Anda di halaman 1dari 14

Perkembangan Model (Teori) Atom

Atom yang berasal dari bahasa Yunani yaitu atomos, a artinya tidak
dan tomos artinya dibagi. Model atom mengalami perkembangan seiring dengan
perkembangan ilmu pengetahuan dan berdasarkan fakta-fakta
eksperimen. Perkembangan atom sebagai berikut:
1. Model atom Dalton

NAMA : John Dalton


TTL : Britania Raya, 6 Septembaer 1766
NEGARA : Britania Raya
MENINGGAL: 27 Juli 1844
DIKENAL KARENA : Teori atom, Hukum
perbandingan
berganda
Pada tahum 1803, John Dalton
mengemukakan teorinya sebagai berikut:
a. Setiap unsur tersusun atas partikel-partikel
kecil yang tidak dapat dibagi lagi yang disebut
atom.
b. Atom-atom dari unsur yang sama akan mempunyai sifat yang sama, tetapi
atom-atom dari unsur berbeda mempunyai sifat yang berbeda pula.
c. Dalam reaksi kimia tidak ada atom yang hilang, tetapi hanya terjadi perubahan
susunan atom atom dalam unsur tersebut.
d. Bila atom membentuk molekul, atom-atom tersebut bergabung dengan angka
perbandingan yang bulat dan sederhana, seperti 1 : 1, 2 : 1 , 2 : 3.
Model atom Dalton mempunyai beberapa kelemahan. Beberapa
kelemahan itu
diantaranya
a. Tidak dapat menjelaskan sifat listrik materi
b. Tidak dapat menjelaskan gaya gabung unsur-unsur. Misalnya, mengapa dalam
pembentukan air (H2O) satu atom oksigen mengikat dua atom hydrogen.
Kelebihannya adalah
a.Dapat menerangkan Hukum Kekekalan Massa (Hukum Lavoisier)
b.Dapat menerangkan hukum Perbandingan Tetap (Hukum Proust)

1
Sumber : http://wiprads.blogspot.co.id/2011/12/perkembangan-model-
teori-atom_4179.html
Nilai Moral : Bertanggung jawab, tekun dalam melakukan percobaan, jujur,
pantang menyerah

2. Model atom Thomson

NAMA : Thomshon
TTL : Britania Raya, 18 Desember 1856
NEGARA : Britania Raya
MENINGGAL : 30 Agustus 1940
PENDIDIKAN : Universitas Manchester
PENGHARGAAN : Nobel fisika, Medali
Royal
Menurut Thomson atom berbentuk
seperti bola yang di dalamnya terdapat
muatan positif dan negatif yang tersebar
secara merata. Model atom ini kemudian
dikenal dengan model roti kismis. Atom netral bila jumlah muatan positif dan
negatif sama. Atom bermuatan negatif bila jumlah muatan negatif lebih banyak
dari muatan positif dan sebaliknya.
Model atom Thomson ini didapatkan Berdasarkan penemuan tabung
katode yang lebih baik oleh William Crookers, maka J.J. Thomson meneliti lebih
lanjut tentang sinar katode dan dapat dipastikan bahwa sinar katode merupakan
partikel.
Percobaan William Crookers
Pelucutan gas adalah peristiwa mengalirnya muatan-muatan listrik di
dalam tabung lucutan gas pada tekanan yang sangat kecil. Sebuah tabung lucutan
adalah tabung yang berisi udara, didalam tabung berisi elektrode-elektrode, yang
biasanya disebut anoda dan katode. Udara dalam tabung ini tidak dapat
mengalirkan arus listrik walaupun ujung-ujung elektroda tersebut dihubungkan
dengan induktor Ruhmkorf.
Keadaan akan berubah jika udara dalam tabung dikeluarkan sehingga
tekanan udara menjadi kecil dan letak-letak molekul udara manjadi renggang.
Pada tekanan 4 cm Hg dalam tabung memancarkan cahaya merah-ungu. Cahaya
ini akan menghilang sejalan denga semakin kecilnya tekanan. Pada tekanan 0,02
mm Hg udara dalam tabung tidak lagi memancarkan cahaya namun kaca dimuka
katoda berpendar kehijauan. Crookes berpendapat bahwa dari katoda dipancarkan
sinar yang tidak tampak yang disebut Sinar katoda. Sinar katoda dapat di pelajari
karena bersifat memendarkan kaca. Sinar Katoda adalah arus elektron dengan
kecepatan tinggi yang keluar dari katoda. Simpangan sinar katoda dalam medan
listrik dan medan magnet menunjukkan bahwa sinar ini bermuatan negatif.
Dari hasil percobaan ini, Thomson menyatakan bahwa sinar katode
merupakan partikel penyusun atom (partikel subatom) yang bermuatan negatif dan
selanjutnya disebut elektron. Atom merupakan partikel yang bersifat netral, oleh
karena elektron bermuatan negatif, maka harus ara partikel lain yang bermuatan
positif untuk menetralkan muatan negatif elektron tersebut. Dari penemuannya
tersebut, Thomson memperbaiki kelemahan dani teori atom Dalton.
Kelebihan teori atom Thomson:
Membuktikan adanya partikel lain yang bermutan negative dalam atom. Berarti
atom bukan merupakan bagian terkecil dari suatu unsure.
Kelemahan teori atom Thomson:
Kelemahan model atom Thomson ini tidak dapat menjelaskan susunan muatan
positif dan negatif dalam bola atom tersebut.
Sumber : https://yiksrimustika.wordpress.com/2011/04/13/teori-atom-j-j-
thomson/
Nilai : Pantang Menyerah,berani dan berbicara sesuai kenyataan, tidak
sombong, teliti

3. Model atom Rutherford

NAMA : Ernest Rutherford


TTL : Selandia Baru, 30 Agustus 1871
NEGARA : Ingrris
MENINGGAL : 19 Oktober 1937
BIDANG : Fisika

Setelah Rutherford menemukan inti atom yang


bermuatan positif dan massa atomnya terpusat pada inti,
maka Rutherford membuat model atom sebagai berikut:

3
1. Atom terdiri atas inti atom yang bermuatan positif dan elektron yang bermuatan
negatif mengelilingi inti atom;
2. Atom bersifat netral;
3. Jari-jari inti atom dan jari-jari atom
sudah dapat ditentukan.
Dengan berkembangnya ilmu
pengetahuan alam, ternyata model
Rutherford juga memiliki
kekurangan. Kelemahan mendasar
dari model atom Rutherford ialah
tidak dapat menjelaskan mengapa
elektron yang beredar mengelilingi inti
tidak jatuh ke inti karena ada gaya
tarik menarik antara inti dan elektron.
Dan menurut ahli fisika klasik pada
massa itu (teori Maxwell), elektron
yang bergerak mengelilingi inti atom
akan melepaskan energi dalam bentuk
radiasi.
Kelemahan teori atom Rutherford:
a. Tidak dapat menjelaskan bahwa atom bersifat stabil. Teori atom Rutherford
bertentangan dengan Hukum Fisika Maxwell. Jika partikel bermuatan negative
(elektron) bergerak mengelilingi partikel bermuatan berlawanan (inti atom
bermuatan positif), maka akan mengalami percepatan dan memancarkan energi
berupa gelombang elektromagnetik. Akibatnya energi elektron semakin
berkurang. Jika demikian halnya maka lintasan electron akan berupa spiral.
Pada suatu saat elektron tidak mampu mengimbangi gaya tarik inti dan akhirnya
elektron jatuh ke inti. Sehingga atom tidak stabil padahal kenyataannya atom
stabil.
b. Tidak dapat menjelaskan bahwa spektrum atom hidrogen berupa spektrum garis
(diskrit/diskontinu). Jika elektron berputar mengelilingi inti atom sambil
memancarkan energi, maka lintasannya berbentuk spiral. Ini berarti spektrum
gelombang elektromagnetik
yang dipancarkan berupa spektrum pita (kontinu) padahal kenyataannya dengan
spectrometer atom hydrogen menunjukkan spectrum garis.
Sumber : http://wiprads.blogspot.co.id/2011/12/perkembangan-model-
teori-atom_4179.html
Nilai : Bertanggung jawab dalam pekerjaanya, jujurdalam berbuat
sesuatu, pantang menyerah dalam menghadapi masalah.
4. Model atom Bohr

NAMA : Neils Bohr


TTL : Denmark, 7 Oktober 1885
NEGARA : Danis
MENINGGAL : 18 November 1962
BIDANG : Fisika
PENGHARGAAN : Nobel Fisika, Medali
Franklin, Orde Gajah, Atom untuk
perdamaian penghargaan
Berdasarkan hasil pengamatannya pada
spektrum atom hidrogen, Neils Bohr
memperbaiki model atom Rutherford,
dengan menyusun model atom sebagai
berikut:
1. Atom terdiri atas inti atom yang
mengandung proton bermuatan positif dan electron bermuatan negatif yang
mengelilingi inti atom;
2. Elektron-elektron yang mengelilingi inti atom berada pada tingkat energi
tertentu yang bergerak secara stasioner;
3. Tingkat energi atau lintasan elektron yang paling dekat dengan inti atom
mempunyai tingkat energi terendah, lintasan elektron yang paling jauh dari inti
atom memiliki tingkat energi tertinggi;
4. Elektron dapat berpindah dari lintasan yang satu ke lintasan yang lain dengan
menyerap atau melepaskan energi;
Kelemahan teori atom Bohr:
a. Hanya mampu menjelaskan spektrum atom hydrogen tetapi tidak mampu
menjelaskan spectrum atom yang lebih kompleks (dengan jumlah electron yang
lebih banyak).
b. Orbit/kulit elektron mengelilingi inti atom bukan berbentuk lingkaran
melainkan berbentuk elips.
c. Bohr menganggap elektron hanya sebagai partikel bukan sebagai partikel dan
gelombang, sehingga kedudukan elektron dalam atom merupakan kebolehjadian.
Kelebihan teori atom Bohr

5
Atom terdiri beberapa kulit/subkulit untuk tempat berpindahnya elektron dan atom
membentuk suatu orbit dimana inti atom merupakan positif dan disekelilingnya
terdapat elekttron
Sumber : http://wiprads.blogspot.co.id/2011/12/perkembangan-model-teori-
atom_4179.html
Nilai : Tekun dan teliti dalam melakukan segala percobaan, ulet dan gigih,
bertanggung jawab.
5. Werner Heisenberg

NAMA : Werner Heisenberg


TTL : Wurzburg, Jerman, 5 Desember 1901
NEGARA : Jerman
MENINGGAL : 1 Februari 1976
PENDIDIKAN : UNIVERSITAS MUNICH
Kehidupan dan karier
Werner Heisenberg lahir 5 Desember 1901
di Wrzburg, Bavaria, Kekaisaran Jerman.
Dia belajar fisika dan matematika 1920-
1923 di Ludwig-Maximilians-Universitt
Mnchen dan Georg-August-Universitt
Gttingen. Di Munich ia belajar di bawah
asuhan Arnold Sommerfeld dan Wilhelm
Wien. Pada Gttingen, ia belajar fisika dengan Max Born dan James Franck, dan
dia belajar matematika dengan David Hilbert.
Dia terima gelar doktor dalam bidang fisika teoritis dari universitas Munich tahun
1923. Dari tahun 1924 sampai 1927 dia kerja di Kopenhagen bersama ahli fisika
besar Denmark, Niels Bohr. Kertas kerja penting pertamanya tentang ihwal
kuantum mekanika diterbitkan tahun 1925 dan rumusnya tentang "prinsip
ketidakpastian" keluar tahun 1927. Heisenberg meninggal 1 Februari 1976 (umur
74) di Munich, Bavaria, Jerman Barat. Dia hidup bersama isteri dan tujuh anak.
Teori Prinsip Ketidakpastian
Pada tahun 1925 Werner Heisenberg mengajukan rumus baru di bidang fisika,
suatu rumus yang sangat radikal, jauh berbeda dengan konsep dari rumus
klasik Newton. Teori rumus baru ini --sesudah mengalami beberapa perbaikan
oleh orang-orang sesudah Heisenberg-- berhasil dan cemerlang. Hingga kini
Rumus itu diterima dan digunakan dalam semua sistem fisika.
Salah satu konsekuensi dari teori Heisenberg adalah apa yang terkenal --dengan
rumus "prinsip ketidakpastian" yang dirumuskannya sendiri di tahun 1927. Prinsip
itu umumnya dianggap salah satu prinsip yang paling mendalam di bidang ilmiah
dan paling punya daya jangkau jauh. Dalam praktek, apa yang diterapkan lewat
penggunaan "prinsip ketidakpastian" ini adalah mengkhususkan batas-batas
teoritis tertentu terhadap kesanggupan kita membuat ukuran-ukuran ilmiah. Akibat
serta pengaruh dari sistem ini sangat dahsyat. Apabila hukum dasar fisika
menghambat seorang ilmuwan --bahkan dalam keadaan yang ideal sekalipun--
mendapatkan pengetahuan yang cermat dari suatu penyelidikan, ini disebabkan
karena sifat-sifat masa depan dari sistem itu tidak sepenuhnya bisa diramalkan.
Menurut "prinsip ketidakpastian," tak akan ada perbaikan pada peralatan ukur kita
yang akan mengijinkan kita mengungguli kesulitan, ini.

Prinsip Ketidakpastian Heisenberg menyatakan bahwa adalah (hampir) tidak


mungkin untuk mengukur dua besaran secara bersamaan, misalnya posisi dan
momentum suatu partikel.

"Prinsip ketidakpastian" ini menjamin bahwa fisika, dalam keadaannya yang


lumrah, tak sanggup membuat lebih dari sekedar dugaan-dugaan statistik.
misalnya seorang ilmuwan yang menyelidiki radioaktivitas, mungkin mampu
menduga bahwa satu dari setriliun atom radium, dua juta akan mengeluarkan sinar
gamma dalam waktu sehari sesudahnya.
Tetapi, Heisenberg sendiri tidak bisa menaksir apakah ada atom radium yang
khusus yang akan berbuat begitu. Dalam banyak hal yang praktis, ini bukannya
satu pembatasan yang ketat. Bilamana menyangkut jumlah besar, metoda statistik
sering mampu menyuguhkan basis pijakan yang dapat dipercaya untuk suatu
loangkah. Tetapi, jika menyangkut jumlah dari ukuran kecil, soalnya jadi lain. Di
sini "prinsip ketidakpastian" memaksa kita menghindar dari gagasan sebab-akibat
fisika yang ketat. Ini mengedepankan suatu perubahan yang amat mendasar dalam
pokok filosofi ilmiah. Begitu mendasarnya sampai-sampai ilmuwan
besar Einstein tak pernah mau menerima prinsip ini. "Saya tidak percaya," suatu
waktu Einstein berkata, "bahwa Tuhan main-main dengan kehancuran alam
semesta."

Tetapi, ini pada hakekatnya sebuah pertanda bahwa ahli-ahli fisika yang paling

7
modern merasa perlu menerimanya. Jelaslah sudah, dari sudut teori kuantum, dan
pada tingkat lebih lanjut bahkan lebih besar dari "teori relativitas," telah
merombak konsep dasar kita tentang dunia fisik. Tetapi, konsekuensi teori ini
tidaklah semata bersifat filosofis.
Penggunaan kuantum dapat dilihat pada peralatan modern seperti mikroskop
elektron, laser dan transistor. Teori kuantum juga secara luas digunakan dalam
bidang fisika nuklir dan tenaga atom. Ini membentuk dasar pengetahuan kita
tentang bidang "spectroscopy" (alat pembuat dan meneliti spektrum cahaya), dan
ini digunakan secara luas di sektor astronomi dan kimia. Dan juga dimanfaatkan
dalam penyelidikan teoritis dalam masalah yang topiknya beraneka ragam seperti
kualitas khusus cairan belium, dasar susunan intern binatang-binatang, daya
penambahan kekuatan magnit, dan radio aktivitas.
Sumber : https://blogpenemu.blogspot.co.id/2014/05/werner-heisenberg-
merumuskan-prinsip-Teori-Ketidakpastian.html
Nilai : Jujur, tekun dan teliti, pntang menyerah, genius, bertanggung
jawab.

6. Erwin Shrodinger

NAMA : Erwin Rudolf Josep Alexander Shrodinger


TTL : Wina, Austria-Hongaria, 12 Agustus 1887
NEGARA : Austria,Irlandia
MENINGGAL : 4 Januari 1961
PROFESI : Fisikawan
PENGHARGAAN : Nobel Fisika 1933, Max Planck
Medal 1937
ISTRI: Annemarie Bertel

Erwin Schrodinger (menyempurnakan model Atom


Bohr): Berhasil menyusun persamaan gelombang
untuk elektron dengan menggunakan prinsip
mekanika gelombang. Elektron-elektron yang mengelilingi inti terdapat di dalam
suatu orbital yaitu daerah 3 dimensi di sekitar inti dimana elektron dengan energi
tertentu dapat ditemukan dengan kemungkinan terbesar

Sumber : https://kimlemoet.wordpress.com/2013/03/08/perkembangan-teori-atom/
Nilai : Pantang Menyerah,berani dan berbicara sesuai kenyataan, tidak
sombong, teliti

7. Max Planck

NAMA : Max Karl Ernst Ludwig Planck


TTL : Kiel, Schleswig-Holstein, Jerman,
23 April1858
NEGARA : Jerman
MENINGGAL : 4 Oktober 1947
PENDIDIKAN : UNIVERSITAS
MUNCHEN

Teori Kuantum Max Planck


Pada tahun 1900 Max Planck
mengemukakan teori kuantum. Planck
menyimpulkan bahwa atom-atom dan
molekul dapat memancarkan atau
menyerap energi hanya dalam jumlah tertentu. Jumlah atau paket energi terkecil
yang dapat dipancarkan atau diserap oleh atom atau molekul dalam bentuk radiasi
elektromagnetik disebut kuantum. Planck menemukan bahwa energi foton
(kuantum) berbanding lurus dengan frekuensi cahaya.

9
Salah satu fakta yang mendukung kebenaran dari teori kuantum Max Planck
adalah efek fotolistrik, yang dikemukakan oleh Albert Einsteinpada tahun 1905.
Efek fotolistrik adalah keadaan di mana cahaya mampu mengeluarkan elektron
dari permukaan beberapa logam (yang paling terlihat adalah logam alkali) (James
E. Brady, 1990).
Susunan alat yang dapat menunjukkan efek fotolistrik ada pada gambar 1.1.
Elektrode negatif (katode) yang ditempatkan dalam tabung vakum terbuat dari
suatu logam murni, misalnya sesium. Cahaya dengan energi yang cukup dapat
menyebabkan elektron terlempar dari permukaan logam.
Elektron tersebut akan tertarik ke kutub positif (anode) dan menyebabkan aliran
listrik melalui rangkaian tersebut.
Percobaan Efek Fotolistrik Memperlihatkan susunan alat yang menunjukkan efek
fotolistrik, Seberkas cahaya yang ditembakkan pada permukaan pelat logam akan
menyebabkan logam tersebut melepaskan elektronnya. Elektron tersebut akan
tertarik ke kutub positif dan menyebabkan aliran listrik melalui rangkaian
tersebut. Sumber: General Chemistry, Principles & Structure, James E. Brady, 5th
ed, 1990.
Einstein menerangkan bahwa cahaya terdiri dari partikel-partikel foton yang
energinya sebanding dengan frekuensi cahaya. Jika frekuensinya rendah, setiap
foton mempunyai jumlah energi yang sangat sedikit dan tidak mampu memukul
elektron agar dapat keluar dari permukaan logam. Jika frekuensi (dan energi)
bertambah, maka foton memperoleh energi yang cukup untuk melepaskan
elektron (James E. Brady, 1990). Hal ini menyebabkan kuat arus juga akan
meningkat. Energi foton bergantung pada frekuensinya.

dengan:
h = tetapan Planck (6,626 1034 J dt)
c = kecepatan cahaya dalam vakum (3 108 m det1)
= panjang gelombang (m)
Sumber : https://blogpenemu.blogspot.co.id/2014/04/max-planck-pencetus-teori-
kuantum.html
Nilai : Pantang menyerah, bertanggung jawab, jujur, teliti.
8. Louis Victor duc de Brogile
NAMA : Louis Victor duc de Brogile
TTL : Perancis, 15 Agustus 1892
NEGARA : Perancis
MENINGGAL : 19 Maret 1987
Pada tahun 1924, tesis doktoralnya mengemukakan
usulan bahwa benda yang bergerak memiliki sifat
gelombang yang melengkapi sifat partikelnya. 2 tahun
kemudian Erwin Schrodinger menggunakan konsep
gelombang de Broglie untuk mengembangkan teori
umum yang dipakai olehnya bersama dengan ilmuwan
lain untuk menjelaskan berbagai gejala atomik.
Keberadaan gelombang de Broglie dibuktikan dalam
eksperimen difraksi berkas elektron pada 1927 dan
pada 1929 ia menerima Hadiah Nobel Fisika.

Dalam karir terakhirnya, de Broglie bekerja untuk mengembangkan penjelasan


kausal dari gelombang mekanik, bertentangan dengan model probabilistik yang
mendominasi teori mekanik kuantum; itu disempurnakan oleh David Bohm pada
1950-an. Sejak itu Teori tesebut dikenal sebagai teori De Broglie-Bohm.
Selain karya ilmiah, de Broglie berpikir dan menulis tentang ilmu filsafat,
termasuk nilai penemuan-penemuan ilmiah modern.
Louis Victor duc de Broglie meninggal pada19 Maret 1987 (umur 94) di
Louveciennes, Prancis.
Sumber : https://blogpenemu.blogspot.co.id/2014/09/biografi-louis-victor-duc-de-
broglie-Penemu-Sifat-Gelombang-Elektron.html
Nilai : Bertanggung jawab, tekun dalam melakukan percobaan, jujur, pantang
menyerah

9. James Clerk Maxwell

11
NAMA : James Clerk Maxwell
TTL : Edinburgh, Scotland, 13 Juni 1831
NEGARA : United Kingdom
MENINGGAL : 5 November 1879
BIDANG : Physics dan Mathematics
PENGHARGAAN : Smiths Prize,
Adams Prize, Rumford Medal
Fisikawan Inggris kesohor James
Clerk Maxwell ini terkenal melalui
formulasi empat pernyataan yang
menjelaskan hukum dasar listrik dan
magnet. Kedua bidang ini sebelum
Maxwell sudah diselidiki lama sekali dan
sudah sama diketahui ada kaitan antar
keduanya. Namun, walau pelbagai hukum
listrik dan kemagnetan sudah
diketemukan dan mengandung kebenaran dalam beberapa segi, sebelum Maxwell,
tak ada satu pun dari hukum-hukum itu yang merupakan satu teori terpadu. Dalam
dia punya empat perangkat hukum yang dirumuskan secara ringkas (tetapi punya
bobot tinggi), Maxwell berhasil menjabarkan secara tepat perilaku dan saling
hubungan antara medan listrik dan magnet.
Dengan begitu dia mengubah sejumlah besar fenomena menjadi satu teori
tunggal yang dapat dijadikan pegangan. Pendapat Maxwell telah jadi anutan pada
abad sebelumnya secara luas baik di sektor teori maupun dalam praktik ilmu
pengetahuan.
Nilai terpenting dari, pendapat Maxwell yang baru itu adalah: banyak
persamaan umum yang bisa terjadi dalam semua keadaan. Semua hukum-hukum
listrik dan magnet yang sudah ada sebelumnya dapat dianggap berasal dari
pendapat Maxwell, begitu pula sejumlah besar hukum lainnya, yang dulunya
merupakan teori yang tidak dikenal. Dari pendapat Maxwell ini dapat
diperlihatkan betapa pergoyangan bolak-balik bidang elektromagnetik secara
periodik adalah sesuatu hal yang bisa terjadi. Gerak bolak-balik seperti pendulum
ini disebut gelombang elektromagnetik, yang bilamana sekali digerakkan akan
menyebar terus hingga angkasa luar. Dari pendapat-pendapat ini mampu
menunjukkan bahwa kecepatan gelombang elektromagnetik itu mencapai sekitar
300.000 kilometer (186.000 mil) per detik. Maxwell mengetahui bahwa ini sama
dengan ukuran kecepatan cahaya. Dari sudut ini dia dengan tepat mengambil
kesimpulan bahwa cahaya itu sendiri terdiri dari gelombang elektromagnetik.
Jadi, pendapat Maxwell bukan semata merupakan hukum dasar dari
kelistrikan dan kemagnetan, tetapi juga sekaligus merupakan hukum dasar optik.
Sesungguhnya, semua hukum terdahulu yang dikenal sebagai hukum optik dapat
dikaitkan dengan pendapatnya, juga banyak fakta dan hubungan dengan hal-hal
yang dulunya tidak terungkapkan.
Cahaya yang tampak oleh mata bukan semata jenis yang memungkinkan
radiasi elektromagnetik. Pendapat Maxwell menunjukkan bahwa gelombang
elektromagnetik lain, berbeda dengan cahaya yang tampak oleh mata dalam dia
punya panjang gelombang dan frekuensi, bisa saja ada. Kesimpulan teoretis ini
secara mengagumkan diperkuat oleh Heinrich Hertz, yang sanggup menghasilkan
dan menemui kedua gelombang yang tampak oleh mata yang diramalkan oleh
Maxwell itu. Beberapa tahun kemudian Guglielmo Marconi memperagakan
bahwa gelombang yang tak terlihat mata itu dapat digunakan buat komunikasi
tanpa kawat sehingga menjelmalah apa yang namanya radio itu. Kini, kita
gunakan juga buat televisi, sinar X, sinar gamma, sinar infra, sinar ultraviolet
adalah contoh-contoh dari radiasi elektromagnetik. Semuanya bisa dipelajari lewat
hasil pemikiran Maxwell.
Meski kemasyhuran Maxwell yang paling menonjol terletak pada
sumbangan pikirannya yang dahsyat di bidang elektromagnetik dan optik, dia juga
memberi sumbangan penting bagi dunia ilmu pengetahuan di segi lain termasuk
teori-teori astronomi dan termodinamika (penyelidikan ihwal panas). Salah satu
minat khususnya adalah teori kinetik tentang gas. Maxwell menyadari bahwa
tidak semua molekul gas bergerak pada kecepatan sama. Sebagian lebih lambat,
sebagian lebih cepat, dan sebagian lagi dengan kecepatan yang luar biasa.
Maxwell mencoba rumus khusus menunjukkan bagian terkecil molekul bergerak
(dalam suhu tertentu) pada kecepatan yang tertentu pula. Rumus ini disebut
"penyebaran Maxwell," merupakan rumus yang paling luas terpakai dalam rumus-
rumus ilmiah, dan mengandung makna dan manfaat penting pada tiap cabang
fisika.
Maxwell dilahirkan di Edinburgh, Skotlandia, tahun 1831. Dia teramatlah
dini berkembang:
pada usia lima belas tahun dia sudah mampu mempersembahkan sebuah
kertas kerja ilmiah kepada "Edinburgh Royal Society." Dia masuk Universitas

13
Edinburgh dan tamat Universitas Cambridge. Kawin, tetapi tak beranak. Maxwell
umumnya dianggap teoritikus terbesar di bidang fisika dalam seluruh masa antara
Newton dan Einstein. Kariernya yang cemerlang berakhir terlampau cepat karena
dia meninggal dunia tahun 1879 akibat serangan kanker, tak berapa lama sehabis
merayakan ulang tahunnya yang ke-48.
Sumber : https://id.wikipedia.org/wiki/James_Clerk_Maxwell
Nilai : Tekun dan teliti dalam melakukan segala percobaan, ulet dan gigih,
bertanggung jawab dalam suatu pekerjaan