan kehidupan ekonomi negara
tersebut terhadap negara lain. Letak ekonomis Indonesia sangat baik, sebab terletak antara Benua
Asia dan Australia ditambah dengan beberapa tempat di sekitar Indonesia yang merupakan pusat
lalu lintas perdagangan, misalnya: Kuala Lumpur dan Singapura. Negara tetangga Indonesia ini
membutuhkan hasil-hasil pertanian dan hasil pertambangan yang banyak dihasilkan Indonesia.
Kemungkinan Indonesia menjadi pusat pasar dunia yang besar sehingga banyak negara industri
yang menanamkan modalnya di Indonesia.

b. Letak sosio-kultural Indonesia


Letak sosiokultural adalah letak berdasarkan keadaan sosial dan budaya daerah yang bersangkutan
terhadap daerah di sekelilingnya.
Indonesia, secara sosiogeografiskultural, terletak di perempatan jalan antara Benua Asia dan
Australia yang terdiri dari berbagai bangsa. Hal ini menyebabkan terjadinya akulturasi budaya.
Secara sosiokultural, Indonesia mempunyai banyak persamaan umum dengan negara-negara
tetangga. Misalnya, sama-sama merupakan negara sedang berkembang, sama-sama sedang
menghadapi masalah ledakan penduduk, sama-sama berlandaskan kehidupan beragama, sama-
sama bekas negara jajahan, dan sebagian besar penduduknya mempunyai persamaan ras.
Melihat kondisi-kondisi sosial tersebut, tidak mengherankan apabila bangsa-bangsa di Asia,
umumnya dan Asia Tenggara, khususnya, berupaya memajukan masyarakat dan memperbaiki
keadaan sosiokulturalnya. Adanya kerja sama dan kontak sosial ini dapat dilihat dengan
dibentuknya ASEAN, Asean Games, dan berbagai bentuk kerja sama lainnya.

KAITAN KONDISI ALAM DAN IKLIM DENGAN KEHIDUPAN PENDUDUK

Kaitan Kondisi dgn PendudukKondisi alamiah dan manusia pada dasarnya memiliki hubungan
timbal balik. Hubungan inilah yang mengakibatkan manusia memiliki karakteristik berbeda-beda
disetiap wilayahnya.
Aktivitas penduduk di suatu daerah sangat dipengaruhi oleh kondisi geografis terutama kondisi
fisiknya. Kondisi geografi fisik tersebut meliputi kondisi iklim, topografi, jenis dan kualitas tanah,
serta kondisi perairan.
Kondisi daratan dengan segala kenampakannya merupakan tempat tinggal manusia dengan segala
aktivitasnya. Mulai dari ketinggian paling rendah yang terletak di pantai sampai daerah puncak
gunung.
Aktivitas penduduk yang terkait pada kondisi alam dapat diketahui dari corak kehidupan
penduduknya, yakni:

Corak kehidupan di daerah pantai. Penduduk umumnya bekerja sebagai nelayan, penjual jasa
wisata, sektor perikanan dan perkebunan kelapa.
Corak kehidupan di daerah dataran rendah. Penduduk biasanya bekerja pada sektor pertanian,
ladang dan bentuk pertanian lain. Selain itu sektor-sektor lain biasanya lebih cepat berkembang
seperti transportasi, industri, dan perdagangan.
Corak kehidupan daerah dataran tinggi. Penduduk di daerah ini umumnya bekerja dalam sektor
pertanian terutama perladangan.

3.1 Daerah Pantai


Pantai adalah bagian daratan yang berbatasan dengan laut. Penduduk daerah pantai mempunyai
karakteristik yang disesuaikan dengan keadaan daerahnya. Beberapa karakteristik penduduk pantai
adalah sebagai berikut:

1) Mata pencaharian
2) Transportasi dan perdagangan
3) Pola pemukiman
4) Kondisi fisik penduduk
5) Bentuk rumah

a. Mata pencaharian penduduk daerah pantai


Daerah PantaiPenduduk memilih mata pencaharian mereka sesuai dengan ketersediaan yang
terkandung di alam. Sebagian besar penduduk memilih bekerja sebagai nelayan dibandingkan
bercocok tanam. Hal ini disebabkan kondisi tanah yang kurang baik untuk dimanfaatkan untuk
bercocok tanam. Daerah pantai juga merupakan tempat wisata yang menarik, sehingga sebagian
penduduk bekerja sebagai penjual jasa. Disamping itu, daerah pantai juga dapat dijadikan sebagai
tempat budidaya tanaman, meskipun penggunaannya hanya sebagai mata pencaharian sampingan.
Beberapa jenis tanaman yang cocok di daerah pantai diantaranya adalah kelapa, semangka, melon
dan buah naga.
Aktivitas lain dari penduduk di daerah pantai adalah perikanan air payau. Perikanan ini diusahakan
dalam bentuk kolam luas yang disebut tambak. Ikan yang banyak dibudidayakan pada tambak
adalahh ikan yang bernilai tinggi, seperti bawal, bandeng dan lobster.

b. Transportasi dan perdagangan


Beberapa pantai di Indonesia digunakan sebagai sarana transportasi dan bongkar muat barang.
Daerah pantai yang digunakan sebagai dermaga pelabuhan, dapat kita jumpai, misalnya: Tanjung
Benoa, Gilimanuk (Bali), dan lain-lain. Aktivitas transportasi dan perdagangan membentuk
karakteristik penduduk sekitar pantai. Lapangan pekerjaan ini semakin terbuka sehingga banyak
penduduk yang berprofesi sebagai pedagang, buruh pelabuhan, dan aktivitas lain penunjang
aktivitass transportasi dan perdagangan.

c. Pola pemukiman
Sebagian besar penduduk di daerah pantai bermata pencaharian sebagai nelayan, maka pemukiman
mereka biasanya membentuk pola memanjang (linear) mengikuti garis pantai. Pola pemukiman
linear memudahkan para nelayan untuk pergi melaut.
d. Kondisi fisik penduduk
Suhu udara di daerah pantai terasa sangat panas. Suhu rata di daerah pantai pada siang hari bisa
lebih dari 27C. Kondisi suhu yang panas ini mengakibatkan penduduk daerah pantai berwarna
kulit agak gelap. Selain itu, jika berbicara penduduk pantai agak keras, karena harus beradu
dengan suara gemuruh ombak yang tak kunjung henti.

e. Bentuk rumah
Rumah-rumah di daerah pantai biasanya memiliki ventilasi yang banyak dan atap terbuat dari
genteng tanah. Ventilasi yang banyak dimaksudkan agar banyak udara dingin yang masuk ke
rumah.

3.2 Dataran Rendah


Dataran rendah merupakan daerah datar yang memiliki ketinggian hampir sama.
Di Indonesia daerah dataran rendah merupakan daerah yang penuh dengan kedinamisan dan
kegiatan penduduk yang sangat beragam. Daerah dataran rendah cocok dijadikan wilayah
pertanian, perkebunan, peternakan, kegiatan, industri, dan sentra-sentra bisnis.
Lokasi yang datar, menyebabkan pengembangan daerah dapat dilakukan seluas mungkin.
Pembangunan jalan raya dan jalan tol serta kelengkapan saran transportasi ini telah mendorong
daerah dataran rendah menjadi pusat ekonomi penduduk. Kemudahan transportasi dan banyaknya
pusat-pusat kegiatan di daerah dataran rendah menarik penduduk untuk menetap disana. Oleh
karena, itu penduduknya semakin bertambah dan kebutuhan tempat tinggal serta tempat usaha juga
meningkat. Lahan-lahan seperti sawah dan hutan sebagai penyangga keseimbangan alam semakin
berkurang digantikan oleh tumbuhnya bangunan bertingkat. Hal ini banyak menimbulkan
permasalahan, seperti daerah resapan air berkurang yang mengakibatkan banjir pada saat musim
hujan dan kekeringan pada saat musim kemarau.
Keanekaragaman aktivitas penduduk ini menunjukkan adanya heterogenitas mata pencaharian
penduduk. Petani, pedagang, buruh dan pegawai kantor adalah beberapa contoh mata pencaharian
penduduk daerah dataran rendah.

3.3 Dataran Tinggi


Wilayah Indonesia pada daerah dataran tinggi memiliki sistem pegunungan yang memanjang dan
masih aktif. Relief daratan dengan banyaknya pegunungan dan perbukitan, menyebabkan
Indonesia memiliki kesuburan tanah vulkanik, udara yang sejuk, dan alam yang indah.
Relief daratan dengan banyak pegunungan dan perbukitan memiliki udara yang subur dan udara
yang sejuk sehingga sangat diminati penduduk yang kegiatan utamanya di bidang pertanian.
Sebagian besar penduduk juga masih banyak yang tergantung pada alam dan memanfaatkan hasil
dari alam. Penduduk daerah pegunungan juga banyak yang memanfaatkan suhu udara yang dingin
untuk menanam sayuran dan tanaman perkebunan. Selain itu, relief daratan yang demikian juga
memiliki potensi menjadi daerah pariwisata.

BAB 8
ATMOSFER

A. Sifat Fisik Atmosfer


Salah satu objek geografi adalah atmosfer. Atmosfer merupakan lapisan udara yang menyelubungi
bumi. Lapisan ini berfungsi sebagai payung atau pelindung kehidupan di bumi dari radiasi
matahari yang kuat pada siang hari dan mencegah hilangnya panas ke ruang angkasa pada malam
hari.
Manusia dapat bertahan sampai satu hari tanpa air di daerah gurun yang paling panas, tetapi tanpa
udara manusia hanya bertahan beberapa menit saja. Jadi Anda tentu bisa menyimpulkan sendiri
betapa pentingnya udara bagi kehidupan di bumi. Karena tanpa udara, maka manusia, hewan dan
tumbuh-tumbuhan tidak dapat hidup. Udara untuk kehidupan sehari-hari terdapat di atmosfer.
Atmosfer juga merupakan penghambat bagi benda-benda angkasa yang bergerak melaluinya
sehingga sebagian meteor yang melalui atmosfer akan menjadi panas dan hancur sebelum
mencapai permukaan bumi. Lapisan atmosfer merupakan campuran dari gas yang tidak tampak
dan tidak berwarna. Empat gas utama dalam udara kering meliputi (lihat tabel 1).
Tabel 1. Gas Utama dalam Udara Kering
Macam Gas
Volume
(%)
Massa (%)
Nitrogen (N
78,088
75,527
Oksigen (O2)
20,049
23,143
Argon (Ar)
0,930
1,282
Karbon dioksida (CO2)
0,030
0,045
Total Keseluruhan
99,097
99,097

Kondisi dan manfaat gas dalam atmosfer antara lain:


1) Nitrogen (N2) jumlahnya paling banyak, meliputi 78 bagian. Nitrogen tidak langsung
bergabung dengan unsur lain, tapi merupakan bagian dari senyawa organik.
2) Oksigen (O2) sangat penting bagi kehidupan, yaitu untuk mengubah zat makanan menjadi
energi hidup.
3) Karbon dioksida (CO2) menyebabkan efek rumah kaca (greenhouse) transparan terhadap radiasi
gelombang pendek dan menyerap radiasi gelombang panjang. Dengan demikian kenaikan
kosentrasi CO2 di dalam atmosfer akan menyebabkan kenaikan suhu di bumi.
4) Ozon (O3) adalah gas yang sangat aktif dan merupakan bentuk lain dari oksigen. Gas ini
terdapat pada ketinggian antara 20 hingga 30 km. Ozon dapat menyerap radiasi ultra violet yang
mempunyai energi besar dan berbahaya bagi tubuh manusia.
Salah satu unsur yang penting dalam atmosfer adalah uap air. Uap air (H2O) sangat penting dalam
proses cuaca atau iklim, karena dapat merubah fase (wujud) menjadi fase cair, atau fase padat
melalui kondensasi dan deposisi.
Uap air merupakan senyawa kimia udara dalam jumlah besar yang tersusun dari dua bagian
hidrogen dan satu bagian oksigen. Uap air yang terdapat diatmosfer merupakan hasil penguapan
dari laut, danau, kolam, sungai dan transpirasi tanaman. Atmosfer selalu dikotori oleh debu. Debu
adalah istilah yang dipakai untuk benda yang sangat kecil sehingga tidak tampak kecuali dengan
mikroskop. Jumlah debu berubah-ubah tergantung pada tempat. Sumber debu beraneka ragam,
yaitu asap, abu vulkanik, pembakaran bahan bakar, kebakaran hutan, smog dan lainnya. Smog
singkatan dari smoke and fog adalah kabut tebal yang sering dijumpai di daerah industri yang
lembab. Debu dapat menyerap, memantulkan, dan menghamburkan radiasi matahari. Debu
atmosferik dapat disapu turun ke permukaan bumi oleh curah hujan, tetapi kemudian atmosfer
dapat terisi partikel debu kembali. Debu atmosfer adalah kotoran yang terdapat di atmosfer.

B. Struktur Vertikal Atmosfer

Atmosfer mempunyai beberapa lapisan udara yang ketebalan dan karakteristiknya berbeda-beda.
Secara vertikal pembagian lapisan atmosfer berdasarkan suhu. Pembagian lapisan atmosfer
berdasarkan suhu:

1) Troposfer
Lapisan troposfer merupakan lapisan udara yang paling rendah. Lapisan ini di khatulistiwa
mempunyai ketebalan berkisar 16 km, di daerah sedang ketebalannya berkisar 11 km, dan di
daerah kutub berkisar 8 km. Rata-rata kedalaman lapisan troposfer adalah 12 km. Pada lapisan ini,
peristiwa-peristiwa cuaca, seperti angin, awan, dan hujan terjadi. Pada lapisan ini terdapat
penurunan suhu yang terjadi karena sangat sedikitnya troposfer menyerap radiasi gelombang
pendek dari matahari, sebaliknya permukaan tanah memberikan panas pada lapisan troposfer yang
terletak di atasnya; melalui konduksi, konveksi, kondensasi dan sublimasi yang dilepaskan oleh
uap air atmosfer. Konduksi adalah proses pemanasan secara merambat. Konveksi adalah proses
pemanasan secara mengalir. Kondensasi adalah proses pendinginan yang mengubah wujud uap air
menjadi air. Sublimasi adalah proses perubahan wujud es menjadi uap air. Suhu udara di daerah
tropis pada ketinggian 0 m di atas permukaan laut berkisar 27C, sedangkan di bagian atas yang
berbatasan dengan tropopause suhunya berkisar 62C. Dengan demikian, setiap ada kenaikan
tinggi tempat maka suhunya semakin turun. Menurut Teori Braak, setiap naik 100 m maka suhu
akan turun 0,61C.

2) Stratosfer
Lapisan stratosfer berada di atas tropopause sampai ketinggian berkisar 49 km dari permukaan
laut. Pada stratosfer terdapat lapisan isothermal, yaitu pada ketinggian antara 11-20 km dengan
suhu udara beragam -60C dan lapisan inverse pada ketinggian antara 20-49 km. Pada lapisan
inverse suhu udara semakin ke atas semakin meningkat dan sampai ketinggian 49 km suhu udara
mencapai -5C. Meningkatnya suhu udara ini disebabkan oleh adanya kandungan gas ozon (O).
Di atas stratosfer terdapat lapisan stratopause yang merupakan pembatas antara stratosfer dengan
mesosfer. Lapisan isothermal atau lapisan inverse artinya suhu udara bertambah tinggi (panas)
seiring dengan naiknya ketinggian.

3) Mesosfer
Lapisan mesosfer terdapat pada ketinggian antara 49-85 km di atas permukaan bumi. Pada lapisan
ini setiap naik 1.000 m, suhu udara akan turun 2,5-3C, sehingga suhu pada lapisan paling atas
mencapai -90C. Lapisan mesosfer dengan lapisan di atasnya dibatasi oleh lapisan mesopause.

4) Termosfer
Lapisan ini terletak pada ketinggian antara 85-500 km di atas permukaan bumi yang lebih sering
disebut dengan lapisan panas (hot layer). Suhu udara di bagian bawah berkisar -90C, sedangkan
di bagian atas mencapai kurang lebih 1010C. Pada lapisan ini terdapat lapisan ionosfer yang
terletak antara 85-375 km di atas permukaan bumi. Partikel-partikel ion yang dihasilkan pada
lapisan ini berfungsi untuk memantulkan gelombang radio, baik gelombang panjang maupun
gelombang
pendek.

5) Eksosfer
Lapisan eksosfer berada di atas 500 km di atas permukaan bumi. Molekul-molekul pada lapisan ini
selalu bergerak dengan kecepatan yang tinggi. Pengaruh gravitasi bumi terhadap molekul-molekul
di sini sangat kecil, sedangkan pengaruh angkasa luar lebih besar sehingga molekul-molekul yang
ada sering meninggalkan atmosfer.
Atmosfer mempunyai peranan besar dalam kehidupan yang ada di permukaan bumi. Peranan
atmosfer tersebut sebagai berikut:
Melindungi bumi dari jatuhnya meteor atau benda angkasa yang lain.
Menjaga temperatur udara di permukaan bumi agar tetap bermanfaat untuk kehidupan.
Memantulkan gelombang radio.
Selain itu, gas-gas yang ada di atmosfer mempunyai peran masing-masing, sebagai berikut:
Nitrogen untuk pertumbuhan tanaman.
Oksigen untuk pernapasan.
Karbondioksida untuk fotosintesis.
Neon untuk lampu listrik.
Ozon untuk menyerap sebagian radiasi matahari.

C. Cuaca dan Iklim


1. Pengertian Cuaca dan Iklim
Apakah Anda bisa membedakan antara cuaca dengan iklim? Untuk mengetahuinya cobalah Anda
simak pernyataan ini Hari ini sangat cerah, dan Bulan bulan belakangan ini tidak tampak turun
hujan, sehingga dimana-mana terjadi kekeringan. Nah bisakah Anda membedakan pernyataan
tersebut? Pernyataan yang pertama menunjukkan saat itu juga, waktunya sangat singkat. Dan saya
percaya Anda pasti bisa menjawab bahwa pernyataan pertama adalah menunjukkan cuaca dan
pernyataan yang kedua, karena waktunya sangat lama/panjang, hal itu menunjukkan iklim.
Benarkah demikian?
Cuaca adalah keadaan udara pada saat tertentu dan di wilayah tertentu yang relatif sempit dan pada
jangka waktu yang singkat. Cuaca itu terbentuk dari gabungan unsur cuaca dan jangka waktu
cuaca bisa hanya beberapa jam saja. Misalnya: pagi hari, siang hari atau sore hari, dan keadaannya
bisa berbeda-beda untuk setiap tempat serta setiap jamnya. Di Indonesia keadaan cuaca selalu
diumumkan untuk jangka waktu sekitar 24 jam melalui prakiraan cuaca hasil analisis Badan
Meteorologi dan Geofisika (BMG), Departemen Perhubungan. Untuk negara negara yang sudah
maju perubahan cuaca sudah diumumkan setiap jam dan sangat akurat (tepat).
Iklim adalah keadaan cuaca rata-rata dalam waktu satu tahun yang penyelidikannya dilakukan
dalam waktu yang lama (minimal 30 tahun) dan meliputi wilayah yang luas. (Perbedaan tersebut
dapat dilihat pada tabel 2).
Tabel 2. Perbedaan Cuaca dan Iklim
Pembeda
Cuaca
Iklim
Waktu berlangsungnya
Lama (30 100 tahun)
Relatif singkat (per hari)
Luas Wilayah
Sangat luas
Sempit
Sifat Perubahan
Lambat
Cepat berubah
Tingkat Prediksi
Sulit
Mudah

Matahari adalah kendali iklim yang sangat penting dan sumber energi di bumi yang menimbulkan
gerak udara dan arus laut. Kendali iklim yang lain, misalnya distribusi darat dan air, tekanan tinggi
dan rendah, massa udara, pegunungan, arus laut dan badai.
Ilmu untuk mengkaji tentang cuaca disebut meteorologi, sedangkan ilmu yang mempelajari
tentang iklim disebut klimatologi.

2. Unsur-Unsur Cuaca dan Iklim


Ada beberapa unsur yang mempengaruhi cuaca dan iklim, yaitu suhu udara, tekanan udara,
kelembaban udara, angin,curah hujan, dan awan.
a) Suhu Udara
Suhu udara adalah keadaan panas atau dinginnya udara. Alat untuk mengukur suhu udara atau
derajat panas disebut thermometer. Biasanya pengukuran dinyatakan dalam skala Celcius (C),
Reamur (R), dan Fahrenheit (F). Termometer yang dapat mencatat sendiri adalah termograph,
sedangkan hasil catatannya disebut termogram.
Suhu udara tertinggi di muka bumi adalah di daerah tropis (sekitar ekuator) dan makin ke kutub,
makin dingin. Di lain pihak, pada waktu kita mendaki gunung, suhu udara terasa dingin jika
ketinggian bertambah. Kita sudah mengetahui bahwa tiap kenaikan bertambah 100 meter, suhu
udara berkurang (turun) rata-rata 0,6 C. Penurunan suhu semacam ini disebut gradient temperatur
vertikal atau lapse rate. Pada udara kering, besar lapse rate adalah 1 C. Faktor-faktor yang
mempengaruhi tinggi rendahnya suhu udara suatu daerah adalah:
Lama penyinaran matahari.
Sudut datang sinar matahari.
Relief permukaan bumi.
Banyak sedikitnya awan.
Perbedaan letak lintang.
Di Indonesia, keadaan suhu udara relatif bervariasi. Rata-rata suhu tahunan, di Indonesia sekitar
26,8 C. Dalam peta, daerah-daerah yang suhu udaranya sama dihubungkan dengan garis isotherm.
Tx = To 0,6 x h
100

Untuk mengetahui temperatur rata-rata suatu tempat digunakan rumus:

Keterangan:
Tx = temperatur rata rata suatu tempat (x) yang dicari
To = temperatur suatu tempat yang sudah diketahui
h = tinggi tempat (x)

Contoh:
Temperatur permukaan laut = 27C. Kota X tingginya 1500 m (di Indonesia).
Tanya: Berapa temperatur rata rata kota X?
Jawab: Tx = To 0,6 x h
100
= 27 0,6 x 1500
100
= 27 0,6 x 15
= 27 9
= 18 C

b) Tekanan Udara
Kepadatan udara tidak sepadat tanah dan air. Namun udarapun mempunyai berat dan tekanan.
Besar atau kecilnya tekanan udara, dapat diukur dengan menggunakan barometer. Orang pertama
yang mengukur tekanan udara adalah Torri Celli (1643). Alat yang digunakannya adalah barometer
raksa. Tekanan udara menunjukkan tenaga yang bekerja untuk menggerakkan masa udara dalam
setiap satuan luas tertentu. Tekanan udara semakin rendah apabila semakin tinggi dari permukaan
laut. Satuan ukuran tekanan udara adalah milibar (mb).
Tekanan udara 76 cm Hg sama dengan 1,013 mb. Angka tersebut didasarkan pada kerapatan air
raksa pada suhu 0C, yaitu 13,951 dan percepatan gravitasi, yaitu 0,980335.
Perhitungannya sebagai berikut.
1 atm : 76 cm Hg
Tekanan udara : 76 x 13,591 x 0,980335
: 1,01325 (atau dibulatkan menjadi 1,013 mb)
Sebaran tekanan udara di suatu daerah dapat digambarkan dalam peta yang ditunjukkan oleh
isobar. Isobar merupakan garis yang menghubungkan tempat-tempat yang mempunyai tekanan
udara sama. Bidang isobar ialah bidang yang tiap-tiap titiknya mempunyai tekanan udara sama.
Jadi perbedaan suhu akan menyebabkan perbedaan tekanan udara. Daerah yang banyak menerima
panas matahari, udaranya akan mengembang dan naik. Oleh karena itu, daerah tersebut bertekanan
udara rendah. Ditempat lain terdapat tekanan udara tinggi sehingga terjadilah gerakan udara dari
daerah bertekanan tinggi ke daerah bertekanan udara rendah. Gerakan udara tersebut dinamakan
angin.

c) Kelembaban Udara
Kelembaban udara menunjukkan banyaknya kandungan uap air di dalam udara. Kandungan uap
air yang ada di udara dapat diukur dengan menggunakan alat, yaitu higrometer atau psychrometer.
Kelembaban udara dapat dinyatakan dalam bentuk kelembaban relatif dan kelembaban mutlak.
Ada dua macam kelembaban udara:
c.1) Kelembaban udara absolut, ialah banyaknya uap air yang terdapat di udara pada suatu tempat.
Dinyatakan dengan banyaknya gram uap air dalam 1 m udara.
c.2) Kelembaban udara relatif, ialah perbandingan jumlah uap air dalam udara (kelembaban
absolut) dengan jumlah uap air maksimum yang dapat dikandung oleh udara tersebut dalam suhu
yang sama dan dinyatakan dalam persen (%).
Contoh:
Dalam 1 m udara yang suhunya 20 C terdapat 14 gram uap air (basah absolut = 14 gram),
sedangkan uap air maksimum yang dapat dikandungnya pada suhu 20 C = 20 gram.
Jadi kelembaban relatif udara itu = 14 x 100% = 70%.
100
d) Angin
Angin adalah udara yang bergerak. Angin terjadi sebagai akibat adanya perbedaan tekanan udara.
Udara bergerak dari daerah yang bertekanan maksimum ke daerah yang bertekanan minimum.
Gerakan udara secara vertikal dinamakan konveksi. Gerakan udara secara horizontal dinamakan
adveksi, sedangkan gerakan udara yang tidak teratur disebut dengan turbulensi. Alat untuk
mengukur kecepatan angin adalah anemometer.

Ada tiga hal penting yang menyangkut sifat angin yaitu:


Kekuatan angin
Menurut hukum Stevenson, kekuatan angin berbanding lurus dengan gradient barometriknya.
Gradient baromatrik ialah angka yang menunjukkan perbedaan tekanan udara dari dua isobar pada
tiap jarak 15 meridian (111 km).
Arah angin
Satuan yang digunakan untuk besaran arah angin biasanya adalah derajat.
1 derajat untuk angin arah dari Utara.
90 derajat untuk angin arah dari Timur.
180 derajat untuk angin arah dari Selatan.
270 derajat untuk angin arah dari Barat.
Angin menunjukkan dari mana datangnya angin dan bukan ke mana angin itu bergerak. Menurut
hukum Buys Ballot, udara bergerak dari daerah yang bertekanan tinggi (maksimum) ke daerah
bertekanan rendah (minimum), di belahan bumi utara berbelok ke kanan sedangkan di belahan
bumi selatan berbelok ke kiri.
Arah angin dipengaruhi oleh tiga faktor:
Gradient barometrik
Rotasi bumi
Kekuatan yang menahan (rintangan)
Makin besar gradient barometrik, makin besar pula kekuatannya.
Angin yang besar kekuatannya makin sulit berbelok arah. Rotasi bumi, dengan bentuk bumi yang
bulat, menyebabkan pembelokan arah angin. Pembelokan angin di ekuator sama dengan 0 (nol).
Makin ke arah kutub pembelokannya makin besar. Pembelokan angin yang mencapai 90 sehingga
sejajar dengan garis isobar disebut angin geotropik. Hal ini banyak terjadi di daerah beriklim
sedang di atas samudra. Kekuatan yang menahan dapat membelokan arah angin. Sebagai contoh,
pada saat melalui gunung, angin akan berbelok ke arah kiri, ke kanan atau ke atas.
Kecepatan angin
Atmosfer ikut berotasi dengan bumi. Molekul-molekul udara mempunyai kecepatan gerak ke arah
timur, sesuai dengan arah rotasi bumi. Kecepatan gerak tersebut disebut kecepatan linier. Bentuk
bumi yng bulat ini menyebabkan kecepatan linier makin kecil jika makin dekat ke arah kutub.
Pada dasarnya jenis angin dapat dibedakan menjadi angin tetap, angin periodik, dan angin lokal.

1) Angin Tetap
1.1) Angin Barat
Sebagian udara yang berasal dari daerah maksimum subtropis Utara dan Selatan mengalir ke
daerah sedang Utara dan daerah sedang Selatan sebagai angin Barat. Pengaruh angin Barat di
belahan bumi Utara tidak begitu terasa karena hambatan dari benua. Di belahan bumi Selatan
pengaruh angin Barat ini sangat besar, tertama pada daerah lintang 60 LS. Di sini bertiup angin
Barat yang sangat kencang yang oleh pelaut-pelaut disebut roaring forties.
1.2) Angin Timur
Di daerah Kutub Utara dan Kutub Selatan bumi terdapat daerah dengan tekanan udara maksimum.
Dari daerah ini mengalirlah angin ke daerah minimum subpolar (60 LU/LS). Angin ini disebut
angin Timur. Angin timur ini bersifat dingin karena berasal dari daerah kutub.
1.3) Angin Passat
Angin passat adalah angin bertiup tetap sepanjang tahun dari daerah subtropik menuju ke daerah
ekuator (khatulistiwa).
Angin Passat Timur Laut bertiup di belahan bumi Utara.
Angin Passat Tenggara bertiup di belahan bumi Selatan.
Di sekitar khatulistiwa, kedua angin passat ini bertemu. Karena temperatur di daerah tropis selalu
tinggi, maka massa udara tersebut dipaksa naik secara vertikal (konveksi). Daerah pertemuan
kedua angin passat tersebut dinamakan Daerah Konvergensi Antar Tropik (DKAT). DKAT ditandai
dengan temperatur yang selalu tinggi. Akibat kenaikan massa udara ini, wilayah DKAT terbebas
dari adanya angin topan. Akibatnya daerah ini dinamakan daerah doldrum (wilayah tenang).

1.4) Angin Anti Passat


Udara di atas daerah ekuator yang mengalir ke daerah kutub dan turun di daerah maksimum
subtropik merupakan angin Anti Passat. Di belahan bumi Utara disebut Angin Anti Passat Barat
Daya dan di belahan bumi Selatan disebut Angin Anti Passat Barat Laut. Pada daerah sekitar
lintang 20-30 LU dan LS, angin anti passat kembali turun secara vertikal sebagai angin yang
kering. Angin kering ini menyerap uap air di udara dan permukaan daratan. Akibatnya, terbentuk
gurun di muka bumi, misalnya gurun di Saudi Arabia, Gurun Sahara (Afrika), dan gurun di
Australia. Di daerah Subtropik (30 40 LU/LS) terdapat daerah teduh subtropik yang
udaranya tenang, turun dari atas, dan tidak ada angin. Sedangkan di daerah ekuator antara 10o LU
10o LS terdapat juga daerah tenang yang disebut daerah teduh ekuator atau daerah doldrum

2) Angin Periodik
2.1) Angin Muson (Monsun)
Angin muson ialah angin yang berganti arah secara berlawanan setiap setengah tahun. Umumnya
pada setengah tahun pertama bertiup angin darat yang kering dan setengah tahun berikutnya
bertiup angin laut yang basah.
Angin muson laut adalah angin yang terjadi pada musim panas, di antara tekanan udara minimum
dan di laut maksimum.
Angin muson darat adalah angin yang terjadi pada musim dingin, tekanan udara di daratan
maksimum dan di laut minimum, bersifat kering.
Pada bulan Oktober April, matahari berada pada belahan langit Selatan, sehingga benua Australia
lebih banyak memperoleh pemanasan matahari dari benua Asia. Akibatnya di Australia terdapat
pusat tekanan udara rendah (depresi) sedangkan di Asia terdapat pusat-pusat tekanan udara tinggi
(kompresi). Keadaan ini menyebabkan arus angin dari benua Asia ke benua Australia. Di Indonesia
angin ini merupakan angin musim Timur Laut di belahan bumi Utara dan angin musim Barat di
belahan bumi Selatan. Oleh karena angin ini melewati Samudra Pasifik dan Samudra Hindia maka
banyak membawa uap air, sehingga pada umumnya di Indonesia terjadi musim penghujan. Musim
penghujan meliputi hampir seluruh wilayah Indonesia, hanya saja persebarannya tidak merata.
Makin ke Timur curah hujan makin berkurang karena kandungan uap airnya makin sedikit. Pada
bulan April Oktober, matahari berada di belahan langit Utara, sehingga benua Asia lebih panas
daripada benua Australia.
Akibatnya, di Asia terdapat pusat-pusat tekanan udara rendah, sedangkan di Australia terdapat
pusat-pusat tekanan udara tinggi yang menyebabkan terjadinya angin dari Australia menuju Asia.
Di Indonesia, terjadi angin musim timur di belahan bumi Selatan dan angin musim barat daya di
belahan bumi Utara. Oleh karena tidak melewati lautan yang luas maka angin tidak banyak
mengandung uap air oleh karena itu pada umumnya di Indonesia terjadi musim kemarau, kecuali
pantai barat Sumatera, Sulawesi Tenggara, dan pantai Selatan Irian Jaya. Antara kedua musim
tersebut ada musim yang disebut Musim Pancaroba (Peralihan), yaitu: Musim Kemareng yang
merupakan peralihan dari musim penghujan ke musim kemarau, dan Musim Labuh yang
merupakan peralihan musim kemarau ke musim penghujan. Adapun ciri-ciri musim pancaroba
yaitu: Udara terasa panas, arah angin tidak teratur dan terjadi hujan secara tiba-tiba dalam waktu
singkat dan lebat.

2.2) Angin Lokal


Di samping angin musim, di Indonesia juga terdapat angin lokal (setempat) yaitu sebagai berikut:
a) Angin darat dan angin laut
Angin ini terjadi di daerah pantai. Pada siang hari daratan lebih cepat menerima panas
dibandingkan dengan lautan. Angin bertiup dari laut ke darat, disebut angin laut. Sebaliknya, pada
malam hari daratan lebih cepat melepaskan panas dibandingkan dengan lautan. Daratan bertekanan
maksimum dan lautan bertekanan minimum. Angin bertiup dari darat ke laut, disebut angin darat.
b) Angin lembah dan angin gunung
Pada siang hari udara yang seolah-olah terkurung pada dasar lembah lebih cepat panas
dibandingkan dengan udara di puncak gunung yang lebih terbuka (bebas), maka udara mengalir
dari lembah ke puncak gunung menjadi angin lembah. Sebaliknya pada malam hari udara mengalir
dari gunung ke lembah menjadi angin gunung.

c) Angin Jatuh yang sifatnya kering dan panas


Angin jatuh atau Fohn ialah angin jatuh bersifatnya kering dan panas terdapat di lereng
pegunungan Alpine. Sejenis angin ini banyak terdapat di Indonesia dengan nama angin Bahorok
(Deli), angin Kumbang (Cirebon), angin Gending di Pasuruan (Jawa Timur), dan Angin Brubu di
Sulawesi Selatan).

d) Angin siklon dan angin antisiklon


Angin siklon adalah angin di daerah depresi yang memiliki barometris minimum dan dikelilingi
barometris maksimum.
Angin antisiklon adalah angin di daerah kompresi yang memiliki barometris maksimum dan
dikelilingi barometris minimum.
Macam-macam angin siklon, yaitu
Taifun di Asia Timur
Tornado di USA

e) Curah Hujan
Curah hujan yaitu jumlah air hujan yang turun pada suatu daerah dalam waktu tertentu. Alat untuk
mengukur banyaknya curah hujan disebut Raingauge. Curah hujan diukur dalam harian, bulanan,
dan tahunan. Curah hujan yang jatuh di wilayah Indonesia dipengaruhi oleh beberapa faktor antara
lain:
bentuk medan/topografi
arah lereng medan
arah angin yang sejajar dengan garis pantai
jarak perjalanan angin di atas medan datar

Hujan ialah peristiwa sampainya air dalam bentuk cair maupun padat yang dicurahkan dari
atmosfer ke permukaan bumi. Garis pada peta yang menghubungkan tempat-tempat yang
mempunyai curah hujan yang sama disebut Isohyet.

1) Klasifikasi hujan
1.1) Berdasarkan ukuran butirannya ,hujan dibedakan menjadi:
a. hujan gerimis/drizzle, diameter butir-butirannya kurang dari 0,5 mm;
b. hujan salju/snow, terdiri dari kristal-kristal es yang temperatur udaranya berada di bawah titik
beku;
c. hujan batu es, merupakan curahan batu es yang turun di dalam cuaca panas dari awan yang
temperaturnya di bawah titik beku; dan
b. hujan deras/rain, yaitu curahan air yang turun dari awan yang temperaturnya di atas titik beku
dan diameter butirannya kurang lebih 7 mm.

1.2 ) Berdasarkan proses terjadinya, hujan dibedakan atas:


a. Hujan Frontal
Hujan frontal adalah hujan yang terjadi di daerah front, yang disebabkan oleh pertemuan dua
massa udara yang berbeda temperaturnya. Massa udara panas/lembab bertemu dengan massa udara
dingin/padat sehingga berkondensasi dan terjadilah hujan.
b. Hujan Zenithal/ Ekuatorial/ Konveksi/ Naik Tropis
Jenis hujan ini terjadi karena udara naik disebabkan adanya pemanasan tinggi. Terdapat di daerah
tropis antara 23,5 LU 23,5 LS. Oleh karena itu disebut juga hujan naik tropis. Arus konveksi
menyebabkan uap air di ekuator naik secara vertikal sebagai akibat pemanasan air laut terus
menerus. Terjadilah kondensasi dan turun hujan. Itulah sebabnya jenis hujan ini dinamakan juga
hujan ekuatorial atau hujan konveksi. Disebut juga hujan zenithal karena pada umumnya hujan
terjadi pada waktu matahari melalui zenit daerah itu. Semua tempat di daerah tropis itu mendapat
dua kali hujan zenithal dalam satu tahun.
c. Hujan Orografis/Hujan Naik Pegunungan
Terjadi karena udara yang mengandung uap air dipaksa oleh angin mendaki lereng pegunungan
yang makin ke atas makin dingin sehingga terjadi kondensasi, terbentuklah awan dan jatuh sebagai
hujan. Hujan yang jatuh pada lereng yang dilaluinya disebut hujan orografis, sedangkan di lereng
sebelahnya bertiup angin jatuh yang kering dan disebut daerah bayangan hujan.

f) Awan
Awan ialah kumpulan titik-titik air/kristal es di dalam udara yang terjadi karena adanya
kondensasi/sublimasi dari uap air yang terdapat dalam udara. Awan yang menempel di permukaan
bumi disebut kabut.
1) Menurut morfologinya (bentuknya)
Berdasatkan morfologinya, awan dibedakan menjadi tiga jenis, yaitu:
a. Awan Commulus yaitu awan yang bentuknya bergumpal-gumpal (bunar-bundar) dan dasarnya
horizontal.
b. Awan Stratus yaitu awan yang tipis dan tersebar luas sehingga dapat menutupi langit secara
merata. Dalam arti khusus awan stratus adalah awan yang rendah dan luas.
c. Awan Cirrus yaitu awan yang berdiri sendiri yang halus dan berserat, berbentuk seperti bulu
burung. Sering terdapat kristal es tapi tidak dapat menimbulkan hujan.

2) Berdasarkan ketinggiannya
Berdasarkan ketinggiannya, awan dibedakan menjadi tiga jenis, yaitu:
a. Awan tinggi (lebih dari 6000 m 9000 m), karena tingginya selalu terdiri dari kristal-kristal es.
Cirrus (Ci) : awan tipis seperti bulu burung.
Cirro stratus (Ci-St) : awan putih merata seperti tabir.
Cirro Cumulus (Ci-Cu) : seperti sisik ikan.
b. Awan sedang (2000 m 6000 m)
Alto Comulus (A-Cu) : awan bergumpal gumpal tebal.
Alto Stratus (A- St) : awan berlapis-lapis tebal.
c. Awan rendah (di bawah 200 m)
Strato Comulus (St-Cu) : awan yang tebal luas dan bergumpalgumpal.
Stratus (St) : awan merata rendah dan berlapis-lapis.
Nimbo Stratus (No-St) : lapisan awan yang luas, sebagian telah merupakan hujan.
d. Awan yang terjadi karena udara naik, terdapat pada ketinggian 5001500 m
Cummulus (Cu) : awan bergumpal-gumpal, dasarnya rata.
Comulo Nimbus (Cu-Ni): awan yang bergumpal gumpal luas dan sebagian telah merupakan
hujan, sering terjadi angin ribut.

3. Pembagian wilayah iklim


Terjadinya iklim yang bermacam-macam di muka bumi, disebabkan karena rotasi dan revolusi
bumi dan adanya perbedaan garis lintang. Pembagian wilayah iklim berdasar garis lintang disebut
iklim matahari. Hal ini terjadi akibat adanya revolusi bumi atau pergeseran semu matahari dari
23 LU 23 LS. Adanya pergeseran semu matahari menyebabkan perbedaan suhu antara
tempat yang satu dengan tempat yang lain. Klasifikasi iklim matahari, didasarkan pada banyak
sedikitnya sinar matahari yang diterima oleh permukaan bumi.
Pembagian daerah iklimnya adalah:
a) Daerah iklim tropis : 0 23,5 LU/LS
b) Daerah iklim sub tropis : 23,5 40 LU/LS
c) Daerah iklim sedang : 40 66,5 LU/LS
d) Daerah iklim dingin : 66,5 90 LU/LS

4. Persebaran iklim di Indonesia


Indonesia terletak di antara 23 LU 23 LS sehingga disebut dengan daerah tropis. Menurut
Koppen, yang mengklasifikasikan iklim berdasarkan curah hujan dan temperatur, membagi iklim
dalam 5 daerah iklim, dinyatakan dengan simbol huruf. Berdasarkan klasifikasi Koppen, sebagian
besar wilayah Indonesia beriklim A, di daerah pegunungan beriklim C, dan di Puncak Jaya Wijaya
beriklim E. Tipe iklim A dibagi menjadi 3 sub tipe yang ditandai dengan huruf kecil yaitu f, w dan
m sehingga terbentuk tipe iklim Af , Aw dan Am.
1) Hutan hujan tropis (Af)
Daerah yang termasuk tipe iklim ini adalah daerah yang memiliki rata-rata curah hujan bulan
terkering lebih besar dari 60 mm. Oleh karena itu, hutan di daerah ini lebat. Wilayah Indonesia
yang memiliki tipe iklim Af antara lain Sumatera, sebagian kecil Jawa, Kalimantan, dan Sulawesi
Utara.
2) Monsun tropika (Am)
Daerah yang termasuk tipe iklim ini adalah daerah yang jumlah hujan pada bulan-bulan basah
dapat mengimbangi kekurangan air hujan pada bulan-bulan kering. Di daerah ini hutan masih
dapat lebat. Di Indonesia wilayah yang yang mempunyai tipe iklim Am adalah sebagian besar
Jawa, sebagian Sulawesi Selatan, dan pantai selatan Papua.
3) Savana (Aw)
Daerah yang termasuk tipe iklim ini adalah daerah dengan curah hujan bulan-bulan basah tidak
dapat mengimbangi kekurangan air pada bulan-bulan kering. Oleh karena itu, vegetasi yang ada di
daerah ini hanyalah padang rumput atau pohon-pohon yang mempunyai kebutuhan air sedikit. Di
Indonesia wilayah yang mempunyai tipe iklim Aw meliputi Madura, Nusa Tenggara, sebagian
Sulawesi Selatan, dan Kepulauan Aru.

D. Pengaruh Atmosfer, cuaca dan Iklim terhadap Kehidupan


Tahukah kamu, mengapa kita yang hidup di kawasan Asia sebagian besar mempunyai makanan
pokok berupa nasi? Mengapa wilayah Negara kita tidak menghasilkan kurma seperti yang
dihasilkan oleh kawasan di Timur Tengah? Semua ini karena adanya pengaruh atmosfer terutama
unsur iklim. Iklim menjadi pembatas pertumbuhan dan persebaran jenis tanaman di muka Bumi
karena itu pula iklim membatasi hasil panen. Persebaran fauna juga dipengaruhi oleh iklim, baik
secara fisik maupun dari jenis makanannya. Namun, pola iklim yang sekarang ada, bisa terjadi
perubahan, baik secara lokal maupun global. Perubahan iklim secara global disebabkan
meningkatnya konsentrasi gas di dalam atmosfer. Hasil pembakaran batu bara, minyak bumi, serta
gas buangan seperti karbon dioksida, metana, dan nitrous oksida akan menyelimuti Bumi sehingga
radiasi yang berlebihan akan tertahan di Bumi.
Akibatnya, suhu Bumi naik dan semakin panas, akhirnya terjadi pemanasan global. Perubahan
iklim yang diperkirakan akan menyertai pemanasan global sebagai berikut:
Mencairnya bongkahan es di kutub sehingga permukaan laut naik.
Muka air laut akan naik dan menenggelamkan pulau serta menimbulkan banjir di wilayah pesisir
dan dataran rendah sekitarnya.
Berubahnya pola iklim, terutama yang mengandalkan musim hujan seperti pertanian padi. Suhu
Bumi yang panas menyebabkan mengeringnya air permukaan sehingga ketersediaan air menjadi
langka.
Meningkatnya risiko kebakaran hutan.
Perubahan iklim sangat dirasakan penduduk Indonesia akibat dampak dari La Nina dan El Nino.
Setiap 210 tahun, iklim di Samudra Pasifik bagian selatan mengalami perubahan yang ekstrem.
Wilayah Asia Timur yang biasanya menerima banyak hujan menjadi kering, sedangkan pantai
barat Amerika Selatan yang biasanya kering menerima hujan yang lebat. Fenomena alam ini
disebut dengan El Nino (bahasa Spanyol) dan biasanya terjadi pada bulan Desember. Gejala El
Nino menyebabkan pergeseran iklim. Wilayah Asia tidak mendapat hujan karena hujan beralih ke
bagian barat Amerika Selatan. Terjadinya hujan lebat di bagian barat Amerika Selatan
menimbulkan banjir dan tanah longsor. Sebaliknya, El Nino menyebabkan musim kemarau yang
berkepanjangan di daerah Asia, Australia, dan Afrika, termasuk di Indonesia.
Di Indonesia, gejala El Nino menyebabkan keterlambatan musim tanam atau panen. Tanaman padi
menjadi kering dan mati. Petani banyak yang gagal panen karena sawahnya mengalami puso.
Gejala iklim ekstrem yang lain adalah La Nina. Sifat-sifat La Nina berkebalikan dengan El Nino.
La Nina terbentuk apabila arus udara dan air laut di Samudra Pasifik dekat pantai barat Amerika
Selatan saling memperkuat sehingga angin bertiup sangat kencang. Air laut hangat banyak
mengalir kearah barat sehingga wilayah Asia, termasuk Indonesia mengalami hujan lebat,
sedangkan wilayah Amerika Selatan mengalami kekeringan.
Perbedaan cuaca atau iklim dari satu tempat ke tempat lain berpengaruh terhadap kegiatan
masyarakat. Pengaruh tersebut antara lain pada jenis pakaian, bentuk rumah, dan mata
pencaharian. Perbedaan cuaca atau iklim dipengaruhi oleh perbedaan tempat. Semakin ke arah
gunung (tempat tinggi), udara akan semakin dingin dan curah hujan semakin besar. Semakin ke
arah dataran rendah maka suhu akan semakin panas demikian juga curah hujan akan semakin
kecil. Iklim juga merupakan faktor yang menentukan tinggi-rendahnya kebudayaan, bahkan kunci
peradaban/kebudayaan masyarakat, yaitu karena hal-hal berikut:
Iklim dapat membatasi atau mendukung kegiatan manusia. Misalnya, daerah yang sangat dingin,
daerah yang sangat panas atau kering merupakan daerahdaerah yang mempengaruhi dan
membatasi bidang- bidang pertanian. Dan daerah yang bersuhu panas dapat melemahkan energi
dan aktivitas kerja fisik.
Perubahan iklim berpengaruh terhadap kesehatan manusia. Misalnya, pada saat musim penghujan
banyak kasus penyakit demam berdarah. Begitu juga banyak kasus penyakit muntah berak pada
musim panas yang banyak hujan.

BAB 9
HIDROSFER

A. Pengertian Hidrosfer
Hidrosfer berasal dari kata hidro yang berarti air dan shaire yang berarti lapisan. Dengan demikian,
dapat dikatakan bahwa hidrosfer merupakan tubuh air atau lapisan air yang menyelimuti bumi,
baik yang berbentuk cair, salju, maupun es. Air merupakan sumber kehidupan utama bagi manusia.
Tidak ada manusia yang bisa hidup tanpa air. Hampir tiga perempat permukaan bumi tertutup oleh
air, baik air yang berada di perairan darat maupun air yang berada di perairan laut. Lapisan air
yang menutupi permukaan bumi kita disebut hidrosfer. Lapisan air tersebut menutupi permukaan
bumi dan membentuk sungai, danau, rawa, awan, maupun uap air. Dengan bantuan sinar matahari,
air selalu mengalami sirkulasi sehingga jumlahnya di bumi relatif tetap.
Ilmu yang mengkaji perairan disebut hidrologi. Hidrologi mempunyai beberapa cabang ilmu, yaitu
sebagai berikut:
Potamologi, yaitu ilmu yang mempelajari air yang mengalir di permukaan tanah.
Limnologi, yaitu ilmu yang mempelajari tentang air yang menggenang di permukaan tanah
(danau).
Geohidrologi, yaitu ilmu yang mempelajari tentang air yang terdapat di bawah tanah.
Kriologi, yaitu ilmu yang mempelajari tentang salju dan es.
Hidrometeorologi, yaitu ilmu yang mempelajari faktor-faktor meteorologi yang berpengaruh
terhadap kondisi hidrologi.

B. Siklus Hidrologi
Air yang ada di bumi mempunyai jumlah yang relatif tetap dan selalu mengalami sirkulasi yang
disebut siklus air. Perubahan yang dialami air di Bumi hanya terjadi pada sifat, bentuk, dan
persebarannya. Air akan selalu mengalami perputaran dan perubahan bentuk selama siklus
hidrologi berlangsung. Air mengalami gerakan dan perubahan wujud secara berkelanjutan.
Perubahan ini meliputi wujud cair, gas, dan padat. Siklus air terjadi dengan bantuan penyinaran
matahari. Siklus air dapat dibedakan sebagai berikut.
1) Siklus air pendek
Radiasi matahari dan angin menyebabkan air laut mengalami penguapan. Kemudian terjadi
kondensasi dan membentuk titik-titik air yang disebut awan. Awan yang jenuh turun sebagai air
hujan di permukaan air laut. Siklus air seperti ini disebut siklus air pendek.
2) Siklus air sedang
Air laut mengalami penguapan, kemudian terjadi kondensasi dan membentuk awan. Awan tertiup
angin dan terbawa ke daratan kemudian terjadi hujan di daratan. Sebagian air hujan akan meresap
ke dalam tanah, mengalir ke permukaan, dan akhirnya menuju ke laut. Siklus air seperti ini disebut
siklus air sedang.
3) Siklus air panjang
Air laut mengalami penguapan, lalu terjadi kondensasi dan membentuk awan. Awan ini terbawa ke
daratan dan terjadi hujan berupa hujan salju dan es. Salju dan es kemudian mengendap di
permukaan tanah dan pada musim semi mulai mencair. Air tersebut kemudian sebagian akan
meresap ke dalam tanah dan sebagian lagi akan mengalir ke permukaan tanah, dan akhirnya
menuju ke laut. Siklus air seperti ini disebut siklus air panjang. Terjadinya siklus air tersebut
disebabkan adanya proses-proses yang mengikuti gejala-gejala meterologis dan klimatologis,
seperti berikut:
a. Evaporasi, yaitu proses berubahnya air menjadi gas (uap air).
b. Transpirasi, yaitu air yang dimanfaatkan untuk pertumbuhan tanaman dan diuapkan melalui
stomata.
c. Kondensasi, yaitu proses berubahnya wujud dari uap air menjadi titik-titik air.
d. Angin, yaitu udara yang bergerak dari tekanan maksimum ke tekanan minimum.
e. Presipitasi, yaitu jatuhnya hydrometeor ke permukaan bumi dapat berupa air, salju, maupun es.
f. Infiltrasi, yaitu proses perembesan air ke dalam lapisan tanah melalui pori-pori tanah atau
batuan.
g. Overland flow, yaitu aliran pada permukaan tanah.
h. Run off, yaitu aliran air melalui suatu saluran.

C. Tubuh Air
Dalam rangkaian siklus hidrologi yang panjang, air akan melalui bentuk-bentuk perairan, baik itu
air permukaan maupun air tanah.

Air Permukaan
Indonesia memiliki wilayah laut dan darat. Tiga perlima luas wilayah Indonesia merupakan tubuh
air permukaan yang berupa laut. Selain laut, tubuh air permukaan yang berupa sungai, danau,
waduk, dan rawa banyak tersebar di wilayah Indonesia.
a. Sungai
Sungai adalah saluran alami yang berfungsi mengalirkan air hujan, air tanah, maupun air salju
yang mencair ke danau atau ke laut. Ilmu yang mempelajari tentang sungai disebut potamologi.

a.1 Jenis-jenis sungai


1) Jenis sungai berdasarkan sumber airnya
Sungai hujan, yaitu sungai yang sumber airnya dari air hujan.
Sungai mata air, yaitu sungai yang sumber airnya berasal dari mata air.
Sungai gletser, yaitu sungai yang sumber airnya berasal dari es, salju, atau
gletser mencair.
Sungai campuran, yaitu sungai yang airnya bersumber dari campuran dua atau tiga sumber air di
atas.

2) Jenis sungai berdasarkan volume airnya


2.1 Sungai ephimeral, yaitu sungai yang mengalir pada saat terjadinya hujan dan beberapa saat
setelah hujan selesai.
2.2 Sungai intermiten, yaitu sungai yang mengalirkan airnya pada musim penghujan, sedangkan
pada musim kemarau kering. Sungai seperti ini disebut sebagai sungai episodik.
2.3 Sungai pherenial, yaitu sungai yang airnya mengalir sepanjang tahun. Tipe sungai ini dapat
dibedakan sebagai berikut:
Sungai periodik, yaitu sungai yang pada musim hujan airnya banyak, sedangkan pada musim
kemarau airnya sedikit.
Sungai permanen, yaitu sungai yang pada musim penghujan dan musim kemarau debit airnya
hampir sama.

3) Jenis sungai berdasarkan arah aliran airnya


a) Sungai konsekuen, yaitu sungai yang arah alirannya sesuai dengan kemiringan struktur
geologisnya.
b) Sungai subsekuen, yaitu sungai yang arah aliran airnya tegak lurus dengan sungai konsekuen.
c) Sungai obsekuen, yaitu sungai yang arah aliran airnya berlawanan dengan sungai konsekuen
dan menuju sungai subsekuen.
d) Sungai resekuen, yaitu sungai yang aliran airnya sesuai dengan sungai konsekuen dan menuju
sungai subsekuen.
e) Sungai insekuen, yaitu sungai yang arah alirannya tidak teratur.

4) Jenis sungai berdasarkan struktur geologinya


a) Sungai antiseden, yaitu sungai yang mampu mempertahankan alirannya, meskipun terjadi
pengangkatan secara perlahan.
b) Sungai reverse, yaitu sungai yang tidak mampu mengimbangi pengangkatan sehingga terjadi
perubahan arah aliran.
c) Sungai superposed, yaitu sungai yang mengalir pada suatu daratan paneplain sehingga struktur
batuan di dataran tersebut tersingkap.

a.2 Pola aliran sungai


Pola aliran sungai di permukaan bumi dipengaruhi oleh struktur geologi dan morfologi lahan.
Bentuk pola aliran yang umum terjadi sebagai berikut.
1) Pola radial
Pola radial dapat dibedakan menjadi pola radial memusat dan pola radial menyebar. Pola radial
memusat terjadi di daerah yang berupa basin, sedangkan pola radial menyebar terjadi di daerah
yang berbentuk kubah (dome).
2) Pola dendritik
Pola dendritik tidak teratur. Anak-anak sungai bermuara ke induk sungai dengan sudut lancip dan
tumpul. Pola seperti ini berkembang pada daerah dataran rendah.

3) Pola trellis
Pola aliran trellis terdapat pada daerah lipatan. Aliran dari anak-anak sungai sejajar dengan sungai
induk, tetapi alirannya bertemu dan membentuk sudut siku-siku.
4) Pola rectangular
Pola aliran rectangular terjadi pada daerah patahan. Anak-anak sungai yang menuju induk sungai,
membentuk sudut siku-siku.

a.3 Profil sungai


Profil sungai dapat dibedakan sebagai berikut.
1) Sungai bagian hulu
Sungai di bagian hulu mempunyai lembah berbentuk V. Hal ini disebabkan adanya lereng yang
terjal sehingga arus air cepat. Akibatnya erosi vertical berjalan cepat. Di daerah ini belum terjadi
sedimentasi sehingga air di daerah ini masih jernih.
2) Sungai bagian tengah
Sungai di bagian tengah mempunyai lembah berbentuk U. Di bagian ini erosi vertikal mulai
mengecil dan erosi melebar (horizontal) menjadi lebih besar. Sedimentasi sudah mulai terjadi,
namun materialnya masih agak kasar, dan sudah terjadi aliran sungai yang berkelok (meander).
3) Sungai bagian hilir
Sungai di bagian bawah atau hilir berbentuk U (U melebar). Gejala erosi vertical sudah tidak ada,
namun erosi horizontal masih dapat berlangsung. Ciri profil sungai di daerah hilir ini antara lain
terdapat meander, endapan berupa material halus, sering berbentuk delta, dan sering terdapat
tanggul alam.

a.4 Manfaat sungai


Sungai memegang peranan penting bagi kehidupan manusia. Sejak dahulu manusia banyak
memanfaatkan sungai. Pusat-pusat kota dan kerajaan ditempatkan di pinggir sungai, demikian pula
pemusatan pemukiman (settlement) berada di sekitar sungai. Adapun manfaat sungai sebagai
berikut.
Penyuplai air untuk kebutuhan rumah tangga maupun industri.
Tempat membudidayakan perikanan air tawar.
Untuk kepentingan transportasi, seperti di Pulau Sumatera, Kalimantan, dan Papua.
Untuk irigasi atau pengairan lahan pertanian.
Untuk pembangkit tenaga listrik.
Tempat pengambilan bahan bangunan, pasir, dan batu.
Sebagai objek wisata dan olah raga air.

b. Danau
Danau adalah tubuh air dalam jumlah besar yang menempati basin di wilayah daratan. Suatu
genangan dapat disebut danau jika paling tidak memiliki tiga kriteria sebagai berikut :
Mempunyai permukaan air yang cukup luas sehingga mampu menimbulkan gelombang.
Air cukup dalam sehingga terdapat strata suhu pada kedalaman air tersebut.
Vegetasi yang mengapung tidak cukup untuk menutupi seluruh permukaan danau.
Danau dapat terjadi dari berbagai sebab berikut.
1) Danau glasial
Danau glasial dapat terjadi sebagai akibat adanya erosi dan pengendapan yang diakibatkan oleh
aktivitas gletser di lereng-lereng bukit atau pegunungan. Contoh dari danau glasial dapat kita
temui pada Danau Stanley di Idaho, AS; Danau Michigan di Michigan, AS; dan Danau Huron di
Kanada.
2) Danau vulkanik
Danau vulkanik terbentuk akibat adanya aktivitas vulkanik. Kaldera yang terbentuk akibat letusan
gunung berapi, tergenang oleh air hujan. Danau seperti ini disebut juga danau crater. Beberapa
danau vulkanik dapat ditemui di Indonesia, seperti kawah Gunung Kelud, kawah Gunung
Tangkuban Perahu, dan Danau Maninjau di Sumatera Barat.
3) Danau tektonik
Danau tektonik terbentuk akibat gerakan lempeng tektonik. Gerakan lempeng tektonik ini dapat
menyebabkan terjadinya patahan sehingga terbentuk lembah (slenk), kemudian terisi oleh air hujan
dan membentuk suatu genangan yang disebut danau. Contoh danau jenis ini adalah Danau
Singkarak dan Danau Towuti.
4) Danau tekto-vulkanik
Danau tekto-vulkanik terbentuk akibat adanya kegiatan tektonik dan vulkanik. Adanya kegiatan
tektonik memacu kegiatan vulkanik sehingga terjadi patahan dan gunung berapi. Bekas gunung
berapi tersebut menjadi suatu basin yang kemudian terisi air hujan sehingga terbentuk danau.
Contoh danau tektovulkanik adalah Danau Toba.
5) Danau karst
Danau karst terbentuk akibat adanya proses solusi atau pelarutan kapur oleh air sehingga terbentuk
suatu dolina/dolin. Jika dolina ini terisi oleh air hujan maka terbentuklah danau karst. Proses solusi
kapur juga akan menyebabkan terjadinya subsiden atau runtuhan sehingga terbentuk suatu basin
yang jika terisi oleh air hujan akan terbentuk suatu genangan yang disebut danau. Danau seperti ini
dapat kita temui di daerah Gunung Kidul, Yogyakarta.
6) Danau aliran
Danau aliran dapat dikategorikan menjadi tiga, yaitu danau oxbow, danau lateral, dan danau delta.
Danau aliran terjadi akibat pemotongan meander sehingga terbentuk sisa aliran yang tertinggal.
Jika sisa aliran tersebut terisi air maka terbentuklah danau oxbow. Danau aliran juga dapat terjadi
akibat sedimentasi yang besar sehingga menutup muara anak sungai dan terbentuk genangan di
muara anak sungai. Danau ini disebut danau lateral. Jika genangan air ini terjadi didaerah delta
maka terbentuk danau delta.
7) Danau laguna
Danau laguna terjadi akibat kombinasi kerja antara angin dan ombak yang menyebabkan
terjadinya tanggul-tanggul pasir di sepanjang pantai dan kemudian membentuk suatu laguna.
8) Danau buatan (waduk)
Danau buatan terjadi akibat adanya pembendungan sungai yang dilakukan oleh manusia. Contoh
dari danau jenis ini adalah Waduk Saguling, Waduk Gajah Mungkur, dan Waduk Kedungombo.
Danau sebagai tempat penampungan air mempunyai manfaat untuk kehidupan manusia dan
penyeimbangan lingkungan sekitar. Manfaat danau bagi kehidupan antara lain sebagai berikut:
Danau sebagai pembangkit listrik
Tempat rekreasi
Perikanan darat
Pengendali banjir

c. Rawa
Pernahkah kamu melihat rawa? Mungkin di daerah tempat tinggalmu terdapat rawa. Di Indonesia,
rawa banyak terdapat di pantai timur Sumatra dan pantai selatan Kalimantan. Rawa merupakan
daerah yang selalu tergenang air. Genangan ini bisa berasal dari air hujan, air sungai, maupun dari
sumber mata air di dalam tanah. Keberadaan rawa sangat bermanfaat bagi kehidupan. Tumbuhan
rawa seperti eceng gondok dapat digunakan sebagai bahan baku biogas dan barang kerajinan
seperti anyaman tas dan sebagainya. Selain itu, rawa dapat digunakan sebagai lahan pertanian
pasang surut perikanan darat dan dikembangkan sebagai daerah wisata.

Air tanah
Air tanah adalah air yang terdapat di bawah permukaan tanah yang dibatasi oleh satu atau dua
lapisan tanah atau batuan yang kedap air. Lebih dari 98% air yang terdapat di daratan adalah air
tanah. Pada saat ini, air tanah mempunyai peranan yang sangat penting untuk mencukupi
kebutuhan hidup manusia. Air tanah ini terdapat pada lapisan tanah yang disebut akifer (aquifer).

a. Macam-macam akifer
Akifer dapat dibedakan sebagai berikut :
1) Akifer bebas, yaitu akifer yang terletak di atas di lapisan yang kedap air. Akifer ini sering
disebut juga dengan unconfined aquifer.
2) Akifer tertekan, yaitu akifer yang terletak di antara dua lapisan yang kedap air. Akifer ini sering
disebut dengan confined aquifer.
3) Akifer menggantung, yaitu akifer yang berada di atas akifer bebas dan berukuran kecil. Akifer
ini sering disebut dengan purched aquifer.

b. Macam-macam air tanah


Air tanah dapat dibedakan sebagai berikut :
1) Air preatis, yaitu air tanah yang terletak pada akifer bebas. Misalnya, air sumur.
2) Air artesis, yaitu air yang terletak pada akifer tertekan. Jika pada permukaan tanah dibuat sumur
bor maka sering disebut juga dengan sumur artesis.

Manfaat air tanah bagi kehidupan manusia antara lain sebagai berikut :
Kebutuhan rumah tangga, yaitu untuk mandi, mencuci, memasak, dan air minum.
Irigasi, yaitu sumber air bagi pertanian, misalnya sumur bor di daerah Indramayu, Jawa Barat.
Perindustrian, yaitu dimanfaatkan sebagai sumber air industri, misalnya industri tekstil
dimanfaatkan untuk pencelupan, industri kulit untuk membersihkan kulit, dan lain-lain.

Perairan Laut
Laut adalah bagian permukaan bumi yang cekung dan tertutup oleh air yang mempunyai kadar
garam tinggi. Ilmu yang mempelajari perairan laut adalah oseanografi.

a. Klasifikasi perairan laut


a.1 Perairan laut berdasarkan luas dan bentuknya
1) Teluk adalah bagian laut yang menjorok(masuk) ke daratan. Misalnya, Teluk Pelabuhan Ratu,
Teluk Poso, dan Teluk Tomini.
2) Selat adalah laut yang relatif sempit dan terletak di antara dua pulau. Misalnya, Selat Sunda,
Selat Bali, dan Selat Madura.
3) Laut adalah perairan yang terletak di antara pulau-pulau yang relatif lebih luas dibadingkan
dengan selat. Misalnya, Laut Jawa, Laut Tengah, dan Laut Merah.
4) Samudera adalah laut yang sangat luas dan terletak di antara benua-benua. Misalnya, Samudera
Hindia, Samudera Atlantik, dan Samudera Pasifik.

a.2 Perairan laut berdasarkan proses terjadinya


1) Laut trangresi adalah laut yang terjadi karena ada genangan air laut terhadap daratan pada waktu
berakhirnya zaman es. Misalnya, Laut Jawa, Laut Arafuru, dan Laut Cina Selatan.
2) Laut regresi adalah laut yang menyempit, yang terjadi pada zaman es karena penurunan
permukaan air laut sebagai akibat adanya penurunan.
3) Laut ingresi adalah laut yang terjadi karena dasar laut mengalami gerakan menurun. Misalnya,
Laut Banda, Laut Flores, Laut Sulawesi, dan Laut Maluku.
a.3 Perairan laut berdasarkan letaknya
1) Laut tepi adalah laut yang terletak di tepi benua. Misalnya, Laut Cina Selatan yang dipisahkan
oleh Kepulauan Indonesia dan Filipina.
2) Laut pertengahan adalah laut yang terletak di antara benua-benua. Misalnya, laut yang berada di
Indonesia, Laut Tengah (Laut Mediteran) yang terletak di Benua Eropa, Benua Afrika, dan Benua
Asia.
3) Laut pedalaman adalah laut yang terletak di tengah-tengah benua dan dikelilingi oleh daratan.
Misalnya, Laut Kaspia, Laut Hitam, dan Laut Mati.

a.4 Perairan laut menurut kedalamannya


1) Zona littoral
Zona littoral atau zona pesisir laut terletak di antara garis pasang dan garis surut. Jadi,
kedalamannya 0 m (nol meter). Pada zona ini tampak beberapa jenis binatang, tetapi bukan ikan,
misalnya undur-undur dan jengking (kepiting darat).
2) Zona neritik
Zona neritik adalah laut yang terletak pada kedalaman 0 m 200 m. Misalnya, Laut Jawa, Laut
Natuna, Selat Malaka dan Laut Arafuru. Ciri-ciri zona neritik sebagai berikut.
Sinar matahari masih menembus dasar laut.
Kedalamannya 200 m.
Bagian paling banyak terdapat ikan dan tumbuhan laut.
3) Zona batial
Zona batial adalah laut yang terletak pada kedalaman 200 m 1.000 m. Secara geologis,
zona ini merupakan batas antara daratan dan perairan.
Ciri-ciri zona batial sebagai berikut.
Sinar matahari tidak ada lagi.
Kedalaman antara 200 m 1.000 m.
Tumbuh-tumbuhan jumlahnya terbatas.
4) Zona abisal
Zona abisal adalah laut yang terletak pada kedalaman lebih dari 1.000 m sampai 6.000 m.
Ciri-ciri zona abisal sebagai berikut.
Sinar matahari tidak ada lagi.
Kedalaman antara 1.000 m 6.000 m.
Suhu sangat rendah sudah mencapai titik beku air.
Tumbuh-tumbuhan tidak ada lagi dan jumlah binatang menjadi terbatas.

b. Batas Landas Kontinen, Laut Teritorial, dan Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE)
Indonesia merupakan negara kepulauan dengan perairan laut yang mengelilingi pulau-pulaunya.
Wilayah laut yang luas perlu dikelola dan diawasi. Dalam pengelolaan wilayah laut dan penjagaan
perbatasan wilayah dengan negara tetangga perlu peraturan. Pemerintah Indonesia telah
menetapkan peraturan tentang wilayah perairan laut negara Republik Indonesia. Peraturan ini
merupakan landasan untuk mengelola perairan laut agar memberi keuntungan di bidang sosial,
ekonomi, dan pertahanan keamanan.

1) Batas Landas Kontinen


Pada tahun 1973 pemerintah Indonesia mengeluarkan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1973
tentang Landas Kontinen Indonesia. Penentuan landas kontinen Indonesia dan negara-negara
tetangga dilakukan dengan perjanjian. Beberapa perjanjian tentang batas wilayah perairan laut
telah dilakukan Indonesia dengan negara tetangga. Berdasarkan isi perjanjian di atas, wilayah laut
Indonesia dapat dibedakan menjadi empat jenis, yaitu laut teritorial (laut wilayah), laut Nusantara,
landas kontinen, dan Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE).

2) Laut Teritorial (Laut Wilayah)


Pemerintah Indonesia telah mengeluarkan Deklarasi Juanda pada tanggal 13 Desember 1957.
Deklarasi ini menetapkan bahwa batas perairan laut wilayah Indonesia adalah 12 mil laut diukur
dari garis pantai masing-masing pulau sampai titik terluar. Deklarasi ini juga melandasi lahirnya
Wawasan Nusantara.

3) Laut Nusantara
Merupakan laut yang berada di antara pulau-pulau yang dibatasi oleh garis dasar/pangkal pulau
yang bersangkutan. Kedaulatan atas wilayah laut ini berada sepenuhnya di tangan negara
Indonesia.

4) Landas Kontinen
Merupakan bagian dasar laut paling tepi atau dekat kontinen/benua dengan kedalaman laut sampai
200 m. Wilayah landas kontinen Indonesia berada di luar laut teritorial Indonesia. Pada wilayah ini
eksplorasi dan eksploitasi laut masih dapat dimungkinkan.

5) Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE)


Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) diumumkan pemerintah Indonesia pada tanggal 21 Maret 1980.
Pengumuman ini berpengaruh terhadap wilayah Indonesia dan negara-negara lain. Wilayah laut
Indonesia bertambah luas mencapai dua kali dari sebelumnya. Pihak asing dilarang mengambil
kekayaan laut di wilayah ZEE. Penentuan batas wilayah laut dengan negara tetangga dilakukan
dengan kesepakatan bersama. Indonesia mempunyai kepentingan atas ZEE antara lain sebagai
berikut:
Hak berdaulat atas ZEE untuk eksplorasi, eksploitasi, pengelolaan, dan konservasi sumber daya
alam.
Hak untuk melakukan penelitian, perlindungan, dan pelestarian lingkungan laut.
Pelayaran internasional bebas melalui wilayah ini. Negara lain bebas melakukan pemasangan
berbagai sarana perhubungan laut.
c. Manfaat perairan laut
Laut memberikan banyak manfaat bagi kehidupan manusia, di antaranya sebagai berikut.
Sumber mata pencaharian penduduk
Sarana transportasi laut
Pembangkit tenaga listrik
Tempat wisata bahari
Pengatur iklim
Tempat pertahanan dan keamanan
Sumber bahan tambang

BAB 10
PERKEMBANGAN MASA HINDU BUDDHA DI INDONESIA

Teori Masuknya Hindu Budha Di Indonesia


Indonesia sebagai negara kepulauan letaknya sangat strategis, yaitu terletak diantara dua benua
(Asia dan Australia) dan dua samudra (Indonesia dan Pasifik) yang merupakan daerah
persimpangan lalu lintas perdagangan dunia.

Akibat hubungan dagang tersebut, maka terjadilah kontak/hubungan antara Indonesia dengan
India, dan Indonesia dengan Cina. Hal inilah yang menjadi salah satu penyebab masuknya budaya
India ataupun budaya Cina ke Indonesia. Mengenai siapa yang membawa atau menyebarkan
agama Hindu-Budha ke Indonesia, tidak dapat diketahui secara pasti. Beberapa teori yaitu antara
lain:

a. Teori Brahmana, diutarakan oleh J.C.van Leur berpendapat bahwa agama Hindu masuk ke
Indonesia dibawa oleh kaum Brahmana karena hanyalah kaum Brahmana yang berhak
mempelajari dan mengerti isi kitab suci Weda. Kedatangan kaum Brahmana tersebut diduga
karena undangan penguasa/kepala suku di Indonesia atau sengaja datang untuk menyebarkan
agama Hindu ke Indonesia.
b. Teori Ksatria, diutarakan oleh Prof. Dr. Ir. J.L. Moens berpendapat bahwa yang membawa
agama Hindu ke Indonesia adalah kaum ksatria atau golongan prajurit, karena adanya kekacauan
politik/peperangan di India abad 4-5 M, maka prajurit yang kalah perang terdesak dan menyingkir
ke Indonesia, bahkan diduga mendirikan kerajaan di Indonesia.
c. Teori Waisya, diutarakan oleh Dr. N.J. Krom, berpendapat bahwa agama Hindu masuk ke
Indonesia dibawa oleh kaum pedagang yang datang untuk berdagang ke Indonesia, bahkan diduga
ada yang menetap karena menikah dengan orang Indonesia.
d. Teori Sudra diutarakan oleh agama hindu masuk ke Indonesia dibawa oleh golongan sudra.
Teori ini dikemukakan oleh Bosch. Bertujuan mengubah kehidupan karena di India hanya menjadi
pekerja kasar.
e. Teori Arus Balik dikemukakan oleh FDK. Bosch. Hipotesis ini menekankan peranan bangsa
Indonesia dalam proses penyebaran kebudayaan Hindu dan Budha di Indonesia.
f. Teori gabungan merupakan gabungan dari semua teori yang bertujuan menyebarkan agama
Hindu-Buddha ke Indonesia tanpa meninggalkan tugas masing-masing.

Perkembangan Kerajaan-kerajaan Hindu Budha di Indonesia


Kerajaan Budha
Kerajaan Sriwijaya
Sriwijaya adalah kerajaan Melayu kuno di Pulau Sumatra yang banyak berpengaruh di kepulauan
Melayu. Bukti awal mengenai keberadaan kerajaan ini berasal dari abad ke-7. Seorang pendeta
Tiongkok, I-Tsing, menulis bahwa ia mengunjungi Sriwijaya tahun 671 selama enam bulan.
Prasasti pertama yaitu Prasasti Kedukan Bukit di Palembang, Sumatra, pada tahun 683. Kerajaan
ini mulai jatuh pada tahun 1200 dan 1300 karena berbagai faktor, termasuk ekspansi kerajaan
Majapahit. Dalam bahasa Sansekerta, Sri berarti bercahaya dan Wijaya berarti kemenangan.
Sekitar tahun 1992 hingga 1993, Pierre-Yves Manguin membuktikan bahwa pusat Sriwijaya
berada di Sungai Musi antara Bukit Seguntang dan Sabokingking (terletak di provinsi Sumatera
Selatan).
Beberapa sumber sejarah yang berkaitan dengan Sriwijaya:
Sumber berita Tiongkok
Kronik dari Dinasti Tang
Kronik Dinasti Sung
Kronik Dinasti Ming
Kronik Perjalanan I Tsing
Kronik Chu-fan-chi oleh Chau Ju-kua
Kronik Tao Chih Lio oleh Wang Ta Yan
Kronik Ling-wai Tai-ta oleh Chou Ku Fei
Kronik Ying-yai Sheng-lan oleh Ma Huan Prasasti berbahasa Melayu Kuno
Prasasti Kedukan Bukit tanggal 16 Juni 682 Masehi di Palembang
Prasasti Talang Tuo tanggal 23 Maret 684 Masehi di Palembang
Prasasti Telaga Batu abad ke-7 Masehi di Palembang
Prasasti Karang Brahi abad ke-7 Masehi di Jambi
Prasasti Kota Kapur tanggal 28 Februari 686 Masehi di P. Bangka
Prasasti Ligor di Thailand
Prasasti Nalanda di India
Kerajaan ini adalah pusat perdagangan dan merupakan negara maritim. Kerajaan ini terdiri atas
tiga zona utama-daerah ibukota muara yang berpusatkan Palembang, lembah Sungai Musi yang
berfungsi sebagai daerah pendukung dan daerah-daerah muara saingan yang mampu menjadi pusat
kekuasan saingan. Wilayah hulu sungai Musi kaya akan berbagai komoditas yang berharga untuk
pedagang Tiongkok. Ibukota diperintah secara langsung oleh penguasa, sementara daerah
pendukung tetap diperintah oleh masyarakat lokal.

Sumber dalam negeri berasal dari prasasti-prasasti yang dibuat oleh raja-raja dari Kerajaan
Sriwijaya. Prasasti tersebut antara lain :

Prasasti Kota Kapur


Prasasti ini merupakan yang paling tua, bertarikh 682 M, menceritakan tentang kisah perjalanan
suci Dapunta Hyang dari Minana dengan perahu, bersama dua laksa (20.000) tentara dan 200 peti
perbekalan, serta 1.213 tentara yang berjalan kaki.

Prasasti Kedukan Bukit


Prasasti berangka tahun 683 M itu menyebutkan bahwa raja Sriwijaya bernama Dapunta Hyang
yang membawa tentara sebanyak 20.000 orang berhasil menundukkan Minangatamwan. Dengan
kemenangan itu, Kerajaan Sriwijaya menjadi makmur. Daerah yang dimaksud Minangatamwan itu
kemungkinan adalah daerah Binaga yang terletak di Jambi. Daerah itu sangat strategis untuk
perdagangan.

Prasasti Talangtuo
Prasasti berangka tahun 684 M itu menyebutkan tentang pembuatan Taman Srikesetra atas perintah
Raja Dapunta Hyang.

Prasasti Karang Berahi


Prasasti berangka tahun 686 M itu ditemukan di daerah pedalaman Jambi, yang menunjukkan
penguasaan Sriwijaya atas daerah itu.

Prasasti Ligor
Prasasti berangka tahun 775 M itu menyebutkan tentang ibu kota Ligor dengan tujuan untuk
mengawasi pelayaran perdagangan di Selat Malaka.

Prasasti Nalanda
Prasasti itu menyebutkan Raja Balaputra Dewa sebagai Raja terakhir dari Dinasti Syailendra yang
terusir dari Jawa Tengah akibat kekalahannya melawan Kerajaan Mataram dari Dinasti Sanjaya.
Dalam prasasti itu, Balaputra Dewa meminta kepada Raja Nalanda agar mengakui haknya atas
Kerajaan Syailendra. Di samping itu, prasasti ini juga menyebutkan bahwa Raja Dewa Paladewa
berkenan membebaskan 5 buah desa dari pajak untuk membiayai para mahasiswa Sriwijaya yang
belajar di Nalanda.

Prasasti Telaga Batu.


Prasasti ini Karena ditemukan di sekitar Palembang pada tahun 1918 M. Berbentuk batu lempeng
mendekati segi lima, di atasnya ada tujuh kepala ular kobra, dengan sebentuk mangkuk kecil
dengan cerat (mulut kecil tempat keluar air) di bawahnya. Menurut para arkeolog, prasasti ini
digunakan untuk pelaksanaan upacara sumpah kesetiaan dan kepatuhan para calon pejabat. Dalam
prosesi itu, pejabat yang disumpah meminum air yang dialirkan ke batu dan keluar melalui cerat
tersebut. Sebagai sarana untuk upacara persumpahan, prasasti seperti itu biasanya ditempatkan di
pusat kerajaan., maka diduga kuat Palembang merupakan pusat Kerajaan Sriwijaya. Prasasti-
prasasti dari Kerajaan Sriwijaya itu sebagian besar menggunakan huruf Pallawa dan bahasa
Melayu Kuno.

Kehidupan Ekonomi, Politik, Sosialdan Budaya

Ekonomi
Menurut catatan asing, Bumi Sriwijaya menghasilkan bumi beberapa diantaranya, yaitu cengkeh,
kapulaga, pala, lada, pinang, kayu gaharu, kayu cendana, kapur barus, gading, timah, emas, perak,
kayu hitam, kayu sapan, rempah-rempah dan penyu. Barang-barang tersebut dijual atau dibarter
dengan kain katu, sutera dan porselen melalui relasi dagangnya dengan Cina, India, Arab dan
Madagaskar.

Politik
Untuk memperluas pengaruh kerajaan, cara yang dilakukan adalah melakukan perkawinan dengan
kerajaan lain. Hal ini dilakukan oleh penguasa Sriwijaya Dapunta Hyang pada tahun 664 M,
dengan menikahkan Sobakancana, putri kedua raja Kerajaan Tarumanegara. Kekuatan armada
terbesar Sriwijaya juga melakukan ekspansi wilayah hingga ke pulau jawa termasuk sampai ke
Brunei atau Borneo. Hingga pada abad ke-8, Kerajaan Sriwijaya telah mampu menguasai seluruh
jalur perdagangan di Asia Tenggara.

Raja merupakan pemegang kekuasaan tertinggi dalam sistem pemerintahan Kerajaan Sriwijaya.
Ada tiga syarat utama untuk menjadi raja Sriwijaya, yaitu :
Samraj, artinya berdaulat atas rakyatnya
Indratvam, artinya memerintah seperti Dewa Indra yang selalu memberikan kesejahteraan bagi
rakyatnya
Ekachattra, artinya mampu mengayomi (melindungi) seluruh rakyatnya Sosial dan Budaya
Sriwijaya yang merupakan kerajaan besar penganut agama Budha telah berkembang iklim yang
kondusif untuk mengembangkan agama Budha. Peninggalan-peninggalan Kerajaan Sriwijaya
banyak ditemukan di daerah Palembang, Jambi, Riau, Malaysia, dan Thailand. Ini disebabkan
karena Sriwijaya merupakan kerajaan maritim selalu berpindah-pindah, tidak menetap di satu
tempat dalam kurun waktu yang lama.

Runtuhnya Kerajaan Sriwijaya


Akibat dari persaingan di bidang pelayaran dan perdagangan, Raja Rajendra Chola melakukan dua
kali penyerangan ke Kerajaan Sriwijaya. Bahkan pada penyerangganya yang kedua, Kerajaan
Chola berhasil menawan Raja Cri Sanggrama Wijayatunggawarman serta berhasil merebut kota
dan bandar-bandar penting Kerajaan Sriwijaya.

Pada abad ke-13 M, Kerajaan Sriwijaya mengalami kemunduran yang luar biasa. Kerajaan besar di
sebelah utara, seperti Siam. Kerajaan Siam yang juga memiliki kepentingan dalam perdagangan
memperluas wilayah kekuasaannya ke wilayah selatan. Kerajaan Siam berhasil menguasai daerah
semanjung Malaka, termasuk Tanah Genting Kra. Akibat dari perluasan Kerajaan Siam tersebut,
kegiatan pelayaran perdagangan Kerajaan Sriwijaya semakin berkurang. Sriwijaya menjadi
kerajaan kecil dan lemah yang wilayahnya terbatas di daerah Palembang, pada abad ke-13
Kerajaan Sriwijaya di hancurkan oleh Kerajaan Majapahit.

Kerajaan Mataram Kuno


Kerajaan Mataram Kuno atau disebut dengan Bhumi Mataram. Pada awalnya terletak di Jawa
Tengah. Daerah Mataram dikelilingi oleh banyak pegunungan dan di tengahnya banyak mengalir
sungai besar diantaranya sungai Progo, Bogowonto, Elo, dan Bengawan Solo.Keadaan tanahnya
subur sehingga pertumbuhan penduduknya cukup maju.

Sumber-sumber Prasasti
Mengenai bukti yang menjadi sumber sejarah berlangsungnya kerajaan Mataram dapat diketahui
melalui prasasti-prasasti dan bangunan candi-candi yang dapat Anda ketahui sampai Prasasti-
prasasti yang menjelaskan tentang keberadaan kerajaan Mataram tersebut yaitu antara lain:

Prasasti Canggal ditemukan di halaman Candi Gunung Wukir di desa Canggal berangka tahun 723
M dalam bentuk Candrasagkele. Prasasti Canggal menggunakan huruf pallawa dan bahasa
Sansekerta isinya menceritakan tentang pendirian Lingga (lambang Syiwa) di desa Kunjarakunja
oleh Raja Sanjaya dan di samping itu juga diceritakan bahwa yang menjadi raja mula-mula Sanne
kemudian digantikan oleh Sanjaya anak Sannaha (saudara perempuan Sanne).
Prasasti Kalasan ditemukan di desa Kalasan Yogyakarta berangka tahun 778 M, ditulis dalam
huruf Pranagari (India Utara) dan bahasa Sansekerta. Isinya menceritakan pendirian bangunan suci
untuk dewi Tara dan biara untuk pendeta oleh raja Panangkaran atas permintaan keluarga
Syaelendra dan Panangkaran juga menghadiahkan desa Kalasan untuk para Sanggha (umat
Budha). Bangunan suci seperti yang tertera dalam prasasti Kalasan tersebut ternyata adalah candi
Kalasan yang terletak di sebelah timur Yogyakarta.
Prasasti Mantyasih ditemukan di Mantyasih Kedu, Jateng berangka tahun 907 M yang
menggunakan bahasa Jawa Kuno. Isi dari prasasti tersebut adalah daftar silsilah raja-raja Mataram
yang mendahului Bality yaitu Raja Sanjaya, Rakai Panangkaran, Rakai Panunggalan, Rakai
Warak, Rakai Garung, Rakai Pikatan, Rakai Kayuwangi, Rakai Watuhumalang, dan Rakai
Watukura Dyah Balitung. Untuk itu prasasti Mantyasih/Kedu ini juga disebut dengan prasasti
Belitung.
Prasasti Klurak ditemukan di desa Prambanan berangka tahun 782 M ditulis dalam huruf Pranagari
dan bahasa Sansekerta isinya menceritakan pembuatan arca Manjusri oleh Raja Indra yang
bergelar Sri Sanggramadananjaya. Menurut para ahli bahwa yang dimaksud dengan arca Manjusri
adalah Candi Sewu yang terletak di Komplek Prambanan dan nama raja Indra tersebut juga
ditemukan pada Prasasti Ligor dan Prasasti Nalanda peninggalan kerajaan Sriwijaya.

Sumber berupa Candi


Selain prasasti yang menjadi sumber sejarah adanya kerajaan Mataram juga banyak bangunan-
bangunan candi di Jawa Tengah, yang menjadi bukti peninggalan kerajaan Mataram yaitu seperti
Candi pegunungan Dieng, Candi Gedung Songo, yang terletak di Jawa Tengah Utara.
Selanjutnya di Jawa Tengah bagian selatan juga banyak ditemukan candi antara lain Candi
Borobudur, Candi Mendut, Candi Plaosan, Candi Prambanan, Candi Sambi Sari, dan masih
banyak candi-candi yang lain. Kehidupan Politik Kerajaan Mataram diperintah oleh dua dinasti
atau wangsa yaitu wangsa Sanjaya yang beragama Hindu Syiwa dan wangsa Syaelendra yang
beragama Budha. Pada awalnya mungkin yang berkuasa adalah wangsa Sanjaya, hal ini sesuai
dengan prasasti Canggal. Tetapi setelah perkembangan berikutnya muncul keluarga Syaelendra.
Menurut para ahli, keluarga Sanjaya terdesak oleh Keluarga Syailendra, tetapi mengenai
pergeseran kekuasaan tersebut tidak diketahui secara pasti, yang jelas kedua-duanya sama-sama
berkuasa di Jawa Tengah dan memiliki hubungan yang erat, hal ini sesuai dengan prasasti Kalasan.
Raja-raja yang berkuasa dari keluarga Syaelendra seperti yang tertera dalam prasasti Ligor,
Nalanda maupun Klurak adalah Bhanu,Wisnu, Indra, dan Samaratungga atau Samaragrawira.
Sedangkan raja-raja dari dinasti Sanjaya yang tertera dalam prasasti Mantyasih.
Berdasarkan candi-candi peninggalan kerajaan Mataram yang berasal dari abad 8-9 yang bercorak
Hindu yang terletak di Jateng bagian utara dan yang bercorak Budha terletak di Jateng Selatan,
untuk itu dapatlah disimpulkan bahwa kekuasaan dinasti Sanjaya di Jateng bagian utara, dan
kekuasaan dinasti Syaelendra di Jateng selatan. Kedua dinasti tersebut akhirnya bersatu dengan
adanya pernikahan Rakai Pikatan dengan Pramudyawardani yang bergelar Sri Kahulunan.
Pramudyawardani tersebut adalah putri dari Samaratungga. Raja Samaratungga selain mempunyai
putri Pramudyawardani, juga mempunyai putera yaitu Balaputradewa (karena Samaratungga
menikah dengan keturunan raja Sriwijaya). Kegagalan Balaputradewa merebut kekuasaan dari
Rakai Pikatan, maka menyingkir ke Sumatera menjadi raja Sriwijaya. Untuk selanjutnya
pemerintahan kerajaan Mataram dikuasai oleh dinasti Sanjaya dengan rajanya yang terakhir yaitu
Wawa.
Pada masa pemerintahan Wawa sekitar abad 10, Mataram di Jateng mengalami kemunduran dan
pusat penerintahan dipindahkan ke Jawa Timur oleh Mpu Sindok. Dengan adanya perpindahan
kekuasaan dari Jateng ke Jatim oleh Mpu Sindok, maka Mpu Sindok mendirikan dinasti baru yaitu
dinasti Isyana dengan kerajaannya adalah Medang Mataram.
Berdasarkan prasasti Calcuta, maka silsilah raja-raja yang memerintah di kerajaan Medang
Mataram dapat diketahui. Pada tahun 1017 M kerajaan Medang pada masa Dharmawangsa
mengalami pralaya/kehancuran akibat serangan dari Wurawari dan yang berhasil meloloskan diri
dari serangan tersebut adalah Airlangga. Tahun 1023 Airlangga dinobatkan oleh pendeta Budha
dan Brahmana (pendeta Hindu) menjadi raja Medang menggantikan Dharmawangsa.
Pada awal pemerintahannya Airlangga berusaha menyatukan kembali daerah-daerah yang pernah
dikuasai oleh Dharmawangsa, dan melakukan pembangunan di dalam negeri dengan
memindahkan ibukota kerajaan Medang dari Wutan Mas ke Kahuripan tahun 1031, serta
memperbaiki pelabuhan Hujung Galuh, dan membangun bendungan Wringin Sapta.
Dengan demikian usaha-usaha yang dilakukan oleh Airlangga mendatangkan keamanan dan
kemakmuran bagi rakyatnya. Tetapi kemudian tahun 1041, Airlangga mundur dari tahtanya dan
memerintahkan untuk membagi kekuasaan menjadi 2 kerajaan. Kedua kerajaan tersebut adalah
Jenggala dan Panjalu. Pada awalnya pembagian kerajaan tersebut dalam rangka menghindari
perebutan kekuasaan diantara putera-putera Airlangga. Tetapi ternyata hal ini yang menjadi
penyebab kerajaan Medang mengalami kehancuran.

Kehidupan Ekonomi
Berdasarkan bangunan candi yang ada, baik yang bercorak Hindu maupun Budha jumlah cukup
banyak dan tempat atau lokasinyapun ada yang berdampingan, maka hal ini membuktikan bahwa
kehidupan sosial masyarakat Mataram sangat religius dan dilandasi oleh rasa gotong royong yang
baik, dan juga mempunyai rasa toleransi antara pemeluk agama Hindu dan pemeluk agama Budha
itu sendiri. Dalam lapangan ekonomi, kerajaan Mataram mengembangkan perekonomian agraris
karena letaknya di pedalaman dan daerah yang subur tetapi pada perkembangan berikutnya,
Mataram mulai mengembangkan kehidupan pelayaran, hal ini terjadi pada masa pemerintahan
Balitung yang memanfaatkan sungai Bengawan Solo sebagai lalu lintas perdagangan menuju
pantai utara Jawa Timur. Dengan adanya pengembangan perekonomian, maka timbul dugaan
bahwa dipindahkannya dari Jawa Tengah ke Jawa Timur karena alasan tersebut.

Kehidupan Budaya
Dalam kehidupan budaya, tentu teknologi yang dicapai Mataram sudah maju, bahkan masyarakat
Mataram berhasil mengembangkan budaya asing menjadi budaya baru yang bercirikan Indonesia.
Hal ini terlihat adanya penggunaan berbagai huruf dan bahasa yang beraneka ragam dalam prasasti
yang dibuatnya.

Kemajuan teknologi yang dicapai Mataram dapat anda rasakan/nikmati sampai sekarang
contohnya dapat anda lihat pada candi Borobudur yang merupakan salah satu dari 7 keajaiban
dunia.
Kerajaan Hindu
Kerajaan Kutai
Kutai adalah kerajaan tertua bercorak Hindu di Nusantara dan seluruh Asia Tenggara. Kerajaan ini
terletak di Muara Kaman, Kalimantan Timur, tepatnya di hulu sungai Mahakam. Nama Kutai
diambil dari nama tempat ditemukannya prasasti yang menggambarkan kerajaan tersebut. Nama
Kutai diberikan oleh para ahli karena tidak ada prasasti yang secara jelas menyebutkan nama
kerajaan ini. Karena memang sangat sedikit informasi yang dapat diperoleh akibat kurangnya
sumber sejarah.

Yupa
Informasi yang diperoleh dari Yupa/Tugu dalam upacara pengorbanan yang berasal dari abad ke-4.
Ada tujuh buah yupa yang menjadi sumber utama bagi para ahli dalam menginterpretasikan
sejarah Kerajaan Kutai. Dari salah satu yupa tersebut diketahui bahwa raja yang memerintah
kerajaan Kutai saat itu adalah Mulawarman. Namanya dicatat dalam yupa karena
kedermawanannya menyedekahkan 20.000 ekor lembu kepada brahmana.

Mulawarman
Mulawarman adalah anak Aswawarman dan cucu Kudungga. Kudungga adalah pembesar dari
Kerajaan Campa (Kamboja) yang datang ke Indonesia. Kudungga sendiri diduga belum menganut
agama Budha

Aswawarman
Aswawarman adalah raja pertama Kerajaan Kutai yang bercorak Hindu. Beliau adalah pendiri
Kerajaan Kutai sehingga diberi gelar Wangsakerta (pembentuk keluarga). Aswawarman memiliki 3
orang putera, dan salah satunya adalah Mulawarman. Putra Aswawarman adalah Mulawarman.
Dari yupa diketahui bahwa pada masa pemerintahan Mulawarman, Kerajaan Kutai mengalami
masa keemasan. Wilayah kekuasaannya meliputi hampir seluruh wilayah Kalimantan Timur.
Rakyat Kutai hidup sejahtera dan makmur. Kerajaan Kutai atau lebih lengkap disebut kerajaan
Kutai Kartanegara ing Martadipura (Martapura) merupakan kerajaan bercorak Islam yang kembali
eksis di Kalimantan Timur setelah dihidupkan lagi pada tahun 2001 oleh Pemerintah Kabupaten
Kutai Kartanegara sebagai upaya untuk melestarikan budaya dan adat Kutai Keraton.

Dihidupkannya kembali kerajaan Kutai ditandai dengan dinobatkannya sang pewaris tahta yakni
putera mahkota H. Aji Pangeran Prabu Anum Surya Adiningrat menjadi Sultan Kutai Kartanegara
ing Martadipura dengan gelar H. Adji Mohamad Salehoeddin II pada tanggal 22 September 2001.

Kerajaan Tarumanegara
Tarumanegara adalah sebuah kerajaan yang pernah berkuasa di wilayah daerah aliran Cisadane
dan Ciliwung pada abad ke-4 hingga abad ke-7 M. Taruma merupakan salah satu kerajaan tertua di
Nusantara yang meninggalkan catatan sejarah. Dalam catatan sejarah dan peninggalan artefak di
sekitar lokasi kerajaan, terlihat bahwa Kerajaan Taruma adalah kerajaan Hindu beraliran Wisnu.

Sumber Sejarah
Raja yang pernah berkuasa dan sangat terkenal dalam catatan sejarah adalah Purnawarman. Pada
tahun 417 M ia memerintahkan penggalian Sungai Gomati dan Candrabaga (Kali Bekasi)
sepanjang 6112 tombak (sekitar 11 km). Selesai penggalian, sang prabu mengadakan selamatan
dengan menyedekahkan 1.000 ekor sapi kepada kaum brahmana.
Bukti keberadaan Kerajaan Tarumanegara diketahui melalui sumber-sumber yang berasal dari
dalam maupun luar negeri. Sumber dari dalam negeri berupa 7 buah prasasti batu. Dari prasasti-
prasasti ini diketahui bahwa Kerajaan Tarumanegara dibangun oleh Rajadirajaguru
Jayasingawarman tahun 358 M dan beliau memerintah sampai tahun 382 M. Makam
Rajadirajaguru Jayasingawarman ada di sekitar sungai Gomatri (wilayah Bekasi).

Prasasti yang ditemukan

Prasasti Ciaruteun
Prasasti Ciaruteun ditemukan ditepi sungai Ciarunteun, dekat muara sungai Cisadane Bogor
prasasti tersebut menggunakan huruf Pallawa dan bahasa Sansekerta yang terdiri dari 4 baris
disusun ke dalam bentuk Sloka dengan metrum Anustubh. Di samping itu terdapat lukisan
semacam laba-laba serta sepasang telapak kaki Raja Purnawarman.

Gambar telapak kaki pada prasasti Ciarunteun mempunyai 2 arti yaitu:


Cap telapak kaki melambangkan kekuasaan raja atas daerah tersebut (tempat ditemukannya
prasasti tersebut).
Cap telapak kaki melambangkan kekuasaan dan eksistensi seseorang (biasanya penguasa)
sekaligus penghormatan sebagai dewa. Hal ini berarti menegaskan kedudukan Purnawarman yang
diibaratkan dewa Wisnu maka dianggap sebagai penguasa sekaligus pelindung rakyat.
Prasasti Jambu
Prasasti Jambu ditemukan di bukit Koleangkak di perkebunan jambu, sekitar 30 km sebelah barat
Bogor, prasasti ini juga menggunakan bahasa Sansekerta dan huruf Pallawa serta terdapat gambar
telapak kaki yang isinya memuji pemerintahan raja Mulawarman.

Prasasti Kebonkopi
Prasasti Kebonkopi ditemukan di kampung Muara Hilir kecamatan Cibungbulang Bogor. Yang
menarik dari prasasti ini adalah adanya lukisan tapak kaki gajah, yang disamakan dengan tapak
kaki gajah Airawata, yaitu gajah tunggangan dewa Wisnu.

Prasasti Muara Cianten


Prasasti Muara Cianten, ditemukan di Bogor, tertulis dalam aksara ikal yang belum dapat dibaca.
Di samping tulisan terdapat lukisan telapak kaki.

Prasasti Pasir awi


Prasasti Pasir Awi ditemukan di daerah Leuwiliang, juga tertulis dalam aksara ikal yang belum
dapat dibaca.

Prasasti Cidanghiyang
Prasasti Cidanghiyang ditemukan di kampung lebak di tepi sungai Cidanghiang, kecamatan
Munjul kabupaten Pandeglang Banten. Prasasti ini baru ditemukan tahun 1947 dan berisi 2 baris
kalimat berbentuk puisi dengan huruf Pallawa dan bahasa Sansekerta. Isi prasasti tersebut
mengagungkan keberanian raja Purnawarman.

Prasasti Tugu
Prasasti Tugu di temukan di daerah Tugu, kecamatan Cilincing Jakarta Utara. Prasasti ini
dipahatkan pada sebuah batu bulat panjang melingkar dan isinya paling panjang dibanding dengan
prasasti Tarumanegara yang lain, sehingga ada beberapa hal yang dapat diketahui dari prasasti
tersebut. Hal-hal yang dapat diketahui dari prasasti Tugu adalah:
Prasasti Tugu menyebutkan nama dua buah sungai yang terkenal di Punjab yaitu sungai
Chandrabaga dan Gomati. Dengan adanya keterangan dua buah sungai tersebut menimbulkan
tafsiran dari para sarjana salah satunya menurut Poerbatjaraka. Sehingga secara Etimologi (ilmu
yang mempelajari tentang istilah) sungai Chandrabaga diartikan sebagai kali Bekasi.
Prasasti Tugu juga menyebutkan anasir penanggalan walaupun tidak lengkap dengan angka
tahunnya yang disebutkan adalah bulan phalguna dan caitra yang diduga sama dengan bulan
Pebruari dan April. Prasasti Tugu yang menyebutkan dilaksanakannya upacara selamatan oleh
Brahmana disertai dengan seribu ekor sapi yang dihadiahkan raja.
Sumber dari Luar Negeri

Sumber-sumber dari luar negeri yang berasal dari berita Tiongkok antara lain:
a) Berita Fa-Hsien, tahun 414 M dalam bukunya yang berjudul Fa-Kao-Chi menceritakan bahwa
di Ye-po-ti hanya sedikit dijumpai orang-orang yang beragama Buddha, yang banyak adalah
orang-orang yang beragama Hindu dan sebagian masih animisme.
b) Berita Dinasti Sui, menceritakan bahwa tahun 528 dan 535 telah datang utusan dari To- lomo
yang terletak di sebelah selatan.
c) Berita Dinasti Tang, juga menceritakan bahwa tahun 666 dan 669 telah datang utusaan dari To-
lo-mo.
d) Kerajaan Tarumanegara diperkirakan berkembang antara tahun 400-600 M. Berdasarkan
prasasti-prasasti tersebut diketahui raja yang memerintah pada waktu itu adalah Purnawarman.
Wilayah kekuasaan Purnawarman menurut prasasti Tugu, meliputi hampir seluruh Jawa Barat
yang membentang dari Banten, Jakarta, Bogor dan Cirebon.

Kerajaan Kediri
Kerajaan Kediri adalah sebuah kerajaan yang terdapat di Jawa Timur antara tahun 1042-1222.
Kerajaan ini berpusat di kota Daha, yang terletak di sekitar Kota Kediri sekarang.

Latar Belakang
Sesungguhnya kota Daha sudah ada sebelum Kerajaan Kadiri berdiri. Daha merupakan singkatan
dari Dahanapura, yang berarti kota api. Nama ini terdapat dalam prasasti Pamwatan yang
dikeluarkan Airlangga tahun 1042. Hal ini sesuai dengan berita dalam Serat Calon Arang bahwa,
saat akhir pemerintahan Airlangga, pusat kerajaan sudah tidak lagi berada di Kahuripan, melainkan
pindah ke Daha.
Pada akhir November 1042, Airlangga terpaksa membelah wilayah kerajaannya karena kedua
putranya bersaing memperebutkan takhta. Putra yang bernama Sri Samarawijaya mendapatkan
kerajaan barat bernama Panjalu yang berpusat di kota baru, yaitu Daha. Sedangkan putra yang
bernama Mapanji Garasakan mendapatkan kerajaan timur bernama Janggala yang berpusat di kota
lama, yaitu Kahuripan.
Menurut Nagarakretagama, sebelum dibelah menjadi dua, nama kerajaan yang dipimpin Airlangga
sudah bernama Panjalu, yang berpusat di Daha. Jadi, Kerajaan Janggala lahir sebagai pecahan dari
Panjalu. Adapun Kahuripan adalah nama kota lama yang sudah ditinggalkan Airlangga dan
kemudian menjadi ibu kota Janggala.
Pada mulanya, nama Panjalu atau Pangjalu memang lebih sering dipakai dari pada nama Kadiri.
Hal ini dapat dijumpai dalam prasasti-prasasti yang diterbitkan oleh raja-raja Kadiri. Bahkan,
nama Panjalu juga dikenal sebagai Pu-chia-lung dalam kronik Cina berjudul Ling wai tai ta
(1178).

Runtuhnya Kerajaan Kediri


Arca Buddha Vajrasattva zaman Kediri, abad X/XI, koleksi Museum fr Indische Kunst, Berlin-
Dahlem, Jerman. Kerajaan Panjalu-Kadiri runtuh pada masa pemerintahan Kertajaya, dan
dikisahkan dalam Pararaton dan Nagarakretagama. Pada tahun 1222 Kertajaya sedang berselisih
melawan kaum brahmana yang kemudian meminta perlindungan Ken Arok akuwu Tumapel.
Kebetulan Ken Arok juga bercita-cita memerdekakan Tumapel yang merupakan daerah bawahan
Kadiri.
Perang antara Kadiri dan Tumapel terjadi dekat desa Ganter. Pasukan Ken Arok berhasil
menghancurkan pasukan Kertajaya. Dengan demikian berakhirlah masa Kerajaan Kadiri, yang
sejak saat itu kemudian menjadi bawahan Tumapel atau Singhasari.

Kerajaan Singhasari
Kerajaan Singhasari atau sering pula ditulis Singasari, adalah sebuah kerajaan di Jawa Timur yang
didirikan oleh Ken Arok pada tahun 1222. Lokasi kerajaan ini sekarang diperkirakan berada di
daerah Singosari, Malang.

Awal Berdirinya
Menurut Pararaton, Tumapel semula hanya sebuah daerah bawahan Kerajaan Kediri. Yang
menjabat sebagai akuwu (setara camat) Tumapel saat itu adalah Tunggul Ametung. Ia mati
dibunuh secara licik oleh pengawalnya sendiri yang bernama Ken Arok, yang kemudian menjadi
akuwu baru. Tidak hanya itu, Ken Arok bahkan berniat melepaskan Tumapel dari kekuasaan
Kediri.
Pada tahun 1222 terjadi perseteruan antara Kertajaya raja Kediri melawan kaum brahmana. Para
brahmana lalu menggabungkan diri dengan Ken Arok yang mengangkat dirinya menjadi raja
pertama Tumapel bergelar Sri Rajasa Sang Amurwabhumi. Perang melawan Kadiri meletus di desa
Ganter yang dimenangkan oleh pihak Tumapel. Nagarakretagama juga menyebut tahun yang sama
untuk pendirian Kerajaan Tumapel, namun tidak menyebutkan adanya nama Ken Arok. Dalam
naskah itu, pendiri kerajaan Tumapel bernama Ranggah Rajasa Sang Girinathaputra yang berhasil
mengalahkan Kertajaya raja Kediri.
Prasasti Mula Malurung atas nama Kertanagara tahun 1255, menyebutkan kalau pendiri Kerajaan
Tumapel adalah Bhatara Siwa. Mungkin nama ini adalah gelar anumerta dari Ranggah Rajasa,
karena dalam Nagarakretagama arwah pendiri kerajaan Tumapel tersebut dipuja sebagai Siwa.
Selain itu, Pararaton juga menyebutkan bahwa, sebelum maju perang melawan Kadiri, Ken Arok
lebih dulu menggunakan julukan Bhatara Siwa.

Puncak Kejayaan
Kertanagara adalah raja terakhir dan raja terbesar dalam sejarah Singasari (1268-1292). Ia adalah
raja pertama yang mengalihkan wawasannya ke luar Jawa. Pada tahun 1275 ia mengirim pasukan
Ekspedisi Pamalayu untuk menjadikan pulau Sumatra sebagai benteng pertahanan dalam
menghadapi ekspansi bangsa Mongol.
Saat itu penguasa pulau Sumatra adalah Kerajaan Dharmasraya (kelanjutan dari Kerajaan Malayu).
Kerajaan ini akhirnya tunduk dengan ditemukannya bukti arca Amoghapasa yang dikirim
Kertanagara sebagai tanda persahabatan kedua negara.
Pada tahun 1284, Kertanagara juga mengadakan ekspedisi menaklukkan Bali. Pada tahun 1289
Kaisar Kubilai Khan mengirim utusan ke Singasari meminta agar Jawa mengakui kedaulatan
Mongol. Namun permintaan itu ditolak tegas oleh Kertanagara. Nagarakretagama menyebutkan
daerah-daerah bawahan Singhasari di luar Jawa pada masa Kertanagara antara lain, Melayu, Bali,
Pahang, Gurun, dan Bakulapura.

Peristiwa Keruntuhan
Kerajaan Singasari yang sibuk mengirimkan angkatan perangnya ke luar Jawa akhirnya
mengalami keropos di bagian dalam. Pada tahun 1292 terjadi pemberontakan Jayakatwang bupati
Gelang-Gelang, yang merupakan sepupu, sekaligus ipar, sekaligus besan dari Kertanagara sendiri.
Dalam serangan itu Kertanagara mati terbunuh. Setelah runtuhnya Singhasari, Jayakatwang
menjadi raja dan membangun ibu kota baru di Kadiri. Riwayat Kerajaan Tumapel-Singhasari pun
berakhir.
Kerajaan Majapahit
Kerajaan Majapahit adalah sebuah kerajaan kuno di Indonesia yang pernah berdiri dari sekitar
tahun 1293 hingga 1500 M. Kerajaan ini mencapai puncak kejayaannya pada masa kekuasaan
Hayam Wuruk, yang berkuasa dari tahun 1350 hingga 1389. Majapahit menguasai kerajaan-
kerajaan lainnya di semenanjung Malaya, Borneo, Sumatra, Bali, dan Filipina.

Kerajaan Majapahit adalah kerajaan Hindu terakhir di semenanjung Malaya dan dianggap sebagai
salah satu dari negara terbesar dalam sejarah Indonesia. Kekuasaannya terbentang di Sumatra,
semenanjung Malaya, Borneo dan Indonesia timur, meskipun wilayah kekuasaannya masih
diperdebatkan.

Historiografi
Hanya terdapat sedikit bukti fisik sisa-sisa Majapahit, dan sejarahnya tidak jelas. Sumber utama
yang digunakan oleh para sejarawan adalah Pararaton (Kitab Raja-raja) dalam bahasa Kawi dan
Nagarakretagama dalam bahasa Jawa Kuno. Pararaton terutama menceritakan Ken Arok (pendiri
Kerajaan Singasari) namun juga memuat beberapa bagian pendek mengenai terbentuknya
Majapahit. Sementara itu, Nagarakertagama merupakan puisi Jawa Kuno yang ditulis pada masa
keemasan Majapahit di bawah pemerintahan Hayam Wuruk. Setelah masa itu, hal yang terjadi
tidaklah jelas. Selain itu, terdapat beberapa prasasti dalam bahasa Jawa Kuno maupun catatan
sejarah dari Tiongkok dan negara-negara lain.

Sejarah Berdirinya Majapahit


Sesudah Singasari mengusir Sriwijaya dari Jawa secara keseluruhan pada tahun 1290, Singasari
menjadi kerajaan paling kuat di wilayah tersebut. Hal ini menjadi perhatian Kubilai Khan,
penguasa Dinasti Yuan di Tiongkok. Ia mengirim utusan yang bernama Meng Chi ke Singasari
yang menuntut upeti. Kertanagara, penguasa kerajaan Singasari yang terakhir, menolak untuk
membayar upeti dan mempermalukan utusan tersebut dengan merusak wajahnya dan memotong
telinganya. Kublai Khan marah dan lalu memberangkatkan ekspedisi besar ke Jawa tahun 1293.
Ketika itu, Jayakatwang, adipati Kediri, sudah membunuh Kertanagara. Atas saran Aria Wiraraja,
Jayakatwang memberikan pengampunan kepada Raden Wijaya, menantu Kertanegara, yang datang
menyerahkan diri. Raden Wijaya kemudian diberi hutan Tarik. Ia membuka hutan itu dan
membangun desa baru. Desa itu dinamai Majapahit, yang namanya diambil dari buah maja, dan
rasa pahit dari buah tersebut. Ketika pasukan Mongolia tiba, Wijaya bersekutu dengan pasukan
Mongolia untuk bertempur melawan Jayakatwang. Raden Wijaya berbalik menyerang sekutu
Mongolnya sehingga memaksa mereka menarik pulang kembali pasukannya secara kalang-kabut
karena mereka berada di teritori asing. Saat itu juga merupakan kesempatan terakhir mereka untuk
menangkap angin muson agar dapat pulang, atau mereka harus terpaksa menunggu enam bulan
lagi di pulau yang asing.
Tanggal pasti yang digunakan sebagai tanggal kelahiran kerajaan Majapahit adalah hari penobatan
Raden Wijaya sebagai raja, yaitu pada tanggal 10 November 1293. Ia dinobatkan dengan nama
resmi Kertarajasa Jayawardhana. Kerajaan ini menghadapi masalah. Beberapa orang terpercaya
Kertarajasa, termasuk Ranggalawe, Sora, dan Nambi memberontak melawannya, meskipun
pemberontakan tersebut tidak berhasil. Slamet Muljana menduga bahwa mahapatih Halayudha lah
yang melakukan konspirasi untuk menjatuhkan semua orang terpercaya raja, agar ia dapat
mencapai posisi tertinggi dalam pemerintahan. Namun setelah kematian pemberontak terakhir
(Kuti), Halayudha ditangkap dan dipenjara, dan lalu dihukum mati. Wijaya meninggal dunia pada
tahun 1309.
Anak dan penerus Wijaya, Jayanegara, adalah penguasa yang jahat dan amoral. Ia digelari Kala
Gemet, yang berarti penjahat lemah. Pada tahun 1328, Jayanegara dibunuh oleh tabibnya, Tanca.
Ibu tirinya yaitu Gayatri Rajapatni seharusnya menggantikannya, akan tetapi Rajapatni memilih
mengundurkan diri dari istana dan menjadi pendeta wanita. Rajapatni menunjuk anak
perempuannya Tribhuwana Wijayatunggadewi untuk menjadi ratu Majapahit. Selama kekuasaan
Tribhuwana, kerajaan Majapahit berkembang menjadi lebih besar dan terkenal di daerah tersebut.
Tribhuwana menguasai Majapahit sampai kematian ibunya pada tahun 1350. Ia diteruskan oleh
putranya, Hayam Wuruk.

Kejayaan Majapahit
Hayam Wuruk, juga disebut Rajasanagara, memerintah Majapahit dari tahun 1350 hingga 1389.
Pada masanya, Majapahit mencapai puncak kejayaannya dengan bantuan mahapatihnya, Gajah
Mada. Di bawah perintah Gajah Mada (1313-1364), Majapahit menguasai lebih banyak wilayah.
Pada tahun 1377, beberapa tahun setelah kematian Gajah Mada, Majapahit melancarkan serangan
laut ke Palembang, menyebabkan runtuhnya sisa-sisa kerajaan Sriwijaya. Jenderal terkenal
Majapahit lainnya adalah Adityawarman, yang terkenal karena penaklukannya di Minangkabau.
Menurut Kakawin Nagarakretagama pupuh XIII-XV, daerah kekuasaan Majapahit meliputi
Sumatra, semenanjung Malaya, Borneo, Sulawesi, kepulauan Nusa Tenggara, Maluku, Papua, dan
sebagian kepulauan Filipina. Namun demikian, batasan alam dan ekonomi menunjukkan bahwa
daerah-daerah kekuasaan tersebut tampaknya tidaklah berada di bawah kekuasaan terpusat
Majapahit, tetapi terhubungkan satu sama lain oleh perdagangan yang mungkin berupa monopoli
oleh raja. Majapahit juga memiliki hubungan dengan Campa, Kamboja, Siam, Birma bagian
selatan, dan Vietnam, dan bahkan mengirim duta-dutanya ke Tiongkok.

Jatuhnya Majapahit
Sesudah mencapai puncaknya pada abad ke-14, kekuasaan Majapahit berangsur-angsur melemah.
Tampaknya terjadi perang saudara (Perang Paregreg) pada tahun 1405-1406, antara Wirabhumi
melawan Wikramawardhana. Demikian pula telah terjadi pergantian raja yang dipertengkarkan
pada tahun 1450-an, dan pemberontakan besar yang dilancarkan oleh seorang bangsawan pada
tahun 1468.
Dalam tradisi Jawa ada sebuah kronogram atau candrasengkala yang berbunyi sirna ilang
kretaning bumi. Sengkala ini konon adalah tahun berakhirnya Majapahit dan harus dibaca sebagai
0041, yaitu tahun 1400 Saka, atau 1478 Masehi. Arti sengkala ini adalah sirna hilanglah
kemakmuran bumi. Namun demikian, yang sebenarnya digambarkan oleh candrasengkala
tersebut adalah gugurnya Bre Kertabumi, raja ke-11 Majapahit, oleh Girindrawardhana. Ketika
Majapahit didirikan, pedagang Muslim dan para penyebar agama sudah mulai memasuki
nusantara. Pada akhir abad ke-14 dan awal abad ke-15, pengaruh Majapahit di seluruh nusantara
mulai berkurang. Pada saat bersamaan, sebuah kerajaan perdagangan baru yang berdasarkan
agama Islam, yaitu Kesultanan Malaka, mulai muncul di bagian barat nusantara.
Catatan sejarah dari Tiongkok, Portugis, dan Italia mengindikasikan bahwa telah terjadi
perpindahan kekuasaan Majapahit dari tangan penguasa Hindu ke tangan Adipati Unus, penguasa
dari Kesultanan Demak, antara tahun 1518 dan 1521 M.

BAB 11
PERKEMBANGAN PADA MASA ISLAM DI INDONESIA

Zaman Jahiliyah :
Zaman yang dalam suasana kegelapan, kekacauan, ketidakteraturan, dan ketidak pastian
Nabi Muhammad saw berdakwa dari 40 tahun 63 tahun (632 M)
Khulafaur Rasyidin :
1) Khalifah Abu Bakar
2) Khalifah Umar
3) Khalifah Usman
4) Khalifah Ali
Proses Masuk dan Berkembangnya Pengaruh Islam di Indonesia
disebabkan oleh ramainya jalur pedagangan antar benua dan antar negara yang melewati Indonesia
A) Pedagang yang pertama kali menyebarkan islam :
1) Arab
2) Gujarat (India)
3) Persi
Peranan Pedagang :
A) Snouck Hugronje Orang orang islam yang datang pertama dan menyebabkan agama islam di
Indonesia, tidak langsung dari Arab melainkan melalui orang orang islam dari Gujarat
B) Penyebaran Agama Islam oleh Pedagang :
1) Mula mula para pedagng berdatangan ke pusat pusat perdagangan
2) Kemudian mulai ada yang bertempat tinggal
3) Lambat laun tempat tinggal mereka berkembang menjadi perkampungan muslim yan disebut
pekojan
4) Status sosial yang tinggi memudahkan mereka mengawini pribumi
5) Sebelum pernikahan, calon istri diislamkan dahulu
6) Lambat laun berkembang perkampungan, masyarakat, dan kerajaan islam
Peranan Ulama :
1) Maulana Malik Ibrahim
a) Keturunan Arab dan Turki
b) Datang ke Jatim 1379, wafat 1419, Makam di Gresik
2) Sunan Ampel
a) Dari Jeumpa, Aceh. Lebih dikenal dengan Rden Rahmat
b) Datang ke Jawa 1421. Makam Ampel. Pesntren Denta
3) Sunan Drajad
a) Putra Sunan Ampel, lahir di Surabaya
b) Nama kecil = Raden Qosim. Pencipta gending pangkur. Makam di Lamongan
4) Sunan Bonang
a) Putra Sunan Ampel. Lahir di Surabaya 1465
b) Nama kecil = Raden Makdum. Pencipta gending durma
c) Wafat 1525. Makam di Tuban
5) Sunan Giri
a) Putra Syah Maulan Ishak. Pendiri pesantren giri
b) Nama kecil = Raden Paku
c) Pencipta gending amradana dan gending pulang
d) Pencipta permainan lir ilir, jamuran, cublak cublak suweng
6) Sunan Kalijaga
a) Lahir di Tuban. Putra Adipati Tuban
b) Pencipta Wayang. Makam di Demak
7) Sunan Kudus
a) Nama keci = Sayyid Jafar Shoddiq. Dari Palestina
b) Datang ke Jawa 1436
c) Pencpta gending maskumambang, gending mijil
8) Sunan Muria
a) Putra Sunan Kalijaga, Nama kecil = Raden Umar Said
b) Pencipta gending sinom dan gending kinanti
9) Sunan Gunung Jati
a) Dari Palestina. Datang ke Jawa 1436
b) Pendiri kesultanan Banten, dan Kesultanan Cirebon. Makam di Cirebon

Faktor Faktor Masuknya Islam :


1) Syarat masuk islam mudah
2) Upacara dalam islam sederhana
3) Kedudukan semua orang sama
4) Penyebaran islam disesuaikan kondisi sosial budaya
5) Jatuhnya Sriwijaya dan Majapahit memperlancar penyebaran
Kerajaan Islam :
1) Samudera Pasai
a) Kerajaan Islam pertama di Indonesia
b) Pendiri : Malik Al Saleh (Merah Sile atau Merah Siu)
c) Lokasi : Dekat Muara Sungai Peusangan (Aceh)
d) Sebab runtuh : Diserang Majapahit
2) Aceh
a) Melepaskan diri dari kerajaan pedir
b) Pendiri : Sultan Ali Mughhayat Syah
c) Kejayaan : Sultan Iskandar Muda
d) Sebab runtuh : Wafatnya raja
3) Demak
a) Daerah tempat berkumpulnya para wali
b) Pendiri : Raden Patah (Gelarnya Senapati Jimbung Ngabdurrahman Panembahan Palembang
Sayidin Panayagama)
c) Sebab runtuh : Perang saudara memperebutkan kekuasaan
d) Akhirnya berganti menjadi kerajaan pajang
4) Pajang
a) Lokasi : Yogyakarta
b) Hadiwijaya Pangeran Benowo Sutawijaya
c) Penyebab runtuh : Oleh Sutawijaya diubah menjadi kerjaan mataram
5) Mataram Islam
a) Pendiri : Sutawijaya (Gelarnya Panembahan Senopati Ing Alaga Sayidin Panatagama)
b) Letak mataram islam berada di bekas mataram hindu
c) Keturunan Sultan Agung dimakamkan di Imogiri
6) Cirebon
a) Pendiri : Fatahilah (Sunan Cirebon)
b) Makam Fatahilah di Cirebon (1570)
c) Fatahilah digantikan Panembahan Ratu
7) Banten
a) Raja pertama : Sultan Hasanudin (Anak tertua Fatahilah)
b) Kejayaan : Sultan Ageng Tirtayasa
8) Makassar
a) Raja Gowa dan Tallo masuk islam tahun 1605. Wajo tahun 1610. Bone tahun 1611
b) Kerajaan Makassar = Kerajaan Gowa dan Tallo
c) Raja pertama : Sultan Alaudin
9) Ternate
a) Lokasi : Maluku Utara
b) Berdiri dari abad ke 13
c) Raja Ternate (Zainal Abidin) belajar islam ke Gresik
d) Kejayaan : Sultan Baabullah
10) Tidore
a) Pada abad ke 13 berdiri kerajaan tidore
b) Sebetulnya kerajaan ternate dan tidore bersatu
c) Akhirnya mereka kembali bersatu dengan tujuan mengusir portugis
d) Kejayaan : Sultan Nuku

BAB 12
MASA KOLONIAL EROPA

Faktor yang Menyebabkan Keberadaan Indonesia Penting Bagi Perdagangan :


1) Kondisi geologis Indonesia sangat strategis
2) Kekayaan alam Indonesia menghasilkan barang dagangan yang dibutuhkan di Eropa
3) Faktor keamanan, karena ombak relatif tidak begitu besar
4) Indonesia merupakan mata rantai perdagangan dan pelayaran antara Asia dan Eropa
Faktor yang Menyebabkan Laut Merah Penting :
1) Sebagai pintu gerbang penghubung kegiatan perdagangan
2) Sebagai pusat perdagangan
3) Sebagai kota persinggahan para pedagang
4) Sarana tumbuhnya hubungan persahabatan
Faktor Faktor yang Mendorong Bangsa Bangsa Eropa Melakukan Penjelajahan Samudera
Menuju ke Dunia Timur :
1) Kisah perjalanan Marcopolo
2) Jatuhnya Konstantinopel (ibukota Romawi)
3) Adanya semangat penaklukan terhadap orang orang
Tujuan Portugis, Spanyol, Inggris, Belanda datang ke Indonesia :
Monopoli perdagangan, penyebaran agama, penjajahan
Kedatangan Bangsa Portugis ke Indonesia :
a) Tujuan Portugis ke Indonesia :
Gold, Mencari emas dan kekayaan
Glory,Mencari nama, kejayaan, kekuasaan
Gospel, Menyebarkan agama kristen
b) 1511 Alfonso dAlbuquerque dan armadanya menguasai Malaka
c) 1512 menguasai Ternate
d) Karena Portugis dan Spanyol ingin menguasai dunia, mereka membuat kesepakatan, yaitu :
1) Perjanjian Thordesillas 1494
2) Perjanjian Saragosa 1526
Berisi membagi dunia dalam 2 kekuasaan
Kedatangan Spanyol di Indonesia :
a) Datang ke Indonesia 8 November 1521
b) Karena Perjanjian Sargosa, Spanyol harus meniggalkan Tidore
Kedatangan Inggris di Indonesia :
a) 1600 mendirikan kongsi dagang yaitu East Indian Company (EIC)
b) Daerah operasi EIC adalah Kalkuta (India)
c) 1811 Thomas Stamford Raffles berhasil merebut seluruh kekuasaan Belanda di Indonesia
Kedatangan Inggris di Indonesia :
a) 1568 1648 perang antara Belanda melawan Spanyol
b) 1596 Belanda datang pertama kali ke Banten di bawah pimpinan Cornelis De Houtmen
c) 1598 Belanda datang lagi di bawah pimpinan Jacob van Heck
d) 20 Maret 1602 mendirikan VOC (Vegreenidge Oost Indische Compagnie)
e) Tujuan VOC :
1) Menhilangkan persaingan yang merugikan pedagang Belanda
2) Menyatukan tenaga untuk menghadapi portugis, dan pedagang lain
3) Mencari keuntungan sebesar besarnya
Masa Kolonial Portugis
a) Tujuan Portugis :
Untuk mencari daerah jajahan
b) Tapi tujuan tersebut gagal, karena Portugis hanya bisa menguasai Ternate
c) Peninggalan :
1) Kebudayaan rohani
Masyarakat Ambon beragama Katolik yang terlihat dari nama yang meniru nama Portugis
2) Benda
Adanya meriam keramat (Nyai Setomi di Solo, Si Jagur di Jakarta, Ki Amuk di Banten)
Masa Kolonial Spanyol
a) Spanyol hanya menguasai Tidore
b) Perkembangan masyarakat, kebudayaan, maupun pemerintah sangat kecil pengaruhnya karena
masing masing kerajaan tetap berjalan sebagaimana mestinya
Masa Kolonial Inggris
a) 1600 Inggris mendirikan EIC
b) EIC tidak bertahan lama karena VOC
c) Inggris pernah menjajah Indonesia di saat Belanda, di bawah kepemimpinan Thomas Stamford
Raffles
d) Pada saat itu Belanda di pimpin Daendels
e) Tindakan yang dilakukan Raffles :
1) Membagi jawa atas 16 daerah kerisedenan, tujuannya mempermudah mengawasi daerah yang
dikuasai
2) Membentuk susunan baru dalam pengadilan berdasar pada pengadilan inggris
f) Karena tindakannya cukup baik, namanya diabadikan menjadi Rafflesia Arnoldi (nama bunga)
g) Raffles menciptakan buku The History of Java
Masa Kolonial Belanda
a) 1596 Belanda datang ke Indonesia
b) 1602 Belanda mendirikan VOC (Vereenigde Oost ndische Compagnie)
c) VOC memiliki 17 dewan, pusatnya ada di Amsterdam
d) Oktroi (Hak hak istimewa) VOC :
1) Dianggap wakil pemerintah di Asia
2) Monopoli perdagangan
3) Mencetak & mengedarkan uang
4) Mengadakan perjanjian & perang
5) Melakukan kekuasaan kehakiman & pemungutan pajak
6) Memiliki angkatan perang
7) Mengadakan pemerintahan
e) Gubernur Jenderal VOC :
1) Pieter Both 1610 -1619 di Ambon
2) Jan Pieterzoon Coen, yang memindahkan VOC dari Ambon ke Batavia
f) Akibat masalah keuangan, dikirim Johannes Van den Bosch
g) Van den Bosch mengeluarkan aturan Tanam Paksa (Peraturan yang mewajibkan setiap desa
untuk menyisihkan 20% untuk ditanami komoditi ekspor)
h) Akibat Tanam Paksa yang memakmurkan Belanda, Van De Bosch 25 Desember 1839
dianugrahi gelar Graaf
i) Adanya Tanam Paksa, menimbulkan Politik Etis (Suatu pemikiran yang menyatak bahwa
pemerintah kolonial memegang tanggung jawab moral bagi kesejahteraan pribumi)
j) Munculnya kaum etis yang dipelopori Pieter Brooshofft (wartawan koran De Locomotief) dan
Conrad Theodor Van Deventer (politikus) membuka mata Ratu Wihelmina
k) Akibat hal itu, Ratu Wihelmina membuat program Trias Politika, yang berisi :
1) Irigasi
2) Emigrasi
3) Edukasi
l) Penjajahan Belanda di Indonesia mengakibatkan masyarakat hidup dalam kebodohan,
kemiskinan, dan keterbelakangan. Tidak ada perkembangan kebudayaan, dan bangsa pun dipecah
belah persatuan dan kesatuannya
m) 1907 VOC dibubarkan

BAB 13
PENGGUNAAN LAHAN DAN POLA PEMUKIMAN PENDUDUK

Penggunaan Lahan Untuk Pertanian


A) Pertanian Sederhana atau Pertanian Primitif
Pertanian yang dlakukan dengan menggunakan peralatan sederhana
1) Pertanian Sederhana Berpindah Pindah atau Perladangan Liar
adalah Pertanian yang dilakukan dengan cara membuka hutan milik desa degan menebang pohon
kemudian dibakar. Dalam hal ini kegatan pokok enominya adalah menghasilkan untuk dikonsumsi
sendiri
2) Pertanian Sederhana Menetap
adalah Pertanian yang dilakukan pada satu tempat yang sama
a) Jenis tanaman : Padi, Pisang, Ubi Kayu, dll
b) Hasil pertanian biasanya di konsumsi atau dijual di Pasar Konkret
c) Pasar Konkret adalah pasar yang terlihat secara nyata barang yang diperjual belikan dan terjadi
pertemuan secra langsung antara penjuan dan pembeli
B) Pertanian Maju
Pertanian yang dilakukan penduduk dengan menggunakan peralatan dan cara yang lebih baik
a) Panca Usaha Tani adalah Peralatan & cara yang lebih baik
b) Panca Usaha Tani terdiri dari :
1) Sistem pengairan yang baik
2) Pemilihan benih
3) Penggunaan pupuk
4) Pengolahan tanah
5) Pemberantasan hama
c) Peningkatan hasi pertanian :
1) Intensif
Tanpa menambah luas tanah
2) Ektensif
Menambah luas tanah
3) Diversifikasi
Penganekaragaman tanaman
3) Pertanian Tadah Hujan atau Pertanian Lahan Kering
adalah Pertanian yang sangat mengandalkan curah hujan
Usaha Pertanian di Lahan Kering :
1) Holtikultura
Usaha pertanian untuk menanam tanaman yang dibutuhan sehari hari
2) Tegalan
Usaha pertanian dengan mengharapkan air hujan
3) Kebun
Cara berccok tanam yang dilakukan di sekitar tempat tinggal penduduk / penggarap
4) Pertanian dengan Irigasi atau Pertanian Lahan Basah
Penggunaan Lahan Bukan Untuk Pertanian
a) Penggunaan Lahan Untuk Perumahan
b) Penggunaan Lahan Untuk Industri
a) Pembangunan industri mempertimbangkan lokasi berdasarkan bahan mentah, pasar, dan tenaga
kerja
b) Ex : Gudang, Rumah Pegawai
c) Penggunaan Lahan Untuk Jasa
1) Transportai : Terminal, Jalan
2) Perdagangan : Pasar, Warung
3) Pendidikan : Sekolah, Perpus
4) Keagamaan : Masjid, Gereja
5) Rekreasi : Taman, Bioskop
6) Kesehatan : RS, Poli Klinik
7) Pemerintahan : Gedung pemerintahan
8) Keamanan : Pos ronda, Markas tentara
Pola Pemukiman Penduduk :
a) Perumahan adalah Sekelompok rumah yang berfungsi sebagai lingkungan tempat tinggal yang
dilengkapi prasarana dan sarana lingkungan
b) Pemukiman adalah Bagian dari lingkungan hidup di luar kawasan lindung
c) Rupa dari Pola Pemukiman Penduduk :
1) Pola Pemukiman yang Memanjang
adalah Pola pemukiman penduduk yang berupa deretan memanjang
Lokasi : Daerah pantai
2) Pola Pemukiman Terpusat
adalah Pola pemukiman yang terjadi pada penduduk yang seketurunan atau senasib karena
bencana alam
Lokasi : Daerah pegunungan
3) Pola Pemukiman Linear
adalah Pola yag berkembang dari pemukiman sejajar jalan secara alamiah
4) Pola Pemukiman Mengelilingi Fasilitas
adalah Pola pemukiman yang terbentuk akibat adanya kehidupan yang menyebabkan
berkembangnya fasilitas kehidupan

BAB 14
Kegiatan Ekonomi

Kegiatan Ekonomi :
Kegiatan manusia untuk memenuhi kebutuhan manusia, terdiri dari
1) Konsumsi
Kegiatan memakai barang atau menghabiskan nilai guna barang
2) Produksi
Kegiatan menghasilkan barang / menambah nilai guna barang
3) Distribusi
Kegiatan menyalurkan barang dari produsen ke konsumen
Faktor yang Mempengaruhi Konsumsi :
1) Pendapatan
2) Harga diri terhadap lingkungan
3) Tempat tinggal
4) Umur & Jenis Kelamin
Pelaku Konsumsi :
1) RT Keluarga
2) RT Perusahaan
3) RT Pemerintah
Faktor Produksi :
Segala sesuatu yang digunakan untuk menghasilkan barang atau jasa dalam rangka menambah
manfaat suatu barang atau jasa, terdiri dari
A) Asli
1) Faktor Produksi Alam
2) Faktor Produksi Tenaga Kerja
a) Berdasarkan Sifat :
1) Tenaga Kerja Jasmani
Terdidik
Terlatih
Tidak terlatih & tidak terdidik
2) Tenaga kerja Rohani
Melakukan pekerjaan dengan pikiran dan perasaan, Ex : Psikolog
b) Berdasarkan Kedudukan
1) Tenaga kerja usaha sendiri
2) Tenaga kerja pada orang lain
c) Berdasarkan Hubungan dengan Proses Produksi
1) Tenaga kerja langsung
Ex : Operator mesin
2) Tenaga kerja tidak langsung
Ex : Sekrerataris
B) Turunan
1) Faktor Produksi Modal
a) Berdasarkan Sifat :
1) Lancar
Ex : Bahan baku, Kertas
2) Tetap
Ex : Mesin mesin pabrik, peralatan
b) Berdasarkan Sumber :
1) Sendiri
Ex : Modal saham
2) Asing
Ex : Modal dari kredit bank
c) Berdasarkan Fungsi :
1) Pribadi
Ex : Rumah kontrakan
2) Masyarakat
Ex : Terminal, Jembata
d) Berdasarkan Bentuk :
1) Nyata
Ex : Peralatan kantor, Uang
2) Tidak Nyata
Ex : Hak cipta, Nama baik
2) Faktor Produksi Kewirausahaan
Kemampuan manusia untuk mengola atau mengendalikan usaha untuk memperoleh laba yang
besar
Peningkatan Mutu dan Jumlah Hasil Produksi :
1) Intensifikasi :
Peningkatan hasil produksi tanpa menambah faktor produksi
2) Ekstensifikasi :
Peningkatan hasil produksi dengan menambah faktor prduksi
3) Diversifikasi :
Peningkatan hasil produksi dengan menganekaragamkan faktor produksi
Cara Penyaluran Barang :
1) Distribusi Pendek
a) Produsen Konsumen
2) Distribusi Panjang
a) Produsen Grosir Konsumen
b) Produsen Grosir Agen Konsumen
c) Produsen Grosir Agen Pedagan Eceran Konsumen
Lembaga Distribusi :
1) Agen
Mendapatkan komisi
2) Grosir
3) Makelar
Mendapatkan provisi atau kurtase
4) Komisioner
Mendapatkan komisi
5) Importir
6) Eksportir
7) Pedagang Eceran

BAB 15
PERUSAHAAN DAN BADAN USAHA

Perusahaan :
Tempat berlangsungnya proses produksi yag menggabungkan faktor faktor produksi untuk
menghasilkan barang dan jasa
Jenis Perusahaan Menurut Lapangan Pekerjaannya :
1) Perusahaan Ekstraktif
Kegiatan produksi yang berupa pengambilan hasil alam (penggalian)
2) Perusahaan Agraris
Kegiatan produksi yang bergerak dalam pengolahan tanah
3) Perusahaan Industri
4) Perusahaan Jasa
5) Perushaan Perdagangan

Badan Usaha :
Suatu unit hukum & ekonomi yang mengelola sumber daya produksi, seperti : SDA, SDM,
SDModal, SDKewirausahaan

Badan Usaha Menurut Pemilik Modal :


A) BUMN
1) Perusahaan Jawatan
Bentuk BUMN yang hampir seluruh modalnya dimiliki oleh pemerintah. Dipimpim dari kepala
dari departemen atau direktorat jendral. Pegawai berstatus pegawai negeri. Ex : sekarang tidak ada
2) Perusahaan Umum
Bentuk BUMN yang bertujuan melayani masyarakat sekaligus mencari keuntungan. Dipimpin
oleh dewan direksi. Pegawai berstatus karyawan perusahaan negara. Ex : Perum Damri
3) Persero
Perusahaan yang melakukan usaha dengan tujuan utama mencari laba walaupun tetap melayani
masyarakat umum. Dipimpin dewan direksi. Pegawai berstatus pegawai perusahaan.
Ex : PT Pelindo

B) Badan Usaha Milik Swasta


Ex : PT Indofood

C) Badan Usaha Campuran


1) Perusahaan Perseorangan
a) Kelebihan :
Pemilik berhak atas semua laba
Rahasia perusahaan terjamin
Pemilik dapat mengambil keputusan dengan cepat & langsung
b) Kekurangan :
Kemampuan pemilik kurang maka berkembang lambat
Kelangsungan usaha tidak terjamin jika pemiliknya mati
2) Firma
Perusahaan yang dibentuk dua orang atau lebih, memakai 1 nama.
a) Kelebihan :
Perusahaan akan terjamin
Risiko ditanggung bersama
b) Kekurangan :
Pengambilan keputusan lebih lambat
Kerugian salah satu anggota akan ditaggung bersama
Tidak ada pemisahan kekayaan perusahaan dan kekayaan pemilik
3) Persatuan Komanditer (CV)
Persekutuan dari beberapa orang yang mengumpulkan modal, namun ada yang memasukkan
modal saja. CV memiliki dua kelompok pemilik
a) Persero aktif
Pemilik modal yang menjalankan perusahaan
b) Persero diam
Pemilik modal hanya memasukkan modal tanpa ikut menjalankan perusahaan

4) Perseroan Terbatas (PT)


Perseroan yang modalnya berasal dari pejualan saham
5) Koperasi
a) Prinsip Koperasi
1) Keanggotaan bersifat sukarela dan terbuka
2) Pengelolaan dilakukan secara demokratif
3) Pembagian sisa hasil dilakukan secara adil sesuai besar jasa
4) Pemberian balas jasa yang terbatas pada modal
6) Yayasan

Badan usaha yag didirikan oleh orang atau pemerintah dengan jalan memisahkan kekayaannya
untuk tujuan tertentu terutama sosial
Fungsi Badan Usaha :
1) Fungsi Produksi
2) Fungsi Pembelanjaan
3) Fungsi Pemasaran
4) Fungsi Pesonalia
5) Fungsi Administrasi

Konsentrasi Badan Usaha :


Penggabungan badan usaha dengan tujuan mengatasi persaingan yang dapat merugikan badan
usaha tersebut serta memperkuat kedudukan
Jenis Jenis Konsentrasi Badan Usaha :
1) Trust
Penggabungan beberapa perusahaan baik modal dan badan hukum
2) Kartel
Kerja sama antara beberapa perusahaan
3) Holding Company
Gabungan dari perusahaan kecil
4) Concern
Gabungan dari badan atau perusahaan untuk sementar waktu

Peran Badan Usaha dalam Perekonomian Nasional :


1) Produsen barang dan jasa
2) Sumber pendapatan dan negara
3) Penyedia lapangan pekerjaan dan pendidikan
4) Agen pebangunan perekonomian nasional
Perbedaan Perusahaan dan Badan Usaha :
a) Perusahaan
1) Merupakan kesatuan teknis
2) Tujuannya menghasilkan barang dan jasa
3) Berupa toko, bengkel, pabrik
b) Badan Usaha
1) Merupakan kesatuan hukum dan ekonomi
2) Tujuannya mencari laba dan melayani masyarakat
3) Berupa UD, Fa, CV, PT, Koperasi
Perbedaan Badan Usaha Lain dan Koperasi
a) Badan Usaha Lain
1) Mengutamakan perkumpulan modal
2) Mengutamakan perolehan laba
3) Pembagian laba berdasar banyak modal
4) Kekuasaan tertinggi adalah pemilik modal paling besar
5) Hak suara berdasarkan besarnya modal
b) Perusahaan
1) Mengutamakan perkumpulan orang orang
2) Mengutamakan kebutuhan, kemakmuran, kesejahteraan anggota
3) Pembagian laba berdasar jasa
4) Kekuasaan tertinggi adalah rapat anggota
5) Setiap anggota memiliki hak suara yang sama

BAB 16
Kreativitas Dalam Kehidupan Ekonomi
Kreativitas :
Kemampuan melakukan kombinasi sumber daya yang menghasilkan barang atau jasa yang
sifatnya baru, bermanfaat, dan dapat memenuhi kebutuhan manusia
Ciri Ciri Pokok Orang Kreatif :
Melahirkan ide, gagasan, pemecahan masalah, cara cara baru, dan penemuan
Ciri Ciri Sampingan Orang Kreatif :
Tindakan untuk mempertahankan ide, gagasan, dan kreativitas yang sudah dihasilkan, yaitu
melalui kemampuan bekerja keras, berpikir mandiri, dan pantang menyerah
Ciri Ciri yang Memungkinkan Orang Kreatif :
Menjaga ide ide yang sudah ditemukan agar tetap hidup dan berlaku sekaligus mempengaruhi
perilaku peilaku orang kreatif

Cara Cara Mengembangkan Kreatifitas :


1) Melihat apa yang akan kita kerjakan
2) Berlatih
3) Terus melakukan perubahan
4) Menanamkan dalam diri mental orang kreatif

Mental Orang Kreatif :


1) Hasrat
2) Kepekaan
3) Minat
4) Rasa Ingin Tahu
5) Berpikir Mendalam
6) Konsentrasi
7) Siap Mencoba dan Melaksanakan
8) Sabar
9) Optimis
10) Mampu Bekerja Sama
11) Mandiri

Wirausaha :
Orang yang berani berusaha dan berani menanggung risiko atas usaha yang dilakukannya.