Anda di halaman 1dari 7

1. Kegiatan persaingan merupakan nafas etika pebisnis, mengapa demikian?

Etika bisnis adalah cara-cara untuk melakukan bisnis yang mencakup seluruh aspek
berkitan dengan individu dan perusahaan industry dan juga masyarakat. Kesemuannya ini
mencakup bagaimana kita menjalankan bisnis secara adil dengan mengubah pandangan dunia
tentang etika berbisnia. Nilai-nilai etika berbisnis inilah dapat kiranya berhasil dengan baik.
Terdapat hubungan yang erat antara etika bisnis dan persaingan usaha. Terdapatnya aspek
hukum dan aspek etika bisnis sangat menentukan terwujudnya persaingan yang sehat.
Munculnya persaingan yang tidak sehat disebabkan karna peranan hukum dan etika bisnis
dalam persaingan usaha belum berjalan sebagaimana mestinya. Dalam bisnis, terjadi
persaingan yang ketat, yang kadang-kadang menyebabkan pelaku usaha menghalalkan segala
usaha untuk memperoleh keuntungan usaha dan memenangkan persaingan. Etika bisnis
adalah perwujudan dari nilai-nilai moral. Hal ini disadari oleh sebagian besar pelaku usaha,
karena mereka akan berhasil dalam kegiatan bisnisnya jika mengindahkan prinsip-prinsip
etika bisnis. Jadi, penegakan etika bisnis penting artinya dalam upaya menegakkan iklim
persaingan sehat yang kondusif di Indonesia, penegakan etika bisnis dalam persaingan usaha
semakin berat.
Kondisi ini semakin sulit dan komplek, karena banyaknya pelanggaran terhadap etika
bisnis oleh para pelaku bisnis itu sendiri, sedangkan pelanggaran etika bisnis tersebut tidak
dapat diselesaikan melalui jalur hukum karena sifatnya yang tidak mengikat secara hukum.
Kondisi etika bisnis di kalangan pengusaha Indonesia sangat memprihatinkan seperti
misalnya tampak pada adanya keserakahan, kolusi, korupsi, dan nepotisme yang
menyebabkan timbulnya pengusaha besar atau kelompok pengusaha besar atau konglomerat,
yang mengalahkan pengusaha kecil dan konsumen. Timbullah praktek bisnis curang seperti
monopoli, oligopoli, kartel, dan sebagainva. Upaya ke arah terbentuknya persaingan sehat dan
penegakan etika bisnis, telah dilakukan oleh pemerintah Indonesia dengan mengeluarkan dua
buah undang-undang, yaitu Undang-Undang Anti Monopoli dan Persaingan Tidak Sehat dan
Undang-Undang Perlindungan Konsumen. Persaingan usaha yang sehat akan menjamin
keseimbangan antara hak-hak produsen dan konsumen. Indikator dari persaingan sehat adalah
tersedianya banyak produsen, harga pasar yang ditentukan berdasarkan keseimbangan antara
permintaan dan penawaran, dan peluang yang sama dari setiap usaha, dalam bidang industri
dan perdagangan. Adanya persaingan usaha yang sehat, akan menguntungkan semua pihak
termasuk konsumen dan pengusaha kecil, dan produsen sendiri, karena akan menghindari
terjadinya konsentrasi kekuatan pada satu atau beberapa usaha tertentu.
Etika bisnis lebih luas dari ketentuan yang diatur oleh hukum, bahkan merupakan
standar yang lebih tinggi dibandingkan standar minimal ketentuan hukum karena dalam
kegiatan bisnis seringkali kita temukan wilayah abu-abu yang tidak diatur oleh ketentuan
hukum. Von der Embse dan R.A. Wagley dalam artikelnya di Advance Managemen Jouurnal
(1988), memberikan tiga pendekatan dasar dalam merumuskan tingkah laku etika bisnis,
yaitu:
a) Utilitarian Approach : setiap tindakan harus didasarkan pada konsekuensinya. Oleh karena
itu, dalam bertindak seseorang seharusnya mengikuti cara-cara yang dapat memberi
manfaat sebesar-besarnya kepada masyarakat, dengan cara yang tidak membahayakan dan
dengan biaya serendah-rendahnya.
b) Individual Rights Approach : setiap orang dalam tindakan dan kelakuannya memiliki hak
dasar yang harus dihormati. Namun tindakan ataupun tingkah laku tersebut harus dihindari
apabila diperkirakan akan menyebabkan terjadi benturan dengan hak orang lain.
c) Justice Approach : para pembuat keputusan mempunyai kedudukan yang sama, dan
bertindak adil dalam memberikan pelayanan kepada pelanggan baik secara perseorangan
ataupun secara kelompok.

Etika bisnis dalam perusahaan memiliki peran yang sangat penting, yaitu untuk
membentuk suatu perusahaan yang kokoh dan memiliki daya saing yang tinggi serta
mempunyai kemampuan menciptakan nilai (value-creation) yang tinggi, diperlukan suatu
landasan yang kokoh. Biasanya dimulai dari perencanaan strategis, organisasi yang baik,
system prosedur yang transparan didukung oleh budaya perusahaan yang handal serta etika
perusahaan yang dilaksanakan secara konsisten dan konsekuen.

Haruslah diyakini bahwa pada dasarnya praktek etika bisnis akan selalu
menguntungkan perusahaan baik untuk jangka menengah maupun jangka panjang, karena :

a) Mampu mengurangi biaya akibat dicegahnya kemungkinan terjadinya friksi, baik intern
perusahaan maupun dengan eksternal.
b) Mampu meningkatkan motivasi pekerja.
c) Melindungi prinsip kebebasan berniaga
d) Mampu meningkatkan keunggulan bersaing.

Tidak bisa dipungkiri, tindakan yang tidak etis yang dilakukan oleh perusahaan akan
memancing tindakan balasan dari konsumen dan masyarakat dan akan sangat kontra
produktif, misalnya melalui gerakan pemboikotan, larangan beredar, larangan beroperasi dan
lain sebagainya. Hal ini akan dapat menurunkan nilai penjualan maupun nilai perusahaan.

2. Dalam persaingan usaha yang sempurna menciptakan pasar, ada berapa bentuk pasar?
Ada dua bentuk pasar yaitu pasar persaingan sempurna dan pasar persaingan tidak
sempurna. Bentuk yang pertama adalah pasar persaingan sempurna merupakan jenis pasar
dengan jumlah penjual dan pembeli yang banyak dan produk yang dijual bersifat homogen.
Persaingan akan terjadi apabila penjual dan pembeli dalam jumlah besar mengadakan saling
hubungan secara aktif dengan maksud memaksimumkan keuntungan dan kepuasan atas dasar
harga-harga yang ditentukan oleh penawaran dan permintaan. Adapun cirri-ciri pasar
persaingan sempurna adalah sebagai berikut:
a) Terdapat banyak pembeli, tetapi mereka tidak mampu memengaruhi harga
b) Terdapat banyak penjual
c) Barang dan jasa yang dijual bersifat homogen dan tidak dapat dibedakan
d) Adanya kebebasan untuk masuk dan keluar dari pasar persaingan sempurna
e) Setiap pihak dapat mengetahui keadaan pasar dengan mudah (perfect information)
f) Adanya kebebasan untuk mengambil keputusan

Pasar persaingan sempurna memiliki kelebihan dan kelemahan. Kelebihan dari pasar
persaingan sempurna antara lain sebagai berikut: pertama harga terbentuk berdasarkan
interaksi permintaan dan penawaran, kedua harga menjadi indikator kinerja produsen, ketiga
fungsi produksi berlangsung secara efisien, keempat harga barang logis, sesuai dengan
permintaan pasar, dan yang kelima sumberdaya produksi bebas keluar masuk, sehingga
kegiatan ekonomi lebih sehat. Sedangkan kelemahan dari pasar persaingan sempurna adalah
(1) Barang yang diperdagangkan bersifat homogen, (2) Tidak ada keunggulan produk
dibandingkan produk lain, (3) Inovasi menjadi terhambat.
Bentuk yang kedua adalah pasar persaingan tidak sempurna. Adalah pasar yang tidak
terorganisasi secara sempurna, atau bentuk pasar di mana salah satu ciri dari pasar persaingan
sempurna tidak terpenuhi. Pasar persaingan tidak sempurna terdiri dari:

a) Pasar Monopoli

Pasar monopoli adalah pasar yang dikuasai oleh satu penjual. Contoh pasar monopoli

antara lain adalah monopoli listrik, monopoli bahan bakar. Ciri-ciri pasar monopoli adalah

sebagai berikut:

Satu penjual dan banyak pembeli

Tidak ada produsen lain yang memproduksi barang substitusi

Pembeli tidak punya pilihan lain

Keuntungan terpusat pada satu produsen

Harga ditentukan produsen

Diatur oleh pemerintah dan UU

Kebaikan dari pasar monopoli adalah keuntungan yang didapat produsen tinggi dan

melindungi barang dan jasa yang menguasai hajat hidup dari produsen yang semena-mena.

Sedangkan keburukan pasar monopoli adalah sebagai berikut:

Tidak dapat dimasuki karena diatur pemerintah dan UU

Pembeli tidak punya barang substitusi atau pilihan lain

Keuntungan terpusat di satu produsen

Dapat terjadi eksploitasi pembeli dengan permainan harga

b) Pasar Oligopoli

Pasar oligopoli adalah pasar yang dikuasai oleh beberapa penjual saja. Contoh pasar

oligopoli adalah pasar kartu perdana ponsel, pasar mobil, pasar motor, pasar semen, dan lain-

lain. Ciri-ciri pasar oligopoly adalah sebagai berikut:


Hanya beberapa penjual dan banyak pembeli

Barang dan jasa yang dijual cenderung homogen dengan sedikit inovasi

Produsen baru dapat masuk ke pasar walau sulit

Penjual dapat mengandalikan harga

Adanya saling ketergantungan antar produsen

Adanya persaingan ketat antar produsen

Kebaikan pasar oligopoli yaitu penjual dapat mengendalikan harga dan perang harga antar

produsen dapat menimbulkan keuntungan bagi konsumen Adapun keburukan dari pasar

oligopoly antara lain: Pertama, adanya persaingan ketat antar produsen; Kedua sering terjadi

perang harga; Ketiga butuh investasi besar untuk masuk ke dalam pasar; Keempat dapat terjadi

kartel atau kerjasama antar produsen yang menghasilkan pasar monopoli

c) Pasar Persaingan Monopolistik

Pasar monopolistik adalah pasar yang mendekati pasar persaingan sempurna dan pasar

monopoli. Contoh pasar monopolistik adalah pasar ponsel dan smartphone, pasar komputer,

pasar koran, pasar shampoo, pasar makanan ringan, dan lain-lain. Ciri-ciri pasar monopolistik:

Banyak penjual namun tidak sebanyak pasar persaingan sempurna

Penjual dapat mengendalikan harga

Barang dan jasa yang dijual heterogen

Adanya persaingan ketat antar produsen

Kelebihan dari pasar monopolistik: (1) Produsen dapat memperoleh keuntungan lebih

besar; (2) Memacu inovasi dan kreativitas produsen; (3) Pembeli tidak mudah berpindah produk
Kekurangan dari pasar monopolistik yaitu adanya persaingan ketat antar produsen dan

biaya untuk memasuki dan menguasai pasar monopolistik mahal (iklan, promosi, uji kualitas

produk)

d) Pasar Monopsoni dan Oligopsoni

Pasar monopsoni adalah pasar dengan pembeli tunggal dan penjual banyak. Pasar oligopsoni

adalah pasar dengan beberapa pembeli dan penjual banyak. Adapun ciri-ciri pasar monopsoni

dan oligopsoni:

Pembeli tunggal atau beberapa pembeli dan banyak penjual

Barang yang diperjualbelikan adalah bahan baku

Pembeli umumnya merupakan produsen juga

Pembeli dapat mempengaruhi harga

3. Mengapa persaingan usaha tidak sehat menimbulkan praktek monopoli?


Praktek monopoli adalah pemusatan kekuatan ekonomi oleh satu atau lebih pelaku
usaha yang mengakibatkan dikuasainya produksi dan atau pemasaran atas barang dan atau
jasa tertentu sehingga menimbulkan persaingan diantara produsen untuk semakin berinovasi
terhadap produknya dalam hal kualitas, kuantitas dan harga. Keadaan yang demikian disisi
lain menguntungkan konsumen Karen konsumen bias memilih suatu barang atau jasa
tmenimbulkan harga murah dan kualitas terbaik. Sedangkan bagi produsen hal ini dapat
menimbulkan suatu persaingan yang pada prakteknya mereka (produsen) akan melakukan
berbagai macam cara yang bisa mematikan usaha mereka sendiri. Keadaan demikian
merupakan persaingan usaha tidak sehat dan dapat merugikan kepentingan umum.
Adapun keadaan yang dapat memunculkan praktek monopoli adalah sbagai berikut:
a) Adanya penguasan bahan mentah. Misalnya Perusahaan Listrik Negara (PLN), karena
listrik merupakan kebutuhan vital masyarakat secara luas, maka penguasaannya atau
pengelolaannya dilakukan oleh pemerintah sebagaimana yang tersurat dalam UUD 1945.
Demikian pula dengan PT. KAI, walaupun angkutan bukan dimonopoli oleh PT. KAI (
bus dan pesawat), tetapi tidak ada perusahaan lain yang menyainginya.
b) Penguasaan teknik produksi tertentu. Selama teknik produksi tidak ada yang meniru, maka
barang-barang tersebut akan dikuasai oleh si monopolis.
c) Adanya hak paten untuk suatu produk (merupakan unsur yuridis). Untuk mendapatkan
hak paten biasanya didahului dengan suatu tindakan penemuan. Misalnya Alexander
Graham Bell menemukan pesawat telepon dan Thomas Alfa Edison menemukan bola
lampu pijar. Hak paten ini diberikan oleh Departemen Kehakiman dan mempunyai masa
berlaku tertentu. Selama jangka waktu tersebut tidak aka nada orang lain yang dapat
memproduksi barang yang sama, karena jika memproduksi barang yang sama akan
dituntut ke pengadilan.
d) Adanya lisensi. Hal ini bisa terjadi karena diperoleh secara institusional. Misalnya
monopoli yang dipegang oleh PT. ASTRA Internasional, yaitu monopoli untuk perakitan
dan penjualan mobil.
e) Monopoli yang diperoleh secara alamiah. Monopoli alamiah ini biasanya terjadi karena
factor luas pasar yang tidak terlalu besar sehingga tidak memungkin lebih dari satu
produsen.