Anda di halaman 1dari 25

Capung : Mesin Terbang Super Canggih

Manusia telah mencoba berbagai macam cara untuk dapat terbang. Sejak pesawat terbang
pertama dibuat kira-kira seratus tahun yang lalu, ribuan model pesawat udara yang berbeda
telah dirancang. Ilmuwan yang tak terhitung jumlahnya telah mencoba membuat mesin
terbang yang lebih baik sampai akhirnya mereka mampu membuat mesin terbang terkini
dengan disainnya yang mengagumkan.

Lebih Hebat dari Helikopter

Terbang adalah keahlian yang hebat, tapi kegunaannya tergantung pada sejauh mana ia dapat
dikendalikan. Sebenarnya, untuk dapat melayang pada posisi tetap di udara atau mendarat di
tempat yang diinginkan adalah sama pentingnya dengan kemampuan terbang itu sendiri.

Untuk itulah, manusia merancang pesawat terbang dengan kemampuan manuver yang tinggi,
yaitu helikopter. Helikopter mampu melayang di udara pada posisi tetap dan lepas landas
secara tegak lurus. Karena keuntungan militer inilah, berbagai negara telah menyediakan
dana dalam jumlah tak terbatas untuk pengembangan helikopter.

Akan tetapi, penelitian terkini telah menemukan fakta yang sangat mencengangkan.
Teknologi penerbangan helikopter modern ternyata sangat tertinggal jauh dibanding dengan
seekor makhluk mungil yang mampu terbang. Makhluk ini adalah capung.

Sistem penerbangan capung adalah sebuah keajaiban disain dengan teknologi terbang yang
mengalahkan semua mesin buatan manusia. Dengan alasan inilah, disain model terakhir
helikopter Sikorsky yang terkenal di dunia, dibuat menggunakan disain capung sebagai
model.

Dalam proyek ini, perusahaan IBM membantu mendisain Sikorsky dengan memuat gambar-
gambar capung dalam komputer khusus. Setelah itu, dengan mengambil contoh capung,
ribuan ilustrasi dibuat dalam komputer. Kemudian, dengan mencontoh teknologi terbang
capung, dibuatlah model helikopter Sikorsky.
Singkatnya, tubuh seekor serangga kecil memiliki disain lebih unggul dari rancangan
manusia. Teknologi penerbangan capung dan disain sayapnya mengemukakan suatu fakta
bahwa makhluk kecil ini memperlihatkan kepada kita disain menakjubkan pada ciptaan
Allah.

Capung memiliki dua pasang sayap yang ditempatkan secara diagonal pada tubuhnya, ini
memungkinkannya melakukan manuver sangat cepat. Capung dapat mencapai kecepatan lima
puluh kilometer per jam dalam waktu sangat singkat, hal yang sungguh luar biasa bagi seekor
serangga. Seorang atlit olimpiade dalam perlombaan lari seratus meter, hanya mampu berlari
tiga puluh sembilan kilometer per jam.

Giroskop Alami pada Capung

da satu persyaratan lagi bagi penerbangan yang baik. Penerbangan sangatlah berbahaya jika
tidak didukung oleh sistem penglihatan yang baik. Untuk itulah, pesawat terbang dan
helicopter modern memiliki sistem visual canggih. Capung juga memiliki sistem visual
teramat canggih: ia memiliki mata mikro berjumlah keseluruhan tiga puluh ribu buah, dan
setiap mata mengarah ke titik yang berbeda. Semua informasi dari mata-mata mikro ini
diteruskan ke otak capung, yang kemudian mengolahnya seperti komputer. Dengan sistem
ini, capung memiliki kemampuan melihat yang luar biasa.

Kemampuan manuver capung lebih unggul dari yang dimiliki helikopter. Misalnya, dengan
satu manuver cepat di menit terakhir, capung berhasil menyelamatkan diri dari truk yang
datang dari arah berlawanan.

Bahkan capung mampu meloloskan diri dari dua bahaya, yakni ketika ia harus menghindar
dari menabrak kaca depan mobil yang sedang melaju ke arahnya dan harus lolos dari burung
yang memburunya. Ia berhasil menyelamatkan diri dengan satu manuver cerdas.

Satu permasalahan yang dihadapi pilot, yang seringkali harus melakukan manuver, adalah
bahwa setelah suatu manuver, pilot mengalami kesulitan dalam menentukan posisi pesawat
relatif terhadap permukaan bumi. Jika pilot kebingungan menentukan posisi bagian atas dan
bawah pesawat setelah melakukan manuver, maka pesawat ini dapat mengalami kecelakaan.

Para teknisi telah mengembangkan suatu alat untuk mengatasi hal ini, yakni giroskop. Alat ini
menunjukan pilot pada garis horisontal yang menandakan posisi horison. Pilot
membandingkan garis horisontal ini dengan horison sesungguhnya, dan dengan demikian ia
dapat menentukan posisi pesawat dengan cepat.

Selama jutaan tahun, capung telah memakai perlengkapan yang mirip dengan yang
dikembangkan oleh para teknisi ini. Di depan mata capung terdapat garis horisontal maya
pada posisi tetap. Tak menjadi masalah, pada sudut berapa pun ia terbang, ia selalu
memposisikan kepalanya sejajar dengan garis horisontal ini.

Ketika posisi tubuh capung berubah selama penerbangan, rambut-rambut di antara badan dan
kepalanya menjadi terangsang. Sel-sel saraf pada akar rambut ini mengirimkan informasi ke
otot-otot terbang capung tentang posisinya di udara. Hal ini memungkinkan otot-otot tersebut
secara otomatis mengatur jumlah dan kecepatan gerak sayap. Dengan demikian, dalam
manuver paling sulit sekalipun, capung tidak pernah kehilangan arah atau kendali. Sistem ini
sungguh merupakan suatu keajaiban teknik.

Disini, manusia yang berakal akan berpikir. Capung sendiri tidak mengetahui akan sistem
luar biasa yang ia miliki. Lalu, siapakah yang meletakan pada tubuh serangga ini sistem
penerbangan yang sedemikian kompleks, yang bahkan para insinyur ahli telah
menggunakannya sebagai model? Siapakah yang melengkapi serangga ini dengan sayap
sempurna, motor yang menggerakkan sayap dan sistem penglihatan yang prima? Siapakah
Pencipta disain yang luar biasa ini?

Capung: Diciptakan Sudah Sempurna dan Lengkap'


Teori evolusi Darwin, yang mencoba menjelaskan kehidupan dengan peristiwa kebetulan, tak
mampu berbicara ketika dihadapkan dengan pertanyaan-pertanyaan ini. Mustahil bahwa
sistem dalam tubuh capung dapat terbentuk melalui evolusi, yakni pembentukan tahap demi
tahap secara kebetulan.

Hal ini dikarenakan bahwa agar suatu makhluk hidup dapat hidup, semua sistem ini harus ada
pada saat yang bersamaan dan telah lengkap. Capung paling pertama di dunia juga pasti
muncul dengan mekanisme yang sama mengagumkannya dengan yang dimiliki capung
zaman sekarang.

Hal ini telah dibuktikan oleh catatan fosil tentang sejarah alam. Catatan fosil menunjukan
bahwa capung-capung muncul di bumi pada saat bersamaan secara serentak. Fosil capung
tertua yang diketahui ini berusia tiga ratus dua puluh juta tahun. Pada lapisan-lapisan fosil
periode lebih awal, tidak dijumpai sesuatu pun yang menyerupai seekor capung. Tambahan
lagi, sejak pertama kali capung muncul, catatan fosil menunjukan bahwa ia tidak mengalami
evolusi.

Fosil capung tertua benar-benar sama dengan capung-capung yang hidup sekarang. Antara
fosil berusia seratus empat puluh juta tahun dengan capung masa kini di sebelahnya tidak ada
perbedaan sama sekali. Kenyataan ini sekali lagi membuktikan kekeliruan teori evolusi
sekaligus menunjukan dengan sebenarnya bagaimana capung dan semua makhluk hidup di
dunia ini muncul menjadi ada.

Adalah Allah, Tuhan seluruh alam, yang menciptakan semua makhluk hidup, dan masing-
masing dari mereka adalah bukti keberadaan-Nya. Di samping Allah, tak ada kekuatan lain
yang mampu menciptakan seekor lalat sekali pun. Fakta ini dinyatakan oleh Allah dalam
Alquran:

"Hai manusia, telah dibuat perumpamaan, maka dengarkanlah olehmu perumpamaan itu.

Sesungguhnya segala yang kamu seru selain Allah sekali-kali tidak dapat menciptakan seekor
lalat pun, walaupun mereka bersatu untuk menciptakannya. Dan jika lalat itu merampas
sesuatu dari mereka, tiadalah mereka dapat merebutnya kembali dari lalat itu. Amat lemahlah
yang menyembah dan amat lemah (pulalah) yang disembah" (QS. Al-Hajj, 22: 73)

1. Capung merupakan salah satu serangga purba, mereka sudah ada di bumi sejak 300 juta
tahun yang lalu. Fosil capung terbesar yang pernah ditemukan di bumi mempunyai ukuran
lebar sayap lebih dari 3 meter.
2. Hewan ini adalah serangga golongan Odonata dengan lebih dari 5000 spesies berbeda yang
tersebar di seluruh penjuru dunia. Di Amerika Serikat saja terdapat lebih dari 400 spesies,
apalagi Indonesia yang luas ini pasti lebih banyak spesies capung yang hidup.
3. Kita mungkin sering melihat seekor capung berada di atas permukaan air. Mengapa
demikian? Ternyata di permukaan air itulah capung menaruh telur-telurnya yang kemudian
akan menetas menjadi larva. Mereka juga sangat awas dengan daerahnya seperti permukaan
air tersebut sehingga sering kita jumpai 2 capung yang berkelahi satu sama lain untuk
memperebutkan daerah kekuasaan.
4. Walaupun kelihatannya sangat indah, capung sebenarnya adalah serangga yang ganas.
Sejak menetas dari telur, mereka adalah karnivora yang suka menyantap hewan lain. Pada
saat masih larva, mereka memakan plankton, ikan-ikan kecil, serta larva lain. Di saat sayap
mereka mulai berkembang, capung muda memiliki bagian tubuh khusus yang berada di
sekitar kepalanya yang berfungsi sebagai tongkat untuk memudahkan menangkap ikan-ikan
kecil. Di saat dewasa, capung merupakan predator alami dari nyamuk, sehingga populasi
capung yang banyak bisa menjadi pengontrol yang efektif dalam menanggulangi penyebaran
nyamuk pada suatu tempat.
5. Hampir seluruh masa hidup capung sebenarnya dihabiskan pada saat mereka larva. Larva
capung sendiri hidup kira-kira 3 tahun, setelah itu mereka baru bermetamorfosis menjadi
capung dewasa yang bersayap. Capung dewasa ini hanya bertahan hidup beberapa minggu
karena tujuan mereka bermetamorfosis tersebut hanya untuk menemukan pasangan agar bisa
melangsukan perkawinan dan akhirnya bisa melanjutkan keturunan.
6. Sayap capung bagian depan lebih panjang daripada sayap capung bagian belakang. Bentuk
sayap seperti ini membuat capung dapat terbang sangat cepat hingga 50 km/jam dan dapat
melakukan berbagai manuver di udara mulai dari bergerak ke samping, belakang sampai
menyusuri suatu permukan benda. Kelihaiannya dalam terbang tersebut menobatkan mereka
sebagai serangga tercepat yang ada di bumi.
7. Salah satu hal paling menarik yang ada pada capung adalah bentuk matanya. Serangga ini
memliki mata yang besar dengan ribuan lensa yang bersegi-segi seperti pada lebah. Dengan
mata yang besar dan bersegi-segi tersebut, capung dapat melihat ke segala arah. Hal inilah
yang membuat kita agak kesulitan ketika ingin menangkap hewan ini walaupun dari
belakangnya sekalipun.
Klasifikasi Ilmiah Capung
Nama ilmiah: Anisoptera
Serangga itu seperti apa sih?

Masih banyak orang yang ternyata belum memahami benar sosok yang bernama serangga.
Orang masih belum bisa menjelaskan bahwa laba-laba dan kalajengking sebenarnya bukan
serangga, meskipun mereka berkerabat, yaitu sama-sama sebagai anggota Filum Artropoda.
Beberapa ciri morfologi yang khas menjadi pembeda serangga dengan kerabatnya. Apa saja
ciri-ciri tersebut?

Skema morfologi umum tubuh serangga. Perhatikan pada pembagian tubuh menjadi tiga,
yaitu kepala, toraks, dan abdomen. Lalu adanya tiga pasang kaki, dan adanya sayap, kecuali
pada subklas Apterygota (www.avkids.com)
UDANG

Struktur Tubuh :
Tubuh Crustacea bersegmen (beruas) dan terdiri atas
sefalotoraks (kepala dan dada menjadi satu) serta abdomen
(perut). Bagian anterior (ujung depan) tubuh besar dan
lebih lebar, sedangkan posterior (ujung belakang)nya
sempit.
Pada bagian kepala terdapat beberapa alat mulut, yaitu:

1. 2 pasang antena
2. 1 pasang mandibula, untuk mengigit mangsa
3. 1 maksilla
4. 1 maksiliped

Maksilla dan maksiliped berfungsi untuk menyaring makanan


dan menghantarkan makanan ke mulut. Alat gerak berupa
kaki (satu pasang setiap ruas pada abdomen) dan berfungsi
untuk berenang, merangkak atau menempel di dasar
perairan.
Fakta Unik tentang Kupu-kupu

Fakta Unik Tentang Kupu-Kupu

sayap kupu-kupu yang indah sebenarnya transparan. warna warni yang terlihat disebabkan
oeh perbedaan kecerahan disetiap lapisan tipis sayapnya

kupu-kupu menggunakan kakinya sebagai indra perasa. kupu-kupui dapat merasakan rasa
lezat tidaknya daun dengn kakinya ketika hinggap didedaunan, untu dimakan ukat (anak
naknya) kelak setelh menetas

setelah menetas dri telur himgga menjadi kupu kupu. ulat mengalami peningkata besar tubuh
sampai 27.000 kali

ualat tidak mempunyai tulang tetap banyak sekali kaki kecil sehingga bisa bergerak dengan
cepat untuk mencari makanan atau menghindari musuh

beberapa kupu kupu ada yang tidak pernah


makan karna tidak punya mulut. kupu kupu tersebut bertahan hidup hanya dengan energi
yang dikumpulkan ketika menjadi kepompong.
ukuran kupu kupu berkisar antara 3mm sampai 30cm

kupui kupu tidak bisa terbang apabila suhu tubuhnya dibawah 30 derajat cecius

kupu kupu sanggup bermigrasi sampai ribuan kilo meter untuk mencari daerah yang hangat
(tropis) ketika musim dingin tiba dan kembali lagi menempuh jarak ribuan kilometer ketika
musim semi tiba.

ada lebih dari 2000 spesies kupu kupu di hutan hujab amerika selatan.

KUPU - LEPIDOPTORA

Kupu-kupu termasuk jenis serangga dalam pengkelasannya di kelompokan sebagai


order Lepidoptera.
Kupu kupu termasuk hewan yang membantu penyerbukan tumbuh-tumbuhan yang di
sebut dengan polinator.
Kupu-kupu hidup hampir di seluruh penjuru dunia. S
ama seperti serangga lainnya, kupu-kupu memiliki tiga bagian tubuh dan sepasang
antena.
Dan uniknya seluruh tubuh kupu kupu di liputi dengan sensor berupa bulu-bulu halus.

Bagian-bagian ( anatomi ) kupu-kupu


Bagian kepala (head), pada kepala kupu-kupu terdapat mata, mulut dan sepasang
antena sebagai alat sensor. Kupu kupu memiliki mulut yang berbentuk tabung
menggulung (seperti belalai) yang berfungsi untuk mengambil sari bunga (nektar)
Bagian dada (thorax), pada bagian dada kupu-kupu terdapat tiga pasang kaki dan
empat buah sayap. Pada dada terdapat otot-otot untuk menggerakan kaki dan sayap.
Bagian perut (abodemen).
Jantung, sistem pencernaan dan organ kelamin juga terdapat pada bagian ini.
Peredaran darahnya terbuka

Siklus hidup kupu-kupu


Kupu-kupu hidup bermetamarfosis dengan melewati empat tahap kehidupan yang berbeda.

Telur, kehidupan kupu-kupu di mulai dari telur yang biasanya di letakan di dedaunan
Larva, berasal dari telur yang menetas makananya berupa dedaunan. Larva ini
berganti kulit beberapa kali sebelum berubah jadi pupa
Pupa merupakan masa istirahat dari larva. Di dalam pupa ini larva membelah dan
membentuk tubuh dewasa
Kupu Kupu dewasa lahir dari pupa dan siklus kehidupan ini pun terus berlanjut.

Habitat Kupu-kupu
Kupu-kupu hidup hampir di seluruh permukaan bumi, baik yang beriklim panas
maupun yang beriklim dingin, dataran rendah maupun dataran tinggi.
Jenis kupu-kupu banyak di temukan di daerah hutan hujan tropis. Ada sekitar 28.000
jenis kupu-kupu di dunia.
Kupu-kupu dapat terbang jika temperatur badannya di atas 80 derajat Fahrentheit
jika kurang kupu-kupu akan melakukan pemanasan sebelum terbang.
Kupu-kupu dapat terbang paling cepat sekitar 30 Mph (mil per jam) dan yang paling
lambat. sekitar 5 Mph.
Kupu-kupu Swallowtail betina dengan ukuran sekitar 5 sampai 28 cm mampu bertelur
lebih dari 500 butir
Mengenal Kaki Seribu
Deskripsi Kaki Seribu
Struktur Tubuh
Kaki seribu memiliki tubuh yang terbagi atas dua bagian, kepala di sebelah depan dan bagian
tubuhyang panjang dibelakangnya. Tubuhnya terdiri dari segmen-segmen tubuh berbentuk

Pada hampir setiap segmen tubuh dari kaki seribu dewasa terdapat dua pasang kaki Segmen tubuh
pertama setelah kepala disebut tengkuk (collum) dan tidak berkaki Tiga segmen berikutnya (segmen
2 hingga 4) mengandung sepasang kaki pada tiap segmennya Kaki seribu yang belum dewasa sering
kali mempunyai segmen terakhir yang tidak berkaki. Kaki seribu yang belum dewasa sulit sekali
ditentukan jenisnya. Oleh karena itu pilihlah kaki seribu dewasa, spesimen yang segmen terakhirnya
lengkap dengan kaki atau specimen yang hanya mempunyai sedikit segmen tanpa kaki untuk
ditentukan identitasnya.
Alat mulut kaki seribu hanya memiliki dua pasang alat mulut, mandibula yang digunakan untuk
mengunyah dan suatu keping di sebelah belakang yang disebut gnathochilarium.
Organ Tmsvry: Ini adalah organ perasa yang terletak di kepala pada kebanyakan kaki
seribu.Organ ini umumnya berbentuk cincin yang agak menonjol, tetapi dapat juga berbentuk ladam
atau hanya sekedar berbentuk suatu lubang. Posisinya terletak di bagian belakang dasar sungut.
Tidak semua bangsa kaki seribu memiliki organ ini.
Ozopor: Organ ini pada kebanyakan bangsa kaki seribu terdapat pada sejumlah segmen tubuh, yaitu
lubang kelenjar yang menghasilkan bau tertentu. Bagian ini agak sulit untuk dilihat. Pada kebanyakan
hewan, ozopore terletak di sebelah samping tubuh dan dimulai pada segmen ke enam. Pada sebagian
kecil kelompok hewan ini, lubang kelenjar terdapat di sepanjang bagian tengah dorsal.
Paranota: Bagian dorsal setiap segmen cincin ditutupi dengan perisai yang kerat dan disebut
tergit.Pelebaran kearah samping tubuh dinamakan paranota.
Kebanyakan kaki seribu memiliki bintik mata pada daerah sisi kepala. Mata demikian dapat terdiri
dari sejumlah bintik mata yang bersatu membentuk daerah penglihatan. Sejumlah kaki seribu,
misalnya Polydesmida, tidak pernah memiliki bintik mata. Kaki seribu yang hidup di dalam gua pada
beberapa bangsa telah kehilangan alat penglihatan mereka, meskipun kerabatnya yang hidup di
permukaan tanah mempunyai daerah penglihatan yang terbentuk dengan baik.
Kaki seribu dewasa umumnya mempunyai alat kelamin yang jelas. Alat kelamin tentu terdapat pada
kedua jenis kelamin, hanya lebih nyata pada hewan jantan. Kaki yang berubah menjadi alat kelamin
umumnya dapat ditemukan di dua bagian, di daerah segmen cincin yang ke tujuh atau pada bagian
ujung tubuhnya, meliputi pasangan kaki yang terakhir.
Pasangan kaki yang terakhir umumnya dinamakan telopod. Pasangan kaki ke tujuh yang termodifikasi
kadang-kadang tersembunyi pada suatu kantung. Pada kelompok hewan demikian hewan jantan
terlihat tidak punya pasangan kaki pada segmen ke tujuh). Pasangan kaki ke tujuh yang mengalami
modifikasi dikenal dengan gonopod. Organ ini sangat penting untuk mengidentifikasi jenis. Hewan
betina mempunyai alat kelamin (kadang-kadang disebut cifopod) dapat ditemukan di sebelah
belakang pasangan kaki kedua.

Lebih jelasnya lihat gambar di bawah ini:

Gambar 1. Bagian-bagian tubuh suatu kaki seribu jantan dari Bangsa Julida. Pada tampak samping
kaki pada bagian segmen depan, kaki-kaki terlihat lebih depan dibandingkan dengan tempat
sebenarnya (menurut Blower, 1985). Perhatikan bahwa pasangan kaki pertaman berbentuk cakar
adalah ciri paling jelas dari Julid jantan. collum = tengkuk, ocelli = bintik, mata, ocular field = daerah
mata, mandible = rahang, ozopore(s) = ozopor, gonopod(s) = gonopod, leg(s) = kaki.
Gambar 2:

Gambar 7. Struktur segmen cincin (diplosegmen)(menurut Demange, 1981). ozopore(s) =ozopor,


leg(s) = kaki, gland = kelenjar, prozonite = prozonit, metazonite = metazonit,
suture = sambungan, stigma = lubang halus, sternite = sternit, posterior = belakang, anterior =
depan.

Habitat
Hewan ini hidup didarat tempat, tempat gelap seperti di dalam gua, dan pada daerah yang lembab
seperti pada dedaunan mati dan serasah kayu.

Sistem Peredaran Darah


Darah tidak berwarna merah karena tidak mengandung hemoglobin (Hb), melainkan hemosianin
yang larut dalam plasma. Dari jantung darah dipompa ke dalam arteri ke tiap segmen, dan kembali
ke jantung lewat hemosoel (rongga tubuh yang mengambil bagian dalam peredaran darah).

Reproduksi
Pada kelas diplopoda sudah dapat dibedakan jantan dan betina. Bukaan genital terletak pada segmen
ketiga, dan pada jantan disertai oleh satu atau dua penis, yang paket setoran sperma ke gonopods.
Pada wanita, membuka pori-pori genital ke kamar kecil, atau vulva, yang ditutupi oleh tudung kecil
seperti penutup, dan digunakan untuk menyimpan sperma setelah sanggama.
Dalam beberapa spesies jantan memancarkan feromon untuk menarik si betina. Sebelum perkawinan,
kaki seribu jantan terlebih dahulu mengisi organ-organ seksual sekunder dari yang utama, untuk
melakukan hal ini dia harus menekukkan tubuhnya ke depan sehingga spermatophore dari Gonopores
pada segmen tubuh ke-3 dapat ditransfer ke Gonopods (berarti 'seks-kaki') pada 7 segmen tubuh.
Kaki seribu jantan dan betina melakukan pendekatan untuk kawin dengan cara, kaki seribu jantan
berjalan di belakang betina dan merangsang dengan irama pulsa dari kakinya. Ketika betina
mengangkat segmen depan jantan mengelilingi tubuhnya dan ketika mereka menentang alat kelamin
transfer sperma terjadi. Sperma dilewatkan ke perempuan sebagai sebuah paket disebut
spermatophore. Gonopods atau organ seksual sekunder yang digunakan dalam transmisi
spermatophore ini bervariasi dalam bentuk dengan spesies yang berbeda, ini terkait erat dengan
membantu menghentikan bentuk spesies hybridizing.. Betina dapat dan akan kawin beberapa kali
dalam jenis Iulid tetapi jenis Polydesmoid betina cenderung untuk kawin hanya sekali dalam
semusim.
Betina menghasilkan 10-300 telur dalm satu waktu, telur ditempat pada tempat yang lembab atau
sampah organik, walaupun terkadang di tempat yang kering, sarang akan dilapisi dengan kotorannya.

Pertahanan diri
Kaki seribu tidak menggunakan sungut berbisa untuk melindungi diri dari musuh. Mekanisme
pertahanan utamanya adalah menggulungkan diri. Tetapi ada juga yang memancarkan zat beracun
berupa hydrogen sianida melalui pori-pori di sepanjang sisi tubuh. Zat ini mampu membakar
eksoskeleton dari serangga kecil pengganggu seperti semut.

Makanan
Hewan kelas diplopoda bersifat herbifor, memakan dedaunan, maupun kayu-kayu yang membusuk.
Hanya yang berukuran saja menggigit manusia tetapi hanya sebagai mekanisme pertahanan.
Kebanyakan kaki seribu membusuk makan daun dan mati lain tanaman materi, pelembab makanan
dengan cairan dan kemudian menggoreskan dalam dengan rahang.
Cacing Tanah
21 June 2012

Cacing Tanah

KLASIFIKASI CACING TANAH

Kingdom: Animalia
Phylum: Annelida
Class: Clitellata
Order: Haplotaxida
Family: Lumbricidae
Genus: Lumbricus
Species: Lumbricus rubellus

Budidaya cacing tanah adalah salah satu cara yang dapat kita lakukan
untuk membuat lingkungan menjadi lebih baik. Manfaat cacing tanah :

Cacing tanah dapat membantu mengolah sampah dapur menjadi


kompos yang baik untuk tumbuhan. Cacing tanah mampu
mengubah bahan organik yang dimakan menjadi kotoran (castings)
dan urine (worm tea). Kandungan urea dalam urine cacing adalah
pupuk alami yang baik. Terlebih kotoran cacing mengandung
nitrogen, fosfor, magnesium, potasium, dan kalsium yang penting
untuk pertumbuhan tanaman.
Tubuh cacing tanah yang terdiri atas 70% protein adalah sumber
makanan bergizi tinggi bagi hewan ternak dan peliharaan seperti
ayam, bebek, ikan, sidat, dan burung.
Kegiatan menggali yang dilakukan cacing tanah mampu
menciptakan sistem drainase alami, meningkatkan jumlah udara
dan air dalam tanah sehingga tanah menjadi lebih gembur dan baik
untuk ditanami semua jenis tanaman.

JENIS CACING TANAH


Ada sekitar 4500 spesies cacing di dunia, sekitar 2700 di antaranya
adalah spesies cacing tanah. Ada dua tipe spesies cacing tanah
berdasarkan perilaku hidupnya, yaitu earthmovers dan composters
(pembuat kompos).

Earthmovers adalah spesies soliter (penyendiri) yang hidup di


dalam tanah dengan membuat terowongan berongga di dalam
tanah (rongga-rongga ini akan terisi udara dan oksigen yang baik
untuk akar tanaman). Mereka hidup dari memakan bakteri, fungi,
dan algae pada tanah dan memberikan nutrisi melalui kotoran
mereka ke tanah pada level akar yang sangat dibutuhkan oleh
tanaman.
Sedangkan Composters adalah spesies yang hidup secara massal
dalam tumpukan organik di permukaan tanah. Mereka
mengkonsumsi bakteri, fungi, dan algae yang ada pada dedaunan
mati dan bahan organik lainnya dan mengubahnya menjadi humus.

Spesies cacing tanah yang biasa dikomersilkan antara lain Eisenia foetida,
Lumbricus rubellus, Lumbricus hortensis, Lumbricus terristris, Eudrilus
engeniae, Eisenia andrei, dan Perionyx excavatus. Cacing harimau
(Eisenia foetida) dan cacing merah (Rubellus lumbricus) merupakan
cacing tanah jenis Composters.

Cacing harimau (Eisenia foetida)

Cacing harimau memiliki garis-garis merah dan kuning pada tubuhnya


dan lebih sering menggeliat (meronta) keras ketika berada di tangan
manusia.
Cacing merah (Lumbricus rubellus)

Cacing merah lebih memilih tinggal di atas permukaan tanah, di bawah


kayu lapuk, dedaunan kering dan sampah organik lainnya.

ANATOMI CACING TANAH

Tubuh cacing tanah sebagian besar terdiri dari air dan tersusun atas
segmen-segmen (sekitar 95 segmen) yang dapat menyusut dan
meregang untuk membantu cacing bergerak di dalam tanah. Cacing tanah
tidak memiliki tulang, gigi, mata, telinga atau kaki. Cacing tanah memiliki
lima jantung.

Cacing tanah memiliki organ perasa yang sensitif terhadap cahaya dan
sentuhan (reseptor sel) untuk membedakan perbedaan intensitas cahaya
dan merasakan getaran di dalam tanah. Selain itu, mereka juga memiliki
kemoreseptor khusus yang bereaksi terhadap rangsangan kimia. Organ-
organ perasa pada cacing tanah terletak di bagian anterior (depan/muka).
Anatomi cacing tanah

Kepala cacing tanah terletak pada bagian yang paling dekat dengan
clitellum. Mereka biasanya bergerak searah bagian kepala menghadap
saat berpindah tempat.

Clitellum adalah segmen pada cacing tanah (mirip korset) tempat kelenjar
sel. Fungsinya untuk membentuk kokon (kepompong) dari sekresi lendir
dimana sel-sel telur akan diletakkan nantinya di dalam kokon ini. Selama
periode kekeringan, beberapa spesies cacing tanah akan kehilangan ciri-
ciri seksual sekunder untuk sementara, seperti hilangnya clitellum. Saat
keadaan membaik, clitellum akan terbentuk kembali. Clitellum juga bisa
menghilang pada usia tua.

Cacing tanah bernapas dengan kulit mereka yang tipis. Kulit cacing harus
tetap lembab sepanjang waktu untuk memungkinkan untuk menghirup
oksigen yang sangat dibutuhkan. Oksigen yang masuk lewat kulit akan
diikat oleh hemoglobin dalam darah dan akan diedarkan ke seluruh
tubuh. Jika kulit mereka mengering, cacing tanah akan mati lemas. Kulit
cacing tanah sangat sensitif terhadap cahaya matahari langsung ataupun
suhu panas yang dapat membuat kulit mereka kering.

Cacing tanah adalah hewan berdarah dingin (poikiloterm), mereka tidak


mampu menghasilkan panas tubuh. Suhu tubuh mereka dipengaruhi oleh
suhu lingkungan.

MAKANAN CACING TANAH

Dalam kondisi tepat, cacing tanah dapat makan sebanyak berat tubuh
mereka per harinya. Sebagai contoh, 1 kg cacing tanah dapat makan 1 kg
makanan setiap hari. Namun disarankan untuk memberikan makanan
setengah dari berat tubuh cacing di awal pemeliharaan untuk selanjutnya
disesuaikan dengan kemampuan makan cacing. Jika makanan terlalu
banyak, tempat pemeliharaan akan menjadi bau karena cacing tidak
dapat memproses semua makanan sebelum makanan membusuk. Terlalu
sedikit, cacing akan kelaparan.
Kotoran cacing tanah

Cacing tanah akan makan apa saja yang bersifat organik yang dapat
diuraikan dan harus lembab. Cacing tanah tidak bisa makan makanan
kering. Makanan dicerna dalam ampela, yang bertindak seperti gigi untuk
menggiling makanan. Usus memecahnya lebih lanjut dan keluar sebagai
kotoran (castings) yang sangat bermanfaat bagi tanaman.

Berikut adalah makanan kesukaan cacing tanah:


Kardus atau koran yang sudah disobek-sobek dan dilembabkan
Dedaunan mati
Kulit telur hancur
Sabut kelapa
Potongan sayur
Sisa kupasan kulit kentang, apel, pisang dan kulit sayuran/buah lain

Sebelum diberikan ke cacing tanah, makanan dapat dipotong, diparut,


atau diblender. Semakin kecil potongan makanan, akan semakin mudah
dicerna oleh cacing. Pemberian makan sebaiknya paling sedikit tiga hari
sekali.

Benda yang dilarang berada dalam media pemeliharaan cacing:

Benda yang tidak dapat diuraikan seperti plastik, kaca, karet,


tulang dan juga bahan kimia seperti sabun dan obat-obatan.
Cacing tidak menyukai makanan asam seperti jeruk, lemon dan
tomat.
Makanan berbau tajam seperti bawang merah, bawang putih, dan
kulit jeruk membuat cacing tidak nyaman dan secara naluriah akan
menjauhi sumber bau.
Makanan seperti sisa daging, makanan berminyak dan produk susu
juga tidak sebaiknya diberikan ke cacing karena akan cepat bau dan
dapat mengundang hewan lain seperti semut, tikus dan lalat yang
dapat mengganggu perkembangan cacing.
Makanan lain yang membahayakan cacing antara lain cabai, garam,
gula, dan kotoran hewan segar yang belum terfermentasi
(mengandung bakteri berbahaya seperti staphylococcus dan
streptococcus yang dapat membunuh cacing).

SIKLUS HIDUP CACING TANAH

Sepasang cacing tanah dewasa dapat berkembang biak hingga


menghasilkan 1500 ekor cacing dalam satu tahun. Populasi cacing tanah
mengalami peningkatan hingga 100% setiap 4-6 bulan. Cacing tanah
akan membatasi perkembangbiakan mereka agar sesuai dengan makanan
yang tersedia dan ukuran tempat hidup mereka.
Cacing tanah kawin

Cacing tanah adalah hewan hermafrodit (organ kelamin jantan & betina di
dalam satu individu). Meskipun hermafrodit, cacing tanah tidak bisa
melakukan reproduksi sendirian karena tidak bisa menyatukan organ
kelamin jantan dan organ kelamin betina mereka sendiri. Cacing tanah
akan aktif untuk bereproduksi pada keadaan hangat dan lembab. VIDEO:
Cacing Tanah Kawin

Kepompong cacing tanah

Cacing tanah dewasa dapat kawin kira-kira sekali setiap 10 hari, dan dari
perkawinan itu, dapat menghasilkan satu atau dua kepompong. Satu
kepompong dapat menampung hingga 10 telur, namun biasanya hanya 4
cacing muda yang akan menetas.

Telur cacing tanah dapat menetas setelah 3 minggu jika cuaca hangat,
namun bisa mencapai 3 bulan jika cuaca dingin. Saat anak cacing tanah
siap keluar, kepompong berubah warna menjadi kemerahan dan
berukuran sebesar biji anggur. Anak cacing tanah yang baru menetas
berukuran sekitar 1.2 cm, tanpa organ reproduksi, berwarna keputihan
dengan semburat merah muda yang menunjukkan pembuluh darah
mereka. VIDEO: Cacing Tanah Menetas
Cacing tanah akan mulai matang secara seksual saat clitellum terbentuk
dengan sempurna (usia 10-55 minggu, tergantung spesies). Pertumbuhan
berat tubuh cacing tanah akan melambat setelah melewati tahap ini.

Sebagian cacing tanah akan mati pada tahun yang sama saat mereka
dilahirkan. Sementara yang lain dapat hidup hingga usia 5 tahun atau
lebih. Cacing tua ditandai dengan bagian ekor agak pipih dan warna
kuning pada ekor sudah mencapai punggung. Bila cacing tanah masih
produktif, warna kuning masih ada di ujung ekor.

PREDATOR

Predator utama cacing tanah

Menempati posisi terendah dalam piramida makanan, cacing tanah adalah


mangsa mudah bagi hewan lemah seperti semut, katak, kadal, burung,
tikus, ayam, dan bebek. VIDEO: The Amazing World of Earthworms

FUN FACTS
Cacing tanah terbesar yang pernah ditemukan adalah di Afrika
Selatan dengan panjang 6.7 meter. VIDEO: The Giant Earthworm

Cacing tanah raksasa


Kandungan utama dalam tubuh cacing tanah adalah protein (64-
76%), kandungan lainnya: lemak, kalsium, fosfor dan serat
Di beberapa negara di Eropa, seperti Perancis, cacing tanah
digunakan sebagai bahan utama makanan: quiche lorraine avec
verre de terre (earthworm pie). Di Amerika, pernah ada rumor
kalau patty yang digunakan untuk burger salah satu restoran fast
food ternama berasal dari cacing tanah, bukan daging sapi yang
digiling. Kalau rumor itu benar, saya pribadi tidak masalah, sama-
sama high protein dan bentuknya sama saja, sudah bentuk patty.
Rumor sejenis juga sering berkembang terhadap makanan olahan
yang digiling seperti sosis, nugget, bakso.

Quiche Lorraine avec verre de terre (earthworm pie)

Cacing tanah dapat menumbuhkan kembali ekor mereka selama


bagian yang terpotong kurang dari sepertiga panjang tubuh
mereka, tapi cacing tanah tidak dapat menumbuhkan kepala
mereka jika terpotong
Dalam satu hektar tanah, terdapat lebih dari 2,5 juta cacing tanah
Di Filipina ada spesies cacing tanah berwarna biru, dan di Inggris
ada yang berwarna hijau

Cacing tanah hijau


TERNAK CACING TANAH

Untuk beternak cacing tanah kita harus menyiapkan:

1. Wadah Pemeliharaan (Worm Bin)

Wadah pemeliharaan cacing tanah yang sering digunakan adalah wadah


plastik atau kayu.

Wadah kayu yang berpori memungkinkan oksigen masuk lebih


banyak dan baik untuk kelangsungan hidup cacing. Kayu juga dapat
meresap air berlebih untuk menjaga agar cacing tanah tidak
kebanjiran dan mati tenggelam. Kekurangan wadah kayu adalah
akan lapuk setelah 4 tahun, lebih berat dari plastik, dan harus
sering disemprot air agar media tinggal cacing tidak kekeringan
akibat teresap oleh kayu.
Wadah plastik lebih praktis (bisa beli di toko, tanpa harus dirakit)
dan lebih ringan, tapi cepat panas, butuh banyak lubang ventilasi
agar oksigen dapat masuk dan sirkulasi udara serta temperatur
terjaga baik.

Ukuran ideal wadah pemeliharaan untuk setengah kilogram cacing tanah


adalah (60cm x 60cm x 30cm). Wadah pemeliharaan biasanya dibuat 2
tingkat, dimana wadah bagian bawah digunakan untuk menampung
cairan kompos (worm tea) yang baik diberikan ke tanaman dalam kondisi
segar.

Buat 20 lubang pada bagian dasar wadah atas secara merata (diagonal,
vertikal, horizontal) agar cairan dapat jatuh ke wadah bawah, lapisi dasar
wadah atas dengan kain/karung goni agar cacing tidak ikut jatuh.

Sekitar 2,5cm dari bagian penutup wadah atas, buat 8 lubang ventilasi
pada tiap sisinya. Buat 30 lubang kecil pada penutup.

Wadah pemeliharaan harus memiliki penutup yang rapat agar hewan


pengganggu tidak bisa masuk. Kapur anti serangga juga bisa ditorehkan
di lantai sekeliling wadah agar serangga tidak masuk. Wadah diletakkan
di tempat gelap yang tidak terjangkau cahaya matahari langsung ataupun
air hujan.

2. Bedding
Bedding harus lembab agar cacing tanah dapat bernafas

Bedding adalah media tempat hidup cacing. Setelah wadah pemeliharaan


sudah siap, buat bedding dengan campuran: sobekan kardus dan koran,
potongan sabut kelapa, dedaunan mati, dan pecahan kulit telur. Lapisan
ini setidaknya setinggi 10 cm, dan semprot air hingga lembab dan jangan
dipadatkan agar lapisan ini dapat menerima asupan oksigen yang cukup.
Bedding harus diganti setiap 6 bulan sekali.

3. Makanan

Setelah bedding siap, tunggu sehari sebelum cacing tanah dimasukkan.


Lalu makanan dapat diselipkan sedikit di bawah permukaan bedding agar
tidak terekspos dan mengundang lalat. Setiap pemberian makanan,
letakkan pada sisi wadah yang berbeda dari pemberian sebelumnya.
Makanan selanjutnya dapat diberikan setiap 3 hari sekali sebanyak berat
tubuh cacing, bila kurang, dapat ditambahkan pada pemberian makan
berikutnya.

Setelah 6 bulan, bedding akan habis dan hanya tersisa kotoran cacing
berwarna cokelat. Saat itu adalah saat tepat untuk memanen kotoran
cacing (castings) dan mengganti dengan bedding baru. Geser semua
material di dalam wadah pemeliharaan ke salah satu sisi (kanan atau
kiri). Letakkan bedding baru di sisi lain dan selalu beri makan di sisi ini.
Cacing tanah akan pindah ke bedding baru setelah 2 minggu