Anda di halaman 1dari 48

FORMAT ADMINISTRASI DESA SEARCH

Blog format-lengkap-administrasi-desa.blogspot.com berisi format administrasi desa yang sangat


diperlukan.Disertai rujukan dan dasar hukum yang berlaku. Sangat berguna bagi perangkat desa
dalam mengerjakan tugas administrasi sesuai tugpoksinya. Blog ini akan membantu menyediakan
format-format administrasi yang diperlukan, kapan dan bagaimana mengerjakannya.

PANDUAN LENGKAP
MENYUSUN RAB (FORMAT
RAB DESA)

October 25, 2016


C
SHARE
ara Menghitung RAB
Labels
Cara menghitung rencana anggaran biaya atau disingkat
Referensi
RAB bisa dilakukan dengan dua cara.

Cara Pertama

Menggunakan perhitungan m2 (meter persegi) atau m3

(meter kubik). Cara ini memiliki kelebihan dapat dilakukan

dengan cepat mudah, tidak membutuhkan banyak waktu

dan pemikiran untuk mengumpulkan data dan tanpa

harus membaca gambar (praktis). Namun kelemahannya

tidak akurat dan tidak dapat diketahui kebutuhan bahan,

alat dan kebutuhan pekerja yang sebenarnya. Cara ini


hanya untuk menghitung perkiraan biaya kasar.

Perhitungan RAB Cara Pertama ini cukup dengan

mengetahui volume pekerjaan yang akan dikerjakan dan

harga satuan pekerjaan per m2/m3. Untuk mengetahui

biaya yang diperlukan cukup dengan mengalikan volume


pekerjaan dengan harga satuan pekerjaan per m2/m3.
Misalkan kita hendak membangun rumah sederhana

ukuran rumah yang akan dibangun panjang 10 meter dan


lebar 7 meter. Harga satuan per m2 rumah sederhana di

Kabupaten Majalengka sebesar Rp. 1.500.000. ( nilai harga


ini hanya sebagai contoh yang pada kondisi sebenarnya

dapat bervariasi menyesuaikan spesi kasi penggunaan


bahan material dan lokasi pembangunan rumah) berapa

biaya bangunan sederhana tersebut?


Jawab : Luas bangunan 7m x 10 m = 70m2, jadi rencana

anggaran biaya bangunan tersebut sebesar 70m2 x


Rp.1.500.000,00 = Rp.105.000.000,00 ( Terbilang :
seratus lima juta rupiah ).

Cara Kedua

Menggunakan perhitungan analisa harga satuan. Cara ini


agak rumit namun hasilnya cukup akurat.. Ada beberapa

langkah yang harus dikerjakan dalam menyusun RAB yang


lengkap, akurat dan dapat dipertanggung jawabkan.
Penting saya tegaskan bahwa RAB yang dibuat harus
dapat dipertangung jawabkan. Karena Pemeriksaan oleh

instansi terkait terhadap pekerjaan pemerintah dimulai


dari pemeriksaan RAB.

Jika RAB yang dibuat tidak sesuai dengan Analisa Harga


Satuan dan belanja daerah yang ditetapkan dengan

Peraturan Bupati, maka boleh jadi RAB akan bermasalah.


Jika Analisa harga lebih rendah akan berdampak tidak

dapat diselesaikannya pekerjaan, volume pekerjaan


berkurang atau setidaknya mutu pekerjaan tidak sesuai

spek (penurunan kwalitas). Sebaliknya apabila analisa


harga terlalu tinggi akan menimbulkan masalah dugaan

markup yang mungkin berakibat hukum.


Untuk dapat membuat RAB dengan benar silakan

mengikuti penjelasan / panduan yang akan dijelaskan


dibawah
Panduan Lengkap Menyusun RAB ( 8 Langkah
menyusun RAB Desa)

Berikut ini langkah-langkah penyusunan RAB

berdasarkan Analisa Harga Satuan.

Urutan perhitungan RAB bangunan secara akurat adalah


1. Membuat gambar bangunan yang akan dibangun.

2. Membuat spesi kasi bahan material.

3. Membuat rincian daftar perkerjaan yang akan

dilaksanakan.
4. Menghitung volume masing masing item pekerjaan.

5. Mencari daftar harga upah dan bahan terbaru.

6. Menghitung analisa harga satuan setiap item


pekerjaan.

7. Mengalikan volume dengan analisa harga satuan dan

menjumlah harga keseluruhan.

8. Menyusun RAB sesuai format baku(Format RAB Desa)


Untuk jelasnya mari kita simak penjelasan masing-masing

tahapan

1. Membuat gambar bangunan yang akan dibangun.

Syarat pokok menyusun RAB adanya gambar teknis

pekerjaan. Pada bagian ini tidak akan dijelaskan

bagaimana membuat gambar teknis. Penjelasan lebih


lanjut tentang cara menggambar teknis pekerjaan akan

dibahas dalam modul tersendiri.

Pada bagian ini terbatas hanya membahas bagaimana

membaca sebuah gambar teknik (bangunan) untuk dapat


menyusun RAB.

Untuk Jelasnya perhatikan contoh gambar di bawah ini.


Gbr. Potongan melintang TPT
Pada gambar di atas menunjukan kolom kiri sebagai

gambar utama (gambar teknis), kolom sebelah kanan

merupakan atribut atau kelengkapan gambar yang terdiri

dari :
a. Nama Program (Misalnya Program Dana Desa)

b. Daerah Penerima Program

c. Jenis kegiatan/Prasarana

d. Lokasi Prasarana dilaksanakan


e. Digambar oleh siapa

f. Diperiksa oleh siapa


g. Diketahui/Disetujui

h. Lembar ke (berapa) dari (keseluruhan jumlah gambar)


Sedangkan perhitungan RAB akan menggunakan gambar

teknis yang ada pada kolom sebelah kiri. Dengan

memperhatikan secara seksama gambar Tembok Penahan

Tanah (TPT) di atas, akan diperoleh beberapa informasi


(data) yang diperlukan dalam menyusun RAB. Yaitu :

Bahan/Material, daftar pekerjaan dan volume masing-

masing item pekerjaan.

Untuk jelasnya mari kita memasuki tahap ke-2

2. Membuat spesi kasi bahan material.


Perhatikan kembali gambar TPT di bawah :

Dengan melihat gambar di atas kita dapat mengetahui


bahan yang diperlukan selanjutnya kita perlu menentukan
spesi kasi bahan tersebut.

Misalnya sebagai berikut :


a. Semen /PC merek Holcim atau sekwalitas

b. Pipa PVC 1,5 inchi -AW merek Wavin/sekwalitas


c. Batu Belah 15-20 ex Bataragung
d. Pasir pasang ex Cikeruh
e. Bambu ampel (cerucuk)
Perlu diingat bahwa setiap pekerjaan

pasangan/konstruksi diperlukan persiapan yang meliputi


pengukuran dan pemasangan bouplank dalam gambar
teknis hal ini tidak cantumkan, namun pada prakteknya

pasti diklaksanakan sehingga perlu dimasukan dalam RAB.


Nah bahan material yang dibutuhkan umumnya adalah :
a. Kayu 5/7

b. Paku 2-5
c. Kayu Papan 3/20
Kalau telah selesai menentukan spesi kasi bahan maka

lanjutkan pada langkah berikutnya.

3. Membuat rincian daftar perkerjaan yang akan

dilaksanakan.

Berikut ini rincian daftar pekerjaan pembuatan TPT

berdasarkan gambar 2 di atas.


a. Pekerjaan pengukuran kembali dan pembuatan
bouplank.
b. Pekerjaan galian

c. Pekerjaan pasangan batu 1:5 (adukan 1 semen 5 pasir)


d. Pekerjaan suling-suling
e. Pekerjaan plesteran adukan 1:4 setebal 2 cm dan acian

t=2mm
f. Pekerjaan pengurugan kembali dipadatkan dengan
tanah bekas galian

Lanjut dengan langkah berikutnya !

4. Menghitung volume masing masing item pekerjaan.

Masing-masing item pekerjaan sebagimana langkah ke 3


di atas harus dihitung untuk memperoleh volume

pekerjaan yang akan dikerjakan. Volume diperoleh dari


hasil perkalian panjang kali lebar kali tinggi. Pada setiap
gambar teknis sudah dicamtumkan ukuran panjang lebar

maupun tinggi. Kita tinggal menghitungnya untuk


mengetahui volume masing-masing item pekerjaan.
Untuk memperoleh gambaran yang jelas kita hitung
langsung berdasarkan gambar di bawah :

a. Pekerjaan pengukuran kembali dan pembuatan


bouplank.

Berdasarkan panjang TPT = 16 m perhitungan untuk RAB


dikali 10 % sekitar 1,6 m
b. Pekerjaan galian

Panjang = 16 m, Lebar 0,9 m dan tinggi = 0,5


Volume galian (PxLxT) 16 x 0,9 x 0,5= 7,2 m3
c. Pekerjaan pasangan batu 1:5 (adukan 1 semen 5 pasir)

Panjang 16m, lebar atas 0,3, lebar bawah 0,9 (lebar untuk
perhitungan = jumlah lebar atas dan bawah dibagi dua =
0,6) dan tinggi 1,7 m

Volume Pasangan batu (PxLxT) 16m x 0,6m x 1,7m = 16,32


m3

d. Pekerjaan plesteran dan acian


Asumsi tebal plesteran 2 cm adukan 1:4 acian t=2mm,
tinggi ban 10 cm
Luas plesteran atas (PxL) 16m x 0,3 m = 4,8 m2

Luas plesteran ban (PxL) 16m x 0,1 = 1,6 m2


Luas plesteran seluruhnya 4,8 + 1,6 = 6,4 m2
Luas acian = luas plesteran = 6,4 m2

e. Pekerjaan pengurugan kembali dipadatkan dengan


tanah bekas galian
Terakhir kita harus menghitung pekerjaan pengurugan

karena sesuai gambar ada pekerjaan pengurugan untuk


menutup bagian pasangan batu yang tidak tertutup

tanah. Maka perhitungannya adalah:


Panjang = 16 m Lebar atas 0,6 m dan lebar bawah 0,2 rata-
rata Lebar =0,4 m maka dapat dihitung volume
pengurugan (PXLXT) 16 x 0,4 x 1= 6,4 m3

5. Mencari daftar harga upah dan bahan terbaru.

Untuk dapat menghitung RAB kita perlu mengetahui


daftar harga upah maupun bahan/alat yang akan

digunakan. Menentukan harga upah bahan dan alat tidak


cukup dengan mengacu kepada Satuan Harga Barang
Daerah yang di tetapkan Bupati. Karena harga satuan
tersebut hanya merupakan acuan batas harga minimal
dan maksimal yang ditoleransi. Harga yang dicantumkan
dalam RAB haruslah mempertimbangkan harga

berdasarkan survey lapangan.


Berikut kami berikan contoh cara menentukan harga
upah, bahan dan alat sesuai survai lapangan. Sebelumnya

saya ingatkan kembali pada langkah 2 (dua) kita sudah


menentukan spesi kasi bahan/material yang dibutuhkan
yaitu :

a. Semen /PC merek Holcim atau sekwalitas


b. Pipa PVC 1,5 inchi -AW merek Wavin/sekwalitas

c. Batu Belah 15-20 ex Bataragung


d. Pasir pasang ex Cikeruh
e. Bambu ampel (cerucuk)

f. Kayu 5/7 x 2m
g. Paku 2-5
h. Kayu papan 3/20 x 2m

Sekarang kita tinggal melakukan survey lapangan harga


barang-barang tersebut. Caranya untuk barang
industry/toko (Semen, pipa PVC dan kayu) lakukan
survey harga pada dua toko atau lebih. Harga yang paling

tinggi dapat digunakan sebagai dasar harga pada RAB


sepanjang tidak melebihi harga maksimal yang ditentukan
pada acuan harga satuan barang daerah. Sedangkan
untuk barang yang diambil langsung dari alam/hasil

tenaga manusia (Batu belah, Pasir pasang dan bambu)


ditanyakan langsung kepada pemilik atau levelansir.
Misalkan diperoleh:
a. Harga satu zak semen/50 kg merek Holcim seharga
Rp. 65.000,- tidak termasuk PPN. Perlu diingat bahwa

harga pada RAB harus memperhitungkan PPN 10 %. Maka


harga semen yang dicantumkan pada RAB setelah di
tambah PPN adalah sebesar Rp. 65.000 + Rp. 6.500 = Rp
71.500,-
b. Harga piva PVC 1,5 Inc kw. rendah per batang Rp
60.000 termasuk PPN. Maka harga yang dicantumkan
pada RAB sama dengan Rp. 25.000,-

c. Harga batu belah 15-20 ek Bantaragung per m3


diterima di tempat seharga Rp.110.000. Terhadap barang
yang diambil langsung dari alam tidak dikenakan PPN.
Namun karena atas batu dilakukan proses lanjutan
pengolahan untuk mendapatkan ukuran batu 15-20 maka

terhadap belanja batu belah tersebut perlu


diperhitungkan PPN. Maka harga yang dicantumkan di
RAB adalah Rp. 121.000,-
d. Harga pasir pasang di terima di tempat seharga
Rp.130.000,- Harga tersebut di cantumkan langsung di
RAB dengan asumsi belanja pasir langsung dari tempat

galian C/pengusaha galian C. Lain halnya apabila belanja


pasir di toko/ supplier bahan material, perlu
ditambahkan PPN 10 %.
e. Harga yang diperoleh berdasarkan harga diterima
ditempat (lokasi) satu batang bambu Rp. 10.000, harga

tersebut adalah harga yang dicantumkan di RAB. Karena


bambu merupakan barang yang diambil langsung dari

alam tidak dikenakan PPN. Catatan apabila barang tidak


termasuk harga pengiriman maka biaya pengangkutan
harus diperhitungkan.
f. Kayu 5/7 panjang 2 meter harga terbaru misalnya Rp.
15.000, karena dalam RAB dicantumkan satuan harganya

dalam m3, maka perlu melakukan konversi dari batang ke


meter kubik.
Caranya:
Hitung volume per batang kayu (tebal x lebar x panjang)
yaitu 0,05 x 0,07 x 2,00 = 0,007 m3
Selanjutnya diperoleh jumlah batang per meter kubik

yaitu dengan membagi 1m3 : 0,007 m3 hasilnya sama


dengan 142,86 batang dibulatkan menjadi 143 batang.
Maka harga satu m3 kayu 5/7 sama dengan 143 batang
dikali harga perbatang (Rp. 15.000,-) yaitu Rp 2.145.000,-
adalah harga yang dicantumkan pada RAB

g. Paku biasa 2-5 diperoleh harga hasil survey


lapangan Rp. 15.000
h. Kayu papan 3/20 panjang 2 meter harga terbaru Rp.
30.000, untuk menghitung harga permeter kubik sama
seperi pada perhitungan seperti dijelaskan pada hurup (f).
diperoleh harga permeter kubik sama dengan Rp.
2.520.000,-

Selanjutnya perlu diketahui pula harga upah yang berlaku


di daerah setempat silakan lakukan survey harga untuk
upah :
a. Upah Mandor misalkan hasil nya adalah Rp. 90.000,-
b. Upah Kepala Tukang di daerah setempat misalnya Rp.

100.000
c. Upah Tukang Rp. 85.000,-
d. Upah Pekerja Rp. 75.000,-
Jika pekerjaan membutuhkan alat yang harus disewa
misalkan pada pekerjaan pengaspalan jalan ada sewa alat
berupa stoom maka perlu melakukan survey hara sewa

alat.
6. Menghitung analisa harga satuan setiap item
pekerjaan.

Pada langkah sebelum kita telah membahas spesi kasi


bahan/material (langkah-2), menentukan rincian daftar
pekerjaan (langkah-3), menghitung volume tiap item

pekerjaan (langkah-4) dan mengetahui harga terbaru


upah dan bahan (langkah-5).
Pada langkah ke-6, kita akan menghitung analisa harga
satuan per item pekerjaan berdasarkan data yang telah
berhasil dikumpulkan dari langkah sebelumnya. Data

tersebut dapat kita gambarkan sebagai berikut :


Perhatikan kotak yang diberi tanda Tanya (?).
Pada Hurup A bahan / Material dan hurup B Upah, pada
kolom volume seluruhnya diberi tanda ? karena kita

belum mengetahui berapa volume yang dibutuhkan,


langkah sebelumnya kita baru berhasil menentukan
spesi kasi bahan/material dan harga bahan dan upah.
Sebaliknya pada Hurup C item pekerjaan, kita sudah
ketahui volume yang harus dikerjakan, namun belum
diketahui harga per satuan pekerjaan sehingga pada
kolom harga masih tanda Tanya (?).
Jawabannya ada pada langkah ke-6 silakan simak
penjelasannya

Pada langkah ke-6 ini kita akan menghitung analisa harga


satuan per item pekerjaan. Perhitungan ini harus
mengacu kepada analisa belanja dan harga satuan barang
yang dikeluarkan oleh pemerintah daerah dalam bentuk
Peraturan Bupati yang ditetapkan setiap tahun. Dalam
contoh berikut ini menggunakan analisa yang berlaku di

Kabupaten Majalengka.
Mari kita hitung analisa harga per item pekerjaan. Untuk
melakukan perhitungan ini kita harus mengacu pada
analisa pekerjaan dan harga satuan barang daerah yang
ditetapkan dalam Peraturan Bupati/Walikota. Daftar

analisa harga satuan daerah Kabupaten Majalengka Tahun


2016 kami sertakan dalam CD silakan membukannya.
Kita lanjutkan !
a. Pekerjaan pengukuran kembali dan pembuatan
bouplank.
Perhatikan pada kolom (1) s/d kolom (4) terdapat dalam
analisa pekerjaan dan tidak boleh dirubah. Sedangkan

kolom (5) Harga satuan kita masukan harga ril terbaru di


lapangan namun tidak boleh melebihi ketentuan batas
maksimal harga yang ditetapkan dalam harga satuan
barang daerah. Kolom (6) merupakan perkalian dari
kolom (3) Koe sien dengan kolom (5) harga satuan
sehingga diperoleh jumlah harga.

Hasilnya seperti tabel di bawah ( Catatan tabel analisa


pekerjaan silakan dilihat pada CD yang kami sertakan)
b. Pekerjaan galian
Tabel analisa seperti di bawah ini, kolom (5) diisi dengan
harga upah berdasarka hasil survey.Pada pekerjaan galian
hanya perlu menghitung upah pekerja dan mandor karean
pada pekerjaan galian tanah tidak membutuhkan material.
c. Pekerjaan pasangan batu 1:5 (adukan 1 semen 5 pasir)
Kebutuhan bahan material dan pekerja sebagaimana pada
analisa pekerjaan B003 (menggali tanah biasa sedalam
1m). Maka perhitungan analisanya seperti ditunjukan pada
tabel berikut:
(B003) Analisa Pas Batu 1:5
d. Pekerjaan suling-suling

Khusus jika pekerjaan suling-suling tidak ada di analisa


harga satuan maka kita dapat menghitungnya sendiri. Jika
kita asumsikan tiap meter pasangan batu dipasang 3 buah
suling-suling dengan panjang rata-rata 50 cm maka tiap
meter akan membutuhkan 1,5 meter PVC. Maka

perhitungan koe sien kebutuhan piva PVC/pralon


tersebut yaitu (kebutuhan PVC per m2 : panjang PVC
perbatang )= (1,5/4)= 0,3750
Maka tabelnya analisa harga satuannya dibuat sebagai
berikut :

e. Pekerjaan plesteran adukan 1:4 setebal 2 cm dan acian


t=2mm
Maka perhitungan anlisa plesteran sebagaiberikut :
(F011) Analisa plesteran 1:4 t=20mm
f. Sedangkan analisa pekerjaan acian tebal 2 mm sebagai

berikut :

(F021) Analisa acian t=2mm

g. Pekerjaan pengurugan kembali dipadatkan dengan

tanah bekas galian


(B009) Analisa urugag sedalam 1m

Akhirnya kita sampai kepada kesimpulan analisa harga


satuan per item pekerjaan digambarkan sebagaimana
tabel dibawah ini. Dan angka harga satuan yang dicetak
tebal pada kolom (5) HARGA SATUAN merupakan hasil
perhitungan analisa per pekerjaan huruf (a-g).
Analisa satuan pekerjaan per item (merupakan harga

satuan per m1/m2/m3)

Untuk mengetahui jumlah keseluruhan biaya yang


diperlukan dalam pembuatan TPT seperti yang ditunjukan
pada gambar teknis pada langkah-1, maka tinggal
mengalikan volume tiap item pekerjaan pada langkah 4

dengan harga analisa. Hasilnya sebagaimana pada langkah


berikutnya.

7. Mengalikan volume dengan analisa harga satuan dan


menjumlah harga secara keseluruhan
Pada langkah ke tujuh ini kita tinggal mengalikan volume

item pekerjaan dengan analisa harga satuan serta


menjumlahkan harga keseluruhan dan total biaya yang
dibutuhkan akan diketahui.
Tabel dibawah merupakan RAB berdasarkan item
pekerjaan. Dan kitapun sudah mengetahui besaran biaya

yang dibutuhkan baik peritem pekerjaan maupun biaya


keseluruhan.
Jadi keseluruhan biaya yang diperlukan untuk

membangun satu unit TPT sepanjang 16 m seperti


ditunjukan dalam gambar teknis pada langkah-1 adalah
sebesar Rp.9.246.973. terbilang (Sembilan juta dua ratus
empat puluh enam juta sembilan ratus tujuh puluh tiga
rupiah)
RAB Peritem pekerjaan
Selanjutnya kita memasuki langkah terakhir penyusunan
RAB yaitu menyusun data yang sudah kita kerjakan pada
langkah 1-7 kedalam format baku.

8. Menyusun RAB Detail sesuai format baku dan


menyusun daftar kebutuhan bahan/material, alat dan
upah.

Jangan khawatir anda hanya tinggal memasukan data


yang sudah anda kumpulkan dan dihitung pada langkah

sebelumnya pada format yang sudah di tentukan.


Format RAB sesuai Lampiran Permendagri Nomor113
Tahun 2014 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan
Desa dan Lampiran I Peraturan Bupati Majalengka
Nomor 14 Tahun 2014 tentang Sistem dan Prosedur
Pengelolaan Keuangan Desa seperti terlihat di bawah.

Format RAB Pemendagri 113/2014

Akan sangat membantu apabila anda membuat format


RAB diatas dalam format MS Excel. Karena dengan Excel
Anda tidak perlu menghitung secara manual, cukup
masukan formula penjumlahan atau perkalian pada sel
yang dikehendaki dan hasilnya akan langsung muncul.
Dibawah ini hasil akhir RAB yang kita buat namun kami
tambahkan kolom koe sien pada kolom 3 sehingga jumlah
kolom RAB menjadi 6 (enam). Nilai koe sien diambil dari
analisa pekerjaan dalam Peraturan Bupati dan tidak boleh
di rubah (bersifat tetap). Hal ini untuk memudahkan

penghitungan. Hasilnya RAB seperti pada LAMPIRAN I


(bagian akhir modul).

Meskipun tidak diatur dalam Permendagri maupun


Peraturan Bupati, untuk membantu memudahkan belanja
oleh (TPK) dan pengelolaan pertanggung jawaban oleh
bendahara, perlu dibuat format kebutuhan
bahan/matrial, alat dan pekerja. Tujuan dari pengisian
format ini untuk merekap (menjumlahkan) kebutuhan
material, alat maupun upah yang sejenis dari masing-
masing item pekerjaan. Sikalan lihat pada LAMPIRAN II

Dengan dibuat format sebagaimna LAMPIRAN II maka


akan memudahkan pengisian pada APBDesa. Anda tinggal
menyalin data (copy paste) uraian pada format kebutuhan
bahan/material, alat dan pekerja pada format APBDesa.
Hasilnya akan seperti contoh pada LAMPIRAN III.

Ingat bahwa RAB yang dibuat akan merupakan bagian


pada tahap perencanaan sebagai lampiran RKPDesa dan
dasar penganggaran pada APBdesa. Selain itu RAB juga
akan digunakan pada tahap eksekusi anggaran sebagai
lampiran Surat Permintaan Pembayaran (SPP) dan akan
digunakan pada pembuatan laporan pertanggung jawaban
(LPJ).

Sebagai bagian dari perencanaan RAB harus disusun dan


dibuat dengan benar oleh pemerintah desa. Meskipun
tidak ada jaminan RAB yang baik akan menghasilkan hasil
pekerjaan yang baik. Namun apabila RAB dibuat asal-
asalan dan tidak benar hasilnya pasti tidak baik.

RAB memiliki peranan penting karena bagi pemerintah


desa, setiap kegiatan infrastruktur dalam RKPDesa harus
dilampiri RAB. Dan RAB pada RKPDesa selain jadi dasar

pada penganggaran APBDesa, sebagai pedoman


pelaksanaan dilapangan, juga akan digunakan oleh pihak
terkait untuk pemeriksaan dari kemungkinan adanya
penyimpangan keuangan negara misalnya Inspektorat,
BPKP, BPK atau bahkan KPK.

LAMPIRAN I,II dan III (format excel) SILAKAN DOWN


LOAD

Mudah-mudahan 8 langkah menyusun RAB pada modul


ini dapat membantu anda dalam menyusun RAB. Semoga
bermanfaat dan selamat bekerja.

LABELS: REFERENSI SHARE

Comments

Muh Burhanudin 4 December 2016 at 02:00


Terima kasih,
Sangat bermanfaat.
Baarokallahu lak

REPLY

SATARIYA MADAYIN 25 January 2017 at 00:37


Terima kasih pak....

REPLY

Karyamakmur 28 March 2017 at 18:18


Linknya tidak ada Pak..
REPLY
REPLY

Karyamakmur 30 March 2017 at 13:56


Linknya gk da Pak ?

REPLY

Siti Dahriah 16 April 2017 at 20:13


Pak. Kita kalo kita survey harga barang perlu dimasukan tidak
tambahan keuntungan 10%. Dan biaya transportasi pengiriman
dan pembongkaran barang di masukan tidak. Tks

ADMINISTRASI DESA 4 May 2017 at 13:12


Maaf saya baru balas, pada belanja barang /alat jangan
menambahkan keuntungan karena, prinsip pekerjaan
adalah swakelola desa yaitu oleh TPK. Harga barang
diterima ditempat alias sampai lokasi pekerjaan tidak
ada biaya transport. Kalau barang harus diambil sendiri
atau harus diangkut lagi untuk sampai lokasi boleh
memasukan tranportasi pada RAB, sedangkan ongkos
muat bongkar masukan HOK saja.

REPLY

ella_PutriDumoga 19 May 2017 at 22:17


Tidak ada perhitungan PPN pak?

ADMINISTRASI DESA 1 June 2017 at 09:49


Terhadap barang yang kena PPN, apabila harga yang
ditetapkan toko sudah termasuk PPN 10 % maka hanya
membayar harga DPP nya saja. Contoh harga suatu
barang termasuk PPN Rp. 1.000.000. maka yang dibayar
ke toko dengan perhitungan 100/110X 1 juta = 909.100
rupiah (dibulatkan), sedangkan potongan PPN oleh
bendahara 1jt-909.900= 91.900 rupiah (dibulatkan).
Kalau harga toko 1 jt belum termasuk PPN maka harga
dengan PPN-nya menjadi 1,1 jt, yang satu juta
pembayaran ke toko sedangkan yang 100 rb merupakan
potongan PPN oleh bendahara untuk disetorkan sebagai
pajak negara.

REPLY

Veri Yulianto 29 May 2017 at 21:20

link downloadnya tdk ada pak????

REPLY

Veri Yulianto 29 May 2017 at 21:22


link downloadnya ndak ada pak??

REPLY

ADMINISTRASI DESA 12 June 2017 at 10:57


Terimasih koreksinya, nanti saya update.

REPLY

Sainal Harahap 26 July 2017 at 21:03


Cara menghitung koe sien semen gimana pak?misalnya :
1 pc : 3 pp
1 pc : 4 pp
1 pc : 5 pp
Itu kan udh pasti beda2 koe sennya pak. Mohon bantuannya
pak.
REPLY
REPLY

Sainal Harahap 26 July 2017 at 21:20


Gima cra mencari koe sien semen dan pasir nya pak misalkan:
a.1 pc : 5 pp
b.1 pc : 4 pp
c.1 pc : 3 pp
Kan pasti beda2 koe siennya pak,mhn bantuannya pak

REPLY

ADMINISTRASI DESA 27 July 2017 at 04:00


1:3 = 202 Kg : 0,485 m3, 1:4 = 163 kg : 0,5200 m3,
1:5 = 136 kg : 0,544 m3, 1:6 = 117 kg : 0,561m3.
Kita tidak perlu menghitung koe sien tinggal menggunakan
Analiasa Harga Satuan pekerjaan (AHS). Di daerah tiap tahun
ditetapkan dengan Peraturan Bupati, silakan anda minta ke
setda bagian pengendalian program atau Dinas Pekerjaan
Umum. Anda dapat menggunakan AHS yang kami sediakan pada
blog ini silakan klik link ini

format-lengkap-administrasi-
desa.blogspot.co.id/2016/10/analisa-harga-satuan-lengkap-
format-word.html.

Pada bagian akhir anda dapat mendownload.


Hanya untuk harga satuan tentunya tiap tahun dan tiap daerah
akan berbeda, koe sien tetap sama. Atau dapat menggunakan
AHS SNI (Standar Nasional)

REPLY

I Wayan Sudiarsa 1 August 2017 at 19:40


Sangat membantu

REPLY

Sainal Harahap 4 August 2017 at 08:44


Min kl 60m3 pasanga batu (tpt) brp bhn yg dbthkan min.

REPLY

ADMINISTRASI DESA 4 August 2017 at 10:29


Karena tidak disebutkan spesipikasi adukannya, saya anggap
pekerjaan (Pasangan batu dengan spesi adukan 1:5 atau 1bagian
semen 5 bagian pasir). Maka kebutuhan bhn-nya untuk 60 m3
yaitu :
Batu 60 x 1,2 m3 = 72m3, Semen 60 x 136kg = 8160 kg (163zak),
pasir pasang 60 x 0,544=32,64 m3.
untuk jelasnya dapat dilihat di Analisa Harga Satuan format
excel/word (Analisa pekerjaan C003) dapat didownload
dikonten blog ini, silahkan.

REPLY

Enter your comment...

Popular posts from this blog


Contoh LPJ Dana Desa
(Dilengkapi Format Baku)
August 21, 2016

Contoh LPJ DD 2016 (format Excel & Word)


Berikut ini admin coba mengulas cara membuat
Laporan Pertanggung Jawaban Penggunaan Dana
Desa. Dilengkapi dengan format yang sudah

SHARE 28 COMMENTS READ MORE

FORMAT BARU
ADMINISTRASI DESA
(PERMENDAGRI 47/2016)
September 09, 2016

Administrasi Desa Format Baru Ketentuan yang


mengatur tentang Administrasi Desa diatur dalam
Permendagri Nomor 47 Tahun 2016 tentang
Administrasi Desa. Dengan diberlakukannya

SHARE 2 COMMENTS READ MORE

LAPORAN KEPALA DESA


FORMAT BARU 2016
September 08, 2016

Laporan Kepala Desa Berdasarkan Permendagri


46/2016 Pada saat ini , Peraturan Menteri Nomor
35 Tahun 2007 tentang Pedoman Umum Tata Cara
Pelaporan Dan Pertanggungjawaban

SHARE 14 COMMENTS READ MORE


Sistematika LPJ Dana
Desa (Format Baku &
Contoh lengkap)
September 12, 2016

LPJ DANA DESA FORMAT BAKU BERIKUT


CONTOH Pada tulisan ini admin akan mengupas
tuntas penyusunan LPJ Dana Desa. Tulisan ini

akan membimbing penyusunan LPJ dari mulai

SHARE 17 COMMENTS READ MORE

Format Pro ll Desa


Lengkap (Download)
July 22, 2016

Pro l Desa/Kelurahan Desa dan kelurahan wajib

mengisi data pro l desa setiap tahun. Pro l Desa


menggambarkan keadaan desa secara utuh dan
menyeluruh. Dapat dijadikan sebagai tolak ukur

SHARE 4 COMMENTS READ MORE

Contoh Administrasi
Pengadaan Barang dan
Jasa Di Desa
August 06, 2016

Pengadaan Barang dan Jasa Di Desa Dasar hukum


pengadaan barang dan jasa di desa mengacu
kepada :

Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 113 Tahun


SHARE 2 COMMENTS READ MORE


LPPD Akhir Tahun
Anggaran (Format
Permendagri 46/2016)
September 13, 2016

Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Desa


(LPPD) Setiap Akhir tahun Kepala Desa wajib

membuat Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan


Desa/LPPD.

SHARE 5 COMMENTS READ MORE

Copy Lengkap Contoh SK


Kepala Desa
July 06, 2016

Surat Keputusan Kepala Desa merupakan salah


satu produk administrasi desa. Dalam
melaksanakan produk hukum desa (Peraturan
Desa dan Peraturan Kepala Desa), Kepala Desa

SHARE 5 COMMENTS READ MORE

SEJARAH UU DESA TAHUN


1948-2016
August 22, 2016

9 Peraturan Perundang-Undangan Desa Peraturan


Perundang-undangan yang mengatur tentang
Desa telah mengalami perubahan dari waktu-ke
waktu. Sembilan kali berganti sejak tahun 1948

SHARE 1 COMMENT READ MORE

Cari
Search this blog
Search
Arsif

Labels

Artikel Terbaru

Report Abuse

Format Lengkap Administrasi Desa

Powered by Blogger